<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pemicu &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pemicu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 05:41:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pemicu &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Inflasi Kota Malang Maret 2026 Terkendali, Harga Ayam dan BBM Jadi Pemicu</title>
		<link>https://memontum.com/inflasi-kota-malang-maret-2026-terkendali-harga-ayam-dan-bbm-jadi-pemicu</link>
					<comments>https://memontum.com/inflasi-kota-malang-maret-2026-terkendali-harga-ayam-dan-bbm-jadi-pemicu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Apr 2026 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemicu]]></category>
		<category><![CDATA[terkendali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231456</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Di tengah lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, inflasi Kota Malang justru menunjukkan tren yang lebih terkendali. Pada Maret 2026, inflasi tercatat sebesar 0,34 persen secara month to month (mtm), turun dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,74 persen. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year on [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Di tengah lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026, inflasi Kota Malang justru menunjukkan tren yang lebih terkendali. Pada Maret 2026, inflasi tercatat sebesar 0,34 persen secara month to month (mtm), turun dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,74 persen.</p>



<p>Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan (year on year/yoy) Kota Malang berada di angka 3,75 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 3,79 persen, meski masih sedikit di atas inflasi nasional yang tercatat 3,48 persen.</p>



<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan bahwa tekanan inflasi pada Maret didorong meningkatnya aktivitas belanja masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). “Secara umum, inflasi Maret 2026 dipicu peningkatan permintaan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran,” ujar Indra, Jumat (03/04/2026) tadi.</p>



<p>Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,30 persen (mtm). Komoditas yang paling memengaruhi kenaikan harga antara lain daging ayam ras dengan andil 0,06 persen, disusul bensin sebesar 0,05 persen akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Maret 2026. Selain itu, minyak goreng menyumbang inflasi 0,03 persen, sementara cabai merah dan jeruk masing-masing memberi andil 0,02 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kenaikan harga cabai dipicu terbatasnya pasokan akibat faktor cuaca di tengah tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Menariknya, laju inflasi Kota Malang tidak melonjak tinggi karena tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami deflasi. Emas perhiasan menjadi penahan inflasi terbesar dengan andil minus 0,09 persen (mtm), serta dipengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat pasca Lebaran dan dinamika likuiditas global.</p>



<p>Lebih lanjut, tarif angkutan udara juga mengalami penurunan dengan andil minus 0,01 persen, seiring kebijakan diskon tiket penerbangan selama periode Idul Fitri. Stabilnya pasokan bawang putih, kangkung dan sawi hijau turut membantu meredam tekanan harga pangan.</p>



<p>&#8220;Stabilnya inflasi ini juga tidak lepas dari intervensi aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Salah satu langkah utama dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di 34 titik lokasi, sidak pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali, serta pemantauan langsung terhadap produsen cabai dan telur ayam guna menjaga ketersediaan pasokan,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Penguatan koordinasi juga terus dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) TPID, serta edukasi publik melalui iklan layanan masyarakat bertema Belanja Bijak di Bulan Ramadan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/inflasi-kota-malang-maret-2026-terkendali-harga-ayam-dan-bbm-jadi-pemicu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231456</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inflasi Februari 2026 Kota Malang 0,74 Persen, Cabai Rawit dan Daging Ayam Jadi Pemicu</title>
		<link>https://memontum.com/inflasi-februari-2026-kota-malang-074-persen-cabai-rawit-dan-daging-ayam-jadi-pemicu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2026 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[februari,]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemicu]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230653</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) Kota Malang pada Februari 2026 sebesar 0,74 persen. Kenaikan itu, dipicu karena meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga dalam sebulan terakhir. Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan bahwa secara umum perkembangan harga pada Februari menunjukkan tren kenaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) Kota Malang pada Februari 2026 sebesar 0,74 persen. Kenaikan itu, dipicu karena meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan dan kebutuhan rumah tangga dalam sebulan terakhir.</p>



<p>Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan bahwa secara umum perkembangan harga pada Februari menunjukkan tren kenaikan dibandingkan Januari 2026. “Kota Malang mengalami inflasi bulanan sebesar 0,74 persen, dipicu oleh kenaikan harga beberapa komoditas utama,” ujar Umar, sapaannya, Selasa (03/03/2026) tadi.</p>



<p>Kelompok makanan, minuman dan tembakau, lanjutnya, menjadi penyumbang terbesar inflasi m-to-m dengan andil 0,48 persen. Komoditas yang dominan, mendorong kenaikan harga, diantaranya cabai rawit dengan andil 0,2 persen, daging ayam ras sebesar 0,1 persen, telur ayam ras sebesar 0,07 persen dan cabai merah sebesar 0,02 persen. Selain itu, sigaret kretek mesin (SKM), minyak goreng, air kemasan, hingga jagung manis turut memberi sumbangan meski dalam porsi lebih kecil.</p>



<p>&#8220;Kenaikan harga cabai dan daging ayam menjadi faktor paling terasa di tingkat konsumen, mengingat kedua komoditas itu merupakan bahan konsumsi harian masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di luar sektor pangan, kelompok transportasi memberikan andil kecil sebesar 0,01 persen terhadap inflasi bulanan. Komoditas yang berkontribusi antara lain perbaikan ringan kendaraan (0,02 persen), serta mobil dan biaya servis.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga tidak memberikan andil signifikan secara bulanan, meskipun secara tahunan menjadi penyumbang inflasi terbesar. &#8220;Secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date), inflasi Kota Malang masih berada di angka 0,64 persen. Kondisi itu menjadi indikator penting bagi stabilitas harga di Kota Malang, terutama menjelang periode konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan bahwa inflasi Kota Malang pada Februari 2026 masih sejalan dengan kondisi di tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Pengendalian inflasi pun juga terus dilakukan bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang dan berbagai pihak.</p>



<p>&#8220;Sejumlah langkah yang sudah dilakukan, antara lain pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak mulai 13 Februari 2026 dan 23 Februari hingga 17 Maret 2026 yang akan tersebar di 34 titik lokasi,&#8221; ucap Indra.</p>



<p>Selain itu, juga dilakukan monitoring harga bahan pangan pokok, Sidak pasar oleh Satgas Pangan Kota Malang pada 19 Februari 2026 untuk memastikan ketersediaan pasokan, hingga fasilitasi distribusi ongkos angkut guna menjaga kelancaran suplai. &#8220;Dari TPID di Wilker (Wilayah Kerja) BI Malang juga mengikuti HLM TPID &amp; TP2DD Provinsi Jatim pada 26 Februari 2026, serta rakor TPID mingguan bersama Kemendagri selama bulan Februari 2026,&#8221; katanya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk menghadapi potensi peningkatan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri pada Maret, TPID akan berupaya meningkatkan intensitas pemantauan harga dan melakukan intervensi melalui operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga kebutuhan pokok. Sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dengan Bank Indonesia akan terus dilanjutkan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta penguatan strategi 4K, yakni Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi serta Komunikasi efektif, guna menjaga level inflasi berada dalam rentang sasaran 2,5 ± 1 persen (yoy). <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230653</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cabai Rawit dan Emas Jadi Pemicu Utama Inflasi Kota Malang 0,56 Persen pada Desember 2025</title>
		<link>https://memontum.com/cabai-rawit-dan-emas-jadi-pemicu-utama-inflasi-kota-malang-056-persen-pada-desember-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[desember]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemicu]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229301</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Inflasi Kota Malang pada Desember 2025 mengalami kenaikan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,56 persen (month to month/mtm), meningkat signifikan dibandingkan November yang hanya sebesar 0,16 persen (mtm). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina, menyampaikan bahwa inflasi Desember dipicu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Inflasi Kota Malang pada Desember 2025 mengalami kenaikan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,56 persen (month to month/mtm), meningkat signifikan dibandingkan November yang hanya sebesar 0,16 persen (mtm).</p>



<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina, menyampaikan bahwa inflasi Desember dipicu oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil sebesar 0,36 persen (mtm). Meski begitu, menurutnya inflasi tahunan Kota Malang masih terjaga.</p>



<p>&#8220;Secara year on year (yoy), inflasi tercatat sebesar 2,81 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur sebesar 2,93 persen dan inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, bawang merah dan bensin,” ujar Febrina, Rabu (07/01/2025) tadi.</p>



<p>Secara rinci, cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,14 persen (mtm). Disusul kemudian, emas perhiasan 0,11 persen, daging ayam ras 0,06 persen, bawang merah 0,05 persen, serta bensin 0,04 persen (mtm).</p>



<p>Kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah, dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan di tengah curah hujan tinggi yang mengganggu produksi dan distribusi. &#8220;Untuk lonjakan harga emas perhiasan sejalan dengan tren kenaikan harga emas global yang masih berlanjut hingga akhir tahun. Kenaikan harga daging ayam ras dipicu tingginya permintaan menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sedangkan, harga bensin terdorong oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku sejak 1 Desember 2025,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di sisi lain, laju inflasi tertahan oleh deflasi pada sejumlah komoditas hortikultura. Cabai merah mencatat deflasi dengan andil -0,03 persen, sementara kacang panjang, kentang, jeruk dan buncis masing-masing menyumbang deflasi sebesar -0,01 persen (mtm). Penurunan harga tersebut didukung oleh pasokan yang relatif terjaga.</p>



<p>Febrina menegaskan, meski inflasi meningkat, tekanannya masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional. Kondisi ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang bersama berbagai pemangku kepentingan.</p>



<p>&#8220;Sejumlah langkah pengendalian juga telah dilakukan, mulai dari pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), pembukaan Warung Tekan Inflasi (WTI), inspeksi mendadak pasar, pemantauan harga harian, hingga fasilitasi distribusi pangan selama Desember 2025,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Ke depan, menurutnya sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Bank Indonesia akan terus diperkuat pada tahun 2026 ini melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Kemudian, juga penguatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.</p>



<p>“Upaya ini dilakukan untuk menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen,” imbuh Febrina. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229301</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inflasi Kota Malang September Capai 0,39 Persen, Daging Ayam dan Emas Jadi Pemicu</title>
		<link>https://memontum.com/inflasi-kota-malang-september-capai-039-persen-daging-ayam-dan-emas-jadi-pemicu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemicu]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[september]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226435</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Bank Indonesia Malang mencatat inflasi di September 2025, sebesar 0,39 persen month to month (mtm). Padahal sebelumnya pada Agustus, justru tercatat deflasi 0,07 persen (mtm). Dengan capaian tersebut, secara tahunan, inflasi Kota Malang kini berada di angka 2,67 persen year on year (yoy). Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Bank Indonesia Malang mencatat inflasi di September 2025, sebesar 0,39 persen month to month (mtm). Padahal sebelumnya pada Agustus, justru tercatat deflasi 0,07 persen (mtm). Dengan capaian tersebut, secara tahunan, inflasi Kota Malang kini berada di angka 2,67 persen year on year (yoy).</p>



<p>Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febrina, menyampaikan bahwa inflasi tersebut merujuk pada rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang. Dikatakannya, bahwa kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau menjadi pendorong utama inflasi, dengan andil 0,20 persen.</p>



<p>“Komoditas yang paling dominan mendorong inflasi yakni daging ayam ras 0,15 persen. Kemudian, ada emas perhiasan 0,13 persen, beras 0,03 persen, SKM 0,02 persen dan jeruk 0,02 persen,” ucap Febrina, Kamis (02/10/2025) tadi.</p>



<p>Menurut Febrina, kenaikan harga daging ayam dipicu penurunan produksi di tingkat peternak sehingga stok di pedagang eceran menipis. Untuk emas perhiasan, tren global menjadi faktor utama.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kalau harga beras terdongkrak akibat terbatasnya pasokan, khususnya beras premium,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Namun, inflasi yang lebih tinggi masih tertahan oleh turunnya harga sejumlah komoditas. Seperti bawang merah dengan andil -0,08 persen, lalu tomat, terong, bawang putih, hingga sawi putih. Penurunan itu terjadi seiring panen raya yang meningkatkan pasokan di pasar.</p>



<p>“Penurunan ini juga tidak terlepas dari kerja sama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang yang intens melakukan pengendalian,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, sepanjang September 2025, TPID melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 20 titik, pemantauan stok beras SPHP, pemantauan harga harian, hingga rapat koordinasi mingguan bersama Kemendagri. Langkah tersebut, juga diperkuat sinergi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta program 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi efektif).</p>



<p>“Dengan penguatan ini, kami optimis inflasi bisa tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional, yaitu 2,5 ± 1 persen (yoy),” imbuh Febrina. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226435</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Duga Istri Pernah Keluar bersama Mantan Jadi Pemicu Suami di Kota Malang Tega Bacok Istri yang Hamil</title>
		<link>https://memontum.com/duga-istri-pernah-keluar-bersama-mantan-jadi-pemicu-suami-di-kota-malang-tega-bacok-istri-yang-hamil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 May 2024 12:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[keluar]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mantan]]></category>
		<category><![CDATA[pemicu]]></category>
		<category><![CDATA[pernah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209161</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penangkapan MRR alias Rafi Ramadoni (23), warga Jalan Muharto Gang VII, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, akhirnya dirilis di Mapolresta Malang Kota, Senin (06/05/2024) tadi. Sebagaimana diberitakan, terduga adalah tersangka yang tega menganiaya dan membacok DEF (22), istrinya sendiri yang tengah hamil empat bulan, gegara diduga cemburu, Jumat (26/04/2024) siang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penangkapan MRR alias Rafi Ramadoni (23), warga Jalan Muharto Gang VII, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, akhirnya dirilis di Mapolresta Malang Kota, Senin (06/05/2024) tadi. Sebagaimana diberitakan, terduga adalah tersangka yang tega menganiaya dan membacok DEF (22), istrinya sendiri yang tengah hamil empat bulan, gegara diduga cemburu, Jumat (26/04/2024) siang lalu.</p>



<p>Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, mengatakan bahwa aksi tersangka dilakukan karena merasa cemburu setelah mendapati ponsel korban yang berisi chat dari seorang pria, yang diduga mantan pacar atau teman lama korban. &#8220;Pelaku dan korban menikah pada Desember 2023. Sebelum kejadian, pelaku mengecek HP korban hingga mendapati ada WA yang diindikasi mantan pacar korban. Pelaku yang cemburu, kemudian bertanya siapa yang WA. Sementara pelaku yang saat itu emosi, langsung memukul paha korban dan mengambil sapu dari dapur untuk memukul berkali-kali ke arah kaki dan tangan korban,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, saat itu tersangka semakin emosi, karena diduga istrinya sudah pernah keluar dengan mantan pacarnya. &#8220;Tersangka mengambil celurit dan digunakan menganiaya istrinya. Selain memukul dengan sarung celurit, tersangka juga membacokan celuritnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Akibat dari kejadian itu, lanjutnya, korban mengalami sejumlah luka. Diantaranya luka memar pada paha kanan dan paha kiri, luka bacok pada kaki kanan bagian tulang kering, luka bacok kaki kiri bagian tulang kering, luka bacok pada jari tangan kanan, luka bacok pada pergelangan tangan kiri. Selain itu, luka memar pada lengan kanan akibat sabitan sarung celurit dan luka memar pada lengan kiri akibat sabetan sarung celurit.</p>



<p>&#8220;Hingga hari ini korban masih dalam perawatan di RSSA Malang,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Atas perbuatan MRR, maka dikenakan Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga dan atau Pasal 44 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga. &#8220;Ancaman 10 tahun penjara,&#8221; tegasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209161</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rakor Si Rambo Pemkab Jember Bahas Komoditas Pemicu Inflasi Jelang Ramadan</title>
		<link>https://memontum.com/rakor-si-rambo-pemkab-jember-bahas-komoditas-pemicu-inflasi-jelang-ramadan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2024 08:02:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[pemicu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204607</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Sejumlah komoditas yang diprediksi dapat memicu kenaikan inflasi, menjadi pembahasan utama dalam rapat koordinasi (Rakor) Sinergi dan Kolaborasi Mingguan setiap Rabo (Si Rambo) Pemkab Jember, yang digelar di Dira Park Balung, Rabu (17/01/2024) tadi. Bupati Jember, Hendy Siswanto, merincikan beberapa komoditas yang dapat memicu inflasi menjelang Bulan Suci Ramadan tahun ini. Diantaranya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Sejumlah komoditas yang diprediksi dapat memicu kenaikan inflasi, menjadi pembahasan utama dalam rapat koordinasi (Rakor) Sinergi dan Kolaborasi Mingguan setiap Rabo (Si Rambo) Pemkab Jember, yang digelar di Dira Park Balung, Rabu (17/01/2024) tadi.</p>



<p>Bupati Jember, Hendy Siswanto, merincikan beberapa komoditas yang dapat memicu inflasi menjelang Bulan Suci Ramadan tahun ini. Diantaranya, seperti cabai rawit, cabai merah, beras, gula pasir dan telur ayam ras.</p>



<p>“Itu yang saya sebutkan tadi, berdasarkan pemaparan dari BPS Jember. Komoditas yang dapat memicu naiknya inflasi secara month to month, ini menjadi bahasan utama kami. Tujuannya, agar bagaimana inflasi tidak naik dan kita kendalikan komoditas tersebut. Apalagi, ini sekarang mendekati Bulan Suci Ramadan,” kata Bupati Hendy Siswanto.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Bulan Suci Ramadan yang diperkirakan akan dimulai pada 12 Maret 2024, lanjutnya, dimana pada bulan ini permintaan akan kebutuhan pokok meningkat drastis hingga bisa dua sampai tiga kali lipat. Untuk mencegahnya, Bupati Hendy mengintruksikan seluruh perusahaan, serta pengusaha untuk menggelar obral dagangan murah yang diberi nama &#8216;Jember Obral Gede&#8217; (Joged) untuk menstabilkan daya beli masyarakat.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya produk yang dijual secara obral besar-besaran, kami harap masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk diketahui, angka inflasi Kabupaten Jember pada Desember 2023 sebesar 0,22 persen, yang mana angka ini masih lebih rendah dibandingkan angka inflasi Provinsi Jawa Timur sebesar 0,29 persen secara month to month (mtm). Sedangkan year to year (yty), inflasi Kabupaten Jember berada pada angka 2,29 persen.</p>



<p>“Jangan sampai inflasi kita 0,3 (mtm). Ayo kita bersama cegah jangan sampai naik dan pertumbuhan ekonomi kita targetkan bisa mencapai 5 persen,” tambahnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204607</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
