<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penentuan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penentuan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2026 14:29:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penentuan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Evaluasi MBG, Pemkot Malang Usulkan Keterlibatan Sejak Awal Penentuan Lokasi SPPG</title>
		<link>https://memontum.com/evaluasi-mbg-pemkot-malang-usulkan-keterlibatan-sejak-awal-penentuan-lokasi-sppg</link>
					<comments>https://memontum.com/evaluasi-mbg-pemkot-malang-usulkan-keterlibatan-sejak-awal-penentuan-lokasi-sppg#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[keterlibatan]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penentuan]]></category>
		<category><![CDATA[usulkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=233066</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengusulkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) dilibatkan sejak awal, dalam proses penentuan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatan tersebut dinilai penting, untuk meningkatkan efektivitas distribusi makanan dan memastikan layanan tepat sasaran. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengusulkan agar Pemerintah Daerah (Pemda) dilibatkan sejak awal, dalam proses penentuan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatan tersebut dinilai penting, untuk meningkatkan efektivitas distribusi makanan dan memastikan layanan tepat sasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mengatakan bahwa selama ini proses bisnis MBG sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinator wilayah dan kepala SPPG. Sementara itu, Pemda hanya berperan memberikan pendampingan agar program berjalan sesuai ketentuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau MBG sendiri sebenarnya tugas pokok fungsinya terkait business process ada di BGN. Pemda memberikan pendampingan supaya program MBG dan SPPG di lapangan ini bisa terlaksana dengan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat sesuai regulasi yang berlaku,” ujar Erik, Rabu (10/06/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkan Sekda Erik, evaluasi yang dilakukan Pemkot Malang menunjukkan bahwa keterlibatan Pemda sejak tahap awal penentuan lokasi SPPG dapat membantu mengurangi berbagai kendala pelaksanaan program. Sebab, Pemda memiliki data penerima manfaat yang lebih lengkap serta peta tata ruang yang dapat menjadi dasar dalam menentukan lokasi yang paling sesuai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pemda punya peta penerima manfaat, baik anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui maupun balita. Kami juga punya peta tata ruang sehingga bisa merekomendasikan titik-titik yang sesuai dan paling dekat dengan penerima manfaat,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>



<div class="wp-block-jetpack-related-posts">
<h2 class="wp-block-heading"></h2>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Sekda Erik menilai, penentuan lokasi yang tepat dapat memperpendek jalur distribusi makanan. Sehingga, secara otomatis kualitas makanan tetap terjaga saat diterima penerima manfaat. Selain itu, langkah tersebut juga dapat menghindari potensi masalah akibat waktu distribusi yang terlalu lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau jarak pengirimannya terlalu jauh, ada potensi makanan basi. Karena makanan dimasak terlalu cepat, dibungkus terlalu lama, itu juga bisa menimbulkan masalah,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain persoalan distribusi, hasil evaluasi juga menyoroti pentingnya pengaturan wilayah layanan antar-SPPG. Pemkot Malang tidak ingin terjadi tumpang tindih cakupan layanan yang berpotensi menimbulkan persaingan tidak sehat dalam menjangkau penerima manfaat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jangan sampai terjadi tumpang tindih. Antar-SPPG malah berebut penerima manfaat. Kompetisinya bisa tidak sehat. Itu yang kami rekomendasikan kepada BGN,” tegas Sekda Erik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama ini, pendampingan yang dilakukan Pemkot Malang terhadap SPPG mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan limbah, pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga keamanan pangan. Apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat maupun lingkungan sekitar, Pemda akan memberikan rekomendasi kepada BGN untuk melakukan pembinaan atau menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/evaluasi-mbg-pemkot-malang-usulkan-keterlibatan-sejak-awal-penentuan-lokasi-sppg/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">233066</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkot Malang Siapkan Survei Pedagang Pasar Besar untuk Dasar Penentuan Nasib Revitalisasi</title>
		<link>https://memontum.com/pemkot-malang-siapkan-survei-pedagang-pasar-besar-untuk-dasar-penentuan-nasib-revitalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penentuan]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231475</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menyiapkan langkah baru untuk menyelesaikan revitalisasi Pasar Besar (Pasbes), yang bertahun-tahun belum menemukan titik temu. Salah satunya, yaitu melalui survei langsung kepada para pedagang sebagai dasar pengambilan keputusan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa survei tersebut merupakan bagian dari skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mulai menyiapkan langkah baru untuk menyelesaikan revitalisasi Pasar Besar (Pasbes), yang bertahun-tahun belum menemukan titik temu. Salah satunya, yaitu melalui survei langsung kepada para pedagang sebagai dasar pengambilan keputusan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa survei tersebut merupakan bagian dari skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang tengah disiapkan sebagai solusi percepatan penataan Pasar Besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, Pemkot Malang bersama tim KPBU bahkan telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan guna menyusun skenario penyelesaian Pasar Besar secara komprehensif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami menyiapkan skenario melalui KPBU. Nantinya pihak profesional yang menangani, termasuk melakukan pendekatan langsung kepada para pedagang untuk mengetahui harapan mereka,” ujar Wali Kota Wahyu, Sabtu (04/04/2026) tadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca juga :</strong></p>





<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak sekadar melalui paguyuban pedagang. Namun, melalui komunikasi langsung dari hati ke hati agar aspirasi yang muncul benar-benar mewakili kondisi di lapangan. Hal itu dilakukan agar para pedagang tidak merasa tertekan dalam menentukan sikap, baik terkait opsi rehabilitasi maupun pembongkaran total pasar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita akui ada dualisme pendapat, ada yang ingin direhab saja, ada juga yang menghendaki bongkar total. Karena itu perlu jajak pendapat langsung agar keputusan nanti benar-benar untuk kepentingan pedagang,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil survei tersebut nantinya tidak langsung dijadikan keputusan final. Tim profesional bersama perguruan tinggi akan melakukan verifikasi lapangan dan analisis lanjutan untuk memastikan validitas aspirasi pedagang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Jajak pendapat itu menjadi bahan awal. Setelah itu akan ada cross-check langsung ke lapangan untuk memastikan apakah benar itu keinginan mayoritas pedagang,” tegas Wali Kota Wahyu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pemerintah hadir bukan membawa kepentingan tertentu, melainkan mencari solusi atas kondisi Pasar Besar yang dinilai sudah terlalu lama tidak terselesaikan. “Kalau tidak segera dilakukan, kita kasihan dengan kondisi pasar seperti sekarang. Kepentingannya hanya satu, yaitu kepentingan pedagang agar ada solusi yang jelas,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231475</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
