<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>penyumbang &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/penyumbang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Dec 2025 11:34:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>penyumbang &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Pendapatan Pajak Daerah Kota Malang Tembus 100,2 Persen, BPHTB Jadi Penyumbang Terbesar</title>
		<link>https://memontum.com/pendapatan-pajak-daerah-kota-malang-tembus-1002-persen-bphtb-jadi-penyumbang-terbesar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[daerah]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyumbang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[tembus]]></category>
		<category><![CDATA[terbesar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228964</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Realisasi pendapatan pajak daerah Kota Malang tahun 2025 telah melampaui target, yakni 100,2 persen. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto, Selasa (23/12/2025) tadi. Pria yang akrab disapa Handi, itu menyampaikan bahwa capaian itu tercatat per Jumat (19/12/2025) lalu. Sehingga, sisa waktu hingga akhir Desember tinggal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Realisasi pendapatan pajak daerah Kota Malang tahun 2025 telah melampaui target, yakni 100,2 persen. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto, Selasa (23/12/2025) tadi.</p>



<p>Pria yang akrab disapa Handi, itu menyampaikan bahwa capaian itu tercatat per Jumat (19/12/2025) lalu. Sehingga, sisa waktu hingga akhir Desember tinggal menunggu tambahan realisasi.</p>



<p>“Per hari Jumat kemarin realisasi sudah 100,2 persen. Dua minggu ini tinggal plusnya saja. Ending-nya nanti tetap di 31 Desember, tapi yang pasti di atas 100 persen,” ujar Handi.</p>



<p>Dirinya juga menyebut, target pendapatan pajak daerah tahun 2025 sebesar Rp 863,5 miliar, dipastikan tercapai. Bahkan, realisasi sementara saat ini sudah berada di kisaran Rp 865 miliar.</p>



<p>“Alhamdulillah tahun ini tercapai target,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa sektor pajak dengan kontribusi tertinggi berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang mencapai Rp 226 miliar. Selain itu, sejumlah jenis pajak juga mencatatkan surplus atau melampaui target.</p>



<p>“BPHTB surplus. Kemudian Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tenaga listrik juga surplus, pajak parkir surplus, PBJT hotel dan restoran surplus, serta pajak air bawah tanah juga surplus,” jelasnya.</p>



<p>Kendati juga ada beberapa item yang belum memenuhi target, Handi menegaskan secara akumulatif pendapatan pajak daerah Kota Malang tetap aman. “Kami maksimalkan sampai akhir tahun. Tapi secara total, keseluruhan sudah tercapai 100 persen dari target Rp 863,5 miliar,” imbuh Handi. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228964</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPS Catat Inflasi Kota Malang 0,12 Persen, Kelompok Pendidikan Jadi Penyumbang Tertinggi</title>
		<link>https://memontum.com/bps-catat-inflasi-kota-malang-012-persen-kelompok-pendidikan-jadi-penyumbang-tertinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[penyumbang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<category><![CDATA[tertinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224556</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis data inflasi untuk Juli 2025. Berdasarkan hasil tersebut, inflasi di Kota Malang tercatat sebesar 0,12 persen month to month (m-to-m). Angka tersebut, dinilai lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Timur yang mencapai 0,22 persen dan inflasi nasional yang berada di angka 0,30 persen. Kepala [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis data inflasi untuk Juli 2025. Berdasarkan hasil tersebut, inflasi di Kota Malang tercatat sebesar 0,12 persen month to month (m-to-m). Angka tersebut, dinilai lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Jawa Timur yang mencapai 0,22 persen dan inflasi nasional yang berada di angka 0,30 persen.</p>



<p>Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menyampaikan bahwa secara umum inflasi Kota Malang di Juli masih dalam kategori terkendali. &#8220;Kalau kita lihat inflasi Kota Malang di Juli 2025 ini sangat terkendali. Karena secara (m-to-m) inflasi sebesar 0,12 persen, lebih rendah dari Jatim yang 0,22 persen dan nasional yang 0,30 persen,&#8221; kata Umar, saat rilis data inflasi, Jumat (01/08/2025) tadi.</p>



<p>Dibandingkan kota atau kabupaten lainnya di Jawa Timur, inflasi Kota Malang juga tergolong rendah. Tercatat, inflasi tertinggi di Jawa Timur pada bulan Juli terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,45 persen, sedangkan yang terendah di Tulungagung dengan angka 0,11 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Umar menjelaskan, beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar di Juli 2025, diantaranya adalah tomat, beras, bawang merah, serta kebutuhan pendidikan dasar. &#8220;Kelompok pengeluaran yang paling besar menyumbang inflasi bulan Juli adalah kelompok pendidikan. Karena memang setiap awal tahun ajaran baru, terjadi kenaikan biaya pendidikan mulai dari jenjang SD hingga SMA. Nanti mungkin yang perguruan tinggi di bulan Agustus,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, terdapat pula sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga dan turut menahan laju inflasi, seperti labu siam dan kacang panjang. Bahkan, komoditas yang biasanya naik, yakni emas perhiasan, justru mengalami deflasi di Juli.</p>



<p>&#8220;Emas perhiasan biasanya naik, tapi bulan ini justru mengalami penurunan karena memang secara global harga emas sedang menurun,&#8221; imbuh Umar. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224556</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Inflasi Kota Malang Juni 2025 Capai 0,38 Persen, Cabai Rawit dan Emas Jadi Penyumbang Utama</title>
		<link>https://memontum.com/inflasi-kota-malang-juni-2025-capai-038-persen-cabai-rawit-dan-emas-jadi-penyumbang-utama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyumbang]]></category>
		<category><![CDATA[persen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223577</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis, bahwa inflasi bulan Juni secara month to month (m-to-m) sebesar 0,38 persen. Kenaikan harga komoditas pangan, terutama cabai rawit dan perhiasan emas menjadi pemicu utama terjadinya inflasi. Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjarifuddin, menyampaikan bahwa berdasarkan catatan harga bahan pangan cabai rawit mengalami inflasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang merilis, bahwa inflasi bulan Juni secara month to month (m-to-m) sebesar 0,38 persen. Kenaikan harga komoditas pangan, terutama cabai rawit dan perhiasan emas menjadi pemicu utama terjadinya inflasi.</p>



<p>Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjarifuddin, menyampaikan bahwa berdasarkan catatan harga bahan pangan cabai rawit mengalami inflasi 67,56 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,10 persen. Selain itu, harga kacang panjang juga mengalami kenaikan 67,95 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,05 persen.</p>



<p>&#8220;Kemudian sawi putih naik 41,43 persen, tomat naik 19,88 persen, bawang merah naik 8,91 persen, telur ayam ras naik 3,48 persen, beras naik 0,78 persen, daging ayam ras naik 1,53 persen dan ayam goreng naik 2,98 persen,&#8221; jelas Umar, Rabu (02/07/2025) tadi.</p>



<p>Dari luar kelompok pangan, harga emas perhiasan juga mencatat kenaikan sebesar 2,08 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,04 persen. “Emas juga memicu terjadinya inflasi,” tambah Umar.</p>



<p>Meski mengalami kenaikan, inflasi Kota Malang sebesar 0,38 persen masih lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 0,43 persen. Namun, angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 0,19 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Secara tahun kalender (year-to-date), inflasi Kota Malang mencapai 1,32 persen, sementara secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Juni 2024 sebesar 2,11 persen,&#8221; katanya.</p>



<p>BPS mencatat, beberapa faktor musiman seperti peringatan Hari Raya Iduladha, tren kenaikan harga emas, serta adanya stimulan tarif kereta api dan turunnya harga beberapa komoditas hortikultura turut mempengaruhi angka inflasi bulan Juni.</p>



<p>“Data ini menunjukkan bahwa meski inflasi terkendali, tren kenaikan harga tetap harus diwaspadai agar tidak berdampak lebih luas pada perekonomian masyarakat,” tegas Umar.</p>



<p>Secara historis, inflasi pada bulan Juni di Kota Malang cenderung mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021 tercatat inflasi 0,08 persen, 2022 sebesar 0,61 persen dan 2023 sebesar 0,07 persen. Deflasi hanya terjadi pada Juni 2024 dengan angka -0,36 persen.</p>



<p>&#8220;Inflasi juga terjadi di seluruh wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, dengan inflasi tertinggi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,63 persen dan terendah di Kabupaten Tulungagung sebesar 0,30 persen,&#8221; imbuh Umar. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223577</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Toko Retail Modern Jadi Salah Satu Penyumbang Investasi Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/toko-retail-modern-jadi-salah-satu-penyumbang-investasi-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 08:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[penyumbang]]></category>
		<category><![CDATA[retail]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=214417</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Investasi Kota Malang saat ini sudah melampaui dari target yang telah ditetapkan. Yakni, berada di angka Rp 1,9 triliun dari target Rp 1,4 triliun. Angka tersebut, dapat terus bertambah, sebab 2024 masih belum berakhir. Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP), Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Investasi Kota Malang saat ini sudah melampaui dari target yang telah ditetapkan. Yakni, berada di angka Rp 1,9 triliun dari target Rp 1,4 triliun. Angka tersebut, dapat terus bertambah, sebab 2024 masih belum berakhir.</p>



<p>Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP), Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa investasi tersebut didorong oleh beberapa hal. Salah satunya, karena adanya toko retail modern yang saat ini mulai berdatangan di Kota Malang.</p>



<p>“Salah satunya di Kota Malang yang banyak dikembangkan saat ini adalah toko retail modern ini, saya sampaikan bahwa kepengurusannya itu tentu sudah sesuai dengan aturan,” jelas Arif, Jumat (20/09/2024) tadi.</p>



<p>Arif berharap, agar ke depan para pengusaha yang ada di Kota Malang, dapat secara rutin melaporkan investasinya. Untuk saat ini, pengurusan izin pendirian menurutnya hanya ada satu dari retail modern.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Hanya dari Family Mart yang mengurus izin ini, kalau yang lainnya hanya perpanjang saja,” tambahnya.</p>



<p>Di sisi lain, Arif berharap dengan banyaknya investasi yang ada juga dapat menyerap tenaga kerja dari Kota Malang. Sehingga dapat mengurangi angka pengangguran terbuka Kota Malang.</p>



<p>“Kemarin sudah ada yang berkomitmen untuk menyerap tenaga kerja 80 persen. Kami upayakan supaya usaha apapun yang ada di Kota Malang bisa menyerap dan memprioritaskan warga Kota Malang sendiri,” tambahnya.</p>



<p>Sebagai informasi, angka pengangguran terbuka di Kota Malang saat ini dari data yang tercatat di BPS ada 6,8 persen dari sebelumnya 7,66 persen. Arif berharap angka tersebut dapat segera turun di akhir tahun 2024 ini.</p>



<p>“Nanti akan rilis di akhir 2024. Kami harapkan mudah-mudahan turun. Karena setiap tahun pengganguran di Kota Malang ini memang turun,” imbuh Arif. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">214417</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Peduli Inflasi, Pj Wali Kota Kediri Berharap Siswa Paham Komoditas Pangan dan Penyumbang Inflasi</title>
		<link>https://memontum.com/sekolah-peduli-inflasi-pj-wali-kota-kediri-berharap-siswa-paham-komoditas-pangan-dan-penyumbang-inflasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Jun 2024 10:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[penyumbang]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210537</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Kediri &#8211; Program Sekolah Peduli Inflasi Pemerintah Kota Kediri sangat bermanfaat untuk para siswa. Banyak wawasan baru yang diperoleh para siswa. Hal ini, seperti disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 4 Kota Kediri, Yayuk Cahyaningsih. Disampaikan, melalui Sekolah Peduli Inflasi, siswa-siswi menjadi paham bagaimana mengendalikan inflasi. Siswa-siswi mengerti bahwa ruang sekecil apapun dapat dimanfaatkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Kediri</strong> &#8211; Program Sekolah Peduli Inflasi Pemerintah Kota Kediri sangat bermanfaat untuk para siswa. Banyak wawasan baru yang diperoleh para siswa. Hal ini, seperti disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 4 Kota Kediri, Yayuk Cahyaningsih.</p>



<p>Disampaikan, melalui Sekolah Peduli Inflasi, siswa-siswi menjadi paham bagaimana mengendalikan inflasi. Siswa-siswi mengerti bahwa ruang sekecil apapun dapat dimanfaatkan untuk urban farming.</p>



<p>“Kami menyambut baik program ini. Tugas ke depan untuk siswa, harus menanam satu tanaman di rumah yang berproduksi. Nanti dilaporkan progresnya dan akan kami nilai. Jadi tidak hanya di sekolah, di rumah pun mereka juga menanam,&#8221; katanya.</p>



<p>Kepsek Yayuk mengatakan, di SMPN 4 Kota Kediri telah masuk kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema &#8216;Hidup Berkelanjutan&#8217;. Lahan di belakang sekolah, pun dipergunakan dengan tepat untuk menanam tanaman produksi.</p>



<p><strong>Baca</strong></p>





<p>Bahkan, SMPN 4 Kota Kediri sudah pernah panen raya dan hasilnya dimanfaatkan oleh siswa-siswi. &#8220;Lahan yang luasnya kurang lebih 1 hektar, kita bagi. Ada yang dikerjakan anak Kelas VII dan ada juga Kelas VIII, dengan jadwal dan jenis tanaman yang berbeda. Mereka juga ada praktik kewirausahaan,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, menjelaskan bahwa target dari Sekolah Peduli Inflasi ini diharapkan para siswa paham mengenai inflasi. Selain itu, siswa juga mengerti jenis-jenis komoditas pangan. Terutama, komoditas apa saja yang menjadi penyumbang inflasi.</p>



<p>&#8220;Masih ada anak yang tidak tahu, mana cabai rawit, cabai keriting dan cabai besar. Makanya dengan mereka menanam ini, mereka jadi paham. Selain itu, anak-anak lebih menghargai pangan tidak lagi menyisakan makanan,&#8221; jelasnya, Rabu (05/06/2024) tadi.</p>



<p>Sementara itu, Kepala KPwBI Kediri, Choirur Rofiq, mengatakan tujuan dari Sekolah Peduli Inflasi ini salah satunya agar anak-anak paham memanfaatkan lahan terbatas. Seperti di sekolah, lahan terbataspun bisa ditanami dengan tanaman yang menjadi sumber inflasi. Seperti, tomat, cabai rawit dan cabai merah.</p>



<p>&#8220;Sehingga harapannya, mereka tidak hanya menanam di sekolah. Namun, mereka bisa menanam di rumah juga. Sehingga, kebutuhan bisa dipenuhi rumah tangga sendiri,&#8221; jelasnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210537</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Beras dan Cabai Merah Penyumbang Utama Inflasi di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/beras-dan-cabai-merah-penyumbang-utama-inflasi-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Mar 2024 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[penyumbang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=207181</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, merilis bahwa kenaikan harga beras dan cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Malang, pada bulan Februari 2024. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin. Pria yang kerap disapa Umar, menyampaikan jika selama bulan Februari, terjadi inflasi sebesar 0,50 persen secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, merilis bahwa kenaikan harga beras dan cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Malang, pada bulan Februari 2024. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Umar, menyampaikan jika selama bulan Februari, terjadi inflasi sebesar 0,50 persen secara month to month (bulan ke bulan) dan 2,61 persen inflasi year on year (tahun ke tahun). Tercatat, bahwa kenaikan harga komoditas beras ini, ternyata terjadi sejak tahun 2022 lalu.</p>



<p>“Rata-rata harga beras itu mencapai Rp 15 ribu per kilogramnya, itu terjadi sejak tahun 2022 lalu. Pada Februari 2022 harga beras masih sekitar Rp 11.100 per kilogram, naik menjadi Rp 12.390 per kilogram pada bulan Febrauri 2023 dan terus merangkak naik sampai Februari ini,” ujar Umar, Sabtu (02/03/2024) tadi.</p>



<p>Ditambahkannya, jika kenaikan harga beras ini juga terjadi di tingkat petani dan penggilingan, dengan kenaikan harga di tingkat petani sebesar 10,66 persen atau sekitar Rp 8 ribu dan di tingkat penggilingan sebesar 11,39 persen, sekitar Rp 14 ribu. Hal ini tentu menggambarkan beras di tingkat petani dan penggilingan naiknya cukup tinggi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini karena pengaruh banyaknya pengendalian inflasi atau hal hal yang dilakukan oleh Pemda, terutama Pemkot Malang, bagaimana mengendalikan inflasi beras. Dengan adanya mungkin Warung Tekan Inflasi, Pasar Murah dan sebagainya. Sehingga kenaikan harga beras di tingkat konsumen tidak setinggi di tingkat petani maupun penggilingan,&#8221; katanya.</p>



<p>Selain beras, harga cabai merah juga mengalami kenaikan yang signifikan. Pada Desember 2023, harga cabai merah bahkan mencapai Rp 80 ribu per kilogram, meskipun sudah mengalami penurunan pada Januari 2024.</p>



<p>“Sebetulnya sudah menurun drastis pada Januari (2024) kemarin, tapi pada Februari kembali naik seperti pada Desember yang naiknya mecapai Rp 80 ribuan. Sehingga selain beras, cabai merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi di Februari 2023,&#8221; ucapnya.</p>



<p>Umar menyebutkan bahwa adanya berbagai kebijakan pengendalian inflasi dari Pemerintah Kota Malang, seperti Warung Tekan Inflasi dan Pasar Murah, telah berhasil menjaga kenaikan harga beras di tingkat konsumen tidak setinggi di tingkat petani dan penggilingan. Namun, Umar juga mengajak semua pihak untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan makanan lainnya, terutama menjelang bulan Ramadan.</p>



<p>“Komoditas lain seperti telur ayam ras dan daging ayam ras juga mengalami kecenderungan kenaikan harga. Sehingga, kami berharap agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Pemerintah Kota Malang dapat bekerja sama untuk menjaga stabilitas harga bahan makanan selama bulan Maret, terutama menghadapi bulan puasa Ramadan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">207181</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
