<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pemukulan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pemukulan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Nov 2022 10:24:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pemukulan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Informasi Dugaan Pemukulan Guru ke Murid di SMAN 3 Kota Malang Berakhir Saling Memaafkan</title>
		<link>https://memontum.com/informasi-dugaan-pemukulan-guru-ke-murid-di-sman-3-kota-malang-berakhir-saling-memaafkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2022 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Murid]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=177882</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dugaan pemukulan oleh seorang guru kepada siswa, terjadi di SMAN 3 Kota Malang. Menanggapi adanya informasi dugaan itu, Wakil Kepala (Waka) Humas SMAN 3 Kota Malang, Edy Effi Boediono, menjelaskan bahwa dugaan itu terjadi karena permasalahan kesalahpahaman antara guru dan siswa. “Itu ada kesalahpahaman, dari bapak guru waktu pelajaran. Bukan pemukulan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dugaan pemukulan oleh seorang guru kepada siswa, terjadi di SMAN 3 Kota Malang. Menanggapi adanya informasi dugaan itu, Wakil Kepala (Waka) Humas SMAN 3 Kota Malang, Edy Effi Boediono, menjelaskan bahwa dugaan itu terjadi karena permasalahan kesalahpahaman antara guru dan siswa.</p>



<p>“Itu ada kesalahpahaman, dari bapak guru waktu pelajaran. Bukan pemukulan yang serius. Namun, istilahnya itu hanya guyon,” jelas Edy, saat ditemui di SMAN 3 Kota Malang, Jumat (04/11/2022) tadi.</p>



<p>Dugaan pemukulan tersebut, terjadi pada siswa kelas 12 D5 IPA, yang berinisial BB. Sedangkan oknum guru yang melakukan pemukulan, yakni berinisial SW. Dari keterangan yang didapat, peristiwa itu terjadi karena siswa dinilai ribut saat diingatkan. Sehingga, memancing reaksi guru.</p>



<p>&#8220;Pemicu awalnya ya biasa. Kalau anak-anak kadang ribut dan diingatkan untuk tenang. Tetapi, kadang celometan, ya cuma itu saja,” katanya.</p>



<p>Namun menurutnya, permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Di mana, guru sudah meminta maaf secara langsung pada siswa dan orang tua siswa, pasca kejadian tersebut.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jalin-kebersamaan-baznas-kota-probolinggo-gelar-doa-bersama-ulama-dan-umaroh">Jalin Kebersamaan, Baznas Kota Probolinggo Gelar Doa Bersama Ulama dan Umaroh</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sambut-lebaran-healing-asyik-di-lereng-argopuro-dari-kebun-teh-hingga-jejak-purba">Sambut Lebaran, Healing Asyik di Lereng Argopuro dari Kebun Teh hingga Jejak Purba</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-pemudik-dari-hujan-ektrem-pemprov-jatim-siapkan-operasi-modifikasi-cuaca">Lindungi Pemudik dari Hujan Ektrem, Pemprov Jatim Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/operasi-ketupat-semeru-2026-polres-pasuruan-siapkan-4-pospam-2-posyan-dan-1-pos-terpadu">Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Pasuruan Siapkan 4 Pospam, 2 Posyan dan 1 Pos Terpadu</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/perkuat-jaring-pengaman-sosial-bupati-jember-minta-camat-kawal-ketersediaan-pangan-jelang-idul-fitri">Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Bupati Jember Minta Camat Kawal Ketersediaan Pangan Jelang Idul Fitri</a></li>
</ul>


<p>“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak ada masalah. Ini intinya kesalahpahaman saja. Bapak gurunya sudah minta maaf secara langsung ke anaknya,” lanjutnya.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa SMAN 3 juga menerapkan sekolah ramah anak. Sehingga, apabila terjadi hal yang demikian, guru akan diperingatkan hingga dikenakan sanksi. Karena SMAN 3 menerapkan punishment (hukuman) dan reward (penghargaan) bagi siapa saja.</p>



<p>Sementara itu, orang tua siswa, Wijianto, menyampaikan kejadian tersebut memang terjadi. Namun, tidak serius. Sehingga, diselesaikan secara kekeluargaan antara sekolah, siswa dan orang tua.</p>



<p>“Memang benar seperti itu kejadiannya. Tapi sudah selesai secara kekeluargaan. Ini juga tidak ada yang jadi masalah. Prinsipnya, gurukan ingin mendidik murid,” ucap Wijianto.</p>



<p>Kasi SMA PKPLK Cabdin Wilayah Kota Malang dan Batu, M Asrofi, akan menyelidiki kasus tersebut. “Akan kami cek dahulu. Kalau memang yang terbukti bersalah, maka akan kami berikan sanksi,” jelas Asrofi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">177882</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Perawat Hajar Dokter di Lumajang, Korban Diperiksa Inspektorat 2 Kali, Proses Hukum Berlanjut</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-perawat-hajar-dokter-di-lumajang-korban-diperiksa-inspektorat-2-kali-proses-hukum-berlanjut</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2020 04:13:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Jatiroto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=112278</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kasus pemukulan oleh oknum perawat pada dokter di Puskesmas Jatiroto Lumajang Jawa Timur masih terus bergulir. Kamis (16/4/2020) siang, korban dr SL dipanggil Inspektorat. Pada awak media usai diperiksa inspektorat dr SL mengatakan bahwa dirinya memenuhi panggilan inspektorat untuk yang kedua kalinya. Ini terkait kronologi penganiayaan, pemukulan terhadap dirinya oleh salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kasus pemukulan oleh oknum perawat pada dokter di Puskesmas Jatiroto Lumajang Jawa Timur masih terus bergulir. Kamis (16/4/2020) siang, korban dr SL dipanggil Inspektorat. Pada awak media usai diperiksa inspektorat dr SL mengatakan bahwa dirinya memenuhi panggilan inspektorat untuk yang kedua kalinya. Ini terkait kronologi penganiayaan, pemukulan terhadap dirinya oleh salah satu oknum perawat inisial Rrk yang terjadi pada bulan maret di Puskesmas Jatiroto waktu ia sedang pelayanan.</p>
<p>&#8220;Ini saya dipanggil untuk yang kedua kalinya, dimintai keterangan terkait kronologi kejadian itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-112280" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/04/IMG-20200417-WA0031-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Dr SL juga mengatakan, terkait Kepala Puskesmas (Kapus), dia sudah menyampaikan pada inspektorat bahwa ada saksi mata yang mengatakan waktu dirinya dipukul, saksi memanggil kapus.</p>
<p>&#8220;Ada saksi waktu saya dipukul. Dia memberitahukan pada kapus, tapi bilangnya biarkan. Itu setelah satu minggu kejadian baru bilang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebagai korban, pihaknya akan menuntut keadilan yang seadil adilnya. Katanya, untuk pemanggilan inspektorat hari ini itu adalah kedinasan, sementara proses hukum akan tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.</p>
<p>&#8220;Jika untuk terkait inspektorat itu memanggil saya terkait kedinasan. Untuk pelaporan di Polres tetap berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Sejauh ini oknum perawat tersebut sampai sekarang belum meminta maaf secara terbuka. Itu saya sudah bilang sama inspektoratnya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, petugas yang memeriksa dari Inspektorat A&#8217;an yang merupakan inspektur pembantu 1. Dia menjelaskan jika kasus ini masih dalam penanganan. Semua saksi-saksi, pelapor dan korban sudah dipanggil, pihaknya tinggal menganalisa dan membuat laporan.</p>
<p>&#8220;Yang bersangkutan itu pelapor ya tetap akan menempuh jalur hukum sehingga kami juga menunggu penyelesaian prosedur hukum. Untuk sangsi nantinya ya sesuai pelanggaran,&#8221; terangnya.</p>
<p><strong>BACA : </strong></p>
<ul>
<li><a href="https://memontum.com/110245-sebelum-aksi-pemukulan-oknum-perawat-lumajang-teror-rumah-dokter-bawa-skd" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Sebelum Aksi Pemukulan, Oknum Perawat Lumajang ‘Teror’ Rumah Dokter Bawa SKD</a></li>
<li><a href="https://memontum.com/109974-kapus-jatiroto-lumajang-bantah-ada-oknum-perawat-pukul-dokter-korban-tak-ada-kata-damai" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kapus Jatiroto Lumajang Bantah Ada Oknum Perawat Pukul Dokter, Korban: Tak Ada Kata Damai</a></li>
<li><a href="https://memontum.com/109813-bahas-apd-corona-oknum-perawat-perempuan-di-lumajang-hajar-dokter-perempuan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bahas APD Corona, Oknum Perawat Perempuan di Lumajang Hajar Dokter Perempuan</a></li>
</ul>
<p>Dijelaskan, kalau untuk sanksi itu ada beberapa kategori, jika absolut sudah di atur dalam PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. Sanksinya nanti, menurutnya, akan dilihat seberapa berdampak pada unit kerja, instansi atau pada Pemerintahan.</p>
<p>&#8220;Sanksi nanti lihat dampak, yaitu berdampak negatif terhadap unit kerja, instansi atau pemerintah. Kalau berdampak negatif ke unit kerja itu sanksinya ringan, kalau ke instansi itu sedang, kalau ke Pemerintah atau negara itu berat. Untuk korban sudah dua kali diperiksa, kalau pelaku pemeriksaaan sudah dianggap cukup,&#8221; pungkasnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">112278</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sebelum Aksi Pemukulan, Oknum Perawat Lumajang &#8216;Teror&#8217; Rumah Dokter Bawa SKD</title>
		<link>https://memontum.com/sebelum-aksi-pemukulan-oknum-perawat-lumajang-teror-rumah-dokter-bawa-skd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 11:25:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[oknum]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Jatiroto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=110245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Seperti diberitakan sebelumnya kepala puskesmas (Kapus) Jatiroto Lumajang membantah adanya pemukulan yang dilakukan oknum perawat pada dokternya. Hal itu berbeda dengan apa yang disampaikan korban, yakni dr SL, bahwa pemukulan oleh oknum perawat inisial Rrk tersebut dilakukan pada saat dirinya sedang melayani pasien di ruang kerjanya di Puskesmas Jatiroto. Bahkan sang dokter [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Seperti diberitakan sebelumnya kepala puskesmas (Kapus) Jatiroto Lumajang membantah adanya pemukulan yang dilakukan oknum perawat pada dokternya.</p>
<p>Hal itu berbeda dengan apa yang disampaikan korban, yakni dr SL, bahwa pemukulan oleh oknum perawat inisial Rrk tersebut dilakukan pada saat dirinya sedang melayani pasien di ruang kerjanya di Puskesmas Jatiroto.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-110247" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200330-WA0294-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Bahkan sang dokter menunjukkan fakta jika sebelum ada aksi pemukulan, oknum perawat tersebut malam harinya mendatangi rumahnya dengan membawa beberapa orang laki-laki.</p>
<p>Dua orang dikenali olehnya bahwa mereka anggota satgas keamanan desa Kaliboto Lor kabupaten Lumajang. Sementara rumah dr SL berada di Dusun krajan kidul Desa Yosorati Kabupaten Jember.</p>
<p>&#8220;Sebelum pemukulan itu terjadi, malamnya Rrk mendatangi rumah saya bersama beberapa orang laki-laki. Tapi tidak saya bukakan pintu, ada dua orang yang saya kenali. Sepertinya anggota SKD kaliboto lor dan itu terekam di cctv,&#8221; terang dr SL pada memontum.com, Senin (30/3/2020).</p>
<p>Meski tidak dibukakan pintu, dr SL masih mengangkat telepon dari oknum perawat itu. Dalam percakapan telepon oknum perawat menyuruh sang dokter untuk keluar rumah menemui dirinya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://memontum.com/109813-bahas-apd-corona-oknum-perawat-perempuan-di-lumajang-hajar-dokter-perempuan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bahas APD Corona, Oknum Perawat Perempuan di Lumajang Hajar Dokter Perempuan</a></p>
<p>Tapi karena waktu sudah malam sang dokter menyampaikan jika besok saja bertemu di Puskesmas. Namun, oknum perawat berusaha memaksa bahkan lewat telepon itu dia mengancam sang dokter dan setelah itu pergi meninggalkan rumahnya.</p>
<p>Sementara itu hingga saat ini, oknum Perawat Puskesmas Jariroto (Rrk) Ketika dihubungi lewat telepon hendak dikonfirmasi. Sepertinya belum berkenan.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapus Jatiroto Lumajang Bantah Ada Oknum Perawat Pukul Dokter, Korban: Tak Ada Kata Damai</title>
		<link>https://memontum.com/kapus-jatiroto-lumajang-bantah-ada-oknum-perawat-pukul-dokter-korban-tak-ada-kata-damai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2020 11:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Jatiroto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109974</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kasus pemukulan yang dilakukan oknum perawat di Puskesmas Jatiroto Lumajang kepada salah seorang dokter dibantah oleh kepala puskesmas (Kapus) drg HT, menurutnya tidak ada pemukulan yang ada hanya keributan biasa yang berawal dari sang dokter yang menuduh perawat tersebut sebagai provokator menanggapi kebijakannya terkait kebijakan Kabid P2M Dinas Kesehatan Kab Lumajang. &#8220;Semua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kasus pemukulan yang dilakukan oknum perawat di Puskesmas Jatiroto Lumajang kepada salah seorang dokter dibantah oleh kepala puskesmas (Kapus) drg HT, menurutnya tidak ada pemukulan yang ada hanya keributan biasa yang berawal dari sang dokter yang menuduh perawat tersebut sebagai provokator menanggapi kebijakannya terkait kebijakan Kabid P2M Dinas Kesehatan Kab Lumajang.</p>
<p>&#8220;Semua berita diatas tidak benar yang benar hanya keributan, Tidak ada pemukulan, tapi keributan memang ada, hal ini diawali dengan komen dokternya menuduh perawat sebagai profokator disaat menanggapi kebijakan saya yang melanjutkan kebijakan kabid P2M Dinas Kesehatan kabupaten lumajang, si perawat yang istrinya drh Rifky dinas di jember, ingin mengklarifikasi tuduhan profokator, ke dokter yang menuduh, tapi tidak ditanggapi dan mengelak, akhirnya ribut. Kebijakan tentang APD yang dipakai ketika mengunjungi ODR,&#8221; ungkapnya via WhatsApp pada wartawan memontum.com. Kamis (26/3/2020) sore.</p>
<p>Dijelaskan, jika dia tahu kejadian tersebut karena ia juga merangkap pada pelayanan poli gigi dan setelah kejadian tersebut dokter serta staf PKM menemui dirinya di Poli gigi. Bahkan kata dia saat berhadapan kala itu tidak ada memar atau luka pada diri sang dokter. Pihaknya juga sudah menasehati untuk tidak membawa persoalan itu kemana-mana. Namun sang dokter menjawab, apa kata orang tuanya.</p>
<p>&#8220;Saat kejadian sy tahu krn sekarang sy merangkap pelayanan di poli gigi krn dokter giginya hanya satu. Setelah kejadian dr shopi dn staf pkm menemui sy di poli gigi menyampaikan kejadian itu, kalau ada pemukulan/penganiayaan pasti ada luka tp ketika menemui sy dn sy berhadaphadapan tdk ada luka stau memar, saya nasehati tdk usah dibawa kemana mana dia hny menjawab apa katanya abanya dn izin melanjutkan pelayanan di bp sy jg melanjutkan pelayanan di poli gigi sedangkan perawatnya melakukan pe di nyeoran, kejadian sy tdk tahu,&#8221; terangnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://memontum.com/109813-bahas-apd-corona-oknum-perawat-perempuan-di-lumajang-hajar-dokter-perempuan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bahas APD Corona, Oknum Perawat Perempuan di Lumajang Hajar Dokter Perempuan</a></p>
<p>Sementara itu dr SL ditemui memontom.com, Kamis (26/3/2020) malam. Ketika dikonfirmasi langsung hanya menyampaikan bahwa pihaknya hingga saat ini belum pernah mencabut laporan dan tidak pernah membuat pernyataan damai atau kesepakatan damai.</p>
<p>&#8220;Saya ingin mengklarifikasi masalah perdamaian, dalam hal ini saya masih melanjutkan dan saya belum mencabut laporan saya. Dalam hal ini saya tidak pernah membikin kesepakatan berdamai, dalam hal ini juga saya sebagai pelapor tidak pernah memberikan keterangan berdamai dan saya belum membikin surat kesepakatan perdamaian, selebihnya apabila kurang jelas silahkan hubungi lawyer saya Suto Wijoyo SH,&#8221; jelas dr SL.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109974</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahas APD Corona, Oknum Perawat Perempuan di Lumajang Hajar Dokter Perempuan</title>
		<link>https://memontum.com/bahas-apd-corona-oknum-perawat-perempuan-di-lumajang-hajar-dokter-perempuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2020 09:19:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109813</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Berawal dari pembahasan terkait alat pelindung diri (APD) untuk Corona di grup WhatsApp Puskesmas Jatiroto. Dokter yang bertugas di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dihajar oleh oknum perawat hingga kasusnya dilaporkan ke Polres Lumajang. &#8220;Corona itu kan bukan main-main, perlindungan dari garda paling depan seperti perawat IGD terus melakukan pemeriksaan di wilayah dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang </strong>&#8211; Berawal dari pembahasan terkait alat pelindung diri (APD) untuk Corona di grup WhatsApp Puskesmas Jatiroto. Dokter yang bertugas di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dihajar oleh oknum perawat hingga kasusnya dilaporkan ke Polres Lumajang.</p>
<p>&#8220;Corona itu kan bukan main-main, perlindungan dari garda paling depan seperti perawat IGD terus melakukan pemeriksaan di wilayah dan termasuk saya sendiri itu kan harus ada perlindungan gitu kan,&#8221; terang dr SL, pada awak media, Rabu (25/3/2020).</p>
<p>&#8220;Saya bilang sama dia, apakah kamu sudah siap memeriksa Kaliboto Lor itu tanpa APD. Nah, disitu dia mulai menghujat saya pakai bahasa yang kasar, colokna colokna (mulutnya-mulutnya) kayak gitu itu,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Masih kata dr SL, seorang perawat sudah tidak beretika sama sekali. Berkata-kata yang kurang pantas di grup puskesmas yang disitu ada perawat, gizi dan teman sejawatnya. Sementara saat perbincangan di grup WhatsApp sudah ramai, ia menyayangkan Kepala Puskesmas (Kapus) yang sepertinya tidak berusaha melerai.</p>
<p>&#8216;Dia bersikap seperti itu. Nah Kapus sendiri kalau saya berargumen ditanggapi tolong jangan memperkeruh. Giliran ada colokna colokna (mulutnya-mulutnya) itu kapus sendiri tidak menanggapi. Gituloh, anehnya kan di situ,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kemudian pada hari itu juga sekitar jam 21.00 pelaku datang ke rumah dengan beberapa orang laki &#8211; laki, meminta dr SL untuk keluar rumah melalui telpon. &#8220;Tapi saya tidak menurutinya karena sudah malam dan saya minta ketemu besok saja, akhirnya dia pulang&#8221;, katanya.</p>
<p>Keesokan harinya Selasa (24/3/2020) sekira pukul 08.30 saat dirinya berada di poli umum puskesmas Jatiroto dan sedang memeriksa pasien, tiba &#8211; tiba Pelaku (Rrk.red) datang dari pintu depan langsung masuk kepoli umum. Di situlah pelaku melakukan tindak kekerasan terhadap dirinya.</p>
<p>&#8220;Saat itu saya dipoli umum sedang menangani pasien. Dia ngajak bicara, tapi saya tolak karena saya masih menangani pasien. Kemudian dia menyerang saya dari belakang di bagian bahu sebelah kanan. Kemudian setelah itu dia menampar wajah saya 5 kali, saya diam saja tidak melawan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Masalah ini sudah saya laporkan ke Kepala Puskesmas Jatiroto dan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang. Lalu saya laporkan ke Polres Lumajang dan sudah terima Tanda Bukti Lapor Nomor ; TBL/71/III/2020/JATIM/RES LMJ&#8221;. tambahnya.</p>
<p>Sementara itu hingga saat ini, Kamis (26/3/2020). Saat wartawan memontum.com hendak mengkonfirmasi oknum perawat tersebut belum bisa dihubungi. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109813</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dipukul Oknum Perawat, Dokter di Puskesmas Jatiroto Lumajang Tempuh Jalur Hukum</title>
		<link>https://memontum.com/dipukul-oknum-perawat-dokter-di-puskesmas-jatiroto-lumajang-tempuh-jalur-hukum</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2020 03:41:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Lumajang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109767</guid>

					<description><![CDATA[Memontom Lumajang &#8211; Kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum perawat pada seorang dokter di puskesmas Jatiroto Lumajang sepertinya berbuntut panjang. Pasalnya sang dokter yang menjadi korban pemukulan tersebut pada awak media, Rabu (25/3/2020) melalui pesan WhatsApp menyampaikan jika ia sudah melaporkan kasus tersebut ke Polres Lumajang. &#8220;Benar dan kasus ini sudah saya laporkan di Polres [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontom Lumajang</strong> &#8211; Kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum perawat pada seorang dokter di puskesmas Jatiroto Lumajang sepertinya berbuntut panjang. Pasalnya sang dokter yang menjadi korban pemukulan tersebut pada awak media, Rabu (25/3/2020) melalui pesan WhatsApp menyampaikan jika ia sudah melaporkan kasus tersebut ke Polres Lumajang.</p>
<p>&#8220;Benar dan kasus ini sudah saya laporkan di Polres Lumajang,&#8221; kata dokter Shofiatul Lailiya yang biasa dipanggil dr Shofi itu.</p>
<p>Ia menjelaskan, jika dirinya dipukul oleh salah satu perawat di Puskesmas Jatiroto tanpa perlawanan &#8220;Saya dipukul perawat tanpa perlawanan Saya dipukul, ada visumnya juga. Visum di RS Bhayangkara,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kepala Puskesmas Jatiroto dr Tristiani membenarkan terkait peristiwa pemukulan yang dialami dr Shofi. Namun dia menyampaikan tidak melihat langsung tragedi tersebut. &#8220;Saya tidak paham secara pasti karena saya tidak melihat dengan mata kepala saya sendiri. Lebih tepatnya silahkan konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan,” tutur Kapus Jatiroto itu.</p>
<p>Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Maskur ketika dikonfirmasi akan hal itu, mengatakan kondisi penganiayaan tersebut tidak ada. “Tidak ada pemukulan, hanya keributan biasa,” ungkap Maskur via telepon.</p>
<p>Informasi pemukulan tersebut, kata kasat reskrim, kurang tepat karena yang ada hanya keributan biasa. Ia menyatakan jika perselisihan tersebut sudah selesai. “Sudah clear di internal Puskesmas Jatiroto, dan kanit juga datang ke lokasi sehingga keadaannya selesai,” ungkapnya.</p>
<p>Bahkan sebelumnya, kasat juga menyampaikan, kalau tidak ada laporan terkait peristiwa pemukulan terhadap dokter tersebut. Namun setelah kroscek, dia menyatakan ada laporan tetapi bukan aksi pemukulan.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109767</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bocah 3 Tahun Terpukul Penagih Hutang di Jember</title>
		<link>https://memontum.com/bocah-3-tahun-terpukul-penagih-hutang-di-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Nov 2019 13:06:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 80]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Pakusari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/100698-bocah-3-tahun-terpukul-penagih-hutang-di-jember</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Datang dengan kondisi mabuk, Ahmad Ridho Setiawan (20) hendak menagih hutang marah-marah dan berusaha memukul IA (27) warga Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember. Namun pukulan tersangka malah mengenai anak IA yang berinisial MM berumur 3 tahun, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 01.15 tengah dini hari. Menurut Kapolsek Pakusari Ajun Komisaris Polisi Yuliati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum </strong>&#8211; Datang dengan kondisi mabuk, Ahmad Ridho Setiawan (20) hendak menagih hutang marah-marah dan berusaha memukul IA (27) warga Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember.</p>
<p>Namun pukulan tersangka malah mengenai anak IA yang berinisial MM berumur 3 tahun, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 01.15 tengah dini hari.</p>
<p>Menurut Kapolsek Pakusari Ajun Komisaris Polisi Yuliati, sesuai dengan keterangan yang diperoleh, pada saat tersangka memukul IA, namun dihalangi ayah korban (Suami IA) yang berinisial FA (26). Pada saat itu kondisinya sedang menggendong korban.</p>
<p>“Kejadian pemukulan itu terjadi di ruang tamu, karena ada cekcok, FA keluar dengan menggendong MM dan saat IA dipukul, FA menghalangi, sehingga pukulan itu mengenai tubuh korban sontaknya korban menangis histeris, hingga mengalami luka memar di bagian mata sebelah kanan,” terang Yuliati.</p>
<p>Melihat pukulan tersangka mengenai anaknya lanjut Yuliati, tersangka keluar ruangan dan kabur, sehingga IA melaporkan kejadian ini ke Polsek Pakusari.</p>
<p>&#8220;Mendapat laporan Unit Reskrim Polsek pakusari melakukan penyelidikan keberadaan tersangka, “ lanjutnya.</p>
<p>Berbekal barang bukti yakni 2 lembar hasil Visum luka korban sambung Yuliati, petugas mengadakan pencarian terhadap tersangka. Tak berlangsung lama kemudian petugas mengetahui keberadaan tersangka di rumah tinggalnya dan melakukan penagkapan.</p>
<p>“Petugas mengamankan tersangka dan digelandang ke Mapolsek Pakusari untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, untuk tersangka disangka dengan pasal 80 Ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014, Tentang Perlindungan anak dan atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP, &#8221; pungkasnya. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">100698</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disiplinkan Siswa Jangan Pakai Kekerasan, Kasus SMP  Muhammadiyah 2 Berakhir Damai</title>
		<link>https://memontum.com/disiplinkan-siswa-jangan-pakai-kekerasan-kasus-smp-muhammadiyah-2-berakhir-damai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2019 06:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Jatiroto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91392-disiplinkan-siswa-jangan-pakai-kekerasan-kasus-smp-muhammadiyah-2-berakhir-damai</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Terkait kasus SMP Muhammadiyah 2 Jatiroto Lumajang Jawa Timur, Kapolres Lumajang AKBP DR M Arsal Sahban, menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan Herna Wahyu Purbowo (HWP) pada MA (15) Siswanya kelas IX (Sembilan). Namun pihaknya dalam mengatasi kasus ini menghindari penyelesaian melalui jalur pidana. “Sebenarnya tujuan dari pak Herna baik, karena ingin muridnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Terkait kasus SMP Muhammadiyah 2 Jatiroto Lumajang Jawa Timur, Kapolres Lumajang AKBP DR M Arsal Sahban, menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan Herna Wahyu Purbowo (HWP) pada MA (15) Siswanya kelas IX (Sembilan). Namun pihaknya dalam mengatasi kasus ini menghindari penyelesaian melalui jalur pidana.</p>
<p>“Sebenarnya tujuan dari pak Herna baik, karena ingin muridnya disiplin dan lebih serius menimba ilmu, hanya saja caranya yang salah. Saya menyayangkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru tersebut untuk mendisiplinkan muridnya”, kata Kapolres.</p>
<p>Ia menjelaskan, dalam mengatasi kasus penganiayaan ini Kapolres menghindari penyelesaian melalui jalur Pidana “Tapi dalam menyelesaikan masalah ini saya hindari pendekatan pidana, alangkah lebih baik kalau di selesaikan melalui mediasi antara kedua belah pihak. Saya sudah sampaikan kapolsek untuk menjadi mediator” jelasnya.</p>
<p>“Alhamdulillah, jiwa besar dari Pihak keluarga korban untuk memaafkan oknum guru tersebut, saya apresiasi. Semoga kedepan tidak lagi terjadi cara mendidik anak menggunakan kekerasan, karena cara tersebut tidak akan menyelesaikan masalah. ada cara-cara beradab yang bisa dilakukan untuk mendisiplinkan anak didik” pungkasnya.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/28917-kasek-smp-muhammadiyah-2-jatiroto-lumajang-pukul-siswa-viral-di-medsos" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kasek SMP Muhammadiyah 2 Jatiroto Lumajang, Pukul Siswa Viral di Medsos</a></p>
<p>Sementara itu, Pada pertemuan kedua belah pihak, Rabu (28/8/2019) siang. Ditempat tinggal MA yang disaksikan pihak sekolah, pihak Desa, Polsek Jatiroto serta Tim Cobra Polres Lumajang, HWP meminta maaf atas kejadian tersebut dan mengakui kalau tindakan yang dilakukan salah.</p>
<p>&#8220;Saya meminta maaf kepada orang tua MA dan kepada MA sendiri. Saya menyadari apa yang saya lakukan tidak sesuai dengan nilai-nilai seorang pendidik. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi saya dan juga bagi guru-guru yang lain untuk tidak melakukan cara-cara kekerasan dalam mendisiplinkan anak didiknya” tutur HWP</p>
<p><strong>Baca Juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/28921-keluarga-siswa-muhammadiyah-2-jatiroto-lumajang-minta-kasek-tanggung-biaya-pengobatan-dan-perawatan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Keluarga Siswa Muhammadiyah 2 Jatiroto Lumajang, Minta Kasek Tanggung Biaya Pengobatan dan Perawatan</a></p>
<p>Kapolsek Jatiroto AKP Bambang S SH, menyatakan bahwa sesuai petunjuk Kapolres Lumajang pihaknya mengambil jalur mediasi untuk menyelesaikan kasus ini.</p>
<p>&#8220;Petunjuk Kapolres untuk upayakan mengambil jalur mediasi dalam menyelesaikan masalah ini. Beliau tidak ingin terlalu mudah mentersangkakan orang. Apalagi kasus ini terjadi antara guru dan muridnya. Bisa dikatakan guru itu adalah orang tuanya murid disekolah. Pastilah setiap guru punya tujuan-tujuan yang mulia terhadap anak didiknya. Hanya dalam kasus ini, cara yang dilakukan oleh oknum guru tersebut tidak tepat”, tukas Kapolsek. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91392</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Keluarga Siswa Muhammadiyah 2 Jatiroto Lumajang, Minta Kasek Tanggung Biaya Pengobatan dan Perawatan</title>
		<link>https://memontum.com/keluarga-siswa-muhammadiyah-2-jatiroto-lumajang-minta-kasek-tanggung-biaya-pengobatan-dan-perawatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2019 03:34:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasam di sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[pemukulan]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/91389-keluarga-siswa-muhammadiyah-2-jatiroto-lumajang-minta-kasek-tanggung-biaya-pengobatan-dan-perawatan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Kasus pemukulan yang dilakukan Oknum Kepala Sekolah (Kasek) yang bernama Herna Wahyu Purbowo (HWP). Kasek SMP Muhammadiyah 2 Jatiroto Kec Jatiroto Kab Lumajang Jawa Timur. Kepada muridnya Inisial MA (15) Siswa kelas lX (Sembilan). Yang bertempat tinggal di Dusun Ranupakis Desa Kaliboto kidul Kec Jatiroto. Membuat banyak orang geram. Pasalnya menurut cerita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Kasus pemukulan yang dilakukan Oknum Kepala Sekolah (Kasek) yang bernama Herna Wahyu Purbowo (HWP). Kasek SMP Muhammadiyah 2 Jatiroto Kec Jatiroto Kab Lumajang Jawa Timur. Kepada muridnya Inisial MA (15) Siswa kelas lX (Sembilan). Yang bertempat tinggal di Dusun Ranupakis Desa Kaliboto kidul Kec Jatiroto. Membuat banyak orang geram.</p>
<p>Pasalnya menurut cerita mereka yang menjadi korban pemukulan HWP bukan hanya MA, ada beberapa murid yang diperlakukan serupa. Namun dalam Kasus yang menimpa MA hingga vedeonya viral dimedsos itu memang membuat terharu.</p>
<p>&#8220;Sudah anaknya tidak punya ibu (meninggal) dan tidak tinggal sama bapaknya, itu yang membuat kita terharu, soale anak itu dirawat pamannya di ranupakis,&#8221; kata salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya.</p>
<p>&#8220;Vedeo itu juga disebarkan oleh muridnya yang pernah dia pukul mas. Anak saya juga sekolah disitu. Tapi kalau anak saya yang dipukul, langsung ta cegat di pintu gerbang sekolah mas,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Saat wartawan memontum.com datang ke SMP Muhammadiyah 2, beberapa siswa juga langsung menyampaikan bahwa yang dipukul bukan hanya MA. Namun banyak siswa lain yang pernah menjadi korban pemukulan. Gara-gara telat atau karena bolos sekolah. Bahkan salah seorang siswa mengatakan jika dirinya pernah mengalami kecelakaan motor dan tidak masuk sekolah. Namun dipukul juga ketika masuk sekolah.</p>
<p>&#8220;Banyak yang dipukul pak, saya aja waktu kecelakaan tidak masuk sekolah. Tapi sudah dimintakan izin sama orang tua, tetap dipukul juga,&#8221; ujar salah satu siswa.</p>
<p>&#8220;Pernah waktu pukul saya, tak bilangi mau saya laporkan Polisi. Saya malah diancam,&#8221; kata siswa yang lain.</p>
<p>Sementara itu MA, mengungkapkan kalau dirinya dipukul beberapa kali oleh HWP. Pemukulan itu dilakukan di mushola, namun yang terekam video viral tersebut hanya sekali.</p>
<p>&#8220;Saya sering dipukul, yang terlihat di video itu hanya sekali.Tapi saya dipukul beberapa kali, di kepala bagian belakang, kepala samping, pipi kanan dan kiri&#8221;, tutur MA saat didampingi Bapak Kandung dan Pamannya, Rabu (28/8/2019) ditempat tinggalnya.</p>
<p><strong>Baca :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/28917-kasek-smp-muhammadiyah-2-jatiroto-lumajang-pukul-siswa-viral-di-medsos" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kasek SMP Muhammadiyah 2 Jatiroto Lumajang, Pukul Siswa Viral di Medsos</a></p>
<p>Kondisi MA kini sangat memprihatinkan, ia merasa kesakitan diseparuh badan. &#8220;Sekarang separuh badan saya sakit, kepala pusing dan tangan kanan agak berat, badan gemetaran,&#8221; tutur MA</p>
<p>Paman korban, Bambang Hariyanto, menuntut sang oknum kepala sekolah (HWP) untuk menanggung seluruh biaya pengobatan MA hingga sembuh.</p>
<p>&#8220;Meski kasus ini sudah selesai secara kekeluargaan, kami menuntut HWP untuk menanggung biaya pengobatannya baik fisik maupun psikisnya hingga sembuh dan kami berharap tidak ada lagi pemukulan terhadap MA&#8221;, pungkasnya.<strong> (adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">91389</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
