<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penyakit &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penyakit/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 09:33:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penyakit &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Dispangtan Pastikan Hewan Kurban di Kota Malang Bebas PMK dan Penyakit Menular</title>
		<link>https://memontum.com/dispangtan-pastikan-hewan-kurban-di-kota-malang-bebas-pmk-dan-penyakit-menular</link>
					<comments>https://memontum.com/dispangtan-pastikan-hewan-kurban-di-kota-malang-bebas-pmk-dan-penyakit-menular#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dispangtan]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232649</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan bahwa hewan kurban yang dijual menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H dalam kondisi sehat dan aman dari penyakit menular. Sebab, upaya pencegahan terus dilakukan melalui vaksinasi hingga pemeriksaan ketat di lapak penjualan hewan kurban. Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang memastikan bahwa hewan kurban yang dijual menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H dalam kondisi sehat dan aman dari penyakit menular. Sebab, upaya pencegahan terus dilakukan melalui vaksinasi hingga pemeriksaan ketat di lapak penjualan hewan kurban.</p>



<p>Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang, Anton Pramujiono, mengatakan bahwa ratusan hewan ternak yang ada telah divaksinasi sejak awal tahun 2026. Tentunya itu untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</p>



<p>“Alhamdulillah, Kota Malang juga mendapatkan jatah vaksinasi. Pencegahan sudah kami lakukan sejak Januari. Kurang lebih sudah 800-an hewan tervaksinasi,” ujar Anton, Senin (25/05/2026) tadi.</p>



<p>Anton memastikan, hingga saat ini hewan ternak di Kota Malang terbebas dari penyakit antraks maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Sementara untuk PMK, menurutnya masih ditemukan di beberapa daerah, namun kondisi di Kota Malang masih terkendali.</p>



<p>“Kalau di Jawa Timur maupun Kota Malang ini bebas antraks dan LSD. Untuk PMK memang masih ada, tapi insyaallah semuanya bisa tertangani,” katanya.</p>



<p>Selain sapi, Dispangtan juga melakukan pengawasan terhadap kesehatan kambing yang dijual sebagai hewan kurban. Beberapa penyakit yang biasanya ditemukan pada kambing antara lain pink eye, orf atau luka pada mulut, serta scabies.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Alhamdulillah mulai pemeriksaan hari Kamis lalu, sudah tidak ditemukan lagi penyakit-penyakit itu. Kemungkinan dari daerah asal sudah dilakukan pengobatan,” tuturnya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa hanya hewan sehat yang diperbolehkan masuk dan dijual di Kota Malang. Jika ditemukan hewan sakit, petugas akan meminta pedagang mengembalikannya. Tak hanya itu, pihaknya juga mengimbau apabila hewan yang dijual belum memenuhi syarat umur untuk kurban.</p>



<p>&#8220;Kita infokan ke penjual kalau belum cukup umur, kami imbau jangan dijual sebagai hewan kurban. Itu lebih tepat untuk sedekah,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut Anton juga meminta masyarakat, untuk tidak khawatir terhadap ancaman penyakit hewan. Menurutnya, pengawasan terus dilakukan secara berkala melalui surveilans penyakit hewan menular maupun zoonosis.</p>



<p>“Kami terus melakukan surveilans penyakit, baik antarhewan maupun zoonosis. Jadi kalau ada penyakit bisa segera tertangani,” tambahnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Anton juga membagikan ciri-ciri sederhana hewan kurban sehat yang bisa dikenali masyarakat. Di antaranya bulu terlihat mengkilat, mata berbinar, serta kondisi berdiri dan berjalan normal tanpa cacat.</p>



<p>“Kalau bulunya mengkilat, matanya berbinar, cara berjalan dan berdirinya normal, biasanya itu sehat,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/dispangtan-pastikan-hewan-kurban-di-kota-malang-bebas-pmk-dan-penyakit-menular/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232649</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jelang Idul Adha, Pemkot Malang Waspadai Penyakit Hewan Kurban yang Berpotensi Menular ke Manusia</title>
		<link>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pemkot-malang-waspadai-penyakit-hewan-kurban-yang-berpotensi-menular-ke-manusia</link>
					<comments>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pemkot-malang-waspadai-penyakit-hewan-kurban-yang-berpotensi-menular-ke-manusia#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berpotensi]]></category>
		<category><![CDATA[jelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kurban]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[waspadai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232381</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit pada hewan kurban. Terutama, hewan yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit pada hewan kurban. Terutama, hewan yang dapat membahayakan kesehatan manusia.</p>



<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Sehingga, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan atau antemortem.</p>



<p>&#8220;Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, tidak cacat, serta bebas dari indikasi penyakit. Sehingga penting agar hewan yang disembelih benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya, Rabu (13/05/2026) tadi.</p>



<p>Dalam pemeriksaan antemortem, tambahnya, petugas kesehatan hewan menilai kondisi fisik hewan, perilaku, hingga tanda klinis penyakit. Hewan yang terlihat lemah, pincang, kurus, atau menunjukkan gejala sakit, dapat dinyatakan tidak layak untuk dikurbankan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain itu, pengawasan juga dilanjutkan melalui pemeriksaan postmortem, yakni pemeriksaan setelah proses penyembelihan dilakukan. Petugas akan memeriksa karkas maupun organ dalam seperti hati, paru-paru, jantung, limpa dan ginjal guna memastikan tidak terdapat kelainan, parasit, ataupun perubahan jaringan yang berbahaya bagi kesehatan manusia.</p>



<p>&#8220;Apabila ditemukan kasus seperti cacing hati atau kerusakan organ, maka dilakukan pemisahan bagian yang terkontaminasi bahkan pemusnahan apabila kondisinya dinilai parah,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Langkah tersebut dilakukan, tambahnya, untuk menjamin standar keamanan pangan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) sekaligus mencegah risiko penularan penyakit melalui konsumsi daging kurban.</p>



<p>Sebagai informasi, pada pelaksanaan Idul Adha tahun 2025 di Kota Malang tercatat ada sebanyak 1.756 ekor sapi, 5.597 ekor kambing dan 627 ekor domba disembelih. Dengan jumlah yang besar tersebut, pengawasan kesehatan hewan menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar pelaksanaan kurban tetap aman bagi masyarakat. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jelang-idul-adha-pemkot-malang-waspadai-penyakit-hewan-kurban-yang-berpotensi-menular-ke-manusia/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232381</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Deteksi Dini Penyakit, DWP Probolinggo Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks dan Papsmear HPV DNA</title>
		<link>https://memontum.com/deteksi-dini-penyakit-dwp-probolinggo-sosialisasi-pencegahan-kanker-serviks-dan-papsmear-hpv-dna</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 05:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[papsmear]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[serviks]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228813</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Probolinggo menggelar sosialisasi kesehatan dengan tema &#8216;Pencegahan Kanker Serviks dan Deteksi Dini Papsmear HPV DNA&#8217; yang diselenggarakan di Puri Manggala Bhakti, Kantor Pemkot Probolinggo, Rabu (17/12/2025) tadi. Gelaran ini dilakukan, dalam rangkaian momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP dan Hari Ibu ke-97. Ketua DWP [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Probolinggo menggelar sosialisasi kesehatan dengan tema &#8216;Pencegahan Kanker Serviks dan Deteksi Dini Papsmear HPV DNA&#8217; yang diselenggarakan di Puri Manggala Bhakti, Kantor Pemkot Probolinggo, Rabu (17/12/2025) tadi. Gelaran ini dilakukan, dalam rangkaian momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP dan Hari Ibu ke-97.</p>



<p>Ketua DWP Kota Probolinggo, Tri Susilowati Rey Suwigtyo, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DWP dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para anggotanya terhadap pentingnya deteksi dini penyakit berisiko khususnya kanker serviks. “Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia, sehingga kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahannya,” katanya.</p>



<p>Dirinya menjelaskan, bahwa dalam kegiatan tersebut juga dilakukan tindakan pemeriksaan pap smear bagi anggota DWP yang telah mendaftarkan diri dan akan dilaksanakan pada Januari 2026 mendatang.</p>



<p>Senada dengan itu, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Probolinggo, dr Evariani, menegaskan bahwa kesehatan perempuan merupakan aspek penting dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, perempuan memiliki peran sentral sebagai istri, ibu, sekaligus pendukung utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Dharma Wanita harus memiliki bukti nyata dalam kemanfaatannya. Di usia 26 tahun ini, saya berharap ibu-ibu semua dapat mengkaryakan dirinya untuk terus memiliki keahlian-keahlian baik dari sisi komunikasi, pemberdayaan maupun ilmu terapan lainnya. Agar keberadaan kita semua juga dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar. Semisal, bisa saja hari ini, ibu-ibu yang duduk di sini sekarang menjadi audiens, tahun depan bisa menjadi pembicara untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, sebagaimana mestinya kebermanfaatan diri kita,” ujarnya.</p>



<p>Dirinya juga menyoroti, bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyerang perempuan di dunia, termasuk Indonesia. Dikenal sebagai silent killer, penyakit ini sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga banyak kasus baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.</p>



<p>Dengan edukasi semacam ini, pihaknya berharap anggota DWP Kota Probolinggo juga dapat memberikan ilmu-ilmu maupun informasi yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar. “Mari bersama-sama untuk berbenah, mengevaluasi diri. Tidak hanya sebagai penggugur kewajiban untuk hadir dalam agenda rutin, melainkan action bahwa keberadaan kita juga bisa menjadi bukti nyata yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Sehingga kita juga memiliki kedekatan secara langsung, memberikan empowering untuk saling menguatkan,” paparnya.</p>



<p>Giat itu semakin nampak haru, ketika salah satu anggota DWP, Diah Dwi Hartati, membacakan sebuah puisi dengan judul &#8216;Tersenyum Bersama di Usia 26 Tahun&#8217;. Giat ini menggandeng narasumber dari Dinas Kesehatan P2KB, dr Anis Eka, untuk memaparkan ilmu seputar diteksi dini kangker leher rahim.</p>



<p>Sebelum memulai paparannya, Anis juga mengajak para peserta untuk goyang kecerdasan sebagai bentuk mencairkan suasana agar tetap semangat dalam menyimak materi yang akan diberikan. <strong>(kom/pro/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228813</post-id>	</item>
		<item>
		<title>ISPA Masuk 10 Penyakit Tertinggi di Kota Malang, Dinkes Beri Imbauan untuk Masyarakat</title>
		<link>https://memontum.com/ispa-masuk-10-penyakit-tertinggi-di-kota-malang-dinkes-beri-imbauan-untuk-masyarakat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 06:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[imbauan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[tertinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226863</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat bahwa Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu dari 10 penyakit tertinggi di Kota Malang. Hal itu dikatakan Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif. Pria yang akrab disapa Husnul, itu menyampaikan bahwa ISPA banyak diderita masyarakat dengan berbagai keluhan mulai dari hidung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat bahwa Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu dari 10 penyakit tertinggi di Kota Malang. Hal itu dikatakan Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Husnul, itu menyampaikan bahwa ISPA banyak diderita masyarakat dengan berbagai keluhan mulai dari hidung tersumbat, batuk, hingga nyeri tenggorokan. Dalam laporan bulanan penyakit tersebut menunjukkan kondisi relatif stagnan.</p>



<p>&#8220;Setiap bulan laporan penyakit ISPA ini hampir stagnan dari bulan sebelumnya, hampir sama. Tentu kami juga tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim pancaroba seperti saat ini,&#8221; ujar Husnul, Sabtu (18/10/2025) tadi.</p>



<p>Disebutkannya, berdasarkan data hingga 25 September 2025, tercatat jumlah kasus ISPA di Kota Malang, pada anak usia 5 hingga 9 tahun, ada sejumlah 1.311 kasus. Sementara, usia remaja 10 hingga 18 tahun ada 1.618 kasus, usia dewasa 19 hingga 59 tahun ada 4.598 kasus dan Lansia usia 60 tahun ke atas ada 1.463 kasus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sementara pada tahun 2024 lalu, total kasus ISPA mencapai 54.580 kasus, dengan kelompok usia dewasa mendominasi. “Kalau peningkatan belum signifikan, hampir sama dari bulan ke bulan. Tapi tetap kami pantau karena cuaca saat ini tidak menentu,” tambahnya.</p>



<p>Husnul juga mengimbau, agar masyarakat saat ini tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Termasuk, juga menggalakan kebiasaan saat Covid-19, dengan melakukan cuci tangan pakai sabun dan menggunakan masker.</p>



<p>“Sekarang ini pagi bisa panas, sore mendung dan hujan. Jadi sebaiknya kalau di luar ruangan tetap gunakan masker. Kalau memang tidak mendesak, beraktivitas di dalam ruangan saja.</p>



<p>Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga asupan gizi dan istirahat cukup, agar daya tahan tubuh tetap optimal menghadapi perubahan cuaca ekstrem,&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226863</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hindari Bencana dan Wabah Penyakit, Masyarakat Desa Kemiren Banyuwangi Gelar Tradisi Barong Ider Bumi</title>
		<link>https://memontum.com/hindari-bencana-dan-wabah-penyakit-masyarakat-desa-kemiren-banyuwangi-gelar-tradisi-barong-ider-bumi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[barong]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[hindari]]></category>
		<category><![CDATA[kemiren]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220795</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Tradisi adat Barong Ider Bumi berlangsung meriah di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (01/04/2025) tadi. Meski di bawah guyuran hujan, ratusan warga lokal dan wisatawan dari berbagai daerah tetap antusias mengikuti dan menyaksikan prosesi arak-arakan Barong berusia ratusan tahun tersebut. Ritual Barong Ider Bumi sendiri, digelar setiap tanggal 2 Syawal, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Tradisi adat Barong Ider Bumi berlangsung meriah di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Selasa (01/04/2025) tadi. Meski di bawah guyuran hujan, ratusan warga lokal dan wisatawan dari berbagai daerah tetap antusias mengikuti dan menyaksikan prosesi arak-arakan Barong berusia ratusan tahun tersebut.</p>



<p>Ritual Barong Ider Bumi sendiri, digelar setiap tanggal 2 Syawal, atau bertepatan dengan hari ke dua Idul Fitri. Tradisi ini, dipercaya sebagai bentuk ikhtiar masyarakat untuk menolak bencana dan pageblug (wabah penyakit) yang pernah melanda desa pada masa lampau.</p>



<p>Tokoh masyarakat adat Desa Kemiren, Suhaimi, menjelaskan bahwa ritual Barong Ider Bumi pertama kali dilakukan sekitar tahun 1840 an. Kala itu, Desa Kemiren dilanda wabah yang menyebabkan banyak korban jiwa serta gagal panen akibat serangan hama.</p>



<p>Keadaan semakin sulit, dengan masa paceklik yang berkepanjangan. Hingga akhirnya, dilakukanlah arak-arakan Barong.</p>



<p>&#8220;Sesepuh desa, saat itu meminta saran kepada Mbah Buyut Cili, atau leluhur Desa Kemiren. Dalam mimpi, beliau mendapat petunjuk agar warga mengadakan arak-arakan Barong keliling kampung sebagai upaya penolak bala,&#8221; ungkap Suhaimi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Barong, tambahnya, dalam tradisi ini digambarkan sebagai sosok makhluk bermahkota dengan sayap yang dipercaya mampu melindungi desa dari marabahaya. &#8220;Ritual diawali dengan doa yang dipanjatkan oleh para tokoh pelestari Barong di petilasan Buyut Cili,&#8221; tambah Suhaimi.</p>



<p>Kepala Desa Kemiren, Arifin, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya ritual tahun ini meskipun dalam kondisi hujan. &#8220;Kita tetap bersyukur karena hujan adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Arifin menambahkan, ritual Barong Ider Bumi merupakan bagian dari upaya pelestarian adat dan budaya. “Ini merupakan kewajiban kami untuk melestarikan budaya leluhur. Ke depan, kami berharap tradisi ini tetap dilestarikan oleh generasi muda, sehingga budaya dan adat istiadat Osing tetap lestari,” tambah Arifin.</p>



<p>Saat gamelan mulai dimainkan, Barong siap diarak keliling desa dengan iringan masyarakat yang mengenakan pakaian adat. Arak-arakan dimulai dari sisi timur Desa Kemiren menuju bagian barat, menempuh jarak sekitar 2 km. Sepanjang perjalanan, tokoh adat melakukan tradisi Sembur Uthik-Uthik, yaitu menebarkan sekitar 999 koin logam yang dicampur dengan beras kuning dan berbagai macam bunga sebagai simbol penolak bala.</p>



<p>Puncak acara ditandai dengan kenduri massal, di mana warga duduk bersama di sepanjang jalan desa, menikmati hidangan khas Banyuwangi, pecel pithik yang disajikan secara beramai-ramai. Hidangan ini, dibuat dari ayam kampung muda yang dipanggang utuh di perapian. Kemudian, disuwir dan dicampur dengan bumbu khas yang terdiri dari cabai rawit, terasi, daun jeruk, gula serta parutan kelapa muda.</p>



<p>Wisatawan asal Surabaya, Dian Eka Putri Nasution, menyebut atmosfer kekeluargaan dalam ritual ini sangat terasa. “Yang paling saya suka adalah kendurinya. Semua duduk bersama, makan bersama di jalanan desa. Rasanya hangat dan sangat membumi. Ini pengalaman yang tidak bisa saya temukan di kota,&#8221; ujar Dian. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220795</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Buang Sampah Sembarangan Picu Beragam Penyakit, DBD Sumbang 44 Kasus di Awal Tahun 2025</title>
		<link>https://memontum.com/buang-sampah-sembarangan-picu-beragam-penyakit-dbd-sumbang-44-kasus-di-awal-tahun-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2025 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[beragam]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[sembarangan]]></category>
		<category><![CDATA[sumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=219495</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat memicu berbagai penyakit akibat lingkungan tercemar. Karena sampah yang menumpuk, menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk, serangga hingga berpotensi menularkan penyakit. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa beberapa penyakit yang muncul akibat sampah, antara lain diare dan infeksi saluran pernapasan. Bahkan, juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat memicu berbagai penyakit akibat lingkungan tercemar. Karena sampah yang menumpuk, menjadi tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk, serangga hingga berpotensi menularkan penyakit.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa beberapa penyakit yang muncul akibat sampah, antara lain diare dan infeksi saluran pernapasan. Bahkan, juga dapat menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD).</p>



<p>&#8220;Lalat bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, sementara nyamuk dapat membawa bakteri atau virus penyebab penyakit,&#8221; kata Husnul, Jumat (21/02/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Berdasarkan data dari Dinkes Kota Malang, sejak bulan Januari hingga awal Februari 2025, tercatat ada 44 kasus DBD. Karena itu, Husnul mengimbau agar masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta memastikan tempat penampungan air bersih dari jentik nyamuk Aedes aegypti.</p>



<p>&#8220;Semua usia berisiko terserang DBD. Mudah-mudahan kasusnya ini tidak meningkat,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Selain itu, pencemaran air akibat sampah juga dapat membahayakan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Pada musim kemarau, debu dari sampah juga berpotensi menciptakan polusi udara yang memicu gangguan pernapasan.</p>



<p>&#8220;Infeksi saluran pernapasan menjadi penyakit yang paling banyak terjadi di Kota Malang. Jika berbicara tentang sampah yang berbentuk barang bekas, berupa kaleng, tempat penampungan air itu bisa menjadi sarang atau tempat perindukan nyamuk khususnya Aides aegypti&#8221; imbuh Husnul. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">219495</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tekan Penyakit Mulut dan Kuku di Jatim, Disnak Provinsi Siapkan Vaksinasi Total</title>
		<link>https://memontum.com/tekan-penyakit-mulut-dan-kuku-di-jatim-disnak-provinsi-siapkan-vaksinasi-total</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jan 2025 08:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[disnak]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218272</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Pasuruan &#8211; Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jawa Timur memastikan vaksin untuk seluruh ternak sapi, kerbau dan kambing dalam waktu dekat akan segera datang. Rencana itu, juga berlaku untuk di Kabupaten Pasuruan. Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, mengatakan bahwa jumlah hewan ternak di Jawa Timur yang rentan terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Pasuruan</strong> &#8211; Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jawa Timur memastikan vaksin untuk seluruh ternak sapi, kerbau dan kambing dalam waktu dekat akan segera datang. Rencana itu, juga berlaku untuk di Kabupaten Pasuruan.</p>



<p>Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, mengatakan bahwa jumlah hewan ternak di Jawa Timur yang rentan terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tercatat mencapai 9,2 juta ekor. Dari jumlah tersebut, sapi menjadi jenis hewan ternak yang paling banyak terancam. Jumlahnya, mencapai 3,4 juta ekor.</p>



<p>&#8220;Paling rentan sapi, karena PMK lebih banyak menyerang sapi,&#8221; kata Indyah, saat meninjau peternakan sapi milik Misbahul Munir di Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, Jumat (10/01/2025) tadi.</p>



<p>Dijelaskan Indyah, Jawa Timur membutuhkan 7,2 juta vaksin yang nantinya akan disuntikkan pada seluruh sapi. Baik itu yang rentan maupun yang sama sekali belum divaksin. Juga, untuk sapi-sapi yang butuh vaksinasi lanjutan.</p>



<p>Untuk mendapatkan vaksin tersebut, ujarnya, Pemprov Jatim sedang mempersiapkan anggaran pengadaan vaksin dari yang bersumber dari BTT Jatim tahun 2025. Begitu pula dengan Kementerian Pertanian yang kembali akan menggelontorkan anggaran untuk pengadaan vaksin.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Secepat mungkin, karena sekarang sedang disiapkan dari pengadaan APBD maupun APBN, &#8221; singkatnya.</p>



<p>Dijelaskan Indyah, pada akhir 2024 kemarin, Kementerian Pertanian mengirimkan 12.500 dosis vaksin untuk memenuhi kebutuhan di Jawa Timur. Dengan rencana total bantuan vaksin mencapai 1,4 juta dosis. Jumlah tersebut hanya diperuntukkan untuk ternak yang sangat rentan terserang PMK. &#8220;Jumlahnya sedikit kemarin, makanya kami khususkan untuk ternak yang dalam kondisi urgent,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Sampai dengan hari ini, jumlah kasus PMK di Kabupaten Pasuruan mulai desember 2024 mencapai 187 kasus. Dengan rincian 70 ekor masih dalam penyembuhan, 101 ekor dinyatakan sembuh dan 16 sapi mati.</p>



<p>Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiah, melalui Kabid Keswan Kesmavet, Panti Absari, mengaku pihaknya sudah melaksanakan KIE ke semua peternak mengenai gejala PMK dan cara mengatasinya. Selain itu, pengobatan pada ternak sakit juga intens dilakukan, disinfeksi kandang dan vaksinasi mandiri.</p>



<p>&#8220;Intinya kalau sakit langsung diobati, disinfeksi pasar hewan juga intens kami lakukan, sosialisasi ke peternak dan hewan,&#8221; ucapnya. <strong>(kom/pas/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218272</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diabetes Dominasi Kasus Penyakit Tidak Menular di Kota Malang sepanjang Tahun 2024</title>
		<link>https://memontum.com/diabetes-dominasi-kasus-penyakit-tidak-menular-di-kota-malang-sepanjang-tahun-2024</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menular,]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sepanjang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218230</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Penyakit Tidak Menular (PTM) yang paling banyak ditemukan di Kota Malang sepanjang tahun 2024 yakni Diabetes Militus (DM), dengan jumlah penderita mencapai 21.222 orang. Berdasarkan laporan surveilans, kasus terbanyak ditemukan pada penderita diabetes tipe II, khususnya pada kelompok usia 60 hingga 69 tahun.</p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menyampaikan bahwa penyebab utama DM tipe II itu yakni karena gaya hidup tidak sehat dan terjadi penurunan fungsi metabolik seiring dengan bertambahnya usia. &#8220;Kasus diabetes ini memang cukup banyak. Trennya di tahun 2024, itu ada peningkatan tapi tidak terlalu signifikan,&#8221; kata Husnul, Kamis (09/01/2025) tadi.</p>



<p>Selain diabetes, hipertensi juga menjadi salah satu PTM yang mendominasi kasus kesehatan di Kota Malang. Apalagi, tren kebiasaan nongkrong di kafe semakin marak dinilai menjadi salah satu faktor yang pemicu peningkatan kasus.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Kalau pengaruhnya, iya ada. Yang jelas, diabetes dan hipertensi sudah masuk 10 besar penyakit terbanyak di Kota Malang,” ujarnya.</p>



<p>Di sisi lain, penyakit yang sering menyerang anak muda di Kota Malang lebih banyak terkait dengan sistem pernapasan, seperti batuk, pilek, flu dan rasa tidak nyaman di tenggorokan. “Penyakit ini biasanya dipicu oleh cuaca, kebiasaan yang kurang baik, dan pola makan yang tidak sehat,” tambahnya.</p>



<p>Di akhir, Husnul juga mengimbau masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat guna mencegah PTM tersebut. Termasuk, pemberian edukasi serta program pencegahan akan terus digencarkan untuk menekan angka kasus di kemudian hari. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218230</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Awal Januari 2025 Penyakit Mulut dan Kuku di Kota Malang Bertambah 12 Kasus</title>
		<link>https://memontum.com/awal-januari-2025-penyakit-mulut-dan-kuku-di-kota-malang-bertambah-12-kasus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2025 11:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[januari]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=218163</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kota Malang pada awal tahun 2025, mengalami peningkatan. Yakni, ada 12 kasus baru dari yang sebelumnya telah tercatat ada 25 kasus. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Anton Pramujiono, menyampaikan bahwa kasus baru [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Kota Malang pada awal tahun 2025, mengalami peningkatan. Yakni, ada 12 kasus baru dari yang sebelumnya telah tercatat ada 25 kasus.</p>



<p>Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Anton Pramujiono, menyampaikan bahwa kasus baru tersebut ditemukan di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Mayoritas itu terjadi pada sapi potong yang didatangkan dari Kabupaten Malang untuk keperluan penggemukan.</p>



<p>&#8220;Jadi untuk 12 itu masih proses pengobatan, karena gejala awal. Jadi kondisi bukan kasus berat, cuma kasus gejala ringan. Sehingga mungkin dengan diobati bisa sembuh,&#8221; ujar Anton, pada Senin (06/01/2025) tadi.</p>



<p>Untuk penyembuhan penyakit tersebut, menurutnya Dispangtan Kota Malang telah mendistribusikan disinfektan, vitamin dan obat cacing kepada para peternak di wilayah terdampak. Termasuk juga di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Hari ini kami juga membagikan kebutuhan tersebut ke peternak di Lowokwaru untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak mereka,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Dispangtan Kota Malang juga telah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran PMK. Termasuk sosialisasi kepada peternak agar tidak mendatangkan sapi baru tanpa penanganan khusus.</p>



<p>&#8220;Kami mengimbau peternak menyediakan kandang terpisah bagi sapi baru dan tidak mencampurnya dengan ternak lama,” lanjutnya.</p>



<p>Disamping itu, Anton juga mengimbau agar para peternak dapat menjaga kebersihan kandang dengan rutin. Termasuk menyemprotkan disinfektan serta memberikan vitamin tambahan, baik dari produk farmasi maupun bahan alami seperti lengkuas dan kunyit.</p>



<p>“Kami terus memantau sentra-sentra ternak, terutama di Kecamatan Kedungkandang dan Blimbing, yang memiliki populasi sapi terbanyak. Kami juga mengawasi blantik atau penjual sapi serta peternak dengan lebih dari dua ekor ternak,” imbuh Anton. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">218163</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
