<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penemuan kerangka &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penemuan-kerangka/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Jun 2018 11:40:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penemuan kerangka &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Cari Bonsai di Hutan Selogiri, Nemu Kerangka Manusia</title>
		<link>https://memontum.com/cari-bonsai-di-hutan-selogiri-nemu-kerangka-manusia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jun 2018 11:40:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Hutan Selogiri]]></category>
		<category><![CDATA[Mr X]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan kerangka]]></category>
		<category><![CDATA[polsek kalipuro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/45229-cari-bonsai-di-hutan-selogiri-nemu-kerangka-manusia</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Dua warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, temukan kerangka manusia yang berserakan saat mencari Bonsai, Minggu (24/6/2018) pagi. Dua warga yang menemukan kerangka manusia itu, yakni Sucipto (51) dan Miswagiono (50) keduanya warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Kapolsek Kalipuro, AKP. I. K. Wijaya Kusuma mengatakan saat itu, dua warga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Dua warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, temukan kerangka manusia yang berserakan saat mencari Bonsai, Minggu (24/6/2018) pagi. Dua warga yang menemukan kerangka manusia itu, yakni Sucipto (51)  dan Miswagiono (50)  keduanya warga Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.</p>
<p>Kapolsek Kalipuro, AKP. I. K. Wijaya Kusuma mengatakan saat itu, dua warga Dusun Selogiri hendak mencari Bisai di hutan Selogiri, namun sampai diatasi sumber mata air, mencium bau anyir. </p>
<p>&#8220;Kedua warga yang hendak mencari bonsai itu menghentikan langkahnya ketika melihat kerangka manusia yang berserakan,&#8221;ujar AKP. I. K. Wijaya Kusuma.</p>
<p>Melihat adanya kerangka itu, lanjut Kapolsek Kalipuro, keduanya tidak melanjutkan perjalanannya, dan melaporkan temuan kerangka manusia ke Polsek Kalipuro.</p>
<p>&#8220;Kebetulan salah satu pencari Bonsai itu Kadus dusun setempat, sehingga temuan ini langsung di laporkan ke Polsek,&#8221;paparnya.</p>
<p>Setelah mendapat laporan dari warga tersebut, Reskrim Polsek Kalipuro langsung berkoordinasi dengan Reskrim Polres Banyuwangi melakukan identifikasi yang dilakukan oleh team penyidik Polres Banyuwangi.</p>
<p>Dikatakan I. K. Wijaya Kusuma setelah melakukan olah TKP dugaan sementara korban meninggal akibat diserang anjing liar yang ada di hutan Selogiri ini.</p>
<p>&#8220;Kalau dilihat tulang belulang yang berserakan, dan di tulang belulang itu sudah tidak ada kulit ataupun daging, diperkirakan Mr X ini meninggal sudah tujuh hari lalu,&#8221;jelas Kapolsek Kalipuro, AKP. I. K. Wijaya Kusuma. <strong>(ars/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">45229</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Blimbing Heboh Temukan Kerangka Manusia di Sumur Tua</title>
		<link>https://memontum.com/warga-blimbing-heboh-temukan-kerangka-manusia-di-sumur-tua</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2018 13:28:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan kerangka]]></category>
		<category><![CDATA[polres lamongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/44164-warga-blimbing-heboh-temukan-kerangka-manusia-di-sumur-tua</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Warga kelurahan Blimbing di Kampung Watupokak Jabal Nur RT. 05 / RW X Lingkungan Sidokumpul Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran terjadi Kehebohan, ketika didatangi Tim Labforensik Polres Lamongan. Ini dikarenakan adanya laporan telah ditemukan kerangka dan tengkorak manusia di Sumur di tengah ladang belakang Masjid Jabal Nur Watupokak Blimbing Lamongan, Rabu (6/6/2018) jam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Warga kelurahan Blimbing di Kampung Watupokak Jabal Nur RT. 05 / RW X Lingkungan Sidokumpul Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran terjadi Kehebohan, ketika didatangi Tim Labforensik Polres Lamongan. Ini dikarenakan adanya laporan telah ditemukan kerangka dan tengkorak manusia di Sumur di tengah ladang belakang Masjid Jabal Nur Watupokak Blimbing Lamongan, Rabu (6/6/2018) jam 8 malam.</p>
<p>Diketahui, ladang milik H Ajam ( Alm ) ini terdapat sebuah sumur lama yang sehari-hari digunakan guna keperluan penyiraman tanaman yang ditanam disitu. Ladang itu sendiri terakhir dalam beberapa tahun ini disewa oleh Paji warga setempat dari keluarga H. Ajam (Alm) untuk dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan.</p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180607_162743-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-44166" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180607_162743-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/06/IMG_20180607_162743-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun penemuan kerangka manusia berawal pada hari jumat 11 Mei yang lalu, Paji sang penyewa tanah menyuruh Suryono warga RT. 06 / RW. X Lingkungan Sidokumpul Kelurahan Blimbing untuk membersihkan sumur di ladang itu karena selain airnya sebagai penyiram tanaman mau dimanfaatkan juga untuk keperluan mandi dan cuci-cuci badan saat di ladang biar tidak jauh pulang kerumah dulu kalau butuh air. </p>
<p>Ketika Suryono memulai membersihkan sumur, suryono terhenyak ketika dalam timbanya merasa ada yang janggal dan terasa ada yang mengganjal dalam timbanya. Kemudian, Suryono pun mencoba mencari tahu lebih jauh ada apa, Iapun memanggil Paji.</p>
<p>Akhirnya, kedua orang itupun mengambil apa yang ada disumur itu dan ternyata di temukan kerangka manusia terbungkus plastik putih dengan sisa baju berwarna biru yang ada.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">44164</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kakek Usia 100 Tahun Hilang 5 Bulan, Tinggal Kerangka di Tengah Tebu</title>
		<link>https://memontum.com/kakek-usia-100-tahun-hilang-5-bulan-tinggal-kerangka-di-tengah-tebu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Oct 2017 08:44:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan kerangka]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<category><![CDATA[Poncokusumo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/1021-kakek-usia-100-tahun-hilang-5-bulan-tinggal-kerangka-di-tengah-tebu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kakek sepuh berusia 100 tahun, Marsim, Rabu (18/10/2017) pagi ditemukan tinggal kerangka di areal kebun tebu Dusun Nongkosewu Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Marsim, warga Dusun Sumbersari RT23/RW05, meninggalkan rumah sejak Juni silam. Dia sudah dicari keluarganya ke pelosok desa. Siapa sangka, kakek sepuh itu telah meninggal dan tinggal kerangka. Kakek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kakek sepuh berusia 100 tahun, Marsim, Rabu (18/10/2017) pagi ditemukan tinggal kerangka di areal kebun tebu Dusun Nongkosewu Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. </p>
<p>Marsim, warga Dusun Sumbersari RT23/RW05, meninggalkan rumah sejak Juni silam. Dia sudah dicari keluarganya ke pelosok desa. Siapa sangka, kakek sepuh itu telah meninggal dan tinggal kerangka. </p>
<p>Kakek penderita pikun itu masih lengkap mengenakan pakaian. Diantaranya, celana kain abu-abu, sabuk tali rafia dan kopiah hitam. Jenazah ditemukan Sutris dan para penebang tebu di area lokasi. Jenazah berada di sela-sela rimbunan tebu. Bau busuk merebak di sekitarnya.  </p>
<p>Berdasar keterangan rilis pers dari Kasubaghumas Polres Malang, AKP Farid Fathoni, didapat bahwa tim identifikasi Polres Malang sempat mendatangi lokasi penemuan. Kedatangan petugas ini guna memastikan tidak adanya kejanggalan atau tanda kekerasan di tubuh korban. </p>
<p>Sejumlah saksi turut dimintai keterangan, diantaranya Sutrisno (34), Sucipto (28), Solikin (27), Supini (55) selaku anak korban dan Sumantri (60) warga Dusun Sumbersari RT23/RW05 Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.<strong> (sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1021</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
