<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pengembangan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengembangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 13:57:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pengembangan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>BRI Regional 13 Malang Dukung Pengembangan Pertanian Modern dan Agrowisata di Desa Genengan</title>
		<link>https://memontum.com/bri-regional-13-malang-dukung-pengembangan-pertanian-modern-dan-agrowisata-di-desa-genengan</link>
					<comments>https://memontum.com/bri-regional-13-malang-dukung-pengembangan-pertanian-modern-dan-agrowisata-di-desa-genengan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Agrowisata]]></category>
		<category><![CDATA[dukung]]></category>
		<category><![CDATA[genengan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[regional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232793</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), yang diwujudkan melalui pendampingan dan akses pembiayaan kepada pelaku usaha di sektor pertanian. Bahkan, salah satu contoh nyata itu, terlihat di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang kini berkembang menjadi sentra pertanian modern [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), yang diwujudkan melalui pendampingan dan akses pembiayaan kepada pelaku usaha di sektor pertanian. Bahkan, salah satu contoh nyata itu, terlihat di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang kini berkembang menjadi sentra pertanian modern berbasis hortikultura dan agrowisata.</p>



<p>Desa Genengan sendiri, memiliki potensi pertanian yang beragam. Warga setempat bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengembangkan budidaya melon premium varietas Golden Inthanon dan Golden Alisha, dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern melalui sistem greenhouse maupun open field.</p>



<p>Selain menghasilkan buah berkualitas tinggi, perkebunan melon tersebut juga menjadi destinasi agrowisata yang menarik minat masyarakat, untuk menikmati pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya. Bahkan, tidak hanya melon premium, masyarakat Desa Genengan juga mengembangkan budidaya berbagai jenis selada, seperti selada hijau, selada merah keriting, dan selada romaine. Sebagian besar budidaya itu, dilakukan melalui sistem pekarangan dengan metode hidroponik yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memanfaatkan lahan secara optimal.</p>



<p>Melihat potensi tersebut, BRI Regional 13 Malang melalui Unit Pakisaji Branch Office Malang Martadinata, hadir memberikan dukungan dan pendampingan kepada para pelaku usaha pertanian. Dukungan tersebut, tidak hanya berupa layanan simpanan, tetapi juga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang membantu petani mengembangkan usaha mereka.</p>



<p>Regional Micro Business Head BRI Regional 13 Malang, Tito Witarnawan, mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama penyaluran pembiayaan BRI, karena memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah. “BRI berkomitmen untuk terus mendampingi para pelaku usaha di sektor pertanian agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Kami tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan agar usaha yang dijalankan semakin produktif dan memiliki daya saing yang lebih baik. Potensi pertanian modern yang berkembang di Desa Genengan menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga keuangan dapat menciptakan nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat,” ujar Tito Witarnawan, Sabtu (30/05/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala Desa Genengan, Zaenal Arifin, dalam kesempatan itu mengapresiasi dukungan yang diberikan BRI kepada masyarakat desa dalam mengembangkan usaha pertanian. “Dukungan BRI sangat membantu masyarakat Desa Genengan, khususnya para petani dan pelaku UMKM. Dengan adanya akses permodalan yang mudah dan pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha pertanian modern yang memiliki nilai tambah tinggi. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ungkap Zaenal Arifin.</p>



<p>Salah satu penerima manfaat KUR BRI adalah Windarining Astutik, pelaku usaha budidaya selada hidroponik yang memperoleh fasilitas KUR sebesar Rp 100 juta. Pembiayaan tersebut, dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha budidaya selada yang dikelolanya.</p>



<p>“Proses pengajuan KUR di BRI sangat mudah dan pendampingannya sangat baik. Saya merasa terbantu, karena tidak hanya mendapatkan modal usaha, tetapi juga arahan dan pendampingan dari Mantri BRI. Sehingga, usaha yang saya jalankan bisa terus berkembang, pendampingan mbak Girly mantri sangat membantu” tutur Windarining Astutik.</p>



<p>Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor produktif, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Regional 13 Malang hingga Maret 2026, didominasi oleh sektor pertanian dengan total mencapai Rp 1,6 triliun. Capaian tersebut, menunjukkan besarnya komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan sektor pertanian sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.</p>



<p>Melalui dukungan pembiayaan, layanan perbankan, serta pendampingan yang berkelanjutan, BRI optimistis dapat terus menjadi mitra strategis bagi para pelaku UMKM pertanian dalam meningkatkan produktivitas. Termasuk, memperluas akses pasar, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bri-regional-13-malang-dukung-pengembangan-pertanian-modern-dan-agrowisata-di-desa-genengan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232793</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BRI Regional 13 Malang Salurkan Bantuan CSR untuk Pengembangan Usaha KUBE</title>
		<link>https://memontum.com/bri-regional-13-malang-salurkan-bantuan-csr-untuk-pengembangan-usaha-kube</link>
					<comments>https://memontum.com/bri-regional-13-malang-salurkan-bantuan-csr-untuk-pengembangan-usaha-kube#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[regional]]></category>
		<category><![CDATA[salurkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232755</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; BRI Regional 13 Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR), kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Garda Pandawa, yang berada di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Adapun bantuan yang disalurkan, berupa sarana dan prasarana pengembangan usaha konveksi dengan total nilai mencapai Rp [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; BRI Regional 13 Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR), kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Garda Pandawa, yang berada di Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.</p>



<p>Adapun bantuan yang disalurkan, berupa sarana dan prasarana pengembangan usaha konveksi dengan total nilai mencapai Rp 86,75 juta. Sementara bantuan yang diberikan, terdiri dari tiga unit mesin jahit, satu unit mesin obras, dua unit mesin potong kain, 1 unit mesin potong bias, serta 1 unit mesin jahit lubang kancing.</p>



<p>KUBE Garda Pandawa sendiri, saat ini memiliki anggota tidak kurang dari 15 orang, yang aktif menjalankan usaha konveksi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Genengan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Regional Micro Business Head Region 13 Malang, Tito Witarnawan, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dukungan BRI dalam mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan pelaku UMKM agar semakin produktif dan berdaya saing. “BRI terus berkomitmen mendukung pengembangan usaha masyarakat, termasuk kelompok usaha produktif seperti KUBE Garda Pandawa. Kami berharap bantuan peralatan ini dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas usaha, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Genengan. Ke depan, kami berharap usaha ini dapat terus berkembang, menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta menjadi UMKM yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Tito, Jumat (29/05/2026) tadi.</p>



<p>Ketua KUBE Garda Pandawa, Muslimin Aji Santoso, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan BRI kepada kelompok usahanya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI Regional 13 Malang atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung pengembangan usaha kami agar lebih maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok. Kami berharap dengan dukungan ini, usaha KUBE Garda Pandawa dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” ungkap Muslimin.</p>



<p>Sementara itu, Sekretaris Desa Genengan, Andoko, turut mengapresiasi kontribusi BRI dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui penguatan sektor usaha produktif. Melalui program CSR ini, dirinya berharap dapat terus memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/bri-regional-13-malang-salurkan-bantuan-csr-untuk-pengembangan-usaha-kube/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232755</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekda Kabupaten Malang Dorong Pengembangan Potensi Wisata Berbasis Komunitas Via Kicau Burung</title>
		<link>https://memontum.com/sekda-kabupaten-malang-dorong-pengembangan-potensi-wisata-berbasis-komunitas-via-kicau-burung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berbasis]]></category>
		<category><![CDATA[burung,]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232146</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menghadiri Lomba Kicau Burung sekaligus Grand Opening Gantangan Wijaya Kusuma, yang digelar di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (03/05/2026) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis hobi. Dalam pelaksanaan itu, Sekda Budiar menyampaikan apresiasi atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menghadiri Lomba Kicau Burung sekaligus Grand Opening Gantangan Wijaya Kusuma, yang digelar di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (03/05/2026) tadi. Kegiatan tersebut, menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis hobi.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, Sekda Budiar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mampu menghadirkan sinergi antara komunitas, pelaku usaha dan masyarakat. Lomba kicau burung, menurutnya, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para penghobi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menciptakan perputaran ekonomi, mulai dari sektor UMKM, kuliner, hingga jasa penunjang lain.</p>



<p>&#8220;Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat melihat bahwa hobi masyarakat apabila dikelola dengan baik akan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi daya tarik wisata alternatif di Kabupaten Malang,&#8221; kata Sekda Budiar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pelaksanaan kegiatan ini, diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah, atau tidak hanya dari Kabupaten Malang. Kehadiran peserta dari luar daerah tersebut, sekaligus menjadi indikator bahwa event ini memiliki daya tarik luas dan berpotensi menjadi agenda rutin berskala regional.</p>



<p>Sekda Budiar menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Malang terus mendorong pengembangan potensi wisata berbasis komunitas dan minat khusus, sebagai bagian dari strategi memperluas destinasi wisata yang ada. Dengan adanya Gantangan Wijaya Kusuma, diharapkan dapat menjadi salah satu ikon baru yang mampu menarik kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.</p>



<p>Gelaran Grand Opening Gantangan Wijaya Kusuma sendiri, berlangsung meriah dengan tingginya partisipasi peserta dan dukungan masyarakat sekitar. Sekda Kabupaten Malang berharap, agar kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan serta mampu memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232146</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bina Pelaku Jasa Wisata Transportasi, Sekda Budiar Ajak Sopir Jip Bromo Sinergi Pengembangan Pariwisata</title>
		<link>https://memontum.com/bina-pelaku-jasa-wisata-transportasi-sekda-budiar-ajak-sopir-jip-bromo-sinergi-pengembangan-pariwisata</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[budiar]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sinergi]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231565</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menyapa dan memberikan arahan dalam kegiatan pembinaan pelaku jasa wisata transportasi, bakti sosial, serta pemeriksaan kesehatan bagi kurang lebih 200 orang Sopir Jip Wisata Bromo, di Rest Area Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Rabu (08/04/2026) tadi. Dalam momen itu, Sekda bersama Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menyapa dan memberikan arahan dalam kegiatan pembinaan pelaku jasa wisata transportasi, bakti sosial, serta pemeriksaan kesehatan bagi kurang lebih 200 orang Sopir Jip Wisata Bromo, di Rest Area Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Rabu (08/04/2026) tadi. Dalam momen itu, Sekda bersama Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, juga menyerahkan paket bantuan sosial (Bansos) sebagai bentuk kepedulian kepada para sopir yang turut mendukung pengembangan dunia pariwisata di Kabupaten Malang.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Sekda Budiar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat strategis. Artinya, tidak hanya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para pelaku jasa wisata, tetapi juga sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kualitas layanan pariwisata di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.</p>



<p>Diuraikannya, bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Malang. Dimana kawasan Bromo, Tengger dan Semeru, menjadi destinasi unggulan yang memiliki daya tarik luar biasa, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>



<p>&#8220;Dalam konteks tersebut, keberadaan pelaku jasa wisata, khususnya sopir Jip, memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan dalam memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman dan berkesan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi sebuah keniscayaan,&#8221; kata Sekda Budiar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Melalui kegiatan pembinaan ini, Sekda Budiar berharap akan terjadi peningkatan pemahaman terkait standar pelayanan wisata dan terwujudnya pelayanan yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan dan kebersihan. Dirinya juga mengajak semua, untuk membangun sinergi bersama yang kuat antara pengelola kawasan, pemerintah daerah dan para pelaku jasa wisata.</p>



<p>Di sisi lain, lanjutnya, kegiatan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan ini, merupakan bentuk perhatian dan kepedulian bersama terhadap kesejahteraan para pelaku wisata. Menurutnya, hal itu penting karena pelayanan yang baik tentu diawali dari kondisi fisik dan kesehatan yang prima.</p>



<p>&#8221;Saya juga mengajak seluruh pelaku jasa wisata, untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai konservasi. Kita tidak hanya bertugas melayani wisatawan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian alam Bromo, Tengger, Semeru sebagai warisan yang harus kita jaga bersama,&#8221; urainya.</p>



<p>Sekda Budiar juga mengajak untuk membangun komitmen, bahwa wisata yang dikelola adalah pariwisata yang sustainable dan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi. Akan tetapi, juga menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial.</p>



<p>&#8220;Mengakhiri kata, saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan wisata di kawasan Bromo dan kesejahteraan masyarakat. Amiin,&#8221; paparnya. <strong>(pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231565</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Susun Naskah Akademik Pengembangan Koperasi, Bapemperda DPRD Lumajang Gelar Rakor</title>
		<link>https://memontum.com/susun-naskah-akademik-pengembangan-koperasi-bapemperda-dprd-lumajang-gelar-rakor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2026 10:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Bapemperda]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[naskah]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230166</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Lumajang bersama perangkat daerah, seperti Dewan Koperasi hingga perwakilan UMKM di Kabupaten Lumajang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait tahapan penyusunan Naskah Akademik tentang Pengembangan Koperasi. Pelaksanaan kegiatan ini, berlangsung di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Lumajang, Selasa (10/02/2026) tadi. Dalam keterangannya, Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Lumajang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Lumajang bersama perangkat daerah, seperti Dewan Koperasi hingga perwakilan UMKM di Kabupaten Lumajang, menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait tahapan penyusunan Naskah Akademik tentang Pengembangan Koperasi. Pelaksanaan kegiatan ini, berlangsung di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Lumajang, Selasa (10/02/2026) tadi.</p>



<p>Dalam keterangannya, Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Lumajang, Awaluddin Yusuf, mengatakan bahwa rapat koordinasi sangat penting, karena bertujuan untuk menyamakan persepsi antar perangkat daerah. Termasuk, memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor.</p>



<p>&#8220;Selain itu, Rakor ini juga menjadi sarana penegasan peran serta kontribusi masing-masing pihak, sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam mendukung penyusunan regulasi daerah yang berkualitas dan implementatif,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, M Ridha, menekankan akan pentingnya penyusunan naskah akademik dan kebijakan pengembangan koperasi yang mampu menghadirkan keselarasan regulasi antara kebijakan pusat dan daerah. Diuraikan, bahwa regulasi yang disusun harus harmonis, sinkron, serta saling mendukung, sekaligus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan riil di daerah.</p>



<p>&#8220;Sehingga, kebijakan yang dihasilkan nantinya tidak hanya normatif, tetapi juga efektif dalam pelaksanaannya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, perwakilan UMKM menyampaikan harapan agar sinergitas antar perangkat daerah terus diperkuat, khususnya dalam penyediaan fasilitas dan kegiatan yang mendukung pengembangan UMKM. Penguatan koordinasi yang terintegrasi, diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program pembinaan, pendampingan, promosi, serta akses terhadap sarana dan prasarana secara lebih efektif.</p>



<p>&#8220;Termasuk, tepat sasaran dan berkelanjutan demi meningkatkan daya saing koperasi dan UMKM di Kabupaten Lumajang,&#8221; ujarnya. <strong>(hms/adi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230166</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Taman Bumi, Bupati Banyuwangi Tekankan Kolaborasi Pengembangan Geopark Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/festival-taman-bumi-bupati-banyuwangi-tekankan-kolaborasi-pengembangan-geopark-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 13:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Geopark]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228670</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan para pengelola geopark serta periset dari berbagai daerah di Indonesia, berkumpul dalam Festival Taman Bumi (Geopark), yang digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (11/12/2025) tadi. Dalam pertemuan itu, mereka membahas berbagai hal untuk memperkuat pengembangan geopark di Indonesia, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid dan para pengelola geopark serta periset dari berbagai daerah di Indonesia, berkumpul dalam Festival Taman Bumi (Geopark), yang digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (11/12/2025) tadi.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, mereka membahas berbagai hal untuk memperkuat pengembangan geopark di Indonesia, terutama Geopark Ijen. Festival Taman Bumi tersebut, menjadi wadah berbagai stakeholder untuk menguatkan kolaborasi dalam pengembangan Geopark Ijen secara berkelanjutan.</p>



<p>Pelaksanaan festival ini, diikuti ratusan peserta yang terdiri atas para pemangku kebijakan, badan pengelola geopark, mahasiswa dan masyarakat dari berbagai daerah. Termasuk, pengelola Geopark Raja Ampat Papua.</p>



<p>Sejumlah periset dari berbagai universitas di Indonesia yang telah melakukan riset di kawasan Geopark Ijen, juga turut hadir. Diantaranya, seperti Dr Purwanto dari Universitas Negeri Malang, Prof Hari Sulistyowati dari Universitas Jember dan Eli Jamilah Miharja PhD dari Universitas Bakrie. Serta, Dr Andy Yahya Al Hakim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hadir melalui sambungan virtual.</p>



<p>Dalam pertemuan itu, mereka mempresentasikan hasil riset yang telah dilakukan terhadap Geopark Ijen, termasuk permasalahan yang ditemukan serta saran solusi untuk permasalahan tersebut. “Kami berharap, festival ini bisa menjadi ruang strategis untuk membangun kemitraan jangka panjang dan menghasilkan inisiatif konkret bagi keberlanjutan pengembangan Geopark Ijen,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya berharap, dengan pengembangan yang tepat dan berkelanjutan, Ijen Geopark dapat mempertahankan status sebagai geopark dunia saat pelaksanaan revalidasi oleh Unesco pada 2026 mendatang. “Revalidasi ini momentum penting bagi kita semua. Bukan sekadar upaya mempertahankan sebuah status, melainkan komitmen jangka panjang dalam membangun wilayah berbasis konservasi, edukasi dan yang paling penting berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat khususnya di kawasan Geopark Ijen,” tegas Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir, Banyuwangi telah memberikan kontribusi dalam penguatan geopark melalui berbagai program. Diantaranya, konservasi lingkungan dan pengelolaan kawasan seperti pemulihan kawasan rawan erosi, reboisasi di bantaran sungai-sungai vulkanik, hingga kolaborasi konservasi dengan TN Alas Purwo dan Balai Konservasi untuk melindungi satwa endemik dan ekosistem geobiodiversity.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi juga rutin turun ke sekolah dan masyarakat, untuk melakukan kegiatan edukasi dan literasi kebumian. Banyuwangi juga terus melakukan promosi lewat berbagai event daerah yang menggunakan nama besar Ijen. Seperti balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen, Ijen Trail Run dan lainnya.</p>



<p>“Semua upaya ini untuk memastikan masyarakat Banyuwangi merasakan manfaat langsung dari keberadaan Unesco Global Geopark. Kami ingin geopark hadir dalam kehidupan sehari-hari, menjadi sumber inspirasi pendidikan, peluang ekonomi, serta kesadaran bahwa alam harus dijaga bersama,” ujarnya.</p>



<p>Bupati Ipuk menambahkan, penguatan pengembangan Ijen Geopark juga dilakukan kolaboratif bersama Pemkab Bondowoso, mengingat kawasan Geopark Ijen terletak di dua daerah tersebut. “Kita sudah tidak bicara lagi masalah batas geografis, yang penting bagi kami bagaimana kita semua bisa menjaga kelestarian Geopark Ijen dan masyarakay mendapatkan manfaatnya dari pengelolaan yang berkelanjutan,” ungkap Bupati Ipuk.</p>



<p>Berbagai program yang dilakukan tersebut, mendapatkan apresiasi dari badan pengelola Raja Ampat Unesco Global Geopark, Ana Rohma Septiana. “Edukasi ke anak sekolah dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan Ijen Geopark. Ini yang akhirnya kami tiru di Raja Ampat,” ujarnya.</p>



<p>Sebagai informasi, Festival Taman Bumi diisi berbagai kegiatan menarik. Seperti forum diskusi, program pengembangan kapasitas pemuda, serta edukasi lapangan. Sejumlah kampus di Banyuwangi juga menampilkan pameran tentang kontribusi perguruan tinggi pada pengembangan Geopark Ijen. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228670</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Perekonomian Warga, 319 Pelaku UMKM Digelontor Stimulus Pengembangan Usaha</title>
		<link>https://memontum.com/tingkatkan-perekonomian-warga-319-pelaku-umkm-digelontor-stimulus-pengembangan-usaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[digelontor]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Perekonomian]]></category>
		<category><![CDATA[stimulus]]></category>
		<category><![CDATA[tingkatkan]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228598</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menyerahkan secara simbolis bantuan stimulus pengembangan usaha untuk total sebanyak 319 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kota Probolinggo, di Halaman Rumah Batik Probolinggo, Jalan Mastrip, Selasa (09/12/2025) tadi. Prosesi penyerahan yang diikuti Pj Sekda Rey Suwigtyo, Staf Ahli Wawan Soegyantono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, menyerahkan secara simbolis bantuan stimulus pengembangan usaha untuk total sebanyak 319 pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Kota Probolinggo, di Halaman Rumah Batik Probolinggo, Jalan Mastrip, Selasa (09/12/2025) tadi. Prosesi penyerahan yang diikuti Pj Sekda Rey Suwigtyo, Staf Ahli Wawan Soegyantono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Ketua Komisi 1 DPRD Isah Juanidah, Kepala DKUP Slamet Swantoro, camat dan perwakilan kepala perangkat daerah, untuk tahap awal diberikan kepada 177 perwakilan.</p>



<p>Sementara sisanya atau 142 orang pelaku UMKM, akan menerima bantuan pada pertengahan Desember. Adapun sejumlah bantuan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUP) dan melalui tahun anggaran 2025, itu diantaranya seperti mesin jahit listrik, kompresor bensin, peralatan tukang, kompresor listrik, cutting aluminium, rombong aluminium, etalase, peralatan dapur, mesin selep, oven gas dan freezer box.</p>



<p>Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, mengatakan bahwa pelaku UMKM yang menerima bantuan ini, sesuai dengan daftar penerima belanja barang yang diserahkan masyarakat pada anggaran DKUP. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas usaha, mendorong perkembangan usaha mandiri berkelanjutan.</p>



<p>“Tujuannya untuk meningkatkan produk UMKM, sekaligus memfasilitasi UMKM lebih siap berkompetisi untuk meningkatkan semangat dan motivasi berusaha,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Wali Kota Aminuddin berpesan kepada seluruh pelaku UMKM yang menerima bantuan stimulus ini, untuk meningkatkan kualitas melalui alat yang digunakan karena lebih cepat dan lebih rapi pengerjaannya. Penerima bantuan ini ada mereka yang sudah punya basic usaha.</p>



<p>“Awalnya alatnya biasa, sekarang listrik. Dengan alat baru ini, semoga bisa tingkatkan kualitas. Jika tidak ditingkatkan, maka stimulus yang diberikan tidak sesuai tujuan (meningkatkan produksi dan ekonomi),” kata Wali Kota Aminuddin.</p>



<p>Pemanfaatan stimulus yang baik dibarengi dengan pemberian modal kerja melalui Koperasi Merah Putih (KMP) maka proses usaha akan berkelanjutan. Wali kota pun menginformasikan, KMP ada di setiap kelurahan di Kota Probolinggo dan saat ini sedang proses pembangunan.</p>



<p>“Tujuan Koperasi Merah Putih ini untuk pengembangan ekonomi masyarakat di kelurahan dengan kredit usaha ringan dan mudah. Manfaatkan betul agar dirasakan efeknya oleh masyarakat,” terang Wali Kota Aminuddin.</p>



<p>Pemberian stimulus bagi pelaku UMKM, ini merupakan bukti komitmen dirinya dan Wawali Ina Dwi Lestari, untuk mendorong perekonomian masyarakat meningkat dan kemiskinan bisa diturunkan. “Jadikan ini (stimulus) pemicu untuk meningkatkan kualitas usaha bapak dan ibu sekalian. Pemkot Probolinggo berkomitmen mencari pemasaran untuk usaha bapak/ibu,” papar wali kota. <strong>(kom/pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228598</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wabup Lumajang Dorong Pengembangan Potensi Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/wabup-lumajang-dorong-pengembangan-potensi-desa-untuk-kesejahteraan-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[dorong]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227791</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya mengolah potensi wilayah secara lebih maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Hal itu disampaikannya, dalam kegiatan Sosialisasi Membangun Desa Mandiri dan Berdaya Saing yang digelar di salah atau hotel di Lumajang, Minggu (16/11/2025) tadi. Wabup Lumajang yang akrab disapa Mas Yudha, ini menekankan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menegaskan pentingnya mengolah potensi wilayah secara lebih maksimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Hal itu disampaikannya, dalam kegiatan Sosialisasi Membangun Desa Mandiri dan Berdaya Saing yang digelar di salah atau hotel di Lumajang, Minggu (16/11/2025) tadi.</p>



<p>Wabup Lumajang yang akrab disapa Mas Yudha, ini menekankan bahwa Lumajang memiliki potensi alam yang luar biasa, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga pariwisata yang terus berkembang. Namun, dirinya menyoroti bahwa potensi tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai fakta atau informasi tentang kekayaan daerah.</p>



<p>Menurutnya, tantangan nyata adalah bagaimana desa mampu mengolahnya menjadi nilai ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. &#8220;Desa harus menjadi pusat inovasi dalam memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang ada di sekitarnya. Pertanian yang produktif, komoditas perkebunan bernilai tinggi, serta destinasi wisata desa yang terus bermunculan harus dikelola dengan pendekatan kreatif dan berkelanjutan agar menghasilkan dampak ekonomi yang merata,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mas Yudha juga mengingatkan, agar setiap proses pengembangan potensi daerah benar-benar melibatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama. &#8220;Dengan demikian, nilai tambah ekonomi tidak hanya dirasakan oleh segelintir pihak, tetapi menyebar hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Bahwa pendekatan pembangunan seperti ini akan membangun desa yang kuat, mandiri dan mampu bersaing,&#8221; urainya.</p>



<p>Dalam sosialisasi itu, Mas Yudha juga mendorong pemerintah desa untuk memperkuat perencanaan pembangunan berbasis potensi lokal. &#8220;Desa perlu menghadirkan program yang menggerakkan ekonomi masyarakat, mendorong tumbuhnya usaha kecil, serta menciptakan ekosistem yang mendukung investasi lokal. Selain itu, digitalisasi juga menjadi unsur penting dalam membuka akses pasar yang lebih luas,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Mas Yudha menambahkan, bahwa optimalisasi potensi Lumajang harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola dan kualitas SDM di tingkat desa. Menurutnya, transformasi desa tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola peluang ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan.</p>



<p>&#8220;Saya berharap kegiatan sosialisasi ini menjadi titik awal percepatan pembangunan desa di Lumajang. Dengan desa sebagai ruang utama penggerak pembangunan daerah, saya yakin kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh lebih merata, lebih cepat dan lebih berkelanjutan,&#8221; tambahnya. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Workshop Pengembangan Sekolah Unggulan Jenjang SD, Wabup Malang Sampaikan Tujuan dan Harapan</title>
		<link>https://memontum.com/workshop-pengembangan-sekolah-unggulan-jenjang-sd-wabup-malang-sampaikan-tujuan-dan-harapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[jenjang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>
		<category><![CDATA[unggulan]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226726</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri gelaran pelaksanaan Workshop Pengembangan Sekolah Unggulan wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Malang, Selasa (14/10/2025) tadi. Pelaksanaan ini, merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dengan Universitas Negeri Malang, yang diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) Unggulan jenjang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, menghadiri gelaran pelaksanaan Workshop Pengembangan Sekolah Unggulan wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Malang, Selasa (14/10/2025) tadi. Pelaksanaan ini, merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dengan Universitas Negeri Malang, yang diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah (Kepsek) Unggulan jenjang SD.</p>



<p>Wakil Bupati Lathifah berharap, melalui kegiatan workshop ini dapat menjadi pedoman dalam rangka semakin mengembangkan sekolah-sekolah unggulan di Kabupaten Malang. “Sekolah unggulan ini merupakan cita-cita kita bersama, untuk memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Malang dan semakin meningkatkan dunia pendidikan di Kabupaten Malang,” kata Wabup Lathifah.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang ini, lanjutnya, adalah untuk semakin meningkatkan dunia pendidikan, yang salah satunya dengan menghadirkan sekolah unggulan. Yang mana, sekolah ini dituntut untuk menghasilkan lulusan dengan nilai rata-rata 9.</p>



<p>“Sekolah unggulan ini merupakan investasi jangka panjang yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Setelah lulus pendidikan di Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), para siswa baru akan merasakan hasilnya,” tambah Wabup Malang.</p>



<p>Di akhir, Wabup Malang berpesan untuk dapat mengikuti workshop ini dengan sebaik mungkin dan ikhlas, demi mewujudkan dunia pendidikan di Kabupaten Malang, yang lebih baik lagi. “Bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Malang, mari kita saling memegang komitmen untuk meningkatkan pendidikan agar dapat memberikan yang terbaik bagi generasi penerus,” tegas Wabup Lathifah. <strong>(pro/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226726</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
