<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penumpukan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penumpukan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 May 2024 09:57:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penumpukan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hindari Penumpukan Kendaraan Pengantar CJH, Polres Trenggalek Siapkan Rekayasa Lalin</title>
		<link>https://memontum.com/hindari-penumpukan-kendaraan-pengantar-cjh-polres-trenggalek-siapkan-rekayasa-lalin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 May 2024 09:56:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[hindari]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[pengantar]]></category>
		<category><![CDATA[penumpukan]]></category>
		<category><![CDATA[Polres]]></category>
		<category><![CDATA[Rekayasa]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210028</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kepolisian Resort Trenggalek akan melakukan rekayasa lalu lintas saat pemberangkatan calon jamaah haji (CJH). Rekayasa lalu lintas (Lalin) tersebut, akan dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan pengantar dan memperlancar proses keberangkatan. Hal itu, seperti yang dijelaskan Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono melalui Kasatlantas, AKP Mulyani, saat mengikuti rapat koordinasi (Rakor) rencana keberangkatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Kepolisian Resort Trenggalek akan melakukan rekayasa lalu lintas saat pemberangkatan calon jamaah haji (CJH). Rekayasa lalu lintas (Lalin) tersebut, akan dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan pengantar dan memperlancar proses keberangkatan. Hal itu, seperti yang dijelaskan Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono melalui Kasatlantas, AKP Mulyani, saat mengikuti rapat koordinasi (Rakor) rencana keberangkatan haji bersama stakeholder terkait di ruang rapat Assiten Pemerintahan dan Kesra Setda Trenggalek.</p>



<p>“Jalur menuju Alun-alun akan kita ditutup total. Nanti kita tempatkan petugas di Simpang Tiga Polres lama, Simpang Tiga BCA dan Pasar Sore dan beberapa titik lain. Ini dilakukan untuk membantu mengarahkan pemberhentian dan parkir kendaraan pengantar,&#8221; kata AKP Mulyani saat dikonfirmasi, Kamis (30/05/2024) tadi.</p>



<p>Selain rekayasa Lalin, pihaknya juga menyiapkan personel pengamanan pada lokasi parkir yang telah disediakan serta pengawalan dari lokasi pemberangkatan di Halaman Pendopo Kabupaten Trenggalek menuju Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya. &#8220;Kendaraan CJH ada 13 bus. Kita siapkan tiga kendaraan Patwal yang ditempatkan di depan, tengah dan belakang. Ditambah dua mobil ambulan,&#8221; jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pihaknya menambahkan, dalam prosesnya nanti, Polres Trenggalek akan menerjunkan personel Polwan untuk membantu para CJH yang dari segi usia memang sudah tua. Tidak terkecuali yang menggunakan kursi roda.</p>



<p>Tidak ketinggalan, AKP Mulyani juga mengingatkan agar sebelum berangkat, dilakukan ramp chek terlebih dahulu terhadap kendaraan bus yang akan digunakan mengantar para CJH. Baik terkait kelaikan kendaraan maupun aspek pengemudi. “Untuk memastikan keamanan, kenyamanan dan keselamatan dari para calon jamaah haji,&#8221; kata AKP Mulyani.</p>



<p>Perlu diketahui, sebanyak 530 CJH asal Kabupaten Trenggalek rencananya akan diberangkatkan bersama-sama dari Pendopo Manggala Praja Nugraha pada tanggal 6 Juni 2024 mendatang. Jamaah yang menjalankan ibadah haji akan berlangsung selama 40 hari di Tanah Suci Mekah. Jika tidak ada halangan, rencananya akan pulang kembali ke tanah air pada tanggal 19 Juli 2024. <strong>(mil/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210028</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hindari Penumpukan Sampah Akibat TPA Tlekung, Pemdes Junrejo Sosialisasi Pakai Kendaraan Roda Tiga</title>
		<link>https://memontum.com/hindari-penumpukan-sampah-akibat-tpa-tlekung-pemdes-junrejo-sosialisasi-pakai-kendaraan-roda-tiga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Aug 2023 12:29:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Batu]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[hindari]]></category>
		<category><![CDATA[Junrejo]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemdes]]></category>
		<category><![CDATA[penumpukan]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[tlekung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=197003</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Batu &#8211; Rencana penutupan TPA Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, per 30 Agustus besok, terus menuai reaksi. Seperti Pemerintah Desa (Pemdes) Junrejo, harus melakukan sosialisasi dengan keliling kampung menggunakan kendaraan roda tiga dan menggunakan pengeras suara, untuk menyampaikan rencana penutupan kepada masyarakat. Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal, menyampaikan bahwa sebenarnya masalah sampah merupakan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Batu</strong> &#8211; Rencana penutupan TPA Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, per 30 Agustus besok, terus menuai reaksi. Seperti Pemerintah Desa (Pemdes) Junrejo, harus melakukan sosialisasi dengan keliling kampung menggunakan kendaraan roda tiga dan menggunakan pengeras suara, untuk menyampaikan rencana penutupan kepada masyarakat.</p>



<p>Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal, menyampaikan bahwa sebenarnya masalah sampah merupakan tanggung jawab bersama. Apalagi, dengan penutupan TPA Tlekung, maka terkait pengolahan sampah akan dilakukan secara mandiri oleh desa melalui TPS3R.</p>



<p>&#8220;Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan cara keliling kampung. Di sini, kami memberikan sosialisasi terkait sistem pengambilan sampah nantinya, karena TPA Tlekung ditutup,&#8221; terangnya, Selasa (29/08/2023) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Mengenai bangunan TPS3R Desa Junrejo, ujarnya, saat ini sudah disiapkan lahan dengan luas bangunan 25 meter X 10 meter. Ini nanti, disiapkan bagi masyarakat yang tidak memiliki tempat untuk memilah sampah.</p>



<p>&#8220;Kami mengumpulkan RT dan RW untuk berbagi tugas. Untuk disosialisasikan ke masyarakat, yaitu mengenai memilah sampah non organik lalu organik. Di sini bagi yang tidak punya tempat untuk memilah sampah, maka dikelola oleh lingkungan di TPS3R. Non organik seperti plastik, kertas tanggung jawab rumah tangga. Desa menyiapkan lahan untuk pengolahan residu di TPS3R. Selain itu, bank sampah juga difungsikan untuk sampah non organik,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Terkait penutupan TPA Tlekung, ujarnya, karena desa memang sudah siap untuk mengolah sampah secara mandiri. Hingga yang menjadi pertanyaan, adalah kesiapan Pemkot Batu. &#8220;Dari penutupan TPA Tlekung ini, sebenarnya semua desa siap menerima dengan mengolah sampah secara mandiri. Justru, pihak Pemkot Batu atau kota yang belum siap dengan sampah dari Alun-alun, pasar, hotel maupun restoran,&#8221; paparnya. <strong>(put/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">197003</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
