<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Penampakan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penampakan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Jul 2020 12:47:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Penampakan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Warga Desa Tegalsari Kepanjen Digegerkan Penampakan Ular Raksasa</title>
		<link>https://memontum.com/warga-desa-tegalsari-kepanjen-digegerkan-penampakan-ular-raksasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2020 12:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tegalsari]]></category>
		<category><![CDATA[kepanjen]]></category>
		<category><![CDATA[Penampakan]]></category>
		<category><![CDATA[ular phyton]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/118664-warga-desa-tegalsari-kepanjen-digegerkan-penampakan-ular-raksasa</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Warga Desa Tegalsari Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang belum lama ini dikejutkan dengan kabar ditemukanya seekor ular besar sejenis ular phyton atau ular sanca. Kabar tersebut semakin hari semakin banyak diperbincangkan masyarakat. Pasalnya, berdasarkan salah seorang saksi, ukuran ular tersebut sangat besar, dengan lingkar badan dua kali dari lingkar paha pria dewasa. Semakin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Warga Desa Tegalsari Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang belum lama ini dikejutkan dengan kabar ditemukanya seekor ular besar sejenis ular phyton atau ular sanca.</p>
<p>Kabar tersebut semakin hari semakin banyak diperbincangkan masyarakat. Pasalnya, berdasarkan salah seorang saksi, ukuran ular tersebut sangat besar, dengan lingkar badan dua kali dari lingkar paha pria dewasa.</p>
<p>Semakin berkembangnya kabar tersebut, membuat warga akhirnya berniat untuk bisa menangkap ular tersebut hidup-hidup. Sebab, dari keterangan yang diperoleh salah seorang saksi, Senin (6/7/2020) sore, ular tersebut diketahui bersembunyi di sebuah goa batu yang terletak di plengsengan aliran sungai brantas yang melintasi wilayah Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen.</p>
<p>Selasa (7/7/2020) siang, warga akhirnya berkumpul untuk membicarakan keberadaan ular tersebut lebih lanjut. Pasalnya, lokasi ular tersebut bersembunyi, berbatasan dengan lahan pertanian warga. Selain itu, di sekitar daerah tersebut tersebut juga kerap digunakan masyarakat sebagai lokasi memancing.</p>
<p>&#8220;Kalau seukuran paha orang dewasa ya lebih, lebar kepalanya saja kalau dilihat sekilas masih lebih lebar dari ukuran telapak tangan orang dewasa,&#8221; ujar salah seorang warga bernama rizki yang mengaku sempat melihat ular tersebut bersembunyi di gua yang dimaksud belum lama ini.</p>
<p>Bersama tokoh masyarakat setempat, beberapa warga pun akhirnya memutuskan untuk bersama pergi ke lokasi tempat ular tersebut bersembunyi. Dengan maksud ingin mempelajari medan lebih lanjut, jika nantinya ular tersebut ditangkap untuk dievakuasi.</p>
<p>&#8220;Ya rencananya diupayakan untuk bisa ditangkap, jangan lah kalau dibunuh. Seandainya berhasil ditangkap, nantinya juga tidak akan dilepaskan di sekitar sini, karena kasian warga yang biasa cari ikan kalau tiba-tiba ular itu muncul lagi,&#8221; ujar salah seorang tokoh masyarakat.</p>
<p>Sekitar pukul 14.00, sekitar 15 orang warga dengan beberapa tokoh masyarakat menuju lokasi yang dimaksud. Sebagai informasi, untuk menuju lokasi tempat bersembunyinya ular tersebut, warga harus melewati ladang perkebunan hingga di plengsengan di bibir sungai.</p>
<p>Sampai di lokasi, warga pun langsung bergegas untuk melihat keadaan sekitar. Dan memastikan, apakah sasaran yang dimaksud masih tetap di goa yang menurut keterangan saksi sebagi tempat sembunyi.</p>
<p>Sebagai informasi, keadaan lokasi tersebut sangat rimbun, ditumbuhi dengan berbagai jenis tumbuhan seperti bambu dan semak-semak dari tanaman lain. Dan dari pengamatan yang dilakukan di lapangan, lokasi tersebut memang sangat sesuai sebagai tempat hewan melata ini sembunyi.</p>
<p>Sayangnya, di lokasi tersebut ular yang dimaksud tidak ditemukan. Setelah sekitar 30 menit warga memastikan bahwa ular yang dimaksud tidak ada di liangnya, warga pun akhirnya memutuskan untuk kembali.</p>
<p>Namun begitu, warga memutuskan untuk tetap meningkatkan kewaspadaanya, sebagai antisipasi jika ular tersebut kembali muncul. <strong>(gim/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh..! Anak Buaya Muncul di Κreongan Lor Patrang, Warga Waspada Induknya</title>
		<link>https://memontum.com/heboh-anak-buaya-muncul-di-%ce%9areongan-lor-patrang-warga-waspada-induknya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2018 13:40:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Penampakan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22860-heboh-anak-buaya-muncul-di-%ce%9areongan-lor-patrang-warga-waspada-induknya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8212; Sepertinya tidak bisa dipercaya kalau di kota Jember bisa ada buaya yang hidup berkeliaran di sungai kecil di perkampungan warga. Namun hal ini menjadi heboh karena warga RW 10 Jember Lor Patrang berhasil menangkapnya ketika buaya tersebut muncul dan keluar dari sarangnya, yaitu cempolong pembuangan milik warga (28/1/2017) Hebok, warga yang pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jember </strong>&#8212; Sepertinya tidak bisa dipercaya kalau di kota Jember bisa ada buaya yang hidup berkeliaran di sungai kecil di perkampungan warga.</p>
<p>Namun hal ini menjadi heboh karena warga RW 10 Jember Lor Patrang berhasil menangkapnya ketika buaya tersebut muncul dan keluar dari sarangnya, yaitu cempolong pembuangan milik warga (28/1/2017)</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-22862" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18.53-PM-1.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Hebok, warga yang pertama kali melihat kemunculan buaya ini  menyatakan bahwa beberapa hari belakangan ikan pembersih kaca yang ada di kali tersebut habis dimangsanya. &#8221; Sepertinya masih ada satu lagi  yang lebih besar dari ini mas, karena saya tadi sempat melihat ekornya dicempolong itu&#8221;, katanya kepada Memontum.com.</p>
<p>Ketika hal ini dikonfirmasi kepada ketua RW setempat, Sugeng Hariadi menyatakan akan melaporkan pada Dinas terkait karena menurutnya buaya adalah hewan berbahaya bila sampai berkeliaran bebas dipemukinan warga seperti di wilayah Kreongan ini. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-22861" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-28-at-8.18a.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Karena jika hal ini tidak mendapat  penanganan yang tepat  dikhawatirkan membahayakan warga saya, karena sewaktu waktu bisa naik ke darat dan akan memangsa apa saja ditemuinya&#8221; demikian Sugeng menyatakan kekhawatirannya. <strong>(cw2/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22860</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
