<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penelitian &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penelitian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Sep 2024 10:53:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penelitian &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>KPU Kota Kediri Serahkan Berita Acara Penelitian Administrasi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2024</title>
		<link>https://memontum.com/kpu-kota-kediri-serahkan-berita-acara-penelitian-administrasi-calon-wali-kota-dan-wakil-wali-kota-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Sep 2024 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[administrasi]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[serahkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213845</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menyerahkan Berita Acara Penelitian Persyaratan Administrasi untuk Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri Tahun 2024. Acara ini, berlangsung di Ruang RPP KPU Kota Kediri dan dihadiri oleh Liaison Officer (LO) dari pasangan calon (Paslon) yang telah mendaftar, Kamis (05/09/2024) tadi. Penyerahan Berita Acara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menyerahkan Berita Acara Penelitian Persyaratan Administrasi untuk Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri Tahun 2024. Acara ini, berlangsung di Ruang RPP KPU Kota Kediri dan dihadiri oleh Liaison Officer (LO) dari pasangan calon (Paslon) yang telah mendaftar, Kamis (05/09/2024) tadi.</p>



<p>Penyerahan Berita Acara sendiri, dilakukan oleh Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Teknis Penyelenggaraan, Adib Zaimatu Sofi, didampingi oleh Kasubbag Teknis dan Hukum KPU Kota Kediri, Arif Suryawan. Dua Paslon yang telah mendaftar adalah Vinanda Prameswati dan Qowimuddin serta Paslon Ferry Silviana Feronica dan Regina Nadya Suwono. Kedua Paslon dinyatakan memenuhi syarat untuk maju, namun masih harus melalui penelitian administrasi lebih lanjut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sofi menjelaskan, bahwa penelitian administrasi dilakukan baik melalui berkas digital yang diunggah di aplikasi Silon maupun berkas fisik yang diserahkan kepada KPU. Paslon yang berkasnya dinyatakan Belum Memenuhi Syarat (BMS), diberi waktu untuk memperbaiki dokumen mulai tanggal 6 hingga 8 September 2024.</p>



<p>KPU Kota Kediri juga menekankan, pentingnya LO dan tim Paslon untuk mempersiapkan perbaikan dokumen dengan baik, mengingat waktu yang terbatas. Selain diserahkan kepada LO paslon, Berita Acara ini juga diberikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kediri. <strong>(pan/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213845</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bupati Jombang Ikuti Sosialisasi Kegiatan Penelitian Survei Kebumian 2D Vibroseis Sub-Vulkanik Jawa</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-jombang-ikuti-sosialisasi-kegiatan-penelitian-survei-kebumian-2d-vibroseis-sub-vulkanik-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2022 11:14:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=163310</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, didampingi Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, menghadiri Sosialisasi Kegiatan Penelitian Survei Kebumian 2D Vibroseis Sub-Vulkanik Jawa Untuk Pencitraan Struktur Bawah Permukaan, di Hall Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Rabu (09/02/2022). Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Senior Manager New Venture Domestic PHE (Pertamina Hulu Energi), Anton Darmawan, Kepala Departemen Operasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, didampingi Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, menghadiri Sosialisasi Kegiatan Penelitian Survei Kebumian 2D Vibroseis Sub-Vulkanik Jawa Untuk Pencitraan Struktur Bawah Permukaan, di Hall Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Rabu (09/02/2022). Turut hadir dalam pelaksanaan itu, Senior Manager New Venture Domestic PHE (Pertamina Hulu Energi), Anton Darmawan, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Jabanusa (Jawa &#8211; Bali &#8211; Nusa Tenggara), Asyhad, Ketua DPRD, Forkompimda Kabupaten Jombang, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Staf Ahli, Asisten dan Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang.</p>



<p>Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementrian ESDM, yang selalu memberikan program-programnya di Kabupaten Jombang. Dirinya berharap, sosialisasi ini diikuti dengan baik. Sehingga, didapatkan data-data lapisan dan struktur bawah permukaan yang diperlukan, serta warga masyarakat kita dapat memperoleh informasi yang tepat tentang kegiatan survei ini.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Kegiatan ini harus menjadi perhatian bersama di dalam pelaksanaannya. Semoga, Allah SWT memberikan ridho dan keberkahan kepada kita serta data yang didapatkan bermanfaat bagi masyarakat,&#8221; kata Bupati Jombang.</p>



<p>Di tempat sama, Senior Manager of New Venture and Domestic Pertamina Hulu Energi, Anton Darmawan, menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini Kementrian ESDM melakukan program breakthrough untuk memperoleh data bawah permukaan terbaru dengan menunjuk Pertamina melaksanakan beberapa penelitian pencitraan lapisan dan struktur bawah permukaan.</p>



<p>&#8220;Kegiatan Penelitian Survei Kebumian 2D Vibroseis Sub-Vulkanik Jawa, merupakan salah satu kegiatan komitmen Pertamina dalam rangka melaksanakan program Pemerintah tersebut,&#8221; terangnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-dan-dprd-kota-malang-jemput-dukungan-pusat-untuk-penanganan-pasar-besar">Pemkot dan DPRD Kota Malang Jemput Dukungan Pusat untuk Penanganan Pasar Besar</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-lumajang-pastikan-pembangunan-kkdmp-berjalan-tertib-dan-memiliki-kepastian-hukum">Bupati Lumajang Pastikan Pembangunan KKDMP Berjalan Tertib dan Memiliki Kepastian Hukum</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bahas-masalah-incenerator-waste-to-energy-bupati-malang-audensi-bersama-rektor-universitas-brawijaya">Bahas Masalah Incenerator Waste To Energy, Bupati Malang Audensi bersama Rektor Universitas Brawijaya</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/peringatan-nuzulul-quran-sekda-kabupaten-malang-ingatkan-pentingnya-pembangunan-spiritual-masyarakat">Peringatan Nuzulul Quran, Sekda Kabupaten Malang Ingatkan Pentingnya Pembangunan Spiritual Masyarakat</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuki-pertengahan-ramadan-kiriman-uang-pmi-via-kantor-pos-malang-turun-rp-18-miliar">Masuki Pertengahan Ramadan, Kiriman Uang PMI via Kantor Pos Malang Turun Rp 1,8 Miliar</a></li>
</ul>


<p>Tujuan utama dari survei ini, tambahnya, untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan, terutama pada area di bawah lapisan batuan vulkanik di sepanjang wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur. Sedangkan untuk area Jawa Timur, kegiatan ini akan berlangsung Januari hingga Juni 2022. Dimulai dari Kabupaten Ngawi, Bojonegoro, Madiun, Kota Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Jombang, Kediri, Kota Kediri, Tulungagung, Pasuruan, Kota Pasuruan, Malang, Kota Malang, Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang dan Jember.</p>



<p>&#8220;Dalam gambaran sederhana, survei ini tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan Ultrasonografi (USG). Seperti halnya USG, survei kebumian ini juga merupakan metode untuk mendapatkan gambaran bawah permukaan bumi dengan menggunakan mobil vibroseis dan smart solo. Mobil vibroseis digunakan sebagai sumber gelombang dan smart solo berfungsi sebagai penangkap gelombang yang dihasilkan oleh mobil vibroseis. Mobil vibroseis akan bekerja dan melintas di jalan Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, Diwek, Gudo, Jombang, Kabuh, Kudu, Megaluh, Perak, Peterongan, Ploso dan Tembelang,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Adapun peralatan yang digunakan, tambahnya, yaitu 10 unit mobil vibroseis sebagai sumber gelombang beserta Smartsolo sebagai penerima gelombang. Diharapkan, hasil kegiatan ini dapat memberikan jawaban atas penugasan yang diberikan Pemerintah ke Pertamina dalam menambah data dan informasi kebumian di Jawa Timur dan di Indonesia pada umumnya. Sehingga, semua dapat merasakan manfaat atas pekerjaan ini.</p>



<p>&#8220;Kami mengharapkan bantuan dan dukungan dari setiap pemangku kepentingan yang ada, agar survey ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan,&#8221; paparnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">163310</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Aplikasi E-RIS oleh Ketua MA</title>
		<link>https://memontum.com/peluncuran-aplikasi-e-ris-oleh-ketua-ma</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2021 04:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=135289</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta – Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. M. Syarifuddin, SH., MH meluncurkan aplikasi E-RIS (Electronic Research Information System – Sistem Informasi Riset Elektronik) secara virtual, dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Penelitian Hukum Untuk Mewujudkan Kesatuan Hukum Dan Konsistensi Putusan Hakim” pada hari Senin (22/02) bertempat di Command Center Mahkamah Agung. Dalam sambutannya Ketua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> –  Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. M. Syarifuddin, SH., MH meluncurkan aplikasi E-RIS (Electronic Research Information System – Sistem Informasi Riset Elektronik) secara virtual, dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Penelitian Hukum Untuk Mewujudkan Kesatuan Hukum Dan Konsistensi Putusan Hakim” pada hari Senin (22/02) bertempat di Command Center Mahkamah Agung.</p>



<p>Dalam sambutannya Ketua Mahkamah Agung mengatakan Mahkamah Agung sebagai lembaga negara yang menjalankan kekuasaan kehakiman tertinggi atas badan-badan peradilan di bawahnya berkomitmen untuk mewujudkan satu kesatuan penerapan hukum di Mahkamah Agung dan tercipta konsistensi putusan sejalan dengan penerapan sistem kamar bagi semua perkara, sehingga membantu hakim untuk mendapatkan referensi dan pertimbangan hukum yang rasional dan komprehensif, Mahkamah Agung memandang penting dukungan teknologi informasi dalam memfasilitasi hakim, khususnya dalam mengakses berbagai bentuk informasi yang diperlukan terkait putusan perkara korupsi, sehingga hakim dapat membuat pertimbangan hukum yang komprehensif, mencerminkan rasa keadilan dan memiliki basis keilmuan yang kokoh dalam memutus perkara-perkara.</p>



<p>Lebih lanjut M. Syarifuddin menyatakan Aplikasi E-RIS ini merupakan aplikasi internal Mahkamah Agung yang dapat digunakan sebagai alat bantu bagi para hakim dalam menemukan informasi yang relevan dalam memutus perkara, namun, yang telah tersedia baru untuk perkara korupsi, sedangkan perkara perkara lainya akan segera menyusul.</p>



<p>“Aplikasi E-RIS yang diluncurkan Mahkamah Agung ini nantinya tidak hanya dapat menjadi referensi dan acuan bagi hakim dalam menggali pertimbangan pada putusan-putusan dari majelis-majelis hakim terdahulu untuk perkara korupsi, tetapi untuk seluruh perkara.  Harapan Saya, Sistem Informasi dapat dikembangkan menjadi referensi dan acuan untuk semua perkara,” ujar Mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="600" height="400" src="https://i0.wp.com/s3-id-jkt-1.kilatstorage.id/memontum/2021/02/mYSVueMw-13.jpg?resize=600%2C400&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-135291" data-recalc-dims="1" /></figure>



<p>Diakhir sambutan KMA mengutarakan kepada para Yang Mulia Hakim Agung dan para hakim tingkat pertama dan banding, agar aplikasi ini dapat betul-betul digunakan secara optimal, sehingga dapat memberi feedback dan masukan bagi penyempurnaan dan perbaikan di masa mendatang.</p>



<p>Adapun lima fitur utama dalam aplikasi E-RIS yaitu :</p>



<p>1. Fitur risalah Pembahasan Peraturan Perundang-Undangan. Fitur ini berisi ringkasan mengenai MvT (Memorie van Toelichting) atau risalah pembahasan saat proses legislasi RUU Tipikor, RUU TPPU, RUU KUHAP, dan Terjemahan MvT KUHP mengenai isu-isu tertentu.</p>



<p>2. Fitur Anotasi Putusan. Fitur ini berisi Anotasi terhadap putusan perkara korupsi terpilih (selected judicial decisions) yang telah melalui proses peer review dari para ahli (praktisi/akademisi).&nbsp; Anotasi ini dilakukan oleh lembaga penelitian dan advokasi yang independen dalam arti berada di luar kelembagaan Mahkamah Agung.</p>



<p>3.Fitur Pendapat ahli yang dimuat dalam putusan dan media. Fitur ini Berisi keterangan ahli yang dimuat dalam putusan pengadilan tingkat pertama dan putusan Mahkamah Konstitusi dan Kolom Media Massa yang telah terakreditasi Dewan Pers terkait dengan penafsiran atau penerapan norma, antara lain dalam Undang Undang Tipikor.</p>



<p>4. Fitur ringkasan putusan Mahkamah Konstitusi. Fitur ini berisi ringkasan pertimbangan hakim dalam putusan-putusan MK yang memberikan kaidah atau penafsiran baru terhadap penerapan pasal-pasal atau unsur-unsur tertentu dalam delik tipikor yang telah ada di Direktori Putusan Versi 3, namun fitur yang tercantum dalam aplikasi ini lebih ditekankan pada ringkasan poin-poin pertimbangan hakim MK sehingga menjadi lebih lengkap dan lebih memudahkan dalam mencermati isi putusan MK yang dimaksud.</p>



<p>5. Fitur hasil penelitian. Fitur ini berisi hasil penelitian yang sudah dikembangkan secara mandiri oleh MA melalui Balitbang Diklat Kumdil MA yang telah tersedia baru yang berhubungan dengan tipikor yang dipublikasi dalam website Puslitbangkumdil MA dan nantinya juga dapat memuat penelitian lain, yang dilakukan oleh lembaga-lembaga penelitian independen maupun pemerintah.</p>



<p>Acara peluncuran aplikasi E-RIS dihadiri secara fisik oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Non Yudisial, Para Ketua Kamar, Sekretaris MA, serta Kepala Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung Republik Indonesia. <strong>(Humas</strong>)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">135289</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Petani Sumberbrantas Batu Temukan Formula Atasi Mata Ayam Buah Apel</title>
		<link>https://memontum.com/petani-sumberbrantas-batu-temukan-formula-atasi-mata-ayam-buah-apel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 06:30:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kesejahteraan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[memontum]]></category>
		<category><![CDATA[Memontum.com]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Mata Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[organik]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Mata Ayam]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=132750</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Di tengah keputus-asaan petani apel Kota Batu, dengan merebaknya penyakit mata ayam pada buah tanaman, harapan baru pun muncul. Rudy Mardiyanto, petani asal Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, memiliki formula atau &#8216;obat&#8217; khusus sebagai solusinya.Petani yang dikenal cerdik dan suka berinovasi dengan melakukan penelitian, siapa sangka mampu mengendalikan hama tanaman tersebut. Ditemui [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p></p>



<p><strong>Memontum Kota Batu </strong>&#8211; Di tengah keputus-asaan petani apel Kota Batu, dengan merebaknya penyakit mata ayam pada buah tanaman, harapan baru pun muncul. Rudy Mardiyanto, petani asal Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, memiliki formula atau &#8216;obat&#8217; khusus sebagai solusinya.<br>Petani yang dikenal cerdik dan suka berinovasi dengan melakukan penelitian, siapa sangka mampu mengendalikan hama tanaman tersebut. Ditemui di ladang apel miliknya, Rudy-sapaan akrabnya, menunjukan sejumlah apel yang sembuh dari wabah mata ayam. Bintik hitam yang menjadi tanda wabah mata ayam di buah, terlihat memudar. Bahkan, bercaknya pun juga tidak banyak.<br>Temuannya ini, tentu menjadi kabar baik bagi para petani. Rudy sendiri juga mengaku senang dengan temuannya tersebut. Dan berharap, temuannya bisa membantu para petani apel.</p>



<p><br>Di ladang miliknya, Rudy memulai aktivitas penelitiannya. Dari hasil penelitian, ternyata mata ayam cenderung menyerang apel jenis manalagi yang memiliki karakteristik buah yang lebih manis sedangkan pada apel jenis lainnya, tidak seberapa.</p>



<p><br>&#8220;Apel rasa manis cenderung dihinggapi mata ayam. Seperti, Apel Manalagi. Apel Anna juga ada, tapi tidak separah Apel Manalagi,&#8221; ujar Rudy kepada memontum.com.</p>



<p><br>Ladang apel miliknya yang seluas 1 Ha, sengaja dijadikan laboratorium penelitiannya. Dirinya meneliti, dengan biaya sendiri, tenaga dan pemikiran sendiri. Penelitian itu, dilakukannya mulai sejak delapan bulan yang lalu, dengan memadukan sejumlah pestisida dalam ‘ramuannya’.</p>



<p><br>Empat bulan berselang, kerja kerasnya membuahkan hasil. Tanaman apel miliknya, mulai terlihat baik dan mata ayam tidak berkembang setelah di semprot dengan formula ciptaannya. Rudy sendiri belum memberi nama atas hasil temuannya tersebut. Dirinya hanya menyebut temuannya itu sebagai obat atau fungisida.</p>



<p><br>“Akhirnya dari hasil observasi yang saya lakukan ini, menemukan jika mata ayam itu berasal dari jamur. Jamur itu penyebarannya berjalan selama empat hari. Mulai dari spora hingga spora lagi,” kata.<br>Buah yang mendapat semprotan fungisida ciptaan Rudy, akan berkembang tanpa bintik mata ayam yang lebih banyak. Bintik mata ayam hanya sampai pada permukaan kulit saja, tidak sampai masuk ke dalam daging buah.</p>



<p><br>Serangga seperti lalat buah juga memiliki peran menyebarkan mata ayam. Diterangkan Rudy, lalat melubangi buah apel. Namun uniknya, yang dihinggapi sebagian besar adalah Apel Manalagi.<br>Setelah dilubangi lalu datang hujan sehingga jamur masuk melalui lubang itu dan menyebar mulai ukuran 1 mili hingga beberapa sentimeter. Berdasarkan penelitiannya, wujud jamur mata ayam itu sendiri memiliki bentuk pipih seperti padi.</p>



<p><br>“Apel yang disemprot ini juga layak konsumsi karena ambang dosis yang kami gunakan sangat tepat. Bahan kimia itu jika terlalu banyak bahaya, sedangkan jika kurang tidak akan ada efeknya,” paparnya.</p>



<p><br>Rudy tidak ingin menyimpan rahasia atas kesuksesannya menemukan obat mata ayam pada apel. Dirinya pun sangat terbuka jika ada petani yang butuh berbagi ilmunya. Rudy menegaskan, penelitian yang dilakukannya karena idealisme sebab pertanian telah memberikan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Kota Batu, jauh sebelum menjadi kota dan berkembang pariwisatanya.</p>



<p><br>Karena menurutnya, pertanian dan pariwisata bisa saling menunjang sebab daya tarik wisata Kota Batu, masih bergantung pada alam hingga wisatawan banyak berkunjung.</p>



<p><br>“Ketika saya berhasil, maka harus saya tularkan ke teman-teman sehingga bisa mendapatkan kepuasan tersendiri dengan membantu orang-orang,” akunya.</p>



<p><br>Rudy masih terus mengembangkan temuannya tersebut. Dirinya juga tengah memproduksi temuannya secara masal, agar bisa digunakan oleh banyak petani, khususnya petani apel. Di samping itu, Rudy tengah mencari formula dalam bentuk organik. Dikatakannya, untuk menemukan formula organik perlu waktu yang cukup lama. <strong>(bir/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">132750</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Greget 79 Peneliti Indonesia Ciptakan Penelitian Ber-HAKI</title>
		<link>https://memontum.com/greget-79-peneliti-indonesia-ciptakan-penelitian-ber-haki</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jul 2019 10:41:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[HAKI]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/87225-greget-79-peneliti-indonesia-ciptakan-penelitian-ber-haki</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Perihal penelitian yang terpublikasikan, Indonesia menempati posisi kedua setelah Malaysia di tingkat Asean. Namun dalam hal penelitian berpaten atau memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Indonesia menduduki peringkat pertama se-Asean atau Asia Tenggara. Sementara di level Asia, HAKI Indonesia masih tertinggal oleh Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Pada tahun 2018 Indonesia menduduki peringkat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Perihal penelitian yang terpublikasikan, Indonesia menempati posisi kedua setelah Malaysia di tingkat Asean. Namun dalam hal penelitian berpaten atau memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Indonesia menduduki peringkat pertama se-Asean atau Asia Tenggara. Sementara di level Asia, HAKI Indonesia masih tertinggal oleh Jepang, Cina, dan Korea Selatan.</p>
<p>Pada tahun 2018 Indonesia menduduki peringkat 2 dengan 30.924 publikasi, setelah Malaysia 31.968 publikasi, dan menyalip posisi Singapura 22.081 publikasi di posisi ketiga.</p>
<p><div id="attachment_87226" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-87226" decoding="async" class="size-full wp-image-87226" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0045-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="WAWANCARA : Juldin Bahriansyah, ST, MSi, dan Dr Ir Kustamar, MT, saat menjawab pertanyaan awak media. (rhd) " width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0045-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0045-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0045-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0045-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/07/IMG-20190703-WA0045-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-87226" class="wp-caption-text"><strong> WAWANCARA : Juldin Bahriansyah, ST, MSi, dan Dr Ir Kustamar, MT, saat menjawab pertanyaan awak media. (rhd)</strong></p></div></p>
<p>&#8220;Publikasi penelitian kita (Indonesia, red) di angka 30 ribu, sementara penelitian berpaten 2.800. Targetnya, jumlah paten harus melebihi jumlah publikasi internasional. Jika meniru Jepang yang menduduki peringkat pertama, jumlah paten dua kali dari jumlah publikasi. Kita optimis bisa,&#8221; jelas Kepala Subdirektorat Valuasi dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Ristekdikti, Juldin Bahriansyah, ST, MSi, kepada Memontum.com.</p>
<p>Menurutnya, keoptimisan tersebut kembali pada prioritas kebijakan pemerintah. Saat ini Kemenristekdikti masih memprioritaskan publikasi, sementara paten belum menjadi prioritas yang sama.</p>
<p>&#8220;Itu masih model yang akan kita ajukan tergantung dengan kebijakan pusat. Jika publikasi sudah cukup baik, kita bisa beralih di bidang paten, mungkin kita bisa mengejar model tersebut,&#8221; tambah Juldin, disela pelatihan pemanfaatan hasil penelitian dan pengkajian pengabdian masyarakat yang berpotensi paten, di Tumapel Ballroom, di The Singhasari Resort, Batu selama 3 hari, Rabu-Jumat (3-5/7/2019).</p>
<p>Sementara itu, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kembali terpilih menjadi tuan rumah dikarenakan ITN Malang menduduki rangking 4 institusi swasta terbesar di Indonesia. Dimana setelah Institut Negeri seperti ITB, IPB, ITS, disusul ITN sebagai Institut swasta terbaik.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah ITN kembali dipercaya untuk mensupport program pemerintah terkait Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Dimana dalam rangking kinerja HAKI itu, ITN luar biasa dan paling tinggi. Upaya ini untuk menyadarkan para peneliti khususnya dosen bahwa semua produk penelitian harus dilindungi agar menjadi aset bernilai tinggi melalui paten,&#8221; ungkap Rektor ITN, Dr Ir Kustamar, MT, di sela acara.</p>
<p>Kustamar menambahkan, di dalam internal ITN, para dosen yang telah memiliki paten telah merasakan hasil penelitian yang telah diproduksi massal telah mendapatkan royalti. Sehingga selain demi perkembangan akademisi, disisi lain kesejahteraan dosen ikut terangkat. Tentunya, diperlukan dosen militan, sehingga pembangunan Indonesia menjadi lebih maju dan mampu bersaing dengan negara lain di level internasional.</p>
<p>&#8220;Visi ITN kan teknologi terapan, sehingga konsentrasinya produk berupa alat. Saat alat tersebut dibutuhkan dan diproduksi massal, secara otomatis berdampak positif bagi dosen disisi kesejahteraan. Ini sekaligus menghapus pesimisme dosen tidak bisa kaya, namun optimisme positif bisa menjadi kaya melalui profesionalisme dan karya berkualitas berdampak bagi masyarakat,&#8221; jelas mantan Wakil Rektor I periode sebelumnya.</p>
<p>Kali ini, pelatihan pemanfaatan hasil penelitian dan pengkajian pengabdian masyarakat yang berpotensi paten ini, diikuti 79 peserta dosen dari berbagai perguruan tinggi, universitas, dan institut di Indonesia. Termasuk didalamnya 9 peserta dosen ITN. <strong>(rhd/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">87225</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ITN Tuan Rumah Pelatihan Penelitian Berpotensi Paten</title>
		<link>https://memontum.com/itn-tuan-rumah-pelatihan-penelitian-berpotensi-paten</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Nov 2017 15:12:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[ITN]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/5810-itn-tuan-rumah-pelatihan-penelitian-berpotensi-paten</guid>

					<description><![CDATA[# Diikuti 72 peneliti dari 11 PT di Jatim Memontum Kota Malang &#8212; Institut Teknologi Nasional (ITN)/Malang menggelar &#8216;Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang Berpotensi Paten, di Golden Tulip Hotel, Batu, Senin-Rabu (13-15/11/2017). Pelatihan ini diikuti sekitar 72 peneliti dari beberapa perwakilan 11 Perguruan Tinggi di Jawa Timur. Tampil sebagai pemateri, diantaranya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong># Diikuti 72 peneliti dari 11 PT di Jatim</strong></h2>
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8212; Institut Teknologi Nasional (ITN)/Malang menggelar &#8216;Pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang Berpotensi Paten, di Golden Tulip Hotel, Batu, Senin-Rabu (13-15/11/2017). Pelatihan ini diikuti sekitar 72 peneliti dari beberapa perwakilan 11 Perguruan Tinggi di Jawa Timur.</p>
<p>	Tampil sebagai pemateri, diantaranya Kasubdit Valuasi dan Fasilitasi KI Drs. Endang Taryono dari Direktur Pengelolaaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti, yang memaparkan Kebijakan Program Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual di hari pertama. Selain itu, Prof Dr Ir Soeprapto (Kopertis VII) dan Ir Mazilu MSi (Dirjen HKI).</p>
<p>	&#8220;Acara ini sebagai tindak lanjut ITN usai penandatanganan MoU tentang Technology and Innovation Support Center (TISC) antara Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). ITN diharapkan mampu berinovasi dan berkreativitas terkait hak kekayaan intelektual. ITN juga bertugas menjadi vokal poin kepada inventor, terus mengupdate dan melakukan sosialisasi terkait hak paten/HAKI, baik secara internal dan ekternal. Ini salah satu bentuk pelatihannya. Nantinya insyaAllah 2 tahun ke depan, ITN Malang bisa mandiri. Contoh publikasi indeks scopus kami targetkan 100 penelitian,&#8221; jelas Rektor ITN Dr Ir Lalu Mulyadi MT, kepada Memo X</p>
<p>	Menurutnya, ITN banyak memiliki riset penelitian, termasuk 16 hak paten dan lebih dari 165 hak cipta atas karya mahasiswa dan dosen.</p>
<p>	Sementara itu, Kasubdit Valuasi dan Fasilitasi KI Drs. Endang Taryono dari Direktur Pengelolaaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti, mengatakan pendaftaran paten harus mencapai 290 di tahun 2017. </p>
<p>&#8220;Dari 6.000-an propossal mengarah ke paten, tersaring 800 proposal, dimana ada 10 kegiatan di beberapa kota. Dan di Batu ini merupakan yang terakhir. Nantinya kita daftarkan, biasanya lolos 60-70 persen dengan masa tunggu 36 bulan untuk mendapatkan hak paten,&#8221; jelas Endang.</p>
<p>	Ada 8 kategori yang disebut Hak Kekayaan Intelektual, diantaranya hak cipta, paten, merk, indikasi, geografis, hak rahasia dagang, hak paten dan perlindungan atas tanaman. </p>
<p>&#8220;Ada 8 potensi yang bisa dimanfaatkan. Sebab potensi peneliti saat ini terbilang besar dengan support-support yang diberikan pemerintah. Indonesia sangat tertinggal jauh dari Amerika dan China. Proposal yang masuk di Amerika Serikat itu 1 juta tiap tahun, sementara China 850 ribu tiap tahun, sedangkan Indonesia hanya 1.000 dimana hanya 10 persen yang mendapatkan paten,&#8221; tukas Endang. <strong>(rhd/jun)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">5810</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
