<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Penangkapan Berlebih &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penangkapan-berlebih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2021 17:08:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Penangkapan Berlebih &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Terkait Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan, Kapolsek Prenduan Bungkam</title>
		<link>https://memontum.com/terkait-penangkapan-terduga-pelaku-pembunuhan-kapolsek-prenduan-bungkam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2021 17:08:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Bungkam Sriwijaya FC]]></category>
		<category><![CDATA[Geledah Rumah Terduga]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Pembunuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Berlebih]]></category>
		<category><![CDATA[Prenduan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=147380</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep &#8211; Penangkapan terduga pelaku pembunuhan di Dusun Galis, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, beberapa waktu lalu menyisakan tanya di mata masyarakat. Pasalnya, Polsek Prenduen disebut-sebut hanya menangkap dua orang, dari enam orang yang dilaporkan sebagai terlapor. Sayangnya, saat memontum.com mengkonfirmasi ke Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, meminta agar mengkonfirmasikan langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> &#8211; Penangkapan terduga pelaku pembunuhan di Dusun Galis, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, beberapa waktu lalu menyisakan tanya di mata masyarakat. Pasalnya, Polsek Prenduen disebut-sebut hanya menangkap dua orang, dari enam orang yang dilaporkan sebagai terlapor.</p>



<p>Sayangnya, saat memontum.com mengkonfirmasi ke Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, meminta agar mengkonfirmasikan langsung ke polsek. Dengan alasan, penyidikan masih ditangani polsek.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/puluhan-pelukis-nusantara-meriahkan-festival-seni-lukis-madura">Puluhan Pelukis Nusantara Meriahkan Festival Seni Lukis Madura</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-sumenep-kemas-pameran-pembangunan-dalam-madura-night-vaganza">Pemkab Sumenep Kemas Pameran Pembangunan Dalam Madura Night Vaganza</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gunakan-energi-bersih-rec-pemkab-sumenep-nota-kesepahaman-dengan-pln">Gunakan Energi Bersih REC, Pemkab Sumenep Nota Kesepahaman dengan PLN</a></li>
</ul>


<p>ogah memberikan &#8220;Silahkan cek dan konfirmasi ke Polsek Prenduan saja,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, ketika hal ini hendak dikonfirmasikan ke Kapolsek Prenduan, AKP Achmad Supriyadi, terkesan tidak mau merespon. Berulang kali dihubungi melalui pesan WhatsApp, tidak mendapat jawaban dari Kapolsek Prenduan tersebut. Padahal pesan tersebut terkirim (terlihat centang dua) dan dibaca oleh Kapolsek Prenduan pada Minggu (20/06). Namun, terakhir dihubungi atau terkirim (centang dua) pada Selasa (06/07), masih belum mendapat jawaban.</p>



<p>Sementara itu, suara kekecewaan kepada Polsek Prenduan, datang dari pihak keluarga korban. Istri korban, Eni, sangat berharap agar pelaku yang telah merenggut nyawa suaminya, Abdul Latif, segera tertangkap semua.</p>



<p>&#8220;Pelaku diduga kuat bukan hanya dua orang. Namun, melainkan sebanyak enam orang. Pelakunya, dugaan saya tetangga sendiri kok,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Menurut Eni , korban dibunuh usai melihat Haflatul Imtihan di Desa Aeng Panas. Dalam perjalanan pulang, korban tiba-tiba saja langsung dibacok. &#8220;Tolong seret dan tangkap semua pelakunya,&#8221; tegas Eni. <strong>(dan/edo/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">147380</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penangkapan Berlebih, Pemerintah Galakkan Restocking Ikan</title>
		<link>https://memontum.com/penangkapan-berlebih-pemerintah-galakkan-restocking-ikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Nov 2017 13:53:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Berlebih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=6485</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Tulungagung&#8212;- Air adalah sumber kehidupan dan penghidupan.  Pepatah tersebut memperingatkan kepada kita agar selalu menjaga sumberdaya perairan sebagai upaya menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup termasuk kita manusia didalamnya. Salah satunya adalah Restocking ikan. Hal ini merupakan salah satu upaya penambahan stock ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum, pada perairan yang dianggap telah mengalami [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b><span lang="SV">Memontum Tulungagung&#8212;- </span></b><span lang="SV">Air adalah sumber kehidupan dan penghidupan.  </span>Pepatah tersebut memperingatkan kepada kita agar selalu menjaga sumberdaya perairan sebagai upaya menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup termasuk kita manusia didalamnya. Salah satunya adalah Restocking ikan. Hal ini merupakan salah satu upaya penambahan stock ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum, pada perairan yang dianggap telah mengalami penurunan stock akibat  tingkat pemanfaatan yang berlebihan.<br />
&nbsp;</p>
<p><span lang="SV">Tujuan restocking selain menambah stock ikan agar dapat dipanen sebagai ikan konsumsi, juga bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang. Menurut Kepala Dinas Perikanan Tulungagung Tatang Suhartono, keberadaan ikan pada suatu perairan akan memberikan manfaat baik bagi ekosistem pada perairan tersebut maupun bagi manusia sebagai bahan pangan.</p>
<p></span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV">&#8220;Kegiatan restocking ikan  adalah salah satu bentuk konservasi sebagai upaya untuk menyadarkan  masyarakat agar keberadaan ikan yang hidup diperairan tersebut tetap lestari&#8221;, Kata Tatang.  Hal ini dipandang penting untuk dilakukan, karena potensi ikan lokal di perairan sudah semakin menurun.  Selain itu masih maraknya kegiatan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan (illegal fishing) seperti memakai setrum, racun, dll yang masih dijumpai di perairan umum wilayah Kabupaten Tulungagung.  </span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV">&#8220;Kegiatan konservasi bukan hanya melindungi ikan saja tetapi juga pemanfaatan yang berkelanjutan, artinya ikan yang boleh ditangkap untuk dikonsumsi adalah ikan ukuran konsumsi saja, sedangkan benih-benih dan induk ikan yang tertangkap harus dikembalikan lagi ke perairan tersebut &#8220;, imbuhnya. Hal ini dilakukan kata Tatang, dengan harapan  memberi kesempatan pada ikan untuk tumbuh dan berkembang.</span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV">Sebelumnya, upaya Peningkatan Stok Ikan di PUD ini terbagi menjadi beberapa sesi kegiatan, yakni Restoking ikan Sosialisasi Kegiatan Studi Lapang ke Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kulonprogo, DI Jogjakarta pada Senin, (20-02-2017) lalu.<br />
Untuk menindak lanjuti kegiatan tersebut, Dinas terkait telah menebar Benih Ikan yang ditebar untuk kegiatan ini adalah ikan nila sebanyak 220.000 ekor.  Sebanyak 14 perairan telah dilakukan restocking secara serentak.  Restocking ikan ini melibatkan Kepala Desa dan masyarakat.  Benih ikan diterimakan kepada Kepala Desa di kantor Dinas Perikanan, untuk kemudian ditebar di perairan di daerahnya.  Sebanyak 14 perairan yang ditebar benih ikan nila tersebut adalah Kali Ngrowo yang ada di wilayah Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung.</span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV">Selain penebaran ikan, Sosialisasi tentang Pengelolaan Sumberdaya Ikan<br />
Kegiatan Sosialisasi tentang Pengelolaan Sumberdaya Ikan juga telah dilaksanakan di Gedung Pertemuan Dinas Perikanan pada Tanggal 23 Februari 2017 lalu.  </span>Sosialisasi ini dihadiri oleh sebanyak 45 kepala desa yang daerahnya memiliki perairan umum dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung.  <span lang="SV">Tujuan dari sosialisasi ini adalah agar kepala desa memahami dan bisa menerapkan pengelolaan sumberdaya ikan yang sesuai dengan kaidah konservasi.  </span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV">Narasumber dari sosialisasi ini adalah dari Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, yakni Dra. Dwi Ambarwati, MM (Kepala Bidang Perikanan Tangkap), Titik Nurhidayati, S.Pi (Kasie Pengelolaan Sumberdaya Ikan), Sumadi, A.Md (coordinator penyuluh perikanan) dan Arif Sujoko, S.Pi, MM (staf Dinas Perikanan).<br />
Sebelumnya, Dinas Perikanan juga melakukan Studi Lapang di Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kulonprogo, DI Jogjakarta.</span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV"><br />
Studi lapang yang pesertanya terdiri dari peserta sosialisasi dan panitia dari Dinas Perikanan Kab. Tulungagung telah dilaksanakan pada    27 sd 28   Februari 2017.   Pemilihan daerah yang dikunjungi yakni Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kulonprogo, DI Jogjakarta dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut telah memiliki peraturan desa  yang mengatur tentang sumberdaya alam yang ada di daerahnya.  Dengan perdes yang dimiliki di Desa Jatimulyo, sumberdaya alam yang ada didesa itu sangat terjaga.  </span></p>
<p><span lang="SV"> </span></p>
<p><span lang="SV">&#8220;Mereka memiliki destinasi Ekowisata Sungai Mudal yang masih alami dan penuh dengan nuansa kearifan lokal&#8221;, kata Kepala Dinas. Tujuan dari kegiatan studi lapang ini adalah dengan mengunjungi Desa Jatimulyo dengan ekowisatanya Sungai Mudal, diharapkan para kepala desa yang melakukan studi lapang ini dapat mengadopsi untuk dapat diterapkan di daerahnya masing-masing.  &#8220;Khususnya adanya perdes yang mengatur tentang pengelolaan sumberdaya alam/lingkungannya yang memenuhi kaidah konservasi lingkungan&#8221;, pungkasnya.<b>(zul/yan)</b></span></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6485</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
