<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Penularan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penularan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Apr 2026 03:23:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Penularan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Putus Rantai Penularan, Dinkes Kota Malang Siap Laksanakan Catch Up Campaign Campak Mulai 1 April</title>
		<link>https://memontum.com/putus-rantai-penularan-dinkes-kota-malang-siap-laksanakan-catch-up-campaign-campak-mulai-1-april</link>
					<comments>https://memontum.com/putus-rantai-penularan-dinkes-kota-malang-siap-laksanakan-catch-up-campaign-campak-mulai-1-april#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[campaign]]></category>
		<category><![CDATA[Campak]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[laksanakan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan]]></category>
		<category><![CDATA[rantai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231383</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siap melaksanakan program Catch Up Campaign (CUC) atau kampanye pengejaran imunisasi campak, mulai Rabu (01/04/2026) besok. Langkah tersebut diambil, sebagai respon cepat terhadap Surat Edaran (SE) Kemenkes RI mengenai peningkatan kewaspadaan penyakit campak. Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa ada sebanyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siap melaksanakan program Catch Up Campaign (CUC) atau kampanye pengejaran imunisasi campak, mulai Rabu (01/04/2026) besok. Langkah tersebut diambil, sebagai respon cepat terhadap Surat Edaran (SE) Kemenkes RI mengenai peningkatan kewaspadaan penyakit campak.</p>



<p>Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa ada sebanyak 16 Puskesmas di wilayah Kota Malang yang telah disiagakan untuk melaksanakan pendataan dan penyuntikan vaksin bagi kelompok rentan. &#8220;Insyaallah, mulai 1 April besok kita laksanakan di 16 puskesmas, sampai dengan satu bulan. Sasarannya sekitar 13 ribu anak yang akan kami screening terlebih dahulu,&#8221; ujar Husnul saat ditemui, Selasa (31/03/2026) tadi.</p>



<p>Berbeda dengan program Outbreak Responses Immunization (ORI) yang menyasar semua orang tanpa memandang status vaksinasi, metode CUC bersifat lebih spesifik. Program ini, menyasar anak usia 9 bulan hingga 13 tahun yang status imunisasinya belum lengkap atau terlewat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;CUC ini istilahnya untuk menyulam bagi sasaran yang belum mendapatkan vaksinasi campak. Jadi kita screening dulu, yang sudah lengkap tidak (divaksin) lagi. Targetnya mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok minimal 95 persen,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Husnul menegaskan, langkah masif ini sangat krusial mengingat Kota Malang merupakan daerah dengan tingkat mobilisasi masyarakat yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan potensi transmisi virus melalui saluran pernapasan menjadi lebih cepat.</p>



<p>Meskipun sasaran utama vaksinasi adalah anak-anak, Husnul juga mengimbau kelompok dewasa untuk kembali memperketat protokol kesehatan layaknya masa pandemi Covid-19. &#8220;Jika kondisi badan tidak sehat, usahakan tidak beraktivitas di luar atau di ruang tertutup yang banyak orang. Kami juga sudah meminta teman-teman nakes untuk menjaga diri karena campak ini bukan lagi penyakit biasa,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/putus-rantai-penularan-dinkes-kota-malang-siap-laksanakan-catch-up-campaign-campak-mulai-1-april/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231383</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kunjungi Petani Gunakan Konsep Pertanian Terintegrasi, Bupati Banyuwangi Berharap Penularan Ilmu</title>
		<link>https://memontum.com/kunjungi-petani-gunakan-konsep-pertanian-terintegrasi-bupati-banyuwangi-berharap-penularan-ilmu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 12:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[gunakan]]></category>
		<category><![CDATA[konsep]]></category>
		<category><![CDATA[kunjungi]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[terintegrasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210239</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Petani di Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, berhasil mengembangkan konsep pertanian terintegrasi (Integrated Farming System). Salah satunya, seperti yang dilakukan Nuryanto, yakni dengan memanfaatkan keterkaitan antara tanaman pangan serta ternak dan perikanan untuk mendukung produksi pertanian dalam satu lahan. Di lahan seluas 7 hektar miliknya, Nuryanto mengembangkan peternakan domba, budidaya ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Petani di Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, berhasil mengembangkan konsep pertanian terintegrasi (Integrated Farming System). Salah satunya, seperti yang dilakukan Nuryanto, yakni dengan memanfaatkan keterkaitan antara tanaman pangan serta ternak dan perikanan untuk mendukung produksi pertanian dalam satu lahan.</p>



<p>Di lahan seluas 7 hektar miliknya, Nuryanto mengembangkan peternakan domba, budidaya ikan lele, tanaman padi serta berbagai tanaman buah yang ditanam di pinggiran lahan. Seperti durian dan manggis.</p>



<p>“Ini sudah saya kembangkan sejak tahun 2021. Awalnya, terpikir ingin beralih ke pertanian organik agar sawah saya terjaga kelestariannya. Supaya tidak terkena bahan kimia terus,” kata Nuryanto, ketika dikunjungi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di lahannya di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Gendoh, Temuguruh dan Karangsari, Kecamatan Sempu, Senin (03/05/2024) tadi.</p>



<p>Sejak saat itu, Nuryanto mulai belajar membuat pupuk organik secara mandiri untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dirinya lalu memelihara ternak domba, dengan harapan kotorannya bisa diolah menjadi pupuk.</p>



<p>Nuryanto pun kini memelihara sekitar 30 ekor domba, di sebagian lahan miliknya itu. Kotoran dan urine domba tersebut tidak dibuang begitu saja, melainkan diproses menjadi pupuk organik padat (dari kotoran) dan pupuk organik cair (dari urine). Sementara air dari kolam ikan lele, digunakan sebagai bahan pembuatan Photosynthetic Bacteria (PSB) yang dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman.</p>



<p>“Hasil prosesing limbah tersebut saya manfaatkan untuk pemupukan di sawah (tanaman Padi). Sehingga, bisa mengurangi dosis pemakaian pupuk kimia dan lebih hemat serta ramah lingkungan,” urai Nuryanto.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain untuk kebutuhan sendiri, Nuryanto juga menjual pupuk organik yang dirinya produksi. “Sekarang permintaan semakin banyak. Rata-rata petani hortikutura di sekitar desa ini membeli pupuk organik dari saya. Ini menjadi tambahan penghasilan juga,” kata Nuryanto.</p>



<p>Di lahan miliknya, Nuryanto juga menanam rumput gajah untuk makanan puluhan dombanya. Dengan demikian, dirinya bisa menghemat waktu dan tenaga karena tidak perlu mencari rumput ke tempat lain. “Saya juga punya cara untuk memastikan stok pangan domba-domba. Saya buat fermentasi dari rumput gajah yang bisa tahan sampai tiga hari. Saya tidak perlu mengambil rumput setiap hari,” ujarnya.</p>



<p>Setelah tiga tahun menerapkan konsep pertanian terintegrasi ini, Nuryanto mengaku kondisi lahannya menjadi semakin subur. “Hasil panennya juga lebih baik. Beras saya lebih enak dan pulen,” ujarnya.</p>



<p>Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang mengunjungi lahan pertanian Nuryanto, berharap ini bisa diterapkan pada kelompok tani di Banyuwangi. “Ini contoh penerapan konsep pertanian yang berkelanjutan. Konsep pertanian terintegrasi seperti ini terbukti menguntungkan karena semua proses bertaninya saling berkaitan, antara tanaman pangan maupun peternakannya. Kalau bisa, ilmunya ditularkan ke petani sekitar,” ujar Ipuk.</p>



<p>Konsep pertanian terpadu, menurut Ipuk, lebih ramah lingkungan serta mampu menekan biaya produksi petani. Untuk itu, Pemkab terus mendorong pertanian terpadu ini. “Dinas Pertanian dan Pangan juga telah memberikan pendampingan transfer ilmu dan teknologi kepada para petani, termasuk stimulan peralatan seperti chopper rumput untuk memudahkan membuat pakan fermentasi,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Pemkab Banyuwangi juga rutin memberikan bantuan pupuk organik cair (POC). Hingga saat ini, bantuan POC yang telah disalurkan Pemkab sebanyak 466.636 liter atau setara 83.524 hektar. <strong>(kom/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210239</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Gandeng Dinas Kesehatan, Rutan Situbondo Gelar Sosialisasi Penyuluhan Pencegahan Penularan HIV AIDS</title>
		<link>https://memontum.com/gandeng-dinas-kesehatan-rutan-situbondo-gelar-sosialisasi-penyuluhan-pencegahan-penularan-hiv-aids</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2023 13:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[gandeng]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluhan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198877</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo Kanwil Kemenkumham Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi atau penyuluhan HIV dan AIDS bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (26/09/2023) tadi. Melalui kegiatan itu, diharapkan bisa sebagai pencegahan pengendalian resiko deteksi dini kasus HIV/AIDS di lingkungan Rutan Situbondo. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Situbondo</strong> &#8211; Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo Kanwil Kemenkumham Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi atau penyuluhan HIV dan AIDS bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (26/09/2023) tadi. Melalui kegiatan itu, diharapkan bisa sebagai pencegahan pengendalian resiko deteksi dini kasus HIV/AIDS di lingkungan Rutan Situbondo.</p>



<p>Kepala Rutan (Karutan) Situbondo, Rudi Kristawan, mengatakan penyuluhan ini sangat dibutuhkan agar warga binaan dan petugas dapat mengetahui infromasi tentang HIV dan AIDS. Sehingga, ketika ada yang mengidap penyakit tersebut, dapat ditangani cepat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kegiatan ini bagus untuk kita semua dan diharap dapat kita tingkatkan di kemudian hari secara berkala. Sehingga, kita dapat tercegah dari penyakit-penyakit tersebut,&#8221; ujar Rudi.</p>



<p>Kegiatan ini, ujarnya, telah mendapatkan dukungan dari Plt Kakanwil Kemenkumham Jatim, Saefur Rochim. Bahkan, Saefur Rochim telah memberikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi terkait HIV dan AIDS.</p>



<p>&#8220;Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat agar kita semua dapat terhindar dari bahaya HIV/AIDS serta selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,&#8221; ujar Saefur. <strong>(her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198877</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Antisipasi Penularan Varian Omicron, Pemprov Jatim Lakukan WGS pada Pasien Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/antisipasi-penularan-varian-omicron-pemprov-jatim-lakukan-wgs-pada-pasien-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2021 07:50:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan]]></category>
		<category><![CDATA[Varian baru covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Varian Omicron]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=159211</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk pasien Covid-19 dari seluruh daerah Jatim yang memiliki CT Value di bawah 20. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya antisipasi adanya penularan Covid-19 varian Omicron. &#8220;Kami lakukan WGS pada pasien Covid-19 yang memiliki CT Value di bawah 20. Sejauh ini, hal itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk pasien Covid-19 dari seluruh daerah Jatim yang memiliki CT Value di bawah 20. Langkah ini dilakukan, sebagai upaya antisipasi adanya penularan Covid-19 varian Omicron.</p>



<p>&#8220;Kami lakukan WGS pada pasien Covid-19 yang memiliki CT Value di bawah 20. Sejauh ini, hal itu pernah dilakukan untuk menemukan vairan-varian seperti alfa, delta, dan delta plus. Sampai saat ini Omicron tidak ditemukan,&#8221; ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril Al-Farabi, Senin (29/11/2021).</p>



<p>Jibril menjelaskan, CT Value merupakan istilah untuk menggambarkan jumlah partikel virus yang ada dalam tubuh pasien. Tingkat infeksius atau kemampuan seseorang dalam menularkan virus juga dapat dinilai dari CT Value. Semakin tinggi nilai CT seseorang, maka makin rendah kemungkinannya untuk menyebarkan virus yang dapat menginfeksi.</p>



<p>Sebaliknya, terang Jibril, bahwa makin rendah CT Value seseorang, pasien tersebut makin infeksius. &#8220;Kalau ada pasien yang terdeteksi memiliki CT Value di bawah 20, kami akan kirim ke Universitas Airlangga Surabaya untuk dilakukan WGS. Dengan demikian, kita bisa memetakan lokasi,&#8221; terangnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/imunisasi-campak-untuk-nakes-dinkes-kota-malang-tunggu-aturan-kemenkes">Imunisasi Campak untuk Nakes, Dinkes Kota Malang Tunggu Aturan Kemenkes</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/uji-coba-mbg-prasmanan-sppg-unit-gadang-2-layani-1-300-porsi-di-min-2-kota-malang">Uji Coba MBG Prasmanan, SPPG Unit Gadang 2 Layani 1.300 Porsi di MIN 2 Kota Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/bupati-mojokerto-bagikan-bantuan-pangan-pemerintah-pusat-periode-februari-maret">Bupati Mojokerto Bagikan Bantuan Pangan Pemerintah Pusat Periode Februari-Maret</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-banyuwangi-lakukan-pembatasan-jam-operasional-swalayan-dan-ritel-modern">Pemkab Banyuwangi Lakukan Pembatasan Jam Operasional Swalayan dan Ritel Modern</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/efisiensi-anggaran-jadi-pertimbangan-pemkot-dan-dprd-kota-malang-belum-prioritaskan-mobil-dinas-listrik">Efisiensi Anggaran Jadi Pertimbangan, Pemkot dan DPRD Kota Malang Belum Prioritaskan Mobil Dinas Listrik</a></li>
</ul>


<p>Lebih lanjut dirinya menjelaskan, selain WGS, beberapa hal yang dilakukan adalah menutup akses masuk dari luar negeri, baik dari Afrika Selatan, tempat penyebaran varian Omicron maupun dari neegara lain. &#8220;Bandar Udara Internasional Juanda sudah tutup. Tapi di daerah laut (transportasi laut) harus diwaspadai,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Jibril mengingatkan pada kasus penemuan varian Delta dan Delta Plus lalu, bahwa varian tersebut ditemukan setelah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) masuk ke Jawa TImur via Pelabuhan. &#8220;Padahal, saat itu pelabuhan telah dijaga ketat,&#8221; terangnya.</p>



<p>Lebih lanjut Jibril mengaku, bahwa Bandara Juanda memang sudah ditutup. Tetapi di pelabuhan kemungkinan perjalanan internasional harus diwaspadai. &#8220;Bila ada kemungkinan perjalanan internasional, akan kami isolasi bila ada kemungkinan infeksi varian baru,&#8221; jelasnya. <strong>(ade/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159211</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ajak Penyuluh Agama, Wamenag Nilai Pentingnya Edukasi Terkait Vaksinasi dan Penularan Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/ajak-penyuluh-agama-wamenag-nilai-pentingnya-edukasi-terkait-vaksinasi-dan-penularan-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 15:30:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksinasi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Wamenag]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=149093</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Penularan Covid-19 di Indonesia, meskipun sudah mulai ada penurunan tetapi penambahannya masih cukup tinggi. Penambahan kasus positif Covid-19 pada 27 Juli 2021 dilaporkan telah mencapai 28.228 kasus. Sementara itu, berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyebut masih ada sekitar 41 persen masyarakat yang enggan ikut vaksinasi. Baca Juga: Wakil Menteri Agama (Wamenag), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Penularan Covid-19 di Indonesia, meskipun sudah mulai ada penurunan tetapi penambahannya masih cukup tinggi. Penambahan kasus positif Covid-19 pada 27 Juli 2021 dilaporkan telah mencapai 28.228 kasus.</p>



<p>Sementara itu, berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyebut masih ada sekitar 41 persen masyarakat yang enggan ikut vaksinasi.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/menteri-lingkungan-hidup-dorong-percepatan-pembangunan-psel-di-kabupaten-malang">Menteri Lingkungan Hidup Dorong Percepatan Pembangunan PSEL di Kabupaten Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/giliran-bupati-cilacap-terjaring-ott-penyidik-kpk">Giliran Bupati Cilacap Terjaring OTT Penyidik KPK</a></li>
</ul>


<p>Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid menilai, pentingnya edukasi masyarakat terkait vaksinasi dan pencegahan penularan Covid-19.</p>



<p>&#8220;Sebaran Covid-19 masih tinggi. Perlu edukasi publik secara intensif oleh semua pihak, tidak terkecuali penyuluh agama, utamanya terkait vaksinasi dan protokol kesehatan,&#8221; terang Wamenag di Jakarta, Selasa (27/07) tadi.</p>



<p>Sesuai dengan arahan Menag, sebagai garda terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan umat, Wamenag mengajak penyuluh agama untuk terus intensifkan edukasi tentang Covid-19. Khusus kepada penyuluh agama Islam, Wamenag berharap agar edukasi bisa dilakukan bersama dengan para ulama dan tokoh masyarakat sampai tingkat majelis taklim yang menjadi binaan mereka.</p>



<p>&#8220;Rata-rata penyuluh agama Islam mempunyai hubungan baik dengan tokoh agama dan masyarakat. Mereka juga memiliki binaan majelis taklim, bahkan ada yang sampai empat atau lima majelis taklim. Ini bisa dioptimalkan dalam proses edukasi,&#8221; tuturnya.</p>



<p>&#8220;Selain terkait protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19, edukasi juga bisa dilakukan terkait pentingnya vaksinasi serta imbauan menghindari berita-berita hoaks yang menyesatkan,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Wamenag mengingatkan, bahwa proses edukasi yang dilakukan penyuluh agama juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dan disiplin 5M.</p>



<p>Wamenag menambahkan, bahwa Kementerian Agama saat ini tengah mengupayakan dan mengoordinasikan dengan pihak terkait agar rumah ibadah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya bisa dioptimalkan dalam upaya percepatan vaksinasi.</p>



<p>&#8220;Pemerintah sedang menggerakkan percepatan vaksinasi. Kemenag tengah berupaya pro aktif, berharap rumah ibadah, pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya bisa dioptimalkan dalam percepatan ini,&#8221; tuturnya.</p>



<p>&#8220;Pesantren saya kira sangat strategis dalam percepatan vaksinasi untuk anak-anak. Ribuan bahkan mungkin jutaan santri, usianya di atas 12 tahun,&#8221; ujarnya. <strong>(hms/nag/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">149093</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Berhasil Kendalikan Laju Penularan Covid-19, Pemerintah Akan Perpanjang PPKM Mikro</title>
		<link>https://memontum.com/berhasil-kendalikan-laju-penularan-covid-19-pemerintah-akan-perpanjang-ppkm-mikro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2021 15:46:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Penularan]]></category>
		<category><![CDATA[PPKM Mikro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=140448</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Parameter penanganan Covid-19 dan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro tahap kelima di Tanah Air, menunjukkan hasil yang terus membaik. Kasus aktif, hingga tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit berangsur-angsur menurun. Hal tersebut, disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Parameter penanganan Covid-19 dan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro tahap kelima di Tanah Air, menunjukkan hasil yang terus membaik. Kasus aktif, hingga tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit berangsur-angsur menurun.</p>



<p>Hal tersebut, disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/04) tadi, seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan jajaran Kabinet Indonesia Maju.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/menteri-lingkungan-hidup-dorong-percepatan-pembangunan-psel-di-kabupaten-malang">Menteri Lingkungan Hidup Dorong Percepatan Pembangunan PSEL di Kabupaten Malang</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/kpk-tetapkan-bupati-dan-sekda-cilacap-jadi-tersangka-setoran-thr">KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Setoran THR</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/giliran-bupati-cilacap-terjaring-ott-penyidik-kpk">Giliran Bupati Cilacap Terjaring OTT Penyidik KPK</a></li>
</ul>


<p>&#8220;Kasus aktif per 18 April single digit atau 6,6 persen dan ini perbaikan dibandingkan dua bulan lalu di mana di bulan Februari kasus aktifnya 16 persen. Kemudian positivity rate 11,2 persen dibandingkan di bulan Februari tertanggal 9, 29,42 persen. Kemudian bed occupancy rate rata-rata adalah 34-35 persen dan tidak ada provinsi yang bed occupancy rate-nya di atas 60 persen,&#8221; ujar Airlangga yang menyampaikan keterangan bersama dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.</p>



<p>Airlangga menjelaskan, bahwa program PPKM dan PPKM mikro yang telah diterapkan oleh pemerintah sejak Januari dan Februari telah berhasil mengendalikan laju penularan Covid-19. Ditandai dengan penurunan rata-rata kasus aktif, pada bulan Januari kasus aktif tercatat 15,43 persen, pada Februari 13,57 persen, pada Maret 9,52 persen, dan pada April 7,23 persen.</p>



<p>Berdasarkan hasil evaluasi sejumlah parameter tersebut, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM mikro menjadi tahap keenam, mulai tanggal 20 April sampai dengan 3 Mei 2021. Selain itu, pemerintah juga memperluas cakupan provinsi yang akan menjalankan PPKM mikro tersebut.</p>



<p>&#8220;Perluasan berdasarkan parameter jumlah kasus aktif maka ditambahkan lima provinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, dan Kalimantan Barat,&#8221; ucapnya. <strong>(hms/neg/aye/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">140448</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
