<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penari &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penari/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Oct 2024 09:41:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penari &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Seribu Penari Bakal Meriahkan Pagelaran Kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/seribu-penari-bakal-meriahkan-pagelaran-kolosal-gandrung-sewu-di-pantai-marina-boom-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Oct 2024 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[kolosal]]></category>
		<category><![CDATA[marina]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[seribu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215660</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Lestarikan budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali bakal menghadirkan pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (26/10/2024) pekan depan. Dalam pagelaran ini, lebih dari seribu Penari Gandrung akan menyuguhkan atraksi seni yang menawan dan bakal menyedot wisatawan. “Gandrung Sewu adalah salah satu budaya yang digelar oleh Banyuwangi sebagai atraksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Lestarikan budaya daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali bakal menghadirkan pagelaran kolosal Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (26/10/2024) pekan depan. Dalam pagelaran ini, lebih dari seribu Penari Gandrung akan menyuguhkan atraksi seni yang menawan dan bakal menyedot wisatawan.</p>



<p>“Gandrung Sewu adalah salah satu budaya yang digelar oleh Banyuwangi sebagai atraksi pariwisata. Gandrung Sewu juga menjadi ajang konsolidasi budaya sekaligus upaya melakukan pelestarian dan regenerasi kesenian Gandrung,” kata Plt Bupati Banyuwangi, Sugirah, Senin (21/10/2024) tadi.</p>



<p>Tahun ini, ujarnya, pagelaran seni kolosal akan mengangkat tema besar &#8216;Payung Agung&#8217;, yang terinspirasi dari keberagaman etnis yang ada di Banyuwangi. Diketahui, Banyuwangi sendiri terdiri atas beragam suku, mulai Suku Osing Jawa, Madura, Mandar dan Bali. Semuanya memberikan warna pada kehidupan seni dan budaya di daerah.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi telah menggelar event Gandrung Sewu sejak tahun 2012. Dihelat sejak 12 tahun lalu, animo masyarakat yang ingin terlibat dalam event ini setiap tahunnya tak pernah surut.</p>



<p>Ribuan siswa yang ingin andil sebagai penari dalam Gandrung Sewu ini terus bertambah. Setiap tahunnya, penyelenggara menggelar seleksi karena tingginya antusias pelajar yang ingin terlibat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Inilah salah satu bentuk regenerasi pelaku seni yang terus kita lakukan. InshaAllah Banyuwangi tidak terlalu khawatir akan keberlanjutan kesenian daerahnya. Tidak hanya Gandrung Sewu, kami juga terus akan mensuport kesenian daerah lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Berkat konsistensi ini, sejak 2023 event Gandrung Sewu juga menjadi salah satu even unggulan dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut dalam upaya pelestarian Tari Gandrung dan menjadikannya terus berkembang sampai dengan saat ini,” kata Sugirah.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar), Taufik Rohman, menerangkan bahwa Gandrung Sewu akan dihelat dengan sejumlah rangkaian. Di awali 24 Oktober, Padang Ulanan yakni apresiasi tari dan musik tradisi pada pukul 14.00 siang.</p>



<p>Menyusul 25 Oktober akan berlangsung Meras Gandrung pada pukul 16.00 yang dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Gagrak Banyuwangi pada pukul 19.00. “Pagelaran kolosal Gandrung Sewu akan berlangsung 26 Oktober mulai pukul 13.00 di tepi Pantai Marina Boom,” kata Plt Dispar Taufik.</p>



<p>Ditambahkannya, Sendratari Gandrung Sewu tahun ini akan mengisahkan bagaimana para Penari Gandrung yang berlatar belakang dari berbagai suku di Banyuwangi hidup dalam keadaan yang rukun dan guyub. “Keragaman suku ini akan divisualisasikan oleh para Penari Gandrung, dengan menarikan tarian dari suku-suku tersebut diiringi lagu daerahnya masing-masing. Inikan menjadi atraksi yang menarik, bagaimana seni budaya dari berbagai suku di Banyuwangi kita visualisasikan dalam sebuah koreografi yang apik dalam payung besar Gandrung Sewu,” kata Taufik.<strong> (kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215660</post-id>	</item>
		<item>
		<title>2 Ribu Penari Meriahkan Gelaran Situbondo Ethnic Festival 2023</title>
		<link>https://memontum.com/2-ribu-penari-meriahkan-gelaran-situbondo-ethnic-festival-2023</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Nov 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[ethnic]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202310</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Sebanyak 2 ribu penari dari berbagai daerah turut meramaikan event Situbondo Ethnic Festival (SEF) 2023, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. Ribuan penari tersebut, hadir dengan menyuguhkan sejumlah tarian budaya daerah dengan tema &#8216;Situbondo Legend&#8217;. Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa selain menampilkan atraksi tarian lokal Situbondo, juga menampilkan tarian lokal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Sebanyak 2 ribu penari dari berbagai daerah turut meramaikan event Situbondo Ethnic Festival (SEF) 2023, yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. Ribuan penari tersebut, hadir dengan menyuguhkan sejumlah tarian budaya daerah dengan tema &#8216;Situbondo Legend&#8217;.</p>



<p>Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengatakan bahwa selain menampilkan atraksi tarian lokal Situbondo, juga menampilkan tarian lokal dari berbagai daerah di Indonesia.Tarian dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia, tersebut juga ditampilkan untuk dikenalkan kepada warga Situbondo.</p>



<p>Tujuannya, tentu untuk memperkaya khazanah budaya bahwa di negara ini kaya budaya. &#8220;Tari budaya lokal ini harus kita lestarikan dan kita kenalkan. Jadi, tidak hanya di tingkat regional tapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,&#8221; kata Bupati Karna Suswandi, Minggu (26/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bupati yang akrab disapa Bung Karna ini menambahkan, tari kolosal dari berbagai daerah itu, punya makna sejarah. Misal Tari Landhung asal Situbondo, yang menggambarkan panjang garis pantai di Situbondo yang mencapai 150 kilometer, dengan mata pencaharian masyarakat yang didominasi oleh nelayan dan petani.</p>



<p>&#8220;Setiap tari yang ditampilkan oleh 17 kecamatan di Situbondo, punya kisah sejarah masing-masing. Demikian pula tarian lokal dari berbagai daerah,&#8221; bebernya.</p>



<p>Adapun jenis tari yang tampil pada acara SEF, diantaranya tari dari Aceh, Papua, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, IKJ Jakarta, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Denpasar, Universitas Negeri Malang, Lamongan, Lumajang, Sumenep, Banyuwangi dan Bondowoso. Tema Situbondo Legend ini mengandung makna bahwa Situbondo merupakan daerah yang punya banyak legenda.</p>



<p>Daerah yang melahirkan banyak budaya, tidak hanya tarian, namun juga beberapa lainnya seperti pertunjukan Ojung. &#8220;Kita ingin dikenal sebagai kabupaten yang kaya akan budaya. Itu akan menambah pola pikir masyarakat bahwa Situbondo, serta Indonesia kaya budaya,&#8221; tambahnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kearifan Lokal, Gelaran 1.569 Penari Boran dan Gebyar 4.540 Sego Boran Lamongan Pecahkan Rekor Muri</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kearifan-lokal-gelaran-1-569-penari-boran-dan-gebyar-4-540-sego-boran-lamongan-pecahkan-rekor-muri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2023 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[boran]]></category>
		<category><![CDATA[gebyar]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[lokal]]></category>
		<category><![CDATA[MURI]]></category>
		<category><![CDATA[pecahkan]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor]]></category>
		<category><![CDATA[sego]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194007</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan mengangkat kearifan lokal dengan menyuguhkan Pagelaran Kolosal Tari Boranan yang diikuti 1.569 penari dari tingkat pelajar, dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke-454. Selain itu, juga melaksanakan Gebyar Sego Boran 4.540 porsi di Alun-alun Kota Lamongan, Minggu (23/07/2023) tadi. Melalui kegiatan yang disuguhkan itu, Kabupaten Lamongan berhasil memecahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Lamongan mengangkat kearifan lokal dengan menyuguhkan Pagelaran Kolosal Tari Boranan yang diikuti 1.569 penari dari tingkat pelajar, dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Jadi Lamongan Ke-454. Selain itu, juga melaksanakan Gebyar Sego Boran 4.540 porsi di Alun-alun Kota Lamongan, Minggu (23/07/2023) tadi.</p>



<p>Melalui kegiatan yang disuguhkan itu, Kabupaten Lamongan berhasil memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Bahkan, hal tersebut dikukuhkan dengan diberikannya Piagam Penghargaan MURI dengan Nomor 11.081-11.082/R.MURI/VII/2023, dari Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, yang diserahkan oleh perwakilan Tim MURI, Sri Widayati kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.</p>



<p>Disampaikan Sri Widayati, bahwa pencatatan Muri ditujukan untuk mengapresiasi karsa dan karya superlatif yang diciptakan oleh putra-putri Indonesia. Juga, sebagai sarana pencatat sejarah yang menginspirasi profesionalisme dan integritas generasi penerus bangsa.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sebelumnya, di Kabupaten Lamongan sendiri telah tercatat beberapa Rekor Muri, diantaranya pembuatan Wingko Babat terbesar, bakar ikan di atas kapal terbanyak, pembuatan tenun ikat colet terpanjang dan masih banyak lainnya. Ditambah, dengan pemecahan kali ini yakni Pagelaran Kolosal Tari Boran 1.569 peserta dan Gebyar 4.540 Sego Boran.</p>



<p>&#8220;Setelah diverifikasi, dilakukan penghitungan dan tepat dengan angka tersebut (1.569 penari dan 4.540 porsi Sego Boran). Sehingga, kegiatan ini luar biasa tentunya, sebagai wujud nyata dari Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam hal Handarbeni (memiliki), Hangrungkebi (mempertahankan), Nguri-uri (merawat, menjaga, melestarikan) kebudayaan asli Lamongan. Mengangkat kearifan lokal dari Kabupaten Lamongan, maka oleh Ketua Umum MURI, Bapak Jaya Suprana, Rekor MURI ini tidak hanya dicatat sebagai rekor nasional namun dikukuhkan sebagai rekor dunia,&#8221; kata Sri Widayati.</p>



<p>Bupati Yuhronur Efendi dalam kesempatan itu mengatakan bahwa Nasi Boranan merupakan kuliner budaya asli Lamongan yang sudah berlangsung lama. Kemudian, ini diekspresikan dalam bentuk tarian yang saat ini dijadikan sebagai muatan lokal untuk bisa ditarikan oleh seluruh siswa yang ada di Kabupaten Lamongan.</p>



<p>&#8220;Seiring dengan pencapaian Rekor MURI ini tentu kita akan semakin menegaskan bahwa Lamongan ini memiliki sebuah tarian yang sudah membudaya. Dan tentu di dalam Tarian Nasi Boran itu ada nilai-nilai filosofi yang merupakan nilai-nilai masyarakat Lamongan yakni kemandirian, loyal, nyaman, dan sebagainya, yang berusaha untuk ditunjukkan dalam bentuk tarian itu,&#8221; kata Bupati Yuhronur.</p>



<p>Ditambahkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubikah, kegiatan bertajuk &#8216;Lamongan Menari&#8217; kolaborasi antara berbagai sektor (Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan) ini ditujukan untuk mengenalkan seni tradisi Tari Boranan kepada khalayak luas. &#8220;Seluruh Penari Boran yang ada di Kabupaten Lamongan ini adalah pelajar yang terdiri dari tingkat SD sebanyak 400 siswa, tingkat SMP 600 siswa, SMA/SMK 400 siswa, MA-MTS-MI sebanyak 169 siswa, total adalah 1.569 penari. Dimana angka tersebut adalah kita ambil dari semangat Hari Jadi Lamongan yang ditetapkan lahirnya di tahun 1569 M. Berikutnya kami juga menyajikan sejumlah 4.540 porsi Sego Boran yang berfilosofi dari umur Lamongan yang menginjak angka 454 tahun,&#8221; terang Siti Rubikah.<strong>&nbsp;(zen/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194007</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mayrizka Safira Arindya, Penari Asal Batu Meriahkan HUT Memo X</title>
		<link>https://memontum.com/mayrizka-safira-arindya-penari-asal-batu-meriahkan-hut-memo-x</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Oct 2019 23:58:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KREATIF MASYARAKAT]]></category>
		<category><![CDATA[HUT]]></category>
		<category><![CDATA[Memo X]]></category>
		<category><![CDATA[penari]]></category>
		<category><![CDATA[sosok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98617-mayrizka-safira-arindya-penari-asal-batu-meriahkan-hut-memo-x</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Melalui seni tari, dara cantik bernama Mayrizka Safira Arindya ingin melestarikan budaya tari tradisional Indonesia kepada generasi muda. Saat ini, menurut Mayrizka, budaya asli Indonesia khususnya tarian sudah mulai tergerus budaya asing. Pesatnya industri K-POP asal Korea Selatan mengancam budaya negeri jika tidak dilestarikan. Untuk itu siswi SMK Negeri I Kota Batu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Melalui seni tari, dara cantik bernama Mayrizka Safira Arindya ingin melestarikan budaya tari tradisional Indonesia kepada generasi muda.</p>
<p>Saat ini, menurut Mayrizka, budaya asli Indonesia khususnya tarian sudah mulai tergerus budaya asing. Pesatnya industri K-POP asal Korea Selatan mengancam budaya negeri jika tidak dilestarikan. Untuk itu siswi SMK Negeri I Kota Batu Kelas XIII Jurusan Tata Kecantikan ini memantapkan niat dan hatinya menggeluti seni tari.</p>
<p>&#8220;Alasan saya menggeluti tari selain hobi sejak kecil terpenting yaitu melestarikan budaya tradisional Indonesia yaitu tari,&#8221; kata Mayrizka setelah menampilkan Tari Jejer Jaran Dawuk asal Banyuwangi ketika acara HUT Ke 4 Harian Pagi Memo X, Minggu (28/10/2019) siang, di Convention Hall Sengkaling, Kota Malang.</p>
<p>Harapan perempuan yang beralamatkan di Jalan Sajid Nomor 2, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, dengan melihat atraksi menarinya, penonton yang menyaksikan terutama remaja bisa tergugah, kemudian ikut berperan aktif melestarikan tarian tradisional demi menjaga budaya sendiri.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai terbawa budaya luar, kalau tidak kita, siapa lagi yang melestarikan. Untuk kaum remaja biar mengingat budaya sendiri dan tidak terbawa budaya luar,&#8221; tambah putri pasangan Andik Hanafi dan Rini kelahiran Kota Batu, 8 Mei 2012 ini.</p>
<p>May mengaku hobi tari muncul sejak kecil karena darah seni yang diturunkan dari orang tuanya, lalu mengikuti Tari Semut di salah satu gelaran Pemkot Batu dan terus berlanjut. Sekarang Mayrizka terus menimba ilmu di Sanggar Karawitan Indonesia (SKI) dan Suara Untuk Indonesia (SUI) Kota Batu.</p>
<p>Bukan hanya mengisi acara, beberapa ajang perlombaan tari juga sering ia ikuti dan menorehkan beberapa prestasi bergengsi kelas beregu.</p>
<p>Misalnya menjadi Juara I FLS2N tingkat Kota Batu tahun 2016 silam dengan mengangkat cerita petani yang sering pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Kemudian, Juara Harapan I Tari Beregu Tingkat Jatim menampilkan Tari Sri Kandi.</p>
<p>&#8220;Budaya itu sangatlah perlu untuk di lestarikan dan salah satu caranya adalah kita mau belajar menari, bahkan kalau kita mampu kita juga harus bisa mengajarkannya kepada anak-anak yang masih dini karena pada dasarnya merekalah yang akan menjadi penerus bangsa yang akan memimpin negeri kita tercinta ini,&#8221; tutupnya. <strong>(tim/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98617</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
