<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pengamen &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengamen/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Oct 2022 12:12:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pengamen &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Todongkan Cutter ke Pengemudi Mobil, Pengamen di Kota Malang Diamankan Satpol PP</title>
		<link>https://memontum.com/todongkan-cutter-ke-pengemudi-mobil-pengamen-di-kota-malang-diamankan-satpol-pp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2022 11:33:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamen]]></category>
		<category><![CDATA[satpol PP]]></category>
		<category><![CDATA[Satpol PP Kota Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=176960</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Seorang pengamen diketahui berinisial AP alias Doweh (37), warga asal Jombang, Senin (17/10/2022) tadi, diamankan Satpol PP Kota Malang. Dirinya diamankan di sekitar traffic light Simpang Empat Jl A Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, setelah menindaklanjuti keresahan masyarakat. Sebab, pengamen tersebut ramai diperbincangkan dan dikeluhkan masyarakat di media sosial. Dugaan awal, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Seorang pengamen diketahui berinisial AP alias Doweh (37), warga asal Jombang, Senin (17/10/2022) tadi, diamankan Satpol PP Kota Malang. Dirinya diamankan di sekitar traffic light Simpang Empat Jl A Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, setelah menindaklanjuti keresahan masyarakat.</p>



<p>Sebab, pengamen tersebut ramai diperbincangkan dan dikeluhkan masyarakat di media sosial. Dugaan awal, pengamen itu diduga menodongkan cutter ke pengendara yang berhenti di traffic light, ketika tidak diberi uang.</p>



<p>Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa pengamen tersebut sebelumnya sudah pernah ditindak lantaran meresahkan. Namun akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang mengadukan bahwa pengamen itu kembali berulah. Karenanya, petugas Satpol PP kemudian mendatangi lokasi hingga berhasil menangamankan Doweh.</p>



<p>Baca Juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kota-malang-masuk-31-besar-program-lsdp-kemendagri-proyek-rdf-ditarget-mulai-2027">Kota Malang Masuk 31 Besar Program LSDP Kemendagri, Proyek RDF Ditarget Mulai 2027</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/polres-situbondo-ungkap-praktik-pembuatan-petasan-dan-amankan-51-kg-bubuk-mercon">Polres Situbondo Ungkap Praktik Pembuatan Petasan dan Amankan 5,1 Kg Bubuk Mercon</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/mudik-lebaran-2026-diprediksi-turun-dishub-kota-malang-siapkan-7-pos-dan-rekayasa-lalin-situasional">Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun, Dishub Kota Malang Siapkan 7 Pos dan Rekayasa Lalin Situasional</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/ramadan-kondusif-rutan-situbondo-perketat-pengamanan-lewat-sidak-blok-hunian">Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Blok Hunian</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/evaluasi-penataan-lalin-jalan-merdeka-selatan-dishub-kota-malang-tak-tutup-permanen-saat-ramadan">Evaluasi Penataan Lalin Jalan Merdeka Selatan, Dishub Kota Malang Tak Tutup Permanen saat Ramadan</a></li>
</ul>


<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Todongkan Cutter ke Pengemudi Mobil, Pengamen di Kota Malang Diamankan Satpol PP" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/UWHx1MBZyaA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>&#8220;Memang pengamen ini mengakui, bahwa dia menakut-nakuti pengendara pakai cutter. Tapi pada saat kami amankan, dia mengaku cutter itu sudah dibuang,&#8221; jelas Rahmat.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa saat melakukan aksinya, Doweh sedang dalam pengaruh Miras. &#8220;Saat mengacungkan cutter hingga mengenai kaca pengendara itu, menurut pengakuannya pada kondisi mabuk. Saat dilakukan pengeledahan, ditemukan dua gunting dan beberapa paku. Dia mengaku, bahwa paku-paku itu digunakan untuk membuat kecrekan untuk alat mengamen,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kini, pengamen tersebut masih diamankan di Kantor Satpol PP Kota Malang. Selanjutnya, pengamen itu akan diserahkan ke Dinsos P3AP2KB Kota Malang, untuk dilakukan pembinaan maupun pemeriksaan kejiwaannya.&nbsp; &#8220;Untuk tindak lanjut, akan ada pembinaan atau pemeriksaan kejiwaannya,&#8221; jelasnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">176960</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pengamen Surabaya Dibayar Pemkot, Pembagian Jadwal Dinilai Tak Merata</title>
		<link>https://memontum.com/pengamen-surabaya-dibayar-pemkot-pembagian-jadwal-dinilai-tak-merata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2019 19:22:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Disbudpar Kota Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/78010-pengamen-surabaya-dibayar-pemkot-pembagian-jadwal-dinilai-tak-merata</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Pengamen dan pengemis di jalanan Kota Surabaya kini sudah berkurang. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus menambah kuota mereka sebagai mitra. Hal ini disampaikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Menurutnya, jika selama ini pengamen-pengamen tersebut mainnya di taman. Sebab jika di jalan terlalu bahaya, oleh karena itu dilarang dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Pengamen dan pengemis di jalanan Kota Surabaya kini sudah berkurang. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus menambah kuota mereka sebagai mitra. Hal ini disampaikan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Menurutnya, jika selama ini pengamen-pengamen tersebut mainnya di taman. Sebab jika di jalan terlalu bahaya, oleh karena itu dilarang dan para pengamen dibayar oleh Pemkot.</p>
<p>“Ya, kalau gak ada mobil yang nyosor, kalau nyosor disalahno neh Walikotane. Jadi ndak papa, nanti main di taman dan nanti malah kita bayar. Tapi yo jangan nang jalan, bahaya banget,” kata Risma saat ditemui di kediaman walikota, Selasa (12/2/2019). Risma mengatakan, jika para pengamen masuk di taman malah dibayar oleh pihak Pemkot. Sebab, bagaimanapun itu juga merupakan uang masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan.</p>
<p>“Dan selama ini pengamen kenapa tidak ada di jalan, karena mereka ada di taman-taman dan kita bayar loh. Kemarin sudah saya minta ke Dinas Pariwisata untuk menambah porsinya untuk berapa kali main, sehingga dia mendapatkan pendapatan,” jelasnya. Ia juga mengungkapkan, jika terdapat beberapa pemain musik atau pengamen di wilayah Sambi Kerep yang mengucapkan terima kasihnya kepada Walikota Surabaya karena bisa hidup dari situ (mengamen).</p>
<p>Namun, dengan diperbolehkannya pengamen untuk menampilkan karya bermusiknya di taman-taman ini tidak boleh memaksa meminta uang kepada pengunjung.</p>
<p>“Jadi dari pariwisata memberi tempat dan dia menaruh kaleng tapi tidak boleh meminta dan muter. Mangkanya kita puter (pengamennya), karena di Bungkul itu rame, biar adil. Ada jadwalnya kita puter dan kita rolling,” jelasnya.</p>
<p>Program yang sudah berjalan selama enam tahun ini, tidak menarik kriteria khusus bagi pengamen. Hanya saja, Risma menyampaikan jika pengamen yang ingin mendaftar harus warga asli Surabaya. “Gak boleh kalau luar kota, kita usir kalau ada,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">78010</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
