<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pemeriksa &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pemeriksa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 May 2025 14:22:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pemeriksa &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dispantang Malang Gelar Diseminasi Antemortem dan Postmortem untuk Petugas Pemeriksa Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/dispantang-malang-gelar-diseminasi-antemortem-dan-postmortem-untuk-petugas-pemeriksa-kurban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[antemortem]]></category>
		<category><![CDATA[Diseminasi]]></category>
		<category><![CDATA[dispantang]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksa]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[postmortem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222304</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Staf Ahli Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Kota Malang, Alie Mulyanto, membuka kegiatan Diseminasi Antemortem dan Postmortem bagi Petugas Pemeriksa Hewan Kurban di Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Kamis (22/05/2025) tadi. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, ini merupakan wujud [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Staf Ahli Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Kota Malang, Alie Mulyanto, membuka kegiatan Diseminasi Antemortem dan Postmortem bagi Petugas Pemeriksa Hewan Kurban di Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang, Kamis (22/05/2025) tadi.</p>



<p>Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Malang untuk memastikan bahwa pelaksanaan kurban dapat berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memperhatikan aspek kehalalan dan kesejahteraan hewan.</p>



<p>Disampaikan Alie, bahwa hal ini penting, karena tidak hanya untuk menjaga kualitas hewan kurban, tetapi juga demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadahnya. Sebagaimana diketahui bersama, kurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam yang dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah hingga hari-hari tasyrik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Ibadah ini tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga nilai sosial yang tinggi. Itu karena, daging kurban akan dibagikan kelompok yang berhak menerima daging kurban, terutama kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.</p>



<p>Akan tetapi, tambah pria yang menjabat Plt Kepala Bakesbangpol, itu mengungkapkan bahwa pada prinsipnya terdapat berbagai ketentuan yang berlaku sebagai acuan dalam pelaksanaan kurban. Mulai dari pemilihan hewan, transportasi, penjualan, penyembelihan, hingga distribusi daging.</p>



<p>“Kepatuhan terhadap aturan ini sangat penting agar kurban dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab, memenuhi standar kesehatan hewan, dan menjamin keamanan pangan. Ini juga menjadi langkah preventif dalam mencegah potensi penyebaran penyakit hewan yang dapat menular ke manusia atau membahayakan ketahanan pangan daerah kita,” tambah Alie.</p>



<p>Dalam memilih hewan kurban, lanjutnya, masyarakat pun diimbau untuk memastikan bahwa hewan kurban memenuhi syarat syari, yaitu cukup umur dan bebas dari cacat. Selain itu, penting adanya kerja sama antara penjual, pembeli dan petugas Dispangtan Kota Malang, guna memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan memiliki dokumen kesehatan yang sah. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222304</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pasuruan Sebar Petugas Pemeriksa Kelayakan Konsumsi Daging Kurban</title>
		<link>https://memontum.com/dinas-peternakan-dan-kesehatan-hewan-pasuruan-sebar-petugas-pemeriksa-kelayakan-konsumsi-daging-kurban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 08:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[kelayakan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi,]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksa]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210906</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan postmortem pada hewan kurban. Pengawasan postmortem itu dilakukan, kepada sapi dan kambing maupun kerbau yang disembelih warga di masjid, musala, Ponpes maupun di tempat lain. Pantauan di lapangan, ratusan petugas disebar ke 24 kecamatan untuk memeriksa kelayakan kesehatan jeroan dan karkas hewan kurban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan melakukan pemeriksaan postmortem pada hewan kurban. Pengawasan postmortem itu dilakukan, kepada sapi dan kambing maupun kerbau yang disembelih warga di masjid, musala, Ponpes maupun di tempat lain.</p>



<p>Pantauan di lapangan, ratusan petugas disebar ke 24 kecamatan untuk memeriksa kelayakan kesehatan jeroan dan karkas hewan kurban sebelum dikonsumsi. Petugas melakukan pemeriksaan dengan teliti memastikan daging kurban layak dikonsumsi.</p>



<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengatakan bahwa pemeriksaan post mortem pada hewan kurban berupa organ dan jerohan seperti hati, paru-paru, ginjal, limpa dan limfoglandula. Masing-masing organ tersebut diperiksa satu-satu untuk memastikan keamanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Apabila ditemukan hal yang mencurigakan, ujarnya, maka petugas berhak untuk menguji daging atau jeroan hewan qurban. Tujuannya, untuk kemudian dilakukan langkah tepat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>



<p>&#8220;Kita kasih contoh, kalau warna dagingnya pucat atau kotor, atau pas kita iris hatinya kemudian ternyata berpasir, maka sudah pasti terinfeksi cacing hati. Kalau paru-paru biasanya ujung-ujungnya runcing, kalau gak sehat pasti bentuknya berbeda dan agak bau,&#8221; kata Alfiah, saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di Masjid Subulus Salam, Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Selasa (18/06/2024) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Alfiah, total ada 514 titik penyembelihan hewan Qurban di Kabupaten Pasuruan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1318 ekor sapi yang disembelih, ditambah 3995 kambing dan 1610 domba, dan pemotongan akan dilakukan sampai dua hari ke depan. &#8220;Kami terus berkeliling ke semua tempat penyembelihan hewan kurban selama 4 hari berturut-turut,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dari data yang masuk, masih belum ditemukan adanya organ dalam maupun daging yang tidak layak dikonsumsi. Alfiah menegaskan bahwa ada temuan sedikit cacing hati pada salah satu sapi milik masyarakat. Namun hal tersebut sudah bisa diatasi dengan segera. &#8220;Kami menyampaikan kepada panitia kurban sebaiknya dalam penggunaan pembungkus daging sebaiknya yang berwarna bening supaya jelas warna dagingnya,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210906</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
