<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pembuangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pembuangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Feb 2025 13:38:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pembuangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cegah Pembuangan Sampah Liar, Warga Kedungkandang Dirikan Pos Pantau di Jembatan Pasar Gadang</title>
		<link>https://memontum.com/cegah-pembuangan-sampah-liar-warga-kedungkandang-dirikan-pos-pantau-di-jembatan-pasar-gadang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2025 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dirikan]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedungkandang]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pembuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218879</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Salah seorang warga Kecamatan Kedungkandang, Moch Zainullah (42), berinisiatif untuk mendirikan pos pantau di sekitar Jembatan Pasar Gadang, Kota Malang. Inisiatif itu dilakukan, guna mencegah pembuangan sampah liar di kawasan tersebut. Pria yang kerap disapa Zainul, itu menyampaikan bahwa ide mendirikan pos pantau ini bermula saat dirinya mencium bau menyengat di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Salah seorang warga Kecamatan Kedungkandang, Moch Zainullah (42), berinisiatif untuk mendirikan pos pantau di sekitar Jembatan Pasar Gadang, Kota Malang. Inisiatif itu dilakukan, guna mencegah pembuangan sampah liar di kawasan tersebut.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Zainul, itu menyampaikan bahwa ide mendirikan pos pantau ini bermula saat dirinya mencium bau menyengat di rumahnya. Awalnya, dirinya mengira bau itu berasal dari septic tank yang bocor, namun setelah ditelusuri, ternyata sumbernya adalah tumpukan sampah di Jembatan Pasar Gadang.</p>



<p>&#8220;Saya cek ke lokasi setelah Salat Isya, ternyata sampahnya menumpuk di jembatan. Saya lihat, yang buang sampah di sini bukan warga sekitar, tetapi dari orang luar,&#8221; ujar Zainul, Sabtu (01/02/2025) tadi.</p>



<p>Zainul menambahkan, warga Kelurahan Bumiayu sebenarnya telah sepakat menggunakan jasa petugas kebersihan keliling untuk mengangkut sampah rumah tangga. Namun, justru banyak orang dari luar daerah yang membuang sampah sembarangan di Jembatan Pasar Gadang.</p>



<p>&#8220;Jadi ada beberapa yang buang sampah itu dari Turen, Bululawang, Tajinan, Tlogowaru, Mburing. Ada satu warga Jalan Terong sisi utara sana. Kalau orang sini tidak ada, pedagang pasar sini pun juga tidak ada,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menyadari situasi ini, Zainul sempat mengajukan permohonan bantuan tenda ke kelurahan, namun terkendala birokrasi. Akhirnya, dia mendapatkan bantuan tenda dari seseorang dan mendirikan posko pantau tersebut. Sejak saat itu, dirinya dan salah satu rekannya, Ambon rutin berjaga mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Namun, ketika pulang untuk salat Subuh, masih ada oknum yang memanfaatkan momen tersebut untuk kembali membuang sampah di jembatan.</p>



<p>&#8220;Begitu saya kembali ke posko setelah salat Subuh, sudah ada tumpukan sampah lagi. Itu yang bikin saya geregetan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Kejadian seperti itu, menurutnya bukan hanya kali pertama saja. Bahkan, Zainul mengaku beberapa kali bersitegang dengan orang-orang yang tetap nekat membuang sampah di lokasi tersebut.</p>



<p>&#8220;Kalau tidak ada yang jaga di sini, pasti langsung ditaruh di situ,&#8221; katanya.</p>



<p>Sejak posko pantau didirikan, volume sampah di Jembatan Pasar Gadang berkurang signifikan. Jika sebelumnya diperlukan dua truk untuk mengangkut sampah setiap hari, kini cukup dengan satu truk, bahkan pernah hanya menggunakan kendaraan roda tiga jenis Tossa.</p>



<p>&#8220;Yang biasanya butuh dua truk, sekarang cukup satu truk. Kemarin malah cuma pakai Tossa,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Zainul berharap, upayanya ini dapat menyadarkan masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. Dirinya menegaskan akan terus menjaga kebersihan lingkungan dan tidak akan mundur menghadapi para pembuang sampah liar. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DLH Kota Malang Gelar Opsgab ke Titik Pembuangan Sampah Liar</title>
		<link>https://memontum.com/dlh-kota-malang-gelar-opsgab-ke-titik-pembuangan-sampah-liar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[opsgab]]></category>
		<category><![CDATA[pembuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218796</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) di sejumlah titik rawan pembuangan sampah liar. Itu dilakukan, untuk mengubah perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang, Roni Kuncoro, menyampaikan bahwa di tahun 2025 ini DLH berkomitmen untuk menertibkan dan memberikan edukasi kepada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menggelar Operasi Gabungan (Opsgab) di sejumlah titik rawan pembuangan sampah liar. Itu dilakukan, untuk mengubah perilaku masyarakat dalam membuang sampah.</p>



<p>Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang, Roni Kuncoro, menyampaikan bahwa di tahun 2025 ini DLH berkomitmen untuk menertibkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Sebab, dengan membuang sampah sembarangan akan mengakibatkan dampak buruk.</p>



<p>&#8220;Dalam opsgab tentu kami akan melibatkan jajaran samping, mulai TNI, Polri, serta perangkat daerah seperti lurah dan karang taruna. Opsgab ini kami lakukan untuk menertibkan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat yang masih melanggar aturan terkait pembuangan sampah,&#8221; ujar Roni, Kamis (30/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, bahwa langkah tersebut juga merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah. Dalam Pasal 45, disebutkan bahwa setiap orang dilarang membuang sampah di luar tempat yang telah ditentukan.</p>



<p>&#8220;Beberapa waktu lalu, kami dari DLH masih menemukan warga yang membuang sampah sembarangan, salah satunya di sekitar Jembatan Pasar Gadang. Kemudian kami temui mereka dan langsung kami edukasi sesuai dengan perda yang berlaku,&#8221; tegas Roni.</p>



<p>Karena kejadian tersebut, DLH Kota Malang berencana menggelar operasi gabungan serupa secara rutin. Dengan sasaran utamanya di Jembatan Pasar Gadang dan Jalan Danau Jongge, kawasan Velodrome.</p>



<p>&#8220;Kami akan terus melakukan operasi gabungan secara berkala. Harapannya, ke depan tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,&#8221; imbuh Roni. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218796</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jadi Sasaran Pembuangan Sampah, TPS3R Dadaprejo Minta Pemkot Batu Buat Aturan Tegas</title>
		<link>https://memontum.com/jadi-sasaran-pembuangan-sampah-tps3r-dadaprejo-minta-pemkot-batu-buat-aturan-tegas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Sep 2023 07:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[dadaprejo]]></category>
		<category><![CDATA[pembuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sasaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198153</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; TPS3R Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, berharap kepada Pemkot Batu untuk memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini disampaikan, karena paska penutupan TPA Tlekung, banyak sampah yang terkesan sengaja dibuang di tepi jalan. Pengurus TPS3R Dadaprejo, Esti Andayani, mengatakan bahwa sekarang semakin banyak masyarakat yang membuang sampah di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; TPS3R Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, berharap kepada Pemkot Batu untuk memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini disampaikan, karena paska penutupan TPA Tlekung, banyak sampah yang terkesan sengaja dibuang di tepi jalan.</p>



<p>Pengurus TPS3R Dadaprejo, Esti Andayani, mengatakan bahwa sekarang semakin banyak masyarakat yang membuang sampah di pinggir jalan. Meskipun pada akhirnya sampah-sampah itu dibersihkan oleh desa, namun banyaknya sampah yang dibuang sembarang menambah banyaknya residu sampah.</p>



<p>&#8220;Jadi, kami berharap pemerintah, dalam hal ini Pemkot Batu untuk menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kalau perlu, dibuatkan sanksi yang tegas,&#8221; terangnya di TPS3R Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (14/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Mengapa himbauan itu diperlukan, ujarnya, karena ketika sampah itu ditemukan, otomatis terpaksa dipungut oleh petugas sampah daerah setempat. Hanya saja, itu membuat petugas kerja dua kali, yang salah satunya memungut sampah berserakan atau sengaja dibuang sembarangan. &#8220;Tentunya, ketika sampah itu dibuang sembarangan, malah menambah beban daerah yang dibuangi sampah. Harusnya, oknum masyarakat itu sadar. Setidaknya, tidak menambah beban petugas dan menjaga kebersihan kota,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Esti menambahkan, TPS3R Dadaprejo sudah terlalu banyak menerima residu dari sampah yang berserakan. Bahkan, setiap hari sebanyak lebih dari 12 kali pengambilan sampah di sembilan RW yang berjumlah 1.600 rumah Kelurahan Dadaprejo. Lebih dari itu, hampir setiap hari ditemukan banyak sampah di pinggir ruas Jalan Dadaptulis.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, kami sudah kewalahan mengolah sampah. Dari sebanyak 13 tenaga pengolah sampah itu, sebenarnya juga kurang untuk mengolah sampah secara keseluruhan. Malah, ditambah dengan adanya sampah liar. Dan, ini jelas yang membuang warga luar daerah. Karena, pernah ketahuan sampah itu ada alamatnya,&#8221; terangnya.</p>



<p>Mengenai residu yang menumpuk, paparnya, pun terpaksa dibakar di halaman luar TPS3R. Ini disebabkan, sudah tidak ada tempat lagi. Sedangkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu juga akan memberikan bantuan satu unit mesin pembakaran sampah, pun masih proses.</p>



<p>&#8220;Sebenarnya, kalau residu tidak berlebihan, maka pembakarannya tidak akan lama. Dan kami tahu, sebenarnya itu tidak sesuai aturan. Tetapi mau bagaimana lagi, kalau menumpuk residu itu akan menjadi menyakit. Yang jelas, kami berharap Pemkot Batu memberikan solusi yang tepat,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198153</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sungai Brantas di Kota Batu Mulai Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Sampah</title>
		<link>https://memontum.com/sungai-brantas-di-kota-batu-mulai-jadi-sasaran-tempat-pembuangan-sampah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Sep 2023 14:12:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[brantas]]></category>
		<category><![CDATA[pembuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197595</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sungai Brantas yang mengalir di daerah Kaliputih, Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu, mulai menjadi sasaran tempat pembuangan sampah. Pemandangan itu terlihat, setelah selama beberapa hari ini tidak difungsikannya TPA Tlekung. Manajer Marketing Kaliwatu Rafting, Anggara Wardana, mengatakan sejak terjadinya masalah di TPA Tlekung, oknum warga banyak yang membuang sampah sembarang hingga di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Sungai Brantas yang mengalir di daerah Kaliputih, Kelurahan Temas, Kecamatan/Kota Batu, mulai menjadi sasaran tempat pembuangan sampah. Pemandangan itu terlihat, setelah selama beberapa hari ini tidak difungsikannya TPA Tlekung.</p>



<p>Manajer Marketing Kaliwatu Rafting, Anggara Wardana, mengatakan sejak terjadinya masalah di TPA Tlekung, oknum warga banyak yang membuang sampah sembarang hingga di sungai. Ini terbukti, kondisi sekarang di Sungai Brantas, yang awalnya bersih menjadi ada sampah yang terbungkus plastik.</p>



<p>&#8220;Ini akibat masalah sampah di TPA Tlekung. Sungai Brantas menjadi sasaran tempat pembuangan sampah,&#8221; terangnya, saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (05/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dijelaskannya, persoalan sampah yang dibuang di Sungai Brantas, ini bukan hal baru. Kendati demikian, dalam kondisi saat ini, semakin banyak sampah yang ditemukan.</p>



<p>&#8220;Hampir setiap hari ditemukan. Sebelumnya, kami selalu membersihkan sampah di sungai. Karena, kami gunakan untuk rafting. Tetapi, sekarang ini sangat keterlaluan hingga saat bersih-bersih, perahu kami penuh dengan sampah,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Dari banyaknya sampah yang terkumpul, jelas Anggara, langsung dibongkar. Setelah itu dipilah dan dijemur untuk dikeringkan kemudian dibakar. &#8220;Kami berharap, masyarakat memahami atas kondisi ini. Karena, Kota Batu saat ini bisa dikatakan darurat sampah. Jadi, agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai,&#8221; ujarnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197595</post-id>	</item>
		<item>
		<title>40 KK di Desa Tlekung Akan Manfaatkan Gas Metan dari Hasil Proses Tempat Pembuangan Akhir</title>
		<link>https://memontum.com/40-kk-di-desa-tlekung-akan-manfaatkan-gas-metan-dari-hasil-proses-tempat-pembuangan-akhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[akan]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[gas]]></category>
		<category><![CDATA[hasil]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kk]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[manfaatkan]]></category>
		<category><![CDATA[metan]]></category>
		<category><![CDATA[pembuangan]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[tempat]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191635</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membawa dampak positif tersendiri bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi TPA. Bagaimana tidak, ada sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang berada di kawasan itu, akan segera memanfaatkan gas metan hasil dari proses pengolahan TPA. Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Batu</strong> &#8211; Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, membawa dampak positif tersendiri bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi TPA. Bagaimana tidak, ada sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) yang berada di kawasan itu, akan segera memanfaatkan gas metan hasil dari proses pengolahan TPA.</p>



<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Aries Setiawan, mengatakan bahwa untuk pemanfaatan gas metan yang dihasilkan dari pengolahan di TPA Tlekung, sudah dilakukan kerja sama dengan pihak desa dengan membubuhkan tanda tangan kesepakatan beberapa waktu lalu. &#8220;Jadi, sebanyak 40 KK warga Desa Tlekung ini nantinya akan menggunakan atau memanfaatkan gas metan yang dihasilkan dari TPA Tlekung. Dan, ini kami sudah MoU dengan pihak desa,&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (23/06/2023) tadi.</p>



<p>Dalam pemanfaatan gas metan, paparnya, masyarakat nantinya tidak dipungut biaya sama sekali. Bahkan, di sini sangat mengurangi biaya hidup keseharian dari 40 KK itu.</p>



<p>Baca juga:</p>





<p>&#8220;Nanti 40 KK ini tidak perlu lagi merogoh kocek terlalu dalam untuk membeli bahan bakar untuk keperluan memasak di dapur. Gas metan ini bersumber dari ratusan ton tumpukan sampah di TPA Tlekung,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Secara teknis, jelas Aries, gas metan yang terkandung di dalam tumpukan sampah disalurkan ke rumah warga melalui pipa. Kemudian, diolah menjadi energi alternatif pengganti gas LPG yang diberikan secara cuma-cuma. Lebih dari itu, sebenarnya proses pembuatan gas metan ini juga mengurangi bau busuk yang ditimbulkan oleh gunungan sampah tersebut.</p>



<p>&#8220;Apabila dikelola dengan baik, sampah pun sangat menguntungkan masyarakat sekitar. Jika sebelumnya untuk sehari-hari warga harus beli LPG, maka sekarang cukup memanfaatkan gas metan. Di sini, jelas ini menguntungkan masyarakat apalagi di saat terjadinya kondisi kesulitan mencari LPG,&#8221; paparnya.</p>



<p>Kepala Desa Tlekung, Sumardi, mengatakan bahwa pihaknya menyambut positif rencana itu. Karenanya, sekarang tengah ditunggu untuk proses realisasinya.&nbsp; &#8220;Warga pastinya sangat menunggu dari realisasi itu. Karenanya, kami akan melihat kabar lanjutan soal pemanfaatan gas metan ke warga,&#8221; ujarnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191635</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
