<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penyebab &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penyebab/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Mar 2026 16:48:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penyebab &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Wagub Jatim dan Wali Kota Malang Tinjau Drainase Soekarno Hatta, Temukan Empat Penyebab Banjir</title>
		<link>https://memontum.com/wagub-jatim-dan-wali-kota-malang-tinjau-drainase-soekarno-hatta-temukan-empat-penyebab-banjir</link>
					<comments>https://memontum.com/wagub-jatim-dan-wali-kota-malang-tinjau-drainase-soekarno-hatta-temukan-empat-penyebab-banjir#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[hatta,]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[temukan]]></category>
		<category><![CDATA[Tinjau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231103</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elistianto Dardak, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau proyek drainase di Kawasan Soekarno Hatta, Senin (16/03/2026) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memastikan penyebab banjir yang sempat terjadi sebelumnya di kawasan tersebut. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elistianto Dardak, bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau proyek drainase di Kawasan Soekarno Hatta, Senin (16/03/2026) tadi. Peninjauan itu dilakukan, untuk memastikan penyebab banjir yang sempat terjadi sebelumnya di kawasan tersebut.</p>



<p>Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah menginventarisasi berbagai faktor yang memicu banjir di kawasan tersebut. “Memang kita sedang menginventarisir permasalahan apa saja yang menjadi penyebab banjir. Alhamdulillah tadi beberapa persoalan sudah bisa kita selesaikan satu per satu,” ujar Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah tumpukan sampah yang menghambat aliran air menuju saluran drainase yang telah dibangun sebelumnya. Selain itu, persoalan lain juga berkaitan dengan pengaturan pintu air yang sebelumnya sempat terbuka sehingga air tidak masuk ke saluran drainase dan justru meluap ke jalan.</p>



<p>“Kalau pintu air terbuka, air tidak masuk ke saluran dan akhirnya meluap ke bawah. Ini sudah kita atur agar ketika terjadi potensi banjir pintu air bisa ditutup sehingga aliran air masuk ke saluran yang sudah dipersiapkan,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, menyebut terdapat empat poin utama yang menjadi perhatian dalam penanganan banjir di kawasan Jalan Soekarno Hatta. Pertama, adanya tumpukan sampah berukuran besar yang terbawa aliran air dan menyumbat saluran drainase. Bahkan, menurutnya, sejumlah benda besar seperti bantal, ban, hingga kayu sempat ditemukan menghambat aliran air.</p>



<p>“Kita sudah lakukan modifikasi agar sampah besar tetap tertahan, tetapi air dan sampah kecil masih bisa mengalir sehingga tidak membentuk tembok sampah yang menyebabkan air meluap ke jalan,” katanya.</p>



<p>Kedua, kondisi sediment trap atau penangkap endapan yang masih dipenuhi sisa material konstruksi saat pengerjaan drainase sebelumnya. Hal tersebut kini tengah dibersihkan, agar aliran air dapat berjalan lebih lancar.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kemudian, ketiga yaitu pengaturan pintu air di bagian hilir saluran. wagub Emil menegaskan, bahwa pintu air tersebut idealnya selalu dalam kondisi tertutup agar air tidak mengalir ke sungai di kawasan permukiman yang sebelumnya terdampak banjir.</p>



<p>“Kalau pintu ini terbuka saat debit air besar, air akan mengalir ke sungai di wilayah Ciliwung dan Kedawung yang kemarin mengalami banjir,” ucapnya.</p>



<p>Namun, Wagub Emil juga mengungkapkan, terdapat sejumlah warga yang tinggal di bantaran sungai yang sempat meminta agar pintu air tidak ditutup karena khawatir rumah mereka terdampak genangan. Meski begitu, pemerintah memutuskan bahwa kepentingan masyarakat luas harus menjadi prioritas.</p>



<p>“Kesepakatannya pintu air ini tetap ditutup untuk mengurangi potensi banjir di wilayah yang lebih luas. Namun kami juga akan mencari solusi bagi warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut,” tambahnya.</p>



<p>Poin keempat, berkaitan dengan penataan trotoar di sepanjang kawasan Jalan Soekarno Hatta. Wagub Emil menjelaskan, bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini masih fokus pada pembangunan saluran drainase, sementara penataan trotoar dan estetika kawasan akan dilanjutkan pada tahun 2026.</p>



<p>&#8220;Sehingga, itu yang harus dibahas dengan Pak Wali. Karena dari sisi estetika, kenyamanan, Pak Wali tentu yang paling punya grand design bagaimana Kota Malang ini akan semakin nyaman, apalagi ini jalan protokol Kota Malang supaya indah,&#8221; imbuh Wagub Emil. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/wagub-jatim-dan-wali-kota-malang-tinjau-drainase-soekarno-hatta-temukan-empat-penyebab-banjir/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231103</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kantongi 12 Penyebab dan Alasan Anak Putus Sekolah, Pj Wali Kota Malang Tekankan Intervensi Penanganan</title>
		<link>https://memontum.com/kantongi-12-penyebab-dan-alasan-anak-putus-sekolah-pj-wali-kota-malang-tekankan-intervensi-penanganan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2024 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi]]></category>
		<category><![CDATA[kantongi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=215560</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, mengaku telah mengantongi 12 penyebab dan alasan anak di Kota Malang, putus sekolah. 12 penyebab dan alasan itu, telah diidentifikasi dan diverifikasi terhadap 1.464 dari data sebanyak 5.655 anak. Disampaikan, bahwa beberapa poinnya karena cukup bervariatif. Diantaranya, memang tidak mau sekolah, tidak ada biaya, sekolah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan, mengaku telah mengantongi 12 penyebab dan alasan anak di Kota Malang, putus sekolah. 12 penyebab dan alasan itu, telah diidentifikasi dan diverifikasi terhadap 1.464 dari data sebanyak 5.655 anak.</p>



<p>Disampaikan, bahwa beberapa poinnya karena cukup bervariatif. Diantaranya, memang tidak mau sekolah, tidak ada biaya, sekolah jauh dari rumah, sudah cukup dengan tingkat pendidikan yang dimiliki, menikah atau mengurus rumah tangga, mengalami perundungan atau kekerasan. Kemudian, juga ada karena masalah bekerja, pengaruh lingkungan atau teman, beranggapan sekolah tidak penting, tidak memiliki seragam sekolah, tidak memiliki akta kelahiran hingga masalah penyandang disabilitas.</p>



<p>“Saya menekankan, agar data ini harus selalu update dan akurat. Karena ini dasar identifikasi kita untuk melangkah lebih lanjut. Kita akan breakdown dan tuntaskan data ini untuk dimaksimalkan. Selanjutnya, kita tentukan skala prioritas dari keterangan 1 hingga keterangan 12 sebagai parameter intervensi. Selanjutnya, kita buat timeline dan target yang jelas agar semua langkah ini dapat terukur,” kata Pj Wali Kota Iwan, Jumat (18/10/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa intervensi yang dilakukan yakni dengan membantu kendala-kendala yang dialami. Seperti memberikan seragam secara langsung, apabila itu yang menjadi kendala. Kemudian, jika tidak mempunyai akta kelahiran maka akan dibuatkan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Untuk mendorong yang terkendala biaya agar mereka kembali sekolah, maka kita kuatkan mekanisme sekolahnya, ini bisa disalurkan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM),” tambahnya</p>



<p>Di Kota Malang, menurutnya ada 22 PKBM yang siap menerima anak tidak sekolah dengan biaya gratis. Anak-anak itu nantinya akan ditempatkan pada PKBM terdekat dari rumahnya, sehingga meminimalisir kebutuhan biaya transportasi.</p>



<p>Selain itu, Pj Wali Kota Iwan juga menginstruksikan camat dan lurah untuk ikut terlibat dalam penanganan ATS ini. Sehingga, komunikasi dan advokasi yang dilakukan bisa lebih tepat intensitasnya kepada keluarga atau anak yang putus sekolah.</p>



<p>“Sehingga saya minta ada progress, targetnya saya ingin pada akhir 2024 tuntas, ini lebih bagus. Maka advokasi yang intensif, sosialisasi, maupun peran berbagai stakeholder saling berkaitan untuk menguatkan komitmen ini. Kita harus bergerak cepat dan tidak boleh lagi ada anak tidak sekolah di Kota Malang, ini yang perlu saya tekankan,” imbuh Iwan. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215560</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Proses Pemadaman Pasar Comboran Masih Berlangsung, Polisi Belum Pastikan Penyebab Api</title>
		<link>https://memontum.com/proses-pemadaman-pasar-comboran-masih-berlangsung-polisi-belum-pastikan-penyebab-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[berlangsung]]></category>
		<category><![CDATA[comboran]]></category>
		<category><![CDATA[pastikan]]></category>
		<category><![CDATA[pemadaman]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214128</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kebakaran Pasar Comboran di Jalan Prof M Yamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, hingga pukul 20.00, masih terus berkobar di Lantai III, Jumat (13/09/2024) malam. Informasi Memontum.com, bahwa saat kejadian kebakaran, pasar sudah dalam kondisi tutup. Namun tetiba, sekitar pukul 18.00, api terlihat membesar hingga membuat warga sekitar merasa panik. Baca juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Kebakaran Pasar Comboran di Jalan Prof M Yamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, hingga pukul 20.00, masih terus berkobar di Lantai III, Jumat (13/09/2024) malam.</p>



<figure class="wp-block-embed aligncenter is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Proses Pemadaman Pasar Comboran Masih Berlangsung, Polisi Belum Pastikan Penyebab Api" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dB55T306f00?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa saat kejadian kebakaran, pasar sudah dalam kondisi tutup. Namun tetiba, sekitar pukul 18.00, api terlihat membesar hingga membuat warga sekitar merasa panik.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kapolsek Klojen, Kompol Syabain Rahmat, saat ditemui di lokasi mengatakan untuk sementara kebakaran ada di Lantai III. &#8220;Semoga bisa segera dilokalisir dan semoga tidak ada kendala pemadaman. Informasinya selain PMK Kota Malang, juga ada bantuan dari Kabupaten Malang,&#8221; kata Kapolsek.</p>



<p>Untuk penyebab kebakaran dan kerugian belum diketahui secara pasti. &#8220;Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Menunggu dari Satreskrim Polresta Malang Kota dan Tim Labfor Polda Jatim. Dari informasi yang kami peroleh saat ini, tidak ada korban jiwa,&#8221; tegasnya. Hingga berita ini ditulis, api masih terlihat berkobar di Lantai III dan proses pemadaman masih terus berlangsung. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214128</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Satlantas Polresta Malang Kota Ungkap Pelaku Tabrak Lari di Dinoyo dan Penyebab Kejadian</title>
		<link>https://memontum.com/satlantas-polresta-malang-kota-ungkap-pelaku-tabrak-lari-di-dinoyo-dan-penyebab-kejadian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 May 2024 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[dinoyo]]></category>
		<category><![CDATA[kejadian]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[polresta]]></category>
		<category><![CDATA[Satlantas]]></category>
		<category><![CDATA[tabrak]]></category>
		<category><![CDATA[ungkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=209275</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Pelaku tabrak lari di Jalan Raya MT Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Rabu (08/05/2024) pukul 04.05, berhasil diamankan oleh pihak Polresta Malang Kota. Pelakunya adalah pengemudi mobil Toyota Yaris, berinisial ACB (22), mahasiswa, asal Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Aristianto Budi Sutrisno, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Pelaku tabrak lari di Jalan Raya MT Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Rabu (08/05/2024) pukul 04.05, berhasil diamankan oleh pihak Polresta Malang Kota. Pelakunya adalah pengemudi mobil Toyota Yaris, berinisial ACB (22), mahasiswa, asal Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>



<p>Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kompol Aristianto Budi Sutrisno, mengatakan bahwa ACB diduga sebagai pelaku tabrak lari terhadap pejalan kaki yang membawa gerobak sampah berinisial EP (57), petugas kebersihan, warga Jalan MT Haryono, Gang XVII, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Usai menabrak korban, pelaku langsung tancap gas kabur. Karena mengalami sejumlah luka, korban dilarikan ke RS Unisma. Sementara itu, Unit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota melakukan pelacakan terhadap keberadaan pelaku.</p>



<p>Dari hasil penyelidikan, terduga pelaku diamankan pukul 11.30 siang saat berada di salah satu hotel, yang terletak di Jalan Puncak Borobudur, Kota Malang, pada hari itu juga. “Berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV yang ada, kita dapat mengidentifikasi kendaraan tersebut. Jadi setelah kita melaksanan identifikasi kendaraan tersebut, didapati kendaraan berada di depan salah satu hotel. Kemudian di hotel tersebut, kita mencari pelaku maupun pengendara dari mobil tersebut,” ujarnya dalam pers rilis, Jumat (10/05/2024) tadi.</p>



<p>Dari sinilah, tambahnya, ACB berhasil diamankan dan dibawa ke Unit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota. Sementara dari hasil pemeriksaan, d bahwa pelaku saat itu sedang dalam kondisi pengaruh alkohol.</p>



<p>“Pelaku mengakui bahwa dia berada dalam pengaruh alkohol dan dia ketakutan usai menabrak. Karenanya, langsung melarikan diri,” kata Kompol Aris.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, terhadap pelaku juga dilakukan cek urin untuk mengetahui apakah dalam pengaruh Narkoba. Namun, ternyata tidak didapati atau negatif Narkoba. “Tetapi yang bersangkutan memang dalam pengaruh alkohol,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Atas kejadian tersebut, pelaku dikenakan Pasal 312 dan Pasal 311 Ayat 3 Sub Pasal 310 Ayat 2, UU RI No 22 tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Untuk hukuman penjara paling lama 3 tahun dan atau denda Rp 75 juta. “Korban sempat dirawat dua hari, menderita luka memar di kepala, kemudian luka di tangan kanan dan saat sudah pulang ke rumah. Korban juga sudah tercover oleh Jasaraharja,” ucapnya.</p>



<p>Kompol Aris mengimbau kepada masyarakat, agar jangan sampai terjadi kejadian yang serupa berikutnya. Apabila menemukan kecelakaan lalu lintas, maka wajib untuk melakukan pertolongan atau melaporkan pada petugas kepolisian. Karena akan ada ancaman hukuman apabila melakukan tabrak lari.</p>



<p>“Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, agar tertib berlalu lintas dan jangan berkendara dalam pengaruh alkohol,” terangnya.</p>



<p>Sementara itu, ACB sendiri mengakui bahwa dirinya sedang dalam pengaruh alkohol. Dirinya juga mengatakan bahwa tidak bermaksud untuk bersembunyi di salah satu hotel.</p>



<p>“Saya hanya mengantarkan teman saya. Lalu saya ingin menyerahkan diri ke kepolisian. Di mobil, saya bersama teman saya. Saya pulang dari mengantarkan teman di daerah Jalan Tirto dan ke Apartemen Begawan. Saya hanya minum alkohol di salah satu kafe di Kota Malang,” ujar ACB. <strong>(rsy/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">209275</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Dua Hal Ini Jadi Penyebab Sambungan Pipa Transmisi di Kelurahan Ranugrati Rusak</title>
		<link>https://memontum.com/dua-hal-ini-jadi-penyebab-sambungan-pipa-transmisi-di-kelurahan-ranugrati-rusak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2024 03:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[ranugrati]]></category>
		<category><![CDATA[sambungan]]></category>
		<category><![CDATA[transmisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=208543</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sambungan pipa air transmisi milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang, yang berada di pertigaan Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, mengalami kerusakan dan mengakibatkan kebocoran. Itu terjadi, pada Jumat (19/04/2024) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat dikonfirmasi, Plt Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Handi Priyanto, menyampaikan jika penyebab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sambungan pipa air transmisi milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang, yang berada di pertigaan Jalan Ranugrati, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, mengalami kerusakan dan mengakibatkan kebocoran. Itu terjadi, pada Jumat (19/04/2024) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.</p>



<p>Saat dikonfirmasi, Plt Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Handi Priyanto, menyampaikan jika penyebab kerusakan pipa itu karena dua hal. Pertama, karena usia pipa yang sudah mencapai 30 tahun dan kedua karena sering dilewati oleh kendaraan bertonase tinggi.</p>



<p>“Jadi sambungan yang ada di pipanya ini lepas, kemudian diatasnya itu ada mobil, nah itu keinjek lalu pecah. Kejadiannya ini sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Ini memang usia pipanya sudah 30 tahun dan memang tidak kuat menahan beban. Apalagi ditambah saat libur lebaran ada rekayasa lalu lintas, yang membuat jalan di sini jadi padat,” jelas Handi.</p>



<p>Atas kejadian tersebut, Perumda Tugu Tirta Kota Malang segera mengganti pipa tersebut dengan ukuran 6 meter. Handi mengaku jika tidak menghitung kerugian dari kejadian tersebut, yang terpenting menurutnya pelanggan segera mendapatkan layanan air bersih.</p>



<p>“Kami tidak menghitung kerugian, yang penting kita sesegera mungkin bisa mengalirkan air ke pelanggan. Karena masyarakat yang terdampak kejadian ini sangat luas,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bahkan menurutnya, kejadian tersebut seharusnya dapat segera terselesaikan pada pukul 07.00 WIB pagi tadi. Namun, karena adanya mobil yang terdampak dan butuh dievakuasi, maka membutuhkan waktu yang cukup lama.</p>



<p>“Yang lama tadi kan karena evakuasi mobilnya. Setelah mobil dievakuasi, saat ini temen-temen sedang melakukan pembenahan antara tiga sampai 4 jam ke depan, mudah-mudahan sebelum Salat Jumat sudah selesai,” harap Handi.</p>



<p>Dari kejadian tersebut, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, melakukan tinjauan langsung. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).</p>



<p>“Saya sudah minta pada Plt Dirut Perumda Tugu Tirta untuk segera menyelesaikan sebelum Salat Jumat. Kemudian juga minta pak Kadishub untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas dan Pak Kadis PUPR untuk segera menyelesaikan pemadatan tanah, agar tidak berongga dan kemudian segera diaspal,” ujar Pj Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Lebih lanjut, dalam mengatasi persoalan tersebut, menurutnya juga melibatkan Satlantas Polresta Malang Kota. Agar mengetati pembatasan terkait dengan tonase yang tidak sesuai dengan kelas jalan.</p>



<p>“Kalau memang ini semua mengikuti ketentuan-ketentuan itu tidak ada kejadian ini. Ditargetkan sebelum Jumatan air sudah mengalir. Saya minta dipercepat, karena yang terdampak ini sekitar tiga ribu sambungan rumah,” tegas Wahyu. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">208543</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kelalaian dan Kecerobohan Manusia Jadi Penyebab Karhutla, Kapolda Jatim Siapkan Langkah Strategis</title>
		<link>https://memontum.com/kelalaian-dan-kecerobohan-manusia-jadi-penyebab-karhutla-kapolda-jatim-siapkan-langkah-strategis</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Sep 2023 08:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla]]></category>
		<category><![CDATA[kecerobohan]]></category>
		<category><![CDATA[kelalaian]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[siapkan]]></category>
		<category><![CDATA[strategis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=198025</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Kejadian kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Jawa Timur (Jatim), seperti di Bukit Teletubbies, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Gunung Arjuna dan Gunung Welirang, terus menjadi perhatian Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Hermanto. Dalam keterangannya, Kapolda Jatim menyampaikan jika pemadaman telah dilakukan secara masif dan tentunya juga telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memontum</a> Kota Malang</strong> &#8211; Kejadian kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi di Jawa Timur (Jatim), seperti di Bukit Teletubbies, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Gunung Arjuna dan Gunung Welirang, terus menjadi perhatian Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Hermanto. Dalam keterangannya, Kapolda Jatim menyampaikan jika pemadaman telah dilakukan secara masif dan tentunya juga telah melibatkan banyak pihak untuk menangani kebakaran tersebut.</p>



<p>“Kami tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi yang terpenting adalah menggerakkan semua pihak yang dapat berkontribusi dalam penanganan masalah kebakaran ini,” kata Kapolda Jatim, saat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (12/09/2023) tadi.</p>



<p>Menurutnya, penyebab beberapa kasus Karhutla tersebut bukan hanya karena faktor alam. Namun, karena ada kelalaian dan kecerobohan manusia. Karena itu, saat ini pihaknya sedang menyusun berbagai strategi untuk mengantisipasi masalah tersebut.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Untuk saat ini, kami sedang menyusun beberapa langkah strategi, untuk mengantisipasi masalah-masalah lanjutan yang kemungkinan nanti akan muncul lagi (timbul),” ucapnya.</p>



<p>Kemudian, dalam hal pemantauan, pihaknya juga menyampaikan jika saat ini telah memiliki sistem yang dapat mendeteksi titik panas secara dinamis. Bahkan, bisa diketahui saat pagi hari, siang hari bahkan sore dan malam.</p>



<p>“Setiap hari akan ada pembaruan data dan kami berharap upaya ini akan mencegah terjadinya kebakaran lebih lanjut. Kita doakan saja, semoga ini tidak akan terjadi lagi kebakarannya,” tambahnya.</p>



<p>Dirinya juga menyampaikan, bahwa pihaknya juga telah melibatkan banyak personel dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan stakeholder terkait, untuk turun bersama dalam upaya pemadaman Karhutla. “Kami menganggap kolaborasi ini sudah maksimal dan kami berterima kasih kepada semua yang terlibat dalam usaha ini,&#8221; imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198025</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
