<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penjagaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penjagaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2026 20:36:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penjagaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Libur Lebaran, Satpol PP Kota Malang Perketat Penjagaan di Alun-Alun Merdeka</title>
		<link>https://memontum.com/libur-lebaran-satpol-pp-kota-malang-perketat-penjagaan-di-alun-alun-merdeka</link>
					<comments>https://memontum.com/libur-lebaran-satpol-pp-kota-malang-perketat-penjagaan-di-alun-alun-merdeka#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[ALun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penjagaan]]></category>
		<category><![CDATA[perketat]]></category>
		<category><![CDATA[satpol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231213</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang memastikan penjagaan di kawasan Alun-Alun Merdeka tetap berjalan optimal selama libur Hari Raya Idul Fitri. Pengawasan bahkan akan diperkuat, dengan dukungan dari Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran. Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Mustaqim Jaya, mengatakan bahwa personel akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang memastikan penjagaan di kawasan Alun-Alun Merdeka tetap berjalan optimal selama libur Hari Raya Idul Fitri. Pengawasan bahkan akan diperkuat, dengan dukungan dari Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran.</p>



<p>Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (KKU) Satpol PP Kota Malang, Mustaqim Jaya, mengatakan bahwa personel akan tetap disiagakan setiap hari seperti biasa. “Penjagaan tetap kita lakukan. Kebetulan juga ada Pospam Lebaran di depan Mitra, sehingga bisa ikut membantu pengawasan,” ujar Taqim, Senin (23/03/2026) tadi.</p>



<p>Taqim menjelaskan, bahwa ada sebanyak sembilan personel Satpol PP yang diterjunkan setiap hari dengan sistem dua shift. Shift pertama bertugas mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB, sementara shift kedua dari pukul 15.00 hingga 23.00 WIB.</p>



<p>“Setiap hari ada sembilan personel dengan dua shift, sampai pukul 11 malam,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meski begitu, saat puncak kunjungan Lebaran, jumlah personel berpotensi ditambah melalui bantuan dari Pospam guna mengantisipasi lonjakan pengunjung. “Nanti akan diperbantukan dari pospam, tapi untuk yang rutin tetap seperti itu,” tambahnya.</p>



<p>Selain pengamanan, Satpol PP juga menegaskan larangan bagi pedagang untuk berjualan di dalam area Alun-Alun Merdeka. Kebijakan ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang sempat memberikan kelonggaran.</p>



<p>“Untuk saat ini belum ada kebijakan dari dinas terkait. Jadi pedagang tetap tidak boleh masuk ke dalam alun-alun,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, dikatakan bahwa pedagang atau pelaku UMKM masih diperbolehkan berjualan di kawasan Jalan Merdeka Selatan. Namun, sesuai dengan konsep penataan yang berlaku, yakni pada hari tertentu.</p>



<p>“Kalau mau berjualan bisa di Merdeka Selatan, itu pun konsepnya biasanya hanya hari Sabtu. Untuk Lebaran nanti, teknisnya menunggu dari dinas terkait,” imbuh Taqim. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/libur-lebaran-satpol-pp-kota-malang-perketat-penjagaan-di-alun-alun-merdeka/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231213</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Banyak Sampah Dibuang Sembarang di Lintasan Jalan Kota Batu, Warga Kelurahan Lakukan Penjagaan</title>
		<link>https://memontum.com/banyak-sampah-dibuang-sembarang-di-lintasan-jalan-kota-batu-warga-kelurahan-lakukan-penjagaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Sep 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[banyak]]></category>
		<category><![CDATA[dibuang]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[lintasan]]></category>
		<category><![CDATA[penjagaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sembarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197942</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Pasca penutupan TPA Tlekung, nampaknya tumpukan sampah terlihat berserakan di beberapa poros Jalan Kota Batu. Salah satunya, seperti terlihat di kawasan Jalan H Sutan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kota Batu. Tampak sampah-sampah berserakan di pinggir jalan kota, Senin (11/09/2023) tadi. Warga setempat pun mengklaim, bahwa yang membuang sampah secara sembarangan itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Pasca penutupan TPA Tlekung, nampaknya tumpukan sampah terlihat berserakan di beberapa poros Jalan Kota Batu. Salah satunya, seperti terlihat di kawasan Jalan H Sutan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kota Batu. Tampak sampah-sampah berserakan di pinggir jalan kota, Senin (11/09/2023) tadi.</p>



<p>Warga setempat pun mengklaim, bahwa yang membuang sampah secara sembarangan itu bukan warga Kelurahan Sisir. Tetapi orang luar kelurahan. &#8220;Yang membuang sampah di pinggiran sawah, juga pinggir Jalan Kembar Sutan Hasan Halim, itu bukan warga Sisir. Tetapi orang dari luar kelurahan,&#8221; terang warga sekitar, Ikrom.</p>



<p>Dijelaskannya, bahwa lintasan Jalan H Sutan Hasan Halim, begitu luas dan udaranya masih sejuk. Sehingga, setiap pagi banyak orang luar Kelurahan Sisir, yang memanfaatkan olah raga jalan sehat di jalan tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ikrom menduga, kesempatan olah raga pagi itulah, yang dimanfaatkan orang luar kelurahan membawa sampah dari rumah dan dibuang di jalan itu. &#8220;Yang jelas, sampah yang tercecer di Jalan H Sutan Hasan Halim, itu tidak mungkin orang kelurahan sini,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Lurah Sisir, Muhammad Viata Aria Pranaka, menjelaskan jika keberadaan sampah yang berceceran di Jalan H Sutan Hasan Halim, sudah berlangsung sejak sepekan ini. &#8220;Sampah-sampah itu kami ambil bersama relawan. Setelah itu, dipilah sendiri di TPS. Sudah satu pekan ini, setiap hari ada sampah yang dibuang sembarangan,&#8221; tuturnya, Senin (11/09/2023) tadi.</p>



<p>Untuk mengantisipasi sampah yang dibuang sembarangan oleh warga, pihaknya menambahkan, sudah dilakukan penjagaan selama 24 jam. Bahkan, mulai pukul 00.00 dilaksanakan patroli di sepanjang Jalan H Sutan Hasan Halim ini. Pihaknya juga menduga, bahwa yang membuang sampah sembarangan tersebut, memang bukan warga Kelurahan Sisir.</p>



<p>&#8220;Saya tidak tahu kapan orang membuang sampah tersebut. Tapi, tiba-tiba muncul di pinggir Jalan Sultan Hasan Halim. Yang jelas, kemungkinannya itu bukan warga Sisir yang melakukan. Jadi, kami mengimbau jangan buang sampah sembarangan. Karena, itu akan menambah beban warga Sisir. Apalagi, kalau ketangkap juga akan diberikan sanksi sosial,&#8221; jelasnya. <strong>(put/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197942</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Indeks Kualitas Udara di Kota Malang Masih Baik, DLH Tekankan Pengawasan dan Penjagaan</title>
		<link>https://memontum.com/indeks-kualitas-udara-di-kota-malang-masih-baik-dlh-tekankan-pengawasan-dan-penjagaan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2023 13:10:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[baik,]]></category>
		<category><![CDATA[indeks]]></category>
		<category><![CDATA[kita]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[masih]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[penjagaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=194239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Tri Santoso, mengungkap bahwa kualitas udara di Kota Malang saat ini terbilang baik. Hal tersebut, diukur berdasarkan indeks kualitas udara yang saat ini berada di angka 80. Pria yang kerap disapa Trisan, itu menjelaskan jika untuk mengukur kualitas udara dibutuhkan dua [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Tri Santoso, mengungkap bahwa kualitas udara di Kota Malang saat ini terbilang baik. Hal tersebut, diukur berdasarkan indeks kualitas udara yang saat ini berada di angka 80.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Trisan, itu menjelaskan jika untuk mengukur kualitas udara dibutuhkan dua metode. Pertama, metode pasif dengan menggunakan alat detektor yang dipasang di beberapa titik selama 14 hari. Kedua, pengujian secara aktif yang dilakukan langsung di pinggir jalan yang rawan kemacetan, kawasan permukiman, kawasan perdagangan dan jasa, serta kawasan perkantoran di 27 titik pantau.</p>



<p>“Hasil yang kami dapatkan di Kota Malang, berdasarkan indeks kualitas udaranya itu masih di kisaran 80. Kalau indeks di atas angka 70 itu dikatakan baik, kemudian kalau 90-100 itu sangat baik. Jadi ada lima kategori. Alhamdulillah, kita ada di level baik,” jelas Trisan saat ditemui di Simpang Balapan Jalan Besar Ijen Kota Malang, Selasa (25/07/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Meskipun kualitas udara saat ini di Kota Malang telah dianggap baik, namun DLH Kota Malang mengimbau agar masyarakat tidak terlena. Sebab, kualitas udara tersebut perlu dijaga dengan melakukan monitoring secara terus-menerus dan menjalankan langkah-langkah pengendalian. Seperti, menjaga ruang terbuka hijau (RTH), memperhatikan jenis pohon yang ditanam serta menghindari pembakaran sampah.</p>



<p>“Karena kalau tidak dijaga, maka nantinya akan turun kualitas udara di Kota Malang. Sehingga, harus dilakukan monitoring dan tetap menjaga,” katanya.</p>



<p>Kemudian, ditambahkan bahwa indeks 80 tersebut, dihitung dalam durasi satu tahunan dan kualitas udara Kota Malang dalam beberapa tahun terakhir tergolong stabil. Namun, stabilitas tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti mobilitas tinggi yang dapat mempengaruhi kondisi kualitas udara.</p>



<p>“Stabilnya Kota Malang itu masih di kisaran baik, ada juga kejadian menurun namun seluruhnya akan terpengaruh dengan kondisi yang dilakukan oleh masyarakat. Tetapi, Alhamdulillah Kota Malang masih hijau, masih bagus. Karena sebetulnya kondisi kualitas udara yang baik maka akan menjamin kondisi kesehatan seluruh warga,” tegas Trisan. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">194239</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
