<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penculikan anak &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penculikan-anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2023 13:36:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penculikan anak &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sikapi Pesan Ancaman Penculikan Anak, Ini Kata Disdikbud Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/sikapi-pesan-ancaman-penculikan-anak-ini-kata-disdikbud-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2023 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Disdikbud Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penculikan]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182409</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Maraknya pesan berantai di media sosial tentang ancaman penculikan anak yang terjadi di Indonesia, atau khususnya di Kota Malang, menimbulkan rasa cemas di masyarakat. Lebih-lebih bagi masyarakat yang memiliki anak usia sekolah. Mengantisipasi terjadinya kasus penculikan anak di Kota Malang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, memberikan imbauan dan pencegahan. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Maraknya pesan berantai di media sosial tentang ancaman penculikan anak yang terjadi di Indonesia, atau khususnya di Kota Malang, menimbulkan rasa cemas di masyarakat. Lebih-lebih bagi masyarakat yang memiliki anak usia sekolah.</p>



<p>Mengantisipasi terjadinya kasus penculikan anak di Kota Malang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, memberikan imbauan dan pencegahan.</p>



<p>Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan jika pesan atau kejadian penculikan itu perlu diwaspadai. Terutama, ini menyangkut peran dari orang tua dan guru, dalam menjaga anak harus betul-betul diterapkan dengan baik.</p>



<p>“Memang perlu diwaspadai. Makanya, ini tentunya perlu sinergitas, perlu gerak bersama. Jadi, saya rasa mulai dari orang tua, guru, tenaga kependidikan, ini untuk terus memberikan edukasi dan langkah-langkah pencegahan, terkhusus kepada peserta didiknya,” jelas Suwarjana, Rabu (01/02/2023) tadi.</p>



<p>Disebutkan Suwarjana, jika ada beberapa langkah yang perlu dilakukan guna mewaspadai kasus penculikan yang terjadi. Pertama, menurutnya orang tua dan guru wajib untuk senantiasa mengawasi dan mengetahui keberadaan si anak.</p>



<p>“Senantiasa mengawasi anak. Dengan mengetahui keberadaan, dengan siapa dan sedang apa buah hati panjenengan lakukan. Dan memberikan wejangan agar tidak bermain terlalu jauh dari rumah atau bermain ditempat yang sepi,” tuturnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Kemudian, kedua yakni pentingnya memberikan pemahaman dan penjelasan kepada anak, agar tidak mengikuti ajakan dari orang yang tidak dikenal. Walaupun di iming-imingi uang, jajan ataupun dengan alasan bahwasannya disuruh menjemput.</p>



<p>“Bilamana diajak secara paksa, kita perlu memberikan penjelasan untuk si anak, agar jangan takut untuk berteriak minta tolong atau lari menjauh dari orang yang mengajak paksa itu,” katanya.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkan, jika orang tua juga harus tepat waktu dalam menjemput sang anak. Kemudian, juga tidak memperbolehkan orang yang tidak dikenal&nbsp; untuk menjemput anak dengan alasan apapun.</p>



<p>“Bilamana ada orang yang tidak dikenal ingin menjemput siswa dengan alasan orang tuanya terkena musibah atau semacamnya, guru dan orang tua ini harus saling kordinasi. Orang tua juga harus menjemput anak tepat waktu saat pulang sekolah sesuai jadwal yang ada, atau sesuai pemberitahuan,” imbuh Suwarjana.</p>



<p>Sebagai informasi, sebelumnya telah muncul informasi kasus percobaan penculikan anak di MIN Malang 1. Dari pesan berantai yang tersebar di WhatsApp, menyebutkan bahwa anak tersebut diiming-imingi permen oleh pelaku, yang mengaku sebagai orang suruhan ibunya. Beruntung, dalam narasi pesan tersebut dijelaskan bahwa si anak berhasil melawan dan menjauh dari ajakan pelaku. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182409</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pesan Berantai Penculikan Anak Hebohkan Blitar</title>
		<link>https://memontum.com/pesan-berantai-penculikan-anak-hebohkan-blitar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2023 12:29:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kota blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Penculikan]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=182326</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Warga Blitar Raya dihebohkan dengan pesan berantai penculikan anak. Pesan berantai tersebut, berisi voice note seorang wanita yang beredar di group WhatsApp di Blitar Raya. Pesan berantai berisi voice note itu, ditujukan kepada orang tua siswa, agar waspada terhadap aksi penculikan anak. Selain itu, dikatakan juga dalam pesan tersebut bahwa upaya penculikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Warga Blitar Raya dihebohkan dengan pesan berantai penculikan anak. Pesan berantai tersebut, berisi voice note seorang wanita yang beredar di group WhatsApp di Blitar Raya.</p>



<p>Pesan berantai berisi voice note itu, ditujukan kepada orang tua siswa, agar waspada terhadap aksi penculikan anak. Selain itu, dikatakan juga dalam pesan tersebut bahwa upaya penculikan anak dilakukan dengan sasaran anak-anak sekolah dasar saat sedang melakukan kegiatan olah raga.</p>



<p>Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Ahmad Rochan, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menegaskan bahwa berdasarkan penelusuran, belum ada laporan ataupun aksi penculikan anak sekolah. &#8220;Siang ini kita melihat ada pesan berantai yang menyebar di group-group WhatsApp masyarakat. Katanya, ada percobaan penculikan di wilayah Kecamatan Sukorejo dan Kecamatan Sananwetan. Tapi saat kami konfirmasi ke wilayah itu, tidak ada laporan,&#8221; kata AKP Ahmad Rochan, Selasa (31/01/2023) tadi.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-rencanakan-bangun-skywalk-di-dua-lokasi-dari-dana-bank-dunia">Pemkot Malang Rencanakan Bangun Skywalk di Dua Lokasi dari Dana Bank Dunia</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/objek-wisata-banyuwangi-2026-perkuat-seni-dan-budaya-masyarakat">Objek Wisata Banyuwangi 2026 Perkuat Seni dan Budaya Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/cara-unik-umkm-malang-kenalkan-gamis-bordir-gandeng-petugas-kebersihan-jadi-model-ramadan">Cara Unik UMKM Malang Kenalkan Gamis Bordir, Gandeng Petugas Kebersihan Jadi Model Ramadan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kecamatan-lumbang-dan-potensi-produksi-madu-yang-dihasilkan">Kecamatan Lumbang dan Potensi Produksi Madu yang Dihasilkan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/antisipasi-pewarna-makanan-berlebih-wali-kota-malang-siapkan-tes-sampel-di-pasar-takjil">Antisipasi Pewarna Makanan Berlebih, Wali Kota Malang Siapkan Tes Sampel di Pasar Takjil</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut AKP Ahmad Rochan menyampaikan, menyikapi informasi tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan panik. Karena hingga saat ini, di wilayah Kota Blitar tidak ada kasus percobaan penculikan anak sekolah.</p>



<p>&#8220;Memang perkembangan media sosial salah satunya di WhatsApp, memiliki kecepatan yang luar biasa. Jadi, kita juga harus bisa memfilter atau memilah, mana yang benar dan yang tidak benar. Dan alangkah baiknya, langsung konfirmasi ke Polsek terdekat supaya tidak terpancing,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Jajaran Polsek di wilayah Hukum Polres Blitar Kota, pun juga sudah melakukan pemantauan di sejumlah lembaga sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK maupun SD, supaya memberikan sosialisasi terkait informasi percobaan penculikan anak. &#8220;Yang penting, tetap berhati-hati jika ada masalah yang sekiranya membahayakan langsung laporkan ke polisi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>AKP Rochan meminta, kepada para orang tua agar lebih waspada manakala mendapatkan informasi dari media sosial yang belum diketahui secara pasti kebenarannya. <strong>(jar/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">182326</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gadis 12 Tahun Gagalkan 2 Penculik Anak di Tlogorejo Pagak</title>
		<link>https://memontum.com/gadis-12-tahun-gagalkan-2-penculik-anak-di-tlogorejo-pagak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2020 13:58:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pagak]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107331-gadis-12-tahun-gagalkan-2-penculik-anak-di-tlogorejo-pagak</guid>

					<description><![CDATA[Saksi Sebut, Pakai Mobil Mewah Tanpa Nopol Memontum Malang &#8211; Marak isu penculikan anak membuat resah masyarakat di berbagai penjuru daerah, termasuk Malang. Aneh, dua kali kejadian di Pagak, 2 X pula aksi orang&#8211;diduga penculik itu gagal. Salah satunya digagalkan gadis berusia 12 tahun. Saksi sempat tarik-menarik calon korban, yang masih balita. Seperti kejadian di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Saksi Sebut, Pakai Mobil Mewah Tanpa Nopol</h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Marak isu penculikan anak membuat resah masyarakat di berbagai penjuru daerah, termasuk Malang. Aneh, dua kali kejadian di Pagak, 2 X pula aksi orang&#8211;diduga penculik itu gagal. Salah satunya digagalkan gadis berusia 12 tahun. Saksi sempat tarik-menarik calon korban, yang masih balita.</p>
<p>Seperti kejadian di Dusun Druju Desa Telogorejo Kecamatan Pagak Kabupaten Malang Jumat (28/2/2020) pukul 19.00. Toni (7) putra kedua dari pasangan suami istri Juma&#8217;in (40) dan Muripa (39) warga RT35, RW09 ini hampir digondol oleh kawanan penculik.</p>
<p><div id="attachment_107332" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-107332" decoding="async" class="size-full wp-image-107332" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200301-WA0073-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="Toni bersama kedua orang tua dan Atim Kasun Druju. (Sur)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200301-WA0073-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200301-WA0073-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200301-WA0073-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200301-WA0073-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200301-WA0073-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200301-WA0073-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-107332" class="wp-caption-text">Toni bersama kedua orang tua dan Atim Kasun Druju. (Sur)</p></div></p>
<p>Dengan menggunakan bahasa madura yang ia bisa, Muripa menceritakan peristiwa naas yang terjadi pada Toni yang kini masih duduk di bangku TK itu.</p>
<p>Dikatakan Muripa, ketika ia sedang tiduran, tiba-tiba Reni (12) tetangga dekatnya menggedor pintu dan memberi tahu, jika Toni diajak naik mobil 2 orang laki-laki bercadar.</p>
<p>&#8220;Alhamdulilah, anak saya lolos dari kawanan penculik. Dan itu berkat perjuangan Reni. Dengan keberaniannya, antara Reni dengan 2 laki-laki bercadar itu sempat saling tarik tangan anak saya. Kata Reni, ia tidak bicara apa-apa. Ketika pintu mobilnya dibuka, mereka hanya bilang &#8220;Ayo mlebu (ayo masuk..Red), &#8221; terang Muripa mengenang.</p>
<p>Juga dijelaskan Muripa, dalam satu hari hal yang sama sudah dua kali terjadi.</p>
<p>&#8220;Siang tadi Fatma anaknya Misdi juga diajak oleh orang bermobil.Tetapi itu juga lolos, karena ketahuan orang memancing. Alhamdulilah, anak saya masih selamat. Selanjutnya, saya akan antar jemput anak saya, baik pulang pergi sekolah maupun mengaji,&#8221; ungkap Muripa penuh syukur.</p>
<p>Sementara itu, Reni (12) seorang saksi mata memaparkan, sepulang dari mengaji di majelis yang berbeda, siswi Kelas VI MI MIftahul Ulum Druju ini tiba-tiba melihat Toni sedang ditarik tangannya unruk masuk mobil oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal.</p>
<p>&#8220;Setelah Toni dipaksa masuk kedalam mobil, kemudian saya tarik tangannya. Antara saya dengan orang bercadar itu terjadi saling tarik-menarik. Setelah Toni berhasil kami selamatkan, kawanan &#8220;Penculik&#8221; itu langsung pergi, &#8221; ungkap Reni.</p>
<p>Ketika ditanya, ciri-ciri wajah kawanan yang diduga sebagai penculik itu, Reni kembali menjelaskan, mengenai wajahnya, sama sekali tak pernah ia kenal.</p>
<p>&#8220;Orang itu pake mobil.Tetapi untuk warnanya saya lupa.Hanya saja mobil itu tidak ada plat nomornya,&#8221; ulas Reni.</p>
<p>&#8220;Tetapi di dalam mobil itu, saya melihat ada 7 cowok dan 1 cewek. Mereka tidak ngomong apa-apa.Tetapi untuk yang ngajak Toni naik mobil, hanya 2 orang. Yang satu pake cadar dan satunya ada di belakang pakai topeng. Ibu Toni senang,karena saya sudah berhasil menyelamatkannya, &#8221; beber Reni.</p>
<p>Terpisah, Atim Kepala Dusun Druju Menghimbau, agar kejadian ini tidak lagi terulang, para orang tua khususnya yang mempunyai anak usia balita lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Terutama pada orang-orang yang mencurigakan di lingkungan sekitar.</p>
<p>Berawal dari kejadian ini, selain akan berkoordinasi dengan Binmaspol dan Babinsa Pagak, pihaknya juga akan lebih meningkatkan Siskamling.</p>
<p>&#8220;Kesempatan orang-orang yang diduga penculik mungkin bukan hanya saja terjadi di Dusun Druju saja. Tetapi bisa juga di desa lain.Kedepan, saya akan bentuk Siskamling keliling. Karena yang ada selama ini hanya cangkru&#8217;an diseluruh sudut desa,&#8221; tandasnya. <strong>(sur/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107331</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Maraknya Kabar Penculikan Anak Jadi Perhatian Khusus DPRD Jatim</title>
		<link>https://memontum.com/maraknya-kabar-penculikan-anak-jadi-perhatian-khusus-dprd-jatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2020 08:43:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107271-maraknya-kabar-penculikan-anak-jadi-perhatian-khusus-dprd-jatim</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Maraknya kabar penculikan anak di Jawa Timur mendapat perhatian khusus dari DPRD Jatim. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menyarankan Collaborative Parenting diterapkan di Jatim. &#8220;Jadi sejak sekitar 3 tahun belakangan pemerintah pusat lewat beberapa kementerian terkait sudah mempopulerkan istilah pengasuhan bersama atau bahasa NGO-nya collaborative parenting berbasis masyarakat. Tapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Maraknya kabar penculikan anak di Jawa Timur mendapat perhatian khusus dari DPRD Jatim. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menyarankan Collaborative Parenting diterapkan di Jatim.</p>
<p>&#8220;Jadi sejak sekitar 3 tahun belakangan pemerintah pusat lewat beberapa kementerian terkait sudah mempopulerkan istilah pengasuhan bersama atau bahasa NGO-nya collaborative parenting berbasis masyarakat. Tapi belum diterapkan seutuhnya di Jatim,&#8221; kata Hikmah di Gedung DPRD Jatim, Kamis (27/2/2020).</p>
<p>Hikmah menjelaskan bahwa penerapan program tersebut tidak berjalan di Jatim karena ada indikasi OPD di lingkungan Pemprov tidak menjalankan instruksi dari kementeriannya.</p>
<p>&#8220;Cuma paradigma program ini sepertinya belum dipopulerkan oleh OPD di Jatim. Kami belum cek, mengingat kejadian penculikan termasuk kekerasan seksual meninggi. Kami akan panggil dinas-dinas terkait untuk menindaklanjuti,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Hikmah memaparkan collaborative parenting merupakan tindakan mitigatif yang baik di mana ada anak-anak di suatu lingkungan, maka orang dewasa di sekitar anak tersebut merasa menjadi orang tuanya juga.</p>
<p>Terlebih saat anak-anak beraktivitas melebihi waktu, maka siapapun orang yang berada dekat di lingkungan anak tersebut bisa mengingatkan.</p>
<p>&#8220;Kenapa tindakan mitigatif? Kalau kita merasa anak kita di sekitar adalah anak kita, kita sendiri akan bertanggung jawab dengan mereka,&#8221; paparnya.</p>
<p>Namun, ia menilai saat ini masyarakat cenderung cuek saat melihat anak-anak kecil di sekitarnya. Bahkan dalam konteks saat ada anak kecil diganggu oleh orang dewasa, tidak banyak yang menghiraukan.</p>
<p>&#8220;Karena begini, kadang orang tua kandung juga belum tentu berterima kasih, saat dibantu, malah sewot kok ikut ngurus anak saya. Nah ini jadi masalah harusnya mereka mendukung bila masyarakat sekitar aware juga terhadap anaknya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Politisi PKB ini juga enggan menyalahkan aparat penegak hukum atau ASN bila ada kasus penculikan anak terjadi. Hal itu karena, jumlah mereka tidak sebanding dengan masyarakat yang ada.</p>
<p>&#8220;Tugas penegak hukum yakni menciptakan rasa aman, menindak saat ada pelanggaran. Bagaimana kita semua dijamin semua oleh penegak hukum. Lalu sarana pra sarana dan jalanan umum harus lebih terang khususnya area tempat bermain anak,&#8221; pungkasnya.<strong> (ace/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107271</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kabar Penculikan Anak, Orangtua Berikan Klarifikasi Info di Medsos Salah</title>
		<link>https://memontum.com/kabar-penculikan-anak-orangtua-berikan-klarifikasi-info-di-medsos-salah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2020 18:44:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[Klarifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[polsek tulangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107075-kabar-penculikan-anak-orangtua-berikan-klarifikasi-info-di-medsos-salah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Kabar yang beredar luas di Media Sosial (Medsos) tentang dugaan upaya penculikan anak di Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo ternyata tidak benar. Hal ini seperti kronologi pengakuan Ny Wiwin, ibu dari M Asril Risky. Diketahui sebelumnya, Minggu (23/2/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, M Asril Risky alias Kiki) sedang bermain bersama tiga temannya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Kabar yang beredar luas di Media Sosial (Medsos) tentang dugaan upaya penculikan anak di Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo ternyata tidak benar. Hal ini seperti kronologi pengakuan Ny Wiwin, ibu dari M Asril Risky. Diketahui sebelumnya, Minggu (23/2/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, M Asril Risky alias Kiki) sedang bermain bersama tiga temannya di wilayah Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo.</p>
<p>Mereka dihampiri seorang pria mengendarai motor matik. Kemudian pria ini, mengajak kenalan keempat anak itu dan memberi mereka uang sebesar Rp 50.000. Setelah itu pria itu pergi meninggalkan anak-anak tersebut. Sedangkan Sri Winarti alias Wiwin), ibu Kiki yang berada di dekat lokasi mengawasi peristiwa itu.</p>
<p>&#8220;Saya kebetulan ada di lokasi anak-anak bermain. Setelah memberi uang pria itu pergi. Seketika itu saya dekati anak saya,&#8221; terang Wiwin dihadapan polisi, Senin (24/2/2020) petang.</p>
<p>Lebih jauh, Wiwin mengklarifikasi informasi yang beredar di Medsos Senin (24/2/2020), terkait upaya penculikan anak adalah hanya kesalahpahaman saja.</p>
<p>&#8220;Syukur alhamdulillah peristiwa itu tidak terjadi. Anak saya dalam kondisi baik-baik saja. Tidak ada kejadian penculikan anak seperti kabar di Medsos itu,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara Kapolsek Tulangan, AKP Gatot Setyo Budi bersama anggota Polsek Tulangan langsung turun ke lokasi untuk mengecek informasi yang beredar di Medsos soal upaya penculikan anak di Tulangan itu. Setelah melakukan penyelidikan di lokasi anak-anak bermain dan meminta keterangan orang tua, ternyata kejadian upaya penculikan anak memang benar tidak ada.</p>
<p>&#8220;Informasi di Medsos itu berita hoax. Itu seperti dijelaskan orang tua anak,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara terkait informasi yang beredar di Medsos mengenai upaya penculikan anak, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menegaskan kabar itu tidak benar (hoax). Sejak awal beredarnya kabar itu, polisi langsung mengklarifikasi ke berbagai pihak. Hasilnya, tidak ada peristiwa seperti yang dikabarkan itu.</p>
<p>&#8220;Saya juga menurunkan anggota untuk terus siaga berpatroli mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami menghimbau kepada masyarakat, agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menyebarluaskan informasi yang masih belum jelas kebenarannya. Bijak dalam penggunaan media sosial, menjadi kunci agar situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif,&#8221; tandasnya.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107075</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gara-Gara Share Hoax Penculikan, 3 Emak di Banyuwangi Diperiksa Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/gara-gara-share-hoax-penculikan-3-emak-di-banyuwangi-diperiksa-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Feb 2020 17:54:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Hoax]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Banyuwangi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/107023-gara-gara-share-hoax-penculikan-3-emak-di-banyuwangi-diperiksa-polisi</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Gara-gara nge-share berita bohong terkait penculikan anak dari akun Facebook yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, ibu-ibu harus berurusan dengan Polisi. Tiga ibu tersebut, yakni RR, dan TF warga Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, sedangkan AR warga Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Terungkapnya tiga ibu yang diduga menyebarkan berita hoax, menyebar berita hoax di grup WhatsApp [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Gara-gara nge-share berita bohong terkait penculikan anak dari akun Facebook yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, ibu-ibu harus berurusan dengan Polisi.</p>
<p>Tiga ibu tersebut, yakni RR, dan TF warga Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, sedangkan AR warga Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-107024" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200225-WA0063-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200225-WA0063-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200225-WA0063-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200225-WA0063-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200225-WA0063-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Terungkapnya tiga ibu yang diduga menyebarkan berita hoax, menyebar berita hoax di grup WhatsApp (WA) wali murid di salah satu Taman Kanak-kanak (TK) di Banyuwangi.</p>
<p>Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, kabar bohong yang disebarkan luaskan oleh ketiga ibu-ibu ini terkait maraknya penculikan anak yang disebarkan di laman Facebook atau FB.</p>
<p>&#8220;Di akun anie-anie di-posting waspada penculikan anak-anak yang merebak di Kebalenan. Atas postingan itu kami lakukan gelar perkara, ternyata berita itu bohong,&#8221; ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (25/02/2020) siang.</p>
<p>Lanjut Kombes Pol Arman, saat dimintai keterangan oleh penyidik, ketiga ibu-ibu ini mengakui jika Vidio yang dibagikan itu bohong. Akibat share berita tersebut, menimbulkan efek yang negatif di kalangan masyarakat, karena kabar yang di-posting tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.</p>
<p>&#8220;Pelaku mengaku, kalau yang dishare itu didapat dari grup WA,&#8221; paparnya.</p>
<p>&#8220;Ancaman menyebar berita itu di ancam UU ITE lho, dengan ancaman hukum 6 tahun penjara,&#8221; tambah Kapolresta Banyuwangi.</p>
<p>Menurut AR, pemilik akun anie-anie, diri ya mendapatkan berita tersebut dari akun Facebook yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Atas postingan tersebut, dirinya bersama dua rekannya meminta maaf kepada masyarakat yang telah memposting berita yang tidak benar tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami bertiga memposting agar warga waspada penculikan. Saya panik karena punya cucu sekolah. Biasanya saya telaah dulu, setelah ada edaran panik,&#8221; ujarnya. <strong>(ras/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">107023</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Orang Gila yang Dihajar Massa dan Dituduh Penculik, Akhirnya Pulang ke Brebes</title>
		<link>https://memontum.com/orang-gila-yang-dihajar-massa-dan-dituduh-penculik-akhirnya-pulang-ke-brebes</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2020 15:18:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[dimassa]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bangsalsari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106795-orang-gila-yang-dihajar-massa-dan-dituduh-penculik-akhirnya-pulang-ke-brebes</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Sempat menjadi gosip dan bullying warga desa Tugusari serta mendapat perlakukan kekerasan di Desa Bangsalsari bahkan diisukan sebagai pelaku pencurian anak di Kecamatan Bangsalsari, pria gila Asal Kota Brebes, Provinsi Jawa Tengah yang mengaku bernama Nana Sukmana, akhirnya pulang. Menurut Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Sempat menjadi gosip dan bullying warga desa Tugusari serta mendapat perlakukan kekerasan di Desa Bangsalsari bahkan diisukan sebagai pelaku pencurian anak di Kecamatan Bangsalsari, pria gila Asal Kota Brebes, Provinsi Jawa Tengah yang mengaku bernama Nana Sukmana, akhirnya pulang.</p>
<p>Menurut Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono melalui Kapolsek Bangsalsari AKP I Putu Adi Kusuma, saat melaksanakan Press Convrence di halaman Mapolres Jember, Kamis (20/2/2020) siang, mengungkapkan bahwa Nana yang berstatus orang Gila (mengalami keterbelakangan mental ) ini dipulangkan ke kota asal yakni Brebes.</p>
<p>“Pertama ditangkap oleh warga Tugusari saat ditanya oleh warga sekitar berulang kali, dia menjawab tidak membawa identitas dan mengaku bernama Nana Sukmana serta membawa karung yang berisi pakaian, karena dinilai mengalami gangguan kejiawaan, lalu warga melepasnya,” kata I Putu.</p>
<p>Namun setelah berselang beberapa hari kemudian Lanjut I Putu, tepatnya hari senin (16 Februari 2020, Pria Asal Brebes itu kembali diamankan warga dan sempat di bully oleh warga Desa Bangsalsari.</p>
<p>&#8220;Karena digosipkan sebagai pelaku penculikan anak, orang ini sempat mengalami kekerasan oleh warga dan diamankan ke Mapolsek Bangsalsari,” tegasnya.</p>
<p>I Putu menerangkan, dengan gosip yang berkembang di masyarakat tersebut Polsek Bangsalsari mengamankan Nana untuk kemudian melaporkan kejadian ke Kepolisian Resor (Polres) Jember.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://jember.memontum.com/2081-info-penculikan-siswa-sdn-lor-1-patrang-ternyata-salah-paham" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Info Penculikan Siswa SDN Lor 1 Patrang Ternyata Salah Paham</a></p>
<p>&#8220;Karena Kapolres yang pernah menjabat sebagai kapolres brebes, akhirnya menghubungi Polres Brebes agar menghubungi kelurganya dan keluarganya melakukan penjemputan di Mapolres Jember,” tegasnya,</p>
<p>Jajaran Kepolisian Resort Jember berharap, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak benar, karena hal terebut dapat merugikan seseorang dan pelaku penyebar hoax akan mendapat atau berurusan dengan hukum. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106795</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Info Penculikan Siswa SDN Lor 1 Patrang Ternyata Salah Paham</title>
		<link>https://memontum.com/info-penculikan-siswa-sdn-lor-1-patrang-ternyata-salah-paham</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 17:37:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[polres jember]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106738-info-penculikan-siswa-sdn-lor-1-patrang-ternyata-salah-paham</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Informasi dugaan penculikan anak sekolah yang sempat viral di media sosial di SDN Jember Lor 1 Kecamatan Patrang, Selasa (18/2/2020) lalu, yang pelakunya kakek salah satu wali murid dari sekolah tersebut bernama Hariyanto, ternyata hanyalah kesalahpahaman, itu diketahui setelah pihak kepolisian Resort Jember melakukan penyelidikan. “Itu kita ketahui setelah mengambil keterangan dari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Informasi dugaan penculikan anak sekolah yang sempat viral di media sosial di SDN Jember Lor 1 Kecamatan Patrang, Selasa (18/2/2020) lalu, yang pelakunya kakek salah satu wali murid dari sekolah tersebut bernama Hariyanto, ternyata hanyalah kesalahpahaman, itu diketahui setelah pihak kepolisian Resort Jember melakukan penyelidikan.</p>
<p>“Itu kita ketahui setelah mengambil keterangan dari beberapa saksi di lokasi dan melihat CCTV bersama pekerja sosial dan keluarga korban,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Jumbo Yadwavina Jumbo Qontas saat press rilis di halaman Mapolres Jember, Rabu (19/2/2020) siang.</p>
<p>Kasat reskrim yang akrab disapa Jumbo ini menyatakan, memang Hariyanto dekat dengan para siswa teman cucunya, seperti biasanya, saat itu Hariyanto menyapa para siswa saat ketemu, namun hanya, ada salah satu siswa tidak kenal dengan Hariyanto dan mengatakan ada penculikan.</p>
<p>“Didampingi orang tuanya dan petugas sosial, tadi juga dibenarkan oleh ketiga korbannya yang masih anak-anak, kita juga meminta klarifikasi, bahwa saat itu tidak dilakukan penyekapan, tetapi hanya disapa dan ditepuk pundaknya tiga anak ini oleh Hariyanto,” terangnya.</p>
<p>“Kemarin memang anak &#8211; anak tidak apa-apa, namun untuk saat ini anak-anak mungkin trauma healin, mungkin juga karena kemarin informasi ini viral dan banyak pertanyaan, mungkin ada tekanan dari anak-anak itu dan orang tuanya, &#8221; imbuhnya.</p>
<p>Jumbo menerangkan, Informasi percobaan penculikan bukan hanya di SDN Jember Lor 1 Patrang, namun di kecamatan Semboro juga beredar informasi yang sama, namun setelah dilakukan pengecekan ke TKP, ternyata lokasi tersebut tidak wajar.</p>
<p>“Karena di medsos dijelaskan, korban diculik dari rumahnya dengan menggunakan mobil, setelah kita datangi lokasi, kendaraan mobil saja tidak bisa masuk, Jadi saya menganggap itu hoax atau berita bohong,” ujarnya.</p>
<p>Lanjut Jumbo, kemudian juga berita viral di kecamatan Bangsalsari, ada warga dari Brebes Jawa Tengah yang dianggap orangnya kurang sehat kejiwaannya, setelah dilakukan pengecekan oleh Kapolres Alfian kemarin saat menjabat, ternyata ditempat tinggalnya yang bersangkutan ini memang hilang 10 tahun yang lalu dan terkena gangguan kejiwaan.</p>
<p>“Memang saat ini, setelah berkoordinasi dengan salah satu Polsek tempat tinggalnya, nanti akan dilakukan penjemputan di Bangsalsari,” sebutnya.</p>
<p>Polres Jember menghimbau kepada masyarakat, jika ada berita tidak jelas jangan langsung main share di media sosial, bisa di cek dulu kebenarannya kepada Polsek. <strong>(gik/yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106738</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Marak Penculikan Anak, Dinas Pendidikan Lumajang Imbau Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan</title>
		<link>https://memontum.com/marak-penculikan-anak-dinas-pendidikan-lumajang-imbau-semua-pihak-tingkatkan-kewaspadaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 16:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Dindik Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[penculikan anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106654-marak-penculikan-anak-dinas-pendidikan-lumajang-imbau-semua-pihak-tingkatkan-kewaspadaan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Masyarakat akhir-akhir ini banyak dikejutkan dengan maraknya kasus penculikan anak. Hal itu membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang mengantisipasi dengan memberikan surat edaran yang ditujukan kepada sekolah se-Kabupaten Lumajang. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Drs Agus Salim M.Si pada awak media, dikantornya, Rabu (19/2/2020) pagi. Menyampaikan bahwa surat edaran tersebut merupakan bentuk upaya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Masyarakat akhir-akhir ini banyak dikejutkan dengan maraknya kasus penculikan anak. Hal itu membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang mengantisipasi dengan memberikan surat edaran yang ditujukan kepada sekolah se-Kabupaten Lumajang.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Drs Agus Salim M.Si pada awak media, dikantornya, Rabu (19/2/2020) pagi. Menyampaikan bahwa surat edaran tersebut merupakan bentuk upaya preventif dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang dalam mencegah terjadinya upaya penculikan anak khususnya anak usia sekolah. Agar semua pihak meningkatkan kewaspadaan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-106655" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0167-copy.jpg?resize=740%2C1102&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="1102" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0167-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0167-copy.jpg?resize=201%2C300&amp;ssl=1 201w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0167-copy.jpg?resize=688%2C1024&amp;ssl=1 688w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0167-copy.jpg?resize=600%2C894&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0167-copy.jpg?resize=200%2C298&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>&#8220;Surat edaran itu adalah upaya preventif dengan cara mengeluarkan surat edaran ke semua sekolah di Kabupaten Lumajang, dengan harapan ada segera tindakan dari sekolah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Salah satu poin pada surat edaran tersebut, Agus Salim mengajak para Kepala Satuan Pendidikan KB/TK, SD dan SMP negeri/swasta agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya kemungkinan penculikan peserta didik. Ia berharap semua sekolah dapat memberikan pemahaman kepada semua guru dan anak-anak, serta orang tua agar lebih berhati-hati dalam menjaga peserta didik saat jam sekolah maupun di luar sekolah.</p>
<p>Pihaknya juga akan terus menghimbau kedepannya kepala sekolah, guru, pengawas maupun orang tua, agar lebih bisa menjaga peserta didik dengan meningkatkan kualitas kegiatan yang mengarah kepada pengembangan karakter.</p>
<p>&#8220;Kita harus sama-sama menjaga, siapa lagi kalau bukan kita sendiri yang menjaganya. Oleh karena itu, kita berkeinginan mengawali ini untuk bisa mengantisipasi agar tidak terjadi penculikan di Kabupaten Lumajang,&#8221; imbuhnya. <strong>(adi/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106654</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
