<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pengobatan Tradisional &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengobatan-tradisional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jan 2019 14:53:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pengobatan Tradisional &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Kemenkes Dorong Unair Buka S1 Pengobatan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkes-dorong-unair-buka-s1-pengobatan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2019 14:51:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[UNAIR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/73125-kemenkes-dorong-unair-buka-s1-pengobatan-tradisional</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Kementerian Kesehatan RI mendorong dibukanya program studi S1 Profesi Kesehatan Tradisional di Universitas Airlangga (UNAIR). Keinginan Kemenkes ini mengingat kebutuhan riil di masyarakat terkait pelayanan kesehatan dengan cara yang berbeda. Hal itu disampaikan oleh Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M.Kes, M.H.Kes Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisioanal Kemenkes saat melakukan kunjungan ke Universitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Kementerian Kesehatan RI mendorong dibukanya program studi S1 Profesi Kesehatan Tradisional di Universitas Airlangga (UNAIR). Keinginan Kemenkes ini mengingat kebutuhan riil di masyarakat terkait pelayanan kesehatan dengan cara yang berbeda. Hal itu disampaikan oleh Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M.Kes, M.H.Kes Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisioanal Kemenkes saat melakukan kunjungan ke Universitas Airlangga pada Senin (14/1/2019).</p>
<p>Kunjungan tim Kemenkes dihadiri oleh pimpinan UNAIR, pimpinan Rumah Sakit Pendidikan UNAIR (RS UNAIR), dan pimpinan beberapa fakultas terkait. UNAIR telah memiliki prodi D3 Pengobatan Tradisional sejak tahun 2005, dan D4 Pengobatan Tradisional sejak tahun 2014. Dalam kunjungan itu, Dr Rini mengatakan bahwa ada beberapa pertimbangan Kemenkes mendorong UNAIR agar membuka prodi S1 Profesi Kesehatan Tradiosional.</p>
<div id="attachment_73129" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-73129" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Kemenkes-Dorong-Unair-Buka-S1-Pengobatan-Tradisional.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Kemenkes Dorong Unair Buka S1 Pengobatan Tradisional" width="650" height="366" class="size-full wp-image-73129" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Kemenkes-Dorong-Unair-Buka-S1-Pengobatan-Tradisional.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Kemenkes-Dorong-Unair-Buka-S1-Pengobatan-Tradisional.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/01/Kemenkes-Dorong-Unair-Buka-S1-Pengobatan-Tradisional.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-73129" class="wp-caption-text"><strong>Suasana diskusi pimpinan UNAIR, pimpinan RS UNAIR, dan tim Kemenkes di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen UNAIR, Senin (14/1/2019)</strong></p></div>
<p>Pertama, saat ini adalah masa disruption milenial 4.0 dimana semua harus ada pengembangan ilmu. Diharapkan, prodi yang sudah ada dikembangkan menjadi S1 profesi kesehatan tradisional. Karena di masyarakat banyak yang berharap pelayanan kesehatan dengan cara yang berbeda.</p>
<p>Kedua, UNAIR sudah memiliki Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) yang sudah ada pelayanan tradisional terintegrasi. &#8220;Sehingga ada pelayanan konvensional dan tradisional yang diberikan di RS UNAIR,&#8221; kata Rini.</p>
<p>Rini juga mengatakan bahwa pelayanan terintegrasi yang dimiliki RS UNAIR sangat bagus. “Mudah-mudahan dengan adanya RS yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan tradisional bisa dikenal secara luas oleh masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UNAIR Prof Moh Nasih menyambut baik keinginan Kemenkes dalam mendorong UNAIR untuk mendirikan prodi S1. Dikatakan rektor bahwa UNAIR akan melakukan kajian ulang terkait pembukaan prodi S1 Profesi Kesehatan Tradisional.</p>
<p>“Akan kami siapkan. Kami sudah sampaikan kira-kira kebutuhan pasar seperti apa. Kalau itu jadi kebutuhan riil di masyarakat, kenapa tidak. Karena itu akan menyangkut minat dari mahasiswa juga. Kalau minat tidak banyak, nanti kita juga yang akan susah,” terangnya.</p>
<p>Rektor menambahkan, pendirian S1 Profesi Kesehatan Tradisioanal akan dimulai terlebih dahulu dengan mendirikan pusat studi.</p>
<p>“Kita bangun pusat studi untuk kesehatan tradisional. Kalau semua sudah siap, entah tahun ini atau tahun depan, kita sudah bisa buka operasional S1 Profesi Kesehatan Tradisional,” ungkap rektor.</p>
<p>Dikatakan rektor bahwa pendirian pusat studi ini adalah sebagai persiapan prodi S1 agar lebih matang. Sehingga, dengan adanya pusat studi, riset-riset terkait kesehatan tradisional juga akan berjalan. <strong>(ano/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">73125</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkes Dukung RS UNAIR Kembangkan Pengobatan Tradisional</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkes-dukung-rs-unair-kembangkan-pengobatan-tradisional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2018 13:47:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[RS UNAIR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/69411-kemenkes-dukung-rs-unair-kembangkan-pengobatan-tradisional</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Dengan mengenakan pakaian adat Suku Jawa, seluruh jajaran petinggi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) menyambut kedatangan tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). Kunjungan itu adalah dalam rangka visiting pada pelayanan kesehatan tradisional integrasi di Rumah Sakit Universitas Airlangga. Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Dengan mengenakan pakaian adat Suku Jawa, seluruh jajaran petinggi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR)  menyambut kedatangan tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Rabu (19/12/2018). </p>
<p>Kunjungan itu adalah dalam rangka visiting pada pelayanan kesehatan tradisional integrasi di Rumah Sakit Universitas Airlangga.</p>
<p>Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh untuk masyarakat, RS UNAIR terus melakukan inovasi setiap tahun. Termasuk, mulai dikembangkannya produk pengobatan tradisional. Poli Pengobatan Tradisional (Battra) diresmikan pada 30 Oktober 2015 sebagai salah satu layanan di Rumah Sakit Pendidikan UNAIR.</p>
<p>Sejak dibuka pelayanan, Poli Battra RS UNAIR memberikan layanan antara lain obat-obatan tradisional, jamu, akupunktur, bekam, dan pijat wajah.</p>
<p>Poli Battra bekerjasama dengan Program Studi Pengobatan Tradisional Fakultas Vokasi UNAIR terus melakukan riset, inovasi, dan publikasi.</p>
<p>Dalam risetnya, Prodi Battra bersinergi bersama beberapa fakultas dan bidang ilmu di UNAIR. Di antaranya Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Vokasi, dan Fakultas Sains dan Teknologi.</p>
<p>Bertitik tumpu pada penelitian, pengembangan, serta pendidikan, menjadikan RS UNAIR menjadi faktor penunjang pengembangan Poli Battra sebagai salah satu pioner pengobatan tradisional di Indonesia di masa depan.</p>
<p>Battra juga berkolaborasi dengan startup buatan ikubator bisnis UNAIR bernama Goolive sebagai upaya mengembangakan pelayananan dan pemberdayaan SDM di Poli Battra RS UNAIR.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Direktur RS UNAIR Prof. Dr. Nasronudin, Sp.PD menyebutkan beberapa karya obat milik civitas akademika UNAIR yang berkolaborasi dengan beberapa perusahaan besar seperti PT Asimas, PT Konimek, PT. Kalbefarma, PT.Indofarma, PUSVETMA dan Kimia Farma, serta RSUD dr. Soetomo. </p>
<p>Sebagai upaya branding pengobatan tradisional, RS UNAIR melibatkan seluruh elemen yang ada di bawah naungannya. Termasuk testimoni pasien.</p>
<p>Prof Nasronudin mengatakan, dengan kredibilitas SDM yang dimiliki UNAIR, akan menjadi salah satu faktor pendukung pemasaran produk pengobatan tradisional di tengah masyarakat yang masih terdoktrin obat kimia.</p>
<p>Ia juga berharap tidak ada lagi embel-embel instansi dalam menyebut merk produk, agar diselaraskan menyebut produk milik Indonesia.</p>
<p>Perwakilan Kementerian Kesehatan Kasubdit Yankestrad Integrasi Republik Indonesia dr. Gita Swisari, MKM mengatakan bahwa Kemenkes akan membuat assessment untuk membantu pelaksanaan pengembangan Poli Battra yang ada di RS UNAIR. </p>
<p>RS UNAIR di masa depan diharapkan lebih proaktif menjadi rumah sakit dengan strategi tata kelola internasional, namun tetap mengadopsi tata kelola tradisional. <strong>(ano/yan)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">69411</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemenkes RI Ingin Ciptakan Batra Profesional, Hari ini Kunjungi Batu</title>
		<link>https://memontum.com/kemenkes-ri-ingin-ciptakan-batra-profesional-hari-ini-kunjungi-batu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2018 11:54:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=38095</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8212; Tim Penelitian Badan Riset Griya Sehat Litbangkes Kemenkes RI mulai observasi beberapa tempat yang ada di Indonesia demi terbentuknya pelayanan pengobatan secara tradisional yang profesional di RI. Beberapa hal yang diobservasi seperti sumber daya dan pelayanan kesehatan lokasi pengobatan tradisional (Batra). Seperti yang dilakukan di Griya Jamu Siti-ara Jalan Imam Bonjol [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Batu</strong> &#8212; Tim Penelitian Badan Riset Griya Sehat Litbangkes Kemenkes RI mulai observasi beberapa tempat yang ada di Indonesia demi terbentuknya pelayanan pengobatan secara tradisional yang profesional di RI.</p>
<p>Beberapa hal yang diobservasi seperti sumber daya dan pelayanan kesehatan lokasi pengobatan tradisional (Batra). Seperti yang dilakukan di Griya Jamu Siti-ara Jalan Imam Bonjol Gg I Nomor 16 RT 3 RW 11 Kelurahan Sisir. </p>
<div id="attachment_38098" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/38095-kemenkes-ri-ingin-ciptakan-batra-profesional-hari-ini-kunjungi-batu/img_20180419_125826-copy" rel="attachment wp-att-38098"><img aria-describedby="caption-attachment-38098" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_125826-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Ir Wahyu Suprapto Pemilik Griya Sehat Siti-ara" width="650" height="366" class="size-full wp-image-38098" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_125826-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_125826-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_125826-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_125826-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-38098" class="wp-caption-text"><em><strong>Ir Wahyu Suprapto Pemilik Griya Sehat Siti-ara</strong></em></p></div>
<p>Menurut dr Hadi Siswoyo Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Kasubid Yankestrad dan Penunjang Kemenkes RI menuturkan dimasyarakat saat ini sudah banyak pelayanan kesehatan secara konvensional, tetapi berbanding terbalik masih minimnya pengobatan tradisional. Fungsi Litbang turun langsung untuk mendidik Batra dalam hal peningkatan SDM misalnya petugas wajib mengemban ilmu dari D3 Batra atau D3 Jamu. </p>
<p>&#8221; Uji standart kelayakan ini apakah pengobatan tradisional sebagai syarat mengukur fasilitas yang sudah ada demi pelayanan prima Batra ke masyarakat, &#8221; jelas Hadi, Kamis (19/4/2018).</p>
<div id="attachment_38099" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://memontum.com/38095-kemenkes-ri-ingin-ciptakan-batra-profesional-hari-ini-kunjungi-batu/img_20180419_114213-copy" rel="attachment wp-att-38099"><img aria-describedby="caption-attachment-38099" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_114213-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Bahan Jamu/Obat Herbal " width="650" height="366" class="size-full wp-image-38099" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_114213-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_114213-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_114213-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG_20180419_114213-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-38099" class="wp-caption-text"><em><strong>Bahan Jamu/Obat Herbal</strong></em></p></div>
<p>Dari hasil data dilapangan yang dikumpulkan Litbang, akan disampaikan ke Kemenkes RI dan memberi masukan baru disebarkan oleh Kemenkes ke seluruh Batra untuk menentukan apa saja persyaratan ijin sebuah Batra. </p>
<p>&#8221; Nanti setiap provinsi akan ada 10 lokasi yang kami kunjungi. Rencana nanti seluruh Indonesia ada 10 provinsi. Untuk di Batu ya Griya Batu Siti-ara, &#8221; ungkap dia lagi. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">38095</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
