<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pembunuhan berantai &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pembunuhan-berantai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Sep 2021 15:18:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pembunuhan berantai &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Seorang Wanita Ditemukan Tewas Di Kamar Mandi, Diduga Korban Pembunuhan</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-wanita-ditemukan-tewas-di-kamar-mandi-diduga-korban-pembunuhan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2021 15:12:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan berantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pembunuhan Karyawan AC]]></category>
		<category><![CDATA[percobaan pembunuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=154025</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Tewasnya Ratna Darumi (56) warga Jl Emprit Mas, RT 04/RW 10, Kelurahan Sukun, Kecamatan  Sukun, Kota Malang,  diduga menjadi korban pembunuhan. Bahkan kasus dugaan pembunuhan ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota pada Minggu (19/9) sore. Ratna ditemukan tewas di kamar mandi rumah dengan kondisi ada luka berdarah di kepala Pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>M<strong>emontum, Kota Malang</strong> &#8211; Tewasnya Ratna Darumi (56) warga Jl Emprit Mas, RT 04/RW 10, Kelurahan Sukun, Kecamatan  Sukun, Kota Malang,  diduga menjadi korban pembunuhan. Bahkan kasus dugaan pembunuhan ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota pada Minggu (19/9) sore.</p>



<p>Ratna ditemukan tewas di kamar mandi rumah dengan kondisi ada luka berdarah di kepala Pada Sabtu (18/9) dini hari. Jenazahnya pertama kali ditemukan oleh anaknya. Awalnya Ratna diduga meninggal akibat terpeleset di kamar mandi.</p>



<p>Namun setelah dibawa ke Gotong Royong, banyak teman-temannya yang merasa curiga. Kecurigaan itu mengarah ke Sf (56). Belum diketahui secara jelas, siapakah sosok Sf ini. Namun informasi yang berdar bahwa Sf adalah suami sambung korban.</p>



<p>Atas kecurigaan itu, anak korban melapor ke Polresta Malang Kota. Atas laporan itu, petugas segera melakukan penyelidikan. Bakan informasinya Tim Polda Jatim dan Polresta Malang Kota, juga sudah bergerak mendatangi lokasi kejadian pada Selasa (21/9).</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo SH SIK saat dikonfirmasi Memontum.com bahwa membenarkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut.</p>



<p>&#8221; Memang ada laporan yang masuk pada Minggu kemarin. Pelapornya adalah anaknya. Saat ini kami masih melakukan pendalaman. Menunggu alat bukti dan fakta,&#8221; ujar Kompol Tinton pada Selasa (21/9) malam.</p>



<p>Namun informasi di lapangan,  bahwa Sf saat ini sudah diamankan  dan masih dalam pemeriksaan petugas kepolisian. &#8221; Infonya Sf sudah dibawa ke Polresta,&#8221; ujar salah seorang warga. Sementara itu, jenazah Ratna masih berada di rumah persemayaman Gotong Royong Kota Malang. <strong>(gie)</strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">154025</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Di balik Pembunuhan Berantai Kopi Beracun Malang</title>
		<link>https://memontum.com/di-balik-pembunuhan-berantai-kopi-beracun-malang-rekan-kerja-pernah-nggeblak-minum-teh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 06:45:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan berantai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/42565-di-balik-pembunuhan-berantai-kopi-beracun-malang-rekan-kerja-pernah-nggeblak-minum-teh</guid>

					<description><![CDATA[Rekan Kerja Pernah Nggeblak Minum Teh &#160; Memontum Malang &#8212; Belasan orang pernah sakit kepala dan &#8220;nggeblak&#8221; saat meminum kopi buatan tersangka Teguh Susantyo, pembunuh berdarah dingin. Bersyukur, tidak meminta &#8220;maut&#8221;. Diceritakan Gatot (48) kepala tukang tempat bekerja tersangka Teguh dan ketiga korban. Gatot, warga Klayatan Gang II Sukun itu menyebut, dirinya pernah nggeblak atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Rekan Kerja Pernah Nggeblak Minum Teh</strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Belasan orang pernah sakit kepala dan &#8220;nggeblak&#8221; saat meminum kopi buatan tersangka Teguh Susantyo, pembunuh berdarah dingin. Bersyukur, tidak meminta &#8220;maut&#8221;.</p>
<p>Diceritakan Gatot (48) kepala tukang tempat bekerja tersangka Teguh dan ketiga korban. Gatot, warga Klayatan Gang II Sukun itu menyebut, dirinya pernah nggeblak atau jatuh usai meminum &#8220;sedikit&#8221; teh buatan tersangka.</p>
<p>Enam belas orang bekerja bersama Gatot sejak awal April di pembangunan tempat karaoke, bertempat di jalan raya S Supriadi Sukun. Kata Gatot, tanya sebagian yang minum. Siang itu, tersangka Teguh membuat seteko teh.</p>
<p>&#8220;Seceret Mas. Diombe. Uakeh. Nggeblak enam, ya eaktu itu gak suuzon. Saya Nggeblak, &#8221; ujar Gatot kepada Memontum.com saat ditemui di lokasi proyek pembangunan kafe.</p>
<p>( <strong>baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/15528-ada-pembunuhan-berantai-di-malang-motif-sakit-hati" target="_blank" rel="noopener">Ada Pembunuhan Berantai di Malang, Motif Sakit Hati? </a>)</p>
<p>Meski merasa pusing dan sakit perut, Gatot baik-baik saja. Ia juga sempat minum air kelapa. Selain menceritakan pengalamannya minum kopi buatan tersangka Teguh, Gatot juga mengungkap karakter tersangka Teguh.</p>
<p>Kata Gatot, sosok Teguh bukan pekerja bangunan yang taat dan rajin. &#8220;Biasa koyok kuli biasa. Yo guyon. Tapi kerjone ngewes. Diluk diluk pindah nang kancane. Padahal ta kongkon dewe. Mbulet, &#8221; urai Gatot.</p>
<p>Soal hutang piutang, Gatot pernah pula dimintai almarhum Pak Yit untuk menagih ke tersangka Teguh. Tapi ia tidak melaksanakannya karena Pak Yit sendiri bertemu tersangka Teguh.</p>
<p>Sebelum mengetahui pemicu kematian 2 rekan korban lain karena diracun tersangka, Gatot mengaku, ia menganggap jika proyek itu &#8220;memakan tumbal&#8221;.</p>
<p>( <strong>baca :</strong> <a href="https://memontum.com/42239-ditagih-hutang-rp-200-ribu-bunuh-teman-sendiri" target="_blank" rel="noopener">Ditagih Hutang Rp 200 ribu, Bunuh Teman Sendiri</a> )</p>
<p>Ia sendiri tidak mengetahui jika Sugiono meninggal. &#8220;Saya tidak tahu awalnya. Baru tahu dikasih tahu satpam sebelah,&#8221; ujar Gatot sembari menyebut bila seminggu bekerja, ia kehilangan Sugiono dan seminggu kemudian Muin meninggal.</p>
<p>Gatot sendiri, menjadi saksi atas kasus pembunuhan. Ia seharian diperiksa Polsek Sukun. Gatot merupakan kepala tukang dalam pembangunan. Tiga temannya meninggal hanya rentang sebulan.</p>
<p>( <strong>baca :</strong> <a href="https://memontum.com/41401-warga-jl-simpang-raya-langsep-diduga-dibunuh-otopsi-temukan-kopi-campur-racun" target="_blank" rel="noopener">Warga Jl Simpang Raya Langsep Diduga Dibunuh, Otopsi Temukan Kopi Campur Racun</a> )</p>
<p>Gatot lalu mengaku heran, kenapa tersangka Teguh &#8220;mencakot&#8221; seorang nama. Menurut Gatot, pria berinisial AK tidak bekerja dalam proyek. &#8220;Akeh sing dicokot. Si A tidak bekerja di sini,&#8221; sebut Gatot. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42565</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ada Pembunuhan Berantai di Malang, Motif Sakit Hati?</title>
		<link>https://memontum.com/ada-pembunuhan-berantai-di-malang-motif-sakit-hati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 06:37:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pembunuhan berantai]]></category>
		<category><![CDATA[Penemuan Mayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/42563-ada-pembunuhan-berantai-di-malang-motif-sakit-hati</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Nyaris sebulan saja pada bulan April, 3 nyawa kuli bangunan &#8220;melayang&#8221; di tangan tersangka Teguh. Kasus pembunuhan berantai ini terungkap, sejak pengungkapan kasus temuan mayat di makam umum Janti Sukun Kota Malang. Ya, bukan sekali saja, tersangka Teguh Susantyo (47) membunuh rekan kerjanya. Warga Jalan Sarangan, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Nyaris sebulan saja pada bulan April, 3 nyawa kuli bangunan &#8220;melayang&#8221; di tangan tersangka Teguh. Kasus pembunuhan berantai ini terungkap, sejak pengungkapan kasus temuan mayat di makam umum Janti Sukun Kota Malang.  </p>
<p>Ya, bukan sekali saja, tersangka Teguh Susantyo (47) membunuh rekan kerjanya. Warga Jalan Sarangan, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang itu mengaku terlibat pembunuhan terhadap dua warga Kabupaten Malang. </p>
<p>Korban pertama, awal April, meninggal tanpa perawatan itensif bernama Muin (50) warga Dusun Darungan, Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. </p>
<p>Korban kedua, Sugiono (37) warga Jalan Blambangan Sumbetangkep RT02/RW02, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Ia meninggal usai dirawat di RSU Dr Saiful Anwar Malang, Senin (9/4/2018) malam.  </p>
<p>Korban ketiga, Donny Suprayitno  Warga Jalan Simpang Raya Langsep VI, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Korban terakhir, tergeletak di makam umum Janti, Selasa (1/5/2018) pagi. </p>
<p>( <strong>baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/15532-di-balik-pembunuhan-berantai-kopi-beracun-malang-rekan-kerja-pernah-nggeblak-minum-teh" rel="noopener" target="_blank">Di balik Pembunuhan Berantai Kopi Beracun Malang Rekan Kerja Pernah Nggeblak Minum Teh</a> ) </p>
<p>Dua korban pertama tidak diketahui pemicu kematiannya dan dianggap sebagai sakit biasa sehingga tidak dilakukan penyelidikan polisi. Sebab itu, disayangkan, pentingnya otopsi pun tidak terlaksana pada dua kasus awal.  </p>
<p>Sejak temuan korban ketiga, Donny atau disapa Pak Yit, terbongkarlah aksi sadis tersangka Teguh. Terlebih, aksinya dilakukan tiga kali dalam sebulanan. Jika terhadap korban Donny, ia mengaku sendirian, namun pada 2 korban lain, tersangka menyebut adanya seorang teman yang membantunya. </p>
<p>&#8220;Kami periksa pengakuan tersangka Teguh, dia mengaku bersama temannya, 2 kali di Kabupaten. Turen dan Pakisaji. Di Sukun, satu kali karena sakit hati ditagih hutang, &#8221; cerita Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta, Jumat ditemui di sekitaran Polsek Sukun.  </p>
<p>( <strong>baca : </strong><a href="https://memontum.com/42239-ditagih-hutang-rp-200-ribu-bunuh-teman-sendiri" rel="noopener" target="_blank">Ditagih Hutang Rp 200 ribu, Bunuh Teman Sendiri</a> )</p>
<p>Kata Anang, tersangka Teguh menyebut seorang nama yang mengajari membuat racun. Namun, pernyataan tersebut belum dipastikan kebenarannya karena tersangka, nantinya akan diperiksa Polres Malang karena aksi pengakuannya berlangsung di wilayah hukum Kabupaten Malang.  </p>
<p>Informasi didapat Memontum.com, awal April, korban Muin, ditemukan tergeletak dekat jembatan perbatasan Kebonagung &#8211; Mendalanwangi Wagir. Sedangkan, korban Sugiono, ditemukan dekat sungai daerah Sanan, Desa Kedok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.  </p>
<p>Hingga kini, pihak Polres Malang masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti (pulbaket). Pihak keluarga korban akan dipanggil guna dimintai keterangan. </p>
<p>( baca : <a href="https://memontum.com/41401-warga-jl-simpang-raya-langsep-diduga-dibunuh-otopsi-temukan-kopi-campur-racun" rel="noopener" target="_blank">Warga Jl Simpang Raya Langsep Diduga Dibunuh, Otopsi Temukan Kopi Campur Racun</a> )</p>
<p>Perlu diketahui, kasus pembunuhan berantai ini terbongkar berkat penyelidikan anggota Reskrim Polsek Sukun dan Polres Malang. Mulanya Selasa (1/5/2018) pagi, ditemukan mayat tanpa identitas di makam umum Janti Sukun. </p>
<p>Diselidiki perlahan, kecurigaan mengarah pada rekan kerja korban. Dompet dan ponsel korban sempat hilang. Kedua barang, ditemukan di rumah tersangka Teguh. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">42563</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
