<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penderita &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penderita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Nov 2025 09:21:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penderita &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Eliminasi TBC, Dinkes Kabupaten Malang Lakukan Penguatan Tracing kepada Penderita</title>
		<link>https://memontum.com/eliminasi-tbc-dinkes-kabupaten-malang-lakukan-penguatan-tracing-kepada-penderita</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[eliminasi]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kepada]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penderita]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tracing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228245</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya mengeliminasi kasus Tuberkulosis (TBC) di 33 kecamatan. Salah satu pola yang dilakukan, yaitu dengan cara melakukan penguatan tracing penderita TBC atau Tuberkulosis. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa penyakit Tuberculosis kini telah menjadi fokus serius. Dari data [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya mengeliminasi kasus Tuberkulosis (TBC) di 33 kecamatan. Salah satu pola yang dilakukan, yaitu dengan cara melakukan penguatan tracing penderita TBC atau Tuberkulosis.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa penyakit Tuberculosis kini telah menjadi fokus serius. Dari data Global Tuberculosis Report tahun 2024, Indonesia berada di urutan kedua dunia setelah India. Dengan estimasi sebanyak 1,09 juta kasus dan 125 ribu penderita TBC meninggal dunia di setiap tahunnya.</p>



<p>&#8220;Untuk menemukan satu kasus penyakit ini (TBC), perlu dilakukan pemeriksaan kepada puluhan orang. Jadi, proses pencarian penderita TBC membutuhkan tenaga, waktu serta fasilitas pendukung yang tidak sedikit. Itu tantangan yang sedang kita hadapi,&#8221; kata Wiyanto, Senin (03/11/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika sudah tertracing penderita TBC, maka akan lebih mempermudah dalam penanganan dan fokus pada pengawasan ketat pasien. Mengingat, penderita penyakit tersebut harus rutin mengkonsumsi obat serta makanan bergizi.</p>



<p>&#8220;Karena penularannya sangat cepat, maka dianjurkan penderita untuk tidak berinteraksi langsung dengan orang lain,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dijelaskan pula, dengan pengawasan ketat dalam mengkonsumsi obat secara tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang dianjurkan, merupakan kunci utama dalam proses penyembuhan penderita TBC. Karenanya, penguatan tracing sangat penting, dikarenakan pemerintah pusat telah menargetkan seluruh daerah di Indonesia dapat menemukan 900 ribu orang penderita TBC hingga akhir 2025 ini. Sehingga, percepatan eliminasi penyakit TBC di Indonesia segera terwujud.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakan Wiyanto, selain penguatan tracing, Dinkes Kabupaten Malang juga mengkuatkan enam strategis khusus dalam penanganan kasus penyakit TBC. Diantaranya, seperti peningkatan promotif preventif, pelibatan mitra kerja, penguatan komitmen daerah dan intensifikasi pelayanan kesehatan. Termasuk, percepatan penemuan kasus melalui tracing yang masif serta pemanfaatan teknologi.</p>



<p>Masih menurut Wiyanto, dalam proses pemeriksaan penderita penyakit yang menyerang saluran pernafasan, nantinya para pasien suspec TBC akan diambil sampel dahaknya dengan menggunakan metode pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA). Sementara untuk saat ini, tidak semua Puskesmas di Kabupaten Malang, miliki alat deteksi dini penyakit TBC, yakni Tes Cepat Molekuler.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa untuk mengetahui pasien yang terjangkit penyakit tersebut, pemeriksaannya harus melalui tahapan periksa menggunakan alat X-Ray dan Tes Cepat Molekuler. Karenanya untuk mendukung itu, pihaknya juga menghimbau untuk terus memperkuat jaringan layanan kesehatan antar Puskesmas.</p>



<p>Selain itu, ungkap Wiyanto, pihaknya telah mengusulkan pengadaan 28 unit Tes Cepat Molekuler ke pemerintah pusat pada tahun 2025 ini. Untuk pengadaan itu, perunit Tes Cepat Molekuler tersebut memiliki kisaran harga Rp 600 juta hingga Rp 700 juta.</p>



<p>&#8220;Lebih mudah mengobati orang yang sudah positif menderita TBC, daripada menemukan orang yang menderita TBC,&#8221; jelasnya. <strong>(ser/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228245</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peduli Masyarakat, Wakil Bupati Situbondo Sambangi Warga Penderita Tumor Kaki</title>
		<link>https://memontum.com/peduli-masyarakat-wakil-bupati-situbondo-sambangi-warga-penderita-tumor-kaki</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[penderita]]></category>
		<category><![CDATA[sambangi]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, Ulfiyah, mengunjungi salah satu warganya yaitu Rahmatul Fauzen (41), di Dusun Kilen Selatan, RT002/RW001, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Rabu (23/07/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan dengan melibatkan Kepala Dinas Sosial, Camat Panarukan dan Kepala Desa Kilensari serta perangkat desa setempat, untuk memberikan perhatian lebih karena warga tersebut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Wakil Bupati (Wabup) Situbondo, Ulfiyah, mengunjungi salah satu warganya yaitu Rahmatul Fauzen (41), di Dusun Kilen Selatan, RT002/RW001, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Rabu (23/07/2025) tadi. Kunjungan yang dilakukan dengan melibatkan Kepala Dinas Sosial, Camat Panarukan dan Kepala Desa Kilensari serta perangkat desa setempat, untuk memberikan perhatian lebih karena warga tersebut menderita sakit tumor kaki. Dalam momen itu, kedatangan Mbak Ulfi-sapaan Wabup Situbondo, langsung disambut dengan tangis oleh Nur Fatima (32), istri Fauzen.</p>



<p>Wabup Ulfiyah mengatakan bahwa kedatangannya ke rumah Fauzen, setelah mendapat kabar dari tetangganya. “Untuk itu, saya langsung melihat kondisi kesehatannya dan memberikan semangat untuk Fauzen serta keluarga,” kata Wabup Situbondo.</p>



<p>Dijelaskan Mbak Ulfi, bahwa Fauzen merupakan tulang punggung bagi keluarga. Warganya itu harus menghidupi istri dan empat orang anaknya dalam kondisi sakit karena menderita tumor kaki.</p>



<p>“Kami sangat prihatin dengan kondisi kesehatan Fauzen,” tambahnya.</p>



<p>Dalam kunjungan itu, Mbak Ulfi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Situbondo akan mengajak Fauzen berobat ke rumah sakit. “Fauzen sudah dua kali berobat ke rumah sakit di Surabaya menggunakan KIS. Fauzen menghentikan pengobatannya, karena tidak punya biaya transport pulang pergi ke rumah sakit di Surabaya,” jelas Mbak Ulfi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Oleh Karena itu, kata Mbak Ulfi, Pemkab Situbondo akan membantu berobat Fauzen di rumah sakit di Surabaya menggunakan Program Ambulan Berantas gratis. “Agar Fauzen berobat tidak mengeluarkan biaya buat transport, maka Pemkab akan mengantar Fauzen pulang pergi menggunakan Ambulan Berantas,” katanya.</p>



<p>Mbak Ulfi juga menjelaskan, bahwa Fauzen juga mempunyai anak yang masih kecil dan mengalami sakit serta tinggal di rumah berukuran kecil. “Melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Pemkab juga akan membantu membangun tempat tinggal Fauzen,” imbuhnya.</p>



<p>Sementara itu, Nur Fatima, mengatakan bahwa sakit yang diderita suaminya sudah sekitar 2,5 tahun. “Kaki terus membengkak sekitar 1 tahunan. Sedangkan jalan pincangnya dari mulai sakit. Berobat di Surabaya dua kali. Pertama rontgen dan yang kedua kalinya balik lagi ternyata jadwalnya salah. Karena terkendala biaya, maka suami saya memutuskan tidak lagi berobat di rumah sakit Surabaya,” kata Nur Fatima.</p>



<p>Untuk biaya hidup sehari-hari, kata Nur Fatima, Fauzen tetap bekerja sebagai kuli kerang meskipun kondisi sakit. “Kehadiran Ibu Wabup, Pak Camat dan Pak Kades melihat kondisi kesehatan suami saya merupakan suatu perhatian bagi saya dan anak-anak. Sebab, Mas Fauzen merpakan tulang punggung keluarga,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa yang telah peduli terhadap suaminya. “Terima kasih Bu Wabup, Pak Camat dan Pak Kades telah peduli terhadap penyakit suami saya,” ujar Nur Fatima, sambil menangis. Sekedar informasi, bantuan sementara yang diberikan Wabup Situbondo kepada Fauzen berupa paket Sembako, uang tunai dan perabotan untuk dapur. <strong>(her/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224239</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bantu Pengobatan Warga Penderita Tumor, Bupati Kediri Turunkan Tim Gabungan</title>
		<link>https://memontum.com/bantu-pengobatan-warga-penderita-tumor-bupati-kediri-turunkan-tim-gabungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 09:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[penderita]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tumor]]></category>
		<category><![CDATA[turunkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212849</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menerjunkan tim gabungan untuk menindaklanjuti aduan melalui aplikasi Halo MasBup terkait adanya warga yang menderita tumor otak dan hanya mendapat perawatan di rumah oleh pihak keluarga, Rabu (07/08/2024) tadi. Adalah Tim Gabungan dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, yang diterjunkan untuk melakukan pengecekan dan memberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menerjunkan tim gabungan untuk menindaklanjuti aduan melalui aplikasi Halo MasBup terkait adanya warga yang menderita tumor otak dan hanya mendapat perawatan di rumah oleh pihak keluarga, Rabu (07/08/2024) tadi. Adalah Tim Gabungan dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, yang diterjunkan untuk melakukan pengecekan dan memberikan langkah lanjutan kepada Vanessa Siami, yang tercatat sebagai pelajar MTs Negeri 4 Kediri dan domisili di Dusun Sambi Jajar, Desa Cengkok, Kecamatan Tarokan.</p>



<p>&#8220;Menindaklanjuti instruksi dari Mas Bup (Bupati Hanindhito, red) hari ini dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Tarokan mendatangi rumah Vanessa untuk melakukan assesment,&#8221; kata Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri, Ariyanto.</p>



<p>Berdasarkan assesment yang dilakukan tim gabungan, ujarnya, didapat identifikasi bahwa Vanessa mengidap tumor sejak 6 hingga 8 bulan lalu, pasca menjalani operasi amandel. Sebelumnya, yang bersangkutan pernah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Surabaya.</p>



<p>Karena kondisi penyakit tumor yang diidap, ujarnya, Vanessa pun sempat akan dioperasi. Hanya saja, pihak keluarga belum dapat memberikan keputusan hingga akhirnya memilih merawat Vanessa di rumah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Di rumah, lanjutnya, Vanessa dirawat ayah dan neneknya. Dirinya hanya bisa terbaring di atas kasur dan tidak bisa berdiri sendiri. Pendengaran dan penglihatannya pun tidak berfungsi.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, menyampaikan bahwa berdasarkan assesment, kondisi Vanessa harus segera mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Karenanya, saat itu juga diberikan rujukan untuk segera dibawa ke RSAL Dr Ramelan Surabaya.</p>



<p>“Untuk selanjutnya kita menunggu hasil pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut di RSAL Surabaya,” ungkapnya.</p>



<p>Dari hasil assesment, tim gabungan yang juga didampingi perangkat desa setempat, segera membawa Vanessa ke RSAL Dr Ramelan Surabaya. Keberangkatannya dengan menggunakan mobil siaga desa untuk mendapatkan perawatan intensif atas penyakit tumor yang diderita. Sementara untuk proses lanjutan, Dinsos akan memberikan bantuan berupa uang untuk kebutuhan keluarga selama menunggu di RS, juga termasuk kebutuhan Vanessa selama menjalani pengobatan. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212849</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
