<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penghubung &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penghubung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2026 09:35:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penghubung &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Lumajang Resmikan Jalan Beton Penghubung Desa Kalisemut–Dadapan</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-lumajang-resmikan-jalan-beton-penghubung-desa-kalisemut-dadapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kalisemut–dadapan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[Resmikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229737</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meresmikan jalan penghubung Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, dengan Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit, di Dusun Bulukubung, Desa Kalisemut, Minggu (25/01/2026) tadi. Perlu diketahui, jalan poros sepanjang sekitar 1,4 kilometer yang menghubungkan dua desa ini, sudah puluhan tahun mengalami kerusakan. Karenanya, pemerintah daerah kemudian melakukan perbaikan dengan menggunakan kontruksi beton. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meresmikan jalan penghubung Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, dengan Desa Dadapan, Kecamatan Gucialit, di Dusun Bulukubung, Desa Kalisemut, Minggu (25/01/2026) tadi.</p>



<p>Perlu diketahui, jalan poros sepanjang sekitar 1,4 kilometer yang menghubungkan dua desa ini, sudah puluhan tahun mengalami kerusakan. Karenanya, pemerintah daerah kemudian melakukan perbaikan dengan menggunakan kontruksi beton.</p>



<p>Sementara, akibat kerusakan jalan sebelumnya, tentu menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan selesainya pembangunan, akses menuju pusat-pusat pelayanan dan aktivitas ekonomi menjadi lebih mudah dan aman.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bunda Indah-sapaan Bupati Lumajang, menyampaikan rasa syukur karena pembangunan dapat terealisasi dan diresmikan. Infrastruktur jalan, menurutnya merupakan bagian penting untuk mendukung kegiatan masyarakat sehari-hari.</p>



<p>“Jalan yang layak, akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dan meningkatkan konektivitas antar wilayah. Semoga, manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” kata Bunda Indah.</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Lumajang secara bertahap, ujarnya, akan menangani jalan rusak di berbagai wilayah Lumajang, dengan perencanaan berbasis prioritas. Ruas-ruas strategis yang menghubungkan desa dan pusat aktivitas ekonomi, menjadi fokus utama sehingga mobilitas warga dan distribusi barang dapat berjalan lancar.</p>



<p>Dengan terselesaikannya pembangunan Jalan Kalisemut–Dadapan, Bunda Indah berharap akses yang lebih baik ini dapat mendukung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat, sekaligus memperlancar transportasi harian warga. Dirinya juga mengimbau masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kondisi jalan agar manfaatnya dapat dinikmati lebih lama. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229737</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Jalan Penghubung Rampung, Wabup Jombang Ikuti Prosesi Penutupan TMMD</title>
		<link>https://memontum.com/pembangunan-jalan-penghubung-rampung-wabup-jombang-ikuti-prosesi-penutupan-tmmd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[penutupan]]></category>
		<category><![CDATA[prosesi]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=225233</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 125 tahun anggaran 2025 resmi ditutup, Kamis (21/08/2025) tadi. Gelaran yang berlangsung di Lapangan Desa Manunggal, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, dipimpin Komandan Lanud Muljono, Kolonel Pnb Mulyono melalui Pa LO TNI AU Dam V Brawijaya, Kolonel Tek Arie Santoso. Dalam sambutannya, Kolonel Tek Arie Santoso [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 125 tahun anggaran 2025 resmi ditutup, Kamis (21/08/2025) tadi. Gelaran yang berlangsung di Lapangan Desa Manunggal, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, dipimpin Komandan Lanud Muljono, Kolonel Pnb Mulyono melalui Pa LO TNI AU Dam V Brawijaya, Kolonel Tek Arie Santoso.</p>



<p>Dalam sambutannya, Kolonel Tek Arie Santoso menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Jombang dan seluruh elemen masyarakat serta prajurit, yang telah membantu secara moril dan materiil pelaksanaan TMMD. Sehingga, setiap gelaran dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses.</p>



<p>“Saya menilai, pemilihan sasaran TMMD yang dilaksanakan Kodim maupun Pemerintah Kabupaten Jombang, sangat tepat dan strategis, sesuai dengan laporan Komandan distrik militer (Dandim) 0814, bahwa tidak ada jalan penghubung antara Desa Banyuasin dengan Desa Kromong. Sehingga&nbsp; dengan adanya jalan yang sudah dibangun tersebut, sekarang sudah tidak perlu harus memutar lagi,&#8221; katanya.</p>



<p>Dirinya juga berpesan kepada masyarakat, agar yang sudah dikerjakan secara bersama-sama atau gotong royong, dapat senantiasa dijaga. Sehingga, apa sudah dikerjakan bisa bertahan lama dan memberikan manfaat luar biasa untuk masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Saya berharap, semoga kedepannya TMMD yang sudah berlangsung ini bisa sebagai batu loncatan, untuk kegiatan berikutnya. Sehingga, program-program berikutnya bisa dilaksanakan secara bersama-sama kembali dan memberikan manfaat untuk masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, yang turut hadir dalam momen penutupan, menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI dan seluruh pihak yang telah menyelesaikan Program TMMD dengan baik dan lancar. &#8220;Terima kasih kepada jajaran TNI yang telah sukses menjalankan program TMMD ke 125 tahun anggaran 2025,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Ditambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang akan terus berkomitmen untuk mendukung sekaligus merawat bersama masyarakat. Sehingga, apabila terjadi kerusakan meskipun sedikit, akan dirawat secara bersama-sama.</p>



<p>Perlu diketahui, prosesi penutupan tersebut diawali dengan Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), yang ditandai dengan penyerahan naskah hasil program TMMD oleh Dandim 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo kepada Sekda Jombang, Agus Purnomo. Selanjutnya, diteruskan dengan penandatangan bersama naskah hasil program TMMD oleh Dan Lanud Muljono, Kolonel Pnb Mulyono melalui Pa LO TNI AU Dam V Brawijaya Kolonel Tek Arie Santoso, Dandim 0814 Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo dan Sekdakab Jombang, Agus Purnomo. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">225233</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jalur Penghubung Kampak-Watulimo Trenggalek Ambles, Petugas Pasang Police Line</title>
		<link>https://memontum.com/jalur-penghubung-kampak-watulimo-trenggalek-ambles-petugas-pasang-police-line</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jan 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[ambles]]></category>
		<category><![CDATA[kampak-watulimo]]></category>
		<category><![CDATA[pasang]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[police]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218802</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Jalan penghubung antara Kecamatan Kampak dan Kecamatan Watulimo di Kabupaten Trenggalek, mengalami kerusakan parah setelah jembatan atau saluran air yang tepatnya berada di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, ambles. Akibatnya, kendaraan roda empat dan lainnya, untuk sementara waktu diimbau agar tidak melewati jalur tersebut. Bahkan, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, jajaran kepolisian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Jalan penghubung antara Kecamatan Kampak dan Kecamatan Watulimo di Kabupaten Trenggalek, mengalami kerusakan parah setelah jembatan atau saluran air yang tepatnya berada di Desa Gemaharjo, Kecamatan Watulimo, ambles.</p>



<p>Akibatnya, kendaraan roda empat dan lainnya, untuk sementara waktu diimbau agar tidak melewati jalur tersebut. Bahkan, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, jajaran kepolisian dari Satlantas Polres Trenggalek bersama Polsek Watulimo, memasang tanda peringatan dan police line disepanjang jalur penghubung antar kecamatan tersebut.</p>



<p>Kasatlantas Trenggalek, AKP Agus Prayitno, mengatakan bahwa titik ambles berada tepat berada di bagian pinggir jembatan atau saluran air dengan posisi menjorok ke tengah badan jalan dengan lebar kurang lebih 1,5 meter. “Iya benar, anggota sudah di lokasi bersama Polsek Watulimo. Upaya kita sementara memasang papan peringatan, kemudian water barrier dan police line,&#8221; ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (30/01/2025) tadi.</p>



<p>Akibatnya, kendaraan truk maupun roda empat dan enam sementara waktu tidak bisa melintas. Hal ini disebabkan jalur yang menyempit akibat jalan ambles sehingga dinilai cukup berbahaya jika memaksakan melintas.</p>



<p>“Papan peringatan kita pasang di dua sisi baik dari arah Kampak maupun Watulimo. Tujuannya agar kendaraan yang akan melintas bisa memilih rute lainnya,&#8221; kata AKP Agus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Untuk langkah tindak lanjut, sambungnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan stakeholder dan pihak terkait agar bisa segera dilakukan penanganan sehingga jalur bisa dilalui dengan aman kembali. “Jalur ini adalah jalan penghubung Kecamatan Watulimo dan Kampak dengan tingkat aktivitas relatif cukup tinggi. Kondisi seperti ini tentunya juga mengganggu mobilitas warga dan rawan terjadi kecelakaan terutama saat kondisi malam hari,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang jebol ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Sejak awal, warga berinisiatif memberikan tanda peringatan dengan menanam pohon pisang guna menghindari kecelakaan.</p>



<p>&#8220;Saat lubang jalan ini masih cukup kecil, warga mencoba menutupnya dengan pohon pisang. Berharap warga yang melintas lebih berhati-hati. Warga juga sempat memperlebar jalan dengan menggusur tebing disisi jalan, agar roda 4 masih bisa lewat. Tapi sayang, saat ini hanya roda 2 saja yang masih bisa melintas disini,&#8221; kata Santoso.</p>



<p>Sebagai jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Kampak dan Watulimo, tentu hal ini menyulitkan warga. Sementara waktu, kendaraan roda 4 harus menggunakan jalur pintas yang sempit dan berliku melalui Desa Gemaharjo dan tembus ke jalur Kampak &#8211; Watulimo.</p>



<p>&#8220;Dihimbau, untuk kendaraan roda 4 yang melintasi jalur alternatif untuk berhati-hati karena kondisi jalur lebih sempit. Warga juga berharap Pemerintah Daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalur ini. Sehingga bisa meminimalisir kerusakan jalan yang lebih besar dan jalur ini bisa dilintasi kembali,&#8221; paparnya. <strong>(mil/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Skybridge Penghubung Stasiun Ketapang dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Terus Dimatangkan</title>
		<link>https://memontum.com/skybridge-penghubung-stasiun-ketapang-dan-pelabuhan-ketapang-banyuwangi-terus-dimatangkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2024 07:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dimatangkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[skybridge]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215566</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Kementerian Perhubungan RI bersama Pemkab Banyuwangi menggelar rapat pematangan rencana pembangunan Skybridge (jembatan layang) yang menghubungkan Stasiun Ketapang dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.&#160; “Kami baru saja menggelar rapat bersama Kemenhub untuk persiapan pembangunan Skybridge. Insyaallah, tahun depan akan segera dibangun dan DEDnya sedang dimatangkan saat ini,” kata Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Kementerian Perhubungan RI bersama Pemkab Banyuwangi menggelar rapat pematangan rencana pembangunan Skybridge (jembatan layang) yang menghubungkan Stasiun Ketapang dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.&nbsp;</p>



<p>“Kami baru saja menggelar rapat bersama Kemenhub untuk persiapan pembangunan Skybridge. Insyaallah, tahun depan akan segera dibangun dan DEDnya sedang dimatangkan saat ini,” kata Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Guntur Priambodo, Jumat (18/10/2024) tadi.</p>



<p>Rapat yang digelar di Kantor Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Kamis (17/10/2024) tersebut, dipimpin langsung Direktur Prasarana Transportasi Darat, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Toni Tauladan. Turut hadir, Pj Sekda Banyuwangi, Guntur Priambodo, General Manager (GM) Pelabuhan ASDP Ketapang, Yani Andrianto, Vice President KAI DAOP 9, Hengky Prasetyo, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur, Muiz Thohir dan perwakilan Balai Teknik Perkeretaapian Surabaya.</p>



<p>Skybridge yang akan dibangun tersebut, sesuai rencana akan menghubungkan Stasiun Ketapang (Banyuwangi Baru) dengan Pelabuhan Ketapang, yang selama ini dipisahkan oleh Jalan Raya Banyuwangi-Situbondo. Selama ini, penumpang kereta api yang akan menuju ke pelabuhan dan sebaliknya harus berjalan kaki menyeberangi jalan raya tersebut.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya Skybridge, nantinya akses penumpang menuju dua pusat transportasi tersebut akan lebih mudah dan aman. Selain mempermudah akses bagi penumpang, keberadaan Skybridge ini nantinya akan menjadi ikon baru bagi Banyuwangi,&#8221; kata Pj Sekda Guntur.</p>



<p>Pj Sekda Guntur menegaskan, bahwa Pemkab siap untuk mendukung pembangunan Skybridge tersebut. &#8220;Tentunya kami akan mendukung kelancaran pembangunan ini, karena Banyuwangi yang sejak awal mengajukan permohonan untuk dilakukan pembangunan Skybridge ini,&#8221; tambah Pj Sekda Guntur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Direktur Prasarana Transportasi Darat, Toni Tauladan, menjelaskan jika rapat kali ini dilakukan untuk menyelaraskan dukungan semua pihak akan Skybridge tersebut. “Rakor ini sebagai bentuk keseriusan pusat sekaligus mengkonfirmasi secara langsung komitmen semua pihak terkait dalam pembangunan Skybridge yang ditargetkan beroperasi pada 2025,” kata Toni.</p>



<p>Dirinya mengatakan, bahwa bangunan Skybridge antara Stasiun Ketapang dan Pelabuhan Ketapang ini direncanakan terbentang sepanjang 193 meter. Bentangan tersebut, akan berdiri di atas lahan aset milik sejumlah pihak, yakni PT KAI dan ASDP Ketapang.</p>



<p>Saat ini, tambahnya, progress pembangunan Skybridge tengah merampungkan update Detail Engineering Design (DED). Bangunan Skybridge tersebut, akan didesain oleh Andra Matin, arsitek yang juga merancang Bandara Banyuwangi dan sejumlah ruang publik lain di Banyuwangi. Bandara Banyuwangi sendiri, telah mendapatkan penghargaan arsitektur dunia, Aga Khan Award pada 2022 lalu.</p>



<p>“Kami melihat rekam jejak karya Andra Matin yang luar biasa. Skybridge tersebut juga akan didesain mengakomodir dengan menyediakan ruang bagi UMKM lokal. Ini bisa menjadi etalase produk UMKM Banyuwangi,” terang Toni.</p>



<p>Ditambahkannya, review DED ditargetkan selesai pada Desember 2024. Dokumen DED ini akan menjadi dasar Kemenhub untuk melakukan lelang perkerjaan di tahun 2025.&nbsp; “Pembangunannya sendiri akan berlangsung sekitar dari 6 bulan. Jika tidak aral, tahun 2025 juga Skybridge sudah bisa beroperasi” imbuhnya.</p>



<p>Toni menambahkan, bahwa pemerintah pusat akan menghibahkan pengelolaan Skybridge tersebut kepada pemerintah daerah. “Setelah jadi, Skybridge akan kami serahkan ke Pemkab. Kami percayakan pengelolaannya pada Pemkab, harapannya bisa dimaksimalkan menjadi daya dukung ekonomi dan pariwisata daerah,” jelas Toni. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215566</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Banyuwangi Bakal Miliki Skybridge Penghubung Stasiun Ketapang-Pelabuhan Ketapang</title>
		<link>https://memontum.com/kabupaten-banyuwangi-bakal-miliki-skybridge-penghubung-stasiun-ketapang-pelabuhan-ketapang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2024 12:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[ketapang-pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[miliki]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[skybridge]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205716</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun jembatan layang (skybridge) yang menghubungkan Stasiun Kereta Api Ketapang dengan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Ditargetkan Agustus 2024 mendatang, jembatan layang ini mulai dikerjakan. Lokasi Stasiun Ketapang dan Pelabuhan Ketapang sendiri, diketahui berdekatan atau sekitar 200 meter. Keduanya, hanya dipisahkan oleh Jalan Raya Banyuwangi-Situbondo, yang cukup [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi </strong>&#8211; Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun jembatan layang (skybridge) yang menghubungkan Stasiun Kereta Api Ketapang dengan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Ditargetkan Agustus 2024 mendatang, jembatan layang ini mulai dikerjakan.</p>



<p>Lokasi Stasiun Ketapang dan Pelabuhan Ketapang sendiri, diketahui berdekatan atau sekitar 200 meter. Keduanya, hanya dipisahkan oleh Jalan Raya Banyuwangi-Situbondo, yang cukup ramai. Sementara selama ini, penumpang kereta api yang akan menuju ke pelabuhan dan sebaliknya, harus berjalan kaki.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya skybridge, nantinya akses penumpang menuju dua pusat transportasi tersebut akan lebih mudah dan aman. Selain mempermudah akses bagi penumpang, keberadaan skybridge ini nantinya akan menjadi ikon baru bagi wisata Kota Banyuwangi,&#8221; kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (02/02/2024) tadi.</p>



<p>Bupati Ipuk menambahkan, pihaknya telah bertemu tim dari Kemenhub untuk membahas rencana pembangunan skybridge, di Lounge Pemkab Banyuwangi, Kamis (01/02/2023) kemarin. Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Direktorat Jendral (Sesditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Amirullah dan Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Mangasi Sinaga beserta jajaran dari Kemenhub.</p>



<p><strong>baca juga:</strong></p>





<p>Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ipuk mengaku sangat berterima kasih atas dukungan pusat pada pengembangan Banyuwangi. Sehingga nantinya, hasil pembangunan itu akan mempermudah konektivitas para pengguna moda kereta dan kapal.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>“Selain mempermudah untuk pindah moda transportasi, skybridge ini akan menjadi ikon baru di Banyuwangi. Apalagi, Pelabuhan Ketapang menjadi jalur utama Jawa menuju Bali. Sehingga, kami berharap bangunannya bisa menjadi ikon yang menarik,” tambah Bupati Ipuk.&nbsp;</p>



<p>Dalam kesempatan itu Bupati juga berharap, agar desain arsitektur skybridge mengadopsi kearifan dan budaya sebagai identitas Banyuwangi. &#8220;Produk properti dengan arsitektur yang mengadopsi kearifan lokal, bisa menjadi landmark atau ikon baru pariwisata. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat melalui Kemenhub yang akan membangun skybridge,&#8221; papar Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Sesditjen Kemenhub, Amirullah, mengatakan bahwa Banyuwangi merupakan daerah yang sangat strategis, karena merupakan pintu keluar masuk Pulau Jawa di wilayah timur. Daerah ini juga dinilai memiliki pariwisata yang maju.</p>



<p>“Melihat potensi ini, Kemenhub ingin memaksimalkan moda transportasi yang ada di Banyuwangi. Kebetulan di Banyuwangi, moda transportasinya lengkap. Ada darat, laut dan udara. Kali ini, kami mengintegrasikan moda darat dan lautnya dengan membangun skybridge antara Stasiun Ketapang-Pelabuhan Ketapang,” kata Amirullah.</p>



<p>Dirinya juga menambahkan, bahwa untuk panjang lintasan skybridge yang akan dibangun, saat ini masih dalam pembicaraan lebih lanjut dengan Pemkab Banyuwangi. Itu karena, ada sejumlah opsi jalur yang akan digunakan. Namun untuk pembangunan infrastruktur, targetnya akan dimulai pada tahun ini, tepatnya Agustus jika semua persiapan telah rampung.</p>



<p>“Untuk anggaran sudah kami alokasikan. Tinggal DED (detail engineering design) masih direview lagi oleh tim Pemkab Banyuwangi, karena akan disesuaikan dengan kearifan lokal. Rencananya, skybridge ini juga akan dilengkapi fasilitas untuk UMKM Banyuwangi, sesuai dengan semangat Banyuwangi yang ingin memajukan UMKM lokal,” terangnya.<strong> (kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205716</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jembatan Kaca Penghubung Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Kota Malang Segera Dibuka</title>
		<link>https://memontum.com/jembatan-kaca-penghubung-kampung-warna-warni-jodipan-dan-kampung-tridi-kota-malang-segera-dibuka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Nov 2023 07:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dibuka]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[segera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201177</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Usai dilakukan perbaikan, jembatan kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Kota Malang, akan segera dibuka pada pekan depan. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan jika saat ini masih diperlukan waktu untuk pengeringan dan penguatan pasca dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Usai dilakukan perbaikan, jembatan kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Kota Malang, akan segera dibuka pada pekan depan.</p>



<p>Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan jika saat ini masih diperlukan waktu untuk pengeringan dan penguatan pasca dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Senin (07/11/2023) lalu. Begitu siap, maka akan dibuka kembali.</p>



<p>“Proses perbaikan jembatan kacanya alhamdulillah sudah selesai dan sudah diperbaiki oleh DPUPRPKP. Tetapi informasi dari Pak Kadis DPUPRPKP barusan, itu masih butuh pengeringan dua sampai tiga hari ini. Sehingga, insyaallah minggu depan sudah bisa dibuka lagi,” kata Baihaqi, Rabu (08/11/2023) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa selama penutupan akses jembatan kaca, yang kurang lebih berlangsung selama dua pekan ini, tidak membawa dampak terhadap kunjungan wisatawan. Itu karena, wisatawan yang datang hanya diarahkan untuk tidak melewati jembatan kaca tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Untuk kontruksi lain aman dan tidak ada masalah. Jadi, nanti saat berkunjung ke Kampung Tridi dan Kampung Warna-warni, itu aman dan tidak ada masalah,” katanya.</p>



<p>Untuk menjaga jembatan kaca tersebut, ujarnya, ke depan pihaknya akan selalu melakukan koordinasi bersama dengan warga yang ada di sekitar kampung tersebut. Sebab, konsep dari destinasi wisata itu menurutnya memang harus menuju Desa Wisata Cerdas Mandiri Sejahtera (Dewi Cemara).</p>



<p>“Tentu kita akan terus koordinasi dengan perangkat daerah dan dengan DPUPRPKP. Kemudian, melakukan monitoring dan evaluasi (monev), sehingga kalau butuh pemeliharaan dan segala macam, bisa diprediksi dari awal. Kita juga tidak ada tim khusus untuk itu, tapi sudah menjadi kewajiban kita untuk melakukan monev. Yang terlibat ya ada Pokdarwis, masyarakat, semua stakeholder yang terlibat,” jelas Baihaqi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201177</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Rampung Diperbaiki, Jembatan Kaca Penghubung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi Masih Ditutup</title>
		<link>https://memontum.com/rampung-diperbaiki-jembatan-kaca-penghubung-warna-warni-jodipan-dan-kampung-tridi-masih-ditutup</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[diperbaiki,]]></category>
		<category><![CDATA[Ditutup]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[Jodipan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[rampung,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201088</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Jembatan Kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi, Kota Malang, yang sempat mengalami retak, akhirnya sudah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota Malang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika perbaikan tersebut telah selesai dilakukan pada Senin (06/11/2023) kemarin. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Jembatan Kaca penghubung antara Kampung Warna Warni Jodipan dan Kampung Tridi, Kota Malang, yang sempat mengalami retak, akhirnya sudah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota Malang.</p>



<p>Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika perbaikan tersebut telah selesai dilakukan pada Senin (06/11/2023) kemarin. &#8220;Sudah selesai dilakukan perbaikan kemarin,” ujar Dandung-sapaannya, Selasa (07/11/2023) tadi.</p>



<p>Dalam perbaikan keretakan itu, menurutnya dilakukan mulai dari pengisian material pada jembatan yang retak, perbaikan sealent kaca dan juga perbaikan pada besi jembatan yang sudah mulai berkarat. Untuk perbaikan jembatan kaca tersebut, tidak memerlukan banyak anggaran.</p>



<p>“Untuk anggaranya tidak banyak, tetapi saat ini saya masih menunggu laporan dari teman-teman,” ucapnya.</p>



<p>Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Bagus Irawan, menyampaikan jika dalam perbaikan jembatan tersebut telah dilakukan sejak hari Jumat (03/11/2023) lalu hingga kemarin, Senin (06/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Perbaikannya sudah selesai, tetapi saya masih belum menerima laporan hasil pekerjaannya. Perbaikan itu dikerjakan mulai hari Jumat lalu,” kata Bagus.</p>



<p>Dalam pantauan Memontum.com, jembatan kaca tersebut memang sudah dilakukan perbaikan. Namun, hingga saat ini akses jalan masuk menuju Jembatan Kaca masih dilakukan penutupan, dengan pagar yang digembok dan bertuliskan &#8216;Closed, Bridge under Repair&#8217;. Sehingga para pengunjung tidak diperbolehkan untuk masuk.</p>



<p>Selain itu, sebagai salah satu pengunjung Kampung Tridi, Fitri Fatmawati, mengaku sedikit kecewa dengan adanya penutupan jembatan kaca tersebut. Apalagi, dirinya juga baru pertama kalinya mengunjungi Kampung Tridi dan Kampung Warna Warni Jodipan.</p>



<p>“Sedikit kecewa, tadi cuma bisa lihat Jembatan Kaca dari atas rumah warga. Padahal ingin sekali berfoto-foto di atas Jembatan Kaca tersebut,” imbuh Fitri. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201088</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah..Jembatan Penghubung Malang-Lumajang Sudah Bisa Dilewati Kembali</title>
		<link>https://memontum.com/alhamdulillah-jembatan-penghubung-malang-lumajang-sudah-bisa-dilewati-kembali</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alhamdulillah..jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[dilewati]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[malang-lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200928</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Jembatan Kali Glidik II, yang merupakan jembatan penghubung Kabupaten Lumajang-Kabupaten Malang, akhirnya dibuka, Rabu (01/11/2023) tadi. Pembukaan akses itu, pun membuat mobilitas masyarakat yang melintas di lokasi itu kembali lancar. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Nugraha Yudha Mudiarto, mengatakan bahwa masyarakat telah bisa menggunakan jembatan penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Jembatan Kali Glidik II, yang merupakan jembatan penghubung Kabupaten Lumajang-Kabupaten Malang, akhirnya dibuka, Rabu (01/11/2023) tadi. Pembukaan akses itu, pun membuat mobilitas masyarakat yang melintas di lokasi itu kembali lancar.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lumajang, Nugraha Yudha Mudiarto, mengatakan bahwa masyarakat telah bisa menggunakan jembatan penghubung Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, dengan lancar. Dibukanya akses itu, diharapkan aktivitas masyarakat yang selama ini terkendala, bisa kembali normal.</p>



<p>&#8220;Besok sudah bisa dilewati normal. Tentunya, ini merupakan jembatan yang sangat bermanfaat. Apalagi jembatan ini penghubung dua kabupaten, yaitu Lumajang dan Malang,&#8221; ujarnya, Rabu (01/11/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dikatakan Yudha, bahwa jembatan dengan panjang 45 meter tersebut, dibangun oleh Tim Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa-Bali Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jawa Timur.</p>



<p>Sebagaimana diketahui, Jembatan Glidik II rusak akibat diterjang lahar dingin Semeru pada 7 Juli 2023 lalu. Proses pengerjaan jembatan tersebut lumayan cepat, karena selesai sebelum target yang ditetapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono yaitu empat bulan.</p>



<p>Pemerintah melakukan percepatan pembangunan jembatan, dengan pembangunan dua arah dari Lumajang dan dari Malang. Pembangunan jembatan masih dilakukan di titik yang sama, namun dilakukan penguatan pada fondasi agar bisa menahan derasnya aliran lahar dingin Gunung Semeru. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200928</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Disperkim Jombang Alokasikan Rp 1,59 Miliar untuk Perbaikan Jembatan Penghubung Brosot</title>
		<link>https://memontum.com/disperkim-jombang-alokasikan-rp-159-miliar-untuk-perbaikan-jembatan-penghubung-brosot</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Oct 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[alokasikan]]></category>
		<category><![CDATA[brosot]]></category>
		<category><![CDATA[disperkim]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan]]></category>
		<category><![CDATA[miliar]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>
		<category><![CDATA[perbaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201101</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Jombang melakukan pembangunan Jembatan Brodot yang rusak karena diterjang banjir pada 2019 dan 2021. Jembatan Brodot itu, menjadi akses jalan penghubung di Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Kadisperkim) Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, mengatakan bahwa pembangunan jembatan itu dilakukan setelah kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Jombang melakukan pembangunan Jembatan Brodot yang rusak karena diterjang banjir pada 2019 dan 2021. Jembatan Brodot itu, menjadi akses jalan penghubung di Dusun Delik, Desa Brodot, Kecamatan Bandarkedungmulyo.</p>



<p>Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Kadisperkim) Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, mengatakan bahwa pembangunan jembatan itu dilakukan setelah kondisi jembatan hancur karena luapan aliran Sungai Konto, akibat banjir pada 2019 serta 2021</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perkim Kabupaten Jombang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,59 miliar untuk pembangunan Jembatan Brodot,&#8221; katanya, Minggu (08/10/2023) tadi.</p>



<p>Jembatan yang terletak di Dusun Delik, Desa Brodot, ujarnya, itu memiliki panjang sekitar 21 meter dan lebar sekitar 3,5 meter. &#8220;Pembangunan jembatan yang menjadi akses penghububung di Dusun Delik, Desa Brodot, ini diharapkan bisa semakin memperlancar aktifitas masyarakat sekitar,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Proses pengerjaan Jembatan Brodot sendiri, tambahnya, saat ini sudah sampai tahap percepatan pengerjaan dan sayap jembatan. &#8220;Sedangkan pengerjaan gelagar sudah selesai dikerjakan di workshop, tinggal menunggu kesiapan abutmen untuk segera bisa dilakukan pemasangan,&#8221; paparnya. <strong>(azl/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201101</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
