<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penyelamatan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penyelamatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Apr 2025 14:07:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penyelamatan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Misi Penyelamatan, Tim Inasar Bertolak dari Halim Perdanakusuma ke Lokasi Gempa Myanmar</title>
		<link>https://memontum.com/misi-penyelamatan-tim-inasar-bertolak-dari-halim-perdanakusuma-ke-lokasi-gempa-myanmar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2025 08:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bertolak]]></category>
		<category><![CDATA[inasar]]></category>
		<category><![CDATA[lokasi]]></category>
		<category><![CDATA[myanmar]]></category>
		<category><![CDATA[penyelamatan]]></category>
		<category><![CDATA[perdanakusuma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=220777</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan, Laksda TNI R Eko Suyatno, mendampingi Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melepas sebanyak 73 personel Indonesia Search and Rescue (Inasar) menuju lokasi terdampak gempa di Myanmar, Selasa (01/04/2025) tadi. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam sambutan pelepasan Tim Inasar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan, Laksda TNI R Eko Suyatno, mendampingi Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, melepas sebanyak 73 personel Indonesia Search and Rescue (Inasar) menuju lokasi terdampak gempa di Myanmar, Selasa (01/04/2025) tadi.</p>



<p>Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam sambutan pelepasan Tim Inasar menyampaikan bahwa gempa yang terjadi di Myanmar 28 Maret 2025 lalu, memakan banyak korban jiwa. Perhari ini, sudah lebih dari 2600 korban yang meninggal dunia. Sedangkan korban yang perlu diselamatkan juga masih banyak.</p>



<p>&#8220;Untuk kondisi tempat penugasan kali ini, tidak seperti negara kita atau tidak seperti penugasan Basarnas 2023 lalu, ketika gempa Turkiye dan Suriah. Mungkin situasi di sana lebih sulit, karena diinformasikan komunikasi belum berjalan bagus dan beberapa daerah listrik masih padam. Tentunya, yang mendukung Tim Inasar di sana sangat terbatas,&#8221; katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Kepala BNPB juga yakin, bahwa personel Indonesia dapat melaksanakan tugas dengan optimal. Berbekal dari pengalaman di Turkiye, meskipun sudah lewat dari golden time, namun Tim Inasar masih bisa mengevakuasi kurang lebih 15 jenazah dan itu bisa menjadi modal untuk bertugas di Myanmar.</p>



<p>&#8220;Saat ini sudah banyak negara yang mengirimkan bantuan personel. Diantaranya seperti Singapura, Malaysia, Philipina, Korea Selatan dan China. Semua kekuatan negara hampir sama dan mereka bekerja bersama tidak menonjolkan batas-batas negara,&#8221; paparnya.</p>



<p>Bantuan yang dikirimkan Indonesia, tambahnya, mencakup tim penyelamatan, tenaga medis serta logistik yang dikirimkan menggunakan dua pesawat Hercules dan satu Pesawat Boeing 747 dari Lapangan Udara Halim Perdanakusuma. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">220777</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pencari Rumput, Satpam, Warga PKL, PNS, BPBD dan Polisi Selamatkan Nyawa Wanita di Stadion Kanjuruhan</title>
		<link>https://memontum.com/pencari-rumput-satpam-warga-pkl-pns-bpbd-dan-polisi-selamatkan-nyawa-wanita-di-stadion-kanjuruhan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Feb 2019 13:17:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyelamatan]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Kanjuruhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/76740-pencari-rumput-satpam-warga-pkl-pns-bpbd-dan-polisi-selamatkan-nyawa-wanita-di-stadion-kanjuruhan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8211; Seorang wanita tergeletak di semak-semak, timur Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Senin (4/2/2019) siang, menggegerkan warga sekitar. Bareng didekati warga, wanita berbaju hijau itu masih dalam kondisi hidup. Badannya lemas. Entah apa yang terjadi jika, wanita itu tidak ditemukan seorang pencari rumput dan segera dibawa ambulan BPBD ke Rumah Sakit Kanjuruhan Kepanjen. Kondisinya lemas. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang</strong> &#8211; Seorang wanita tergeletak di semak-semak, timur Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Senin (4/2/2019) siang, menggegerkan warga sekitar. Bareng didekati warga, wanita berbaju hijau itu masih dalam kondisi hidup. Badannya lemas.</p>
<p>Entah apa yang terjadi jika, wanita itu tidak ditemukan seorang pencari rumput dan segera dibawa ambulan BPBD ke Rumah Sakit Kanjuruhan Kepanjen. Kondisinya lemas. Dari bagian paha, sempat tampak noda yang diduga bercak darah.</p>
<p><div id="attachment_76742" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142514-copy.jpg?ssl=1"><img aria-describedby="caption-attachment-76742" decoding="async" class="size-full wp-image-76742" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142514-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="SELAMAT : Nyawa wanita itu selamat. (sos)" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142514-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142514-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142514-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142514-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142514-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a><p id="caption-attachment-76742" class="wp-caption-text"><strong>SELAMAT : Nyawa wanita itu selamat. (sos)</strong></p></div></p>
<p>Nama wanita tergeletak yakni Suntami (45) warga Dusun Sumbertangkep, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Identitas ini baru diketahui setelah seorang pegawai negeri sipil berusaha melacak dan menelepon beberapa orang.</p>
<p>Suntami, awalnya ditemukan pencari rumput sekitar pukul 13.00. Informasi tersebut kemudian disambungkan ke warga lain hingga ke pihak keamanan Stadion. Awalnya, sebagian orang mengira, wanita itu dalam kondisi tak bernyawa.</p>
<p><a href="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142529-copy.jpg?ssl=1"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-76741" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142529-copy.jpg?resize=650%2C366&#038;ssl=1" alt="" width="650" height="366" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142529-copy.jpg?w=650&amp;ssl=1 650w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142529-copy.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142529-copy.jpg?resize=600%2C338&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142529-copy.jpg?resize=200%2C113&amp;ssl=1 200w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/02/IMG_20190204_142529-copy.jpg?resize=120%2C69&amp;ssl=1 120w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" data-recalc-dims="1" /></a></p>
<p>Berhembusnya informasi temuan wanita misterius di semak-semak menyebar cepat. Datang anggota Buru Sergap Polres Malang. Ia sempat memastikan kondisi korban dengan meminta seorang wanita untuk melihat bercak di pangkal paha.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah sik urip Rek,&#8221; ungkap seorang warga. &#8220;Ndang digowo nang rumah sakit,&#8221; urai warga lain.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">76740</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Terperangkap dalam Sumur, Anak Kucing &#8220;Nakal&#8221; Terselamatkan</title>
		<link>https://memontum.com/terperangkap-dalam-sumur-anak-kucing-nakal-terselamatkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2017 16:22:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Kucing]]></category>
		<category><![CDATA[penyelamatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/6970-terperangkap-dalam-sumur-anak-kucing-nakal-terselamatkan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Malang &#8212; Suara meong anak kucing selama 2 hari 2 malam membuat resah keluarga Rudin Utomo (23) &#8211; Setiawati (23). Seharian pula, 3 ekor kucing lainnya menunggu di atap atas sumur seolah mengkuatirkan keselamatan si kucing kecil putih. Kuatir akan mati dalam rongga sumur kuno sedalam 20 meteran, Rudin berinisiatif mencari bantuan. Ia sempat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Malang </strong>&#8212; Suara meong anak kucing selama 2 hari 2 malam membuat resah keluarga Rudin Utomo (23) &#8211; Setiawati (23). Seharian pula, 3 ekor kucing lainnya menunggu di atap atas sumur seolah mengkuatirkan keselamatan si kucing kecil putih.</p>
<p>Kuatir akan mati dalam rongga sumur kuno sedalam 20 meteran, Rudin berinisiatif mencari bantuan. Ia sempat memosting pertanyaan di salah satu grup Fesbuk. Hasilnya, minim respon. Rupanya, sebuah &#8220;nyawa&#8221; tidak memantik kepedulian seseorang (apalagi kucing kecil).</p>
<p>Rudin, karyawan J&#038;T ini lantas berusaha total mengevakuasi kucing kecil. Ia memakai tali diikati keranjang berisi makanan. Tapi kucing kecil seakan ketakutan meloncat ke dalam keranjang. Ya, mungkin si pus sedang syok.</p>
<div style="position:relative;padding-bottom:56.25%;height:0;overflow:hidden;margin:0 auto;width:100%">
     <iframe loading="lazy" width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/pPXUa_aWSWM" frameborder="0" gesture="media" allowfullscreen="" data-src="https://www.youtube.com/embed/pPXUa_aWSWM" style="position: absolute; top: 0px; left: 0px; width: 100%; height: 100%; border: 0px;"></iframe>
</div>
<p>Terjatuh ke sumur kuno, Ia selamat dari kubangan air sejak Minggu (12/11/2017) dini hari. Ia bertahan pada rongga sumur. Rongga tempat bertahan, berjarak 30 cm dari permukaan air sumur. Suara ngeongnya membuat kuatir Rudin sekeluarga.  &#8220;Lek gak dijupuk saaken, ntar mati di dalam, &#8221; keluh Setiawati. </p>
<p>Rudin lalu berinisiatif menelpon rekannya untuk mencari bantuan ahli evakuasi atau tim SAR. Satu per satu SAR merespon. Hanya beberapa tim SAR tanggap dan totalitas mendatangi rumah lokasi kejadian di Jalan Mawar Gang II/8B, Kelurahan Lowokwaru/Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.</p>
<p>Belasan anggota SAR datang pada Rabu (15/11/2017) siang. Penyelamatan dipersiapkan sejak cek lokasi sekitar pukul 10.00. Siang, pukul 14.00, persiapan sempat dihentikan karena hujan turun deras. </p>
<p>Baru sekitar pukul 18.30, seorang anggota SAR menuruni sumur berdiameter 1 meteran dengan alat khusus. Proses evakuasi ini butuh keahlian khusus karena dikuatirkan terjadi musibah lain. </p>
<p>&#8220;Terevakuasi Pukul 18.30. Kondisi klumus, lencu, lemes, kondisi hidup, &#8221; ujar Setiawati yang mulanya takut kucing, kini mulai menyukai keberadaan kucing. &#8220;Mungkin kucing anakan. Masih menyusu. Kucing kampung. Biasae karo. Dua anak kecil. Ireng putih,&#8221; tambah Setiawati. </p>
<p>Ucapan syukur berangsur terbit usai kucing kecil berhasil dievakuasi. Setelah dikeringkan lebih dulu, kucing diberi makan. &#8220;Dikasih makan, mau, iwak bandeng. Sama istri diberi. Sepiring ludes,&#8221; cerita Rudin mengenang evakuasi dramatis itu. </p>
<p>Anak kucing itu lalu dilepas Rabu malam. Ia tampak menemui sang induknya. Lalu siapa namanya? &#8220;Namanya nakal. Semoga gak nakal terus,&#8221; jawab Setiawati pemilik akun IG emmut_yack kepada <a href="https://memontum.com" rel="noopener" target="_blank">Memontum.com</a>. <strong>(sos) </strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6970</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
