<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Pengolahan Limbah &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengolahan-limbah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2021 06:45:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Pengolahan Limbah &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Komisi III DPRD Trenggalek Pertanyakan Keseriusan Pemkab Bangun Pengolahan Limbah Medis</title>
		<link>https://memontum.com/komisi-iii-dprd-trenggalek-pertanyakan-keseriusan-pemkab-bangun-pengolahan-limbah-medis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2021 06:45:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolahan Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Medis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149172</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek, pertanyakan keseriusan eksekutif dalam merencanakan pembangunan pengolahan limbah medis yang hingga saat ini masih belum ada kepastiannya. Pihaknya menyayangkan, jika rencana pembangunan pengolahan limbah medis itu diabaikan. Padahal, dalam setiap tahunnya Pemkab harus mengeluarkan anggaran senilai Rp 1 milyar, untuk mengolah limbah medis tersebut. Bahkan, pengolahan limbah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek, pertanyakan keseriusan eksekutif dalam merencanakan pembangunan pengolahan limbah medis yang hingga saat ini masih belum ada kepastiannya.</p>



<p>Pihaknya menyayangkan, jika rencana pembangunan pengolahan limbah medis itu diabaikan. Padahal, dalam setiap tahunnya Pemkab harus mengeluarkan anggaran senilai Rp 1 milyar, untuk mengolah limbah medis tersebut. Bahkan, pengolahan limbah medis itu harus melibatkan pihak ketiga yang ada di luar Trenggalek.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/komisi-iv-dprd-trenggalek-minta-dinas-pendidikan-tindak-lanjuti-nasib-guru-ppg">Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Dinas Pendidikan Tindak Lanjuti Nasib Guru PPG</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/soroti-jabatan-plt-di-kepala-dinas-komisi-i-dprd-trenggalek-tekankan-bkpsdm-segera-ajukan-definitif">Soroti Jabatan Plt di Kepala Dinas, Komisi I DPRD Trenggalek Tekankan BKPSDM segera Ajukan Definitif</a></li>
</ul>


<p>“Sebelumnya, beberapa tahun lalu kita pernah meminta Dinas PKLH untuk merencanakan pembangunan pengolahan limbah medis,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Sukarudin, Kamis (29/07).</p>



<p>Bahkan rencana pembangunan itu sudah menentukan lokasi yaitu di wilayah Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan. Akan tetapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya.</p>



<p>Dengan melihat beberapa tahapan awal telah dilakukan, namun tahapan berikutnya tidak dilanjutkan, maka pihaknya menilai ada ketidakseriusan dari jajaran eksekutif untuk melaksanakan program tersebut.</p>



<p>“Jadi kami menilai rencana ini tidak serius. Buktinya hanya berjalan di awal, selanjutnya tidak ada kelanjutannya,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Usai membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD, Sukarudin juga menyampaikan hingga saat ini pemerintah daerah terus mengeluarkan anggaran untuk pengolahan limbah medis itu.</p>



<p>Dengan memiliki pengolahan limbah medis sendiri, maka Pemkab tidak perlu mengirimkan limbah medis di pengolahan luar daerah. Jika sebelumnya di Mojokerto, saat ini pindah ke Blitar.</p>



<p>Asumsi ini, Pemkab seharusnya memikirkan urgensi terutama dalam hal meningkatkan pendapatan daerah. Hal itu juga mengingat rencana Pemkab sendiri mengajukan pinjaman daerah.</p>



<p>“Jika pinjaman daerah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini tetap akan dilakukan. Sudah semestinya ada pemikiran ke arah itu. Toh ada pendapatan untuk membantu rencana lainnya,” tutur Sukarudin.</p>



<p>Lebih lanjut, terkait rencana itu mengapa dirasa tidak serius, karena hingga saat ini pelaksanaan belum sampai pada diskusi terkait biaya pembangunan tersebut.</p>



<p>Seharusnya, tahapannya pertama menunjuk dulu lokasi yang akan digunakan tentu dengan sesuai aturan, kemudian pembuatan DED dan seterusnya hingga pelaksanaan terjadi. “Karena pelaksanaan itu juga perlu komunikasi dengan kementerian. Maka jika serius itu harusnya dijalankan,” jelas Sukarudin. <strong>(mil/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149172</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa KKN UNEJ di Desa Bataan Sulap Limbah Serbuk Kayu Jadi Boneka Potty</title>
		<link>https://memontum.com/mahasiswa-kkn-unej-di-desa-bataan-sulap-limbah-serbuk-kayu-jadi-boneka-potty</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2019 14:29:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolahan Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Unej]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/90777-mahasiswa-kkn-unej-di-desa-bataan-sulap-limbah-serbuk-kayu-jadi-boneka-potty</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso &#8211; Limbah serbuk kayu yang melimpah di Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), kini berubah menjadi barang berguna bernilai ekonomis. Ini setelah, mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bataan melatih warga menyulap limbah serbuk kayu menjadi boneka potty yang lucu. Yakni, boneka khusus yang dirancang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso</strong> &#8211; Limbah serbuk kayu yang melimpah di Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), kini berubah menjadi barang berguna bernilai ekonomis. Ini setelah, mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bataan melatih warga menyulap limbah serbuk kayu menjadi boneka potty yang lucu. Yakni, boneka khusus yang dirancang sebagai pot tanaman hias atau sayuran.</p>
<p>Mohammad Amru, Koordinator Mahasiswa KKN UNEJ di Desa Bataan mengatakan, ide memanfaatkan limbah serbuk kayu, itu berdasarkan survei di hampir setiap Dusun di Desa Bataan terdapat usaha mebeler, namun limbah serbuk kayu belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga.</p>
<p>”Limbah serbuk kayu yang melimpah, itu dijual warga ke pengepul dengan harga Rp 2 ribu per karung. Ini membuat kami mahasiswa KKN Unej terinspirasi memanfaatkannya menjadi boneka potty,” katanya.</p>
<p>Dalam mewujudkan ide tersebut, 10 mahasiswa KKN terdiri dari 4 mahasiswa Fakultas Pertanian, 2 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta masing-masing 1 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Keperatawan, dan Faklutas Teknik bekerjasama dengan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bataan mengumpulkan limbah serbuk kayu. Mereka juga memanfaatkan bahan bekas untuk menyulap limbah serbuk kayu menjadi boneka potty.</p>
<p>”Pertama kami membuat lebih dulu boneka potty dari limbah serbuk kayu. Setelah itu, kami ajarkan kepada ibu-ibu PKK Desa Bataan. Pembuatannya tidak membutuhan waktu lama dan tidak terlalu sulit. Ibu-ibu PKK dengan cepat bisa membuat sendiri dan senang, karena limbah serbuk kayu yang kurang berharga, kini bisa disulap menjadi barang berguna dan bernilai ekonomis,”jelas Muhamaad Amru didampingi rekannya William Chrisman S.M.</p>
<p>Kepala Desa (Kades) Bataan, Haryanto sangat mengapresiasi ide mahasiswa KKN UNEJ yang mengajarkan ibu-ibu PKK di desanya memanfaatkan limbah serbuk kayu diubah menjadi boneka potty.</p>
<p>”Ini bukan hanya menambah kreativitas warga, tapi bisa menjadi pendapatan tambahan warga. Karena, boneka potty dari limbah serbuk kayu, ini tidak hanya dipakai sendiri, tapi laku dijual. Bahkan, saat mahasiswa KKN dan warga desa menjual boneka potty di car free day Alun-Alun Bondowoso laku terjual dengan harga Rp 13 ribu hingga Rp 15 ribu per boneka,” katanya. <strong>(ido/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">90777</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Biopal UB, Hasil Olahan Limbah Jelantah, Serat Tebu dan Cangkang Kerang Dara</title>
		<link>https://memontum.com/biopal-ub-hasil-olahan-limbah-jelantah-serat-tebu-dan-cangkang-kerang-dara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 May 2019 15:15:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiesel]]></category>
		<category><![CDATA[Biopal]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolahan Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/27079-pu-pengairan-sidoarjo-kerahkan-dua-unit-mesin-pompa-atasi-banjir</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Biopal, merupakan produk biodiesel dari bahan baku limbah hasil karya tim mahasiswa FPIK UB berhasil meraih peringkat ke-3 dalam ajang International Biotechnology Competition and Exhibition (IBCE) 2019 di Johor, Malaysia. Selain itu, delegasi UB ini berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang International Invention and Innovative Competition Series I di Malacca, Malaysia. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Biopal, merupakan produk biodiesel dari bahan baku limbah hasil karya tim mahasiswa FPIK UB berhasil meraih peringkat ke-3 dalam ajang International Biotechnology Competition and Exhibition (IBCE) 2019 di Johor, Malaysia. Selain itu, delegasi UB ini berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang International Invention and Innovative Competition Series I di Malacca, Malaysia.</p>
<p>Adalah Anita Nurmulya Bahari, Muhammad Iqbal Hardyanto, dan Ade Nanda Meilya Ndari, menciptakan biodiesel berbahan baku utama minyak jelantah yang diolah dengan limbah lainnya. &#8220;Tim kami terus mencari dari berbagai sumber, seperti jurnal, dan melakukan penelitian untuk mendapatkan jawaban bagaimana saya menggunakan semua bahan dari limbah agar menghasilkan biodiesel,&#8221; jelas Anita, mewakili rekan-rekannya.</p>
<p>Kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Tim mahasiswa FPIK UB berhasil menciptakan biodiesel berbahan baku minyak jelantah, limbah serat tebu, dan cangkang kerang dara. Proses yang dilakukan, yaitu minyak jelantah harus diretreatment menggunakan limbah serat tebu yang telah diolah menjadi bubuk, lalu dicampur dengan minyak jelantah selama 1-2 hari. Kemudian minyak jelantah tersebut dianalisis kandungan kimianya, seperti kandungan efek asam, dan lain sebagainya.</p>
<p>Setelah itu, akan ditemukan hasil apakah kualitas minyak yang sudah dicampur, baik atau tidak. Karena ada standar kandungan kimia yang mengidentifikasi hasil diesel yang bagus, yaitu harus didapatkan hasil pH yang tidak asam tapi sedikit basah.</p>
<p>&#8220;Jadi fungsi dari retreatment minyak jelantah tersebut untuk memperbaiki kualitas minyak jelantah yang akan diolah menjadi biodiesel. Pada tahap selanjutnya, hasil minyak yang lebih berkualitas ini akan diolah menjadi biodiesel,&#8221; tambah Anita.</p>
<p>Di dalam kandungan biodiesel membutuhkan zat katalis yang bersifat basa kuat. Untuk mendapatkan katalis, mereka menggunakan proses kalsinasi yang dilakukan dengan memanfaatkan limbah cangkang kerang dara dan diproses dengan suhu tinggi 700-1.000 derajat celcius. Dimana akan menghasilkan bubuk kalsium oksida, yang kemudian dicampur, dan pada akhirnya menghasilkan biodesel.</p>
<p>Biodiesel dari limbah ini, selain murah, ramah lingkungan, bisa digunakan sebagai bahan bakar diesel, dan sebagai sumber penerangan.</p>
<p>&#8220;Kedepannya, saya ingin biodesel ini bisa digunakan untuk komersil maupun untuk pengabdian kepada masyarakat untuk daerah yang membutuhkan biodesel dalam hal penerangan maupun kebutuhan lainnya,&#8221; tandas Anita. <strong>(adn/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">27079</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UM Gandeng Molindo, Kembangkan Riset Teknologi Pengolahan Limbah</title>
		<link>https://memontum.com/um-gandeng-molindo-kembangkan-riset-teknologi-pengolahan-limbah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2018 15:09:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Molindo]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolahan Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/47463-um-gandeng-molindo-kembangkan-riset-teknologi-pengolahan-limbah</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kelengkapan laboratorium dan SDM mumpuni milik Universitas Negeri Malang (UM) menjadi jujugan dunia industri agar dapat menghasilkan manfaat lebih. Salah satunya PT. Molindo Raya Industrial (MRI), produsen ethanol di Lawang, Kabupaten Malang yang telah beroperasi selama 53 tahun, dengan mengedepankan teknologi pengolahan limbah. &#8220;Sebagai kampus milik pemerintah, tentu ada hal yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Kelengkapan laboratorium dan SDM mumpuni milik Universitas Negeri Malang (UM) menjadi jujugan dunia industri agar dapat menghasilkan manfaat lebih. Salah satunya PT. Molindo Raya Industrial (MRI), produsen ethanol di Lawang, Kabupaten Malang yang telah beroperasi selama 53 tahun, dengan mengedepankan teknologi pengolahan limbah.</p>
<p>&#8220;Sebagai kampus milik pemerintah, tentu ada hal yang dipertanggungjawabkan agar bisa diberikan kepada masyarakat luas. Salah satunya melalui penelitian dengan pihak lain, seperti MRI melalui kerjasama riset di Laboratorium Sentral Mineral dan Material Maju UM. Dari pengolahan etanol, ada hasil residu yang bisa diolah, baik untuk pakan ternak, perikanan, pupuk organik, dan lainnya. Hasilnya ini untuk masyarakat,&#8221; jelas Prof. Rofi, sapaan akrab Rektor UM.</p>
<p><div id="attachment_47465" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-47465" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180716-WA0280-copy.jpg?resize=650%2C333&#038;ssl=1" alt="Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi&#039;uddin, M.Pd dan Direktur Utama MRI, Arief Goenadibrata, mengamati beberapa jenis hasil pengolahan limbah. (rhd)" width="650" height="333" class="size-full wp-image-47465" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180716-WA0280-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180716-WA0280-copy.jpg?resize=300%2C154&amp;ssl=1 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-47465" class="wp-caption-text"><em>Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi&#8217;uddin, M.Pd dan Direktur Utama MRI, Arief Goenadibrata, mengamati beberapa jenis hasil pengolahan limbah. (rhd)</em></p></div></p>
<p>Atas kebutuhan tersebut, UM dan MRI menjalin kerjasama yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) antara Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM dengan PT. MRI, di Aula Graha Rektorat UM lantai 8, Senin (16/7/2018). Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Rektor UM, Prof. Dr. AH. Rofi&#8217;uddin, M.Pd dan Direktur Utama MRI, Arief Goenadibrata.</p>
<p>Pertimbangan lain UM, MRI meraih predikat industri terbaik nomer dua dalam ajang Indonesia Green Company Award 2018 oleh Majalah SWA pada 11 Juli 2018 lalu. Hal ini menunjukkan MRI berkomitmen sebagai perusahaan berwawasan lingkungan (green manufacturing).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">47463</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Manfaatkan Vegedrilla, Olah Limbah Produksi Tahu</title>
		<link>https://memontum.com/manfaatkan-vegedrilla-olah-limbah-produksi-tahu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2018 12:59:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolahan Limbah]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Muhammadiyah Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46615-manfaatkan-vegedrilla-olah-limbah-produksi-tahu</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Mahasiswa sebagai generasi muda dituntut memiliki semangat tinggi dalam menciptakan berbagai inovasi, khususnya yang dapat mendukung kebutuhan manusia sesuai kondisi terkini hingga masa mendatang. Seperti yang dilakukan Nasihul Mukmin dan Sarabila Karima, mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis dan Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Keduanya menciptakan inovasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Kota Malang </strong>&#8211; Mahasiswa sebagai generasi muda dituntut memiliki semangat tinggi dalam menciptakan berbagai inovasi, khususnya yang dapat mendukung kebutuhan manusia sesuai kondisi terkini hingga masa mendatang. Seperti yang dilakukan Nasihul Mukmin dan Sarabila Karima, mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis dan Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). </p>
<p>Keduanya menciptakan inovasi yang diberi nama Vegedrilla, dimana Vegedrilla merupakan inovasi yang terdiri dari kombinasi pemanfaatan limbah tahu sebagai pupuk organik bagi tanaman microgreen, hydrilla dan juga hidrogel. </p>
<p><div id="attachment_46616" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-46616" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180709-WA0055-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="Vegedrilla (ist)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-46616" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180709-WA0055-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180709-WA0055-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/07/IMG-20180709-WA0055-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-46616" class="wp-caption-text"><em><strong>Vegedrilla (ist)</strong></em></p></div></p>
<p>Nasihul mengatakan, ide inovasi yang mereka buat berawal dari keresahan akan fenomena alih fungsi lahan, yang mengakibatkan terbatasnya ruang untuk menanam tanaman. Hasil dari pengolahan limbah tahu menjadi pupuk organik dirasa cocok dan terbukti mampu meningkatkan nilai nutrisi tanaman yang menggunakan pupuk tersebut.  </p>
<p>&#8220;Kami mendapatkan data bahwa konsumsi sayuran mengalami peningkatan. Oleh karena itu, kami berfikir bagaimana caranya bisa menciptakan inovasi yang sesuai dengan kedua kondisi tersebut. Microgreen merupakan salah satu jenis tanaman konsumsi bisa memiliki nutrisi yang lebih tinggi bila menggunakan pupuk organik dari limbah tahu ini,&#8221; terang Nasihul.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46615</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
