<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penghormatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penghormatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jul 2025 16:42:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penghormatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>HUT PWRI, Bupati Lumajang Sampaikan Penghormatan dan Apresiasi untuk Pensiunan ASN</title>
		<link>https://memontum.com/hut-pwri-bupati-lumajang-sampaikan-penghormatan-dan-apresiasi-untuk-pensiunan-asn</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 11:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[penghormatan]]></category>
		<category><![CDATA[pensiunan]]></category>
		<category><![CDATA[sampaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224375</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memberikan penghormatan tinggi kepada para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), yang diselenggarakan di kawasan wisata Selokambang, Sabtu (26/07/2025) tadi. Pelaksanaan acara ini, dihadiri langsung Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama lebih dari 500 anggota PWRI se-Kabupaten Lumajang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memberikan penghormatan tinggi kepada para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), yang diselenggarakan di kawasan wisata Selokambang, Sabtu (26/07/2025) tadi. Pelaksanaan acara ini, dihadiri langsung Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama lebih dari 500 anggota PWRI se-Kabupaten Lumajang.</p>



<p>Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Bupati Indah menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan pengabdian para anggota PWRI, yang telah turut meletakkan fondasi pelayanan publik di Lumajang. “PWRI bukan sekadar organisasi pensiunan. Mereka adalah pelaku sejarah yang membentuk wajah birokrasi kita hari ini. Pengabdian panjenengan semua adalah aset moral yang tak ternilai bagi pembangunan daerah,” kata Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang.</p>



<p>Mengusung tema &#8216;Dengan Semangat Merah Putih, PWRI Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Lansia Menuju Indonesia Emas, PWRI Bermartabat, Jaya dan Sejahtera&#8217;, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menguatkan solidaritas, serta menegaskan peran strategis Lansia dalam pembangunan yang berkelanjutan. Bahkan lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat berkarya tidak pernah mengenal usia. Para anggota PWRI tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang dirancang dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bunda Indah dalam sambutannya, juga mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Lumajang untuk meneladani semangat, loyalitas dan keteladanan para wredatama. “Kami terus belajar dari panjenengan semua dari kesabaran, kejujuran dan totalitas pengabdian yang telah diwariskan. Doakan kami agar mampu melanjutkan perjuangan ini dengan amanah dan penuh tanggung jawab,” ungkap Bunda Indah.</p>



<p>Tidak hanya memberikan sambutan, Bunda Indah juga turut berbaur, berdialog dan bercengkrama hangat dengan para anggota PWRI. Prosesi pelaksanaan sendiri, ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan dan menandai bahwa peringatan ini bukan hanya sebagai penghormatan simbolik, tetapi juga sebagai penguatan peran aktif pensiunan dalam kehidupan sosial masyarakat.</p>



<p>“Saya doakan seluruh anggota PWRI diberi kesehatan, umur panjang dan kebahagiaan. Karena panjenengan semua adalah sumber nilai dan keteladanan bagi generasi kami dalam membangun Lumajang yang unggul dan bermartabat,” imbuh Bunda Indah.</p>



<p>HUT ke-63 PWRI Kabupaten Lumajang menjadi penegasan bahwa semangat pengabdian tidak berakhir di masa pensiun. Justru dari pengalaman dan kebijaksanaan para wredatama, harapan baru bagi pembangunan daerah terus tumbuh dan mengakar. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224375</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ritual Larung Saji di Kondang Merak, Tradisi Simbol Penghormatan untuk Laut dan Sang Pencipta</title>
		<link>https://memontum.com/ritual-larung-saji-di-kondang-merak-tradisi-simbol-penghormatan-untuk-laut-dan-sang-pencipta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[kondang]]></category>
		<category><![CDATA[Larung]]></category>
		<category><![CDATA[merak,]]></category>
		<category><![CDATA[pencipta]]></category>
		<category><![CDATA[penghormatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[simbol]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223447</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bertepatan dengan 1 Suro 1447 H, para nelayan dan warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menggelar ritual Larung Saji di Pantai Kondang Merak, Sabtu (28/06/2025) tadi. Gelaran ini dilakukan, sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan dalam menjalani kehidupan laut yang penuh tantangan. Meski langit mendung dan ombak bergulung hebat sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bertepatan dengan 1 Suro 1447 H, para nelayan dan warga Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menggelar ritual Larung Saji di Pantai Kondang Merak, Sabtu (28/06/2025) tadi. Gelaran ini dilakukan, sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan dalam menjalani kehidupan laut yang penuh tantangan.</p>



<p>Meski langit mendung dan ombak bergulung hebat sejak dini hari, namun prosesi ritual tetap berjalan dengan lancar. Cuaca yang tak bersahabat, menurut nelayan justru menegaskan keteguhan hati warga, bahwa momen ini lebih dari sekadar tradisi.</p>



<p>Rangkaian tradisi sendiri, diawali dengan pembacaan khataman Al-Quran dan makan bersama di Balai Nelayan, tempat para warga berkumpul dalam suasana kebersamaan. Doa-doa dipanjatkan oleh sesepuh nelayan, memohon perlindungan dan limpahan rezeki.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Prosesi pun, berlanjut dengan arak-arakan menuju laut, membawa sesaji berisi hasil bumi dan makanan tradisional untuk dilarungkan sebagai simbol penghormatan kepada laut dan Sang Pencipta. &#8220;Semua itu berkah,&#8221; ujar Ketua Nelayan Bina Karya Mina Kondang Merak, Aral Subagyo.</p>



<p>Diketahui, bahwa Larung Saji merupakan warisan budaya masyarakat pesisir Jawa yang telah hidup turun-temurun. Istilah larung bermakna menghanyutkan, sedangkan saji berarti persembahan.</p>



<p>Di banyak wilayah Pantai Selatan Jawa, tradisi ini menjadi jembatan spiritual antara nelayan dan lautan yang menjadi sumber hidup mereka. Selain doa dan syukur, Larung Saji juga memperkuat ikatan sosial antar warga dan menyemai kebanggaan atas warisan leluhur.</p>



<p>Hadir dalam prosesi ini, perangkat Desa Sumber Bening, LMDH Wonoraharjo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta NGO Sahabat Alam Indonesia yang turut menyaksikan kekuatan budaya lokal dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. <strong>(had/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223447</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Penghormatan Atas Hak Asasi Manusia, Pj Bupati Jombang Buka Peringatan Hari Disabilitas Internasional</title>
		<link>https://memontum.com/penghormatan-atas-hak-asasi-manusia-pj-bupati-jombang-buka-peringatan-hari-disabilitas-internasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 07:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[penghormatan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=217323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2024, dengan tema &#8216;Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan&#8217;, Jumat (06/12/2024) tadi. Kegiatan yang diselenggarakan di lahan parkir Makam Gus Dur ini, dibuka secara langsung oleh Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo. Pj Bupati [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2024, dengan tema &#8216;Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan&#8217;, Jumat (06/12/2024) tadi. Kegiatan yang diselenggarakan di lahan parkir Makam Gus Dur ini, dibuka secara langsung oleh Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo.</p>



<p>Pj Bupati Teguh Narutomo mengatakan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional adalah momen penting untuk menghormati hak-hak dan kesejahteraan penyandang disabilitas, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. &#8220;Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember, sejak tahun 1992. Peringatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan atas hak asasi manusia, kesejahteraan dan kontribusi besar yang telah dan dapat diberikan oleh para penyandang disabilitas,” katanya.</p>



<p>Pj Bupati Teguh menambahkan bahwa peringatan ini merupakan bentuk nyata dari ikhtiar untuk mengimplementasikan kesetaraan antar sesama manusia. &#8220;Dalam pandangan agama, budaya dan hukum, setiap manusia diciptakan setara. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Kesetaraan bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik melalui kebijakan, fasilitas, maupun perilaku sehari-hari,&#8221; urainya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya juga sangat menyambut baik kegiatan ini, karena dapat menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk saling bertukar pengalaman dan saling memberikan dukungan. Dirinya berharap, kepada seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah untuk memastikan terpenuhinya hak-hak penyandang disabilitas melalui regulasi, kebijakan dan budaya yang mendukung kesetaraan.</p>



<p>“Kita harus meningkatkan kerja sama dan sinergi antar berbagai komponen masyarakat untuk menjamin bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan, pekerjaan, karir dan prestasi,” ungkapnya.</p>



<p>Di tempat sama, Kepala Dinas Sosial Jombang, Hari Purnomo, menyebut bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional adalah untuk memberikan ruang lebih bagi penyandang disabilitas dalam berkontribusi, meningkatkan kompetensi diri dan mengasah kemampuan bekerja sama, sekaligus membangun kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap keberagaman.</p>



<p>“Selain itu peringatan HDI juga bertujuan menghapuskan diskriminasi dengan memastikan akses yang setara bagi semua, serta menegaskan peran penyandang disabilitas sebagai bagian integral dari pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217323</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
