<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penilai &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penilai/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jan 2026 14:09:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penilai &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wali Kota Wahyu Paparkan Kekuatan Budaya Kota Malang di Hadapan Tim Penilai PWI Pusat</title>
		<link>https://memontum.com/wali-kota-wahyu-paparkan-kekuatan-budaya-kota-malang-di-hadapan-tim-penilai-pwi-pusat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[hadapan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[paparkan]]></category>
		<category><![CDATA[penilai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229372</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti presentasi Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Jumat (09/01/2026) tadi. Pelaksanaan presentasi itu, merupakan bagian dari tahapan penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, yang diberikan kepada kepala daerah atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan kebudayaan di daerah. Rencananya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengikuti presentasi Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Jumat (09/01/2026) tadi. Pelaksanaan presentasi itu, merupakan bagian dari tahapan penilaian Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, yang diberikan kepada kepala daerah atas dedikasi dan kontribusinya dalam memajukan kebudayaan di daerah.</p>



<p>Rencananya, pemberian penghargaan tersebut akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Provinsi Banten.</p>



<p>Dalam presentasi itu, pria nomor satu di lingkungan Pemkot Malang, memaparkan berbagai potensi unggulan Kota Malang yang menjadi penopang pemajuan kebudayaan. Mulai dari kekayaan seni tradisi, sejarah, kuliner, hingga ekosistem kreatif yang berkembang pesat di kalangan generasi muda.</p>



<p>Tidak hanya itu, penetapan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia Unesco bidang Media Arts pada akhir 2025 lalu juga disinggung. Karena, hal itu dinilai menjadi penguat posisi Malang dalam pemajuan kebudayaan nasional.</p>



<p>“Kota Malang memiliki kekuatan budaya yang lengkap, mulai dari warisan sejarah, seni pertunjukan, kuliner tradisional, hingga komunitas kreatif yang aktif dan inovatif. Ini menjadi modal besar untuk pemajuan kebudayaan yang berkelanjutan,” ujar Wali Kota Wahyu, di hadapan tim penilai.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Salah satu program unggulan yang disoroti, adalah Program 1.000 Event, yang digagas Pemkot Malang untuk mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menghidupkan ruang-ruang budaya. Program tersebut, mencakup festival seni, pertunjukan budaya, pameran kreatif, hingga agenda berbasis kearifan lokal yang digelar sepanjang tahun.</p>



<p>“Saya tidak ingin melupakan kebudayaan dan kearifan lokal Kota Malang. Itu harus terus dihidupkan agar generasi muda juga mengenal identitas budayanya,” tegas Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Selain itu, Wali Kota Wahyu juga menjelaskan komitmen Pemkot Malang dalam memberikan ruang ekspresi bagi pelaku seni dan budaya, dukungan terhadap UMKM berbasis budaya, serta kolaborasi lintas sektor agar kebudayaan menjadi penggerak ekonomi dan pariwisata.</p>



<p>Pelaksanaan presentasi tersebut, dinilai langsung tim juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang terdiri dari Dr Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo dan Yusuf Susilo Hartono. Sementara dalam sesi tanya jawab, budayawan Sudjiwo Tejo mempertanyakan kuatnya ikatan persaudaraan Arema di berbagai daerah. Sementara juri lainnya, Yusuf Susilo Hartono, menyinggung keberadaan bahasa walikan yang masih digunakan di Kota Malang.</p>



<p>Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Wahyu menjelaskan bahwa Arema memiliki ikatan emosional yang kuat dengan identitas satu jiwa. “Karena itu, dalam salam pembuka presentasi tadi saya sampaikan salam satu jiwa, Arema,” imbuh Wali Kota Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Penilai IGA Tinjau Inovasi SiPanji dan Program Suling Pemkab Malang</title>
		<link>https://memontum.com/tim-penilai-iga-tinjau-inovasi-sipanji-dan-program-suling-pemkab-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 04:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penilai]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[sipanji]]></category>
		<category><![CDATA[suling]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227940</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menyambut Tim Penilai Validasi Lapangan Innovative Goverment Award (IGA) tahun 2025 di Ruang Rapat Anusapati, Kamis (20/11/2025) tadi. Kedatangan rombongan tim penilai itu, untuk meninjau langsung pelayanan bagi masyarakat di Kabupaten Malang. Beberapa tim tersebut, diantaranya Asisten Deputi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Bupati Malang, HM Sanusi, menyambut Tim Penilai Validasi Lapangan Innovative Goverment Award (IGA) tahun 2025 di Ruang Rapat Anusapati, Kamis (20/11/2025) tadi. Kedatangan rombongan tim penilai itu, untuk meninjau langsung pelayanan bagi masyarakat di Kabupaten Malang. Beberapa tim tersebut, diantaranya Asisten Deputi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia selaku Ketua Tim Juri, Yeni Afriani Maria Sitohang dan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Wellem Bendektus Abarua.</p>



<p>Bupati Malang dalam sambutannya mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan konsistensi Kabupaten Malang, dalam menghadirkan pelayanan publik yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Kami tidak melakukan persiapan khusus, karena keseharian kami memang seperti ini. Semua berjalan alamiah. Inovasi bukan hanya dibuat untuk lomba, tetapi karena memang dibutuhkan masyarakat,” kata Bupati Malang.</p>



<p>Bupati Sanusi juga menjelaskan, bahwa Kabupaten Malang memiliki wilayah yang sangat luas serta administrasi yang terdiri dari 33 kecamatan dan 378 desa serta 12 kelurahan. Kondisi ini, menuntut pemerintah daerah untuk terus menghadirkan terobosan yang mempermudah akses layanan publik digital dan non digital, dengan mengusung dua inovasi unggulan yakni Aplikasi SiPanji dan Program Subuh Keliling (Suling).</p>



<p>Pemerintah Kabupaten Malang menghadirkan inovasi di bidang teknologi, dengan mengembangkan Aplikasi SiPanji atau Sistem Informasi Pengelolaan Pajak Daerah Mandiri. Aplikasi ini, bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran pajak secara elektronik (e-transaksi).</p>



<p>&#8220;SiPanji merupakan terobosan teknologi yang terus diperbarui sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2019. Melalui pengembangan ini, Pemkab Malang berupaya meningkatkan kemudahan pelayanan perpajakan, sekaligus memperluas pemanfaatan layanan digital di tengah masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Untuk mendorong optimalisasi penggunaan aplikasi tersebut, tambahnya, Pemkab Malang terus menggencarkan sosialisasi kepada para wajib pajak. Dengan menggunakan SiPanji, masyarakat dapat dengan mudah mendaftarkan subyek dan obyek pajak, serta melaporkan pajak terutang secara daring tanpa harus datang ke kantor pelayanan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak daerah sekaligus mendukung transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, tambah Bupati Sanusi, Subuh Keliling (Suling) merupakan program inisiasi dari Bupati Malang, untuk melaksanakan Salat Subuh berjamaah di masjid-masjid seluruh kecamatan di Kabupaten Malang. Dalam setiap pelaksanaan Program Suling yang digelar setiap hari Jumat, pemerintah berupaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan sekaligus peningkatan pelayanan publik.</p>



<p>“Suling ini dilaksanakan setiap hari Jumat. Suling ini bertujuan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, memperkuat sisi spiritual, meningkatkan pelayanan publik dan membantu masyarakat melalui bantuan sosial,” tuturnya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, bahwa setiap gelaran Suling di desa-desa menghadirkan beragam layanan publik. Diantaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan penerbitan sertifikat produk halal dari Kantor Kemenag, layanan administrasi kependudukan, hingga pasar murah.</p>



<p>Selain itu, tambahnya, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Baznas untuk menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan. &#8220;Program Suling diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan pemerintah sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat di berbagai wilayah,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Program Suling juga sudah mendapat dua penghargaan yakni dari Baznas Award dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia Terbaik pada tahun 2024 dan 2025. Juga menerima penghargaan sebagai TPID terbaik Malang Raya, berkat Program Suling Smart. Program tersebut dinilai berhasil menjadi bagian penting dalam upaya TPID mengendalikan inflasi melalui penguatan koordinasi, pemantauan harga, serta penerapan strategi stabilisasi pasokan dan harga di wilayah Kabupaten Malang.</p>



<p>Melalui dua inovasi program ini, menghantarkan tim juri meninjau langsung program tersebut. Kegiatan ini menjadi tahap akhir sebelum pengumuman pemenang dan penyerahan piagam penghargaan oleh Mendagri pada Desember mendatang. <strong>(pro/mlg/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227940</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lolos Validasi Lapangan, Tim Penilai IGA 2025 Lihat Inovasi Pemkab Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/lolos-validasi-lapangan-tim-penilai-iga-2025-lihat-inovasi-pemkab-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penilai]]></category>
		<category><![CDATA[Validasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=227733</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Pemkab Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang lolos untuk penilaian validasi lapang dalam kompetisi Innovative Government Awards (IGA) 2025. Pada penilaian IGA kali ini, Banyuwangi mengajukan 221 inovasi dari berbagai bidang pemerintahan dan pelayanan publik. IGA sendiri, merupakan apresiasi tahunan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada pemerintah daerah, untuk keberhasilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Pemkab Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang lolos untuk penilaian validasi lapang dalam kompetisi Innovative Government Awards (IGA) 2025. Pada penilaian IGA kali ini, Banyuwangi mengajukan 221 inovasi dari berbagai bidang pemerintahan dan pelayanan publik.</p>



<p>IGA sendiri, merupakan apresiasi tahunan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada pemerintah daerah, untuk keberhasilan melakukan inovasi di bidang tata kelola pemerintahan, peningkatan layanan publik dan pembangunan. Tim Penilai IGA sendiri, terdiri dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Aldo Harjunanto dan dari Praktisi Media, yang sekaligus Presiden Direktur CNN, Titin Rosmasari.</p>



<p>Kedatangan tim penilai, diterima langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, serta segenap jajaran OPD di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jumat (14/11/2025) tadi. Rombongan tim, datang langsung ke Banyuwangi selama 2 hari, Kamis-Jumat (14/11/2025), untuk melihat secara langsung sejumlah inovasi Banyuwangi yang masuk dalam penilaian IGA.</p>



<p>“Kami datang untuk nge cek dan melihat langsung inovasi yang telah dilakukan Pemkab Banyuwangi. Apakah benar berjalan dan tentunya apakah benar berdampak bagi masyarakat,” kata Titin Rosmasari.</p>



<p>Selama di Banyuwangi, tim penilai melakukan sejumlah kunjungan. Diantaranya, bertemu salah satu pelaku UMKM serta warga penerima manfaat Gerakan Hari Belanja ke Pasar Tradisional, UMKM dan warung-warung rakyat.</p>



<p>Usai mengecek langsung inovasi Banyuwangi, tim penilai pun memberikan apresiasi kepada Banyuwangi. “Saya melihat sistem di sini sudah bekerja. Semua stakeholder ikut terlibat sehingga semua inovasinya terbukti dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Titin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Gerakan belanja yang diinisiasi Bupati Ipuk sejak 2021, itu menggerakkan seluruh ASN Pemkab dan karyawan stakeholder lainnya untuk berbelanja bahan kebutuhan pokok maupun barang lainnya di pasar dan warung-warung terdekat. Kegiatan ini dilaksanakan di setiap bulan di tanggal cantik, misalnya 10 Oktober (10/10), 11 November (11/11) dan seterusnya.</p>



<p>&#8220;Hasil belanjanya kita donasikan kepada warga yang membutuhkan, misalnya warga miskin, Balita stunting, korban bencana alam dan lainnya. Sehingga selain menggerakkan ekonomi lokal, gerakan ini juga membantu mengatasi permasalahan sosial di Banyuwangi. Bahkan, kami juga mensupport helm dan jaket untuk driver dan Ojol di Banywuangi hasil dari belanja tanggal catik para ASN,” ujar Bupati Ipuk.</p>



<p>Tim penilai juga mengunjungi sejumlah hotel dan restoran untuk melihat langsung implementasi sistem elektronik Pendapatan Asli Daerah (e-PAD). &#8220;Ini merupakan platform layanan perpajakan daring yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasannya,&#8221; urai Kepala Badan Pendapatan Daerah Banyuwangi, Samsudin, saat mendampingi tim penilai.</p>



<p>Selanjutnya, tim penilai mengecek pelaksanaan inovasi Sistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Banyuwangi (Sijakawangi) dan Sistem Pelaksanaan Undian Pajak Daerah Banyuwangi (Sipundiwangi), serta menggali informasi sejauh mana dampak inovasi tersebut terhadap peningkatan kesadaran wajib pajak dan pendapatan daerah. Sijakawangi adalah sistem untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan pajak berbasis digital. Sedangkan Sipundiwangi adalah bentuk apresiasi pemkab bagi masyarakat dan pelaku usaha yang tertib administrasi.</p>



<p>“Melalui program Sipundiwangi masyarakat dapat berbelanja sekaligus berkesempatan mendapatkan hadiah seperti motor, iPhone, hingga umroh. Inovasi ini bertujuan meningkatkan partisipasi publik dan kepatuhan wajib pajak di Banyuwangi,&#8221; ungkap Samsudin.&nbsp;</p>



<p>Sebagai informasi, Kabupaten Banyuwangi telah 7 kali berturut-turut sejak tahun 2018 ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif pada ajang Indonesia Government Award (IGA) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">227733</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Situbondo Sambut Kunjungan Tim Visitasi dan Penilai Lomba HIPPA di Desa Duwet</title>
		<link>https://memontum.com/pemkab-situbondo-sambut-kunjungan-tim-visitasi-dan-penilai-lomba-hippa-di-desa-duwet</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Nov 2023 06:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penilai]]></category>
		<category><![CDATA[sambut]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[visitasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=202087</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Rombongan Tim Visitasi dan Penilai Lomba Himpunan Patani Pemakai Air (HIPPA) Tingkat I Provinsi Jawa Timur 2023, kunjungi Kabupaten Situbondo, Kamis (23/11/2023) tadi. Kedatangan mereka, disambut langsung oleh Bupati Situbondo, Karna Suswandi, di Pendapa Arya Situbondo. Mendatangi HIPPA Hitam Manis di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Ketua Tim Visitasi dan Penilai Lomba HIPPA [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Rombongan Tim Visitasi dan Penilai Lomba Himpunan Patani Pemakai Air (HIPPA) Tingkat I Provinsi Jawa Timur 2023, kunjungi Kabupaten Situbondo, Kamis (23/11/2023) tadi. Kedatangan mereka, disambut langsung oleh Bupati Situbondo, Karna Suswandi, di Pendapa Arya Situbondo.</p>



<p>Mendatangi HIPPA Hitam Manis di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Ketua Tim Visitasi dan Penilai Lomba HIPPA Tingkat I Provinsi Jawa Timur, Rase Rante Nademme, menyampaikan bahwa hasil visitasi lapangan diantaranya telah mengunjungi sekretariat dan melihat pembukuan seluruh pengeluaran, pemasukan dan kelembagaan.</p>



<p>Menurut Rase, HIPPA Hitam Manis telah mengirim seluruh berkas lomba HIPPA Tingkat 1 Provinsi Jawa Timur 2023 ke Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA). “Makanya, kami ke sini untuk mengecek kebenarannya. Setelah itu, kami akan ke lapangan melihat bagaimana pembagian airnya bagaimana,” ujarnya.</p>



<p>Pria yang menjabat sebagai Kabid Bina Manfaat DPU SDA Provinsi Jatim ini menekankan, selain pembagian air, yang lebih penting dari itu adalah bagaimana dengan adanya HIPPA Hitam Manis ini bisa meningkatkan produktifitas pertanian di Desa Duwet. “Karena ini harus ada inovasi ya. Jadi kalau bisa bukan hanya padi, tetapi harus ada pala wija dan sebagainya,” tegasnya.</p>



<p><strong>Baca Juga :</strong></p>





<p>Selesai itu, Rase menyampaikan, HIPPA Hitam Manis juga perlu membuat inovasi lainnya. Seperti pembuatan pupuk organik dan menciptakan bibit unggul sehingga ada peningkatan produktifitas pertanian. &#8220;Karena HIPPA ini bukan masalah pembagian air saja, tapi lebih dari itu,” bebernya.</p>



<p>Masih kata Rase, bahwa HIPPA Hitam Manis telah masuk lima besar Lomba HIPPA Tingkat I Provinsi Jawa Timur 2023. “Setelah saya tanya jurinya, memang semua di atas rata-rata. Sehingga kemarin keluar terbaik, tapi di atas meja. Nah kami sekarang melakukan visitasi lapangan ke sini untuk memastikan itu,” tuturnya.</p>



<p>Setelah melakukan visitasi lapangan ke HIPPA Hitam Manis, pihaknya akan melakukan visitasi lapangan ke beberapa HIPPA di Provinsi Jawa Timur. “Setelah acara ini kami mohon pamit untuk balik ke Surabaya. Karena masih ada beberapa tempat lagi. Masih ada Jombang, Bojonegoro dan Magetan. Masih ada yang perlu kami bandingkan dengan HIPPA Hitam Manis,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPP Situbondo, Eko Prionggo Jati, optimis HIPPA Hitam Manis meraih Juara I Lomba HIPPA Tingkat I Provinsi Jawa Timur 2023. “Dengan berbagai persiapan yang sudah dilakukan, saya pikir kami (HIPPA Hitam Manis, red) bisa menjadi Juara I,” ujarnya. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202087</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Penilai Validasi IGA 2023 Lihat dari Dekat Dua Inovasi Pemkab Situbondo</title>
		<link>https://memontum.com/tim-penilai-validasi-iga-2023-lihat-dari-dekat-dua-inovasi-pemkab-situbondo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Oct 2023 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab]]></category>
		<category><![CDATA[penilai]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Validasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=199664</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Tim Penilai Validasi Lapangan Innovative Goverment Award (IGA) 2023 mengunjungi Pemerintah Kabupaten Situbondo, Rabu (11/10/2023) tadi. Mereka yang terdiri dari tiga orang, yaitu Nur Hadi Susanto, Nurhadi dan Gunawan Silalahi, untuk melihat dari dekat dua inovasi Pemkab Situbondo. Yakni, Pelayanan Plaza Situbondo di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan dan Lahan Padi BK 01 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Tim Penilai Validasi Lapangan Innovative Goverment Award (IGA) 2023 mengunjungi Pemerintah Kabupaten Situbondo, Rabu (11/10/2023) tadi. Mereka yang terdiri dari tiga orang, yaitu Nur Hadi Susanto, Nurhadi dan Gunawan Silalahi, untuk melihat dari dekat dua inovasi Pemkab Situbondo. Yakni, Pelayanan Plaza Situbondo di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan dan Lahan Padi BK 01 dan 02 Agritan di Kampung Blikeran, Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan.</p>



<p>Usai mengunjungi dua lokasi tersebut, Nur Hadi Susanto memuji inovasi Padi BK 01 dan 02 Agritan. &#8220;Saya wawancara tadi dengan petaninya, mereka mengaku mendapat manfaat dari menanam Padi BK ini. Saya lihat tadi (lahan Padi BK, red) cukup bagus dan real dilaksanakan di lapangan. Dan yang dipikirkan pemerintah daerah adalah kesejahteraan masyarakat,&#8221; katanya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, ada beberapa indikator penilaian IGA. Mulai dari inovasi baru hingga kebermanfaatan. &#8220;Paling penting itu, apakah inovasi ini menginspirasi unit kerja yang lain. Menginspirasi warga serta pihak-pihak di luar pemerintah atau bahkan pemerintah daerah yang lain,&#8221; tegasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Nur Hadi menilai, dari tahapan IGA tahun 2023 ini, Pemkab Situbondo telah menjalankan inovasi dengan sungguh-sungguh. &#8220;Nah, tugas kami menvalidasi lapangan. Apakah yang disampaikan pada dokumen, yang dipresentasikan itu sesuai dengan kondisi di lapangan,&#8221; terangnya.</p>



<p>Tahapan berikutnya, kata Nur Hadi, tim akan menyerahkan hasil Penilai Validasi Lapangan IGA 2023 kepada Kemendagri. &#8220;Setelah itu, akan ada beberapa kali sidang dan akan diumumkan inovasi ini masuk katagori apa. Karena memang harus bersaing dengan daerah lain,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengaku optimistis inovasi Pelayanan Plaza Situbondo serta Padi BK 01 dan 02 Agritan, bakal meraih juara dalam ajang IGA tahun 2023. &#8220;Kepada Tim Penilai Validasi Lapangan, kami tidak minta nilai banyak-banyak. Cukup nilai satu saja, yang terbaik,&#8221; kata pria yang akrab disapa Bung Karna. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">199664</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terima Tim Penilai Kinerja, Cak Thoriq Paparkan Progres Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting Lumajang</title>
		<link>https://memontum.com/terima-tim-penilai-kinerja-cak-thoriq-paparkan-progres-upaya-pencegahan-dan-penurunan-stunting-lumajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2023 11:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja]]></category>
		<category><![CDATA[paparkan]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[penilai]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan]]></category>
		<category><![CDATA[progres]]></category>
		<category><![CDATA[Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[terima]]></category>
		<category><![CDATA[thoriq]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=195488</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, memaparkan secara detail progres perkembangan pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi di Kabupaten Lumajang. Pemaparan itu, disampaikan saat menerima kehadiran Tim Penilai Kinerja Kabupaten atau Kota dalam Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Provinsi Jawa Timur tahun 2023 di Command Centre Room, Kantor Bupati Lumajang, Rabu (09/08/2023) tadi. Dalam pemaparannya, Cak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Lumajang</strong> &#8211; Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, memaparkan secara detail progres perkembangan pencegahan dan penanganan stunting terintegrasi di Kabupaten Lumajang. Pemaparan itu, disampaikan saat menerima kehadiran Tim Penilai Kinerja Kabupaten atau Kota dalam Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Provinsi Jawa Timur tahun 2023 di Command Centre Room, Kantor Bupati Lumajang, Rabu (09/08/2023) tadi.</p>



<p>Dalam pemaparannya, Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang, menjelaskan bahwa saat ini di Kabupaten Lumajang mengalami persoalan yang cukup progresif dalam perkembangan stunting yang harus ditangani secara terintegrasi. Oleh sebab itu, Pemkab Lumajang melakukan beberapa langkah atau aksi dalam penanganan stunting.</p>



<p>Diantaranya, melakukan analisis situasi, rencana kegiatan, rembug stunting, peraturan bupati tentang peran desa, pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM), manajemen data, pengukuran dan publikasi, serta review kinerja tahunan. &#8220;Ini merupakan beberapa langkah dari Pemerintah Kabupaten Lumajang dan masyarakat dalam penanggulangan stunting yang terintegrasi,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, disampaikan Cak Thoriq, bahwa pihaknya juga telah berinovasi dalam penanganan dan pencegahan stunting. Adapun inovasi tersebut, diantaranya, Pawon Urip, Gerakan Sikap Stunting Ibu dan Anak Terdampingi (Gesit), Suami Siaga (Susi), Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Terintegrasi (Susi Pasti), Gerakan Makan Ikan Atasi Stunting (Gemar Kancing).</p>



<p>&#8220;Ini salah satu cara pandang kami, sehingga akumulasi dari penurunan angka kasus stunting itu terintegrasi berbasis Perangkat Daerah dan masyarakat,&#8221; terangnya.</p>



<p>Cak Thoriq menambahkan, bahwa Pemkab Lumajang akan terus berikhtiar serta serius dalam penanganan dan menuntaskan stunting di Kabupaten Lumajang. Dalam paparan tersebut, bupati juga didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang, Musfarina Thoriq, serta Kepala Perangkat Daerah terkait, untuk menjelaskan detail progres stunting di Kabupaten Lumajang. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">195488</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
