<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pengecatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengecatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jul 2025 11:51:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pengecatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Fokus Estetika dan Daya Tarik Wisata, 250 Atap Rumah Kampung Tridi Mulai Dilakukan Pengecatan</title>
		<link>https://memontum.com/fokus-estetika-dan-daya-tarik-wisata-250-atap-rumah-kampung-tridi-mulai-dilakukan-pengecatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dilakukan]]></category>
		<category><![CDATA[estetika,]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[pengecatan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224123</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sebanyak 250 rumah yang ada di Kampung Tridi Kota Malang, kini mulai dilakukan pengecatan. Proses pengecatan kali ini, difokuskan pada bagian atap rumah, seiring keterbatasan anggaran yang tersedia. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tridi, Adnan, menyampaikan bahwa pengecatan itu sudah dilakukan sejak akhir Juni 2025 lalu dan ditargetkan rampung pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sebanyak 250 rumah yang ada di Kampung Tridi Kota Malang, kini mulai dilakukan pengecatan. Proses pengecatan kali ini, difokuskan pada bagian atap rumah, seiring keterbatasan anggaran yang tersedia.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Tridi, Adnan, menyampaikan bahwa pengecatan itu sudah dilakukan sejak akhir Juni 2025 lalu dan ditargetkan rampung pada Juli 2025. Program ini, merupakan lanjutan dari kegiatan pengecatan yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.</p>



<p>“Pengecatan dimulai sekitar akhir Juni atau awal Juli. Sekarang hanya atap rumah yang dicat karena keterbatasan dana. Untuk dinding, mungkin bisa menyusul jika nanti ada tambahan anggaran,” ujar Adnan, Sabtu (19/07/2025) tadi.</p>



<p>Kegiatan tersebut, tambahnya, merupakan hasil kolaborasi Corporate Social Responsibility (CSR) DecoFresh (Indana Paint) dengan Pemerintah Kota Malang. DecoFresh menyuplai cat sekaligus menyediakan tenaga pengecatan, sementara dukungan dana operasional berasal dari Pemkot Malang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).</p>



<p>“Cat dan tenaga pengecat disediakan DecoFresh. Sementara Pemkot membantu pembiayaan operasionalnya. Kalau nanti ada pengecatan dinding, kemungkinan bisa melibatkan warga, karena atap lebih rumit secara teknis,” jelasnya.</p>



<p>Pengecatan dilakukan setiap hari secara profesional mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Untuk menjangkau atap yang kuat dan kokoh digunakan alat manual, sementara genteng rapuh dicat menggunakan metode semprot (spray).</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Dulu Warna-Warni juga fokus di atap. Tapi di sana rumahnya lebih tertutup. Sementara di sini terbuka, jadi faktor keawetan cat sangat berpengaruh. Kami juga masih punya MoU dengan DecoFresh sejak 2018, tapi sempat terhenti karena pandemi,” tambahnya.</p>



<p>Adnan memperkirakan daya tahan cat akan bertahan sekitar dua tahun. Dirinya berharap pengecatan bisa dilakukan rutin jika kerja sama dengan pihak sponsor dan pemerintah terus berlanjut. Meski tidak diwajibkan, warga tetap antusias menyambut program ini.</p>



<p>&#8220;Beberapa bahkan sukarela memberi jajanan dan kopi kepada tim pengecat sebagai bentuk apresiasi,&#8221; katanya.</p>



<p>Menurutnya, memudarnya warna kampung juga berdampak terhadap jumlah wisatawan. Saat cat mulai pudar, angka kunjungan sempat menurun drastis hingga 70 persen. Bahkan, wisatawan asing mempertanyakan mengapa warna kampung tidak segera diperbarui.</p>



<p>“Pernah dalam sehari hanya satu sampai tiga orang yang datang, bahkan kadang tidak ada sama sekali. Sekarang mulai naik lagi. Sekitar 80 persen pengunjung adalah wisatawan mancanegara, sisanya lokal, dan itu pun lebih ramai saat akhir pekan,” tuturnya.</p>



<p>Di akhir, Adnan berharap, setelah pengecatan atap rampung, Kampung Tridi bisa terus dikembangkan dengan berbagai inovasi baru. Dirinya juga mendorong Pemkot Malang agar lebih aktif memberi dukungan nyata, tidak hanya sebatas pada wacana.</p>



<p>“Kampung ini bisa menjadi ikon Malang kalau dikembangkan bersama. Kami harap Pemkot Malang tidak hanya memberi dukungan secara teori, tapi juga benar-benar hadir membantu pengembangan wisata buatan,” imbuh Adnan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224123</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kuatkan Potensi Kampung Tematik, Pemkot Malang Rencanakan Pengecatan Ulang dengan CSR</title>
		<link>https://memontum.com/kuatkan-potensi-kampung-tematik-pemkot-malang-rencanakan-pengecatan-ulang-dengan-csr</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Jul 2024 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dengan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[kuatkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[pengecatan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[tematik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=211762</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang berencana akan menguatkan dan meningkatkan potensi Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) dan Kampung Tridi. Salah satu cara yang dilakukan, yakni dengan melakukan pengecatan ulang di dua titik lokasi itu. Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan jika pengecatan ulang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang berencana akan menguatkan dan meningkatkan potensi Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) dan Kampung Tridi. Salah satu cara yang dilakukan, yakni dengan melakukan pengecatan ulang di dua titik lokasi itu.</p>



<p>Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan jika pengecatan ulang itu dilakukan karena melihat kondisi cat dari kedua kampung tersebut dinilai sudah mulai memudar. Sementara rencana pengecatan, akan mengandalkan dari bantuan Corporate Responsibility Society (CSR).</p>



<p>&#8220;Selain kedua kampung itu, nantinya Kampung Biru yang ada di seberang juga akan dilakukan pengecatan. Namun, dengan mengandalkan bantuan dari CSR. Jadi selain cat, juga ada biaya pengecatan,&#8221; kata Baihaqi, Sabtu (13/07/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, ujarnya, Disporapar Kota Malang juga sedang melakukan komunikasi bersama dengan pihak terkait. Itu karena, biaya yang dibutuhkan cukup besar.</p>



<p>“Ini yang sedang kita pikirkan dan harus dibahas secara teknis dengan stakeholder terkait. Kalau biaya perawatan, itu ditanggung oleh masyarakat kampung. Jadi dari uang tiket pengunjung itu, nantinya untuk biaya perawatan. Karena inikan juga asetnya masyarakat,” ucapnya.</p>



<p>Diakhir, Baihaqi juga menambahkan bahwa kehadiran Pemkot Malang, tentunya untuk melakukan pembinaan, pemberdayaan masyarakat dan tata kelola. Tidak menutup kemungkinan juga akan menjadi jembatan untuk mencari sumber dana lain dari CSR.</p>



<p>“Karena kalau secara full itu ditanggung oleh pemerintah itu tidak bisa, sehingga kami membutuhkan adanya CSR,” imbuh Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">211762</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
