<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>pengunjung, &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/pengunjung/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 May 2026 15:27:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>pengunjung, &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Sektor Ekonomi Menggeliat, Pemkab Jember Sebut Pengunjung Karnaval SCTV 2026 Disambut Antusias</title>
		<link>https://memontum.com/sektor-ekonomi-menggeliat-pemkab-jember-sebut-pengunjung-karnaval-sctv-2026-disambut-antusias</link>
					<comments>https://memontum.com/sektor-ekonomi-menggeliat-pemkab-jember-sebut-pengunjung-karnaval-sctv-2026-disambut-antusias#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antusias]]></category>
		<category><![CDATA[disambut]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[menggeliat,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[sektor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232452</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mencatat jika gelaran acara Karnaval SCTV 2026 di Alun-Alun Jember, bukan hanya sekedar memberikan tontonan panggung hiburan semata, namun dengan target utama menggerakkan roda ekonomi masyarakat di lapisan bawah. Acara ini, bahkan mampu menyedot perhatian ratusan ribu pasang mata, baik dari warga lokal maupun luar daerah. Melalui data [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mencatat jika gelaran acara Karnaval SCTV 2026 di Alun-Alun Jember, bukan hanya sekedar memberikan tontonan panggung hiburan semata, namun dengan target utama menggerakkan roda ekonomi masyarakat di lapisan bawah. Acara ini, bahkan mampu menyedot perhatian ratusan ribu pasang mata, baik dari warga lokal maupun luar daerah.</p>



<p>Melalui data berkala yang dirilis di lapangan, pergerakan massa yang masif ini berbanding lurus dengan transaksi keuangan yang terjadi di sekitar area festival. Berdasarkan data resmi yang dihimpun oleh panitia bersama jajaran pemerintah daerah, sejak hari pertama, Sabtu (15/05/2026) hingga, Minggu (17/05/2026) siang, tren kehadiran penonton terus mengalami lonjakan yang signifikan.</p>



<p>Kehadiran masyarakat dari berbagai kecamatan itu, membuktikan bahwa kebutuhan akan hiburan berkualitas di dalam daerah sangat tinggi. Pola pergerakan pengunjung ini, dipantau secara ketat untuk melihat sejauh mana dampaknya terhadap titik-titik perdagangan UMKM yang telah disediakan oleh pihak panitia di sepanjang jalur karnaval.</p>



<p>Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan keterangan langsung di lokasi acara pada Minggu (17/05/2026) tadi. Dalam penjelasannya, Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, memaparkan rincian statistik kunjungan yang dihimpun oleh tim pemantau lapangan secara berkala. Angka-angka ini, menjadi indikator utama keberhasilan manajemen arus massa dalam sebuah acara berskala nasional yang ditempatkan di daerah.</p>



<p>&#8220;Hari pertama pada Sabtu malam, tercatat sekitar 17.564 orang memadati area utama karnaval. Ini adalah awal yang sangat baik untuk sebuah acara pembuka di akhir pekan. Kemudian pada hari Minggu, hingga pukul 10.00 pagi tadi, jumlah pengunjung sudah menyentuh angka 19.948 orang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Dengan arus warga yang terus mengalir masuk ke pusat kota, pihaknya sangat optimistis total pengunjung akan menembus angka 30.000 orang pada sore hingga malam nanti. &#8220;Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, tetapi merepresentasikan jumlah pembeli potensial bagi produk-produk lokal yang dijajakan di sini,&#8221; tambah Gus Fawait.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga menegaskan, bahwa sebuah acara daerah harus memiliki target dampak yang terukur dan luas. Dirinya menyatakan keberatannya terhadap konsep acara yang dibuat setengah-setengah, karena kontribusinya terhadap masyarakat kecil sangat minim.</p>



<p>Menurutnya, sinergi dengan media nasional seperti SCTV, merupakan salah satu langkah taktis untuk membawa perhatian publik nasional ke Kabupaten Jember. &#8220;Saya selalu sampaikan kepada jajaran dinas, kalau bikin acara jangan yang kecil-kecil karena tidak akan berdampak pada apa pun bagi masyarakat. Event seperti ini tidak boleh hanya jadi seremoni atau formalitas tahunan, tapi harus memberikan multiplier effect yang nyata. Kita bisa melihat bagaimana sektor transportasi lokal, jasa parkir, hingga penginapan semuanya bergerak secara simultan karena skala acara yang kita pilih adalah skala besar,&#8221; kata Gus Fawait.</p>



<p>Dampak positif dari pelaksanaan karnaval ini, dirasakan secara langsung oleh berbagai sektor usaha di Jember. Sektor perhotelan menjadi salah satu yang paling awal, menerima dampak tersebut. Tingkat okupansi atau keterisian kamar hotel di pusat Kabupaten Jember, meningkat tajam karena kedatangan tim produksi yang berjumlah ratusan orang, ditambah dengan para pelancong dari luar kota yang sengaja datang untuk menyaksikan artis idola mereka secara langsung.</p>



<p>Di sisi lain, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mendapatkan ruang promosi gratis yang sangat efektif. Puluhan ribu warga yang berkumpul, menjadi konsumen langsung bagi pedagang makanan, minuman, kerajinan, hingga pakaian khas daerah. Fenomena ini, meratakan penyebaran pendapatan, mengingat pengunjung yang datang berasal dari wilayah yang cukup jauh dari pusat kota.</p>



<p>&#8220;Warga Jember dari berbagai pelosok, mulai Silo, Kalisat, hingga Kecamatan Jombang, tumpah ruah menikmati hiburan berkualitas tanpa harus keluar kota. Ini membuktikan adanya pemerataan akses hiburan. Sektor kuliner kita, khususnya pedagang kaki lima, merasakan lonjakan omzet yang berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Ini yang kita sebut dengan distribusi ekonomi yang inklusif,&#8221; tambah Gus Fawait.</p>



<p>Momen pelaksanaan karnaval yang bertepatan dengan long weekend atau libur panjang akhir pekan ini, juga diakui sebagai bagian dari strategi manajemen keuangan daerah. Dengan adanya acara ini, masyarakat Jember tidak perlu menghabiskan uang liburan mereka ke kota-kota besar lain seperti Surabaya, Malang atau Bali. Uang tetap berputar di dalam ekosistem ekonomi Jember sendiri, yang pada akhirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat lokal.</p>



<p>&#8220;Masyarakat Jember hari ini punya akses hiburan kelas atas di rumah sendiri. Di libur panjang ini, mereka lebih memilih berlibur di Jember saja, tidak perlu ke luar kota menghabiskan ongkos besar. Ini semua karena rasa cinta kita pada Jember dan pemerintah wajib memfasilitasi ruang-ruang kebahagiaan seperti ini,&#8221; imbuh Gus Fawait.</p>



<p>Sinergi yang kuat antara stasiun televisi nasional dan pemerintah daerah ini berhasil memposisikan Jember sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang potensial di Jawa Timur. <strong>(rio/gie/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/sektor-ekonomi-menggeliat-pemkab-jember-sebut-pengunjung-karnaval-sctv-2026-disambut-antusias/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232452</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Naik hingga 30 Persen, Matos Bersiap Sambut Lonjakan Pengunjung Jelang Lebaran</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungan-naik-hingga-30-persen-matos-bersiap-sambut-lonjakan-pengunjung-jelang-lebaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2026 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bersiap]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[lonjakan]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230987</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos) mulai dipadati pengunjung menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Peningkatan kunjungan sendiri, disebut telah berlangsung sejak memasuki pertengahan Bulan Ramadan. Mal Director Matos, Fifi Trisjanti, mengatakan bahwa tingkat kunjungan saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. &#8220;Kalau dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikannya sekitar 25 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos) mulai dipadati pengunjung menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Peningkatan kunjungan sendiri, disebut telah berlangsung sejak memasuki pertengahan Bulan Ramadan.</p>



<p>Mal Director Matos, Fifi Trisjanti, mengatakan bahwa tingkat kunjungan saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. &#8220;Kalau dibandingkan bulan sebelumnya, kenaikannya sekitar 25 sampai 30 persen. Bahkan, hari-hari biasa sekarang hampir sama ramainya dengan akhir pekan,&#8221; ujar Fifi-sapaannya, Sabtu (14/03/2026) tadi.</p>



<p>Namun, jika dibandingkan secara apple to apple dengan periode Ramadan tahun lalu, kenaikan jumlah pengunjung berada di kisaran 15 persen. Menurutnya, pola kunjungan masyarakat selama Ramadan memang cenderung sama setiap tahun. Pada dua pekan pertama biasanya relatif sepi, lalu meningkat tajam menjelang Lebaran.</p>



<p>&#8220;Biasanya dua minggu pertama Ramadan, itu sepi. Setelah itu langsung hajar terus sampai penuh,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dari sisi tenant, produk yang paling banyak diburu pengunjung adalah makanan serta produk fesyen. Kedua kategori tersebut menjadi primadona menjelang Lebaran.</p>



<p>&#8220;Yang paling banyak dicari itu makanan dan pakaian. Makanan ramai sekali, fesyen juga luar biasa,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung, Matos juga menyiapkan penyesuaian jam operasional pada momen hari besar. Jika pada hari biasa pusat perbelanjaan tutup pukul 21.30 WIB, maka pada akhir pekan atau hari besar dapat diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB. Bahkan, nantinya pada pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri Mal akan tetap beroperasi.</p>



<p>&#8220;Pas Lebaran tetap buka, karena biasanya itu jadi momen orang makan-makan dan berkumpul di mal. Mal itu tidak ada agamanya, mau Natal, Idul Fitri, atau hari raya Hindu tetap buka karena itu saat ramai-ramainya,&#8221; imbuh Fifi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230987</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dishub Kota Malang Minta Pengunjung Alun-alun Merdeka Optimalkan Parkir Sekitar Kawasan</title>
		<link>https://memontum.com/dishub-kota-malang-minta-pengunjung-alun-alun-merdeka-optimalkan-parkir-sekitar-kawasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2026 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[optimalkan]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229873</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, meminta kepada pengunjung Alun-alun Merdeka Kota Malang, untuk memanfaatkan areal parkir yang ada di sekitar kawasan. Himbauan itu disampaikan, agar kawasan tertib lalu lintas yang ada di sekitar lokasi, tidak terkendala dengan parkir. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, meminta kepada pengunjung Alun-alun Merdeka Kota Malang, untuk memanfaatkan areal parkir yang ada di sekitar kawasan. Himbauan itu disampaikan, agar kawasan tertib lalu lintas yang ada di sekitar lokasi, tidak terkendala dengan parkir.</p>



<p>Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa areal parkir kendaraan untuk pengunjung tidak hanya dikonsentrasikan di area Alun-Alun Merdeka. Namun, juga dialihkan ke sejumlah kantong parkir yang ada di di sekitaran luar kawasan.</p>



<p>“Untuk sementara ini parkir masih memanfaatkan kondisi yang existing. Antara lain, seperti di Kantor Pos, di depan Kantor Pos, di Ramayana, di depan Masjid Jami’, serta area parkir yang sudah dibangun di kawasan Kayutangan,” ujar Jaya-sapaanya, Sabtu (31/01/2026) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Jaya menambahkan, dengan wajah baru Alun-Alun Merdeka, jumlah pengunjung semakin meningkat. Karena itu, masyarakat diimbau tidak memaksakan diri untuk memarkir kendaraan tepat di lokasi tujuan.</p>



<p>“Kami harapkan masyarakat yang berkunjung tidak memaksakan diri harus parkir di Alun-Alun. Silakan berjalan kaki dari area parkir yang sudah disediakan,” tegasnya.</p>



<p>Jaya juga menekankan, akan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan ruang kota, khususnya dalam hal parkir kendaraan. “Mudah-mudahan benar-benar ada perubahan perilaku. Parkirkan kendaraan di tempat yang sudah ditentukan, seperti di Kantor Pos atau di Kayutangan, lalu berjalan kaki ke Alun-Alun,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229873</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Peresmian, Alun-Alun Merdeka Kota Malang Dipadati Ribuan Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-peresmian-alun-alun-merdeka-kota-malang-dipadati-ribuan-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[dipadati]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[peresmian]]></category>
		<category><![CDATA[ribuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229791</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang peresmian, Alun-Alun Merdeka Kota Malang dipadati ribuan pengunjung pada Rabu (28/01/2026) malam. Sejak pukul sekitar 18.00 WIB, warga tampak memadati kawasan pusat kota tersebut meski hujan sempat mengguyur. Antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari warga Kota Malang, tetapi juga dari luar daerah. Salah satunya, Paiti, warga Lawang, Kabupaten Malang, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang peresmian, Alun-Alun Merdeka Kota Malang dipadati ribuan pengunjung pada Rabu (28/01/2026) malam. Sejak pukul sekitar 18.00 WIB, warga tampak memadati kawasan pusat kota tersebut meski hujan sempat mengguyur.</p>



<p>Antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari warga Kota Malang, tetapi juga dari luar daerah. Salah satunya, Paiti, warga Lawang, Kabupaten Malang, yang datang bersama suaminya demi menyaksikan keindahan air mancur baru di Alun-Alun Merdeka.</p>



<p>“Dari TikTok lihatnya bagus, jadi penasaran. Makanya ke sini meskipun hujan-hujanan,” ujar Paiti.</p>



<p>Dirinya mengaku, sudah di lokasi sejak pukul 18.00 WIB dan tiba saat hujan turun. Meski sempat kehujanan, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk melihat langsung air mancur yang tengah viral di media sosial.</p>



<p>“Kayaknya bagus lihatnya di media sosial, jadi pengin lihat langsung,” tambahnya, sambil mengantre untuk masuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain Paiti, pengunjung juga datang dari berbagai wilayah di Kota Malang. Siti, warga Sawojajar, mengaku datang bersama dua anaknya karena ingin kembali menikmati Alun-Alun Merdeka yang sempat ditutup selama proses penataan.</p>



<p>“Anak-anak yang minta ke sini. Sudah lama tidak datang ke alun-alun karena ditutup,” kata Siti.</p>



<p>Menurutnya, keberadaan playground baru menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Dia berharap fasilitas bermain seperti ini bisa semakin diperbanyak di Kota Malang.</p>



<p>“Sekarang mainannya lebih banyak, anak-anak jadi senang. Tidak perlu jauh-jauh ke Batu. Harusnya di Kota Malang playground seperti ini diperbanyak,” lanjutnya.</p>



<p>Pantauan di lokasi, pengunjung tampak memadati area sekitar Alun-Alun Merdeka sisi selatan. Sejumlah keluarga datang bersama dengan anak-anaknya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229791</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Malam Pergantian Tahun 2026, Kawasan Kayutangan Heritage Dipadati Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/malam-pergantian-tahun-2026-kawasan-kayutangan-heritage-dipadati-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 16:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dipadati]]></category>
		<category><![CDATA[heritage,]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[pergantian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229189</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Malam pergantian tahun baru 2026, Kawasan Kayutangan Heritage terpantau menjadi titik paling padat dan ramai oleh masyarakat. Meski hujan sempat mengguyur, namun kepadatan pengunjung justru terkonsentrasi di kawasan ini. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang melakukan pantauan bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan jajaran Forkopimda, mengatakan bahwa pengunjung di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Malam pergantian tahun baru 2026, Kawasan Kayutangan Heritage terpantau menjadi titik paling padat dan ramai oleh masyarakat. Meski hujan sempat mengguyur, namun kepadatan pengunjung justru terkonsentrasi di kawasan ini.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang melakukan pantauan bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin dan jajaran Forkopimda, mengatakan bahwa pengunjung di Kawasan Kayutangan Heritage didominasi wisatawan dari luar kota. “Rata-rata tadi dari luar kota. Tapi alhamdulillah, sampai jam 11 malam tadi, semua masih terkendali,” kata Wali Kota Wahyu, Rabu (31/12/2025) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, tingginya minat masyarakat ke Kayutangan Heritage, menjadi sinyal kuat bahwa kawasan tersebut memiliki daya tarik besar. Ke depan, Pemkot Malang akan mengarahkan pola kunjungan agar tidak hanya terpusat di koridor jalan utama, melainkan masuk ke kawasan dalam Kampung Kayutangan Heritage.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kami berharap, yang menjadi daya tarik Kayutangan itu justru yang di dalam. Tujuannya, supaya warga di dalam juga merasakan manfaatnya, bukan hanya yang di luar jalan,” ujarnya.</p>



<p>Dari peninjauan itu, menurutnya ada sejumlah persoalan yang akan segera dibenahi. Yaitu mulai dari keberadaan musik jalanan, pedagang kaki lima (PKL), hingga parkir yang masih semrawut dan memakan trotoar.</p>



<p>“Tadi itu jadi bahan evaluasi kami. Parkir akan kita tata, sekarang parkir kita gratiskan tujuh hari. Ke depan, sepeda motor harus masuk ke gedung parkir, tidak boleh lagi di pinggir jalan. Pinggir jalan hanya untuk roda empat,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229189</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UMKM Kota Malang Curi Perhatian dan Diminati Pengunjung ICE 2025 Munas VII Apeksi</title>
		<link>https://memontum.com/umkm-kota-malang-curi-perhatian-dan-diminati-pengunjung-ice-2025-munas-vii-apeksi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2025 11:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Apeksi]]></category>
		<category><![CDATA[diminati]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221900</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) unggulan Kota Malang, menarik perhatian dan diminati pengunjung Indonesia City Expo (ICE) 2025. Diketahui, bahwa ICE ke-21 ini menjadi rangkaian dari Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan resmi dibuka Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (08/05/2025) tadi. Pameran yang berlangsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) unggulan Kota Malang, menarik perhatian dan diminati pengunjung Indonesia City Expo (ICE) 2025. Diketahui, bahwa ICE ke-21 ini menjadi rangkaian dari Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan resmi dibuka Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (08/05/2025) tadi.</p>



<p>Pameran yang berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu (10/05/2025) mendatang, ini menjadi ajang untuk menampilkan beraneka produk unggulan serta beragam potensi dan pembangunan kota se-Indonesia. Booth Kota Malang sendiri, menjadi salah satu destinasi favorit para pengunjung.</p>



<p>Bahkan, beragam produk mulai dari fesyen, kriya, hingga kuliner unggulan ditampilkan, seperti Soendari Batik and Art, RF Fashion, Eva Unique Accesories, Catalis Decoration, Keripik Tempe Rohani dan berbagai produk dari Komunitas Mbois Malang Raya. Tidak hanya berkunjung dan berbelanja, di booth Kota Malang, itu pengunjung juga bisa berkesempatan belajar membatik bersama Soendari Batik and Art.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berharap gelaran ini dapat memperluas jangkauan pasar produk UMKM lokal Kota Malang. Dengan keikutsertaan pelaku UMKM Kota Malang dalam ICE, tentunya juga akan terjalin kolaborasi dan kerja sama, bahkan menarik minat investor.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;UMKM Kota Malang saya harap bisa makin naik kelas. Semoga Kota Malang dan beragam produk UMKM-nya juga makin dikenal dan diminati masyarakat yang lebih luas. Ini sesuai juga dengan Dasa Bakti Ngalam Laris,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya produk UMKM, dalam ICE ini, Pemkot Malang juga mengenalkan beragam destinasi wisata di Kota Malang. &#8220;Ngalam Asyik, kami ingin menjadikan Kota Malang sebagai kota tujuan wisata, tujuan kuliner. Ini juga akan membuat pergerakan ekonomi di Kota Malang semakin bergulir dan tujuan akhirnya kesejahteraan masyarakat pun juga bisa makin meningkat,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Salah satu pelaku UMKM Kota Malang yang ikut serta dalam ICE, Chrisnawati Evayana, menyampaikan kebanggaannya dapat terlibat dalam event nasional seperti ICE ini. Terlebih karena produk-produknya juga sangat menarik perhatian dan laris dibeli pengunjung.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya kami juga mengikuti proses kurasi sebelum akhirnya lolos untuk berpartisipasi. Dengan kami ikut ajang ini, harapannya akan semakin banyak pelaku UMKM yang termotivasi untuk lebih berkarya, berkreasi dengan ciri khasnya sendiri,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain ICE, Pemkot Malang juga kerap mengenalkan beragam produk UMKM unggulan dalam berbagai event, baik dalam skala lokal, nasional, bahkan internasional. Ini menjadi salah satu upaya Pemkot Malang untuk mendorong UMKM agar semakin berkembang dan bisa memperluas pangsa pasar. <strong>(kom/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221900</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tinjau Pasar Klojen, Wali Kota Wahyu Siapkan Penataan Tenant dan Parkir demi Kenyamanan Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/tinjau-pasar-klojen-wali-kota-wahyu-siapkan-penataan-tenant-dan-parkir-demi-kenyamanan-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[Klojen]]></category>
		<category><![CDATA[Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[tenant]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220859</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau aktivitas para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Pasar Klojen, Kota Malang, Sabtu (05/04/2025) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memantau kondisi pasar sekaligus penataan kawasan kuliner dan area parkir. Didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Eko Sri Yuliadi dan Kepala Dinas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau aktivitas para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Pasar Klojen, Kota Malang, Sabtu (05/04/2025) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memantau kondisi pasar sekaligus penataan kawasan kuliner dan area parkir.</p>



<p>Didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Eko Sri Yuliadi dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Widjaja Saleh Putra, Wali Kota Wahyu menyusuri pasar dan menyapa para pengunjung yang sedang berbelanja. Terpantau, pengunjung yang datang bukan hanya dari Kota Malang, namun juga dari berbagai daerah lain di luar Kota Malang.</p>



<p>&#8220;Mumpung masih liburan, sekalian kulineran juga. Apalagi saat ini ramai pengunjung, bahkan dari berbagai wilayah di Indonesia, yang memang kebetulan sedang mudik atau berwisata di Kota Malang. Mereka ada yang berbelanja atau hanya sarapan dan ngopi-ngopi menikmati kulineran yang katanya viral di media sosial,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya itu, Wali Kota Wahyu juga menampung berbagai masukan dari pengunjung, untuk meningkatkan kenyamanan Pasar Klojen sebagai pusat perbelanjaan, sekaligus destinasi wisata kuliner. Dari pengamatannya, jumlah tenant kuliner dan tenant kebutuhan pokok seperti sayur, daging dan ayam sudah cukup seimbang, namun masih perlu penataan agar tidak bercampur.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Di waktu 07.00 WIB sampai 09.00 WIB, di Pasar Klojen ini adalah waktu paling ramai. Sehingga, perlu adanya penataan yang lebih rapi, termasuk area parkir di depan pasar,” tambahnya.</p>



<p>Karena itu, Wali Kota Wahyu menginstruksikan dinas terkait, yakni Dishub Kota Malang untuk segera melakukan rekayasa parkir. Sehingga, diharapkan area parkir dapat diperluas, khususnya pada jam-jam sibuk.</p>



<p>“Kami akan segera koordinasikan dengan Forum Lalu Lintas agar penataan parkir tidak mengganggu pengguna jalan dan pengunjung pasar tetap nyaman,” paparnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Wahyu juga berharap, agar konsep modernisasi pasar yang diterapkan di Pasar Klojen dan Pasar Oro-Oro Dowo, dapat diterapkan di pasar-pasar lain yang ada di Kota Malang. &#8220;Saya ingin pasar-pasar lain meniru konsep ini, agar pasar menjadi tempat belanja, kulineran, sekaligus wisata, serta menjaga roda perekonomian tetap berputar,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220859</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kenduren Wonosalam Jombang Hadirkan Tumpeng Berisi 2.025 Durian Gratis untuk Pengunjung</title>
		<link>https://memontum.com/kenduren-wonosalam-jombang-hadirkan-tumpeng-berisi-2-025-durian-gratis-untuk-pengunjung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2025 06:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[berisi]]></category>
		<category><![CDATA[durian]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hadirkan]]></category>
		<category><![CDATA[kenduren]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[tumpeng]]></category>
		<category><![CDATA[Wonosalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219547</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, membuka gelaran Puncak Kenduren Wonosalam Jombang 2025 di Lapangan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Minggu (23/02/2025) tadi. Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata, ini menyuguhkan gunungan tumpeng yang berisikan 2.025 Buah Durian yang dibagikan secara gratis untuk warga. Hadir dalam pelaksanaan itu, Forkopimda seperti Ketua DPRD Jombang, Hadi Admaji, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, Kepala OPD, Muspika Wonosalam hingga Kades se-Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>Wakil Bupati Salmanudin Yazid dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kenduren Wonosalam merupakan tradisi turun menurun yang diwariskan oleh leluhur. Kenduren Wonosalam bukan sekedar perayaan, tetapi juga wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas limpahan hasil bumi yang telah diberikan.</p>



<p>“Puncak dari Kenduren Wonosalam adalah gunungan tumpeng besar yang berisi 2.025 buah durian, yang dibagikan secara gratis kepada para pengunjung,” katanya.</p>



<p>Wabup Salmanudin juga menambahkan, bahwa selain gunungan tumpeng besar juga terdapat kirab tumpeng yang berisi hasil bumi dari sembilan desa di Wonosalam. Termasuk, bazar durian, pameran UMKM serta beragam hiburan seni dan budaya.</p>



<p>“Berdasarkan data statistik, potensi durian di Kabupaten Jombang pada 2025 sangat luar biasa. Yaitu, tercatat ada 159.624 pohon durian. Di mana 89 persen atau sekitar 143.060 pohon durian, berada di Kecamatan Wonosalam. Jumlah tersebut, memberikan potensi panen durian di Kabupaten Jombang mencapai 80.994 pohon, dengan total produksi sekitar 54.377 kuintal pada 2025,” ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain sektor perkebunan, ujarnya, Wonosalam juga memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Menawarkan keindahan alam yang masih asri, wilayah ini memiliki berbagai destinasi wisata berbasis alam, perkebunan dan peternakan yang menjadi unggulan daerah Kabupaten Jombang, khususnya Kecamatan Wonosalam.</p>



<p>“Kami berharap, dengan semakin berkembangnya sektor pariwisata dan pertanian di Kabupaten Jombang, akan semakin banyak investor dan wisatawan yang tertarik datang ke Wonosalam sehingga dapat berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.</p>



<p>Sementara itu, Camat Wonosalam, Haris Aminuddin, menyampaikan Kenduren Wonosalam merupakan tradisi dari leluhur yang sudah ada sejak tahun 2012 silam. “Kenduren Wonosalam merupakan ungkapan rasa syukur dari masyarakat atas hasil bumi yang melimpah. Selain itu juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Kecamatan Wonosalam,” jelasnya.</p>



<p>Haris mengungkapkan, panen durian pada awal tahun 2025 kali ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan hasil panen kali ini disebabkan oleh iklim cuaca yang cukup extreme.</p>



<p>“Kami berharap, Kenduren Wonosalam yang akan datang dapat berjalan dengan lancar dan lebih meriah lagi. Sehingga, dapat berdampak positif bagi masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Wonosalam,” tambahnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219547</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Prioritaskan Kenyamanan Pengunjung, Pemkot Malang Lakukan Penataan TPS Dekat Kuliner</title>
		<link>https://memontum.com/prioritaskan-kenyamanan-pengunjung-pemkot-malang-lakukan-penataan-tps-dekat-kuliner</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 09:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[kenyamanan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penataan]]></category>
		<category><![CDATA[pengunjung,]]></category>
		<category><![CDATA[prioritaskan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=216510</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang – Pemerintah Kota Malang akan menata ulang dan mendata Tempat Penampungan Sampah (TPS) yang berdekatan dengan area kuliner. Langkah ini diambil, untuk menjaga kenyamanan pengunjung, baik dari Kota Malang maupun luar Daerah. Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa penataan ini dilakukan agar lingkungan kuliner tetap nyaman dan bersih. Sehingga, pengunjung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> – Pemerintah Kota Malang akan menata ulang dan mendata Tempat Penampungan Sampah (TPS) yang berdekatan dengan area kuliner. Langkah ini diambil, untuk menjaga kenyamanan pengunjung, baik dari Kota Malang maupun luar Daerah.</p>



<p>Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa penataan ini dilakukan agar lingkungan kuliner tetap nyaman dan bersih. Sehingga, pengunjung bisa menikmati makanan tanpa terganggu.</p>



<p>&#8220;TPS yang dekat dengan area kuliner perlu dikelola lebih baik agar kuliner tetap sehat, terjaga, dan tetap diminati oleh masyarakat,&#8221; kata Pj Wali Kota Iwan, Kamis (14/11/2024) tadi.</p>



<p>Menurutnya, masih banyak TPS yang belum dikelola dengan optimal. Padahal di sekitarnya, ada banyak warung kuliner. Sehingga, hal tersebut menjadi salah satu tujuan untuk membenahi dengan adanya dorongan dan kolaborasi bersama semua pihak.</p>



<p>&#8220;Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk pengusaha, dalam proses perencanaan dan penganggaran. Dengan keterbatasan anggaran daerah, diharapkan juga bisa mendapat bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat, serta dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta,&#8221; tuturnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tak hanya itu, dirinya juga mengapresiasi adanya sinergi dengan pelaku usaha yang memiliki komitmen membantu program prioritas pemerintah daerah. Pihaknya berharap, para pelaku usaha yang belum memberikan CSR dapat ikut berkontribusi untuk pembangunan Kota Malang.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya, mengakui adanya keluhan informal dari pemilik warung yang berada di sekitar TPS. Meskipun belum ada surat resmi, Rahman menjelaskan bahwa gangguan bau dan kebersihan seringkali menjadi kendala utama di area TPS.</p>



<p>“TPS yang berada di pinggir jalan sering mengganggu, terutama saat proses pengangkutan yang kadang menyebabkan bau menyengat akibat limbah cair dari sampah kering,” ungkap Rahman.</p>



<p>Dalam hal ini, menurutnya DLH Kota Malang secara rutin akan melakukan penanganan. Seperti pengaturan ketepatan waktu pengambilan sampah, penataan TPS dengan menyediakan pengolahan limbah cair. Sehingga diharapkan tidak menimbulkan bau yang mengganggu.</p>



<p>&#8220;Kalau di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Supit urang limbah cair sudah dipisahkan dengan baik untuk mengurangi bau. Harapannya dengan melalui penataan ulang, TPS di area kuliner bisa menjadi lebih tertib dan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung,” imbuh Rahman. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">216510</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
