<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penemuan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penemuan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Oct 2025 01:57:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penemuan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Genjot Penemuan Kasus TBC, Dinkes Kota Malang Targetkan Hingga 3 Ribu di 2025</title>
		<link>https://memontum.com/genjot-penemuan-kasus-tbc-dinkes-kota-malang-targetkan-hingga-3-ribu-di-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[genjot]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[targetkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226371</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan terus memperkuat pengawasan terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC). Di tahun 2025 ini, ditargetkan bisa menemukan hingga 3 ribu kasus, sebagai upaya memutus rantai penularan di masyarakat. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa hingga bulan September ini telah menemukan sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang akan terus memperkuat pengawasan terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC). Di tahun 2025 ini, ditargetkan bisa menemukan hingga 3 ribu kasus, sebagai upaya memutus rantai penularan di masyarakat.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa hingga bulan September ini telah menemukan sekitar 1.800 kasus. Berbagai upaya penemuan TBC juga terus dilakukan.</p>



<p>&#8220;Kami sudah melakukan berbagai upaya penemuan TBC secara aktif. Hingga saat ini sudah ada hampir 1.800 temuan dari target 3.000 kasus. Harapannya, sisa waktu September–Desember mendatang bisa mendekati target,” ujar Husnul, Selasa (30/09/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa pencapaian target tersebut sangat penting karena berkaitan dengan prevalensi TBC di Kota Malang. Prevalensi itu sendiri dihitung berdasarkan perkiraan jumlah kasus TBC sesuai jumlah penduduk.</p>



<p>&#8220;Kalau kita bisa menemukan hingga 3.000 kasus, artinya kita dapat memutus rantai penularan, baik di satu keluarga maupun di komunitas tertentu,” tambahnya.</p>



<p>Dinkes Kota Malang pun memastikan akan terus mengaktifkan sistem pengawasan dan penemuan kasus secara berkesinambungan. Hal itu, sebagai langkah nyata untuk menekan beban TBC di Kota Malang agar tidak semakin tinggi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226371</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Kedopok Probolinggo Dibuat Geger Penemuan Mayat Perempuan di Tengah Sawah</title>
		<link>https://memontum.com/warga-kedopok-probolinggo-dibuat-geger-penemuan-mayat-perempuan-di-tengah-sawah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2024 08:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[dibuat]]></category>
		<category><![CDATA[kedopok]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan,]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207914</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Warga Jalan Cimanuk, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di tengah area persawahan, Sabtu (30/03/2024) siang. Kejadian itu, pun sontak mengundang reaksi warga hingga melaporkan penemuan itu kepada petugas. Lurah Sumber Wetan, Muhammad Rizki Fauzi, mengatakan bahwa penemuan itu diketahui oleh seorang warga. Sehingga, pihaknya meneruskan kepada petugas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Warga Jalan Cimanuk, Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di tengah area persawahan, Sabtu (30/03/2024) siang. Kejadian itu, pun sontak mengundang reaksi warga hingga melaporkan penemuan itu kepada petugas.</p>



<p>Lurah Sumber Wetan, Muhammad Rizki Fauzi, mengatakan bahwa penemuan itu diketahui oleh seorang warga. Sehingga, pihaknya meneruskan kepada petugas untuk kemudian mendatangi lokasi kejadian.</p>



<p>&#8220;Setelah kita datangi, ternyata benar. Korban yang sudah meninggal itu, ditemukan dalam posisi telungkup di tengah area persawahan,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dari penemuan itu, tambahnya, pihaknya pun menyampaikan kepada warga. Tujuannya, untuk menginformasikan agar mereka yang kehilangan sanak saudara, bisa memastikan penemuan itu.</p>



<p>&#8220;Ternyata benar, ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya. Sehingga, langsung memastikan ke lokasi,&#8221; paparnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Seorang warga, Ahmad Rusdi, saat memastikan ke lokasi menjelaskan bahwa korban adalah ibunya, Buya (77), warga Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok. Dirinya memastikan itu adalah ibunya, dari ciri rambut brintik, busana dan fisik pada diri korban.</p>



<p>Ibunya tersebut, tambahnya, karena faktor usia sehingga mengalami pikun. Bahkan, sempat ditemukan juga tidak pulang ke rumah.</p>



<p>&#8220;Setelah saya cek, ternyata itu ibu saya. Ibu (korban, red) keluar rumah sejak Selasa (26/03/2024) lalu. Kondisi ibu saya sudah pikun dan beberapa hari ini tidak pulang,&#8221; kata anak ke tiga korban tersebut.</p>



<p>Jenazah korban sendiri kemudian dievakuasi ke Kamar Mayat RSUD dr Moh Saleh, untuk selanjutnya dibawa pulang ke rumah duka. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207914</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penemuan Benda Purbakala Gegerkan Kamulan, Disparbud Trenggalek Sebut Desa Kamulan Pusat Peradaban Zaman</title>
		<link>https://memontum.com/penemuan-benda-purbakala-gegerkan-kamulan-disparbud-trenggalek-sebut-desa-kamulan-pusat-peradaban-zaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 May 2023 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[purbakala]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=189667</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Penemuan benda purbakala yang diduga adalah arca Durga Mahisasuramardhini, berhasil ditemukan Slamet Riyadi, warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Benda itu, ditemukan saat melakukan penggalian untuk membuat pondasi rumah, tepat di samping rumahnya dengan kedalaman sekitar 50 cm. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, mengatakan bahwa saat ditemukan kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum </strong><a href="https://trenggalek.memontum.com"><strong>Trenggalek</strong> </a>&#8211; Penemuan benda purbakala yang diduga adalah arca Durga Mahisasuramardhini, berhasil ditemukan Slamet Riyadi, warga Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Benda itu, ditemukan saat melakukan penggalian untuk membuat pondasi rumah, tepat di samping rumahnya dengan kedalaman sekitar 50 cm.</p>



<p>Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, mengatakan bahwa saat ditemukan kondisi benda purbakala itu sudah tidak utuh. Beberapa bagian tubuh sudah hilang.</p>



<p>&#8220;Saat ditemukan, kondisinya sudah tidak utuh. Kepalanya tidak ada dan hanya berbentuk badan ke bawah. Kemungkinan, benda purbakala itu adalah arca Durga Mahisasuramardhini, karena memiliki ciri-ciri tangan kanan memegang buntut sapi dan tangan kanannya memegang kepala raksasa,&#8221; terang Sunyoto, saat dikonfirmasi Senin (29/05/2023) siang.</p>



<p>Berdasarkan keterangan pemilik rumah, tambahnya, penemuan arca itu pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bekerja dirumahnya untuk menggali pondasi. Saat melakukan penggalian di kedalaman 50 cm, ditemukan batu yang menghalangi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Karena waktu itu dikira batu biasa, orang yang menggali ini berusaha menghancurkannya dengan palu besar seberat 5kilogram. Tapi, tidak hancur,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Penasaran dengan batu itu, paparnya, akhirnya dilakukan penggalian secara melingkar. Hingga diketahui, jika batu tersebut merupakan arca. Selanjutnya, pemilik rumah malaporkan penemuan itu ke Pemerintah Desa setempat dilanjutkan ke Disparbud Trenggalek.</p>



<p>&#8220;Mendapat laporan itu, kami langsung melakukan peninjauan di lapangan untuk penanganan lebih lanjut. Dan saat ini, arca itu sudah disimpan di Balai Desa sambil menunggu proses penanganan berikutnya,&#8221; tutur Sunyoto.</p>



<p>Konon, arca Durga Mahisasuramardhini biasa terletak di sebuah candi tepatnya di tempat pemujaan. Diduga kuat, di sana ada candi yang tidak jauh dari lokasi penemuan arca.</p>



<p>Akan tetapi, paparnya, pihaknya belum bisa memastikan era kerajaan apa arca itu difungsikan masyarakat sekitar dalam peradaban saat itu. &#8220;Sebenarnya ada dua kemungkinannya dari penemuan itu. Yakni era Kerajaan Kediri akhir atau era Majapahit,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Masih terang Sunyoto, penemuan benda purbakala di Dusun Sendang, Desa Kamulan, ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, warga pernah menemukan ornamen kerajaan khas jaman dahulu di daerah itu. Disparbud Trenggalek menduga, dahulu daerah tersebut merupakan pusat peradaban zaman kerajaan.</p>



<p>&#8220;Di Desa Kamulan ini memang sering ditemukan benda-benda bersejarah, seperti prasasti maupun arca. Ini menunjukkan, bahwa di Desa Kamulan menyimpan banyak benda purbakala. Termasuk, Prasasti Kamulan yang saat ini sudah dipindahkan di area pendopo dimana menjadi tanda hari lahirnya Kabupaten Trenggalek,&#8221; papar Sunyoto.&nbsp;<strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">189667</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Warga Desa Poncogati Bondowoso Digegerkan Penemuan Bayi Perempuan</title>
		<link>https://memontum.com/warga-desa-poncogati-bondowoso-digegerkan-penemuan-bayi-perempuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2022 14:33:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan bayi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=164830</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Ketenangan warga Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, terusik, Rabu (02/03/2022) tadi. Reaksi itu terjadi, setelah sosok bayi perempuan yang diduga sengaja dibuang, berhasil ditemukan warga dalam kondisi masih hidup. Saat ditemukan, ari-ari bayi masih lengkap dan sehat. Warga yang menemukan, pun langsung melaporkan pada perangkat desa dan langsung dibawa ke Puskesmas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Ketenangan warga Desa Poncogati, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, terusik, Rabu (02/03/2022) tadi. Reaksi itu terjadi, setelah sosok bayi perempuan yang diduga sengaja dibuang, berhasil ditemukan warga dalam kondisi masih hidup.</p>



<p>Saat ditemukan, ari-ari bayi masih lengkap dan sehat. Warga yang menemukan, pun langsung melaporkan pada perangkat desa dan langsung dibawa ke Puskesmas Curahdami, untuk dilakukan perawatan.</p>



<p>Kepala Puskesmas Curahdami, dr Umi Fadilah, membenarkan mengenai penemuan bayi tersebut. Warga menemukan di Dusun Taman, sekitar jam 04.30, dalam keadaan tertutup jaket dan masih basah.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-sanusi-terima-penghargaan-sertifikat-menuju-kabupaten-bersih-dari-menteri-lingkungan-hidup">Bupati Sanusi Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/masuk-peringkat-7-besar-nasional-wali-kota-malang-terima-penghargaan-sertifikat-menuju-kota-bersih">Masuk Peringkat 7 Besar Nasional, Wali Kota Malang Terima Penghargaan Sertifikat Menuju Kota Bersih</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/gudang-bulog-dan-tbbm-jadi-sasaran-pemantau-bupati-dan-forkopimda-banyuwangi-hadapi-lebaran">Gudang Bulog dan TBBM Jadi Sasaran Pemantau Bupati dan Forkopimda Banyuwangi Hadapi Lebaran</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-pendanaan-revitalisasi-pasar-besar-dengan-skema-kpbu">Pemkot Malang Siapkan Pendanaan Revitalisasi Pasar Besar dengan Skema KPBU</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pbi-dinonaktifkan-bpjs-malang-pastikan-warga-tak-mampu-bisa-aktifkan-kembali-kepesertaan">PBI Dinonaktifkan, BPJS Malang Pastikan Warga Tak Mampu Bisa Aktifkan Kembali Kepesertaan</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, berat badannya 2,4kg dengan panjang 45cm. Fisiknya sempurna, tidak ada yang cacat. Setelah dirawat, kami menyerahkan pada Polsek, untuk selanjutnya dilaporkan pada Dinas SP2KB,” kata dr Umi, Rabu (02/03/2022).</p>



<p>Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Curahdami, Iptu Didik Waluyo, membenarkan mengenai penemuan bayi tersebut. Polisi masih mencari orang tua sang bayi, yang tega membuang bayinya. “Kami masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata mantan Kasi Humas Polres Bondowoso. <strong>(zen/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">164830</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tiga Siswa Smamda Sidoarjo Ciptakan Alat Pengontrol Pintu Air Otomatis Atasi Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/tiga-siswa-smamda-sidoarjo-ciptakan-alat-pengontrol-pintu-air-otomatis-atasi-banjir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 16:44:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengontrol banjir]]></category>
		<category><![CDATA[SARMODAC]]></category>
		<category><![CDATA[Smamda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/106686-tiga-siswa-smamda-sidoarjo-ciptakan-alat-pengontrol-pintu-air-otomatis-atasi-banjir</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sidoarjo &#8211; Sedikitnya 3 siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo berhasil menciptakan alat pengontrol air otomastis untuk mengatasi banjir. Alat ini sengaja diciptakan atas keprihatinan para siswa dengan kondisi banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Sidoarjo. Apalagi, saat ini ada dua desa yakni Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo yang menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sidoarjo</strong> &#8211; Sedikitnya 3 siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo berhasil menciptakan alat pengontrol air otomastis untuk mengatasi banjir. Alat ini sengaja diciptakan atas keprihatinan para siswa dengan kondisi banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Sidoarjo.</p>
<p>Apalagi, saat ini ada dua desa yakni Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo yang menjadi langganan banjir. Bahkan kini banjir berlangsung sebulan lebih.</p>
<p><div id="attachment_106687" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-106687" decoding="async" class="size-full wp-image-106687" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="DETEKSI BANJIR - Tiga siswa Smamda Sidoarjo menciptakan alat pendeteksi banjir yang diberi nama SARMODAC (Smart Control and Monitoring Dam Activity) diujicobakan, Rabu (19/2/2020)" width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200219-WA0165-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-106687" class="wp-caption-text">DETEKSI BANJIR &#8211; Tiga siswa Smamda Sidoarjo menciptakan alat pendeteksi banjir yang diberi nama SARMODAC (Smart Control and Monitoring Dam Activity) diujicobakan, Rabu (19/2/2020)</p></div></p>
<p>Para siswa menyebut alat itu, SARMODAC (Smart Control and Monitoring Dam Activity). Alat ini merupakankarya tiga siswa Smamda. Diantaranya yakni Firza Ramadhani, Alka Alvin dan Nabil Nasaruddin A yang tak lain siswa kelas 11 IPA dan kelas 10 Smamda.</p>
<p>Selain itu, alat yang baru diciptakan para siswa ini berhasil menyabet juara dua di ajang nasional Pesta Rakyat Fisika (PRF) 2020 tanggal 14-15 Februari 2020 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jabar.</p>
<p>&#8220;Pembuatan sistem pintu air otomatis ini dilatarbelakangi kejadian petugas kerap lalai mengontrol pintu air bendungan. Seringkali saat air sudah naik, petugas lupa membuka pintu air. Kondisi ini memicu air dalam bendungan meluap dan memicu banjir,&#8221; terang salah seorang perakit, Firza Ramadhani, Rabu (19/2/2020) di sekolahnya.</p>
<p>Lebih jauh, pelajar yang akrab dipanggil Firza ini memaparkan dengan inovasi yang dibuat timnya itu, diyakini bakal mampu mengendalikan air dan mencegah air bendungan meluap. Sehingga banjir bisa dicegah dan dideteksi sejak dini.</p>
<p>&#8220;Saat air sudah mencapai ketinggian level tertentu, inovasi ini dapat membuka pintu air Dam (bendungan) secara otomatis. Jadi petugas tak repot-repot membuka pintu air,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Siswa perakit lainnya, Nabil Nasaruddin menilai inovasi berupa prototipe itu akan terus disempurnakan. Yakni dengan menambah alat sehingga bisa dipantau melalui aplikasi android. Penyempurnaan itu bakal dikerjakannya dalam dua pekan kedepan.</p>
<p>&#8220;Dalam membangun alat ini, kami sudah mengeluarkan biaya pembuatan sekitar Rp 1,5 Juta. Alat ini siap didedikasikan untuk Sidoarjo,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara Kepala SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, Wigatiningsih menegaskan hasil karya para siswa Smamda itu relevan dengan kondisi di Sidoarjo saat ini. Baginya alat ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi bencana banjir.</p>
<p>&#8220;Kami berkeinginan karya siswa-siswa kami yang monumental ini bisa dipersembahkan untuk Pemkab Sidoarjo,&#8221; pintahnya.</p>
<p>Selain itu, Wigati menguraikan meski alat itu masih berupa prototipe, akan tetapi alat itu bakal akan terus disempurnakan hingga bisa memberikan nilai manfaat untuk mengatasi bencana banjir di Sidoarjo. &#8220;Barangkali alat ini bisa jadi sumbangsih Smamda kepada Pemkab Sidoarjo. Karenanya penyempurnaan alat ini sudah kami koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo,&#8221; pungkasnya.<strong> Wan/yan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">106686</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa IBU Temukan Teh Pencegah Kolesterol dan Jantung</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-ibu-temukan-teh-pencegah-kolesterol-dan-jantung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2019 13:53:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[IKIP Budi Utomo]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84940-mahasiswa-ibu-temukan-teh-pencegah-kolesterol-dan-jantung</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Adalah Dewi Khoiriyah, Kurnia Ismawati serta Juliana Riskawati, ketiganya merupakan mahasiswa IKIP Budi Utomo (IBU) Malang yang berhasil menemukan minuman pencegah penyakit jantung dan kolesterol, dan diberi nama Teh Daun Kedondong. Ketiganya merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang dibimbing Anita Kurnia Rachman, MPd. “Temuan mereka sangat bagus karena [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Adalah Dewi Khoiriyah, Kurnia Ismawati serta Juliana Riskawati, ketiganya merupakan mahasiswa IKIP Budi Utomo (IBU) Malang yang berhasil menemukan minuman pencegah penyakit jantung dan kolesterol, dan diberi nama Teh Daun Kedondong. Ketiganya merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang dibimbing Anita Kurnia Rachman, MPd.</p>
<p>“Temuan mereka sangat bagus karena memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Untuk itu, saya sarankan untuk ikut Program Kreativitas Mahasiswa kategori Kewirausahaan (PKM-K) agar dapat dana dari Kemenristekdikti. Harapannya, jika lolos tahap selanjutnya bisa maju ke PIMNAS dan dapat memperkenalkan produknya ke masyarakat luas,” jelas Anita.</p>
<p>Pasalnya, minuman buatan tiga mahasiswa ini memberikan manfaat luar biasa yang dapat mencegah kolesterol dan penyakit jantung, sebagai penyakit mematikan yang dapat menyerang penduduk +62 ini. Minuman sejenis teh celup ini terbuat dari bahan alami berupa daun kedondong yang dipanen langsung dari petani.</p>
<p>&#8220;Mengandung flavonoid, saponin, tanin dan alkanoid, dengan khasiat bisa mengobati penyakit jantung dan kolesterol,” jelas Anita.</p>
<p>Menurut Ketua Tim, Dewi Khoiriyah, hasil minuman olahannya terinspirasi atas solusi kedua penyakit &#8216;favorit&#8217; masyarakat Indonesia saat ini. Menyadari kondisi tersebut, ketiganya mencari referensi terkait bahan alami yang bisa mengobati penyakit jantung dan kolesterol. Hingga mereka menemukan daun kedondong mengandung zat Flavonoid, Saponin, Tanin dan Alkanoid. Untuk menguatkan hasil penelitian, mereka melakukan uji Lab di Dinkes Kota Malang sebagai uji kelayakan.</p>
<p>&#8220;Bahan dasarnya daun kedondong yang kami buat seperti teh celup. Setelah kami yakin khasiatnya, baru kami ajukan ikut PIMNAS lewat Kemenristekdikti. Alhamdulillah, proposal yang kami kirim melalui Belmawa pada Desember 2018 lalu, akhirnya lolos diterima,&#8221; ucap syukur Dewi dan teman-temannya. <strong>(adn/gie)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84940</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswi Teknik UB Ciptakan Material Penyimpan Energi Berskala Besar</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswi-teknik-ub-ciptakan-material-penyimpan-energi-berskala-besar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2018 13:30:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/12546-perangi-seks-bebas-dinkes-tulungagung-gelar-jambore-duta-kesehatan-remaja</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Superkapasitor adalah jenis kapasitor yang dapat menyimpan energi dalam skala besar dengan jumlah energi yang hampir setara dengan baterai kimia. Namun, superkapasitor memiliki jangka pemakaian yang jauh lebih tinggi dan kecepatan isi ulang yang cepat dibandingkan baterai kimia. Superkapasitor memungkinkan baterai dengan output yang sangat besar dan dapat dipakai berulang kali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Superkapasitor adalah jenis kapasitor yang dapat menyimpan energi dalam skala besar dengan jumlah energi yang hampir setara dengan baterai kimia. Namun, superkapasitor memiliki jangka pemakaian yang jauh lebih tinggi dan kecepatan isi ulang yang cepat dibandingkan baterai kimia.</p>
<p>Superkapasitor memungkinkan baterai dengan output yang sangat besar dan dapat dipakai berulang kali sampai masa hidupnya habis, tanpa ada pengurangan performa. Keunggulan tersebut menjadikan superkapasitor sebagai terobosan baru penyimpanan energi dan telah digunakan secara luas dalam berbagai bidang, seperti bidang transportasi listrik, teknologi digital, mesin listrik, peralatan militer serta luar angkasa.</p>
<p><div id="attachment_2940" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-2940" decoding="async" src="https://i0.wp.com/pendidikan.memontum.com/wp-content/uploads/sites/4/2018/08/elektrosintesis-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Superkapasitor karya mahasiswa FT UB" width="650" height="333" class="size-full wp-image-2940" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-2940" class="wp-caption-text"><em><strong> Superkapasitor karya mahasiswa FT UB</strong></em></p></div></p>
<p>Mempelajari sifat-sifat superkapasitor, tiga mahasiswa Teknik Kimia (Tekim), Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) bertekad menemukan material baru untuk bahan kapasitor dengan kapasitas besar. Mereka melakukan percobaan dengan mensintesis α-MnO2/C. Sifat dari bahan tersebut kemudian digabungkan melalui proses pembuatan elektroda, yang selanjutnya akan diaplikasikan pada superkapasitor.</p>
<p>Tim PKM-PE ini, yaitu Nursiti (Teknik Kimia ’17), Ersita Rahajeng Wibowo (Teknik Kimia ’17), dan Ayu Wulan Safitri (Teknik Kimia ’15). Dibawah bimbingan Rama Oktavian, ST, MSc, ketiganya membuat sebuah elektroda superkapasitor dengan bahan nanokomposit α-MnO2/C dengan metode elektrolisis. </p>
<p>&#8220;Oksida mangan adalah elektroda yang tepat untuk desain superkapasitor, karena mudah didapat, biaya rendah, toksisitas rendah, dan mempunyai rentang tegangan yang lebar,” ujar Nursiti.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12546</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Republik Scooter Lumajang Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Kendaraan</title>
		<link>https://memontum.com/republik-scooter-lumajang-olah-sampah-jadi-bahan-bakar-kendaraan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jun 2018 13:48:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[Republik Scooter]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/43847-republik-scooter-lumajang-olah-sampah-jadi-bahan-bakar-kendaraan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Penemuan fakta unik Mengolah barang bekas menjadi barang yang berharga berupa sampah Plastik yang diubah menjadi bahan bakar pengganti Solar dan Bensin untuk kendaraan menjadi kabar gembira bagi masyarakat. Hal ini patut untuk dijadikan tauladan dan layak untuk dikembangkan baik oleh Masyarakat maupun oleh Pemerintah di tengah semakin tingginya harga kebutuhan Bahan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Penemuan fakta unik Mengolah barang bekas menjadi barang  yang berharga berupa sampah Plastik yang diubah menjadi bahan bakar pengganti Solar dan Bensin untuk kendaraan menjadi kabar gembira bagi masyarakat.</p>
<p>Hal ini patut untuk dijadikan tauladan dan layak untuk dikembangkan baik oleh Masyarakat maupun oleh Pemerintah di tengah semakin tingginya harga kebutuhan Bahan Bakar Minyak.</p>
<p>Barang bekas berupa plastik yang diolah atau disuling menjadi bahan bakar yang sangat bermanfaat sebagai pengganti bensin bagi Kendaraan ini tentu bisa menjadi alternatif dan sangat bermanfaat.</p>
<p>Menurut juru bicara Republik Scoter Lumajang Fendi Muchtar, pada Memontum.com, Selasa(10/6/2018) temuan fakta unik tersebut sebenarnya sudah lama ditemukan dan baru bisa dilakukan uji coba dengan berbagai macam cara termasuk uji coba berkendara mulai dari Bali sampai Jakarta atau dengan jarak 1000 Kilo Meter lebih dengan menggunakan kendaraan Sepeda motor dan tidak ada masalah.</p>
<p>&#8220;Temun tersebut layak untuk dikembangkan baik oleh Masyarakat maupun oleh Pemerintah di tengah semakin tingginya harga kebutuhan Bahan Bakar Minyak, &#8221; terangnya.</p>
<p>Pada kesempatan terpisah Heri Krewol Korlap Get Plastik.ID ketika ditemui saat persiapan sosialisasi di Alun Alun Lumajang juga membenarkan jika Republik Scoter Lumajang telah melakukan Uji coba tersebut dan hasilnya sangat memuaskan. Upaya berpikir keras tersebut dilakukan karena mengingat begitu besarnya potensi sampah jenis Plastik pada Masyarakat selain juga mendukung Program Pemerintah dalam mencintai lingkungan dimana jenis sampah plastik tidak bisa dibuang begitu saja karena sangat sulit terurai oleh tanah. </p>
<p>Selain itu jika temuan tersebut terus dikembangkan maka dapat menekan pengeluaran Masyarakat ditengah semakin melambungnya berbagai macam kebutuhan ekonomi kemasyarakatan, dengan demikian maka Masyarakat bisa sejahtera karena dapat menekan pengeluaran.</p>
<p>&#8220;Temuan kita ini sangat istimewa dan harus dikembangkan oleh Pemerintah agar dapat menekan pengeluaran Masyarakat mengingat kebutuhan pada Masyarakat akan BBM sangatlah tinggi,&#8221;.<strong>(adi/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">43847</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jihandak Brimob Bondowoso Evakuasi Peluru Meriam Eks Perang Dunia II</title>
		<link>https://memontum.com/jihandak-brimob-bondowoso-evakuasi-peluru-meriam-eks-perang-dunia-ii</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jan 2018 15:33:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Brimob]]></category>
		<category><![CDATA[Jihandak]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/22671-jihandak-brimob-bondowoso-evakuasi-peluru-meriam-eks-perang-dunia-ii</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo — Tim penjinak bahan peledak (jihandak) dari Brimob Bondowoso, Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 16.22 Wib, mengevakuasi sebuah peluru meriam yang ditemukan seorang tukang batu di saat menggali pondasi untuk tandon air, tepatnya di RT.03/RW.05 Dusun Mojosari utara, Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. “Proses evakuasi berlangsung singkat setelah tim jihandak memastikan bahan peledak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> — Tim penjinak bahan peledak (jihandak) dari Brimob Bondowoso, Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 16.22 Wib, mengevakuasi sebuah peluru meriam yang ditemukan seorang tukang batu di saat menggali pondasi untuk tandon air, tepatnya di RT.03/RW.05 Dusun Mojosari utara, Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.</p>
<p>“Proses evakuasi berlangsung singkat setelah tim jihandak memastikan bahan peledak itu bisa diambil dengan peralatan khusus,” kata Kapolsek Asembagus, AKP.H.Sugiono saat diwawancarai Memontum.com.</p>
<p>Ia mengatakan, tim jihandak sempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan peluru meriam yang diduga aktif tersebut.</p>
<p><div id="attachment_8840" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-8840" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.24.04-PM-1.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="Kapolsek Asembagus, AKP.H.Sugiono saat diwawancarai Memontum.com" width="650" height="400" class="size-full wp-image-22673" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.24.04-PM-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.24.04-PM-1.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.24.04-PM-1.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-27-at-10.24.04-PM-1.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-8840" class="wp-caption-text"><em>Kapolsek Asembagus, AKP.H.Sugiono saat diwawancarai Memontum.com</em></p></div></p>
<p>Namun setelah tidak ditemukan lagi benda mencurigakan, lanjut H.Sugiono, tim jihandak memutuskan kembali ke mako brimob di Bondowoso dengan membawa Peluru meriam yang diduga peninggalan zaman perang dunia II atau masa awal Kemerdekaan RI tersebut.</p>
<p>“Kami imbau masyarakat untuk proaktif melapor jika menemukan lagi benda mencurigakan berkaitan dengan bahan peledak ataupun senjata api,” kata H.Sugiono Kapolsek Asembagus itu.</p>
<p>Ia menuturkan, penemu pertama Peluru meriam yang sudah berkarat itu diidentifikasi polisi bernama Marjo alias Pak Kris (38) warga Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa dan Pat (47) warga sekitar Desa Mojosari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">22671</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
