<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pengerjaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengerjaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 07:10:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pengerjaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wow, Pengerjaan Jalan Pasar Gadang Kota Malang Serap Anggaran Rp 14,9 Miliar</title>
		<link>https://memontum.com/wow-pengerjaan-jalan-pasar-gadang-kota-malang-serap-anggaran-rp-149-miliar</link>
					<comments>https://memontum.com/wow-pengerjaan-jalan-pasar-gadang-kota-malang-serap-anggaran-rp-149-miliar#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232035</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan pengerjaan pembangunan Jalan Pasar Induk Gadang akan di mulai minggu ke empat Mei 2026. Rencana kepastian itu, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, seusai meninjau pembongkaran lapak pedagang, Selasa (28/04/2026) tadi. Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa saat ini masih memasuki tahap tender, sebelum [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan pengerjaan pembangunan Jalan Pasar Induk Gadang akan di mulai minggu ke empat Mei 2026. Rencana kepastian itu, disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, seusai meninjau pembongkaran lapak pedagang, Selasa (28/04/2026) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Wahyu, itu mengatakan bahwa saat ini masih memasuki tahap tender, sebelum pelaksanaan pengerjaan fisik dimulai. &#8220;Ini sudah proses tender, setelah selesai nanti baru pelaksanaan fisik, yang akan dimulai minggu keempat Mei,&#8221; ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya menegaskan, bahwa nilai proyek pembangunan jalan tidak mengalami perubahan, yakni tetap sebesar Rp 14,9 miliar. Sementara penyesuaian, hanya dilakukan pada beberapa bagian penampang jalan agar sesuai dengan kondisi lapangan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu penyesuaian utama, ujarnya, yakni pemasangan pagar pembatas yang lebih tinggi di sepanjang kawasan pasar. Langkah tersebut dilakukan, untuk mencegah munculnya kembali pedagang kaki lima serta praktik transaksi langsung dari kendaraan (drive-thru,red) yang selama ini memicu kemacetan.</p>



<p>“Setelah pagar nanti ada tanaman, baru badan jalan dan toko. Jadi tidak ada lagi kendaraan berhenti langsung membeli di pinggir jalan,” tuturnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu menyebut, proyek jalan Pasar Gadang merupakan penataan kawasan yang telah lama diharapkan masyarakat karena selama puluhan tahun akses tersebut dinilai belum berfungsi optimal. “Ini keinginan masyarakat Kota Malang agar jalan ini bisa berfungsi secara maksimal,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wow-pengerjaan-jalan-pasar-gadang-kota-malang-serap-anggaran-rp-149-miliar/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232035</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perbaikan Jalan Pasar Gadang Dimulai Mei dan Pengerjaan dilakukan Bertahap</title>
		<link>https://memontum.com/perbaikan-jalan-pasar-gadang-dimulai-mei-dan-pengerjaan-dilakukan-bertahap</link>
					<comments>https://memontum.com/perbaikan-jalan-pasar-gadang-dimulai-mei-dan-pengerjaan-dilakukan-bertahap#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 07:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertahap]]></category>
		<category><![CDATA[dilakukan]]></category>
		<category><![CDATA[dimulai]]></category>
		<category><![CDATA[gadang]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231695</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang menargetkan perbaikan Jalan Pasar Gadang mulai dikerjakan pada awal Mei 2026. Proyek tersebut, akan dilakukan secara bertahap agar aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa pengerjaan jalan tidak dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang menargetkan perbaikan Jalan Pasar Gadang mulai dikerjakan pada awal Mei 2026. Proyek tersebut, akan dilakukan secara bertahap agar aktivitas ekonomi pedagang tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengatakan bahwa pengerjaan jalan tidak dilakukan secara penuh, melainkan bergantian di masing-masing sisi jalan. “Nanti kita kerjakan secara bergantian supaya aktivitas pedagang tetap berjalan. Kasihan kalau harus ditutup total dan pedagang tidak bisa beraktivitas terlalu lama,” ujar Dandung, Rabu (15/04/2026) tadi.</p>



<p>Dandung menjelaskan, perbaikan akan dimulai dari kawasan perempatan hingga jembatan Pasar Gadang. Sistem pengerjaan sendiri, dilakukan satu sisi terlebih dahulu hingga dapat difungsikan, kemudian dilanjutkan pada sisi lainnya. Sehingga, untuk pedagang yang berada di area terdampak langsung pembangunan tetap akan direlokasi sementara selama proses pengerjaan berlangsung.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Yang masuk dalam batas pengerjaan tentu harus dipindahkan. Tetapi karena jalannya kembar, kita kerjakan satu sisi dulu sehingga aktivitas masih bisa berjalan,” tutur Dandung.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkannya, bahwa proyek perbaikan jalan tetap menggunakan konstruksi beton atau cor untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan jalan. Dalam perbaikan tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp 14,98 miliar dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).</p>



<p>&#8220;Nilainya memang besar karena dua ruas. Jalannya kembar dan penanganannya tidak bisa parsial,&#8221; imbuh Dandung. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/perbaikan-jalan-pasar-gadang-dimulai-mei-dan-pengerjaan-dilakukan-bertahap/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231695</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Wagub Jatim Benarkan Pengerjaan Proyek Drainase Soekarno Hatta Kota Malang Molor</title>
		<link>https://memontum.com/wagub-jatim-benarkan-pengerjaan-proyek-drainase-soekarno-hatta-kota-malang-molor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[benarkan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229426</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, mengakui jika pengerjaan proyek drainase di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, mengalami keterlambatan dari target waktu yang telah ditetapkan alias molor. Meski begitu, ditegaskannya bahwa saat ini fokus pemerintah adalah memastikan seluruh kewajiban perbaikan tetap diselesaikan sesuai aturan. “Kalau soal teknis keterlambatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, mengakui jika pengerjaan proyek drainase di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, mengalami keterlambatan dari target waktu yang telah ditetapkan alias molor. Meski begitu, ditegaskannya bahwa saat ini fokus pemerintah adalah memastikan seluruh kewajiban perbaikan tetap diselesaikan sesuai aturan.</p>



<p>“Kalau soal teknis keterlambatan dan kewajiban pihak ketiga, itu nanti diproses sesuai aturan oleh Dinas PU SDA. Sekarang kita fokus secara strategis memastikan semuanya dibenahi,” kata Wagub Emil, seusai meninjau proyek drainase Suhat bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, Selasa (13/01/2026) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Wagub Emil, bahwa sejumlah catatan pemeliharaan masih ditemukan di lapangan, meskipun pekerjaan utama telah dinyatakan selesai. Seluruh pembenahan tersebut, menjadi tanggung jawab pihak pelaksana selama masa pemeliharaan proyek.</p>



<p>Dirinya juga menegaskan, tata kelola proyek harus tetap berjalan dengan baik dan sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Timur. Karenanya, dirinya juga meminta agar iktikad baik dari pihak yang telah bekerja keras tetap dihargai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Aturan harus dijalankan, tetapi kita juga melihat ada iktikad baik. Ini bukan pekerjaan yang mudah, ada pengaturan lalu lintas, ada dampak ke aktivitas masyarakat,” jelasnya.</p>



<p>Menurut Wagub Emil, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemkot Malang juga berupaya agar keterlambatan proyek tidak menimbulkan beban berulang bagi pelaku usaha di sekitar lokasi. Karena itu, tahapan pekerjaan lanjutan yang akan dilakukan tahun ini, seperti pengerjaan lantai pedestrian diminta agar dijadwalkan dengan matang.</p>



<p>“Jangan sampai pedagang sengsara dua kali. Kemarin sudah terdampak penggalian, nanti jangan sampai terdampak lagi karena pengerjaan lanjutan,” tegas Wagub Emil.</p>



<p>Lebih lanjut dikatakannya, bahwa masukan dan pengawasan dari masyarakat sangat penting dalam memastikan kualitas proyek. Bahkan, dirinya juga meminta agar laporan yang disampaikan ke pemerintah tidak hanya hal-hal positif, tetapi juga kekurangan di lapangan.</p>



<p>“Kalau ada masukan, termasuk yang jelek-jelek, laporkan saja. Itu bagian dari pengawasan publik yang sehat,” imbuh Wagub Emil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229426</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Pengerjaan Proyek Drainase Soekarno Hatta Rampung, Wagub dan Wawali Malang Beri Catatan</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-pengerjaan-proyek-drainase-soekarno-hatta-rampung-wagub-dan-wawali-malang-beri-catatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<category><![CDATA[Wawali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229423</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, didampingi Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meninjau pengerjaan proyek drainase yang telah rampung di Kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Selasa (13/01/2026) tadi. Pria yang akrab disapa Emil, itu mengatakan bahwa pengerjaan proyek telah selesai dikerjakan. Namun, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, didampingi Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meninjau pengerjaan proyek drainase yang telah rampung di Kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Selasa (13/01/2026) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Emil, itu mengatakan bahwa pengerjaan proyek telah selesai dikerjakan. Namun, meskipun pengerjaan sudah selesai, namun masih ada sejumlah catatan yang perlu dibenahi.</p>



<p>&#8220;Alhamdulillah, pekerjaan sudah selesai. Namun, kita terbuka dan berterima kasih atas masukan (kekurangan, red) dari masyarakat,&#8221; kata Wagub Emil.</p>



<p>Dikatakannya, bahwa seluruh catatan (masukan, red) tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga, selama masa pemeliharaan proyek. Untuk masanya, yaitu enam bulan sejak berakhirnya masa kontrak. Karenanya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemkot Malang, akan mengawal proses pemeliharaan itu.</p>



<p>“Kewajiban pembenahan itu masuk dalam masa pemeliharaan. Kita akan kawal agar semuanya dibenahi,” tegasnya.</p>



<p>Diuraikannya, beberapa pemeliharaan yang dimaksud, yakni seperti masih ada tutup saluran dan manhole yang belum sejajar dengan permukaan jalan. Sehingga, agar dilakukan perbaikan untuk menjamin fungsi drainase dan keselamatan para pengguna jalan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Nah, itu yang kemudian nanti diperbaiki. Jadi jaraknya sekitar 5 meter dari satu box ke box yang lain,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Meski demikian, Wagub Emil tetap mengapresiasi kinerja Dinas PU Sumber Daya Air (PU SDA), karena proyek dapat diselesaikan dalam waktu relatif cepat. Percepatan tersebut, dinilai penting untuk meminimalkan dampak terhadap aktivitas lalu lintas dan kegiatan usaha di kawasan tersebut.</p>



<p>&#8220;Tentu sekali lagi mohon dukungan dari masyarakat dan doa restunya. Semoga ini bisa terawat dengan baik ya,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Sementara itu, Wawali Ali Muthohirin mengimbau kepada masyarakat agar tetap bersabar dan menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun. Selain itu, juga mengapresiasi dukungan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.</p>



<p>&#8220;Kepada masyarakat, mohon kesabarannya dan terima kasih dukungannya untuk menjaga semua fasilitas yang ada,&#8221; ucap Wawali Ali.</p>



<p>Terlebih, menurutnya Pemkot Malang akan menertibkan pemanfaatan ruang di kawasan tersebut agar tetap berfungsi sebagai fasilitas umum. Dalam hal ini, pihaknya akan mengintruksikan Satpol PP dan Camat Lowokwaru.</p>



<p>&#8220;Tadi sudah disampaikan oleh Pak Wagub, terkait dengan pesan terutama pedagang di sekitar sini, untuk menjaga bersama. Karena ini untuk kepentingan bersama. Saya sudah minta ke Pak Camat dan Satpol untuk menertibkan banner, parkir, semuanya harus steril dan menjadi fasilitas umum sehingga kota kita semakin cantik dan bagus untuk dilihat,&#8221; imbuh Wawali Ali. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229423</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Pengerjaan Proyek Drainase di Jalan Soekarno Hatta, Wali Kota Wahyu Tekankan Ketepatan Waktu</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-pengerjaan-proyek-drainase-di-jalan-soekarno-hatta-wali-kota-wahyu-tekankan-ketepatan-waktu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2025 15:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[hatta,]]></category>
		<category><![CDATA[ketepatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226551</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung progres pengerjaan proyek drainase di sisi selatan koridor jalan Soekarno Hatta Kota Malang atau tepatnya di depan kampus Polinema, Senin (06/10/2025) malam. Dalam peninjauan itu, wali kota didampingi Kepala DPUPRPKP, Kepala Dinas Kominfo dan Camat Lowokwaru. Dalam peninjauan itu, pria yang akrab disapa Wahyu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung progres pengerjaan proyek drainase di sisi selatan koridor jalan Soekarno Hatta Kota Malang atau tepatnya di depan kampus Polinema, Senin (06/10/2025) malam. Dalam peninjauan itu, wali kota didampingi Kepala DPUPRPKP, Kepala Dinas Kominfo dan Camat Lowokwaru.</p>



<p>Dalam peninjauan itu, pria yang akrab disapa Wahyu, terlihat masih mengenakan seragam dinas, walaupun sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Disampaikannya, bahwa tinjauan itu dilakukan untuk memastikan progres dan kendala pelaksanaan proyek strategis tersebut.&nbsp;</p>



<p>&#8220;Saya ingin tahu secara langsung perkembangan di lapangan dan juga kendala dalam pelaksanaannya. Karena proyek ini ditargetkan selesai akhir Desember 2025. Namun, saya berharap tidak sampai akhir tahun sudah dapat dirampungkan, mengingat di bulan Desember ada perayaan Natal dan tahun baru,&#8221; ucap Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Dirinya juga menyoroti, mengenai potensi hujan yang mulai meningkat pada Oktober hingga Desember 2025 ini. Karena itu, menurutnya dapat mempengaruhi kecepatan pengerjaan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Wali Kota Wahyu juga mencatat, beberapa kendala teknis di lapangan, termasuk pembatasan jam kerja yang hanya dilakukan pada malam hari, yakni pukul 22.00 hingga 06.00 WIB. &#8220;Pekerjaan yang hanya bisa dilakukan malam hari, menjadi tantangan tersendiri. Maka, saya minta kepada Pak Kadis PUPRPKP agar dibahas secara teknis kemungkinan dilakukan sebagian pekerjaan di siang hari. Tapi harus tetap memperhatikan jam-jam padat agar tidak mengganggu arus lalu lintas,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Dari laporan pengawas proyek, progres pekerjaan saat ini baru mencapai 14 persen, karena masih dikerjakan oleh satu tim. Ke depan, pengerjaan akan dilakukan secara paralel oleh tiga tim, yang masing-masing akan fokus di koridor selatan (depan Polinema), koridor tengah (depan RSUB) dan koridor utara (arah pertigaan Jalan Candi Panggung).</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga mengingatkan, agar pengawas dan pelaksana proyek terus menjaga komunikasi dengan masyarakat dan pelaku usaha sekitar lokasi pekerjaan. &#8220;Saya minta setiap perkembangan disampaikan kepada warga dan pelaku usaha yang terdampak, agar bisa melakukan antisipasi. Jangan sampai kegiatan pembangunan ini justru menimbulkan keluhan baru,&#8221; imbuh Wahyu. <strong>(kom/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226551</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Persiapan Pengerjaan Proyek Drainase Soekarno Hatta, Reklame dan Kabel Mulai Ditertibkan</title>
		<link>https://memontum.com/persiapan-pengerjaan-proyek-drainase-soekarno-hatta-reklame-dan-kabel-mulai-ditertibkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ditertibkan]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[hatta,]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Reklame]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224596</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Proyek drainase di Kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, bakal segera dikerjakan dalam waktu dekat. Menyongsong pengerjaan itu, penertiban terkait utilitas seperti reklame, kabel-kabel dan pohon, mulai dilakukan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa proses sosialisasi dan penertiban terhadap reklame dan utilitas sudah mulai berjalan. Satpol PP Kota [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Proyek drainase di Kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, bakal segera dikerjakan dalam waktu dekat. Menyongsong pengerjaan itu, penertiban terkait utilitas seperti reklame, kabel-kabel dan pohon, mulai dilakukan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa proses sosialisasi dan penertiban terhadap reklame dan utilitas sudah mulai berjalan. Satpol PP Kota Malang, pun juga sudah diminta untuk turun ke lapangan.</p>



<p>&#8220;Satpol PP Kota Malang kemarin sudah diminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memasang rambu-rambu sosialisasi penertiban terkait dengan utilitas yang ada di lokasi drainase. Termasuk reklame, itu diminta provinsi untuk segera diturunkan,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Senin (04/08/2025) tadi.</p>



<p>Selain itu, pola lalu lintas juga sedang disiapkan agar pengerjaan proyek tidak menimbulkan kemacetan parah. Terkait dengan pohon, Wahyu memastikan tidak akan banyak yang terdampak.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menyampaikan bahwa proses persiapan di lapangan sudah dilakukan sejak enam bulan lalu. Termasuk pemberian peringatan kepada pemilik utilitas.</p>



<p>&#8220;Sudah dilakukan peringatan satu, dua, tiga oleh teman-teman Dinas SDA Provinsi. Kami dari Satpol PP juga sudah melakukan pemberitahuan baik formal maupun informal kepada pemilik reklame dan utilitas,&#8221; ujar Heru.</p>



<p>Beberapa pihak pemilik utilitas, menurutnya sudah kooperatif, bahkan ada yang membongkar reklamenya secara mandiri. &#8220;Di depan RSUB itu ada yang sudah bongkar sendiri. Kan enak seperti itu. Yang penting ada kesanggupan dari pemilik utilitas, berapa hari mereka butuh menyelesaikan,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Namun, jika pembongkaran itu terlalu lama dan terus mundur, maka bisa menghambat proyek. Heru menegaskan bahwa pekerjaan ini ada batas waktunya. &#8220;Untuk di tahap awal ini, kami tertibkan kabel, pohon, reklame, agar tidak mengganggu pengerjaan. Pohon juga tidak semua ditebang, hanya yang betul-betul terdampak,&#8221; imbuh Heru. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224596</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penebangan Pohon Diminimalisir, Pengerjaan Proyek Drainase Suhat Dijadwalkan Mulai Juli</title>
		<link>https://memontum.com/penebangan-pohon-diminimalisir-pengerjaan-proyek-drainase-suhat-dijadwalkan-mulai-juli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dijadwalkan]]></category>
		<category><![CDATA[diminimalisir,]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[penebangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223004</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno Hatta (Suhat) Kota Malang, ditargetkan akan dimulai Juli 2025. Pengerjaan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur, itu sekarang tengah dalam proses lelang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa koordinasi bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah dilakukan. Termasuk, mengenai pembahasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno Hatta (Suhat) Kota Malang, ditargetkan akan dimulai Juli 2025. Pengerjaan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur, itu sekarang tengah dalam proses lelang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa koordinasi bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah dilakukan. Termasuk, mengenai pembahasan soal dampak lingkungan.</p>



<p>&#8220;Kemarin sudah kita rapatkan dan Juli ini dijadwalkan sudah terlaksana. Untuk sekarang, itu masih dalam proses lelang,&#8221; kata Wali Kota Wahyu, Senin (16/06/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu fokus Pemkot Malang dalam proyek ini, ujarnya, adalah meminimalisir dampak terhadap lingkungan, terutama soal penebangan pohon. Dari total 147 pohon yang awalnya direncanakan terdampak, jumlah yang benar-benar akan ditebang dipastikan tidak lebih dari 20 persen.</p>



<p>“Jadi, nanti pohon yang terkena dampak itu yang kecil-kecil. Untuk pohon-pohon besar, akan kami minimalisir,” tegasnya.</p>



<p>Wali Kota Wahyu juga menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Malang hanya berperan sebagai fasilitator dalam proyek ini. “Pelaksananya dari Pemprov dan kami hanya menyiapkan tempat. Tetapi mudah-mudahan, bulan depan sudah ada pengerjaan,” lanjutnya.</p>



<p>Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, telah meninjau langsung lokasi proyek dan menyatakan dukungannya terhadap pengurangan jumlah pohon yang akan ditebang. “Pak Wagub juga sudah berkunjung meninjau ke sini dan setuju adanya pengurangan jumlah pohon yang dipotong,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223004</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perubahan DED Disetujui, Proyek Pengerjaan Drainase Suhat segera Dilakukan</title>
		<link>https://memontum.com/perubahan-ded-disetujui-proyek-pengerjaan-drainase-suhat-segera-dilakukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 May 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dilakukan]]></category>
		<category><![CDATA[disetujui,]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[segera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221990</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dalam waktu dekat pengerjaan proyek drainase di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat) yang pendanaannya bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim), akan segera dikerjakan. Perbaikan drainase di kawasan Kecamatan Lowokwaru tersebut, sejauh ini telah dilakukan penataan sebaik mungkin, terutama terkait dampak lingkungan. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dalam waktu dekat pengerjaan proyek drainase di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat) yang pendanaannya bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim), akan segera dikerjakan. Perbaikan drainase di kawasan Kecamatan Lowokwaru tersebut, sejauh ini telah dilakukan penataan sebaik mungkin, terutama terkait dampak lingkungan.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat Contract Change Order (CCO) yang menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan perencanaan program ini mengacu dari Pemprov Jatim. “Revisi (DED, red) tersebut mendapat dukungan dari Pemprov Jatim selaku penyumbang anggaran, termasuk Wakil Gubernur, Emil Dardak, yang telah meninjau lokasi proyek dan menyetujui pengurangan jumlah pohon yang akan ditebang,” kata Wali Kota Wahyu, Sabtu (10/05/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menambahkan, proyek drainase ini menggunakan APBD Pemprov Jatim, yang pelaksanaannya akan segera dimulai dalam waktu dekat. “Pemkot Malang dalam hal ini hanya sebagai pihak yang memfasilitasi lokasi proyek,” jelasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu berharap, agar program ini segera terlaksana. “Bapak Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak sudah melihat dan datang ke lokasi serta menyetujuinya. Semoga segera terealisasi,” terangnya. <strong>(kom/mlg/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221990</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Renovasi Alun-alun Jember, Bupati Hendy Ingatkan Gelaran JFC dan Minta Pengerjaan Dipercepat</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-renovasi-alun-alun-jember-bupati-hendy-ingatkan-gelaran-jfc-dan-minta-pengerjaan-dipercepat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2024 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[dipercepat]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[pengerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[Renovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=212275</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meminta pihak rekanan yang merenovasi Alun-Alun Jember, untuk mempercepat pengerjaan proyek. Hal ini, ditegaskan Bupati Hendy saat meninjau proyek pengerjaan renovasi Alun-alun Jember, Selasa (23/07/2024) tadi. “Saya minta agar dipercepat dan pekerjanya ditambah juga. Di samping itu, juga agar selalu menjaga kerapian supaya tidak mengganggu lalu lintas pusat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Hendy Siswanto, meminta pihak rekanan yang merenovasi Alun-Alun Jember, untuk mempercepat pengerjaan proyek. Hal ini, ditegaskan Bupati Hendy saat meninjau proyek pengerjaan renovasi Alun-alun Jember, Selasa (23/07/2024) tadi.</p>



<p>“Saya minta agar dipercepat dan pekerjanya ditambah juga. Di samping itu, juga agar selalu menjaga kerapian supaya tidak mengganggu lalu lintas pusat kota,” kata Bupati Hendy.</p>



<p>Bupati Hendy menjelaskan, bahwa jika pekerjanya tidak segera ditambah, maka di prediksi bakal terjadi keterlambatan pengerjaan.</p>



<p>Sejauh ini, lanjut Bupati Hendy, dirinya menilai memang proses renovasi Alun-alun senilai Rp 17,4 miliar, itu berjalan sebagaimana mestinya. Hanya saja, di satu sisi bupati juga mengingatkan bahwa pada awal Agustus 2024, akan digelar Jember Fashion Carnaval (JFC). Sehingga, sedikit banyak akan berpengaruh dalam pergerakan proses renovasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Sebelum JFC, apa-apa yang dibutuhkan selama 3×24 jam agar dipersiapkan. Sehingga, tidak sampai mengganggu jalannya JFC. Begitu juga kebutuhan pembangunannya tidak terganggu. Misal kebutuhan material untuk tiga hari itu sudah ditampung di area Alun-alun dahulu. Sehingga, tidak sampai ada truk yang masuk dan keluar dari Alun-alun selama JFC,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya Jember, Rahman Anda, menyampaikan bahwa tahap renovasi Alun-alun telah mencapai 16 persen. Dirinya juga akan menindaklanjuti sejumlah arahan dari Bupati Hendy. Seperti, penambahan pekerja juga akan dilakukan dalam waktu dekat. Serta, soal kerapihan menjelang JFC juga harus diperhatikan.</p>



<p>“Saat ini jumlah pekerja masih 40 orang. Tetapi ke depan, memang bakal ada penambahan sekitar 30 sampai 40 pekerja lagi,” ujarnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">212275</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
