<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penurunan harga &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penurunan-harga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jul 2021 14:39:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penurunan harga &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Evaluasi PPKM Darurat, Kota Surabaya Ada Penurunan Kasus Covid-19</title>
		<link>https://memontum.com/evaluasi-ppkm-darurat-kota-surabaya-ada-penurunan-kasus-covid-19</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2021 14:39:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[kota surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<category><![CDATA[ppkm darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=148563</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Selama Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 03 sampai 20 Juli, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa evaluasi PPKM Darurat di Surabaya mulai ada penurunan. “Dari PPKM Darurat yang dilakukan evaluasi, memang Surabaya ada penurunan (kasus Covid, red). Meskipun, penurunan itu belum signifikan. Tetapi, sudah ada penurunan,” kata Eri, Rabu (21/07) tadi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Selama Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 03 sampai 20 Juli, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa evaluasi PPKM Darurat di Surabaya mulai ada penurunan.</p>



<p>“Dari PPKM Darurat yang dilakukan evaluasi, memang Surabaya ada penurunan (kasus Covid, red). Meskipun, penurunan itu belum signifikan. Tetapi, sudah ada penurunan,” kata Eri, Rabu (21/07) tadi.</p>



<p><strong><em>Baca Juga:</em></strong></p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list is-grid columns-3 wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/serapan-perum-bulog-jatim-tembus-di-angka-200-ribu-ton-beras-per-februari">Serapan Perum Bulog Jatim Tembus di Angka 200 Ribu Ton Beras Per Februari</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/lindungi-anak-di-ruang-digital-dp3ak-jatim-bersama-plato-foundation-gelar-safer-internet-day">Lindungi Anak di Ruang Digital, DP3AK Jatim bersama Plato Foundation Gelar Safer Internet Day</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pengelolaan-pemerintahan-dan-penguatan-ekonomi-pemprov-jatim-terima-kunjungan-gubernur-sherly">Pengelolaan Pemerintahan dan Penguatan Ekonomi, Pemprov Jatim Terima Kunjungan Gubernur Sherly</a></li>
</ul>


<p>Selain itu, kata Eri, penurunan kasus hari ini secara total berjumlah 100 sampai 150an orang. “Kita lakukan semaksimal mungkin. Insyaallah kalau yang sakit keluar dari keluarga. Maka tidak muncul klaster keluarga, tidak muncul klaster kampung, insyaallah sudah selesai surabaya,” ujarnya.</p>



<p>Lanjut Eri, meski sudah ada penurunan. Pihaknya akan terus memutus mata rantai Covid-19 di Surabaya.</p>



<p>“Masing-masing kelurahan ada tempat isolasi mandiri. Hari ini sudah siap tempatnya semua, jumat sudah operasional. Sehingga tidak ada lagi warga Surabaya yang satu keluarga diisolasi mandiri, kalau rumahnya tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri. Satu sakit empat negatif, jadi kita harus tarik,” terangnya.</p>



<p>Sementara itu, Eri meminta kepada seluruh lurah dan camat di Surabaya untuk melakukan pendekatan kepada pasien Isolasi Mandiri (Isoman) dan satu tempat tinggal dengan keluarga. “Saya sampaikan Pak lurah, camat harus pendekatan memberikan pengertian. Karena itu yang bisa kita lakukan untuk memutus mata rantainya,” kata Eri. <strong>(ade/ed2)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">148563</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Tomat Anjlok Petani Menjerit</title>
		<link>https://memontum.com/harga-tomat-anjlok-petani-menjerit</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2020 14:37:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Tomat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/121293-harga-tomat-anjlok-petani-menjerit</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Probolinggo &#8211; Harga tomat anjlok mengakibatkan kaum tani di Kota Probolinggo ikut merana. Sejak tiga minggu terakhir, harga tomat di tingkat petani hanya laku Rp 1.000 per Kg. Akibat harga tomat anjlok, sebagian petani sayur mayur ini enggan memanen lantaran hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya perawatan, membeli keranjang dan mengeluarkan biaya upah panen. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Probolinggo </strong>&#8211; Harga tomat anjlok mengakibatkan kaum tani di Kota Probolinggo ikut merana. Sejak tiga minggu terakhir, harga tomat di tingkat petani hanya laku Rp 1.000 per Kg. Akibat harga tomat anjlok, sebagian petani sayur mayur ini enggan memanen lantaran hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya perawatan, membeli keranjang dan mengeluarkan biaya upah panen.</p>
<p>“Biasanya, petani menjual dengan kisaran harga Rp 4 ribu hingga Rp 6 ribu per kilo (kilogram). Sekarang cuma laku dijual di kisaran harga Rp 1.000 per kilo,” gerutu Rasyid, seorang petani tomat di Kelurahan Kedung Asem, Kecamatan wonoasih Kota Probolinggo, Selasa (11/8/2020).</p>
<p>Masih kata Rasyid, harapan hanya ada pada tomat dengan kualitas super, sebab di tingkat petani masih dihargai sebesar Rp 1.500 per kg. Sementara, untuk tomat kualitas tanggung, harganya lebih murah lagi, yakni Rp 35 ribu per keranjang.</p>
<p>Ia menambahkan, harga tomat anjlok diakibatkan masa panen bersamaan dengan petani tomat di daerah lain. Sehingga stok tomat melimpah, termasuk di Pasar Baru.</p>
<p>“Akibat harga anjlok, para petani harus menanggung kerugiaan yang tidak sedikit. Sebab untuk merawat tomat, petani dibutuhkan perhatian ekstra dan tentu berimplikasi pada biaya yang tidak sedikit, seperti membeli pupuk dan obat-obatan untuk membasmi hama,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, agar petani bisa mendapatkan untung, maka harga tomat di tingkat petani idealnya Rp 4 ribu sampai Rp5 ribu per Kg.</p>
<p>“Harga keranjang saja Rp 18 ribuan. Ini belum lagi, biaya untuk tenaga pemetik harian. Jadi, banyak petani yang malas memanen,” ujarnya.<strong> (geo/mzm)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">121293</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lamongan Covid-19: Permintaan Sepi, Harga Ikan Laut Terjun Bebas 50 Persen</title>
		<link>https://memontum.com/lamongan-covid-19-permintaan-sepi-harga-ikan-laut-terjun-bebas-50-persen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2020 12:17:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=111052</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Dampak virus corona atau Covid-19 memang sangat dirasakan seluruh masyarakat hingga membuat hasil perekonomian menurun drastis, hal itu seperti yang dialami para nelayan pantura Lamongan yang mengeluh dengan turunnya harga ikan, juga minimnya permintaan dipasaran. Kepada awak media, Minggu (5/4/2020), Sholikin, nelayan asal Kecamatan Brondong, Lamongan mengaku turunnya permintaan ikan dipasaran hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Dampak virus corona atau Covid-19 memang sangat dirasakan seluruh masyarakat hingga membuat hasil perekonomian menurun drastis, hal itu seperti yang dialami para nelayan pantura Lamongan yang mengeluh dengan turunnya harga ikan, juga minimnya permintaan dipasaran.</p>
<p>Kepada awak media, Minggu (5/4/2020), Sholikin, nelayan asal Kecamatan Brondong, Lamongan mengaku turunnya permintaan ikan dipasaran hingga harga ikan laut diduga dampak maraknya penyebaran Virus Corona di indonesia dan diluar negeri. Selain itu, dijelaskannya, bahkan sejumlah perusahaan yang biasa menerima pasokan ikan nelayan juga tutup, kendati alasanya tak bisa kirim ikan ke luar negeri.</p>
<p>“Yang jelas, saat ini masyarakat jadi takut keluar rumah dan sebagian perusahaan yang biasa menerima ikan para nelayan juga sekarang ikutan tutup karena beralasan tidak bisa kirim keluar negeri,” bebernya.</p>
<p>Tak hanya itu, Sholikin juga menambahkan, sejak himbauan dari pemerintah diberlakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, Ia mengaku hingga saat ini banyak warga yang mengurangi aktivitasnya keluar rumah.</p>
<p>&#8220;Ya sangat berdampak sekali, apalagi saat ini para pelanggan dan pembeli juga enggan datang untuk membeli ikan hasil tangkapan para nelayan yang dijual di tempat pasar ikan Brondong,&#8221; akunya menggerutu.</p>
<p>Dikabarkan, harga sejumlah hasil tangkapan ikan laut di pasaran mengalami penurunan drastis diantaranya rajungan, yang sebelumya harga Rp 65 ribu per kilogram kini menjadi Rp 45 ribu diperparah lagi harga Lobster yang awalnya mencapaiRp 400- 300 ribu, kini hanya seharga Rp 100 ribu per kilogramnya.</p>
<p>Sedangkan, cumi-cumi saat ini harganya menjadi Rp 15 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 35 ribu. Selain itu, Harga hasil laut itu juga diikuti jenis ikan lainnya yang mengalami penurunan mencapai 50 persen.</p>
<p>Sholikin bersama para nelayan lainya berharap agar kondisi saat ini segera membaik sehingga harga bisa segera normal kembali terutama harga ikan laut dapat kembali stabil, juga hasil perekonomian bisa segera pulih sedia kala.</p>
<p>“Kami hanya bisa berdoa dan berusaha, semoga Virus Corona bisa segera teratasi dan hilang dari bumi indonesia, sehingga dampaknya tidak semakin meluas khususnya bagi perekonomian seluruh nelayan di Lamongan,” harapnya menandaskan. <strong>(Fjr/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111052</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Jadi Sebab Merosotnya Produksi Garam</title>
		<link>https://memontum.com/harga-jadi-sebab-merosotnya-produksi-garam</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 06:46:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Garam]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<category><![CDATA[Sampang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/102848-harga-jadi-sebab-merosotnya-produksi-garam</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sampang &#8211; Produksi garam di Sampang pada tahun 2019 alami penurunan, hal itu disebabkan oleh merosotnya harga garam di petani garam. Meski mencapai target produksi di angka 285 ribu ton, namun produksi garam menurun dibandingkan pada tahun 2018. Terlihat pada tahun 2018 produksi garam mencapai 344 ribu ton, sedangkan pada tahun 2019 merosot ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Sampang</strong> &#8211; Produksi garam di Sampang pada tahun 2019 alami penurunan, hal itu disebabkan oleh merosotnya harga garam di petani garam.</p>
<p>Meski mencapai target produksi di angka 285 ribu ton, namun produksi garam menurun dibandingkan pada tahun 2018. Terlihat pada tahun 2018 produksi garam mencapai 344 ribu ton, sedangkan pada tahun 2019 merosot ke angka 314 ribu ton.</p>
<p>Penyebab menurunnya produksi garam di Sampang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya, Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Moh Mahfud mengatakan, produksi garam tahun 2019 menurun hingga 35.000 ton yang disebabkan oleh motivasi para petani untuk menentukan jadwal panen yang sesuai dengan standartnya.</p>
<p>&#8220;Untuk produksi garam tahun ini berkurang sekitar 35.000 ton dari tahun sebelumnya. Itu disebabkan karena harga jual garam di Sampang musim ini murah, sehingga petani malas untuk cepat memanen garamnya,&#8221; ujarnya kepada Memontum.com, Kamis (26/12/2019) pagi.</p>
<p>Mahfud menuturkan, untuk musim sebelumnya harga garam cukup tinggi, berbeda dengan tahun ini hanya Rp 250.000 per ton. Jadi para petani malas untuk memanen. Yang biasanya 7 sampai 12 hari sekali, untuk saat ini bisa mencapai 20 hari sekali.</p>
<p>&#8220;Pada musim sebelumnya saat kondisi harga garam tinggi, para petani untuk memanen garam hanya membutuhkan waktu 7 sampai 12 hari sekali. Namun, saat harga garam menjadi murah para petani menjadi malas untuk memanen, sehingga untuk memanen garam bisa mencapai 20 hari,&#8221; tutur Mahfud. <strong>(zyn/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102848</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Telur Ayam Anjlok ke Rp 16.000, Peternak di Lamongan Kelabakan</title>
		<link>https://memontum.com/harga-telur-ayam-anjlok-ke-rp-16-000-peternak-di-lamongan-kelabakan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Oct 2019 03:57:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<category><![CDATA[Peternak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97874-harga-telur-ayam-anjlok-ke-rp-16-000-peternak-di-lamongan-kelabakan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Dalam beberapa pekan terakhir ini harga telur ayam di Lamongan merosot tajam. Sehingga membuat peternak ayam petelur kelabakan. Sidi Amat, peternak ayam petelur berasal dari Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, mengaku harga telur di kalangan peternak mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka Rp 16.000 per kilogram. Harga tersebut jauh di bawah harga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Dalam beberapa pekan terakhir ini harga telur ayam di Lamongan merosot tajam. Sehingga membuat peternak ayam petelur kelabakan. Sidi Amat, peternak ayam petelur berasal dari Desa Baturono, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, mengaku harga telur di kalangan peternak mengalami penurunan drastis hingga menyentuh angka Rp 16.000 per kilogram. Harga tersebut jauh di bawah harga normal sebelumnya yang berada pada kisaran Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per kilogram.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya itu sekitar Rp 19.000 kemudian turun terus, kalau nggak salah ya sekitar satu bulan ini. turunnya itu bertahap, pertama Rp 18.000 terus Rp 17.000 hingga sekarang mencapai Rp 16.000 sampai Rp 16.500,&#8221; aku Sidi. (14/10/2019).</p>
<p>Tak hanya itu, merosotnya harga telur ayam tersebut kata Sidi, membuat para peternak ayam petelur seperti dirinya justru mengalami kerugian yang cukup besar.</p>
<p>&#8220;Biasanya per harinya saya bisa menghasilkan 135 kilogram telur. Harganya saat itu cukup normal yakni Rp. 19.000, jadi saya mendapatkan Rp. 2.565.000. tapi kalau sekarang harganya Rp 16.000, kita hanya dapat 2.160.000. Jadi hasilnya ya merosot Rp 405.000 perharinya,&#8221; bebernya gelisah.</p>
<p>Bahkan, ia juga mengaku tidak tahu secara pasti apa yang menyebabkan harga telur ayam turun begitu tajam, padahal katanya harga pakan tidak mengalami penurunan.</p>
<p>&#8220;Harga konsentrat tetap normal, satu zak isi 50 kilogram harganya Rp 380.000. Harga dedak dan jagung juga mahal, dedak Rp 3.500 sampai Rp 4.000 per kilogram, sedangkan jagung sekitar Rp 4.500 sampai Rp 5.000 per kilogram,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat Sidi yang baru saja menjual ayam-ayam yang tidak lagi produktif, masih enggan untuk melakukan peremajaan dan membiarkan sebagian kandangnya kosong sementara waktu.</p>
<p>&#8220;Sudah apkir satu bulan yang lalu dan sebenarnya ini sudah waktunya mengisi (ayam) lagi, tapi saya pikir-pikir kalau masih seperti ini nanti malah rugi. Jadi tidak saya isi dulu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Sidi dan para peternak ayam telur di Lamongan berharap agar harga telur ayam dapat kembali normal.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya kami tidak minta (harga telur) mahal, cuma ya harus seimbang, jadi pakan sama produksi seharusnya seimbang,&#8221; pungkasnya berharap. <strong>(nov/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97874</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Anjloknya Harga Tembakau, Petani datangi DPRD Jember</title>
		<link>https://memontum.com/anjloknya-harga-tembakau-petani-datangi-dprd-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2019 13:18:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jember]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<category><![CDATA[Tembakau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/97622-anjloknya-harga-tembakau-petani-datangi-dprd-jember</guid>

					<description><![CDATA[Jember, Memontum &#8211; Sejumlah aktivis dan pegiat pertembakauan, serta perwakilan perusahaan yang menampung tembakau pabrikan di kabupaten Jember, Kamis (10/10/2019) siang mendatangi kantor DPRD Kabupaten Jember, kedatangan mereka untuk menyuarakan aspirasi petani melalui rapat dengar pendapat perihal anjloknya harga tembakau. Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kasturi Kabupaten Jember, Abdurrahman mengatakan, saat ini harga tembakau anjlok, harga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jember, Memontum</strong> &#8211; Sejumlah aktivis dan pegiat pertembakauan, serta perwakilan perusahaan yang menampung tembakau pabrikan di kabupaten Jember, Kamis (10/10/2019) siang mendatangi kantor DPRD Kabupaten Jember, kedatangan mereka untuk menyuarakan aspirasi petani melalui rapat dengar pendapat perihal anjloknya harga tembakau.</p>
<p>Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kasturi Kabupaten Jember, Abdurrahman mengatakan, saat ini harga tembakau anjlok, harga per kilogramnya hanya berkisar Rp 13.000 untuk jenis tembakau kasturi, artinya harga penjualan itu tidak sesuai bahkan terbilang sangat jauh dari harapan petani.</p>
<p>&#8220;Sering menjadi masalah ketika petani tembakau kasturi di Jember itu 75 % tidak mengeringkan tembakaunya sendiri, mereka menjualnya dalam bentuk tembakau setengah kering, memang daunnya kering tapi untuk gagangnya tetap hijau, mereka tidak memproses untuk siap kirim ke pabrik, sehingga 25 % -nya itu pengusaha yang memprosesnya sampai siap dikirim ke pabrik,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Hal berbeda dikatakan Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jember, Suwarno, Dia lebih menitikberatkan perhatiannya pada pembinaan petani tembakau dan memperbaikinya secara kualitas, sehingga petani mampu membangun pola kemitraan usaha yang baik dan sehat.</p>
<p>&#8220;Mendengarkan keluh-kesah dan aspirasi masyarakat itu memang tugas anggota dewan. Terlebih dari pantauan kami di lapangan, tanaman tembakau &#8211; tembakau jenis Na-Ogs ada sekitar 4000 hektar, 2500 Na-Ogs tanaman awal ada di daerah selatan, lalu Na-Ogs tradisional itu berada di daerah utara dan ini sudah 50 % yang menjalin kemitraan, &#8221; terang Suwarno.</p>
<p>&#8220;Meski kami belum bisa mengcover semuanya bermitra sambung Suwarno, namun pihaknya mengupayakan agar petani tembakau yang belum bermitra bisa dicover semuanya dan kami perlu melakukan pendampingan agar petani mampu mencetak mutu yang dibutuhkan perusahaan,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Sementara Joko Prabowo, perwakilan UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau Jember mengatakan, tidak ada kewenangan pihaknya untuk pengawasan dan membahas harga tembakau di pasaran, lembaga tembakau tempat dirinya bekerja hanya berwenang untuk sistem keamanan dan penjaminan mutu produk pertembakauan.</p>
<p>&#8220;Jadi kami tidak ada kewenangan berbicara tentang harga tembakau di pasaran, kami hanya memverifikasi mutu untuk kualitas ekspor dan mekanisme mutu tembakau juga ditetapkan eksportir, ada sarana dan prasarana juga, kalaupun ada permasalahan-permasalahan, harus kami didiskusikan dengan pimpinan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Menanggapi berbagai aspirasi dan masukan tersebut, Anggota Komisi B Fraksi Pandekar DPRD Jember, Nyoman Aribowo mengatakan, konsep pola kemitraan dengan perusahaan itu memang ada kekurangan dan kelebihannya, namun paling tidak, dengan adanya kontrak kemitraan mampu menjamin hak dan kewajiban petani, sehingga bisnis pertembakauannya berjalan lebih stabil.</p>
<p>&#8220;Kemitraan itu memang plus-minus, plusnya karena aman pasarnya, pasti harganya dan ada pembinaan, kan begitu, tapi terkadang, petani kan ketika harga lebih tinggi di pasar, ini macam-macam perspektifnya, sepertinya enak kalau jual diluar, Itu juga problem, tetapi kalau kuat modal dan tau kondisi pasar, ya mungkin lebih menguntungkan, kami katakan bermitra itu lebih aman dan berkelanjutan, lebih stabil dan tidak terlalu banyak keluhan berarti seperti mandiri,&#8221; pungkasnya. <strong>(Kj1/Yud/oso)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">97622</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Sapi di Pasar Hewan Situbondo Anjlok Jelang Lebaran</title>
		<link>https://memontum.com/harga-sapi-di-pasar-hewan-situbondo-anjlok-jelang-lebaran</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 May 2019 16:54:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Hewan Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84557-harga-sapi-di-pasar-hewan-situbondo-anjlok-jelang-lebaran</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2019, harga sapi di pasar hewan Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami penurunan harga atau anjlok mencapai 10 persen. Diperkirakan harga sapi akan terus mengalami penurunan hingga lebaran kurang satu mingguan. Pantauan Wartawan Memontum.com di pasar hewan, untuk harga sapi yang berukuran besar, sebelumnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo </strong>&#8211; Menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2019, harga sapi di pasar hewan Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami penurunan harga atau anjlok mencapai 10 persen. Diperkirakan harga sapi akan terus mengalami penurunan hingga lebaran kurang satu mingguan.</p>
<p>Pantauan Wartawan Memontum.com di pasar hewan, untuk harga sapi yang berukuran besar, sebelumnya dipatok Rp 20 juta per ekor. Kini, turun menjadi Rp19 juta per ekor. Sedangkan untuk ukuran sedang saat ini harganya Rp14 juta. Padahal, sebelumnya harga sapi yang berukuran sedang dipatok harga Rp15 juta per ekor.</p>
<p>Harga sapi yang berukuran kecil ditetapkan Rp 9 juta. Sebelumnya harga sapi yang kecil dipatok mencapai Rp 10 juta. Penurunan harga sapi tersebut diduga kuat karena pembeli sapi menjelang Hari Raya Idul Fitri sepi.</p>
<p>Salah satu pedagang sapi asal Dusun Bukkolan, Desa Paowan, Hery usbandi (41), mengatakan, dirinya tetap datang menjual sapi ke pasar &#8221; Sabtoan &#8221; meskipun mengalami penurunan pada harga sapi, dirinya juga tetap rutin ke pasar hewan setiap hari Sabtu dan Senin (pasaran sapi).</p>
<p>Sebab, ia sangat membutuhkan penghasilan untuk mencukupi ekonomi keluarganya setiap hari dan sebagai tambahan penghasilan untuk menyambut lebaran nanti.</p>
<p>&#8221; Jika mendekati lebaran, biasanya harga sapi mulai naik. Namun saat ini harga sapi mengalami penurunan harga, akibat sepinya pembeli sapi, &#8220;katanya.</p>
<p>Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi UPT Peternakan, pada Dinas Peternakan Kabupaten Situbondo, Agung S saat diwawancarai Wartawan Memontum.com di pasar hewan Sumberkolak Panarukan. Ia mengatakan, pembeli sapi pada hari ini tidak imbang dengan pembeli, akibatnya para pedagang banyak menurunkan harga sapi yang dibawanya ke pasar.</p>
<p>&#8221; Hukum ekonomi dasar dari anjloknya harga sapi saat ini dan kemungkinan saja, para pedagang banyak yang menurunkan harga sapinya di pasar. Agar sapi-sapi yang dibawanya itu bisa laku terjual walaupun harganya tidak sesuai dengan target, &#8221; terang Agung kepada Wartawan Memontum.com. Sabtu (18/5/2019).</p>
<p>Menurut dia, biasanya harga sapi akan mengalami kenaikan memasuki H-7 lebaran. Berdasarkan pengalaman tahun kemarin harga sapi akan naik sampai H-2 lebaran.</p>
<p>&#8220;Jika sudah memasuki H-7 sampai H-2 lebaran harga sapi naiknya mencapai 20 sampai 30 persen itu sudah biasa. Karena orang perantauan datang semua dan banyak yang membeli sapi untuk dipotong, serta untuk dipotong untuk kelompok arisan daging di masing-masing wilayah&#8221; ucapnya. <strong>(im/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84557</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harga Mangga Anjlok, Pedagang Mengeluh</title>
		<link>https://memontum.com/harga-mangga-anjlok-pedagang-mengeluh</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2019 19:38:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[keluhan pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/84126-harga-mangga-anjlok-pedagang-mengeluh</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Bulan suci ramadan membawa berkah. Namun itu dikatakan para pedagang kurma di beberapa tempat di Kabupaten Situbondo, tetapi justru bagi para pedagang mangga tidak memberikan berkah dikarenakan harga buah mangga yang turun. Hal tersebut membuat petani dan para pengepul buah mangga menjadi kewalahan. Seperti yang dikatakan oleh Abdul Gani (74), salah satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo </strong>&#8211; Bulan suci ramadan membawa berkah. Namun itu dikatakan para pedagang kurma di beberapa tempat di Kabupaten Situbondo, tetapi justru bagi para pedagang mangga tidak memberikan berkah dikarenakan harga buah mangga yang turun.</p>
<p>Hal tersebut membuat petani dan para pengepul buah mangga menjadi kewalahan. Seperti yang dikatakan oleh Abdul Gani (74), salah satu pengepul mangga di kawasan jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji &#8211; Situbondo.</p>
<p>“Harga mangga gadung sekarang hanya Rp. 20,000/kg, padahal harga sebelum ramadan mencapai Rp. 30,000/kg. Dan harga mangga manalagi sekarang Rp. 15,000/kg, harga sebelum ramadan Rp. 20,000/kg. Sedangkan harga mangga Arum sekarang Rp. 10,000/kg, untuk harga sebelum ramadan Rp. 15,000/kg. Turunnya harga Kami pun belum tahu pasti, mungkin daya tarik pembeli yang kurang.” ujar Abdul Gani kepada Wartawan Memontum.com, Senin (13/5/2019).</p>
<p>Penurunan harga yang sangat signifikan bukan dikarenakan perubahan cuaca, karena jika perubahan cuaca akan menyebabkan penurunan kualitas mangga. Penurunan harga disebabkan daya beli masyarakat yang menurun pada saat bulan puasa tiba.</p>
<p>“Penurunan disebabkan kurangnya minat pembeli pada bulan suci ramadan saat ini. Padahal kualitas mangga bagus, cuaca bukan kendala turunnya harga.” Lanjut Abdul Gani.</p>
<p>Untuk itu menurut Abdul dirinya beserta rekan-rekan pengepul yang lain berharap adanya perhatian dari Pemerintah terkait turunnya harga dan daya beli masyarakat sehingga membuat dirinya dan rekan-rekan pengepul dan petani menjadi rugi.</p>
<p>“Kami sebagai pedagang buah mengharapkan kepada pemerintah untuk bisa membuat paguyuban atau seperti koperasi buat kami pedagang buah. Supaya bisa menstabilkan harga dan perekonomian masyarakat pada saat harga anjlok, “ pungkasnya.<strong> (im/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">84126</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pedagang Telur Prediksi Harga Telur Akan Turun Drastis</title>
		<link>https://memontum.com/pedagang-telur-prediksi-harga-telur-akan-turun-drastis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2018 11:30:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[penurunan harga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/46821-pedagang-telur-prediksi-harga-telur-akan-turun-drastis</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Harga jual telur diprediksi akan turun drastis beberapa hari ke depan. Para pedagang memperkirakan, satu pekan lagi, harga jual melorot jauh dari harga saat ini. Andri Wan, salah satu pengepul telur di Situbondo mengatakan, ada beberapa dasar dirinya memprediksi harga telur akan menurun. Salah satunya, permintaan mulai berkurang. Di satu sisi, pengiriman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Harga jual telur diprediksi akan turun drastis beberapa hari ke depan. Para pedagang memperkirakan, satu pekan lagi, harga jual melorot jauh dari harga saat ini.</p>
<p>          Andri Wan, salah satu pengepul telur di Situbondo mengatakan, ada beberapa dasar dirinya memprediksi harga telur akan menurun. Salah satunya, permintaan mulai berkurang. Di satu sisi, pengiriman telur dari luar Situbondo melimpah.</p>
<p>          Dia mengatakan, telur luar Situbondo kebanyakan dari Kabupaten Blitar dan Pulau Bali. Telur dari kedua daerah ioni juga masuk ke kabupaten/kota lain. </p>
<p>“Akhirnya permintaan terlur lokal menjadi berkurang,” katanya.</p>
<p>          Dia menambahkan, pengiriman dari luar tidak bisa ditolak. Sebab, jumlah peternak masih kurang. Hal ini menyebabkan kebutuhan telur Situbondo belum bisa mencukupi. </p>
<p>“Jadi mau tidak mau, kita membutuhkan telur dari luar,” imbuhnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">46821</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
