<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penghujan, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penghujan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Nov 2024 10:59:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penghujan, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>KPU RI Pastikan Pelaksanaan Pilkada Serentak Aman di Tengah Musim Penghujan</title>
		<link>https://memontum.com/kpu-ri-pastikan-pelaksanaan-pilkada-serentak-aman-di-tengah-musim-penghujan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pelaksanaan]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[serentak]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216325</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) telah menyiapkan beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi Pilkada Serentak yang akan berlangsung pada musim penghujan. Yakni, mulai dari skema pengiriman khusus, bekerja sama dengan BMKG dan sejumlah pihak terkait. Ketua Divisi Perencanaan, Keuangan, Umum, Rumah Tangga, dan Logistik KPU RI, Yulianto Sudrajat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) telah menyiapkan beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi Pilkada Serentak yang akan berlangsung pada musim penghujan. Yakni, mulai dari skema pengiriman khusus, bekerja sama dengan BMKG dan sejumlah pihak terkait.</p>



<p>Ketua Divisi Perencanaan, Keuangan, Umum, Rumah Tangga, dan Logistik KPU RI, Yulianto Sudrajat, menyampaikan jika di musim penghujan ini juga harus menghadapi beberapa medan geografis yang sulit. Terutama di daerah terdepan, terluar dan terpencil (3T).</p>



<p>“Kami sudah mengantisipasi curah hujan tinggi di beberapa wilayah, termasuk area 3T dengan medan geografis yang tidak mudah, seperti Kabupaten Malang yang berada di daerah pantai. Kami telah memetakan jalur distribusi dan menetapkan kapan distribusi harus diberangkatkan, karena itu kan berjenjang dari KPU pusat hingga ke tingkat TPS,” kata Yulianto, Sabtu (09/11/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Yulianto juga menjelaskan, bahwa skema distribusi logistik mencakup penggunaan moda transportasi yang aman dan tertutup, terutama untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau. Dalam hal ini juga ditekankan pentingnya penggunaan mobil box tertutup dan kerja sama dengan TNI/Polri untuk wilayah dengan medan ekstrem.</p>



<p>&#8220;Kita bekerjasama dengan TNI/Polri karena mereka kan mempunyai armada yang sangat tangguh. Lalu kalau di daerah kepulauan itu kami bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan dan TNI AL. Karena kalau gelombang transportasi tinggi kan tidak mampu menembus. Daerah dengan akses laut yang sulit seperti Papua dan Maluku Utara sudah kami antisipasi dengan pola distribusi yang mirip saat Pemilu 2024 kemarin,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Di sisi lain, KPU juga bekerja sama dengan Bawaslu dalam pengawasan dan mengantisipasi potensi kecurangan yang terjadi saat Pilkada 2024. Dalam hal ini KPU juga melakukan penguatan bimbingan teknis (bimtek) terkait pemungutan dan penghitungan suara.</p>



<p>&#8220;Itu dilakukan untuk memastikan proses Pilkada Serentak 2024 dapat berjalan transparan dan sesuai aturan. Kegiatan bimtek dilakukan berjenjang mulai dari KPU pusat hingga ke tingkat PPS di desa atau kelurahan. Dalam pengawasan pelanggaran berada di ranah Bawaslu, namun kami berkolaborasi untuk memastikan setiap tahapan pemungutan dan penghitungan suara berjalan sesuai prosedur,” imbuh Yulianto. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216325</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bakesbangpol Kota Malang Pastikan TPS Pilkada 2024 Aman dari Banjir di Musim Penghujan</title>
		<link>https://memontum.com/bakesbangpol-kota-malang-pastikan-tps-pilkada-2024-aman-dari-banjir-di-musim-penghujan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bakesbangpol]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215468</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang pastikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pilkada Serentak 2024 di Kota Malang berada di lokasi yang aman dan tidak rawan banjir. Apalagi, saat ini tengah memasuki musim penghujan. Plt Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Alie Mulyanto, menegaskan bahwa tidak ada kewajiban TPS untuk berada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang pastikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pilkada Serentak 2024 di Kota Malang berada di lokasi yang aman dan tidak rawan banjir. Apalagi, saat ini tengah memasuki musim penghujan.</p>



<p>Plt Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Alie Mulyanto, menegaskan bahwa tidak ada kewajiban TPS untuk berada di dalam ruangan. Apabila menggunakan tenda atau berada diluar ruangan, maka harus yang benar-benar aman.</p>



<p>&#8220;Yang penting adalah aman. Jangan di tempat yang rawan banjir, tapi tidak ada kewajiban TPS harus di dalam ruangan,&#8221; jelas Alie, Rabu (16/10/2024) tadi.</p>



<p>Hingga saat ini, menurut Alie belum ada laporan mengenai daerah yang rawan terhadap potensi bencana. Namun, tahapan kampanye tetap diwaspadai sebagai potensi kerawanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Tetapi sampai sekarang juga belum ada laporan terkait kerawanan tersebut,” katanya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkannya bahwa lima kecamatan yang ada di Kota Malang tentunya wajib diwaspadai terkait dengan keamanannya. Dipastikan, semua mendapat perhatian khusus terkait dengan kelancaran, keamanan dan kenyamanan pada seluruh tahapan Pilkada.</p>



<p>“Semua kecamatan akan diantisipasi. Kami bersama Bawaslu membentuk beberapa kelompok kerja (Pokja) terkait netralitas, keamanan dan administrasi,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, untuk Pokja tersebut nantinya melibatkan unsur dari Inspektorat, Satpol PP, Kominfo, serta Bawaslu melalui Gakkumdu. Selain itu, Pokja Alat Peraga Kampanye (APK) dan tim administrasi juga dibentuk, dengan melibatkan BKAD dan Bakesbangpol.</p>



<p>“Dengan koordinasi ini, harapannya Pilkada Serentak di Kota Malang ini dapat berlangsung aman dan tanpa meninggalkan persoalan-persoalan lain di kemudian hari,” imbuh Alie. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215468</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Penghujan, Dinkes Kota Malang Imbau Penyakit Leptospirosis Akibat Kencing Tikus</title>
		<link>https://memontum.com/musim-penghujan-dinkes-kota-malang-imbau-penyakit-leptospirosis-akibat-kencing-tikus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Feb 2024 05:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[kencing]]></category>
		<category><![CDATA[leptospirosis]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=205926</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki musim penghujan, beberapa penyakit perlu diwaspadai. Diantaranya, Deman Berdarah (DB) yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan penyakit Leptospirosis, yang ditularkan melalui kencing tikus. Karena itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Meifta Eti Winindar, memberikan imbauan pada masyarakat. Yakni, menghindari kontak dengan lingkungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memasuki musim penghujan, beberapa penyakit perlu diwaspadai. Diantaranya, Deman Berdarah (DB) yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan penyakit Leptospirosis, yang ditularkan melalui kencing tikus.</p>



<p>Karena itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Meifta Eti Winindar, memberikan imbauan pada masyarakat. Yakni, menghindari kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).</p>



<p>“Menjaga higienis sanitasi lingkungan juga perlu dilakukan, seperti kebersihan tempat sampah atau rongsokan, menutup genangan dan mengurangi jumlah tikus. Lalu, gunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, sepatu boot, masker, terlebih ketika beraktivitas dengan lingkungan terkontaminasi,” jelas Meifta, saat dihubungi, Jumat (09/02/2024) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Ditambahkan Meifta, jika gejala dari penyakit Leptospirosis, yaitu demam (&gt; 38,5 derajat celcius) dengan atau sakit kepala, badan lemas, nyeri otot, mata atau kulit kuning, kemerahan pada mata dan tidak kencing atau kencing sedikit dengan warna kecoklatan (seperti teh). Penularannya sendiri, pun bisa terjadi bila kontak dengan lingkungan, air, tanah becek atau lumpur yang mengandung bakteri Leptospira sp.</p>



<p>“Dimana bakteri itu masuk ke tubuh melalui kulit luka, selaput mukosa (mata, hidung, mulut) yang kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi kencing (urin) tikus selama satu sampai dua minggu,” katanya.</p>



<p>Untuk pengobatannya, menurut Meifta, yakni dengan antibiotik. Namun, apabila terlambat dapat mengakibatkan kematian.</p>



<p>“Segera berobat ke Fasyankes apabila mengalami salah satu gejala tersebut, jangan menunda. Jangan sampai ada kasus kematian karena bakter leptospirosis ini,” imbuh Meifta. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">205926</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Musim Penghujan, Rumah Warga Probolinggo Ludes Terbakar</title>
		<link>https://memontum.com/musim-penghujan-rumah-warga-probolinggo-ludes-terbakar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2024 05:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=204503</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Musim penghujan bukan jaminan tidak terjadi peristiwa kebakaran. Kondisi itulah yang menimpa rumah milik Santoso (55), warga Dusun Karanganyar, Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, yang hangus terbakar, Senin (15/01/2024) tadi. Untuk dugaan sementara, kebakaran tersebut diduga akibat nyala obat nyamuk yang membakar tempat tidur korban. Kapolsek Krejengan, Iptu Marudji, mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Probolinggo</strong> &#8211; Musim penghujan bukan jaminan tidak terjadi peristiwa kebakaran. Kondisi itulah yang menimpa rumah milik Santoso (55), warga Dusun Karanganyar, Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, yang hangus terbakar, Senin (15/01/2024) tadi. Untuk dugaan sementara, kebakaran tersebut diduga akibat nyala obat nyamuk yang membakar tempat tidur korban.</p>



<p>Kapolsek Krejengan, Iptu Marudji, mengatakan bahwa kali pertama peristiwa tersebut diketahui tetangga korban sekitar pukul 08.50. Saat itu, kobaran api muncul dari dalam rumah korban.</p>



<p>Mengetahui hal tersebut, tambahnya, langsung meminta tolong warga sekitar. Tak lama kemudian, warga berdatangan melakukan pemadaman dengan alat seadanya.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Saat kebakaran, pemilik rumah sedang bekerja. Korban beserta istrinya bekerja di sawah dan rumah dalam keadaan kosong,&#8221; terangnya.</p>



<p>Sayangnya, usaha tersebut belum membuahkan hasil. Api terus membesar dan membakar seisi rumah yang terbuat semi permanen tersebut. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke petugas kepolisian dan Damkar Kabupaten Probolinggo.</p>



<p>&#8220;Alhasil, tidak menunggu waktu lama petugas berhasil memadamkan api tersebut,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Iptu Marudji menambahkan, berdasarkan dari keterangan pihak keluarga, diduga api berasal dari obat nyamuk yang masih menyala di dalam kamar korban. &#8220;Tidak ada korban jiwa, tetapi terdapat kerugian materil sekitar Rp 75 juta,&#8221; katanya. <strong>(nun/pix/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">204503</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hadapi Musim Penghujan Tinggi, Gubernur Khofifah Ingatkan Pelaku Wisata Lakukan Siaga Bencana</title>
		<link>https://memontum.com/hadapi-musim-penghujan-tinggi-gubernur-khofifah-ingatkan-pelaku-wisata-lakukan-siaga-bencana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[hadapi]]></category>
		<category><![CDATA[ingatkan]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<category><![CDATA[tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201131</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin apel Siaga Darurat Bencana menghadapi musim hujan 2023-2024 yang melibatkan seluruh Forkopimda Kota Batu, Kalaksa BPBD Kabupaten/Kota se Jawa Timur serta elemen siaga bencana Kota Batu, di sebuah tempat wisata di Kota Batu, Selasa (06/11/2023) tadi. Seusai kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan agar pelaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin apel Siaga Darurat Bencana menghadapi musim hujan 2023-2024 yang melibatkan seluruh Forkopimda Kota Batu, Kalaksa BPBD Kabupaten/Kota se Jawa Timur serta elemen siaga bencana Kota Batu, di sebuah tempat wisata di Kota Batu, Selasa (06/11/2023) tadi. Seusai kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan agar pelaku wisata siaga bencana dalam memasuki musim penghujan ini.</p>



<p>&#8220;Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, diprediksi musim hujan turun pada November tahun ini dengan intensitas dua kali lipat lebih tinggi,&#8221; terang Gubernur Khofifah.</p>



<p>Dirinya memperkirakan, bencana yang kemungkinan besar dihadapi oleh area wisata saat intensitas hujan tinggi adalah tanah longsor. Kondisi itu, adalah imbas dari kemarau panjang yang berdampak pula pada keretakan tanah. Sehingga, saat musim hujan turun akan menyebabkan resiko terjadinya bencana.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>&#8220;Dan, selama ini area wisata sangat beresiko tinggi terjadinya bencana saat intensitas hujan tinggi,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dalam kondisi tersebut, dirinya berharap semua memiliki kepedulian serta mitigasi terhadap area-area yang memiliki resiko bencana rendah, sedang maupun tinggi. &#8220;Intinya, apel siaga darurat ini segera harus dilakukan. Segera dilakukan pemetaan secara detail, yang kemudian berdampak jika intensitas hujan tinggi. Maka resiko dari bencana-bencana harus kita lakukan kesiapsiagaan,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Direktur Taman Rekreasi Selecta, Sujud Hariadi, mengatakan dalam antisipasi itu pihak tempat wisatanya sudah menyiapkan sebanyak 25 orang petugas keselamatan dan kesehatan kerja. Di mana, petugas tersebut disiagakan apabila terjadi bencana atau kecelakaan terhadap pengunjung.</p>



<p>&#8220;Karena posisi tempat kami dihimpit pegunungan dan lembah, maka di tahun ini kita sudah siapkan 25 tenaga untuk siaga bencana. Dan, tahun ini tentunya akan turut lakukan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi,&#8221; tegasnya.<strong> (put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201131</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Masuki Musim Penghujan, BPBD Kota Malang Siaga Bencana Tanah Longsor</title>
		<link>https://memontum.com/masuki-musim-penghujan-bpbd-kota-malang-siaga-bencana-tanah-longsor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 04:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masuki]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=201078</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki musim penghujan, beberapa bencana perlu diwaspadai. Seperti, bencana tanah longsor yang kerap kali terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika dengan curah hujan yang tinggi, mengakibatkan kontur permukaan tanah di sepanjang Das Brantas menjadi melunak dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memasuki musim penghujan, beberapa bencana perlu diwaspadai. Seperti, bencana tanah longsor yang kerap kali terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.</p>



<p>Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Prayitno, menyampaikan jika dengan curah hujan yang tinggi, mengakibatkan kontur permukaan tanah di sepanjang Das Brantas menjadi melunak dan permukaan tanah mudah rapuh. Sehingga, itu perlu diwaspadai.</p>



<p>“Untuk masyarakat yang tinggal di sepanjang das brantas utamanya harus selalu waspada. Karena jika curah hujan tinggi, maka debit air itu tinggi. Otomatis bagian bawah tebing terkikis, terjadi penurunan kualitas dan menjadi lebih rapuh, utamanya sungai di belokan-belokan,” jelas Prayitno, Selasa (07/11/2023) tadi.</p>



<p>Untuk mengantisipasi bencana tersebut, ujarnya, BPBD Kota Malang juga berencana akan memasang rambu peringatan atau Early Warning System (EWS) Tanah longsor di satu titik. Selain itu, juga memberikan edukasi kepada masyarakat.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Kami memberikan edukasi ke masyarakat bahwa di lokasi ini sudah terpasang rambu, area ini rawan longsor, apalagi kalau hujan juga harus waspada. Jangan sampai terjadi longsor yang mengakibatkan rumah ambrol dan ada korban jiwa,” tambahnya.</p>



<p>Disebutkan Prayit, jika Das Brantas tersebut melintasi mulai dari Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru, kemudian Kelurahan Penanggungan Kecamatan Klojen, Kampung Putih, Kelurahan Muharto Kecamatan Blimbing, hingga Kelurahan Bumiayu dan Kelurahan Mergosono Kecamatan Kedungkandang.</p>



<p>“Sehingga sepanjang ruas itu harapan kami waspada. Memang rumah itu semua di pinggir sungai. Walaupun kami sudah sosialisasikan, faktanya masyarakat sudah tinggal lama. Jadi kami tetap meminta masyarakat, pak lurah waspada. Utamanya yang di pinggir sungai,” katanya.</p>



<p>Diakhir, Prayitno berharap kedepan nantinya dapat mengusulkan EWS di titik-titik yang belum terjangkau. Selain itu, juga dilakukan kerja sama dengan instansi terkait, seperti Badan Wilayah Sungai (BBWS) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, untuk mengambil langkah-langkah lain yang dapat membantu meminimalkan dampak longsor.</p>



<p>“Selain EWS, beberapa upaya fisik, seperti pemasangan bronjong di daerah seperti Gang Sate di Lesanpuro, telah diambil untuk mengurangi dampak potensi longsor. BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga keselamatan warga dan meredakan ancaman bencana di daerah Das Brantas,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">201078</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Musim Penghujan, DPUPRPKP Kota Malang Lakukan Percepatan Proyek Drainase</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-musim-penghujan-dpuprpkp-kota-malang-lakukan-percepatan-proyek-drainase</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Oct 2023 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPRPKP]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<category><![CDATA[percepatan]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200459</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Memasuki musim penghujan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, berupaya melakukan percepatan dalam menyelesaikan proyek drainase. Penyelesaian itu, menjadi prioritas di tahun 2023 ini. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika saat ini sebagian besar dari 34 titik proyek drainase sudah mencapai tahap akhir. Pihaknya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Memasuki musim penghujan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, berupaya melakukan percepatan dalam menyelesaikan proyek drainase. Penyelesaian itu, menjadi prioritas di tahun 2023 ini.</p>



<p>Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menyampaikan jika saat ini sebagian besar dari 34 titik proyek drainase sudah mencapai tahap akhir. Pihaknya berharap, bahwa semua proyek drainase nantinya dapat segera terselesaikan dalam Oktober ini.</p>



<p>“Kita percepat semuanya. Kalau drainase, bulan ini selesai semua. Ada 34 titik dan sebagian sudah selesai. Paling tinggal 10 yang masih berproses, tetapi bulan ini selesai semua,” kata Dandung, Kamis (26/10/2023) tadi.</p>



<p>Pihaknya juga menyampaikan, jika saat musim hujan tiba, apabila ada drainase yang memerlukan penanganan, maka akan ditangani. Karena telah menjadi prioritasnya.</p>



<p>“Untuk tahun depan pun prioritas kita juga tetep di drainase dan jalan. Cuma berapa titik belum tahu karena anggaran masih belum dapat alokasi. Tapi tetap kita prioritaskan di sana, artinya kita berharap permasalahan banjir bisa kita atasi, paling tidak kita kurangi. Biar kegiatan perekonomian masyarakat bisa tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Saat disinggung mengenai proyek Bosem (Bangunan Pengendali Air Hujan) di Kota Malang, menurutnya tidak memiliki dampak yang signifikan dalam persiapan menghadapi musim hujan. Pihaknya menekankan, bahwa drainase tetap yang utama.</p>



<p>&#8220;Lebih efektif drainase, karena kalau Bosem, air tidak melalui sana. Sehingga, aliran air bisa dialirkan keluar. Tapi kalau drainase bulan ini selesai semua, 100 persen semuanya,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Namun, dengan begitu pihaknya berharap beberapa proyek (drainase dan bosem) yang ada di Kota Malang nantinya dapat mengurangi genangan air selama musim hujan sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200459</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Musim Penghujan, DPUPR Kota Batu Normalisasi Kali Paron</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-musim-penghujan-dpupr-kota-batu-normalisasi-kali-paron</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 06:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200129</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu melakukan normalisasi Kali Paron di Dusun Beru, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. Upaya ini dilakukan, karena setiap musim hujan sungai tersebut menjadi langganan banjir. Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan bahwa salah satu sungai yang di normalisasi adalah Kali Paron. Normalisasi sendiri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu melakukan normalisasi Kali Paron di Dusun Beru, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. Upaya ini dilakukan, karena setiap musim hujan sungai tersebut menjadi langganan banjir.</p>



<p>Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan bahwa salah satu sungai yang di normalisasi adalah Kali Paron. Normalisasi sendiri dilakukan dengan cara mengeruk sedimentasi sebelum datangnya musim hujan harus dilakukan.</p>



<p>&#8220;Jadi, kami melakukan normalisasi di Kali Paron. Upaya ini dilakukan, sebelum datangnya musim hujan, agar tatkala hujan aliran air bisa normal&#8221; terangnya di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (20/10/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Alfi menjelaskan, tujuan normalisasi tersebut untuk meningkatkan fungsi sungai agar dapat mengantisipasi naiknya debit air ke permukaan tanah. &#8220;Kali Paron hampir setiap tahun sedimen sangat tebal. Ini yang membuat air meluber ketika intensitas hujan cukup tinggi dan bisa menimbulkan banjir,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Menurutnya, setiap musim penghujan Kali Paron sudah menjadi langganan banjir. &#8220;Tentunya, melihat kondisi Kali Paron yang sudah menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Maka, kami prioritaskan untuk dilakukan normalisasi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Jika tidak dilakukan pengerukan secara rutin, ujarnya, maka hal tersebut dapat menyebabkan sungai menjadi dangkal. Hal itu mengurangi nilai fungsi sebagai tempat untuk menampung air. &#8220;Kami angkat dari sedimen itu yaitu tanah dan sampah rumah tangga. Jadi, kami berharap agar masyarakat lebih peduli pada lingkungan. Dan, normalisasi ini dibutuhkan waktu sekitar satu bulan,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200129</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Musim Penghujan, DBD Jadi Warning Dinkes untuk Warga Malang Selatan</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-musim-penghujan-dbd-jadi-warning-dinkes-untuk-warga-malang-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Sep 2023 09:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penghujan,]]></category>
		<category><![CDATA[selatan]]></category>
		<category><![CDATA[warning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198956</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Menjelang datangnya musim penghujan, wanti-wanti dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Itu karena, musim penghujan tidak hanya rentan pada bencana, namun juga pada genangan air yang juga bisa memunculkan jentik nyamuk. &#8220;Memasuki musim penghujan, tentunya untuk Kabupaten Malang, tidak hanya antisipasi pada bencana. Namun, juga terhadap genangan air yang bisa memunculkan jentik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Malang</strong> &#8211; Menjelang datangnya musim penghujan, wanti-wanti dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Itu karena, musim penghujan tidak hanya rentan pada bencana, namun juga pada genangan air yang juga bisa memunculkan jentik nyamuk.</p>



<p>&#8220;Memasuki musim penghujan, tentunya untuk Kabupaten Malang, tidak hanya antisipasi pada bencana. Namun, juga terhadap genangan air yang bisa memunculkan jentik nyamuk. Hal inilah, yang juga perlu diantisipasi,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, Kamis (21/09/2023) tadi.</p>



<p>Untuk wilayah kabupaten (Malang, red), paparnya, beberapa titik yang perlu diantisipasi dalam penyakit demam berdarah (DBD) adalah wilayah Malang Selatan. Adapun lokasi penyebarannya, itu di beberapa kecamatan di sana.</p>



<p>&#8220;Untuk wilayah penyebarannya, itu merata. Karenanya, wilayah Malang Selatan, agar senantiasa waspada,&#8221; imbuhnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Hal-hal yang perlu diantisipasi, imbuhnya, tentu tetap sama. Yaitu, menguras, membersihkan dan mengubur, terhadap segala sesuatu yang kemungkinan bisa mengakibatkan jentik nyamuk. Sehingga, kemungkinan nyamuk bisa berkembang, bisa diantisipasi sejak awal.</p>



<p>&#8220;Antisipasi tetap sama, namun warga sekali lagi harus mengantisipasi adanya genangan air. Karena dengan adanya musim penghujan, maka secara otomatis akan mengakibatkan genangan air,&#8221; lanjutnya.</p>



<p>Begitu teridentifikasi adanya jentik nyamuk, lanjut Wiyanto, warga pun diharapkan bisa responsif. Artinya, segera melaporkan dan jika diperlukan bisa melakukan pengajuan fogging.</p>



<p>&#8220;Untuk warga yang terkena DBD, hal yang perlu menjadi perhatian, yaitu tatkala sakit demam selama empat hari terurutan. Sebisa mungkin, jika kondisi dialami, maka harus segera berobat,&#8221; lanjutnya. <strong>(sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198956</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
