<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penginapan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penginapan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Oct 2025 09:55:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penginapan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Gelaran Festival Gandrung Sewu 2025 Beri Dampak Karambol Pelaku UMKM hingga Penginapan Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/gelaran-festival-gandrung-sewu-2025-beri-dampak-karambol-pelaku-umkm-hingga-penginapan-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung]]></category>
		<category><![CDATA[gelaran]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[karambol]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227119</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Gelaran Festival Gandrung Sewu 2025 sukses memukau ribuan masyarakat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025) tadi. Tidak hanya menjadi magnet pariwisata, pagelaran tari kolosal yang dimeriahkan 1.400 penari, ini juga membawa berkah bagi pelaku UMKM hingga sektor akomodasi di Kabupaten Banyuwangi. Ratusan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pelaksanaan Gandrung Sewu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Gelaran Festival Gandrung Sewu 2025 sukses memukau ribuan masyarakat di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025) tadi. Tidak hanya menjadi magnet pariwisata, pagelaran tari kolosal yang dimeriahkan 1.400 penari, ini juga membawa berkah bagi pelaku UMKM hingga sektor akomodasi di Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>Ratusan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pelaksanaan Gandrung Sewu, pun mendulang rezeki. Dagangannya laris manis diserbu warga dan wisatawan, yang menyaksikan Gandrung Sewu.</p>



<p>Bahkan, para pedagang tampak sibuk melayani pembeli. Antusiasme penonton yang hadir dari penjuru Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia, membuat omzet mereka melonjak tajam.</p>



<p>“Alhamdulilah, omzet kami meningkat. Hari ini saja bisa tembus Rp 2 juta. Kalau hari biasanya, ya mentok sampai Rp 1 juta,” ujar Pedagang Bakpao Panda, Selvi, yang biasa berjualan di Jalan Kepiting, Banyuwangi.</p>



<p>Para pedagang ini, sudah mengisi stand-stand UMKM sejak Kamis (23/10/2035) lalu. Mereka difasilitasi berjualan selama tiga hari hingga pagelaran Gandrung Sewu selesai.</p>



<p>Pedagang lainnya, Mas Ulah yang berjualan es teler alpukat kocok dan manisan buah kering, juga meraup omzet jutaan rupiah selama tiga hari berjualan. “Alhamdulilah, laris manis jualan saya. Terima kasih Ibu Bupati yang telah konsisten menggelar berbagai event di Banyuwangi, seperti saat ini Gandrung Sewu. Membuat UMKM seperti kami terbantu menambah pendapatan,” ungkapnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Begitupun yang dirasakan Nanang, penjual es asongan. Dirinya mengaku selalu berjualan minuman keliling setiap ada event yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi.</p>



<p>“Saya mulai berjualan jam 9 pagi, hingga sore omzet yang saya hasilkan sudah sekitar Rp500 ribu. Alhamdulilah bisa menambah penghasilan. Semoga Gandrung Sewu terus digelar kedepannya,” harapnya.</p>



<p>Tidak hanya pelaku UMKM, sektor penginapan juga ikut menikmati dampaknya. Sejumlah hotel dan homestay mencatat tingkat hunian hampir penuh menjelang hari pelaksanaan festival.</p>



<p>“Alhamdulilah sampai tadi malam tingkat hunian tamu hotel kami mencapai 90 persen. Mudah-mudahan event-event selanjutnya juga terus memberikan dampak positif,” kata General Manager Aston Banyuwangi Hotel &amp; Conference Center, Catur Rahmadi.</p>



<p>Bahkan, festival yang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) tersebut juga mendongkrak pendapatan jasa rias penari Gandrung dan penyedia kostum. Begitupun sektor transportasi, semua merasakan manfaatnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa berbagai event yang diselenggarakan Banyuwangi, termasuk Gandrung Sewu ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung pertumbuhan berbagai sektor ekonomi di Banyuwangi. “Tujuan utama kita tidak hanya memperkenalkan Banyuwangi. Tapi menggerakkan semua sektor, agar semuanya berdampak, dan semuanya bisa merasakan multiplier effect pariwisata yang tumbuh di Banyuwangi,” kata Bupati Ipuk. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227119</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Potensi Kunjungan MCC Terus Meningkat, Keberadaan Penginapan Mulai Disiapkan</title>
		<link>https://memontum.com/potensi-kunjungan-mcc-terus-meningkat-keberadaan-penginapan-mulai-disiapkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Sep 2023 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[disiapkan]]></category>
		<category><![CDATA[keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199018</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang yang telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang periode 2018-2023, Sutiaji, Jumat (22/09/2023) lalu, telah memberikan kebermanfaatan bagi pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dan masyarakat Kota Malang. Seiring pengembangan itu, rencana barupun disiapkan sebagai bagian mengatasi perkembangan MCC. Koordinator [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Gedung Malang Creative Center (MCC) Kota Malang yang telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang periode 2018-2023, Sutiaji, Jumat (22/09/2023) lalu, telah memberikan kebermanfaatan bagi pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dan masyarakat Kota Malang. Seiring pengembangan itu, rencana barupun disiapkan sebagai bagian mengatasi perkembangan MCC.</p>



<p>Koordinator Malang Creative Fusion (MCF), Dadik Wahyu Chang, menyampaikan jika salah satu kendala yang dihadapi saat ini yaitu kebutuhan penginapan bagi para pengujung gedung tersebut. “Kebanyakan mereka memanfaatkan Gedung MCC untuk pelatihan-pelatihan yang kadang butuh waktu dua sampai tiga hari. Nah ternyata, mereka butuh yang namanya penginapan,” ungkap Dadik, Sabtu (30/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sebelumnya, di dalam gedung tersebut telah direncanakan akan disediakan hotel kapsul. Namun, hal tersebut batal untuk direalisasikan. Sehingga, pihaknya berharap ke depan bisa bersinergi dengan kampung-kampung yang ada di sekitar Gedung MCC tersebut.</p>



<p>“Semoga kedepannya bisa bersinergi dengan kampung sebelah. Menjadi sebuah wisata baru, juga menginapnya wisatawan di lokasi. Begitu juga MCC, tetap mengoptimalkan pemanfaatan pelatihan di Gedung MCC, dengan memiliki hal serupa,” katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika dalam mengatasi hal tersebut nantinya diperlukan Focus Group Discussion (FGD) terlebih dahulu. Termasuk, para pelaku Ekraf dan juga warga sekitar.</p>



<p>“Butuh penguatan, butuh kesiapan dan perlu sinergitas serta pemikiran. Saat ini belum ada gambaran bagaimana, tapi yang jelas pemantiknya adalah kita butuh penginapan. Lalu kita ingin ajak masyarakat untuk dilibatkan,” tambahnya.</p>



<p>Secara terpisah, Ketua RT05 RW08 Kelurahan Blimbing, Yudianto, menyambut baik dengan adanya tujuan positif dalam menghadapi masalah tersebut. Namun, dirinya menekankan pentingnya untuk dilakukan komunikasi secara intens dengan warga sekitar.</p>



<p>“Kalau kami yang penting adalah komunikasi. Jadi butuh komunikasi dulu dengan RW, lalu RT dan juga sosialisasi ke masyarakat. Karena kami bisa paham dan tahu kalau diajak komunikasi,” imbuh Yudi.<strong> (rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199018</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beri Kesempatan Wisatawan Nikmati Suasana Kian Dalam, Pokdarwis Kayutangan Mulai Rintis Penginapan</title>
		<link>https://memontum.com/beri-kesempatan-wisatawan-nikmati-suasana-kian-dalam-pokdarwis-kayutangan-mulai-rintis-penginapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2023 04:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dalam]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[nikmati]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan]]></category>
		<category><![CDATA[Pokdarwis]]></category>
		<category><![CDATA[rintis]]></category>
		<category><![CDATA[suasana]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198825</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perkembangan Kawasan Kayutangan Heritage yang kian membuncah hingga nasional bahkan internasional, kini tengah mencoba merintis penginapan di dalam Kampung Kayutangan Heritage. Hal tersebut, disiapkan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke kampung Kayutangan sekaligus menikmati suasana malam bersama warga di Kayutangan. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, menyampaikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perkembangan Kawasan Kayutangan Heritage yang kian membuncah hingga nasional bahkan internasional, kini tengah mencoba merintis penginapan di dalam Kampung Kayutangan Heritage. Hal tersebut, disiapkan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke kampung Kayutangan sekaligus menikmati suasana malam bersama warga di Kayutangan.</p>



<p>Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati, menyampaikan jika saat ini disekeliling kawasan Kayutangan Heritage, beberapa perhotelan sudah ada di Koridor Kayutangan Heritage. Namun, tidak sedikit dari para wisatawan yang berkunjung ke dalam Kampung Kayutangan Heritage, juga ingin memiliki pengalaman tinggal bersama warga. Karenanya, ini yang akan dicoba fasilitasi.</p>



<p>“Jadi, memang untuk penginapan saat ini yang lagi kita rintis. Ini lokasinya di dalam kampung, namun kita juga tidak mewajibkan. Karena memang di sekitar kampung kita, itu ada sektor perhotelan. Wisatawan memang ada yang ingin memiliki pengalaman untuk tinggal bersama dengan warga yang ada di dalam kampung,” kata Mila, Selasa (26/09/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Meskipun dalam perkembangan mengenai penginapan saat ini belum signifikan, namun Kampung Kayutangan Heritage telah menyiapkan setidaknya ada tiga penginapan. &#8220;Dalam penilaian ADWI kemarin, mengenai penginapan juga sudah dilihat. Beberapa memang untuk penginapannya kita memakai kamar dari beberapa rumah warga yang bersedia. Yang ingin menginap itu tidak banyak, tapi mesti ada,” katanya.</p>



<p>Dengan adanya penginapan tersebut, diharapkan nantinya juga akan membangkitkan potensi yang ada di dalam Kampung Kayutangan Heritage. Sehingga, terus memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar kampung.</p>



<p>Sebagai informasi, perkembangan Kawasan Kampung Kayutangan Heritage tersebut telah menjadi legacy dari pimpinan sebelumnya yakni Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko. Bahkan, dorongan dalam pengembangan kawasan tersebut terus dilakukan. Mulai dari branding yang terus dikuatkan, tour guide hingga menjadi satu kesatuan paket wisata di wilayah Malang Raya. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198825</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sempat Disegel karena Dugaan Prostitusi, Dua Penginapan di Tlogomas Mulai Beroperasi</title>
		<link>https://memontum.com/sempat-disegel-karena-dugaan-prostitusi-dua-penginapan-di-tlogomas-mulai-beroperasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2023 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beroperasi]]></category>
		<category><![CDATA[di]]></category>
		<category><![CDATA[Disegel]]></category>
		<category><![CDATA[dua]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan]]></category>
		<category><![CDATA[karena]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[mulai]]></category>
		<category><![CDATA[penginapan]]></category>
		<category><![CDATA[prostitusi]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[sempat]]></category>
		<category><![CDATA[tlogomas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=191999</guid>

					<description><![CDATA[Memontum kota Malang &#8211; Setelah sempat dilakukan penyegelan selama kurang lebih sebulan, dua penginapan di Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, yang sebelumnya sempat diduga jadi tempat prostitusi, akhirnya mulai beroperasi kembali, Selasa (27/06/2023) tadi. Beroperasinya penginapan, tentunya dengan beberapa persyaratan sesuai dengan berita acara yang telah disepakati bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Kepala Bidang Ketentraman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum kota Malang</strong> &#8211; Setelah sempat dilakukan penyegelan selama kurang lebih sebulan, dua penginapan di Kelurahan Tlogomas, Kota Malang, yang sebelumnya sempat diduga jadi tempat prostitusi, akhirnya mulai beroperasi kembali, Selasa (27/06/2023) tadi. Beroperasinya penginapan, tentunya dengan beberapa persyaratan sesuai dengan berita acara yang telah disepakati bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.</p>



<p>Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat, menyampaikan jika ada beberapa persyaratan dasar yang dilakukan untuk membuka segel dan banner penutupan ke dua penginapan. Diantaranya, yaitu terkait dengan perizinan yang telah tercatat di Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP)</p>



<p>“Perizinan dari PMPTSP di OSS nomor induk usahanya bukan hotel. Baik itu hotel bintang maupun melati. Di sini, ternyata hanya Klarifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 55900 akomodasi lainnya untuk kegiatan usaha dengan jangka waktu tertentu, yaitu penginapan dengan jangka waktu tertentu. Contohnya rumah kos,” jelas Rahmat, seusai melakukan pembukaan segel dan banner tadi.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Sehingga, pihaknya memverifikasi terkait dengan izin rumah kos sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2006 tentang penyelenggaraan pemondokan. Di dalam aturan itu, bisa berjalan apabila pengelola atau pemilik melaksanakan rumah kos.</p>



<p>“Rumah kos di sini salah satu syarat utamanya tidak boleh campur. Harus jelas, antara putri atau putra. Tapi berdasarkan berita acara tadi, di sini dua-duanya menyatakan sama-sama kos putra dan suami istri (pasutri). Tentu, ini tidak boleh memasukkan tamu lawan jenis ke dalam kamar. Kecuali, dengan menunjukkan surat nikah,” ujarnya.</p>



<p>Lalu, kedua kos-kosan tersebut menurutnya harus memiliki fasilitas ruang tamu. Dimana, itu difungsikan bagi tamu yang berkunjung dan berlawanan jenis. Namun, disebutkan jika ada catatan yang paling krusial, yaitu masalah tempat parkir.</p>



<p>“Ke dua pemilik usaha sepakat bahwasanya tamu di sini hanya menyesuaikan dengan daya tampung parkir yang ada. Jadi, kalau daya parkirnya hanya cukup berapa kamar ya itu. Ke depan, apabila meluber ke jalan, maka siap untuk membongkar bangunan dalam untuk disediakan parkir,” lanjutnya.</p>



<p>Selain itu, kedua kos-kosan tersebut juga siap melaksanakan Perda Nomor 8 tahun 2005 tentang tempat larangan pelacuran dan perbuatan cabul. Apabila peraturan tersebut dilanggar, maka kedua usaha siap diberikan sanksi dan teguran.</p>



<p>“Kemarinkan isunya ke sana, maksudnya kita pernah razia ke arah sana. Mereka siap untuk sanksi. Apabila nanti dilanggar, nanti kita berikan teguran. Baik itu teguran satu, dua, tiga, kemudian rekomendasi untuk izinnya dicabut. Kalau izin dicabut mereka tidak bisa usaha apa-apa, karena melanggar ketentuan itu,” katanya.</p>



<p>Kemudian, mengenai Perda Nomor 3 tahun 2012, mengenai ketertiban umum dan lingkungan, yaitu untuk tidak membuat gaduh. Seperti, jalan-jalan dengan mengenakan pakaian yang tidak pantas, dan beteriak mengganggu ketenangan.</p>



<p>“Kalau membuat gaduh, itu bisa kena perda Ketentraman dan Ketertiban Umum (Tantribum),” tambahnya.</p>



<p>Terakhir, yaitu Perda Nomor 16 tahun 2013 tentang kepariwisataan. Yaitu terkait dengan tindak asusila, dilarang adanya kegiatan prostitusi, minuman beralkohol, narkoba, dan sebagainya.</p>



<p>“Apabila Perda-perda itu dilanggar, maka sanksi administrasinya itu mulai teguran satu dua tiga sampai ke rekomendasi pencabutan izin. Di kedua kos-kosan itu juga nantinya harus ada induk semangnya untuk mengawasi kegiatan dari mereka,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">191999</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
