<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pemindahan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pemindahan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 12:07:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pemindahan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>BPBD Kota Malang Rencanakan Pemindahan EWS di Titik Rawan Banjir Kelurahan Lesanpuro</title>
		<link>https://memontum.com/bpbd-kota-malang-rencanakan-pemindahan-ews-di-titik-rawan-banjir-kelurahan-lesanpuro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[Lesanpuro]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pemindahan]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218052</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang berencana memindahkan alat Early Warning System (EWS) dari salah satu lokasi yang dinilai kurang strategis ke area yang lebih membutuhkan. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana banjir. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa pemindahan itu dilakukan juga berkaca dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang berencana memindahkan alat Early Warning System (EWS) dari salah satu lokasi yang dinilai kurang strategis ke area yang lebih membutuhkan. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana banjir.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang, Prayitno, menyampaikan bahwa pemindahan itu dilakukan juga berkaca dari kejadian banjir yang menimpa warga di sekitar aliran Sungai Amprong di Kelurahan Lesanpuro dan Kelurahan Madyopuro. &#8220;Kami akan memetakan ulang titik-titik penempatan EWS. Beberapa alat mungkin akan kami pindahkan ke lokasi yang lebih strategis. Di aliran Sungai Amprong ini hanya ada di Gang Sate, nanti akan kami tambahkan di beberapa titik aliran Sungai Amprong ini,&#8221; kata Prayitno, Kamis (02/01/2025) tadi.</p>



<p>Salah satu alat EWS yang direncanakan, akan dipindahkan yakni yang ada di kawasan Jalan Danau Ranau, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Di lokasi tersebut menurutnya tidak terlalu berdampak karena genangan air hanya terjadi di jalan raya tanpa merendam rumah warga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dengan kondisi seperti ini, EWS di lokasi yang dampaknya kecil, seperti di Danau Ranau, mungkin akan kami pindahkan ke titik yang lebih rawan seperti Lesanpuro. Di sana, banyak rumah warga terendam saat banjir,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Dalam pemindahan EWS ini nantinya juga akan melibatkan para pejabat wilayah setempat, mulai dari camat, lurah dan para warga. Itu akan dilakukan di tahun 2025 ini. &#8220;Kami tidak akan berjalan sendiri. Pejabat wilayah harus terlibat agar EWS bisa dijaga bersama-sama,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Prayitno menuturkan bahwa untuk pengadaan EWS baru masih belum masuk dalam anggaran 2025. Itu karena sebelumnya, di wilayah tersebut tidak tercatat sebagai area rawan banjir. Namun, ke depan, BPBD akan mengusulkan EWS dengan fitur lebih canggih untuk memberikan peringatan lebih dini.</p>



<p>&#8220;Harga EWS bervariasi, mulai Rp 3,5 juta hingga Rp 150 juta tergantung fiturnya. Kami berharap bisa menyediakan EWS yang lebih sensitif, sehingga warga memiliki waktu evakuasi lebih lama, sekitar 10 menit sebelum banjir datang,&#8221; imbuh Prayitno. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rencana Pemindahan 1.097 PKL Pasar Pagi Kota Batu ke Pasar Induk Among Tani Segera Digulirkan</title>
		<link>https://memontum.com/rencana-pemindahan-1-097-pkl-pasar-pagi-kota-batu-ke-pasar-induk-among-tani-segera-digulirkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2023 06:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[digulirkan,]]></category>
		<category><![CDATA[pemindahan]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<category><![CDATA[segera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203198</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Proses pemindahan 1.097 pedagang kaki lima (PKL) Pasar Pagi dari lahan relokasi di Stadion Gelora Brantas ke Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, segera digulirkan. Rencana itu, seiring telah rampungnya proses verifikasi data dari ribuan PKL Pasar Pagi, untuk menempati lokasi baru atau permanen. Ketua Paguyuban Pasar Pagi, Rubiyanto, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Proses pemindahan 1.097 pedagang kaki lima (PKL) Pasar Pagi dari lahan relokasi di Stadion Gelora Brantas ke Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, segera digulirkan. Rencana itu, seiring telah rampungnya proses verifikasi data dari ribuan PKL Pasar Pagi, untuk menempati lokasi baru atau permanen.</p>



<p>Ketua Paguyuban Pasar Pagi, Rubiyanto, mengatakan bahwa sesuai ketentuan Diskumdag Kota Batu dalam proses pemindahan PKL Pasar Pagi ke Pasar Induk Among Tani, rencana pemindahan ini adalah masuk tahap kedua. Itu karena, di tahap awal atau sekitar 2.209 pedagang yang memiliki SK, sudah dipindahkan lebih awal.</p>



<p>&#8220;Untuk rencana pemindahan tahap dua ini, beberapa beberapa waktu lalu baru selesai dilaksanakan verifikasi data,&#8221; terangnya, Selasa (12/12/2023) tadi.</p>



<p>Selesai dilakukan verifikasi data, ujarnya, pedagang nantinya akan menerima kartu. &#8220;Untuk jumlah pedagang tidak ada tambahan. Artinya, sesuai dengan data lama yaitu 1.097 PKL,&#8221; tambahnya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Untuk teknis perpindahan, Rubiyanto menambahkan, saat ini masih dilakukan pembahasan dengan Diskumdag Kota Batu. Bahkan, juga dilakukan survei lapangan. &#8220;Tahapan pemindahan sudah kami bicarakan. Teknis penataannya seperti apa, ini kami sedang melakukan pembahasan. Dan, sebenarnya kami juga sudah bertemu dengan Kepala Diskumdag Kota Batu. Tapi, masih belum banyak yang dibahas, karena posisi Kepala Diskumdag Kota Batu diisi pejabat baru,&#8221; urainya.</p>



<p>Terpisah, Kepala Diskumdag Kota Batu, Aries Setiawan, menyampaikan terkait perpindahan PKL Pasar Pagi dari Stadion Gelora Brantas sudah dilakukan koordinasi dengan pihak paguyuban pedagang. &#8220;Karena saya baru (Kadis, red) di Diskumdag, jadi mulai kemarin saya koordinasi dengan paguyuban pedagang. Di sini kita rumuskan bersama proses perpindahan PKL, biar bisa mapping,&#8221; jelasnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203198</post-id>	</item>
		<item>
		<title>20 Persen SK Pedagang Hilang, Rencana Pemindahan Barang ke Pasar Induk Among Tani Ditunda</title>
		<link>https://memontum.com/20-persen-sk-pedagang-hilang-rencana-pemindahan-barang-ke-pasar-induk-among-tani-ditunda</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[barang]]></category>
		<category><![CDATA[ditunda]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pemindahan]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198262</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Sejumlah pedagang di lahan relokasi masih menunda proses pemindahan barang ke Pasar Induk Among Tani. Penundaan itu dilakukan, karena ada sebanyak 20 persen pedagang dari total 2.209 pedagang yang memiliki SK, belum mendapatkan bedak dan kunci di pasar baru tersebut. Ketua Pedagang 9 Zona Pasar Induk Kota Batu, Muhammad Ali Zubaidi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Sejumlah pedagang di lahan relokasi masih menunda proses pemindahan barang ke Pasar Induk Among Tani. Penundaan itu dilakukan, karena ada sebanyak 20 persen pedagang dari total 2.209 pedagang yang memiliki SK, belum mendapatkan bedak dan kunci di pasar baru tersebut.</p>



<p>Ketua Pedagang 9 Zona Pasar Induk Kota Batu, Muhammad Ali Zubaidi, mengatakan bahwa untuk saat ini proses pemindahan barang dari lahan relokasi ke tempat yang baru, masih ada kendala. Karenanya, pedagang sepakat menunda pelaksanaan pemindahan barang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Jadi, proses pemindahan barang ke Pasar Induk Among Tani, untuk sementara ini kami tunda. Karena, kami menunggu teman-teman pedagang yang terkendala untuk mengurus bedaknya,&#8221; katanya, Jumat (15/09/2023) tadi.</p>



<p>Kendala yang dihadapi pedagang itu, tambahnya, salah satunya seperti hilangnya SK di pedagang. &#8220;Sekarang, pedagang dan UPT Pasar sama-sama bingung untuk menangani masalah data buka tutup dan SK yang hilang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk itu, paparnya, saat ini bersama pedagang berembuk tentang permasalahan proses pemindahan barang. &#8220;Pastinya, kami tidak memulai pemindahan barang dagangan sebelum semua pedagang mendapatkan bedaknya,&#8221; tambahnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198262</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemindahan CFD Situbondo ke Jalan Wijaya Kusuma Tuai Respon Positif, Jumlah Pedagang Bertambah 100</title>
		<link>https://memontum.com/pemindahan-cfd-situbondo-ke-jalan-wijaya-kusuma-tuai-respon-positif-jumlah-pedagang-bertambah-100</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Sep 2023 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[kusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pemindahan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[respon]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[wijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197891</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Pemindahan lokasi car free day (CFD) dari Jalan PB Sudirman ke Jalan Wijaya Kusuma Dawuhan, Kabupaten Situbondo, mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar dan Paguyuban Car Free Day Situbondo. Itu karena, kian banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk mengais rezeki. &#8220;Tidak disangka-sangka dengan dipindahnya lokasi CFD dari Jalan PB Sudirman ke Jalan Wijaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Pemindahan lokasi car free day (CFD) dari Jalan PB Sudirman ke Jalan Wijaya Kusuma Dawuhan, Kabupaten Situbondo, mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar dan Paguyuban Car Free Day Situbondo. Itu karena, kian banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk mengais rezeki.</p>



<p>&#8220;Tidak disangka-sangka dengan dipindahnya lokasi CFD dari Jalan PB Sudirman ke Jalan Wijaya Dawuhan, ini masyarakat yang berkunjung ke lokasi justru lebih membludak dibandingkan ketika berada di lokasi sebelumnya. Bahkan, mayoritas pedagang CFD berkeinginan terus menetap selamanya berada di lokasi tersebut. Karena, dari segi omset juga semakin meningkat,&#8221; ungkap salah satu pedagang, Dayat, Minggu (10/09/2023) tadi.</p>



<p>Pengunjung yang datang selain membludak, ujarnya, pemindahan CFD ini banyak dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar. Selain bisa membuka lapak, juga bisa membuat lahan parkir. Tentunya, ini berkat dukungan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, yang turut mensupport agar para pedagang yang ada di CFD, bisa berjualan kembali setelah beberapa minggu tidak berjualan akibat adanya perbaikan jembatan di Jalan Wijaya Kusuma.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terima kasih ke Pak Bupati, karena sudah memberikan solusi terhadap para pedagang yang berjualan di CFD di Jalan PB Sudirman Situbondo ke Jalan Wijaya Kusuma. Sehingga, semua pedagang CFD bisa mendapatkan penghasilan kembali,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Panitia paguyuban pedagang CFD, Khadari, mengatakan dengan dipindahnya lokasi CFD ke Jalan Wijaya Kusuma, maka jumlah pedagang semakin bertambah. Semula, pedagang hanya berjumlah 463 dan sekarang bertambah lagi 100 pedagang yang berasal dari warga sekitar.</p>



<p>&#8220;Ini menjadi salah satu PR bersama, dimana kami selaku panitia di bawah binaan Diskoperindag Kabupaten Situbondo, harus terus bisa mempertahankan adanya kegiatan positif ini melalui CFD,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut Khadari berharap, dari perpindahan lokasi CFD bisa benar-benar dimanfaatkan juga oleh warga sekitar lokasi CFD. &#8220;Dengan adanya CFD ini semua warga yang ada sekitar lokasi CFD Situbondo, ini bisa dapat memanfaatkan lahannya untuk dibuat parkir. Dengan ada CFD ini benar-benar bisa bermanfaat untuk bisa mendapatkan tambahan penghasilan,&#8221; ujarnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197891</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Dampak Bencana Lumajang, Cak Thoriq juga Pantau Pemindahan Aliran Sungai di Tempursari</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-dampak-bencana-lumajang-cak-thoriq-juga-pantau-pemindahan-aliran-sungai-di-tempursari</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Jul 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[aliran]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[juga]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[pantau]]></category>
		<category><![CDATA[pemindahan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Tempursari]]></category>
		<category><![CDATA[thoriq]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=193390</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, meninjau lokasi terdampak bencana cuaca ekstrem berupa bencana longsor dan lahar dingin pada beberapa titik di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jumat (14/07/2023) tadi. Tidak ketinggalan, juga melihat proses pemindahan aliran sungai secara darurat di Dusun Wareng Pasirejo, Desa Purorejo Kecamatan Tempursari, akan dibangun tanggul bronjong sepanjang 600 meter [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, meninjau lokasi terdampak bencana cuaca ekstrem berupa bencana longsor dan lahar dingin pada beberapa titik di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jumat (14/07/2023) tadi. Tidak ketinggalan, juga melihat proses pemindahan aliran sungai secara darurat di Dusun Wareng Pasirejo, Desa Purorejo Kecamatan Tempursari, akan dibangun tanggul bronjong sepanjang 600 meter dengan ketinggian 3 meter.</p>



<p>“Pembuatan tanggul darurat bronjong ini, nantinya akan ditangani oleh Pemprov Jatim. Dan, secara umum infrastruktur yang rusak akan dibangun kembali. Kami sudah koordinasikan dengan BNPB beberapa waktu lalu,” kata Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Cak Thoriq juga menyampaikan, bahwa perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana longsor dan lahar dingin Semeru, nantinya akan ditangani secara kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan BNPB, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Dalam kesempatan itu, selain meninjau tanggul yang berada di Desa Purorejo, peninjauan juga dilakukan di sepanjang Kali Glidik di Desa Tegalrejo, Tempursari.</p>



<p>&#8220;Pilihannya adalah tanggul yang jebol diperbaiki dan masyarakat berkeinginan diperbaiki secara permanen,&#8221; paparnya. <strong>(kom/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193390</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Pedagang Pasar Induk Among Tani Merespon Was-was Rencana Pemindahan Juni Mendatang</title>
		<link>https://memontum.com/ribuan-pedagang-pasar-induk-among-tani-merespon-was-was-rencana-pemindahan-juni-mendatang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 May 2023 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Induk Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[pemindahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189593</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Rencana pemindahan pedagang tahap pertama dari lahan relokasi di Jalan Sultan Agung ke Pasar Induk Among Tani Kota Batu, yang dijadwalkan akan dimulai Juni 2023, memunculkan banyak kekhawatiran. Salah satunya, terkait pendapatan pedagang yang akan merosot, karena konsumen akan beradaptasi kembali atau mencari tempat berjualannya pedagang di tempat permanen seiring telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum <a href="https://kotabatu.memontum.com">Kota Batu</a></strong> &#8211; Rencana pemindahan pedagang tahap pertama dari lahan relokasi di Jalan Sultan Agung ke Pasar Induk Among Tani Kota Batu, yang dijadwalkan akan dimulai Juni 2023, memunculkan banyak kekhawatiran. Salah satunya, terkait pendapatan pedagang yang akan merosot, karena konsumen akan beradaptasi kembali atau mencari tempat berjualannya pedagang di tempat permanen seiring telah selesainya pembangunan pasar.</p>



<p>Salah satu pedagang alat pertanian, Ahmad Saiful, mengatakan bahwa selama berada di lahan relokasi, meski awalnya susah karena konsumen juga harus mencari, namun semakin lama konsumen sudah terbiasa. Hal ini pula, yang akhirnya nanti akan berlaku saat pindah ke Pasar Induk. Hanya saja, prosesnya akan berlangsung lama dan kami khawatir ini akan berdampak pada pendapatan kembali.</p>



<p>&#8220;Terus terang, saya was-was dan khawatir saat harus pindah ke Pasar Induk Among Tani. Saya khawatir pengunjung atau konsumen kembali sepi. Karena, konsumen masih harus mencari lagi kios langganan. Jelas, ini nanti akan berakibat dari merosotnya penghasilan kami. Karena, selama di lahan relokasi ini pendapatan kami sudah mulai merangkak naik,&#8221; jelasnya saat di lahan relokasi, Minggu (28/05/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Hal yang sama, juga diungkapkan pedagang Buah Apel, Diah Arum. Bahwa rencana pemindahan ke tempat permanen, membuat pedagang was-was jika nantinya akan membuat konsumen beradaptasi kembali. Sehingga, ini akan memberikan dampak terhadap pendapatan pedagang.</p>



<p>&#8220;Yang jelas, kami was-was dan berharap kekhawatiran itu tidak terjadi. Kami inginnya konsumen tambah senang di Pasar Induk dan pembelinya bertambah ramai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Apalagi, ujarnya, di lahan relokasi di Jalan Sultan Agung, keberadaannya juga memiliki sisi positif. Yakni, lebih dekat dengan keberadaan tempat wisata di sekitar kawasan itu.</p>



<p>&#8220;Posisi lahan relokasi sekarang ini, itu terbilang dekat dengan beberapa tempat wisata. Sehingga, wisatawan terkadang mampir dan membeli kebutuhan di lahan relokasi yang dijadikan pasar sementara itu,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kota Batu, Agus Suyadi, menyampaikan bahwa untuk meramaikan pengunjung di Pasar Induk Among Tani, nantinya setelah ditempati juga akan dijadwalkan turut mengarahkan wisatawan untuk berkunjung ke pasar itu. &#8220;Kalau dilihat, area parkir Pasar Induk Among Tani bisa memuat minimal 20 unit bus. Dari sinilah, wisatawan bisa diarahkan untuk berkunjung ke pasar itu. Itulah salah satu upaya untuk meramaikan Pasar Induk Among Tani, supaya wisatawan luar Kota Batu, lebih mengenal dan berbelanja sepuasnya. Bahkan, dari blok juga akan dikenalkan. Sehingga pelanggan dari pedagang juga tidak sulit mencari kios yang akan dituju,&#8221; paparnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada sedikitnya 1.696 kios dan 934 los, yang akan masuk gelombang pertama pemindahan dari lahan relokasi ke Pasar Induk. Menyusul kemudian, sekitar 1.097 pedagang Pasar Pagi, yang akan dipindahkan di tahap berikutnya.&nbsp;<strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189593</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
