<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pendopo &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pendopo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Feb 2026 16:04:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pendopo &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gubernur Jatim Gelontor Bansos Rp 7,05 Miliar di Pendopo Agung bersama Bupati Malang</title>
		<link>https://memontum.com/gubernur-jatim-gelontor-bansos-rp-705-miliar-di-pendopo-agung-bersama-bupati-malang</link>
					<comments>https://memontum.com/gubernur-jatim-gelontor-bansos-rp-705-miliar-di-pendopo-agung-bersama-bupati-malang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bansos]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gelontor]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230419</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menghadiri penyaluran bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat kurang mampu di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (22/02/2026) tadi. Pelaksanaan itu, dipimpin Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam penyaluran itu, Gubernur Khofifah menyalurkan Bansos dengan total nilai sebesar Rp 7, 05 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menghadiri penyaluran bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat kurang mampu di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (22/02/2026) tadi. Pelaksanaan itu, dipimpin Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.</p>



<p>Dalam penyaluran itu, Gubernur Khofifah menyalurkan Bansos dengan total nilai sebesar Rp 7, 05 miliar, dengan sasaran berbagai kelompok penerima manfaat. Diantaranya, seperti masyarakat miskin ekstrem, penyandang disabilitas, lanjut usia kurang mampu, penerima zakat produktif, hingga Program Pemberdayaan Desa.</p>



<p>Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa penyaluran Bansos ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Bantuan sosial yang diberikan itu, terbagi dalam dua pendekatan, yakni bersifat karitatif (charity) dan pemberdayaan ekonomi.</p>



<p>&#8220;Bantuan karitatif difokuskan kepada kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas melalui Program Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) serta Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi lanjut usia di atas 60 tahun dari keluarga kurang mampu,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, bantuan berbasis pemberdayaan ekonomi disalurkan melalui Program KIP Jawara, KPM Jawara, serta zakat produktif yang diharapkan mampu menstimulasi peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyediakan akses pembiayaan melalui Program Kredit Keluarga Sejahtera (Prokesra) bekerja sama dengan Bank UMKM, dengan plafon pinjaman hingga Rp 50 juta tanpa agunan dan suku bunga ringan sebesar 3 persen pertahun.</p>



<p>“Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Bagi masyarakat yang telah siap mengembangkan usaha, dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan melalui Prokesra. Sedangkan bagi yang masih membutuhkan dukungan dasar, tetap difasilitasi melalui bantuan sosial dan zakat produktif,” urai Gubernur Khofifah.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi, menegaskan bahwa pelaksanaan penyaluran bantuan sosial ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Berbagai program yang disalurkan, seperti ASPD, PKH Plus Lansia, KIP Putri Jawara, Zakat Produktif, Pemberdayaan BUMDes, Yatim Berdaya, Yatim Puspa, bantuan operasional pendamping PKH dan PKH Plus, serta tali asih bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Hal ini, menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan sosial sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.</p>



<p>Lebih lanjut Bupati Malang menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Malang memaknai program ini sebagai bagian dari orkestrasi pembangunan sosial yang terintegrasi antara perlindungan dan pemberdayaan masyarakat. “Perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan. Bantuan tidak hanya bersifat karitatif, namun juga harus mampu mendorong produktivitas serta memperkuat ketahanan keluarga,” tegasnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/gubernur-jatim-gelontor-bansos-rp-705-miliar-di-pendopo-agung-bersama-bupati-malang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230419</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sambangi Pendopo Wahya Wibawagraha, Ahmad Dani Puji Cerutu Kualitas Ekspor Jember</title>
		<link>https://memontum.com/sambangi-pendopo-wahya-wibawagraha-ahmad-dani-puji-cerutu-kualitas-ekspor-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 13:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[cerutu]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[sambangi]]></category>
		<category><![CDATA[wibawagraha,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226383</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menerima kunjungan sejumlah artis ibu kota, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu (28/09/2028) malam. Salah satu artis yang datang, adalah Ahmad Dani dengan grup band Dewa 19. Kedatangan pentolan band legendaris dari era 90 an ini, disambut langsung Bupati Fawait. Selain Ahmad Dani, dalam kunjungan itu juga nampak pula [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, menerima kunjungan sejumlah artis ibu kota, di Pendopo Wahya Wibawagraha, Minggu (28/09/2028) malam. Salah satu artis yang datang, adalah Ahmad Dani dengan grup band Dewa 19. Kedatangan pentolan band legendaris dari era 90 an ini, disambut langsung Bupati Fawait.</p>



<p>Selain Ahmad Dani, dalam kunjungan itu juga nampak pula Virza dan Ello Tahitoe, yang saat ini bergabung dengan Dewa 19. Para bintang blantika musik Indonesia, ini kemudian dijamu makan malam.</p>



<p>Usai menikmati hidangan, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, kemudian menunjukan sekotak cerutu produksi pabrikan asli Jember kepada para tamunya. Mantan legislator tersebut, kemudian menyebutkan jenis-jenis cerutu atau cigar kepada semua musisi Dewa 19.</p>



<p>&#8220;Ini dari 7 pabrik cerutu. Makin gelap (warna cerutunya), makin tinggi nikotinnya,&#8221; kata Gus Fawait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Nampak dari para artis yang berkunjung itu, mencoba satu persatu cerutu yang disodorkan bupati. Setelah mencoba, rata-rata mereka memuji cita rasa cerutu khas Jember.</p>



<p>Dani yang juga berasal dari satu partai yang sama dengan Gus Fawait yakni Partai Gerindra, tampak memuji cita rasa cerutu yang dicobanya. Bahkan, Gus Fawait tidak segan-segan memantikan api pada cerutu yang dicoba musisi asli Surabaya itu.</p>



<p>&#8220;Cigar buatan Kabupaten Jember produk ekspor,&#8221; kata Dani</p>



<p>Kesan yang sama, juga diungkapkan oleh Ello Tahitoe. Dirinya mengaku, baru pertama kali menghisap cerutu dari Jember.</p>



<p>&#8220;Saya baru pertama ini mencoba cerutu dari Jember. Enak rasanya, enak,&#8221; katanya.</p>



<p>Sebelum kedatangan rombongan Band Dewa 19, Gus Fawait juga menerima kedatangan artis Ambyar, Denny Caknan. Para artis ini, sengaja datang ke untuk tampil menghibur warga Kota Cerutu. Malam itu, mereka dijadwalkan tampil bersama di Stadion Notohadinegoro, Kreyongan, Jember. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226383</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dari Pendopo Rakyat Situbondo, Doa Bersama untuk Negeri Berkumandang</title>
		<link>https://memontum.com/dari-pendopo-rakyat-situbondo-doa-bersama-untuk-negeri-berkumandang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[berkumandang]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225662</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Forkopimda Kabupaten Situbondo, bersama para Kepala OPD, Camat, Kades, Kepala Puskesmas di Kabupaten Situbondo hingga Direktur RSUD dan masyarakat umum, menggelar doa bersama yang dikemas dalam acara &#8216;Istighosah untuk Negeri&#8217; di Pendopo Rakyat Kabupaten Situbondo, Senin (01/09/2025) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan bahwa doa bersama yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Forkopimda Kabupaten Situbondo, bersama para Kepala OPD, Camat, Kades, Kepala Puskesmas di Kabupaten Situbondo hingga Direktur RSUD dan masyarakat umum, menggelar doa bersama yang dikemas dalam acara &#8216;Istighosah untuk Negeri&#8217; di Pendopo Rakyat Kabupaten Situbondo, Senin (01/09/2025) tadi. Dalam kesempatan itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan bahwa doa bersama yang dilakukan, agar Indonesia, khususnya Kabupaten Situbondo aman, damai dan terhindar dari tindakan anarkisme yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab.</p>



<p>&#8220;Semua Forkopimda hadir, anggota DPRD, para Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan ASN di lingkungan Pemkab Situbondo, serta masyarakat umum hadir dalam Istighosah untuk mendoakan bangsa ini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Mas Rio mengatakan, kedamaian, keamanan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), merupakan cita-cita para pejuang bangsa. &#8220;Semoga para pewaris negeri ini mampu melanjutkan cita-cita kusuma bangsa yang telah berjuang untuk kedamaian negeri tercinta ini. Semoga negeri yang kita cintai ini segera pulih, aman dan damai dari ancaman atau perbuatan orang-orang tak bertanggung jawab. Terima kasih atas kehadiran semuanya. Saya yakin doa kita untuk negeri tercinta ini akan didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT,&#8221; ujar Bupati Rio.</p>



<p>Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, mengapresiasi langkah Pemkab Situbondo yang mengumpulkan masyarakat Situbondo untuk menggelar doa untuk Indonesia ini. &#8220;Apabila berbicara keamanan, maka kita melakukan segala kegiatan pengamanan kepada masyarakat. Kita juga melakukan penyisiran terhadap gangguan-gangguan Kamtibmas,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, pihaknya juga melakukan imbauan terhadap masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas. &#8220;Dan apabila akan menyampaikan aspirasi kita persilahkan asalkan sesuai dengan aturan. Kita juga siap mengawal penyampaian aspirasi tersebut,” kata AKBP Rezi.</p>



<p>Doa bersama untuk negeri tercinta Indonesia ini, sambung AKBP Rezi, merupakan wujud cinta tanah air. “Semoga dengan doa bersama masyarakat ini Indonesia baik-baik saja. Kita juga mengapresiasi langkah Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang mengumpulkan seluruh Forkopimda dan masyarakat Situbondo untuk bersama-sama menggelar Istigoshah,&#8221; ujar Kapolres Situbondo.</p>



<p>Sementara itu, Dandim 0823/Situbondo, Letkol Inf Tri Wiratno, mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Situbondo agar dalam menyampaikan aspirasi tidak melakukan perbuatan anarkis. Mengingatkan penyampaian aspirasi merupakan hak semua warga negara. Namun, setidaknya penyampaian aspirasi dilakukan secara santun.</p>



<p>&#8220;Penyampaian aspirasi sah-sah saja, karena penyampaian aspirasi hak warga negara. Namun, penyampaian aspirasi tersebut alangkah baiknya dilakukan secara santun dan baik. Kewajiban kami mengawal dan memastikan keamanan negara. Mari kita tetap bergandengan tangan jangan mudah terpecah belah atau terprovokasi oleh orang-orang tak bertanggung jawab,&#8221; tegas Letkol Inf Tri Wiratno. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225662</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Malang Pimpin Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Pendopo Agung Malang</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-malang-pimpin-peringatan-hari-kebangkitan-nasional-di-pendopo-agung-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<category><![CDATA[pimpin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222238</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Pendopo Agung Malang, Selasa (20/05/2025) tadi. Kepada peserta upacara, Bupati Sanusi membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) dalam Peringatan ke-117 Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2025 dengan tema &#8221;Menuju Kebangkitan Nasional yang Bersahaja, Berpihak dan Berkelanjutan&#8217;. &#8221;Saudara-saudari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Pendopo Agung Malang, Selasa (20/05/2025) tadi. Kepada peserta upacara, Bupati Sanusi membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) dalam Peringatan ke-117 Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2025 dengan tema &#8221;Menuju Kebangkitan Nasional yang Bersahaja, Berpihak dan Berkelanjutan&#8217;.</p>



<p>&#8221;Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, tepat di tanggal 20 Mei 2025, kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Kita sedang membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa, halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan dan keberanian menolak untuk terus terjajah. 117 tahun yang lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan. Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing; bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri,&#8221; kata Bupati Malang.</p>



<p>Dirinya menambahkan, kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup. Dirinya menuntut semua untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu, tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman ini, zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks.</p>



<p>Disrupsi teknologi, lanjutnya, ketegangan geopolitik, krisis pangan global dan ancaman terhadap kedaulatan digital. Pasalnya, hidup di zaman ketika batas-batas geografis semakin kabur dan peradaban bergerak dalam kecepatan yang tak lagi ditentukan oleh jarak, melainkan oleh kemampuan untuk beradaptasi dan memimpin perubahan.</p>



<p>Di tengah arus besar itu, tambahnya, Indonesia tidak berdiri terombang-ambing, tidak pula berdiri di tepi sebagai penonton. &#8221;Pilihan ini bukan tanpa landasan. Sejak awal, para pendiri bangsa telah meletakkan prinsip yang menjadi jangkar kita dalam menghadapi dunia, politik luar negeri yang bebas dan aktif. Dalam arus globalisasi yang semakin kuat, kita bersyukur bahwa Indonesia terus melangkah dengan tenang, menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian. Prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang telah menjadi pedoman sejak awal kemerdekaan, senantiasa menuntun langkah kita. Di tengah polarisasi dunia, Indonesia mengambil posisi sebagai trusted partner, bebas dalam menentukan kepentingan nasional dan aktif membangun dialog yang produktif dengan berbagai pihak,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Prinsip inilah yang menjadikan Indonesia kian dihormati di berbagai forum internasional. Kehadiran di pentas global bukan sekadar untuk menyuarakan kepentingan nasional, tetapi juga untuk membawa gagasan dan solusi yang memberi manfaat bersama. Di tengah dunia yang terus menghadapi ketidakpastian, Indonesia tampil sebagai mitra dialog yang mampu menjembatani kepentingan. Semangat inilah yang juga tercermin dalam setiap langkah kebangkitan nasional di dalam negeri. Indonesia menapaki jalur pembangunan yang tidak semata terfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan setiap kebijakan membuka ruang bagi kemajuan yang adil dan merata. Sebuah ikhtiar besar agar pembangunan yang megah tetap berpijak kokoh pada kepentingan rakyat.</p>



<p>&#8220;Dalam 150 hari pertama Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dan Kabinet Merah Putih, kami memulai langkah-langkah yang berangkat dari hal-hal yang paling mendasar, dari kebutuhan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat. Karena kami percaya, kebangkitan yang besar itu justru dibangun dari fondasi-fondasi yang sederhana. Dari kehidupan yang tenang, perut yang kenyang dan hati yang lapang. Di bidang kesejahteraan sosial, melalui Program Makan Bergizi Gratis, lebih dari 3,5 juta anak Indonesia kini menikmati akses pada makanan bernutrisi. Langkah yang mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya menjadi landasan penting bagi masa depan bangsa. Sebab, kemajuan tidak selalu dimulai dari proyek-proyek besar, melainkan dari sebuah piring makan yang penuh, dari anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa rasa lapar, dengan semangat belajar yang tumbuh karena tubuh mereka cukup gizi,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara di bidang kesehatan, lebih dari 777 ribu masyarakat sudah merasakan manfaat layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Bukan hanya soal berobat, tapi tentang memberi rasa tenang bahwa siapa pun, di mana pun, berhak merasa aman ketika berbicara tentang kesehatannya. Akses pengobatan tidak lagi bergantung pada tebalnya dompet, tapi pada keyakinan bahwa negara hadir untuk melindungi rakyat. Layanan ini juga semakin mudah dijangkau lewat pemanfaatan teknologi digital. Masyarakat bisa mencari informasi kesehatan, konsultasi dokter secara daring dan mengakses layanan medis langsung dari ponsel mereka.</p>



<p>Di bidang ekonomi, ungkapnya, pembentukan Danantara Investment Agency menjadi wujud komitmen untuk mengelola kekayaan nasional secara lebih terarah dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Melalui upaya ini, terbuka peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan mendorong pemerataan kesejahteraan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.</p>



<p>Di bidang pengembangan manusia, mempercepat hadirnya pusat-pusat pelatihan vokasi dan penguatan talenta digital untuk menjawab tantangan besar di era transformasi digital. Melalui kolaborasi dengan dunia industri, Pemerintah Indonesia mendorong terbukanya lebih banyak program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar, termasuk dalam penguasaan kecerdasan artifisial, pengelolaan data, dan keterampilan digital praktis. Sebagai bagian dari upaya tersebut, akan segera diresmikan AI Centre of Excellence di Papua, hasil kolaborasi antara pemerintah dan industri.</p>



<p>&#8221;Sebagai sarana untuk membangun kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi transformasi digital. Di saat yang sama, Pemerintah juga memperkuat fondasi pelindungan sosial di ruang digital. Peraturan pemerintah tentang Tata Kelola dan Pelindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas) menjadi langkah konkret untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh di ekosistem digital yang lebih aman, sehat dan beretika,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Ditegaskan HM Sanusi, bahwa seluruh upaya ini berpulang pada satu tujuan besar, membangun masa depan yang tidak hanya lebih maju, tetapi benar-benar berpihak pada rakyat. Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dan dalam semangat itu. Pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai kompas utama kebangkitan nasional. Ada delapan misi besar, untuk menghadirkan perubahan yang benar-benar terasa di tengah kehidupan rakyat. Di balik setiap kebijakan fiskal, setiap program sosial dan setiap langkah strategis, selalu ada satu tujuan yang diingat oleh Pemerintah Indonesia. Agar setiap rakyat Indonesia, di kota besar maupun di pelosok desa, merasa dilibatkan dan diberdayakan dalam kemajuan bangsanya sendiri.</p>



<p>&#8221;Mari kita jaga kebangkitan ini dengan semangat yang sama seperti akar pohon yang menembus tanah. Perlahan tapi pasti, tak selalu terlihat, namun kokoh menopang kehidupan. Karena sesungguhnya, kebangkitan yang paling kokoh adalah kebangkitan yang tumbuh perlahan, berakar dalam nilai-nilai kemanusiaan dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang dirasakan bersama. Dirgahayu Hari Kebangkitan Nasional ke-117. Mari melangkah bersama, dengan langkah yang tenang namun penuh keyakinan, menuju Indonesia yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih beradab,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Seusai upacara, Bupati Sanusi yang berulang tahun tepat di tanggal 20 Mei, mendapat kejutan perayaan sederhana Hari Ulang Tahun (HUT) ke 65 dari para tamu VIP. Diantaranya Kapolres Malang dan Forkopimda Kabupaten Malang, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, para camat dan istri yang sudah standby di Pendopo Agung. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222238</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Halal Bihalal bersama Bupati Kediri, Anak-anak hingga Ojol Padati Pendopo Panjalu Jayati</title>
		<link>https://memontum.com/halal-bihalal-bersama-bupati-kediri-anak-anak-hingga-ojol-padati-pendopo-panjalu-jayati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2025 06:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bihalal]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jayati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[padati]]></category>
		<category><![CDATA[panjalu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221126</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Berbagai elemen masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua, menghadiri acara halal bihalal bersama Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, di Pendopo Panjalu Jayati, Selasa (15/04/2025) tadi. Dalam acara halal bihalal itu, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito bersama Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Berbagai elemen masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua, menghadiri acara halal bihalal bersama Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, di Pendopo Panjalu Jayati, Selasa (15/04/2025) tadi. Dalam acara halal bihalal itu, Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito bersama Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa.</p>



<p>Yang menarik, diantara elemen yang hadir, tidak hanya dari masyarakat umum tertentu. Namun, baik dari kalangan pelajar, pelaku seni, wartawan, penyandang disabilitas serta masyarakat umum lain hingga driver ojek online (Ojol) turut mengikuti halal bihalal. Bahkan, mereka menyempatkan hadir di tengah-tengah waktu luang menarik penumpang.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, masyarakat sangat antusias mengikuti acara halal bihalal ini. Salah satunya, tentu untuk dapat bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan Mas Dhito.</p>



<p>&#8220;Baru pertama kali ini (ikut, red). Sangat senang sekali bisa datang ke halal bihalal ini. Kebetulan dapat informasi acara ini dari teman-teman yang dishare ke groub,&#8221; kata salah satu driver ojek online, Anang Triarto.</p>



<p>Di momen itu, Anang saat itu datang bersama temannya Setiono, yang sama-sama dari Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Dirinya menyebut, pemerintahan Mas Dhito di Kabupaten Kediri melalui program pembangunannya selama ini terlihat sangat memperhatikan masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bahkan, Mas Dhito mau menerima dan mendengar usulan yang disampaikan warga. Hal inilah, yang dinilai menjadikan masyarakat Kediri sangat antusias untuk bisa mengikuti acara halal bihalal yang digelar orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kediri itu. &#8220;Semoga Kabupaten Kediri bisa semakin maju dan berkembang lagi dan berbudaya,&#8221; katanya.</p>



<p>Lain halnya dengan Anang, ada Sobirin warga Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten yang merupakan anggota perkumpulan Disabilitas Kediri Tangguh (Dikta) Kabupaten Kediri. Bersama puluhan penyandang disabilitas lain, dia mengaku setiap tahun rutin hadir di acara halal bihalal yang diadakan di Pendopo Panjalu Jayati.</p>



<p>&#8220;Teman-teman disabilitas sangat antusias sekali, karena lewat halal bihalal ini kami kembali bisa silaturahmi langsung dengan Mas Dhito,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dalam pemerintahan Mas Dhito, Sobirin dan penyandang disabilitas lain sangat merasakan perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Bahkan seperti dirinya yang menggeluti kerajinan dari bambu, mendapatkan pendampingan untuk pengembangan usaha.</p>



<p>Mas Dhito menyampaikan bahwa melalui acara halal bihalal itu, pihaknya mewakili Pemerintah Kabupaten Kediri menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat bilamana dalam kepemimpinan masih ada kekurangan. Melalui momen itu, Mas Dhito mengajak semua elemen masyarakat untuk bisa saling memaafkan dan guyub rukun dalam mensukseskan pembangunan di Kabupaten Kediri.</p>



<p>&#8220;Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kediri, kita harus saling memaafkan dan saling bergandengan tangan untuk membangun kabupaten ini,&#8221; ujar Mas Dhito. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221126</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pegawai Pemkab Kediri dan Instansi Vertikal Halal Bihalal Bareng Mas Dhito di Pendopo Panjalu Jayati</title>
		<link>https://memontum.com/pegawai-pemkab-kediri-dan-instansi-vertikal-halal-bihalal-bareng-mas-dhito-di-pendopo-panjalu-jayati</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2025 08:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bareng,]]></category>
		<category><![CDATA[bihalal]]></category>
		<category><![CDATA[instansi]]></category>
		<category><![CDATA[jayati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[panjalu]]></category>
		<category><![CDATA[pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[vertikal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221123</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Ribuan pegawai di Kabupaten Kediri mengikuti halal bihalal yang digelar Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, di Pendopo Panjalu Jayati, Senin (14/04/2025) tadi. Kegiatan rutin tahunan yang diadakan di Bulan Syawal itu, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan hubungan kekeluargaan antar pegawai. Sementara pelaksanaan halal bihalal ini, tidak hanya diikuti pegawai di internal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Ribuan pegawai di Kabupaten Kediri mengikuti halal bihalal yang digelar Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, di Pendopo Panjalu Jayati, Senin (14/04/2025) tadi. Kegiatan rutin tahunan yang diadakan di Bulan Syawal itu, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan hubungan kekeluargaan antar pegawai.</p>



<p>Sementara pelaksanaan halal bihalal ini, tidak hanya diikuti pegawai di internal Pemkab Kediri dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Namun, juga diikuti pegawai dari instansi vertikal, baik TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan maupun yang lain.</p>



<p>&#8220;Hari ini halal bihalal dengan pegawai dan pihak-pihak yang selama ini telah membersamai pemerintah Kabupaten Kediri dalam bekerja,&#8221; kata Mas Dhito-sapaan Bupati Kediri itu.</p>



<p>Dalam halal bihalal itu, Mas Dhito didampingi istri, Eriani Annisa Hanindhito dan Wakil Bupati, Dewi Mariya Ulfa atau Mbak Dewi serta Sekda Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin. Secara bergantian, satu-persatu menyalami para pegawai yang mengantre secara bergiliran.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seusai bersalaman, mereka yang hadir di Pendopo juga dipersilahkan menikmati berbagai menu makanan dari berbagai UMKM di Kabupaten Kediri. &#8220;Untuk besok, kita adakan lagi halal bihalal untuk masyarakat dan kita buka untuk umum,&#8221; tambah Mas Dhito.</p>



<p>Turut hadir mengikuti kegiatan halal bihalal, guru dan kepala sekolah dari sekolah PAUD hingga SMA di Kabupaten Kediri. Bahkan diantara tenaga pendidik, ada pula yang terlihat mengajak anak-anak.</p>



<p>Seorang guru dari Kelompok Bermain (KB) Nurul Azizah Desa Balungjeruk, Kecamatan Kunjang, Viska Rifki Rusuli, mengaku senang bisa hadir dan bertemu langsung dengan Mas Dhito dalam halal bihalal itu. &#8220;Sangat senang sekali bisa ketemu Mas Dhito dan bisa salaman langsung,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Bersama guru lain, Viska mengaku bukan kali pertama mengikuti kegiatan halal bihalal di Pendopo Panjalu. Menurutnya, sejak dibuka untuk umum dan diadakan untuk halal bihalal, setiap tahun dirinya selalu hadir.</p>



<p>&#8220;Tahun kemarin juga ikut. Karena kitakan tidak bisa ketemu tiap hari dengan Mas Dhito, walaupun bisa jauh, kalau inikan dekat,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuliner Khas Banyuwangi dari Warung Rakyat Lengkapi Festival Diaspora di Pendopo Shaba Swagata Blambangan</title>
		<link>https://memontum.com/kuliner-khas-banyuwangi-dari-warung-rakyat-lengkapi-festival-diaspora-di-pendopo-shaba-swagata-blambangan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[blambangan]]></category>
		<category><![CDATA[diaspora]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lengkapi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[swagata]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220838</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi memiliki agenda rutin dengan mengundang Diaspora Banyuwangi, di setiap awal Syawal. Untuk tahun ini, pelaksanaan Festival Diaspora itu terasa istimewa, sebab Pemkab Banyuwangi melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal Bumi Blambangan. Berbagai masakan atau kuliner khas Banyuwangi, dihadirkan di sela agenda itu. Diantaranya, seperti Ayam Pedas Sambirejo, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi memiliki agenda rutin dengan mengundang Diaspora Banyuwangi, di setiap awal Syawal. Untuk tahun ini, pelaksanaan Festival Diaspora itu terasa istimewa, sebab Pemkab Banyuwangi melibatkan warung-warung rakyat sebagai suguhan bagi ratusan perantau asal Bumi Blambangan.</p>



<p>Berbagai masakan atau kuliner khas Banyuwangi, dihadirkan di sela agenda itu. Diantaranya, seperti Ayam Pedas Sambirejo, Pecel Pitik, Rujak Soto, Nasi Tempong hingga Es Krai (semacam buah blewah). Tak ayal, suguhan itupun menjadi pelepas kangen Diaspora di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kamis (03/04/2025) tadi.</p>



<p>&#8220;Ada Sate Perliman, kangen juga rasanya. Tadi sempat menikmati Lontong Jangan, yang sudah lama tidak kita makan,&#8221; ujar Diaspora yang tinggal di Palembang, Suroso.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan peran serta para Diaspora amat penting bagi perkembangan Banyuwangi. Dirinya berharap, dengan pertemuan para Diaspora ini turut memperkuat pembangunan daerah.</p>



<p>&#8220;Tidak hanya ajang saling tepuk tangan, namun juga memperkokoh ikatan kekeluargaan dan sinergi bagi Banyuwangi ke depan,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa sejumlah hidangan yang disuguhkan kepada perantau ini melibatkan warung rakyat yang cukup dikenal di masyarakat. Harapannya, selain untuk mengobati rindu para perantau akan kuliner khas Banyuwangi, juga untuk memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha mikro.</p>



<p>&#8220;Selain tombo kangen, semoga dengan kami libatkan di acara Diaspora juga berdampak ekonomi pada UMKM kuliner. Sekaligus mempromosikan usaha mereka ke para pemudik,&#8221; tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Tidak hanya yang berasal dari sejumlah kota di Indonesia, turut hadir para Diaspora yang berkiprah di berbagai belahan dunia. Baik hadir secara langsung, maupun mengikuti secara virtual. Mayoritas mereka tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi). Diaspora Banyuwangi itu tidak sedikit yang berkiprah di berbagai bidang profesional maupun pengusaha di berbagai negara. Bahkan, banyak pula yang kemudian menjadi pejabat publik.</p>



<p>Sementara itu, sejumlah pemilik warung mengaku senang dengan dilibatkan dalam acara ini. Bagi mereka, ini merupakan kesempatan untuk mempromosikan usahanya lebih luas.</p>



<p>&#8220;Harapannya, tentu usaha kami bisa dipromosikan para Diaspora yang hadir ke teman-teman atau kerabatnya kalau pas ke Banyuwangi,&#8221; kata pemilik warung Lontong Jangan, Nanik. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220838</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Open House di Pendopo Sabha Swagatha, Bupati Banyuwangi Berbagi Inspirasi bersama Komunitas Difabel</title>
		<link>https://memontum.com/open-house-di-pendopo-sabha-swagatha-bupati-banyuwangi-berbagi-inspirasi-bersama-komunitas-difabel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2025 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[difabel]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<category><![CDATA[swagatha,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220825</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Selain menggelar Festival Diaspora dari berbagai wilayah di Indonesia dan dunia, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga mengadakan open house di Pendopo Sabha Swagatha, Kamis (03/04/2025) tadi. Open house ini, diikuti berbagai kalangan termasuk komunitas difabel, yang juga turut hadir dan berbagi inspirasi. Gelaran open house ini, tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Selain menggelar Festival Diaspora dari berbagai wilayah di Indonesia dan dunia, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga mengadakan open house di Pendopo Sabha Swagatha, Kamis (03/04/2025) tadi. Open house ini, diikuti berbagai kalangan termasuk komunitas difabel, yang juga turut hadir dan berbagi inspirasi.</p>



<p>Gelaran open house ini, tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah bagi para teman disabilitas, untuk menunjukkan karya dan kontribusi. Seperti Wahyu Riyanto, influencer tunadaksa asal Banyuwangi yang kini berkarir di Jakarta. Wahyu berbagi pengalamannya keterbatasan fisik tidak boleh menjadi penghalang untuk berkarya.</p>



<p>Sebelumnya, Wahyu mendapat Beasiswa Banyuwangi Cerdas pada tahun 2016. Kini, dirinya menjadi content creator. Konten-kontennya pun juga banyak seputar mendaki gunung.</p>



<p>Wahyu sendiri dikenal melalui kolaborasinya di YouTube bersama stand-up comedian, Tretan Muslim. Saat open house, Wahyu juga berbagi pengetahuan tentang content creating yang bisa diterapkan oleh teman-teman difabel lainnya</p>



<p>&#8220;Di luar daerah, saya belajar bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkontribusi dan berkarya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain Wahyu, ada Nadifa Hayu Aulia, seorang tunarungu yang sukses merintis usaha sejak 2019 di Bali bersama suaminya, Fatur Ashad, juga berbagi kisahnya. Menurut Nadifa, tantangan terbesar bagi penyandang tunarungu adalah komunikasi, tetapi hal itu bukan penghalang untuk meraih sukses.</p>



<p>&#8220;Kesulitan terbesar bagi tunarungu adalah bagaimana berkomunikasi, tetapi itu bukan halangan. Saya belajar banyak dari suami untuk berani berinteraksi dengan orang lain. Dengan sedikit usaha, orang akan memahami kita,&#8221; ungkap Nadifa.</p>



<p>Selain itu, hadir pula sejumlah komunitas difabel, seperti komunitas tuli Gerkatin dan Taliwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan inklusi sosial merupakan aspek penting dalam pembangunan daerah. &#8220;Terima kasih atas kehadiran teman-teman difabel. Banyuwangi harus menjadi rumah bagi semua. Kami ingin para difabel juga mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman dan berkontribusi dalam membangun daerah,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Selama ini, Pemkab Banyuwangi telah menerapkan berbagai program pro-difabel, seperti pendidikan inklusif dengan program sekolah inklusi yang hingga saat ini total ada 162 lembaga sekolah, mulai jenjang SD &#8211; SMP. “Kami menyiapkan sekolah inklusi yang ramah difabel, mulai dari infrastrukturnya hingga Sumber Daya Manusianya,” ungkap Bupati Ipuk.</p>



<p>Banyuwangi telah menyiapkan 250 guru pendamping yang disebar di berbagai sekolah inklusi se-Banyuwangi, untuk mendampingi 1.147 peserta didik berkebutuhan khusus. Adapula beasiswa Banyuwangi Cerdas bagi siswa difabel.</p>



<p>Banyuwangi juga rutin menggelar Festival Kita Bisa sebagai ruang bagi para difabel untuk mengekspresikan diri serta menampilkan bakat minat mereka.</p>



<p>Untuk pemenuhan hak sipil, pemkab menggulirkan program Go on Document (Godoc) dari rumah ke rumah untuk memberikan kemudahan kepada para difabel dalam proses pembuatan dokumen kependudukan. Ruang-ruang publik dan sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi juga telah dibangun dengan konsep ramah difabel.</p>



<p>“Tak hanya itu, sejak beberapa tahun terakhir kami juga membuka jalur khusus difabel dalam rekrutmen ASN di Banyuwangi. Bahkan, perusahaan swasta juga kami dorong untuk membuka lowongan kerja untuk mereka. Ini sebagai bentuk dukungan pemkab kepada para difabel,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Melalui inisiatif-inisiatif tersebut, Banyuwangi terus berupaya menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, memberikan mereka kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi dalam masyarakat. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220825</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Kedua Lebaran, Bupati Pasuruan bersama Wakil Gelar Open House di Pendopo</title>
		<link>https://memontum.com/hari-kedua-lebaran-bupati-pasuruan-bersama-wakil-gelar-open-house-di-pendopo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bersama]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220780</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, menggelar open house di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Selasa (01/04/2025) tadi. Di momen itu, Bupati Rusdi turut didampingi sang istri, Merita Ariestya Yudi serta turut hadir Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori serta jajaran Forkopimda, seperti Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Arh Noor Iskak beserta istri hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo, menggelar open house di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Selasa (01/04/2025) tadi. Di momen itu, Bupati Rusdi turut didampingi sang istri, Merita Ariestya Yudi serta turut hadir Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori serta jajaran Forkopimda, seperti Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Arh Noor Iskak beserta istri hingga Sekretaris Daerah, Yudha Triwidya Sasongko beserta istri.</p>



<p>Dalam rangkaian itu, tidak ada agenda khusus yang diadakan. Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan begitu tiba di pendopo sekitar pukul 08.45, seketika itu langsung berdiri berjajar dan menyapa para tamu. Setelah itu, dilanjutkan dengan menikmati berbagai kuliner khas Hari Raya Idul Fitri. Seperti ketupat, opor, kare, tahu campur Lamongan, bakso dan beberapa menu lain.</p>



<p>Bupati Pasuruan yang akrab disapa Mas Rusdi, dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan di Pendopo Kabupaten Pasuruan. Dirinya juga menyampaikan, bahwa kegiatan open house ini sebagai salah satu sarana untuk bisa mempererat hubungan dirinya dengan jajaran, Forpimda, ulama, tokoh masyarakat dan lainnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Terima kasih atas kedatangan dan silaturahmi hari ini. Semoga tali silaturahmi ini tetap terjalin sampai kapan pun. Berhubung hari ini juga Lebaran, kita saling menyapa dan mohon maaf,&#8221; katanya.</p>



<p>Saat ditanya alasan menggelar open house di hari kedua, Mas Rusdi menilai hubungan yang paling utama adalah dengan orang tua dan keluarga inti. Dirinya juga percaya, bahwa umat Muslim lainnya melakukan hal yang sama. Ditambah lagi, di hari pertama dirinya menerima kunjungan dari masyarakat sekitar tempat tinggalnya, yang telah menunggunya sejak selesai Salat Idul Fitri.</p>



<p>&#8220;Jadi di hari pertama, kita fokuskan pada Lansia dan keluarga lanjut usia. Saya ingin semua staf di Pasuruan melakukan hal yang sama. Baru hari kedua ini, saya membuka open house di Anjungan ini,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220780</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
