<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pengemudi &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengemudi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Nov 2025 09:51:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pengemudi &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sopir Angkot di Kota Malang Beralih Jadi Pengemudi Trans Jatim</title>
		<link>https://memontum.com/sopir-angkot-di-kota-malang-beralih-jadi-pengemudi-trans-jatim</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Angkot]]></category>
		<category><![CDATA[beralih]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengemudi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227990</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kian berkurangnya masyarakat yang memanfaatkan jasa Angkot, membuat sebagian sopir memilih beralih untuk bekerja. Salah satunya, seperti yang dilakukan Samsul Arifin (44), warga Jalan Zainal Zakse Gang 3A, Kotalama, yang kini resmi menjadi sopir Trans Jatim, setelah bertahun-tahun mengandalkan pendapatan dari sopir angkot. Samsul bercerita, sebelum menjadi pengemudi Trans Jatim, dirinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kian berkurangnya masyarakat yang memanfaatkan jasa Angkot, membuat sebagian sopir memilih beralih untuk bekerja. Salah satunya, seperti yang dilakukan Samsul Arifin (44), warga Jalan Zainal Zakse Gang 3A, Kotalama, yang kini resmi menjadi sopir Trans Jatim, setelah bertahun-tahun mengandalkan pendapatan dari sopir angkot.</p>



<p>Samsul bercerita, sebelum menjadi pengemudi Trans Jatim, dirinya merupakan sopir Angkot jalur AMG. Namun, kondisi penumpang Angkot yang kian sepi,membuat pendapatannya tak menentu alias turun.</p>



<p>“Angkot sekarang sepi. Dahulu masih enak, masih ada yang naik. Sekarang kejar setoran saja susah. Kadang dari Gadang ke Arjosari, cuma dapat satu penumpang,” ujar Samsul, Sabtu (22/11/2025) tadi.</p>



<p>Melihat kondisi tersebut, dirinya memutuskan mendaftar sebagai sopir Trans Jatim. Samsul mengikuti proses seleksi, mulai dari tes hingga uji kemampuan mengoperasikan bus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Saya daftar di Trans Jatim, ada tesnya. Mengoperasikan bus ini. Terus yang punya SIM-nya juga disesuaikan. Saya memang pingin ganti jadi sopir Trans Jatim,” katanya.</p>



<p>Menurutnya, bekerja sebagai sopir Trans Jatim, memberikan ketenangan pikiran. Karena dirinya tidak lagi harus mengejar setoran, seperti saat menjadi sopir Angkot.</p>



<p>“Kalau Angkotkan harus mikir setoran. Kalau tidak dapat setorankan pusing, buat makan susah. Sekarang dapat gaji, jadi lebih mudah dan mengurangi beban pikiran,” tambahnya.</p>



<p>Samsul akan bertugas mengemudikan Trans Jatim selama delapan jam perhari. Operasional layanan Trans Jatim, dimulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB. Sebagai pegawai baru, Samsul akan menjalani pekerjaannya dengan baik dan berharap pendapatan yang lebih stabil dapat membantu memperbaiki perekonomiannya.</p>



<p>“Sayakan baru, jadi mau dijalani dulu. Harapannya bisa lebih melancarkan perekonomian,” imbuh Samsul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227990</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Cek Kesehatan Pengemudi, Pj Wali Kota Malang Temukan Gejala Gula Darah dan Tekanan Darah Tinggi</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-cek-kesehatan-pengemudi-pj-wali-kota-malang-temukan-gejala-gula-darah-dan-tekanan-darah-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2024 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208052</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau pelaksanaan cek kesehatan 118 pengemudi Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), di Terminal Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (02/04/2024) tadi. Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, itu mengimbau agar para pengemudi nantinya dapat tetap menjaga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau pelaksanaan cek kesehatan 118 pengemudi Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), di Terminal Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (02/04/2024) tadi.</p>



<p>Pria yang menduduki kursi N1 di Kota Malang, itu mengimbau agar para pengemudi nantinya dapat tetap menjaga kesehatan dengan baik. Walaupun dari hasil pelaksanaan cek kesehatan tersebut, rata-rata terkategori aman dan tidak ada masalah.</p>



<p>“Hari ini kami bersama Kementerian Kesehatan, alhamdulillah mengecek kondisi kesehatan dari semua pengemudi, baik dari angkutan luar dan juga angkutan dalam kota. Dari 118 itu, rata-rata semua aman. Akan tetapi, ada sebagian kecil memang pengemudi masih ada gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi,” jelas Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakannya, jika para pengemudi yang mengalami beberapa penyakit tersebut, tentunya tetap diberi vitamin dan obat-obatan untuk menjaga kesehatan. Sehingga, diharapkan tetap fit selama masa mudik Lebaran Idul Fitri 2024.</p>



<p>“Kami sudah menyampaikan kepada mereka, untuk tetap menjaga kesehatan. Pada kondisi ini memang berbeda dengan biasanya, karena masih puasa. Akan tetapi secara umum, pemeriksaan yang dilakukan hari ini aman,” terangnya.</p>



<p>Selain itu, dikatakannya jika pihaknya juga sudah melakukan antisipasi. Bahkan, juga memberikan sosialisasi kepada para pengendara angkutan umum tersebut. Termasuk, juga bekerjasama dengan Satlantas Polresta Malang Kota untuk mengatur kendaraan.</p>



<p>“Kami prediksikan dari Jawa Timur ini, Kota Malang termasuk tinggi jumlah kendaraannya dan nanti ada lonjakan. Karena cuti bersama yang panjang, jadi mereka datang ke Malang ini tidak terkait dengan mudik tetapi juga berwisata. Apalagi okupansi hotel juga mulai naik,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jamin Keselamatan Penumpang, Pengemudi Bus di Kota Malang Wajib Ikuti Tes Kesehatan</title>
		<link>https://memontum.com/jamin-keselamatan-penumpang-pengemudi-bus-di-kota-malang-wajib-ikuti-tes-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengemudi]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208049</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang mudik lebaran Idul Fitri 2024, seluruh pengemudi bus di Kota Malang, baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), mengikuti tes kesehatan, di Terminal Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (02/04/2024) tadi. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang mudik lebaran Idul Fitri 2024, seluruh pengemudi bus di Kota Malang, baik Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), mengikuti tes kesehatan, di Terminal Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (02/04/2024) tadi.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan jaminan keselamatan dan keamanan kepada para penumpang mudik. &#8220;Pengemudi tentunya tidak bisa melakukan aktivitas mengemudi, kalau kesehatannya terganggu. Misalnya tensinya tinggi, gula darahnya tinggi, kemudian mungkin selama perjalanan hanya ada satu sopir tidak ada cadangannya, ini yang tidak boleh. Maka kami mengadakan pengecekan kesehatan secara rutin tiap tahunnya,” kata Husnul.</p>



<p>Senada dengan itu, Penanggungjawab Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dinkes Kota Malang, Lilik Suharti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan dari Dinkes yang bisanya dilaksanakan di H-7 Hari Raya Idul Fitri maupun Nataru. Kali ini, ditargetkan ada 100 pengemudi yang melakukan pemeriksaan.</p>



<p>“Itu sudah ditetapkan oleh Kemenkes, kalaupun lebih ya justru malah bagus. Sampai pukul 12.30 WIB ini tadi sudah ada 80 lebih pengemudi yang melakukan pemeriksaan kesehatan. Kalau yang sudah terekap di kami, sudah ada 65 dari 80 data yang melakukan pemeriksaan,” terang Lilik.</p>



<p>Untuk alur pemeriksaan tersebut, ujarnya, para pengemudi diwajibkan mengisi pendaftaran, lalu wawancara medis, pemeriksaan tinggi dan berat badan, pengukuran nadi dan tekanan darah. Setelah itu, para pengemudi diarahkan untuk melakukan pemeriksaan gula darah, pemeriksaan dengan dokter mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, hingga tes urin dari BNN.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Setelah dari tes urin, balik lagi ke dokter dengan membawa hasil tes urin, barulah dokter bisa menyimpulkan bahwa pengemudi ini layak mengemudi atau layak mengemudi dengan catatan,” katanya.</p>



<p>Dari 65 pengemudi yang sudah terdata, ditemukan 15 pengemudi layak jalan dengan catatan. Di mana 17 pengemudi mengalami hipertensi sedang, kemudian 9 pengemudi hipertensi berat, 2 pengemudi mengalami diabetes ringan dan 1 pengemudi diabetes berat.</p>



<p>“Layak jalan dengan catatan itu berarti pengemudinya harus membawa obat sesuai dengan rekomendasi dokter, kemudian juga harus kontrol rutin, harus relax, kemudian setiap perjalanan 2 jam sekali harus istirahat, peregangan dulu dan sebagainya. Paling tidak 15 menit, baru bisa jalan lagi,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, salah satu pengemudi Bus AKDP, Mansyur (61), menyampaikan jika memang pemeriksaan rutin tersebut menjadi agenda tahunan. Tentu itu menurutnya sangat bagus untuk dilakukan, karena mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.</p>



<p>“Saya periksa untuk menjaga kondisi kesehatan saya. Alhamdulillah tadi hasilnya baik, tidak ada keluhan sama sekali, normal. Tapi cuma darahnya agak tinggi,” imbuh Mansyur. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208049</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
