<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penemuan mortir &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penemuan-mortir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2020 13:43:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penemuan mortir &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pemulung Temukan Mortir di Lahan Kosong,  Ketakutan, Lapor Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/pemulung-temukan-mortir-di-lahan-kosong-ketakutan-lapor-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2020 13:43:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan mortir]]></category>
		<category><![CDATA[polsekta klojen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=109452</guid>

					<description><![CDATA[Memontum, Kota Malang &#8211; Sebuah mortir yang diduga masih aktif, ditemukan di lahan kosong di Jl KH Hasyim Ashari, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (23/3/2020) pukul 13.00. Yakni pertama kali ditemukan tanpa sengaja oleh seorang pemulung. Meskipun kondisinya sudah berkarat, namun bentuk bahan peledak sepanjang 30 cm ini masih terlihat jelas. Karena takut, si pemulung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum, Kota Malang</strong> &#8211; Sebuah mortir yang diduga masih aktif, ditemukan di lahan kosong di Jl KH Hasyim Ashari, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (23/3/2020) pukul 13.00. Yakni pertama kali ditemukan tanpa sengaja oleh seorang pemulung.</p>
<p>Meskipun kondisinya sudah berkarat, namun bentuk bahan peledak sepanjang 30 cm ini masih terlihat jelas.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-109454" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0135-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0135-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0135-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0135-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0135-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Karena takut, si pemulung memberitahukan ke tukang parkir. Karena dianggap sangat membahayakan, penemuan ini dilaporkan ke Polsekta Klojen hingga diteruskan ke Jihandak Brimob. Mortir teraebut akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.30.</p>
<p>Informasi Memontum.com bahwa diduga bahwa senjata peledak berupa mortir tersebut peninggalan perang dunia II. Konfisinya sudah berkarat. Saat ditemukan oleh pemulung, sempat dikira potongan besi. Namun setelah diamati, dia mengetahui kalau yang ditemukan adalah peluru.</p>
<p>Petugas Polsekta Klojen yang mendatangi lokasi tidak bisa langsung mengevakuasi. Petugas identififikasi Polresta Malang Kota segwra membuat garis polisi dan meminta warga tidak mendekat.</p>
<p>Petugas Jihandak Brimob datangi lokasi sekitar pukul 16.10. Karena diduga masih aktif, petugas tidak bisa langsung hegitu saja mengambilnya. Saat itu tampak petugas Jihandak membawa selimut bom dan beberapa peralatan lainnya.</p>
<div id="attachment_109455" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-109455" decoding="async" class="size-full wp-image-109455" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0136-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="Petugas Jihandak saat evakuasi. (ist)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0136-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0136-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0136-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/03/IMG-20200323-WA0136-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-109455" class="wp-caption-text">Petugas Jihandak saat evakuasi. (ist)</p></div>
<p>Selain itu pwtugas juga meminta botol air mineral 600 ml yang kemudian dipotong. Diduga botol tersebut digunakan dalam prises evakuasi untuk memasukan mortir. Pukul.16.30, mortir tersebut verhasil dievakuasi dibawa ke Brimob Ampeldento.</p>
<p>Kapolsekta Klojen Kompol Fathkur Rohman SH saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.</p>
<p>&#8220;Sepertinya masih aktif. Tadi sudah dalam penanganan Brimob. Jika dilihat dari letak mortir tersebut, diduga ada yang sengaja menaruhnya. Posisinya berada di atas rerumputan. Kemungkinan ada yang menemukan nya lebih dulu dan menaruhnya di atas rumput,&#8221; ujar Kompol Fathkur. <strong>(gie/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">109452</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mortir Aktif Ditemukan Warga di Dasar Sungai Saat Bersih-bersih</title>
		<link>https://memontum.com/mortir-aktif-ditemukan-warga-di-dasar-sungai-saat-bersih-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Dec 2019 04:03:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan mortir]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kendit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102021-mortir-aktif-ditemukan-warga-di-dasar-sungai-saat-bersih-bersih</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Penemuan sebuah mortir diduga peninggalan jaman Belanda menghebohkan warga di Desa Balung, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kamis (12/12/2019). Selanjutnya, untuk keamanan serta kepentingan penyelidikan, mortir yang ditemukan oleh warga didasar sungai di Dusun Karang Polo, Desa Balung, Kecamatan Kendit itu oleh Pengawas Senjata dan Bahan Peledak (Wasendak) Polres Situbondo langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Penemuan sebuah mortir diduga peninggalan jaman Belanda menghebohkan warga di Desa Balung, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kamis (12/12/2019).</p>
<p>Selanjutnya, untuk keamanan serta kepentingan penyelidikan, mortir yang ditemukan oleh warga didasar sungai di Dusun Karang Polo, Desa Balung, Kecamatan Kendit itu oleh Pengawas Senjata dan Bahan Peledak (Wasendak) Polres Situbondo langsung diamankan ke Mapolsek Kendit.</p>
<div id="attachment_102023" style="width: 860px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-102023" decoding="async" class="size-full wp-image-102023" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0193-copy.jpg?resize=740%2C392&#038;ssl=1" alt="Polisi dan TNI saat meninjau lokasi penemuan mortir peninggalan Belanda.(imam)" width="740" height="392" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0193-copy.jpg?w=850&amp;ssl=1 850w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0193-copy.jpg?resize=300%2C159&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0193-copy.jpg?resize=768%2C407&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0193-copy.jpg?resize=600%2C318&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0193-copy.jpg?resize=200%2C106&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-102023" class="wp-caption-text">Polisi dan TNI saat meninjau lokasi penemuan mortir peninggalan Belanda.(imam)</p></div>
<p>Kapolsek Kendit, Iptu Sumiyatno mengatakan, begitu mendapat informasi adanya penemuan mortir oleh warga, tanpa buang waktu pihaknya bersama anggota TNI langsung mengamankan benda berbahaya tersebut ke mapolsek yang selanjutnya dilaporkan ke Mapolda jawa Timur.</p>
<p>“Mortir yang ditemukan warga di sungai itu sudah kita amankan di polsek dan melarang warga untuk mendekat karena dikhawatirkan takut meledak. Sebab, kita ketahui benda tersebut masih ada kuncinya. Tadi Polda Jatim sudah memerintahkan Brimob Bondowoso untuk mengecek,”katanya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-102022" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0195-copy.jpg?resize=740%2C343&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="343" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0195-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0195-copy.jpg?resize=300%2C139&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0195-copy.jpg?resize=600%2C278&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20191212-WA0195-copy.jpg?resize=200%2C93&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Keterangan yang dihimpun Wartawan Memontum.com, peristiwa penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Begitu warga bersama pihak dinas pengairan membersihkan bagian dasar sungai yang tersumbat bebatuan, tiba &#8211; tiba salah satu warga setempat, H Ramli (49) menemukan benda asing yang sudah berkarat dan menyerupai sebuah peluru besar.</p>
<p>Karena dianggap unik, kemudian temuan benda yang terbuat dari bahan besi dengan berdiameter 5 centimeter dengan panjang sekitar 30 centimeter itu dibawa pulang ke rumahnya dan dibersihkan untuk dibuat koleksi senjata. Karena takut berbahaya, akhirnya benda yang ditemukan didasar sungai itu dilaporkan ke aparat setempat dan kemudian langsung diamankan petugas ke Polsek.</p>
<p>“Tadinya saya kira benda itu tidak berbahaya dan akan dibuat koleksi. Tapi setelah dibersihkan, kok masih ada kuncinya. Karena takut terjadi sesuatu kemudian saya laporkan ke aparat,”kata H Ramli kepada sejumlah Wartawan.<strong>(im/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102021</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Sendangagung Paciran Temukan Empat Peledak Jenis Mortir</title>
		<link>https://memontum.com/warga-sendangagung-paciran-temukan-empat-peledak-jenis-mortir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2018 13:19:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan mortir]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Paciran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/70366-warga-sendangagung-paciran-temukan-empat-peledak-jenis-mortir</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Warga sendangagung di gegerkan dengan penemuan empat peledak jenis mortir yang di temukan di lahan perkebunan Desa Sendangagung Kecamatan paciran Kabupaten Lamongan. Diduga mortir yang di temukan warga tersebut peninggalan zaman penjajahan Belanda, pihak Polsek Paciran melaporkan ini Kepolres Lamongan lalu di teruskan ke Tim Penjinak BOM (Jibom) Polda Jawa Timur. “Kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Warga sendangagung di gegerkan dengan penemuan empat peledak jenis mortir yang di temukan di lahan perkebunan Desa Sendangagung Kecamatan paciran Kabupaten Lamongan. Diduga mortir yang di temukan warga tersebut peninggalan zaman penjajahan Belanda, pihak Polsek Paciran melaporkan ini Kepolres Lamongan lalu di teruskan ke Tim Penjinak BOM (Jibom) Polda Jawa Timur.</p>
<p>“Kita langsung mengamankan lokasi ditemukan mortir tersebut, kemudian melaporkan ke Pimpinan Polres Lamongan, kemudian menghubungi ke Jibom Poda Jatim,” kata Kapolsek Paciran, AKB Fandhil, Senin (24/12/2018). Menurutnya, mortir tersebut ditemukan di lahan milik Kasdono warga  Sendangagung Kecamatan  Paciran saat itu Nurfaidin  (41) dan Ponidi (30) membersihkan lahan milik Kasdono yang rencananya akan dibangun perumahan.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181225-WA0011-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181225-WA0011-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-70367" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181225-WA0011-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/12/IMG-20181225-WA0011-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Pada saat itu Ponidi melakukan pengalihan, lalu kemudian menemukan 1 buah mortir yang tertimbun tanah dan selanjutnya diangkat. Setelah penggalian dilanjutkan, ternyata Ponidi menemukan lagi sebayak 3 mortir, namun belum berani untuk mengangkatnya dari timbunan tanah.</p>
<p>Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Kepala Desa Sendang Agung, Panut Supodo yang kemudian ditindaklanjuti dengan melaporkan ke Polsek Paciran dan  Koramil  Paciran.</p>
<p>“Atas laporkan tersebut, kita langsung ke lokasi penemuan dan memasang garis polisi di lokasi tempat kejadian perkara (TKP)  untuk  menghindari sesuatu yang tidak kita inginkan,” ujar AKP Fandhil.</p>
<p>Lanjutnya, keempat mortar tersebut, saat ini  masih berada di lokasi penemuan yang dipasang garis polisi dan menunggu Tim Gegana Polda Jatim. Mortir-mortir tersebut kondisinya  sudah berkarat. Sedangkan ukuran  masing-masing Mortir yang diduga merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda itu, panjangnya mencapai  50 cm dan lebar 10 cm. </p>
<p>Saat ini, petugas Polsek Paciran sedang  menunggu Tim Jibom Polda Jatim untuk melakukan idenfifikasi ke empat mortir yang ditemukan di lahan milik salah satu warga Desa Sendangangung Kecamatan Paciran itu. </p>
<p>Petugas juga berharap, jika ada warga lain yang menemukan benda serupa  segera melapor ke Polsek atau Koramil setempat  agar dilakukan penangganan  yang tepat oleh  petugas. <strong>(Lai/zen/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">70366</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Temu Mortir Sebulan Lalu</title>
		<link>https://memontum.com/temu-mortir-sebulan-lalu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2018 13:27:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan mortir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/43845-temu-mortir-sebulan-lalu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Temuan mortir di Kedok, Senin (4/6/2018) malam dibawa menuju Mapolres Malang. Evakuasi berjalan lancar memakai safety box. Mortir tersebut ternyata sudah sebulanan ditemukan seorang warga. Namun, B. Tutik, warga Jalan Jagalan 1 RT01/RW 01, Desa Kedok tidak mengetahui mortir itu adalah bahan peledak. Mortir itu awalnya ditemukan di sebuah kebun dekat rumah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Temuan mortir di Kedok, Senin (4/6/2018) malam dibawa menuju Mapolres Malang. Evakuasi berjalan lancar memakai safety box. Mortir tersebut ternyata sudah sebulanan ditemukan seorang warga.  </p>
<p>Namun, B. Tutik, warga Jalan Jagalan 1 RT01/RW 01, Desa Kedok tidak mengetahui mortir itu adalah bahan peledak. Mortir itu awalnya ditemukan di sebuah kebun dekat rumah Tutik. Kemudian dibawa menuju belakang kandang ayam. </p>
<p>Terungkapnya temuan tersebut setelah, Sumaji sedang mencari ayam dan mendapati barang mencurigakan itu. Ia lalu memberitahu Martoyo, seorang pensiunan karyawan PT Pindad. Mortir ditaruh dalam kaleng cat bekas penuh pasir guna menghindari gesekan.  </p>
<p>Barulah, informasi temuan mortir disampaikan ke Polsek Turen. Sejak itu, mortir diamankan di dekat jalan jauh dari warga. Police line dibentangkan dan disepakati untuk membawa mortir menuju Mapolres Malang. </p>
<p>( <strong>Baca :</strong> <em><a href="https://hukrim.memontum.com/15944-temuan-mortir-gegerkan-kedok-turen" rel="noopener" target="_blank">Temuan Mortir Gegerkan Kedok Turen</a></em> )</p>
<p>Sebatas perlu diketahui, wilayah Turen, terutama pinggiran sungai dan hutan, menurut Sumber Memontum.com, wilayah tersebut merupakan daerah perjuangan pada masa perebutan kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.</p>
<p>Sebab itu, ditengarai, masih banyak sisa perjuangan masa lampau di Turen. Adapun bila warga menemukannya, diharap dapat memberitahukan ke pihak berwajib sehingga barang temuan dapat segera dievakuasi. Pasalnya, sisa perjuangan, seperti mortir, bisa saja masih aktif dan meledak tanpa penanganan khusus. <strong>(sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43845</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Temuan Mortir Gegerkan Kedok Turen</title>
		<link>https://memontum.com/temuan-mortir-gegerkan-kedok-turen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2018 14:27:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan mortir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/43540-temuan-mortir-gegerkan-kedok-turen</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Geger sekitar jalan raya Desa Kedok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Senin (4/6/2018) jelang petang. Perlahan, informasi temuan mortir mendadak &#8220;melebar&#8221; menjadi temuan bom di media sosial. Faktanya, temuan tersebut adalah mortir atau mortar. &#8220;Bukan itu (bom) Mas. Temuan Mortir. Diduga masih aktif, lokasi sudah steril dan diamankan anggota kami, &#8221; ungkap Kanit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Geger sekitar jalan raya Desa Kedok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Senin (4/6/2018) jelang petang. Perlahan, informasi temuan mortir mendadak &#8220;melebar&#8221; menjadi temuan bom di media sosial. Faktanya, temuan tersebut adalah mortir atau mortar. </p>
<p>&#8220;Bukan itu (bom) Mas. Temuan Mortir. Diduga masih aktif, lokasi sudah steril dan diamankan anggota kami, &#8221; ungkap Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu Hari Eko Utomo SH kepada Memontum.com, Senin (4/6/2018) pukul 19.30.</p>
<p>Menurut Mantan KBO Satuan Reskrim Polres Malang ini, temuan mortir itu awalnya di sebuah kebun milik warga. Oleh seorang pensiunan karyawan PT Pindad, mortir kemudian diamankan di pinggir jalan jauh dari penduduk. </p>
<p>Hingga kini, lokasi letak mortir tersebut dibentangi police line. Tidak ada warga yang diperkenankan mendekati lokasi dikarenakan dugaan jika mortir tersebut masih aktif. Pihak kepolisian kini masih menunggu kedatangan tim Gegana atau Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) untuk mengamankannya. </p>
<p>Informasi lain didapat  Memontum.com, mortir tersebut panjang 30 cm lebih. Belum jelas apakah mortir tersebut adalah peninggalan jaman perang masa silam ataukah &#8220;mortir baru&#8221; buatan sesudah perang kemerdekaan. Pihak terkait masih menyelidiki dan meminta keterangan saksi-saksi serta menunggu tim jihandak.<strong> (sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43540</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
