<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pembuatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pembuatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Mar 2026 14:29:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pembuatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</title>
		<link>https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon</link>
					<comments>https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[amankan]]></category>
		<category><![CDATA[Mercon]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[petasan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[praktik]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230688</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo – Respon cepat dilakukan Polres Situbondo, dalam mengantisipasi jatuhnya korban akibat ledakan bahan peledak atau mercon. Adalah berhasil membongkar praktik pembuatan petasan dan penyimpanan bubuk mercon dalam jumlah besar di sebuah rumah yang ditempati oleh pria berinisial S (59), di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, yang dilakukan petugas, Sabtu (28/02/2026) malam. Dalam kejadian itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> – Respon cepat dilakukan Polres Situbondo, dalam mengantisipasi jatuhnya korban akibat ledakan bahan peledak atau mercon. Adalah berhasil membongkar praktik pembuatan petasan dan penyimpanan bubuk mercon dalam jumlah besar di sebuah rumah yang ditempati oleh pria berinisial S (59), di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, yang dilakukan petugas, Sabtu (28/02/2026) malam.</p>



<p>Dalam kejadian itu, petugas berhasil mengamankan sedikitnya 5,1 kilogram bubuk mercon siap rakit serta ratusan selongsong kertas yang disimpan oleh pelaku di lokasi yang sangat berbahaya, yakni tepat di bawah kasur tempat tidurnya.</p>



<p>Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anwar Sidiqie, melalui Kasatreskrim, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa keberhasilan ini bermula dari informasi masyarakat yang resah akan adanya aktivitas mencurigakan terkait praktik pembuatan- petasan di Kampung Delleb. Menindaklanjuti laporan itu, anggota Satintelkam berkoordinasi dengan Satsamapta melakukan pengecekan dan penyelidikan.</p>



<p>&#8220;Kami bergerak cepat demi keselamatan masyarakat. Saat digeledah, ternyata pelaku berinisial S menyimpan bahan berbahaya tersebut di bawah tempat tidurnya. Tentu ini sangat berisiko memicu ledakan yang bisa berakibat fatal bagi penghuni rumah maupun warga sekitar,&#8221; ujar AKP Agung, Selasa (03/03/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain bubuk mercon seberat 5,1 kg, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain. Diantaranya, 152 selongsong mercon berwarna, 200 selongsong putih, 9 buah mercon jenis blanggur, 1 ikat sumbu, hingga belerang dan alat pembuat selongsong.</p>



<p>Mengingat sifat bahan yang sangat tidak stabil dan mudah meledak, sebagian besar bubuk mercon tersebut langsung dimusnahkan (disposal) oleh Unit Gegana Brimob untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Keberhasilan polisi, ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar yang merasa lebih tenang karena potensi ancaman ledakan di lingkungan mereka telah diamankan.</p>



<p>Saat ini, tambahnya, terduga pelaku berinisial S telah diamankan di Mapolres Situbondo, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku terancam undang-undang terkait kepemilikan bahan peledak.</p>



<p>AKP Agung menambahkan, pihak kepolisian tidak akan menoleransi segala bentuk penguasaan bahan peledak tanpa izin, terutama menjelang hari-hari besar dimana aktivitas bermain petasan sering meningkat. &#8220;Untuk masyarakat mohon bantuannya untuk melaporkan apabila ada aktivitas pembuatan petasan melalui Call Center 110. Karena ini untuk keamanan dan keselamatan bersama. Dan dimohon tidak ada lagi warga yang membuat atau menyimpan bahan petasan atau mercon,&#8221; imbuhnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230688</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tata Kelola Wisata, Ketua DPRD Lumajang Siap Dorong Pembuatan Raperda Pariwisata</title>
		<link>https://memontum.com/tata-kelola-wisata-ketua-dprd-lumajang-siap-dorong-pembuatan-raperda-pariwisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2025 11:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kelola]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Raperda]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221156</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Munculnya beragam polemik dalam tata kelola pariwisata di Kabupaten Lumajang, seperti salah satunya wisata alam Grojogan Sewu yang berada di Kecamatan Pronojiwo, membuat Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengambil langkah cepat dengan menutup sementara wisata tersebut. Ini dilakukan, seraya sambil menunggu regulasi yang tepat untuk tata kelola wisata agar tidak memunculkan problema baru. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Munculnya beragam polemik dalam tata kelola pariwisata di Kabupaten Lumajang, seperti salah satunya wisata alam Grojogan Sewu yang berada di Kecamatan Pronojiwo, membuat Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengambil langkah cepat dengan menutup sementara wisata tersebut. Ini dilakukan, seraya sambil menunggu regulasi yang tepat untuk tata kelola wisata agar tidak memunculkan problema baru.</p>



<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menyampaikan bahwa terkait tutupnya (penutupan sementara, red) wisata Grojogan Sewu ini merupakan upaya menciptakan keamanan, ketertiban serta meningkatkan pengelolaan pariwisata yang lebih baik dan berkelanjutan di Lumajang. “Jadi, setelah saya evaluasi dan saya cek kembali, ternyata kita tidak memiliki peraturan daerah yang mengatur tata kelola destinasi wisata di Kabupaten Lumajang,” tegasnya, Senin (10/03/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Oleh sebab itu, ujarnya, pihaknya akan mengajukan Raperda (rancangan peraturan daerah) tentang tata kelola destinasi wisata kepada DPRD Lumajang. &#8220;Karena ini merupakan tugas pemerintah daerah, yaitu untuk mengatur regulasi pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat. Begitu pula, terkait dengan tata kelola wisata harus juga diatur,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Bak gayung bersambut, usulan dari Bupati Lumajang terkait Raperda tata kelola pariwisata, pun didukung penuh oleh Ketua DPRD Lumajang, Hj Oktafiani. Karenanya, DPRD akan mulai menindaklanjuti untuk persiapan pembuatan Raperda.</p>



<p>&#8220;Karena Raperda pariwisata tidak ada, maka ini menjadi terobosan yang bagus untuk tata kelola pariwisata yang ada di Kabupaten Lumajang. Yang jelas, kami sangat mendukung dan segera kami tindak lanjuti,&#8221; tegasnya. <strong>(adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221156</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Baznas Lumajang Latih Pembuatan Cilok Bercitra Rasa Lezat kepada Puluhan UMKM</title>
		<link>https://memontum.com/baznas-lumajang-latih-pembuatan-cilok-bercitra-rasa-lezat-kepada-puluhan-umkm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2025 07:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Baznas]]></category>
		<category><![CDATA[bercitra]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[puluhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219300</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebanyak puluhan peserta antusias mengikuti pelatihan yang difokuskan pada keterampilan pengolahan makanan, khususnya pembuatan cilok yang higienis, sehat, halal dan lezat. Ketua Baznas Lumajang, Nur Sjahid, menyampaikan bahwa program ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lumajang terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebanyak puluhan peserta antusias mengikuti pelatihan yang difokuskan pada keterampilan pengolahan makanan, khususnya pembuatan cilok yang higienis, sehat, halal dan lezat.</p>



<p>Ketua Baznas Lumajang, Nur Sjahid, menyampaikan bahwa program ini akan berlangsung secara bertahap sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kualitas usaha masyarakat. Dalam pelatihan kali ini, peserta mendapatkan bimbingan langsung dari pengusaha UMKM sukses, Siti Saharia Mahindar, yang membagikan pengalaman dan teknik dalam mengelola usaha makanan secara profesional.</p>



<p>&#8220;Hari ini, para pelaku usaha akan diberikan bekal tentang cara membuat cilok yang tidak hanya enak, tetapi juga memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik sehingga usaha mereka semakin berkembang,&#8221; kata Nur Sjahid, Sabtu (15/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya memberikan pelatihan, Baznas juga berperan aktif dalam mendukung pengembangan usaha peserta dengan menyalurkan sub modal awal sebagai stimulus usaha. &#8220;Kami ingin memastikan bahwa ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini bisa langsung diaplikasikan. Oleh karena itu, setelah pelatihan, seluruh peserta akan diberikan sub modal awal agar bisa memulai atau mengembangkan usaha mereka,&#8221; jelas Nur Sjahid.</p>



<p>Dirinya berharap, program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan para pelaku usaha kecil. &#8220;Semoga pelatihan ini bisa menjadi langkah awal bagi peserta untuk membangun usaha yang lebih baik dan berkelanjutan. Dengan keterampilan yang meningkat, mereka diharapkan bisa lebih mandiri secara ekonomi dan memiliki daya saing di pasar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Dengan adanya program ini, Baznas Lumajang tidak hanya berperan dalam pendistribusian zakat, tetapi juga menjadi mitra dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semangat dan antusiasme peserta pelatihan menjadi bukti bahwa kesempatan yang diberikan mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219300</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Lumajang Berikan Pendampingan UMKM Pembuatan NIB Gratis</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-lumajang-berikan-pendampingan-umkm-pembuatan-nib-gratis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2025 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berikan]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Pendampingan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218684</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, memberikan layanan pendampingan pembuatan Izin Usaha Mikro (NIB) secara gratis melalui sistem Online Single Submission (OSS). Hal ini dilakukan, untuk membantu pelaku UMKM di Kabupaten Lumajang, dalam memperoleh akses permodalan, mengikuti tender serta memperluas jaringan bisnis mereka. Sementara dengan memiliki NIB, UMKM [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, memberikan layanan pendampingan pembuatan Izin Usaha Mikro (NIB) secara gratis melalui sistem Online Single Submission (OSS).</p>



<p>Hal ini dilakukan, untuk membantu pelaku UMKM di Kabupaten Lumajang, dalam memperoleh akses permodalan, mengikuti tender serta memperluas jaringan bisnis mereka. Sementara dengan memiliki NIB, UMKM bisa melangkah lebih jauh dan mendapatkan berbagai keuntungan penting.</p>



<p>Kepala Bidang Usaha Mikro dan Industri Diskopindag Kabupaten Lumajang, Andri Aprian, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mempermudah proses pendaftaran izin usaha bagi pelaku UMKM, terutama di wilayah Desa Banjarwaru dan Jatisari, Kecamatan Lumajang, dan Kecamatan Tempeh. &#8220;Dengan memiliki NIB, usaha mikro akan lebih mudah mengakses permodalan dan berbagai peluang bisnis yang sebelumnya sulit didapatkan,&#8221; kata Andri, Sabtu (25/01/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Adapun syarat pendaftaran perolehan NIB, diantaranya seperti KTP Elektronik dan FC KK, Email dan Nomor WhatsApp Aktif, NPWP (jika ada) dan Geotagging Lokasi Usaha. &#8220;Jangan lewatkan kesempatan ini! Pendaftaran dibuka mulai 23 Januari 2024 hingga 6 Februari 2024 dan tersedia kuota terbatas,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Cara Mendaftar, yakni melalui WhatsApp: 0877-6970-4806, juga bisa melalui G-Form: <a href="https://bit.ly/daftarNIB2025" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://bit.ly/daftarNIB2025</a>. &#8220;Diskopindag Lumajang siap mendukung UMKM dalam memperoleh izin usaha yang sah. Sehingga, usahanya akan bisa berkembang lebih jauh. Jangan ragu untuk mendaftar dan menjadi bagian dari UMKM sukses di Kabupaten Lumajang. Untuk informasi lebih lanjut, Anda juga bisa menghubungi melalui email di diskopindag.lumajang@gmail.com atau melalui media sosial @diskopindag.lmj,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218684</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Target Baznas Kediri Terealisasi, Mas Dhito Dorong Pembuatan Program Prioritas dan Kesinergian</title>
		<link>https://memontum.com/target-baznas-kediri-terealisasi-mas-dhito-dorong-pembuatan-program-prioritas-dan-kesinergian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jan 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Baznas]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kesinergian]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<category><![CDATA[terealisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218535</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong Baznas untuk membuat program prioritas. Usulan itu disampaikan, karena seiring dengan lebihnya capaian target 65 persen pengumpulan Zakat Infaq dan Sodaqoh (ZIS). Dari target tahun 2024 yang diberikan Baznas Provinsi kepada Kabupaten Kediri sebesar Rp 4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri mampu mengumpulkan sekitar Rp 7,4 miliar. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, mendorong Baznas untuk membuat program prioritas. Usulan itu disampaikan, karena seiring dengan lebihnya capaian target 65 persen pengumpulan Zakat Infaq dan Sodaqoh (ZIS).</p>



<p>Dari target tahun 2024 yang diberikan Baznas Provinsi kepada Kabupaten Kediri sebesar Rp 4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri mampu mengumpulkan sekitar Rp 7,4 miliar. Dengan capaian tersebut, ZIS yang disalurkan diwujudkan melalui berbagai program.</p>



<p>Dari berbagai program yang ada, Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Hanindhito, mendorong Baznas untuk membuat program prioritas di tahun 2025. Program tersebut, dimaksudkan untuk mengatasi persoalan seperti kemiskinan, kesehatan hingga pendidikan.</p>



<p>Program Baznas tahun 2025 ini, diharapkan bisa disinergikan dengan program yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kediri. Selain menghindari tumpang tindih program, masyarakat juga bisa lebih merasakan dampak dari sinergitas tersebut.</p>



<p>“Kalau (sinergi) program bisa dirembug dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah), goalsnya adalah tidak hanya ASN pemkab, namun masyarakat merasa aman menaruh ZIS-nya di Baznas,” jelas Mas Dhito, seusai bertemu komisioner Baznas Kabupaten Kediri, Senin (20/01/2025) tadi.</p>



<p>Bupati yang akan berakhir masa jabatan di periode pertamanya tersebut, juga mengapresiasi kinerja Baznas Kabupaten Kediri. Menurutnya, Baznas Kabupaten Kediri terus mengalami kemajuan dari tahun ke tahun.</p>



<p>Menurutnya, salah satu indikator meningkatnya kinerja Baznas tersebut diikuti dengan peningkatan pengumpulan ZIS. Pihaknya juga berharap, ke depan capaian ini bisa dipertahankan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Baznas sudah melakukan lompatan luar biasa, sudah mulai hidup Baznasnya, pelaporannya sudah akuntable,” terang bupati muda berkacamata itu.</p>



<p>Mas Dhito juga menambahkan, sinkronisasi program daerah dengan Baznas sangat diperlukan. Pasalnya, hal tersebut dapat mempercepat pembangunan daerah.</p>



<p>Sebagai contoh, jika Pemerintah Kabupaten Kediri telah memberikan BPJS kepada tenaga pendidik seperti guru madin, Baznas dapat membuat program bantuan untuk mencover BPJS bagi marbot atau takmir masjid yang belum dicover oleh pemerintah daerah.</p>



<p>“Silakan diformulakan program-program di 2025 ini seperti apa,” kata Mas Dhito.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Kediri, Iffatul Lathoif, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 ini target ZIS Rp 4,6 miliar dengan skema penyaluran 60 persen untuk pemberdayaan. Hal tersebut, merupakan instruksi Baznas RI. Harapannya, pemberdayaan masyarakat Kabupaten Kediri bisa ditingkatkan.</p>



<p>“Instruksi dari Baznas pusat, itu untuk distribusi 2025, komposisinya adalah 60 persen pemberdayaan dan 40 persen konsumtif,” terangnya.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, selama 2024 Baznas Kabupaten Kediri telah melakukan berbagai program. Diantaranya pemberian sembako, bantuan untuk pedagang, beasiswa, penanganan stunting hingga melakukan Jumat Berkah dan bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). <strong>(pan/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218535</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kodim 0823 Situbondo bersama BRI Launching Pembuatan Sumur Bor di Desa Ketowan</title>
		<link>https://memontum.com/kodim-0823-situbondo-bersama-bri-launching-pembuatan-sumur-bor-di-desa-ketowan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[ketowan]]></category>
		<category><![CDATA[launching]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216038</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Kodim 0823 Situbondo bekerjasama dengan BRI Cabang Situbondo melaunching program pembuatan sumur bor di Padukuhan Kunir, Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jumat (01/11/2024) tadi. Dandim 0823/ Situbondo, Letkol Inf Alexander, mengatakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari Program Nasional Kasad dalam bidang Ketahanan Pangan dan Ketahanan Air, yang bertujuan menyediakan sumber air [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Kodim 0823 Situbondo bekerjasama dengan BRI Cabang Situbondo melaunching program pembuatan sumur bor di Padukuhan Kunir, Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jumat (01/11/2024) tadi.</p>



<p>Dandim 0823/ Situbondo, Letkol Inf Alexander, mengatakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari Program Nasional Kasad dalam bidang Ketahanan Pangan dan Ketahanan Air, yang bertujuan menyediakan sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung sektor pertanian. “Pembangunan sumur bor di Dusun Kunir ini berkolaborasi dengan BRI Cabang Kabupaten Situbondo. Air yang akan dihasilkan dari sumur bor ini, nantinya tidak hanya digunakan sebagai sumber air bersih. Namun, juga difokuskan untuk lahan pertanian yang selama ini kerap terancam gagal panen akibat kekurangan air saat musim kering,” kata Letkol Inf Alexander.</p>



<p>Harapannya, sambung Letkol Inf Alexander, dengan adanya sumur ini, para petani di Dusun Kunir ini mampu meningkatkan intensitas penanaman, sehingga dapat menghasilkan panen yang melimpah. “Pembangunan sumur bor ini merupakan dukungan nyata dari TNI untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan,” kata Dandim.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Desa Ketowan, Eryanto, menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0823/Situbondo dan BRI atas adanya bantuan pembangunan sumur bor tersebut. “Masyarakat di Dusun Kunir sangat membutuhkan sumur tambahan, karena debit air dari sumur bor yang dikelola kelompok tani (Gapoktan) setempat masih dirasa kurang mencukupi,” kata Kades Ketowan.</p>



<p>Dengan adanya bantuan pembangunan sumur bor dari Kodim 0823 Situbondo dan BRI Cabang Situbondo, kata Eryanto, diharapkan kebutuhan air masyarakat Dusun Kunir dapat terpenuhi dengan lebih baik. &#8220;Mewakili masyarakat, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dandim dan Kepala Pimpinan Cabang BRI Situbondo. Kami berharap inisiatif ini tidak berhenti di sini saja. Kami ingin program seperti ini terus berlanjut di Desa Ketowan karena banyak dusun lain yang juga membutuhkan sumber air bersih tambahan,” tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216038</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembuatan Pabrik Narkoba di Kota Malang Dipandu WNA, Sehari Mampu Produksi 4 Ribu Extacy</title>
		<link>https://memontum.com/pembuatan-pabrik-narkoba-di-kota-malang-dipandu-wna-sehari-mampu-produksi-4-ribu-extacy</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2024 12:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dipandu]]></category>
		<category><![CDATA[extacy]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sehari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211396</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, menyebut bahwa Pabrik Narkoba di Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, sebagai yang terbesar di Indonesia. Hal itu dikarenakan, rumah kontrakan yang digunakan produksi itu selain bisa memproduksi Ganja Sintetis (Sinte), juga bisa memproduksi Extacy dan Sanax dalam jumlah besar. Tak tanggung-tanggung, dalam sehari para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kabareskrim Polri, Komjen Wahyu Widada, menyebut bahwa Pabrik Narkoba di Jalan Bukit Barisan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, sebagai yang terbesar di Indonesia. Hal itu dikarenakan, rumah kontrakan yang digunakan produksi itu selain bisa memproduksi Ganja Sintetis (Sinte), juga bisa memproduksi Extacy dan Sanax dalam jumlah besar.</p>



<p>Tak tanggung-tanggung, dalam sehari para pelaku bisa memproduksi Extacy dan Sanax sebanyak 4 ribu butir. &#8220;Kami sebut terbesar di Indonesia, karena produksinya sangat besar. Dalam sehari, bisa memproduksi Extacy dan Sanax sebanyak 4 ribu butir. Jika di hitung dalam sebulan, maka bisa sebanyak 120 ribu butir Extacy dan Sanax berhasil diproduksi,&#8221; ujar Komjen Wahyu Widada, saat konfrensi pers di lokasi kejadian, Rabu (03/07/2024) sore.</p>



<p>Untungnya, ungkap Komjen Wahyu, Pabrik Narkoba tersebut berhasil terungkap dengan cepat. Karena, di rumah kontrakan tersebut berpotensi digunakan untuk produksi lebih besar lagi.</p>



<p>&#8220;Kalau tidak segera ditangkap, maka bisa dipastikan bertambah lagi. Karena, ruangannya cukup besar untuk menambah mesin produksi lagi,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sampai saat ini, ujarnya, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan jaringan Narkoba ini. &#8220;Ada diantara pelaku yang ditangkap, adalah pengangguran yang mencari kerja. Namun, adapula yang residivis kasus Narkoba,&#8221; urainya.</p>



<p>Para pelaku yang ditangkap di Jalan Bukit Barisan, Kota Malang adalah FP (21), DA (24), AR (21), YC (23) dan SS (28). Kelimanya warga asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Untuk memproduksi Narkotika itu, pelaku dipandu seorang WNA, yang kini masih DPO.</p>



<p>&#8220;Untuk proses pembuatan tidak dikendalikan secara langsung. Melainkan, dikendalikan dari jarak jauh dengan fasilitas daring aplikasi video confrance. Jadi, WNA ini yang memandu. Para pelaku dan pengendali WNA ini, tidak saling kenal. Mereka dikendalikan melalui televisi tidak menggunakan wajah dan hanya menggunakan suara,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Sementara untuk pola pemasaran, imbuhnya, dilakukan secara online (e-commerce). Sedangkan pola distribusi, memanfaatkan jasa ekspedisi bertujuan untuk menyamarkan Narkoba.</p>



<p>Sampai saat ini, polisi masih melakukan pencarian seorang WNA yang telah memandu para tersangka untuk membuat Ganja Sintetis, Extacy dan Xanax. Dari pengungkapan ini total jiwa yang bisa terselamatkan sebanyak 7,3 juta jiwa. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211396</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Klinik Bisnis Diskopindag Ajak Pelaku Usaha di Kota Malang Ikuti Pelatihan Pembuatan Hampers</title>
		<link>https://memontum.com/klinik-bisnis-diskopindag-ajak-pelaku-usaha-di-kota-malang-ikuti-pelatihan-pembuatan-hampers</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Feb 2024 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[diskopindag]]></category>
		<category><![CDATA[hampers]]></category>
		<category><![CDATA[Klinik]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=206649</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang terus mengintensifkan upaya pemberdayaan bagi para pelaku usaha mikro di Kota Malang. Salah satunya, melalui kegiatan klinik usaha mikro dengan membuat hampers edisi lebaran, di Gedung Malang Creative Center (MCC), Jumat (23/02/2024) tadi. Koordinator Klinik Bisnis Diskopindag, Firsty Cynthia Nanda, menyampaikan bahwa kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang terus mengintensifkan upaya pemberdayaan bagi para pelaku usaha mikro di Kota Malang. Salah satunya, melalui kegiatan klinik usaha mikro dengan membuat hampers edisi lebaran, di Gedung Malang Creative Center (MCC), Jumat (23/02/2024) tadi.</p>



<p>Koordinator Klinik Bisnis Diskopindag, Firsty Cynthia Nanda, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan wadah bagi para pelaku usaha mikro di Kota Malang untuk mengatasi masalah bisnis dan meningkatkan skala usaha mereka.</p>



<p>“Melalui klinik ini diharapkan bisa menjadi tempat mereka untuk konsultasi, meningkatkan pengetahuan, dan menyelesaikan masalah yang ada,” kata Nanda.</p>



<p>Selain itu, Nanda juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Malang untuk mensukseskan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Ini merupakan bentuk keterikatan antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan skala usaha mikro di Kota Malang. Dari sisi mereka mendapatkan akses untuk membantu skala usahanya dan dari sisi kami juga mensukseskan program, serta pendapatan daerah,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Instruktur Kriya, Peni Budi Astuti, menambahkan bahwa dalam kegiatan pembuatan hampers tersebut dilakukan praktik bersama agar para pelaku usaha dapat mengimplementasikan ke depannya. “Kegiatan klinik ini tidak seperti pelatihan lainnya. Kita memanfaatkan dari apa yang ada. Kita juga bisa belajar bagaimana menentukan harga jual hampers,&#8221; ujar Peni.</p>



<p>Dalam kegiatan ini, para peserta diajak untuk berinovasi dalam pembuatan hampers. Seperti, memanfaatkan kain goni, keranjang bambu, toples bekas yang dikreasikan dan lain sebagainya.</p>



<p>“Karena orientasinya bisnis, jadi jangan sampai over budget. Kalau mau menggunakan daun kering itu bisa, tetapi itu bisa diakali. Nilainya tinggi sekali, tapi kalau sudah bicara kreasi, kreativitas nilainya tidak bisa diperhitungkan,&#8221; imbuh Peni. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">206649</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kualitas Difabel, Kelurahan Tunjungsekar Kota Malang Gelar Pelatihan Pembuatan Keramik</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kualitas-difabel-kelurahan-tunjungsekar-kota-malang-gelar-pelatihan-pembuatan-keramik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2023 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[keramik]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pembuatan]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[tunjungsekar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199686</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Untuk mendukung dan meningkatkan kualitas dari para difabel, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menggelar pelatihan pembuatan keramik di Kantor Kelurahan Tunjungsekar, Kamis (12/10/2023) tadi. Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Kelurahan Tunjungsekar, Dian Safitri, menyampaikan jika tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk melatih dan meningkatkan sensor motorik dari para difabel itu sendiri. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Untuk mendukung dan meningkatkan kualitas dari para difabel, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menggelar pelatihan pembuatan keramik di Kantor Kelurahan Tunjungsekar, Kamis (12/10/2023) tadi.</p>



<p>Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Kelurahan Tunjungsekar, Dian Safitri, menyampaikan jika tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk melatih dan meningkatkan sensor motorik dari para difabel itu sendiri. Apalagi, menurutnya dalam pembuatan keramik tersebut mudah diikuti oleh peserta.</p>



<p>“Jadi kegiatan hari ini pelatihan pembuatan keramik, khusus untuk difabel. Jadi kita ingin sedikit melatih dan menyenangkan mereka. Melalui pelatihan ini juga untuk meningkatkan motorik mereka, baik itu hanya mengecat vasnya atau pun pembentukan keramik. Jadi kita kerjasama juga dengan pusat keramiknya dinoyo,” jelas Dian.</p>



<p>Dalam kegiatan pelatihan itu, 15 peserta, yang diantaranya lima difabel, lima pendamping dan lima perwakilan dari berbagai lembaga yang ada di wilayah Tunjungsekar. Itu dilakukan, guna untuk membaurkan interaksi diantara para difabel tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Peserta pelatihan mencakup berbagai jenis disabilitas, termasuk tuli, down syndrome dan tunanetra. Pelatihan ini memang di setiap tahunnya itu ada, tetapi berbeda beda. Khusus di tahun ini, pelatihan keramik,” ujarnya.</p>



<p>Melalui kegiatan tersebut, Dian berharap ke depan para difabel tersebut nantinya tidak malu untuk melakukan kegiatan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Selain itu, juga tidak menutup kemungkinan, para difabel untuk berwirausaha.</p>



<p>“Harapannya ke depan nanti kegiatan ini bisa rutin dan sementara ini kita lebih ke pengenalan, supaya kita juga bisa berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Kemudian agar mereka juga tidak malu untuk keluar. Ini kita kenalkan dulu dan nanti kita lihat passionnya mereka,” katanya.</p>



<p>Dalam pelatihan keramik tersebut menurutnya juga tidak dipungut biaya apapun dan kegiatan itu hanya diperuntukkan bagi warga Kelurahan Tunjungsekar itu sendiri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199686</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
