<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pengancaman &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengancaman/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Dec 2022 09:36:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pengancaman &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Blitar Mengaku Dirinya Jadi Sasaran Tendangan Pelaku dan Istrinya Diancam Akan Ditelanjangi</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-blitar-mengaku-dirinya-jadi-sasaran-tendangan-pelaku-dan-istrinya-diancam-akan-ditelanjangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2022 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blitar]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[kota blitar]]></category>
		<category><![CDATA[pengancaman]]></category>
		<category><![CDATA[perampokan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Dinas]]></category>
		<category><![CDATA[Wali Kota Blitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=179859</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Blitar &#8211; Sehari setelah peristiwa perampokan di rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Blitar, akhirnya Wali Kota Santoso, mulai buka suara. Disampaikannya saat ditemui di rumah dinas, dirinya menjelaskan jika saat itu dirinya dan istrinya dalam keadaan sehat wal afiat. &#8220;Alhamdulillah, sampean (anda) lihat sendiri saya dalam keadaan sehat wal afiat. Yang penting kesehatan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Blitar</strong> &#8211; Sehari setelah peristiwa perampokan di rumah dinas (Rumdin) Wali Kota Blitar, akhirnya Wali Kota Santoso, mulai buka suara. Disampaikannya saat ditemui di rumah dinas, dirinya menjelaskan jika saat itu dirinya dan istrinya dalam keadaan sehat wal afiat. &#8220;Alhamdulillah, sampean (anda) lihat sendiri saya dalam keadaan sehat wal afiat. Yang penting kesehatan itu adalah segala-galanya. Musibah itu  dimanapun, kapanpun, siapapun bisa terjadi,&#8221; kataWali Kota Santoso, Selasa (13/12/2022) tadi.</p>



<p>Wali Kota Santoso menceritakan, terkait peristiwa perampokan di rumah dinasnya, bahwa peristiwa kemarin (Senin, red) terjadi tepatnya pukul 03.00 WIB. Saat peristiwa itu berlangsung, istrinya sedang melakukan Salat Tahajud. Sambil menunggu datangnya Subuh, tiba-tiba pintu kamarnya digedor-gedor.</p>



<p>&#8220;Ketika kondisi saya antara sadar dan tidak, tiba-tiba pintu kamar sudah didobrak. Ada tiga orang yang masuk kamar dan mereka langsung menyergap saya dan istri. Kemudian, saya disuruh tengkurap di lantai, mulut dan mata dilakban, tangan diikat kebelakang, kaki juga diikat. Istri saya juga diperlakukan yang sama, namun disuruh berdiri,&#8221; papar Santoso.</p>



<p>Lebih lanjut Santoso menyampaikan, saat itu pelaku minta agar ditunjukan tempat brangkas. &#8220;Ketika saya belum menunjukkan tempat menaruh uang, saya ditendang, dipukul dengan kondisi mata, mulut dilakban dan tangan serta kaki diikat. Bahkan, istri saya diancam akan ditelanjangi, jika tidak menunjukan brangkasnya,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Wali Kota Santoso menambahkan, pelaku pun kemudian disuruhnya mengambil uang dan perhiasan yang ada di dalam lemari. &#8220;Silahkan ambil tas berisi uang di dalam lemari, termasuk sedikit perhiasan istri saya. Bahkan perhiasan yang sedang dipakai juga dilepas,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/sasar-224-pemudik-dishub-kota-malang-tambah-kuota-mudik-gratis-jadi-enam-bus">Sasar 224 Pemudik, Dishub Kota Malang Tambah Kuota Mudik Gratis Jadi Enam Bus</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/musrenbang-rkpd-2027-bupati-ipuk-sebut-fokus-penguatan-sdm-ekonomi-berbasis-hirilisasi-dan-pariwisata">Musrenbang RKPD 2027, Bupati Ipuk Sebut Fokus Penguatan SDM, Ekonomi Berbasis Hirilisasi dan Pariwisata</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wali-kota-malang-pastikan-sanksi-tegas-untuk-sppg-yang-langgar-sop">Wali Kota Malang Pastikan Sanksi Tegas untuk SPPG yang Langgar SOP</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/diduga-korupsi-pengadaan-jasa-outsourcing-kpk-tetapkan-bupati-pekalongan-sebagai-tersangka">Diduga Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing, KPK Tetapkan Bupati Pekalongan sebagai Tersangka</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/terdakwa-dugaan-penggelapan-emas-rp-33-miliar-minta-diskon-hukuman">Terdakwa Dugaan Penggelapan Emas Rp 3,3 Miliar Minta &#8216;Diskon&#8217; Hukuman</a></li>
</ul>


<p>Santoso menjelaskan, salah satu pelaku menanyakan ke istrinya, dimana ruangan CCTV. Kemudian diberitahu ada di ruang kerja. &#8220;Kotak Box CCTV yang ada di ruang kerja diambil dan kabel-kabel diputusin semua. Selanjutnya, mereka kabur. Setelah itu saya teriak minta tolong. Ternyata, Satpol PP tidak ada yang ngrespon. Tidak tahunya, sudah dilumpuhkan juga,&#8221; terangnya.</p>



<p>Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Blitar ini mengaku, sebelum matanya ditutup, dirinya melihat salah satu pelaku membawa senjata tajam berupa parang. &#8220;Sekilas, saya lihat ada yang bawa parang panjangnya sekitar 40 centimeter. Itu dipakai untuk mengancam istri saya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain melihat pelaku membawa senjata tajam, sekilas dirinya juga melihat salah satu sosok pelaku dengan ciri-ciri memiliki postur tubuh tinggi besar memakai rompi dan bersepatu brok. &#8220;Salah satunya, itu tubuhnya emang kekar, pakai rompi,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Saat ditemui, Wali Kota Santoso juga terlihat mengalami sejumlah luka yang belum mengering. Salah satunya, di bagian lutut yang diakuinya karena tendangan pelaku menggunakan sepatu brok.</p>



<p>&#8220;Ini ditendang pakai sepatu brok, bukan sepatu ket,&#8221; ujarnya sambil menunjuk luka di lututnya.</p>



<p>Sebagaimana diberitakan, Senin (12/12/2022) sekitar pukul 03.00, Rumdin Wali Kota Blitar jadi sasaran aksi perampokan. Dalam kejadian itu, wali kota berikut istri, berhasil disekap. Tidak hanya itu, tiga petugas Satpol PP juga mengalami nasib sama. Kawanan pelaku, selain berhasil.membawa uang tunai sekitar Rp 400 juta dan perhiasan, juga merusak CCTV dan teridentifikasi menggunakan mobil berplat merah. <strong>(jar/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">179859</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pimpinan Pondok Nurul Islam Banjar Tanggul Diancam Pedang Preman</title>
		<link>https://memontum.com/pimpinan-pondok-nurul-islam-banjar-tanggul-diancam-pedang-preman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2018 12:54:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Mojokerto]]></category>
		<category><![CDATA[pengancaman]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Nurul Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/62795-pimpinan-pondok-nurul-islam-banjar-tanggul-diancam-pedang-preman</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Mojokerto &#8211; Pengancaman tindak kekerasan terhadap Pimpinan Pondok Nurul Islam Jabon Tegal Pungging Mojokerto KH. Ahmad Siddiq, SE., pada saat pengecoran pondok pada, minggu (28/10) malam. Hal ini disampaikan oleh Soleh Sakeryon Banser PAC Pungging, Minggu (4/11/2018). Menurut Sholeh Sakeryon Banser PAC Pungging mengatakan, kejadian terjadi pada minggu pukul 22.00 malam usai kegiatan istigosah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Mojokerto</strong> &#8211; Pengancaman tindak kekerasan terhadap Pimpinan Pondok Nurul Islam Jabon Tegal Pungging Mojokerto KH. Ahmad Siddiq, SE., pada saat pengecoran pondok pada, minggu (28/10) malam. Hal ini disampaikan oleh Soleh Sakeryon Banser PAC Pungging, Minggu (4/11/2018).</p>
<p>Menurut Sholeh Sakeryon Banser PAC Pungging mengatakan, kejadian terjadi pada minggu pukul 22.00 malam usai kegiatan istigosah di Gor Sidoarjo. Dirinya juga menyampaikan pada saat santri melakukan pengecoran pondok berlangsung, datang segerombolan orang membawa sepeda motor dengan membunyikan suara kenalpot yang sangat keras(mbleyer-mbleyer).</p>
<p>&#8220;Pelaku berjumlah 8 orang, yang saya ketahui yaitu Solikin selaku Kepala Desa, Juasan dan Suparman, dan salah satu yang membawa pedang panggilannya damen, sedangkan pelaku yang lain saya tidak tau namanya,&#8221; ujar Sholeh.</p>
<p>Masih kata Sholeh, alasannya karena suaranya bising mengganggu kenyamanan warga, namun diduga ada alasan lain yang diharapkan segerombolan orang tersebut.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya pernah dulu meminta lahan parkir pondok agar di kelola pihak karang taruna desa,&#8221; pungkasnya. Sementara Pimpinan Pondok KH. Ahmad Siddiq, SE. belum bisa di konfirmasi oleh awak media di karenakan Pimpinan masih ada giat di Pondok.<strong>(den/gan/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">62795</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Acungkan Air Soft Gun, Anggota Perbakin Jombang Diciduk Polisi</title>
		<link>https://memontum.com/acungkan-air-soft-gun-anggota-perbakin-jombang-diciduk-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 May 2018 18:19:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[pasal 335]]></category>
		<category><![CDATA[pengancaman]]></category>
		<category><![CDATA[polsek kota jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=40624</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8212; Santoso (47) anggota Perbakin Jombang, Diamankan petugas reskrim polsek kota lantaran melakukan ancaman dengan kekerasan menggunakan senjata api jenis air soft gun kepada pegawai rumah sakit Muhamadiyah di Jl.Dr. Sutomo Kel. Jombatan Kec/Kab. Jombang, Selasa(1/5/2018). Kepala polisi sektor Kota AKP Suparno menjelaskan, mulanya tersangka santoso menanyakan jumlah biaya perawatan rawat inap istrinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8212; Santoso (47) anggota Perbakin Jombang, Diamankan petugas reskrim polsek kota lantaran melakukan ancaman dengan kekerasan menggunakan senjata api jenis air soft gun  kepada pegawai rumah sakit Muhamadiyah di Jl.Dr. Sutomo Kel. Jombatan Kec/Kab. Jombang, Selasa(1/5/2018). Kepala polisi sektor Kota AKP Suparno menjelaskan, mulanya tersangka santoso menanyakan jumlah biaya perawatan rawat inap istrinya selama diopname di Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang. </p>
<p>Kemudian korban menjelaskan prosedur serta menunjukkan perincian biayanya sekitar Rp 4.695.000 (empat juta enam ratus sembilan puluh lima ribu rupiah ).</p>
<p><a href="https://memontum.com/40624-acungkan-air-soft-gun-anggota-perbakin-jombang-diciduk-polisi/img-20180501-wa0260-copy" rel="attachment wp-att-40627"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-40627" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0260-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Namun, pelaku jusrtru marah-marah, tidak terima dengan adanya prosedur dan penjelasan korban. Kemudian<br />
menarik tangan korban dan juga berteriak teriak didalam Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang.</p>
<p>&#8220;Pelaku tidak terima dengan penjelasan korban kemudian mencabut senjata api pistol jenis air soft gun warna hitam yang sudah disimpan dari balik baju celananya dan ditodongkan ke arah kepala korban,&#8221; ujar AKP Suparno.</p>
<p><a href="https://memontum.com/40624-acungkan-air-soft-gun-anggota-perbakin-jombang-diciduk-polisi/img-20180501-wa0259-copy" rel="attachment wp-att-40628"><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?resize=650%2C400&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="400" class="aligncenter size-full wp-image-40628" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?resize=300%2C185&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?resize=600%2C369&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/05/IMG-20180501-WA0259-copy.jpg?resize=200%2C123&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Lebih lanjut, ujar Suparno, setelah dilakukan penangkapan , dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan  satu buah pistol jenis air Soft Gun berwarna hitam N-70 Makarov jenis MP-654K Caliber 4,5 mm yang berisi peluru sebanyak 12 butir berbentuk gotri.</p>
<p>&#8220;Akibat kejadian tersebut korban atau pegawai lainnya merasa ketakutan dan shock, selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan petugas di Polsek Jombang guna proses lebih lanjut. Sementara pelaku kita Tindak Pidana melakukan ancaman dan kekerasan, sebagaimana dimaksud pasal 335 ( 1 ) ke 1e KUHP,&#8221; pungkas AKP Suparno. <strong>(ham/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">40624</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diminta Tanggung Jawab, Pemuda Bantur Malah Ngamuk</title>
		<link>https://memontum.com/diminta-tanggung-jawab-pemuda-bantur-malah-ngamuk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2018 13:35:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengancaman]]></category>
		<category><![CDATA[polsek bantur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/21458-diminta-tanggung-jawab-pemuda-bantur-malah-ngamuk</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Pemuda ini ngamuk dan mengacungkan sebilah monteng lantaran diminta tanggung jawab atas tudingan kehamilan seorang gadis. Tentu saja, ujung emosi tersangka Muki (38) masuk bui polisi. Pemuda warga Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang itu, Minggu (21/1/2018) pukul 12.20, diringkus anggota Reskrim Polsek Bantur atas dasar laporan pengancaman terhadap Sanuri (51). Korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Pemuda ini ngamuk dan mengacungkan sebilah monteng lantaran diminta tanggung jawab atas tudingan kehamilan seorang gadis. Tentu saja, ujung emosi tersangka Muki (38) masuk bui polisi. </p>
<p>Pemuda warga Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang itu, Minggu (21/1/2018) pukul 12.20, diringkus anggota Reskrim Polsek Bantur atas dasar laporan pengancaman terhadap Sanuri (51).</p>
<p>Korban Sanuri, pada Minggu, 22 Oktober 2017, melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Bantur.  Sabtu, 21 Oktober 2017, ia sempat bersitegang dengan tersangka saat berada di rumah Mukrim (42) warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. </p>
<p><div id="attachment_8193" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-8193" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0070-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Barang bukti " width="650" height="366" class="size-full wp-image-21459" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0070-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0070-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0070-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180121-WA0070-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-8193" class="wp-caption-text"><strong> <em>Barang bukti</em></strong></p></div></p>
<p>Siang itu, korban sengaja mencari tersangka. Ia kemudian bersama saksi bertemu dengan tersangka. Korban lalu menganggap bahwa tersangka adalah pelaku yang telah membuat hamil seorang gadis. Tersangka pun dimintai bertanggung jawab. </p>
<p>Siapa sangka, justru tersangka mengamuk. Ia mengambil monteng dan mengacungkannya kepada korban. Bahkan ia mengajak duel carok dengan korban. Usai menantang korban, tersangka kemudian melarikan diri. Ia berpindah-pindah tempat. </p>
<p>Hingga penyelidikan petugas mulai berbuah hasil. Keberadaan tersangka diketahui di pinggir pantai Balekambang. Ciri khas tersangka tidak dapat disembunyikan sehingga petugas dapat dengan mudah mengenalinya. </p>
<p>Berdasar rilis pers Polres Malang, melalui Kasubaghumas Polres Malang, AKP Farid Fathoni, tersangka kemudian ditangkap petugas dipimpin Ipda Sigit Hernadi sesuai arahan Kapolsek Bantur, AKP Yatmo. Dalam penangkapan, tidak terdapat perlawanan tersangka. </p>
<p>Kini, tersangka musti menginap di rumah tahanan Polsek Bantur. Ia masih dimintai keterangannya oleh penyidik Polsek Bantur. Jadi barang bukti perbuatan tersangka, yakni sebilah monteng sepanjang 100 cm. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">21458</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
