<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pengaruh &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengaruh/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Jan 2025 12:01:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pengaruh &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Angin Kencang Landa Malang Raya, BMKG Sebut Pengaruh Gangguan Atmosfer</title>
		<link>https://memontum.com/angin-kencang-landa-malang-raya-bmkg-sebut-pengaruh-gangguan-atmosfer</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jan 2025 05:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[atmosfer]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[kencang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218826</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Cuaca ekstrem angin kencang yang melanda wilayah Malang Raya, sejak Kamis (30/01/2025) kemarin, diperkirakan akan berlangsung hingga Rabu (05/02/2025) mendatang. Hal itu, dikatakan oleh Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah. Perempuan yang kerap disapa Linda, itu menjelaskan bahwa angin kencang ini terjadi akibat adanya gangguan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Cuaca ekstrem angin kencang yang melanda wilayah Malang Raya, sejak Kamis (30/01/2025) kemarin, diperkirakan akan berlangsung hingga Rabu (05/02/2025) mendatang. Hal itu, dikatakan oleh Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur, Linda Fitrotul Muzayanah.</p>



<p>Perempuan yang kerap disapa Linda, itu menjelaskan bahwa angin kencang ini terjadi akibat adanya gangguan atmosfer, yaitu fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby yang melintasi Jawa Timur. Kondisi ini, diperkuat oleh aktifnya Monsun Asia serta terbentuknya daerah siklonik di Samudra Hindia sebelah Selatan Jawa Timur.</p>



<p>&#8220;Sehingga meningkatkan potensi angin kencang serta pertumbuhan awan hujan. Selain itu, terbentuknya daerah konvergensi juga mendukung peningkatan curah hujan di Jawa Timur,” kata Linda, Jumat (31/01/2025) tadi.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa BMKG telah mencatat kecepatan angin di Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Karangploso, mencapai 15 knots atau sekitar 30 km/jam. Meskipun belum masuk kategori ekstrem, namun menurutnya akan tetap berpotensi menimbulkan dampak, terutama pada baliho, atap rumah, serta pohon yang sudah lapuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Untuk kriteria biasanya diatas 45km/jam. Tetapi semua juga tergantung topografinya,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Linda juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. Apabila beraktivitas di luar ruangan, tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.</p>



<p>&#8220;Hindari berteduh di bawah pohon besar, periksa kondisi rumah dan amankan benda-benda yang berisiko terbawa angin,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan bersiap menghadapi potensi hujan deras yang dapat meningkatkan risiko longsor di beberapa wilayah. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218826</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kasus Hipertensi Ancam Penduduk Kota Batu, Faktor Turunan dan Perilaku Berisiko Jadi Pengaruh</title>
		<link>https://memontum.com/kasus-hipertensi-ancam-penduduk-kota-batu-faktor-turunan-dan-perilaku-berisiko-jadi-pengaruh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 10:43:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ancam]]></category>
		<category><![CDATA[Batu]]></category>
		<category><![CDATA[berisiko]]></category>
		<category><![CDATA[faktor]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[jadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[penduduk]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[turunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194101</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi di Kota Batu, cenderung tinggi. Dari 30 Pos Binaan Terpadu (Posbindu) yang dibentuk di tempat kerja dan sekolah, mencatat jika di tahun 2022, paling banyak kasus hipertensi hingga di atas angka 50 persen. Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi di Kota Batu, cenderung tinggi. Dari 30 Pos Binaan Terpadu (Posbindu) yang dibentuk di tempat kerja dan sekolah, mencatat jika di tahun 2022, paling banyak kasus hipertensi hingga di atas angka 50 persen.</p>



<p>Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr Susana Indahwati, mengatakan tingginya hipertensi di Kota Batu, karena banyak dipengaruhi perilaku berisiko. Yaitu, konsumsi gula, garam dan minyak yang berlebih, kurangnya aktifitas fisik, kebiasaan merokok hingga konsumsi alkohol.</p>



<p>&#8220;Kasus hipertensi di Kota Batu, masih tergolong tinggi,&#8221; terangnya saat dikonfirmasi via ponselnya, Senin (24/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Lebih dari itu, menurut Susana, faktor lain juga dikarenakan faktor keturunan yang ikut berperan. Tetapi, juga utamanya disebabkan pengelolaan stres.</p>



<p>&#8220;Pada tahun 2022, kasus hipertensi meningkat. Catatan ini, berdasarkan dari 30 Posbindu yang dibangun di tempat kerja dan sekolah yang melakukan pengecekan pada usia 15-59 tahun,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara, imbuhnya, terhitung hingga akhir Juni 2023, berdasarkan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM), Hipertensi Puskesmas di Kota Batu total ada 20.375 penduduk yang mengalami Hipertensi, dari total 58,385 sampel penduduk yang dilakukan deteksi dini di Posbindu. &#8220;Untuk menghindari hipertensi, singkatnya masyarakat harus cek kesehatan rutin. Jauhi asap rokok dan alkohol, rajin aktifitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, kelola stres,” paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194101</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seorang Pria Ditemukan Tewas Terperosok di Tebing Sungai Metro, Diduga Akibat Pengaruh Miras</title>
		<link>https://memontum.com/seorang-pria-ditemukan-tewas-terperosok-di-tebing-sungai-metro-diduga-akibat-pengaruh-miras</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2023 10:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[metro,]]></category>
		<category><![CDATA[Miras]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[tebing]]></category>
		<category><![CDATA[terperosok]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191677</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Warga Pisang Candi Barat, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dihebohkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak meninggal di tebing Sungai Metro, Jumat (23/06/2023) sekitar pukul 13.30. Dugaan sementara, pria tersebut tewas setelah terperosok ke tebing Sungai Metro, yang memiliki kedalaman hingga 50 meter. Salah satu pemilik warung di sekitar lokasi, Ningsih, mengatakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="https://memontum.com">Memontum </a>Kota Malang</strong> &#8211; Warga Pisang Candi Barat, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dihebohkan dengan penemuan seorang pria yang tergeletak meninggal di tebing Sungai Metro, Jumat (23/06/2023) sekitar pukul 13.30. Dugaan sementara, pria tersebut tewas setelah terperosok ke tebing Sungai Metro, yang memiliki kedalaman hingga 50 meter.</p>



<p>Salah satu pemilik warung di sekitar lokasi, Ningsih, mengatakan jika korban tersebut bernama Kholil. Sebelum ditemukan tidak bernyawa, korban diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras (Miras). Karenanya, sampai terperosok ke tebing.</p>



<p>&#8220;Dia (korban, red) itu sudah biasa mabuk. Bahkan sebelum ditemukan meninggal, korban sempat ke warung untuk pesan makan. Lalu, duduk-duduk di pinggiran sungai itu,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dari situ, ujarnya, korban kemudian tidur-tiduran di sekitar lokasi. Hanya saja, bagaimana korban bisa terjatuh, dirinya tidak paham.</p>



<p>Masih menurut Ningsih, bahwa dirinya juga telah sering memperingatkan Kholil, untuk tidak duduk-duduk di pinggiran sungai tersebut. Namun, karena korban juga sedang mabuk, maka ya tetap duduk dan diam tidak memperdulikan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tadi sudah tak peringatkan, supaya dia (korban, red) tidak duduk di pinggir sungai. Sudah saya suruh pindah juga, malahan. Dia cuma iya dan iya saja,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pisang Candi, Bripka Rizky Andi Septiawan, menyampaikan jika pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat setempat setelah Salat Jumat. Yakni, laporan adanya seseorang pria yang duduk di bawah pohon bambu terperosok ke sungai.</p>



<p>“Orang tersebut terpeleset dan jatuh kebelakang. Kemudian, terperosok ke dalam tebing sungai sekitar 50 meter dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Bripka Rizky.</p>



<p>Saat ditanya mengenai identitas korban, dirinya menyampaikan jika masih belum mengetahui secara jelas. Korban berhasil dievakuasi pukul 15.00 dan sudah dibawa ke RSSA untuk dilakukan otopsi.</p>



<p>“Pihak rescue sudah berhasil mengangkat jenazah dari bawah hingga ke atas dan saat ini sudah diangkut ambulan untuk dilakukan otopsi,” imbuhnya.</p>



<p>Kapolsek Sukun, Kompol Nyoto Gelar, saat dikonfirmasi Memontum.com mengatakan masih melakukan penyelidikan. Pihaknya juga mengaku masih belum memastikan terperosoknya korban hingga sampai ke tebing Sungai Metro, apakah karena pengaruh Miras atau tidak.</p>



<p>&#8220;Informasi sementara, korban bernama Kholil, umur sekitar 40 tahun, warga Gadingkasri, Kota Malang. Mabuk atau tidak, nanti yang menentukan dari dokter forensik. Sementara ini masih dalam proses penyelidikan,&#8221; tegasnya. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191677</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
