<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pemeliharaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pemeliharaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Aug 2025 13:13:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pemeliharaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Trotoar Kota Malang Banyak yang Rusak, DPUPRPKP Rencana Prioritaskan Pemeliharaan di Area Sekolah</title>
		<link>https://memontum.com/trotoar-kota-malang-banyak-yang-rusak-dpuprpkp-rencana-prioritaskan-pemeliharaan-di-area-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[prioritaskan]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[trotoar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225441</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sejumlah trotoar di Kota Malang diketahui banyak yang mengalami kerusakan. Merespon kondisi itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, memastikan akan melakukan pemeliharaan. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa dalam pemeliharaan itu akan diprioritaskan pada trotoar yang tingkat kerusakannya sudah parah. Salah satunya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sejumlah trotoar di Kota Malang diketahui banyak yang mengalami kerusakan. Merespon kondisi itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, memastikan akan melakukan pemeliharaan.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan bahwa dalam pemeliharaan itu akan diprioritaskan pada trotoar yang tingkat kerusakannya sudah parah. Salah satunya, di kawasan sekolah yang dinilai cukup urgen.</p>



<p>&#8220;Banyak kondisi trotoar yang rusak. Kami programkan pemeliharaan, tapi diprioritaskan pada trotoar yang tingkat kerusakannya sudah parah. Di sekitar kawasan sekolah itu kan sering dipakai, sehingga perlu dipelihara,&#8221; kata Dandung, Rabu (27/08/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Dandung, salah satu penyebab cepat rusaknya trotoar adalah pemanfaatan yang tidak sesuai peruntukan. Seperti untuk berjualan PKL, parkir liar hingga penempatan barang lain.</p>



<p>&#8220;Trotoar bukan untuk kendaraan. Karena bebannya lebih berat, usia trotoar jadi lebih pendek,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain kawasan sekolah, pemeliharaan juga dilakukan di Jalan Sultan Agung. Di titik itu, ada yang dibangun baru dan ada pula yang diperbaiki dengan panjang kurang dari 100 meter. &#8220;Anggarannya lebih dari Rp 100 juta, tapi tidak sampai Rp 500 juta,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Disinggung soal keberadaan kursi-kursi di area trotoar, Dandung menegaskan, hal itu tidak berpengaruh pada kerusakan. Justru, kendaraan yang parkir naik ke trotoar menjadi penyebab kerusakan jangka panjang.</p>



<p>&#8220;Kalau untuk penertiban, itu perlu adanya kolaborasi lintas OPD. Tidak bisa hanya DPUPRPKP. Ada ranah Dishub soal parkir, DPUPRPKP soal fasilitas trotoar, dan Satpol-PP soal pelanggaran. Termasuk masyarakat, jangan membiarkan kalau ada yang parkir di trotoar,” jelasnya.</p>



<p>Meski begitu, Dandung menyampaikan bahwa saat ini fokus utama Pemkot Malang masih pada penanganan banjir. “Trotoar tetap penting, karena bermanfaat untuk masyarakat. Tapi, penanganannya kami upayakan di titik-titik yang memang prioritas,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225441</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Pemeliharaan Pohon, DLH Kota Malang Fokus 76 Titik di Desember 2024</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-pemeliharaan-pohon-dlh-kota-malang-fokus-76-titik-di-desember-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 05:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217382</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang merencanakan pemeliharaan pohon secara intensif di 76 titik yang tersebar di seluruh kecamatan Kota Malang selama bulan Desember 2024 ini. Langkah ini dilakukan, sebagai respons atas maraknya kejadian pohon tumbang beberapa hari terakhir yang sering terjadi di musim penghujan. Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang merencanakan pemeliharaan pohon secara intensif di 76 titik yang tersebar di seluruh kecamatan Kota Malang selama bulan Desember 2024 ini. Langkah ini dilakukan, sebagai respons atas maraknya kejadian pohon tumbang beberapa hari terakhir yang sering terjadi di musim penghujan.</p>



<p>Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode KB Al Fitra, menyampaikan bahwa pemeliharaan ini dilakukan berdasarkan survei internal dan laporan masyarakat. &#8220;Pemeliharaan pohon dimulai sejak 1 Desember hingga akhir bulan, mencakup 76 lokasi. Pada November lalu, kami juga menangani 79 titik. Lokasinya menyeluruh di seluruh Kota Malang,&#8221; jelas Laode, saat ditemui, Senin (09/12/2024) tadi.</p>



<p>Pemeliharaan pohon tersebut, paparnya, meliputi pemangkasan, pemotongan dahan yang rapuh dan perapian pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Hal ini dilakukan untuk mencegah insiden pohon tumbang akibat curah hujan tinggi, terutama pada pohon dengan akar serabut yang kurang kokoh.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Karena biasanya di musim hujan ini dahan pohon yang sebelumnya dianggap aman menjadi rapuh karena beban air. Termasuk pohon yang baru-baru ini tumbang di Jalan Terusan Dieng,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Laode juga menegaskan bahwa pemeliharaan pohon itu dilakukan di pohon milik aset Pemkot Malang saja. Untuk diluar itu masyarakat bisa melaporkan ke call center Ngalam 112.</p>



<p>&#8220;Namun tetap tim kami siaga 24 jam untuk menangani pohon tumbang di wilayah tanggung jawab Pemkot,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, sebagai bentuk pemulihan, DLH akan mengganti pohon-pohon yang tumbang dengan jenis yang lebih aman. Yakni seperti pohon tabebuya, yang dikenal tidak merusak aspal. &#8220;Pemeliharaan ini adalah bentuk kesiapsiagaan kami untuk mengurangi risiko pohon tumbang dan memastikan keselamatan masyarakat,&#8221; imbuh Laode. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217382</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Kota Malang Rencanakan Penambahan Anggaran Pemeliharaan Sekolah di Tahun 2025</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-kota-malang-rencanakan-penambahan-anggaran-pemeliharaan-sekolah-di-tahun-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[penambahan]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215600</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; DPRD Kota Malang merencanakan akan meningkatkan kualitas gedung sekolah yang ada dengan melakukan penambahan anggaran. Rencana ini, disiapkan untuk tingkat Paud, TK, SD, hingga SMP. Ketua DPRD Kota Malang sementara, I Made Riandiana Kartika, menyampaikan bahwa dalam mendukung kualitas tersebut nantinya akan menambah anggaran di tahun 2025. Terutama nantinya, untuk pemeliharaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; DPRD Kota Malang merencanakan akan meningkatkan kualitas gedung sekolah yang ada dengan melakukan penambahan anggaran. Rencana ini, disiapkan untuk tingkat Paud, TK, SD, hingga SMP.</p>



<p>Ketua DPRD Kota Malang sementara, I Made Riandiana Kartika, menyampaikan bahwa dalam mendukung kualitas tersebut nantinya akan menambah anggaran di tahun 2025. Terutama nantinya, untuk pemeliharaan sekolah.</p>



<p>“Kita selalu menekan bagaimana kualitas pendidikan di Kota Malang, untuk naik terus. Sehingga anggaran akan kita tambah, seperti untuk pemeliharaan sekolah di tahun 2025,” kata Made, Sabtu (19/10/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tidak hanya itu, Made juga menyampaikan bahwa program tersebut sejalan dengan visi Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, yang berupaya meningkatkan fasilitas gedung sekolah di Kota Malang. Bahkan, menurutnya Pj Wali Kota Malang juga berencana mendatangkan bantuan dari APBN untuk mempercepat realisasi program tersebut.</p>



<p>“Target kita nanti ada peningkatan bantuan hingga 200-300 persen pada tahun 2025 untuk memperkuat fasilitas pendidikan, termasuk juga menanggulangi masalah putus sekolah,” tambahnya.</p>



<p>Sementara, untuk di jenjang SMA, menurutnya berada di bawah wewenang tingkat Provinsi Jawa Timur. Namun, mengenai bantuan beasiswa bagi siswa dari keluarga yang kurang mampu telah disediakan. Begitu pun dengan adanya sekolah gratis ditingkat SMA/SMK berkat surat edaran dari Pemkot Malang.</p>



<p>“Selain bebas SPP, siswa dari keluarga kurang mampu mendapatkan bantuan sebesar Rp 750 ribu per bulan untuk biaya hidup, yang bisa digunakan sebagai uang saku sekolah,&#8221; imbuh Made. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215600</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pertahankan Nilai Cagar Budaya, Pesawat Mig 17 Fresco di Kota Malang dapat Pemeliharaan Rutin</title>
		<link>https://memontum.com/pertahankan-nilai-cagar-budaya-pesawat-mig-17-fresco-di-kota-malang-dapat-pemeliharaan-rutin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jul 2023 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cagar]]></category>
		<category><![CDATA[dapat]]></category>
		<category><![CDATA[fresco]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[pertahankan]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[rutin]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193047</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Objek yang Diduga Cagar Budaya (ODCB), yakni monumen pesawat Mig 17 Fresco TNI AU yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, kini dilakukan maintenance (pemeliharaan,red) oleh jajaran Pemkot Malang, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Skadron Teknik (Skatek) 022 Lanud Abdurahman Saleh dan Polri, Rabu (12/07/2023) tadi. Sekretaris TACB, Rakai Hinno Galeswangi, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Objek yang Diduga Cagar Budaya (ODCB), yakni monumen pesawat Mig 17 Fresco TNI AU yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, kini dilakukan maintenance (pemeliharaan,red) oleh jajaran Pemkot Malang, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), Skadron Teknik (Skatek) 022 Lanud Abdurahman Saleh dan Polri, Rabu (12/07/2023) tadi.</p>



<p>Sekretaris TACB, Rakai Hinno Galeswangi, menyampaikan jika monumen pesawat tersebut telah berusia lebih dari 50 tahun dan tentunya memiliki nilai-nilai penting perjuangan dan patriotisme. &#8220;Kalau kita runtut dari historisnya dahulu, intinya ini bukti antara Indonesia dan Soviet menjalin kerja sama yang bagus. Salah satunya, yakni ada andil bagi kejayaan bangsa kita karena ikut kegiatan operasi Dwi Kora dan berperan langsung secara aktif,” ujar Rakai saat di lokasi tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan jika untuk pemeliharaan dari masing-masing ODCB sendiri juga bermacam-macam. Jika pada pesawat tersebut, yang terbuat dari besi maka pemeliharaannya sendiri dari Skatek 022 Lanud Abd Saleh, karena kalau dibebankan pada pihak lain akan keliru atau salah.</p>



<p>“Pembersihan pada ODCB itu istilahnya konservasi dan itu macam-macam. Tergantung dari bendanya. Kalau batu ada sendiri pemeliharaannya, kalau ini dari besi juga ada sendiri. Makanya sinergitas seperti ini yang kita butuhkan,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Waktu ideal untuk dilakukan pemeliharaan ODCB sendiri, menurutnya yaitu satu tahun sekali. Dengan melibatkan semua pihak yang ada, Rakai berharap jika monumen tersebut dapat membangun nilai-nilai historis, nilai edukasi yang ada di Kota Malang.</p>



<p>“Pemeliharaan monumen pesawat ini rutin dilakukan. Cuma baru kali ini melibatkan TACB,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kasi Lamja Skatek 022 Lanud Abd Saleh, Kapten Deddy Yahya Khristanto, menyampaikan bahwa pemeliharaan tersebut bukan momen pertama kali yang dilakukan. Namun, rutin setiap tahunnya.</p>



<p>“Pada hari ini kami melibatkan 22 personel dari Skatek 022 yang turun secara langsung melakukan pemeliharaan ini. 20 orang anggota dan 2 orang perwira. Ini rutin kita lakukan,” ujar Kapten Deddy Yahya.</p>



<p>Untuk pemeliharaan yang dilakukan pun juga tidak berhenti sampai pada monumen pesawat tersebut saja. Namun, juga dilakukan pemeliharaan pada monumen yang lainnya.</p>



<p>“Di Kota Batu juga sudah kita survey dan rencananya akan kami lakukan perawatan monumen pesawat di tanggal 13 Juli besok. Ada treatment tertentu tapi kita sesuaikan kondisinya dengan prosedur yang ada di kita,” tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, menurutnya monumen tersebut termasuk salah satu situs budaya maupun sejarah yang harus dilestarikan dan diabadikan. Sehingga, pihaknya berharap kedepan para generasi muda bisa mengetahui sejarah monumen tersebut.</p>



<p>“Harapannya bisa merangkul generasi mudah untuk mengetahui sejarahnya monumen ini dan juga supaya kita bisa meregenerasi insan dirgantara terutama yang ada di Kota Malang,” imbuh Kapten Deddy.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193047</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Kenyamanan Pengendara, Pemkot Malang Bakal Lakukan Pemeliharaan 35 Ruas Jalan</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-kenyamanan-pengendara-pemkot-malang-bakal-lakukan-pemeliharaan-35-ruas-jalan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bakal]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pengendara]]></category>
		<category><![CDATA[ruas]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=192932</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 35 ruas jalan di Kota Malang, pada tahun ini bakal dilakukan pemeliharaan dan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Hal tersebut, dikatakan Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, Selasa (11/07/2023) tadi. Disampaikan Dandung, dalam perbaikan dan pemeliharaan tersebut akan tersebar di lima [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 35 ruas jalan di Kota Malang, pada tahun ini bakal dilakukan pemeliharaan dan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Hal tersebut, dikatakan Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, Selasa (11/07/2023) tadi.</p>



<p>Disampaikan Dandung, dalam perbaikan dan pemeliharaan tersebut akan tersebar di lima kecamatan yang ada di Kota Malang. Anggarannya, juga akan diajukan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2023.</p>



<p>“Untuk total anggarannya, saya tidak hafal. Tetapi, tidak sampai ratusan miliar. Yang jelas, anggarannya itu untuk 35 lokasi yang tersebar di lima kecamatan,” kata Dandung.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Kemudian, Dandung juga menjelaskan bahwa peningkatan jalan tersebut meliputi overlay dan pelebaran jalan, namun pelebarannya sendiri tidak dilakukan di seluruh titik jalan yang menjadi lokasi proyek. Dalam proses pelebaran tersebut, juga tidak akan dilakukan pembebasan lahan, melainkan penambahan badan jalan dengan memanfaatkan lahan yang ada saat ini.</p>



<p>“Salah satu contohnya pelebaran jalan di Jalan Tombro, Kota Malang tepatnya dari arah Jalan Sudimoro ke arah utara. Selain itu, pelebaran juga akan dilakukan di Jalan Ki Ageng Gribig, Kota Malang,” katanya.</p>



<p>Selain peningkatan jalan, drainase pun juga akan dilakukan perbaikan dan pemeliharaan di seluruh lokasi jalan yang akan ditingkatkan. Tentu dengan adanya rencana peningkatan jalan dan perbaikan rutin ini, diharapkan dapat memberikan kenyamana para pengendara di Kota Malang. Terlebih, Pemkot Malang juga berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur dan layanan publik guna mendukung pertumbuhan dan kemajuan Kota Malang. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192932</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pohon Beringin Tumbang, Pemeliharaan Sarpras Alun-alun Lumajang Jadi Sorotan</title>
		<link>https://memontum.com/pohon-beringin-tumbang-pemeliharaan-sarpras-alun-alun-lumajang-jadi-sorotan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2021 09:27:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[beringin]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pemeliharaan]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Sarpras]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sorotan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132465</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Tumbangnya Pohon Beringin di Alun-alun Lumajang, menyisakan sejumlah sorotan. Maklum, akibat tumbangnya pohon yang menjadi ikon Lumajang, siapa sangka juga merusak program pengelolaan ruang terbuka hijau. Dari data yang diperoleh, pada 8 Juli hingga 5 September 2020, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, mengalokasikan dana sebesar Rp 99,400 juta, untuk nama pekerjaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Tumbangnya Pohon Beringin di Alun-alun Lumajang, menyisakan sejumlah sorotan. Maklum, akibat tumbangnya pohon yang menjadi ikon Lumajang, siapa sangka juga merusak program pengelolaan ruang terbuka hijau.</p>



<p>Dari data yang diperoleh, pada 8 Juli hingga 5 September 2020, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, mengalokasikan dana sebesar Rp 99,400 juta, untuk nama pekerjaan pemeliharaan sarana dan prasarana (Sarpras) Alun-alun Lumajang.</p>



<p>Sementara pekerjaan yang dilakukan, yakni merubah kolam renang yang berada di sekitar Pohon Beringin yang sudah tumbang, menjadi taman kota.</p>



<p>Kabid Ruang Terbuka Hijau DLH Kabupaten Lumajang, Gunawan, saat diwawancarai melalui telepon mengatakan, dahulu awalnya adalah sebuah kolam di sekitar Beringin. Namun, sekarang kolam tersebut dirubah menjadi taman kota.</p>



<p>&#8220;Perubahan kolam menjadi taman kota ini, harus menggunakan alat berat atau tidak bisa dilakukan secara manual,&#8221; katanya, pada Selasa (19/01) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, tambahnya, mengambilan kabel-kabel yang digunakan untuk lampu elektrical. Setelah itu, kemudian diurug atau digali, juga pengambilan batu piring, untuk selanjutnya ditimbun.</p>



<p>&#8220;Kemudian, diganti dengan tanah subur. Kami juga melakukan pembelian rumput jenis Gajah Mini,&#8221; terang Gunawan.</p>



<p>Pegiat Lingkungan Lumajang, Arsyad Subekti, saat dikonfirmasi memontum.com pada Selasa (19/01) tadi, mengaku kaget jika penanaman rumput di bawah Pohon Beringin, nilai anggarannya hampir Rp 100 juta. Dengan alasan, nilai luasan yang dikerjakan tidak seberapa.</p>



<p>&#8220;Lha iya, kok mahal sekali. Logikanya, harga rumput itu per meter berapa, kok sampai segitu mahalnya. Tanyakan ke dinas, mas. Digunakan apa saja, uang itu,&#8221; ujarnya. <strong>(ryk/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132465</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
