<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pendopo Kembang Kopi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pendopo-kembang-kopi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Aug 2020 12:23:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pendopo Kembang Kopi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sebagai Wujud Kepedulian Sosial di Kala Pandemi, Owner Pendopo Kembang Kopi Wagir Menggelar  Diskusi  Membahas Tentang Kunci Sukses Pembelajaran Daring</title>
		<link>https://memontum.com/sebagai-wujud-kepedulian-sosial-di-kala-pandemi-owner-pendopo-kembang-kopi-wagir-menggelar-diskusi-membahas-tentang-kunci-sukses-pembelajaran-daring</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2020 12:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo Kembang Kopi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/120539-sebagai-wujud-kepedulian-sosial-di-kala-pandemi-owner-pendopo-kembang-kopi-wagir-menggelar-diskusi-membahas-tentang-kunci-sukses-pembelajaran-daring</guid>

					<description><![CDATA[Problematika Dalam Proses Pendidikan Tetap Menjadi Topik Menarik Untuk Diperbincangkan Proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara daring masih mengalami banyak kendala bahkan hingga di bulan ke-6 pelaksanaannya. Masih terdapat kelemahan dalam beberapa aspek penunjang proses pendidikan secara daring. “3 kunci utama keberhasilan pembelajaran daring yakni teknologi, SDM pengajar, serta karakteristik siswa” tutur pemantik diskusi, Tegar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2>Problematika Dalam Proses Pendidikan Tetap Menjadi Topik Menarik Untuk Diperbincangkan</h2>
<p>Proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara daring masih mengalami banyak kendala bahkan hingga di bulan ke-6 pelaksanaannya. Masih terdapat kelemahan dalam beberapa aspek penunjang proses pendidikan secara daring.</p>
<p>“3 kunci utama keberhasilan pembelajaran daring yakni teknologi, SDM pengajar, serta karakteristik siswa” tutur pemantik diskusi, Tegar Anggi Handika selaku program officer Pendopo Kembangkopi serta mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Luar Sekolah UM Minggu (2/8/2020) dalam diskusi minggu pagi di Pendopo Kembangkopi dengan tema “Parenting: Sekolah Pindah di Rumah”.</p>
<div id="attachment_120540" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-120540" decoding="async" class="size-full wp-image-120540" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200803-WA0278-copy.jpg?resize=740%2C370&#038;ssl=1" alt="Diskusi di Pendopo Kembangkopi. (ist)" width="740" height="370" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200803-WA0278-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200803-WA0278-copy.jpg?resize=300%2C150&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200803-WA0278-copy.jpg?resize=600%2C300&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/08/IMG-20200803-WA0278-copy.jpg?resize=200%2C100&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-120540" class="wp-caption-text">Diskusi di Pendopo Kembangkopi. (ist)</p></div>
<p>Permasalahan dalam proses pembelajaran daring ini dialami oleh seluruh lapisan pelaku pendidikan. Salah satunya seperti yang dialami oleh wali murid di desa yang mempunyai 3 anak usia sekolah yang tengah menjalankan proses pembelajaran daring secara bersamaan.</p>
<p>Iini menjadi masalah karena orang tua hanya mempunyai 1 gawai. Proses daring harusnya hanya pada proses komunikasinya bukan proses pembelajarannya.</p>
<p>Bahkan banyak orang tua yang kurang memahami proses pembelajaran serta metode belajar anaknya. Untuk mengatasi hal ini, orang tua dapat menghubungi guru atau pihak sekolah untuk menanyakan proses pembelajaran anaknya ketika di sekolah.</p>
<p>“Proses pembelajaran daring yang saat ini berjalan belum menjawab permasalahan yang dialami oleh peserta didik dalam hal pemenuhan hak mendapat materi pembelajaran” tutur Pietra Widiadi owner Pendopo Kembangkopi.</p>
<p>Guru dari SMP YPM 1 Sidoarjo, perwakilan Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Malang, Fasilitator Pendidikan, wali murid, serta mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang (UM) saling bertukar pendapat dalam diskusi minggu pagi di Pendopo Kembangkopi.</p>
<p>Peraturan pemerintah dinilai terlalu mengekang kreatifitas guru dalam mengembangkan proses pengajaran dan penilaian, ujian nasional juga menggunakan penilaian berbasis murid. Guru harusnya diberi ruang untuk menciptakan pembelajaran maupun penilaian yang relevan dengan lingkungan orang tua anak didik.</p>
<p>Proses pembelajaran seharusnya tidak hanya pada konteks mata pelajaran saja, namun juga berbasis pada kompetensi yang bersifat kontekstual.</p>
<p>&#8220;Kebanyakan anak-anak di desa memiliki pengetahuan yang lebih mendalam di luar materi – materi yang diajarkan di sekolah. Contohnya, karena rutinitas mereka yang mengikuti orang tua bekerja ke ladang membuat mereka lebih memahami tata cara menanam dan berbagai jenis tanaman pertanian, bahkan bisa jadi melebihi pengetahuan yang dimiliki mahasiswa pertanian.” Tutur Soetrisno perwakilan dari forum komunikasi PKBM Kabupaten Malang.</p>
<p>Proses tersebut menunjukkan bahwa kegiatan anak di luar sekolah justru memberikan lebih banyak pengetahuan yang relevan untuk dirinya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Di sekolah kami terdapat 40 siswa di dalam 1 kelas, namun yang dapat mengikuti pembelajaran daring hanya 16 siswa saja. 17 siswa lainnya nebeng ke temannya. Sedangkan sisanya kesulitan dalam mengakses pembelajran daring” tutur salah satu perwakilan guru dari SMP YPM 1 Sidoarjo.</p>
<p>Alternatif yang bisa dilakukan dalam mengatasi persoalan pembelajaran daring ini bisa menggunakan metode partisipatif dalam pelaksanaan di rumah masing-masing dengan kelompok kecil, cara pengukuran kemampuan murid juga bisa dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif.</p>
<p>Yang dimaksud dengan kualitatif ialah penilaian berfokus pada pengetahuan si siswa. Kemudian berdasarkan pengetahuan tersebut maka dinilai dengan kuantitatif yakni pada nilai berapa pemahaman murid tersebut akan suatu hal.</p>
<p>Pada daerah yang sulit sinyal, orangtua yang kurang menguasai teknologi, orangtua yang bekerja, hingga orangtua yang tidak memiliki media elektronik, solusi yang bisa diambil oleh guru agar siswa dapat terus belajar ialah datang ke rumah murid dengan kelompok kecil (belajar kelompok) secara bergantian dalam sehari-hari.</p>
<p>Selain itu guru juga dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak. Misalnya lembaga pendidikan non Formal seperti PKBM, SKB, TBM dan lain sebagainya. Selain itu juga bisa bekerjasama dengan mahasiswa yang juga tengah dalam proses perkuliahan daring untuk menjadi mentor dalam kelompok diskusi.</p>
<p>Pihak pemerintah desa ( kelurahan, RW, RT) juga harus aktif dalam mendorong fasilitas belajar di rumah. Untuk daerah yang tidak ada sinyal Handphone atau internet dapat mengunakan radio, atau bekerjasama dengan ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia) untuk peminjaman alat komunikasi. Saat ini seharusnya peran pemerintah daerah sangat besar.</p>
<p>“Tetapi pembelajaran tetap berlangsung dalam masa seperti ini orang tua harus sabar dan guru sabar dan serta Diknaspun harus sabar agar anak bisa mendapatkan hak pendidikan meskipun di rumah” tutup Soetrisno perwakilan dari forum komunikasi PKBM Kabupaten Malang.<em> (*)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">120539</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dewan Kesenian Jatim Respon Positif Kiprah Pendopo Kembang Kopi Wagir Lestarikan Budaya Lokal</title>
		<link>https://memontum.com/dewan-kesenian-jatim-respon-positif-kiprah-pendopo-kembang-kopi-wagir-lestarikan-budaya-lokal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2020 11:16:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[budaya lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Kesenian Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo Kembang Kopi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119689-dewan-kesenian-jatim-respon-positif-kiprah-pendopo-kembang-kopi-wagir-lestarikan-budaya-lokal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Dewan Kesenian Jatim (DKJT) memberikan respon positif atas kiprah Pendopo Kembang Kopi Wagir Kabupaten Malang melestarikan budaya lokal. &#8220;Saya merespon positif eksistensi Pendopo Kembang Kopi menjadi wahana pengembangan literasi dan pelestarian budaya lokal agar tidak tergerus budaya asing,&#8221; tandas Sekjen DKJW Chrisman Hadi, Sekjen DKJW Minggu (19/7/2020). Sekilas informasi DKJT memberikan apresiasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Dewan Kesenian Jatim (DKJT) memberikan respon positif atas kiprah Pendopo Kembang Kopi Wagir Kabupaten Malang melestarikan budaya lokal.</p>
<p>&#8220;Saya merespon positif eksistensi Pendopo Kembang Kopi menjadi wahana pengembangan literasi dan pelestarian budaya lokal agar tidak tergerus budaya asing,&#8221; tandas Sekjen DKJW Chrisman Hadi, Sekjen DKJW Minggu (19/7/2020).</p>
<p>Sekilas informasi DKJT memberikan apresiasi terhadap keberadaan Pendopo Kembang Kopi Wagir yang dinilai menjadi tempat kondusif pengembangan literasi dan pelestarian budaya lokal agar tidak tergerus budaya asing.</p>
<p>Dewan Kesenian Jawa Timur melakuan road show selama dua hari 18-19 Juli 2020.</p>
<p>Pengurus baru DKJT melakukan serangkaian pelaksanaan perencanaan kerja dengan melakukan kunjungan menyejarah pada pusat-pusat pengembangan seni tradisional.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini melakukan kunjungan ke Mbah Serayem, pewaris Wayang Krucil di Desa Gondowangi.</p>
<p>Tujuan dari roadshow ini adalah melihat lebih dekat, serta merasakan lebih dekat upaya melestarikan budaya lokal.</p>
<p>Kegiatan ini dilakukan bermitra dengan Pendopo Kembangkopi, pusat pembelajaran kearifan alam dan budaya di bawah naungan Dial Foundation, yang terletak di Dusun Ngemplak, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.</p>
<p>Bukan tanpa sebab sarasehan dilaksanakan di Pendopo Kembangkopi, ini karena suasana alam perdesaan dan bangunan khas limasan Jawa menjadi titik penerangan.</p>
<p>Budaya Jawa harus dilestarikan karena budaya ini menjadi bagian dari budaya Nusantara. Dengan demikian, melestarikan Wayang Krucil adalah sebuah keharusan bagi generasi saat ini, yang akan diteruskan menjadi milik generasi mendatang.</p>
<p>Chrisman Hadi menuturkan, kunjungan ke mbah Sariyem, memberi makna mendalam karena memberikan gambaran yang jelas bahwa tanpa ada pelestarian tradisi yang dipertahankan akan sirna dengan perlahan.</p>
<p>Semangat mbah Yem (sebutan mbah Sariyem), perlu ditularkan pada generasi mendatang. Ini tak lepas dari apa yang disampaikan dalam pentas tahunan Wayang Krucil yang menempatkan cerita Panji Asmorobangun sebagai tokoh utama.</p>
<p>Pendopo Kembangkopi menjadi tujuan dilaksanakan sarasehan karena tempat pembelajaran ini sangat tepat dan cukup memiliki aura yang cukup kuat dalam upaya pelestarian budaya bangsa ini.</p>
<p>Semalam, berdiskusi untuk menggagas dan mengembangkan ide dalam upaya pelestarian itu dan akan mendorong Wayang Krucil untuk dapat dinikmati pada saat ini, maupun di masa yang akan datang. Pendopo, di Pendopo Kembangkopi serta warung Kembangkopi menjadi tempat yang pas dan menyemangati.</p>
<p>&#8220;Bagi DKJT, ini adalah kesempatan pertama melakukan roadshow yang akan diteruskan kunjungan berikutnya di Kabupaten Magetan,&#8221; tegas Chrisman Hadi.</p>
<p>Sementara itu, owner Pendopo Kembang Kopi Pietra Widiadi mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kemitraan dan kunjungan ke pendopo Kembang Kopi.</p>
<p>&#8220;Bagi Pendopo Kembang kopi ini adalah kunjungan langka dan sangat berharga. Bahwa ini akan sangat membantu dan menopang pengembangan Pendopo Kembang kopi lebih lanjut,&#8221; terang Pietra Widiadi. <strong>(*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119689</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warung Pendopo Kembang Kopi Wagir Gelar Selametan, Gairahkan Spirit Penghidupan Petani</title>
		<link>https://memontum.com/warung-pendopo-kembang-kopi-wagir-gelar-selametan-gairahkan-spirit-penghidupan-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2020 17:48:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dial Foundation]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo Kembang Kopi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/119040-warung-pendopo-kembang-kopi-wagir-gelar-selametan-gairahkan-spirit-penghidupan-petani</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Berupaya memberikan apresiasi dan penguatan spirit penghidupan bagi petani, Owner Pendopo Kembang Kopi Pietra Widiadi menggelar Selametan pembukaan warung diiringi doa berbahasa Jawa, Sabtu (11/7/2020). &#8220;Saya bersyukur pembukaan warung sukses. Saya berharap bisa memberi penguatan bagi spirit penghidupan petani untuk eksis dan mandiri,&#8221; tegas Pietra Widiadi. Sekilas informasi, Warung Kembang Kopi kampus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Berupaya memberikan apresiasi dan penguatan spirit penghidupan bagi petani, Owner Pendopo Kembang Kopi Pietra Widiadi menggelar Selametan pembukaan warung diiringi doa berbahasa Jawa, Sabtu (11/7/2020).</p>
<p>&#8220;Saya bersyukur pembukaan warung sukses. Saya berharap bisa memberi penguatan bagi spirit penghidupan petani untuk eksis dan mandiri,&#8221; tegas Pietra Widiadi. Sekilas informasi, Warung Kembang Kopi kampus Pendopo Kembang Kopi berada di bawah naungan lembaga dial (drive innovations for alternative livelihood) Foundation.</p>
<p>Lembaga nirlaba dengan pelayanan penguatan kapasitas kelembagaan dan pengembangan rekayasa infrastruktur sosial dalam upaya pengembangan mata pencarian (penghidupan) alternative di pedesaan yang bertumpu pada hasil komodita pertanian dalam kerangka bisnis sosial sebagai upaya pencapaian tujuan pembangunan yang lestari.</p>
<p>Lembaga ini didirikan sejak tahun 2010, dan baru pada tahun 2015, mendirikan sebuah tempat belajar yang disebut community learning di Dusun Ngemplak, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.</p>
<p>Pada hari Sabtu Pon, 2020, kemarin melakukan selametan atau dalam istilah Jawanya Metri Warung. Ini selametan yang dihantarkan oleh seorang tokoh desa, pak Dasreem namanya dan dengan menggunakan doa dalam Bahasa Jawa.</p>
<p>Sabtu Pon memiliki makna yang kuat dan besar, dengan angka total 16. Selametan dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Wagir yang juga merupakan perwakilan dari Badan Pemberdayaan Desa, Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Kehadiran sahabat dan warga sekitar kampus Pendopo Kembang Kopi, merupakan sebuah doa untuk warung ini berkembang dan menjadi inspirasi bagi warga dan jaringan kerja pegiat desa di Malang Raya dan Jawa Timur pada Khususnya dan Indonesia pada Umumnya,&#8221; urai Pietra.</p>
<p>Dikatakannya, warung ini adalah bagian dari hidupnya yang awalnya digunakan sebagai ruang makan peserta pelatihan fasilitator masyarakat yang diselenggarakan oleh dial-foundation. Sekitar 200 failitator telah dilahirkan dari kampus PèK (Pendopo Kembang Kopi) ini.</p>
<p>Pria alumnus FISIP Universitas Airlangga ini mengungkapkan, penamaan Kembang Kopi karena terinspirasi keberadaannya di tengah kebun Kopi yang pada saat musim bunga, akan menjadi kopi menyebarkan harum wangi.</p>
<p>Wangi kembang Kopi, pada saat musim kemarau dan suhu udara yang dingin (mbediding istilah Jawanya), pada sekitar 18-19 derajad Celcius, bunga mulai dihisap putiknya oleh Kumbang.</p>
<p>Dalam dingin yang menggigil, para Kumbang berpesta membantu penyerbukan putik Kopi yang akan melahirkan pentil Kopi.</p>
<p>Bersuka, berpestanya para Kumbang pada malam hari yang menggigil itu juga kemudian disusul oleh berpestanya para Lebah pada siang hari, melahirkan wewangian kembang Kopi.</p>
<p>Maka dengan nama Pendopo Kembang Kopi ini, diharapkan bukan sekedar wanginya yang merebak seantero desa, tetapi adalah keceriaan Kopi karena dapat memberikan sumbangsih pada Lebah dan serangga untuk hidup dan menghasilkan produk yang lain berupa madu. Ini seperti sebuah pengorbanan tetapi ini sejatinya adalah simphoni indah yang menggerakkan kehidupan bagi sesama.</p>
<p>Filosofi ini coba menjadi inspirasi bagi Warung Kembang Kopi, menjadi rujukan belajar, menjadi tempat dan jujugan kawan-kawan yang haus akan pengetahuan.</p>
<p>&#8220;Dalam hal ini, warung bukanlah tujuan utama, yang menjadi tujuan adalah perjumpaannya, pertemuan sesama kawan untuk mendorong lahirnya alternative penghidupan (mata pencaharian) bagi masyarakat, khusunya masyarakat petani yang mulai merasa tidak lagi punya masa depan dan penghidupan yang layak dan lestari,&#8221; tutur Pietra mengakhiri. <strong>(*/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">119040</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
