<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Penyekapan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penyekapan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Nov 2022 11:29:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Penyekapan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Berawal dari Medsos, Gadis Bawah Umur di Jombang Diduga Disekap dan Disetubuhi</title>
		<link>https://memontum.com/berawal-dari-medsos-gadis-bawah-umur-di-jombang-diduga-disekap-dan-disetubuhi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2022 10:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jombang]]></category>
		<category><![CDATA[Berita hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[dugaan pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten jombang]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelecehan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=178836</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jombang &#8211; Kasus dugaan penyekapan dan persetubuhan anak di bawah umur dengan korban sebut saja bernama Bunga (15), warga Kabupaten Jombang, akhirnya dirilis oleh Polres Jombang, Jumat (25/11/2022) tadi. Kasatreskrim Polres Jombang, Iptu Giadi Nugraha, mengatakan jika terungkapnya dugaan itu bermula dari laporan anak hilang di wilayah Kecamatan Sambong, Kabupaten Jombang. Setelah dilakukan penyelidikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jombang</strong> &#8211; Kasus dugaan penyekapan dan persetubuhan anak di bawah umur dengan korban sebut saja bernama Bunga (15), warga Kabupaten Jombang, akhirnya dirilis oleh Polres Jombang, Jumat (25/11/2022) tadi. Kasatreskrim Polres Jombang, Iptu Giadi Nugraha, mengatakan jika terungkapnya dugaan itu bermula dari laporan anak hilang di wilayah Kecamatan Sambong, Kabupaten Jombang. Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan beberapa saksi, ternyata diketahui bahwa anak tersebut dijemput oleh seseorang laki-laki.</p>



<p>&#8220;Dari penyelidikan yang cukup panjang atau mulai Agustus hingga November, kami mendapat informasi bahwa anak tersebut berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya, tepatnya di daerah Ciledug,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Atas informasi itu, tambahnya, petugas kemudian berangkat melaksanakan penyelidikan ke Ciledug. &#8220;Setelah dilakukan penyelidikan selama beberapa hari, mendapatkan informasi bahwa anak tersebut diduga disekap. Karena, korban di kunci di dalam sebuah kamar kost. Sehingga, kemudian kami laksanakan evakuasi terhadap korban sekaligus penangkapan terhadap tersangka berinisial YM usia 41 tahun alamat Karang Tengah, Tangerang, Banten,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Baca juga :</p>


<ul class="wp-block-latest-posts__list wp-block-latest-posts"><li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/tersangka-pembunuhan-gadis-open-bo-dilimpahkan-ke-kejaksaan">Tersangka Pembunuhan Gadis Open BO Dilimpahkan ke Kejaksaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/jelang-lebaran-dishub-kota-malang-petakan-titik-rawan-macet-di-pusat-perbelanjaan">Jelang Lebaran, Dishub Kota Malang Petakan Titik Rawan Macet di Pusat Perbelanjaan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/wujudkan-kota-atraktif-dprd-trenggalek-sebut-pembangunan-harus-libatkan-semua-elemen">Wujudkan Kota Atraktif, DPRD Trenggalek sebut Pembangunan Harus Libatkan Semua Elemen</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/pemkab-malang-salurkan-bantuan-untuk-warga-terdampak-angin-kencang-di-gunungsari-tajinan">Pemkab Malang Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Gunungsari Tajinan</a></li>
<li><a class="wp-block-latest-posts__post-title" href="https://memontum.com/nilai-investasi-capai-rp-250-miliar-pemkot-malang-kaji-proyek-kabel-bawah-tanah">Nilai Investasi Capai Rp 250 Miliar, Pemkot Malang Kaji Proyek Kabel Bawah Tanah</a></li>
</ul>


<p>Dari pengakuan korban, urainya, juga disampaikan bahwa selama kurun waktu itu diduga tidak hanya disekap. Namun, juga beberapa kali disetubuhi dan diperlakukan tidak manusiawi oleh tersangka. &#8220;Korban diberikan makan satu kali sehari,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Tersangka akan dikenakan Pasal 332 KUHP yakni membawa lari anak dibawah umur, dengan ancaman 9 tahun penjara. Selain itu, kepolisian akan berkordinasi dengan jaksa dan Satgas PPA Kabupaten Jombang, untuk memberikan pasal berlapis terhadap tersangka, dengan pasal persetubuhan anak di bawah umur serta Undang-Undang Perlindungan Anak.</p>



<p>&#8220;Sementara dari pengakuan tersangka, juga diketahui bahwa perkenalan keduanya melalui Media Sosial (Medsos). Kemudian, korban menceritakan keluh kesahnya kepada tersangka. Akhirnya, tersangka menjemput korban ke Jombang, dengan menggunakan sepeda motor dari Jakarta. Motif penyekapan dikarenakan tersangka tertarik dengan korban dan akan dinikahi, meskipun tersangka tahu bahwa korban masih di bawah umur,&#8221; ujarnya. <strong>(azl/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">178836</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Polisi Trenggalek Amankan 2 Pelaku Penyekapan Sopir Mobil Rental</title>
		<link>https://memontum.com/polisi-trenggalek-amankan-2-pelaku-penyekapan-sopir-mobil-rental</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum Editorial Team 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2020 13:29:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Trenggalek]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polres probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[rental moobil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=125879</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Trenggalek &#8211; Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menangkap 2 pelaku penyekapan sopir mobil rental di Desa Gading Kecamatan Suruh. Berdasarkan informasi yang diterima, kedua pelaku tersebut diduga menyekap sopir dengan maksud ingin merampas mobil yang ditumpangi. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hernawan membenarkan bahwa tindak kriminal perampasan mobil Xenia terjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Trenggalek</strong> &#8211; Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menangkap 2 pelaku penyekapan sopir mobil rental di Desa Gading Kecamatan Suruh. Berdasarkan informasi yang diterima, kedua pelaku tersebut diduga menyekap sopir dengan maksud ingin merampas mobil yang ditumpangi.</p>
<p>Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hernawan membenarkan bahwa tindak kriminal perampasan mobil Xenia terjadi pada 13 Oktober 2020. Menurutnya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 di pinggir jalan raya, masuk Desa Gading Kecamatan Suruh.</p>
<p>&#8220;Kejadian perampasan itu memang benar adanya. Dari pengakuan korban, kedua pelaku bermodus menyewa mobil untuk diantarkan dari Jombang ke Kecamatan Suruh,&#8221; ucap Tatar, Jumat (16/10/2020) malam.</p>
<p>Diketahui, korban yang berinisial LHS (20) tidak mengalami luka serius, cuma korban pertama kali ditemukan saksi berada di depan gubuk dalam keadaan disekap dengan selotip transparan. Kedua tangan dan kaki diikat dengan tali rafia.</p>
<p>&#8220;Selain itu, korban juga mengaku sempat diancam oleh pelaku seolah-olah membawa senjata api. Namun sebenarnya mereka tidak punya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Setelah kedua pelaku berhasil menguasai mobil korban, mereka membawa mobil tersebut kembali ke Kabupaten Jombang. &#8220;Kedua tersangka sudah berhasil kami tangkap. Pelaku kami amankan di Jombang dan Surabaya,&#8221; kata Tatar.</p>
<p>Masih terang Tatar, dalam kejadian ini belum diketahui motif yang dilakukan pelaku. Kedua pelaku masih dalam penyelidikan, yang hasil penyelidikan akan diungkapkan pada rilis pers ke depan. &#8220;Informasi lebih lanjut akan kita sampaikan saat rilis nanti,&#8221; pungkasnya. <strong>(mil/syn)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">125879</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Ibu dan 4 Anak Malang, Pulang Bersama 2 Anaknya</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-ibu-dan-4-anak-malang-pulang-bersama-2-anaknya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2020 11:45:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103353-kisah-ibu-dan-4-anak-malang-pulang-bersama-2-anaknya</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Usai menjalani pemeriksaan di RSJ Lawang dan diperiksa di Polres Malang, Artimunah (61) dan kedua anaknya dikabarkan telah pulang ke rumahnya. Informasi ini didapat Sabtu (4/1/2020) siang. Menurut seorang warga bernama Nur Rohmad, Artimunah pulang bersama anak pertama dan ketiga. &#8220;Sudah pulang, ibu dan 2 anaknya. Anak pertama dan ketiga,&#8221; ungkap seorang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8211; Usai menjalani pemeriksaan di RSJ Lawang dan diperiksa di Polres Malang, Artimunah (61) dan kedua anaknya dikabarkan telah pulang ke rumahnya. Informasi ini didapat Sabtu (4/1/2020) siang. Menurut seorang warga bernama Nur Rohmad, Artimunah pulang bersama anak pertama dan ketiga.</p>
<p>&#8220;Sudah pulang, ibu dan 2 anaknya. Anak pertama dan ketiga,&#8221; ungkap seorang warga kepada wartawan, Sabtu (4/1/2020) siang.</p>
<p><div id="attachment_103354" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103354" decoding="async" class="size-full wp-image-103354" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=740%2C444&#038;ssl=1" alt="EVAKUASI : Petugas usai lakukan evakuasi keluarga Artimunah. (Humas Polres Malang)" width="740" height="444" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=600%2C360&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=590%2C354&amp;ssl=1 590w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0040-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103354" class="wp-caption-text">EVAKUASI : Petugas usai lakukan evakuasi keluarga Artimunah. (Humas Polres Malang)</p></div></p>
<p>Artimunah (61) memiliki 4 Anak. Diantaranya Asminiwati (44), Titin Yuliarsih (41), Virnawati (39) dan Anis Mufidah (35). Keluarga ini wanita semua dan tinggal di Jalan Diponegoro, Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1937-kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kisah Ibu “Sekap” 4 Anak, Sejak Meninggalnya Suami, Artimunah “Berubah”</a></p>
<p>Jumat (3/1/2020) geger wilayah Pakis dan Malang karena Artimunah dan 4 anaknya dievakuasi oleh pihak Muspika bersama Dinsos, anggota Polsek Pakis dan Koramil. Kedatangan ini terkait pengaduan bahwa Artimunah telah menyekap 4 anaknya bertahan-tahun.</p>
<p>Sekeluarga itu dibawa ke RSJ Lawang untuk menjalani pemeriksaan psikologisnya. Sebelumnya, mereka diperiksa kondisi kesehatannya dan dimintai keterangannya oleh pihak kepolisian.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong><a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1944-kisah-ibu-sekap-4-anak-bohongi-tetangga-sebut-anak-ke-luar-negeri-padahal" target="_blank" rel="noopener noreferrer"> Kisah Ibu “Sekap” 4 Anak, Bohongi Tetangga, Sebut Anak ke Luar Negeri, Padahal…</a></p>
<p>Menurut warga, keempat anaknya memang jarang keluar rumah dan tidak memungkinkan, Artimunah &#8220;menyekap&#8221; keempat anaknya. Warga merasa iba, kasihan dan bersimpati pada Artimunah.</p>
<p>Sementara itu, terkait pulangnya Artimunah dan 2 anaknya, dibenarkan pihak Polsek Pakis. &#8220;Iya benar. Sudah diperiksa kondisi psikologisnya dan dinyatakan normal, sehat. Kemudian dia dibawa ke PPA Polres Malang untuk dimintai keterangan,&#8221; urai AKP Sutiyo, Kapolsek Pakis. <strong>(sos)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103353</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Ibu &#8220;Sekap&#8221; 4 Anak, Bohongi Tetangga, Sebut Anak ke Luar Negeri, Padahal&#8230;</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-ibu-sekap-4-anak-bohongi-tetangga-sebut-anak-ke-luar-negeri-padahal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2020 04:08:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103343-kisah-ibu-sekap-4-anak-bohongi-tetangga-sebut-anak-ke-luar-negeri-padahal</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Lampu depan teras rumah menyala. Rumah keluarga Artimunah tampak lengang. Warga masih membicarakan &#8220;goro-goro&#8221; atau kejadian yang dialami Artimunah di sudut-sudut kampung Jalan Diponegoro. Banyak yang prihatin dan mengasihani keadaan keluarga Artimunah. Nyaris setiap warga wanita yang diajak ngobrol Memontum.com mengatakan, &#8220;Kasihan Mas dia (Artimunah&#8211;red). Kalau disebut penyekapan (dalam arti dikunci&#8211;red). Sepertinya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Lampu depan teras rumah menyala. Rumah keluarga Artimunah tampak lengang. Warga masih membicarakan &#8220;goro-goro&#8221; atau kejadian yang dialami Artimunah di sudut-sudut kampung Jalan Diponegoro. Banyak yang prihatin dan mengasihani keadaan keluarga Artimunah.</p>
<p>Nyaris setiap warga wanita yang diajak ngobrol Memontum.com mengatakan, &#8220;Kasihan Mas dia (Artimunah&#8211;red). Kalau disebut penyekapan (dalam arti dikunci&#8211;red). Sepertinya tidak begitu,&#8221;. Beberapa warga berpikir, Artimunah akan diproses hukum, padahal telah dijelaskan pihak kepolisian bahwa Artimunah tidak akan dimasukkan penjara.</p>
<p><div id="attachment_103344" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103344" decoding="async" class="size-full wp-image-103344" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="DISKUSI : Petugas diskusi dengan warga. (sos) " width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/Screenshot_2020-01-04-10-59-42-856_com.miui_.videoplayer.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103344" class="wp-caption-text">DISKUSI : Petugas diskusi dengan warga. (sos)</p></div></p>
<p>Berulangkali anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pakis menjelaskan pentingnya membantu keluarga Artimunah dan 4 anaknya. Dari obrolan petugas dengan warga, terungkap pula jika Artimunah berbohong atas kondisi anak-anaknya.</p>
<p>&#8220;Tiap ditanya kemana anaknya, dia (Artimunah&#8211;red) bilang kalau anaknya ke luar negeri,&#8221; sebut warga. Ya, Artimunah atau anaknya pernah ke luar negeri seperti diketahui warga. Namun, pendapatan dari luar negeri yang tidak cukup banyak membuat Artimunah &#8216;menahan&#8217; gengsi.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1937-kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kisah Ibu “Sekap” 4 Anak, Sejak Meninggalnya Suami, Artimunah “Berubah”</a></p>
<p>Terlebih, kondisi psikologis Artimunah semakin tertekan ketika sang suami, meninggal dunia, sekitar 12 tahunan lalu. Sejak itulah Artimunah berubah sikap. Ditambah diakuinya ada guru spiritual yang datang untuk memberikan saran pada Artimunah.</p>
<p>Empat anaknya pun &#8220;manut&#8221; atas perintah Artimunah agar tidak keluar rumah. Bertahan-tahun kemudian, 4 anaknya tidak diketahui kabarnya oleh sejumlah warga. Bahkan, seorang warga melihat sang anak menyapu halaman, setahun silam.</p>
<p><strong>BACA JUGA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1929-ngeri-ibu-sekap-4-anak-selama-20-tahun" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ngeri ! Ibu Sekap 4 Anak Selama 20 Tahun!</a></p>
<p>Sekilas, rumah keluarga ini tampak bersih. Tidak ada yang janggal dari depan rumah. Di sisi dinding sebelah timur, ada ventilasi. Memontum.com melihatnya keanehan. Ventilasi itu ditutupi batu bata seolah, sang pemasangan tidak menginginkan kondisi dalam rumah terlihat. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103343</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kisah Ibu &#8220;Sekap&#8221; 4 Anak, Sejak Meninggalnya Suami, Artimunah &#8220;Berubah&#8221;</title>
		<link>https://memontum.com/kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2020 03:29:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103333-kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Kisah keluarga Artimunah membuat warga sekitar Jalan Diponegoro Desa Banjarejo Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang sontak prihatin. Beberapa menegaskan bahwa apa yang dilakukan Artimunah bukanlah penyekapan (yang kejam&#8211;red) dan bukan selama puluhan tahun. Sayangnya, tidak semua warga berani menyampaikan pendapatnya saat Memontum.com mendatangi lokasi di Jalan Diponegoro Desa Banjarejo. Rumah keluarga Artimunah persis [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kisah keluarga Artimunah membuat warga sekitar Jalan Diponegoro Desa Banjarejo Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang sontak prihatin. Beberapa menegaskan bahwa apa yang dilakukan Artimunah bukanlah penyekapan (yang kejam&#8211;red) dan bukan selama puluhan tahun.</p>
<p>Sayangnya, tidak semua warga berani menyampaikan pendapatnya saat Memontum.com mendatangi lokasi di Jalan Diponegoro Desa Banjarejo. Rumah keluarga Artimunah persis berseberangan dengan musala di Dusun setempat.</p>
<p><div id="attachment_103334" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103334" decoding="async" class="size-full wp-image-103334" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="SAKSI : rumah keluarga Artimunah. (sos)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG_20200103_165820a.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103334" class="wp-caption-text">SAKSI : rumah keluarga Artimunah. (sos)</p></div></p>
<p>Seorang warga blak-blakan, Jumat (3/1//2020) sore menyebut jika ia diperintah seorang perangkat desa tidak memperkenankannya berbicara banyak terkait keluarga Artimunah.</p>
<p>Sebelumnya, Memontum.com sempat mendatangi rumah Kepala Desa Banjarejo, Suko M. &#8220;Maaf Mas, Bapak sejak tadi pagi keluar rumah,&#8230;&#8221; ungkap seorang wanita yang juga tidak berkenan memberikan nomor ponsel Suko dengan alasan ponselnya dipakai sang anak.</p>
<p>Namun demikian, warga sekitar rumah Artimunah berkenan bercerita walau &#8220;sedikit&#8221;. Beberapa menyatakan prihatin dan &#8220;kasihan&#8221; (bersimpati&#8211;red) atas apa yang menimpa Artimunah dan keluarganya.</p>
<p>&#8220;Itu bukan penyekapan Mas. Karena sempat kok, anaknya keluar rumah, nyapu-nyapu. Kalau belanja memang dia (Artimunah&#8211;red) yang keluar,&#8221; sebut seorang warga.</p>
<p>&#8220;Kasihan Mas sebenarnya. Dia begitu sejak suaminya meninggal, berapa tahun ya. Lamaaa,&#8221; ungkap seorang warga lain yang kemudian dipanggil istrinya untuk menghentikan ceritanya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1929-ngeri-ibu-sekap-4-anak-selama-20-tahun" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ngeri ! Ibu Sekap 4 Anak Selama 20 Tahun!</a></p>
<p>Memontum.com berusaha menggali bahan lebih dalam, hingga anggota Polsek Pakis mendatangi lokasi. Dari kedatangan anggota itulah, seorang mantan RT membenarkan jika Artimunah bersikap tidak mengizinkan sang anak keluar rumah, sejak Suwarno (suami&#8211;red) meninggal dunia.</p>
<p>&#8220;Ada kalau dua kali pergantian kades. Sejak Pak&#8230; Pak Suko, terus Pak Suko lagi&#8230;&#8221; ungkapnya kepada anggota Babinkamtibmas Polsek Pakis. Itu berarti kurang lebih 12 tahunan, Artimunah tidak memperkenankan 4 anaknya keluar rumah.</p>
<p>Ada yang menyebut 4 Anak Artimunah tidak bisa keluar rumah, ada warga lain pula yang menyebut jika 4 Anak perempuan diperbolehkan keluar rumah meski tidak bisa keluar kampung.</p>
<p>&#8220;Anak-anaknya lulus sekolah semua Mas. SMA. Ada anaknya yang pergi ke luar negeri. Rumahnya bagus itu juga karena dibangun dari penghasilan dari luar negeri,&#8221; sebut seorang warga.</p>
<p>&#8220;Anak-anaknya bisa diajak komunikasi. Dia (Artimunah&#8211;red) juga bisa diajak ngobrol. Lancar. Dia tukang masak, kerjanya dimana gak paham saya. Suwarno (almarhum) dulunya petani,&#8221; ungkap warga.</p>
<p>Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pakis, kemudian menjelaskan kedatangannya ke kampung Diponegoro. Ia menjelaskan bahwa keluarga Artimunah dalam penanganan medis dan bukan terkait masalah hukum.</p>
<p>&#8220;Kami di sini membantu Pak, bukan berarti polisi datang, Kecamatan datang, dia (Artimunah&#8211;red) dihukum. Tidak begitu. Kami di sini membantu,&#8221; sebut anggota Polsek Pakis. Ya, 4 Anak Artimunah butuh bantuan kepedulian siapapun.</p>
<p>Beberapa warga sebenarnya juga ingin membantu kondisi 4 Anak Artimunah. Pasalnya sejak tidak diizinkan bebas keluar rumah, 4 Anak ini tidak dapat berinteraksi bebas dengan tetangga. Empat perempuan itu pun tidak kunjung menikah.</p>
<p>Bila warga hendak membantu, Artimunah kemudian &#8220;menyatu&#8221; tetangga. &#8220;Ya gimana ya Mas. Mau bantu, nanti disatru,&#8221; keluh warga. &#8220;Saya sendiri sudah pernah menyarankan agar anak-anaknya dibawa ke Malang. Tapi dia (Artimunah&#8211;red) diam saja,&#8221; sebut warga lainnya.</p>
<p>Anggota Polsek Pakis, selanjutnya menjelaskan jika Artimunah tidak dipenjara melainkan dibantu pihak pemerintah (termasuk Muspika Pakis, Polsek dan Koramil) untuk merawat kondisi psikologisnya. Bantuan pertama yakni dengan memeriksa kondisi kesehatan keluarga itu. <strong>(sos/tim)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103333</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ngeri ! Ibu Sekap 4 Anak Selama 20 Tahun!</title>
		<link>https://memontum.com/ngeri-ibu-sekap-4-anak-selama-20-tahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2020 06:09:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polsek pakis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/103296-ngeri-ibu-sekap-4-anak-selama-20-tahun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Sulit dipercaya peristiwa yang terjadi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dan baru terungkap Jumat (3/1/2020) pagi setelah ada warga berinisiatif melapor ke pihak kepolisian. Seorang ibu, &#8220;tega&#8221; menyekap atau tidak mengizinkan anak-anaknya selama puluhan tahun! Sebagian warga sekitar Desa Banjarejo RT 04 /RW 02, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang telah mengetahui kisah keluarga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Sulit dipercaya peristiwa yang terjadi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dan baru terungkap Jumat (3/1/2020) pagi setelah ada warga berinisiatif melapor ke pihak kepolisian. Seorang ibu, &#8220;tega&#8221; menyekap atau tidak mengizinkan anak-anaknya selama puluhan tahun!</p>
<p>Sebagian warga sekitar Desa Banjarejo RT 04 /RW 02, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang telah mengetahui kisah keluarga Artimunah (61). Anak-anaknya tidak pernah mengizinkan keluar rumah. Warga sempat menyampaikan surat pengaduan terkait peristiwa itu.</p>
<p><div id="attachment_103298" style="width: 760px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-103298" decoding="async" class="size-full wp-image-103298" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="EVAKUASI : Evakuasi Artimunah ke RSJ Lawang. (Humas Polres Malang)" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0016-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-103298" class="wp-caption-text">EVAKUASI : Evakuasi Artimunah ke RSJ Lawang. (Humas Polres Malang)</p></div></p>
<p>AKP Ainun, Kasubag Humas Polres Malang membenarkan adanya kejadian itu. Info didapat Ainun, 4 perempuan itu memang telah dewasa dan diperkirakan telah puluhan tahun tidak keluar rumah (tidak menikah dan tidak berkomunikasi dengan warga sekitar).</p>
<p>&#8220;Info dari warga, penyekapan berlangsung lama&#8230;..infonya lebih kurang 20 thn, berarti itu sejak anak-anak masih usia dini,&#8221; ungkap Ainun. &#8220;Disekap di kamar, dalam rumah,&#8221; lanjut Ainun.</p>
<p>Beberapa saat sebelumnya, jajaran Polsek Pakis menerima surat pengaduan terkait penyerapan 20 tahun itu. Anggota kemudian diarahkan AKP Sutiyo Kapolsek Pakis untuk memeriksa surat pengaduan itu.</p>
<p>Didatangi ke rumah, petugas mendapati 4 orang anak Artimunah. Diantaranya, Asminiwati (44), Titin Yuliarsih (41), Virnawati (39) dan Anis Mufidah (25).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-103297" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?resize=740%2C416&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="416" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/01/IMG-20200103-WA0014-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Anggota Polsek Pakis kemudian meminta keterangan anak-anak Artimunah dan sejumlah tetangga.</p>
<p>Sekitar pukul 09.00, bukan hanya anggota Polsek Pakis yang mendatangi lokasi, melainkan perangkat desa setempat, anggota Koramil dan beberapa warga.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://kabupatenmalang.memontum.com/1937-kisah-ibu-sekap-anak-bukan-puluhan-tahun-tapi-sejak-meninggalnya-sang-bapak" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Kisah Ibu “Sekap” Anak, Bukan Puluhan Tahun Tapi Sejak Meninggalnya Sang Bapak</a></p>
<p>Hasilnya, anak-anak Artimunah dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa kondisi kesehatannya. Sementara Artimunah dibawa ke RSJ Lawang. Anak-anak Artimunah kemudian juga direncanakan akan dibawa ke RSJ Lawang.</p>
<p>&#8220;Bahwa tindakan (hari ini) evakuasi korban ke RSJ Lawang berdasarkan surat pengaduan oleh warga bahwa ada warga yang disekap sekitar 20 tahun,&#8221; sebut Ainun menyampaikan laporan dari Polsek Pakis.</p>
<p>AKP Ainun menambahkan, ada gejala Artimunah mengalami gangguan jiwa setelah bertemu seseorang. &#8220;Ibunya didatangi seorang guru spiritual, anak-anaknya didoktrin untuk tidak keluar rumah, dan manut,&#8221; ungkap Ainun kepada rekan pers.</p>
<p>&#8220;Anak yang paling kecil, sempat keluar rumah dan cerita ke tetangga. Akhirnya tetangga melaporkan ke desa, lanjut lapor ke Kapolsek,&#8221; urai Ainun.<strong> (sos/tim) </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">103296</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketua Bhayangkari Cabang Kunjungi Korban Penyekapan</title>
		<link>https://memontum.com/ketua-bhayangkari-cabang-kunjungi-korban-penyekapan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2018 10:39:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkari]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<category><![CDATA[polres malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/17779-ketua-bhayangkari-cabang-kunjungi-korban-penyekapan</guid>

					<description><![CDATA[Kita Semua Harus Perduli Memontum Malang &#8211; Kepedulian atas kasus yang menimpah Kamelia Nawal (13), Zakiah Salsabila (11), dan Dhorifa Nur Zahro (6) korban penyekapan yang dilakukan ibunya, Jumat (5/1/18) ditunjukkan Ketua Bhayangkari Cabang Malang Ibu Tika Setiawan Ujung dengan mengunjungi tiga korban penyekapan yang bertempat RW 004, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Selama setahun, mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong>Kita Semua Harus Perduli</strong></h2>
<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Kepedulian atas kasus yang menimpah Kamelia Nawal (13), Zakiah Salsabila (11), dan Dhorifa Nur Zahro (6) korban penyekapan yang dilakukan ibunya, Jumat (5/1/18) ditunjukkan Ketua Bhayangkari Cabang Malang Ibu Tika Setiawan Ujung dengan mengunjungi tiga korban penyekapan yang bertempat RW 004, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.</p>
<p>Selama setahun, mereka diasingkan dari dunia luar dengan cara dikurung di dalam rumahnya. Masa ceria sebagai seorang anak maupun pendidikan yang dirasakan mereka terhenti akibat penyekapan tersebut.</p>
<p><div id="attachment_3372" style="width: 510px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-3372" decoding="async" class="size-full wp-image-17784" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180105-WA0070-copy.jpg?resize=500%2C300&#038;ssl=1" alt=" BERSAMA:Para aparat Desa Bululawang berfoto bersama dengan ketua Bhayangkari Cabang Malang didampingi para pengurus Bhayangkari Cabang Malang" width="500" height="300" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180105-WA0070-copy.jpg?w=500&amp;ssl=1 500w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180105-WA0070-copy.jpg?resize=300%2C180&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180105-WA0070-copy.jpg?resize=200%2C120&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/IMG-20180105-WA0070-copy.jpg?resize=400%2C240&amp;ssl=1 400w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-3372" class="wp-caption-text"><em><strong>BERSAMA :</strong> Para aparat Desa Bululawang berfoto bersama dengan ketua Bhayangkari Cabang Malang didampingi para pengurus Bhayangkari Cabang Malang</em></p></div></p>
<p>Di sela sela kunjungan tersebut istri dari Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung SH.SIK.MSi ini menuturkan, &#8220;Sebagai insan manusia yang beragama, sudah sepatutnya kita semua peduli apa yang telah dialami adik adik kita ini. Perbuatan ini sama sekali tidak benarkan. Dengan kondisinya tubuh yang kurus akibat kekurangan gizi dialami mereka bertiga selama bertahun tahun,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kehadiran wanita berparas cantik ini bersama pengurus Bhayangkari Cabang Malang disambut rona bahagia dari wajah ketiga anak yang menjadi korban penyekapan.</p>
<p>( <strong>baca juga :</strong><a href="https://hukrim.memontum.com/6640-cerai-depresi-anak-bak-disekap" target="_blank" rel="noopener"> Cerai, Depresi, Anak Bak Disekap </a>)</p>
<p>Meski terus menunduk, mereka sesekali menyunggingkan senyum saat berinteraksi dengan Ketua Bhayangkari Cabang Malang tersebut. Pada kesempatan itu juga Ibu Tika membawakan berbagai macam bingkisan seperti boneka, perlengkapan sekolah dan juga alat tulis, mainan anak-anak serta beberapa bungkus jajanan ringan untuk mereka nikmati.Tidak lupa, pengurus Bhayangkari Cabang Malang juga terlibat pembicaraan ringan dengan ketiga anak yang menjadi korban penyekapan.</p>
<p>Aksi penyekapan itu terbongkar setelah pemerintah desa setempat dan petugas Polsek Bululawang mendatangi lokasi dan mengeluarkan ketiga bocah itu dari penyekapan ibunya, Selasa (2/1/2018).</p>
<p>( <strong>baca juga : </strong><a href="https://memontum.com/17296-tragedi-ibu-kandung-sekap-anak-teriakan-cari-ibu-langitnya-apik" target="_blank" rel="noopener">Tragedi Ibu Kandung “Sekap” Anak Teriakan Cari Ibu, Langitnya Apik</a> )</p>
<p>Kapolsek Bululawang Kompol Supari mengatakan, Alikah yang merupakan pelaku penyekapan tersebut terindikasi mengalami gangguan jiwa. Karena itu, pihaknya menyebut tidak ada indikasi kasus hukum dalam kejadian penyekapan itu. Pihaknya juga sudah mengirim Alikah ke Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat di Lawang, Kabupaten Malang.</p>
<p>&#8220;Karena ibunya terindikasi gangguan jiwa sehingga ibunya dibawa ke rumah sakit jiwa. Anaknya dirawat di Polindes setelah selesai sekarang dirawat bapak kandungnya,&#8221; jelasnya.<strong> (fik/ono)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17779</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cerai, Depresi, Anak Bak Disekap</title>
		<link>https://memontum.com/cerai-depresi-anak-bak-disekap</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2018 14:23:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bululawang]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/17139-cerai-depresi-anak-bak-disekap</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Informasi memprihatinkan itu diketahui bahwa 3 anak perempuan tidak dapat keluar rumah, nyaris setahunan. Satu anak, berusia 11 tahun tidak diijinkan bersekolah. Si sulung bahkan tidak melanjutkan sekolahnya meski telah lulus madrasah. Ketiga anak ini tidak dapat menikmati kehidupan layaknya anak-anak kecil pada umumnya. Ketiganya hanya bermain dalam rumah. Ketiganya tidak dapat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Informasi memprihatinkan itu diketahui bahwa 3 anak perempuan tidak dapat keluar rumah, nyaris setahunan. Satu anak, berusia 11 tahun tidak diijinkan bersekolah. Si sulung bahkan tidak melanjutkan sekolahnya meski telah lulus madrasah.  </p>
<p>Ketiga anak ini tidak dapat menikmati kehidupan layaknya anak-anak kecil pada umumnya. Ketiganya hanya bermain dalam rumah. Ketiganya tidak dapat mengintip jendela rumah karena tertutup terpal. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-17141" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Jendela-jendela rumah pun ditutupi kayu. Tidak hanya itu, urusan makanan, ada kemungkinan para bocah ini hanya mendapat makanan apa adanya dari sang ibu kandung.  Sebab itu tubuhnya kurus. </p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/6619-ibu-kandung-sekap-3-anaknya-sendiri-nyaris-setahun">Ibu Kandung Sekap 3 Anaknya Sendiri, Nyaris Setahun!</a> )</p>
<p>ALK, berusia 40 tahunan merupakan ibu kandung ketiga bocah perempuan. Ia sudah cerai selama 2-3 tahun dengan sang suami, berinisial MR. Entah apa kemudian yang membuat pikiran ALK merasa keselamatan sang bocah terancam. </p>
<p><img decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.47-PM-1A.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" class="aligncenter size-full wp-image-17140" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.47-PM-1A.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.47-PM-1A.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.47-PM-1A.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.47-PM-1A.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>ALK lalu memaksa anaknya untuk tinggal dalam rumah selama berbulan-bulan. &#8220;Kalau disebut setahunan ya tidak ada. Mungkin berbulan-bulan. Kami limpahkan ibunya ke RSJ,&#8221; terang Supary. Besar kemungkinan, sang ibu ini mengalami depresi atau menderita kelainan jiwa.<strong> (sos)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17139</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ibu Kandung Sekap 3 Anaknya Sendiri, Nyaris Setahun!</title>
		<link>https://memontum.com/ibu-kandung-sekap-3-anaknya-sendiri-nyaris-setahun</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jan 2018 14:15:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[bululawang]]></category>
		<category><![CDATA[Penyekapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/17120-ibu-kandung-sekap-3-anaknya-sendiri-nyaris-setahun</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Tragis dan memprihatinkan tubuh 3 bocah ini. Tubuhnya kurus dan dikurung dalam rumah, tak diijinkan keluar rumah (bersekolah) selama setahunan. Mirisnya, ketiganya diperlakukan begitu memprihatinkan oleh ibu kandungnya sendiri. Selasa (2/1/2018) pukul 11.00, pihak Muspika Bululawang, mendatangi rumah yang diduga menyekap 3 bocah berusia (13), (11) dan 6 tahunan di RT14/RW04, Desa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8212; Tragis dan memprihatinkan tubuh 3 bocah ini. Tubuhnya kurus dan dikurung dalam rumah, tak diijinkan keluar rumah (bersekolah) selama setahunan. Mirisnya, ketiganya diperlakukan begitu memprihatinkan oleh ibu kandungnya sendiri.  </p>
<p>Selasa (2/1/2018) pukul 11.00, pihak Muspika Bululawang, mendatangi rumah yang diduga menyekap 3 bocah berusia (13), (11) dan 6 tahunan di RT14/RW04, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. </p>
<p>Pihak kepolisian pun berhati-hati saat menerobos masuk rumah ALK (37) yang diduga depresi atau mengidap gangguan jiwa. Kewaspadaan ini dikarenakan keselamatan 3 bocah ini kuatir terancam oleh sang ibu kandung. </p>
<p><div id="attachment_6633" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-6633" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04a.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="GILA? : ALK berkerudung saat diamankan petugas.(Foto Humas Polres Malang)" width="650" height="366" class="size-full wp-image-17146" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04a.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04a.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04a.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-6633" class="wp-caption-text"><em><strong> GILA? :</strong> ALK berkerudung saat diamankan petugas.<strong>(Foto Humas Polres Malang)</strong></em></p></div></p>
<p>&#8220;Anggota Reskrim masuk lebih dulu karena ada informasi klo ibu si anak itu menyediakan gunting, arit dan kayu.  Kami bersama pihak terkait segera mengamankan tiga anak serta ibunya dan Alhamdulillah lancar, &#8221; terang Kapolsek Bululawang Kompol Supary kepada Memontum.com.  </p>
<p>( <strong>baca juga :</strong> <a href="https://hukrim.memontum.com/6640-cerai-depresi-anak-bak-disekap" rel="noopener noreferrer" target="_blank">Cerai, Depresi, Anak Bak Disekap</a> )</p>
<p>Ya, selain anggota Reskrim Polsek Bululawang dan Polres Malang, hadir pula mendatangi lokasi rumah penyekapan dari dinas terkait.  Diantaranya, Camat Bululawang, Koramil Bululawang, perangkat desa setempat, Dinsos Kabupaten Malang, bidan desa setempat dan pihak lainnya.</p>
<p><div id="attachment_6634" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img aria-describedby="caption-attachment-6634" decoding="async" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.48-PM-1.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="ALAT : Gunting disiapkan ibu kandung untuk apa? (Foto Humas Polres Malang) " width="650" height="366" class="size-full wp-image-17145" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.48-PM-1.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.48-PM-1.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp-Image-2018-01-02-at-9.04.48-PM-1.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /><p id="caption-attachment-6634" class="wp-caption-text"><em><strong>ALAT :</strong> Gunting disiapkan ibu kandung untuk apa? <strong>(Foto Humas Polres Malang)</strong></em></p></div> </p>
<p>&#8220;Alasannya takut diperkosa bapak kandungnya padahal tidak seperti itu. Anaknya dalam perlindungan KPAI dan dirawat karena sakit, gatal-hatal dan badannya kurus, &#8221; sebut detil Iptu Ronny Margas, Kanit Reskrim Polsek Bululawang.  </p>
<p>Dramatis penyergapan rumah itu. Sebelumnya, pihak Muspika pada tanggal 22 Desember 2017 silam menerima informasi dari warga bahwa ada 3 bocah belia hidup seperti disekap seorang ibu kandung. Kehidupannya memprihatinkan.<strong> (oso)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">17120</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
