<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>peradaban &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/peradaban/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Oct 2025 08:35:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>peradaban &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Bupati Fawait Ajak Santri Jember untuk Terus Berprestasi dan Jaga Peradaban Bangsa</title>
		<link>https://memontum.com/bupati-fawait-ajak-santri-jember-untuk-terus-berprestasi-dan-jaga-peradaban-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[fawait]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[Santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226998</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memimpin Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2025, di Alun-Alun Jember Nusantara, Rabu (22/10/2025) tadi. Dalam peringatan yang mengusung tema &#8216;Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia&#8217;, turut hadir Wakil Bupati Jember, Joko Susanto, Pimpinan DPRD Jember, jajaran Forkopimda serta ribuan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Jember. Dalam sambutannya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, memimpin Apel Peringatan Hari Santri Nasional 2025, di Alun-Alun Jember Nusantara, Rabu (22/10/2025) tadi. Dalam peringatan yang mengusung tema &#8216;Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia&#8217;, turut hadir Wakil Bupati Jember, Joko Susanto, Pimpinan DPRD Jember, jajaran Forkopimda serta ribuan santri dari berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Jember.</p>



<p>Dalam sambutannya, Bupati Fawait mengajak seluruh santri untuk terus menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Bahkan, santri diharapkan turut memperkuat komitmen terhadap NKRI, serta berperan aktif dalam membangun peradaban bangsa melalui pendidikan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.</p>



<p>&#8220;Bangsa ini berhutang kepada kiai, santri dan pondok pesantren. Kenapa, karena saat mengusir penjajah, saat merebut kemerdekaan, para kiai santri berada di garda terdepan mengorbankan jiwa raga bahkan nyawanya. Tapi akhir-akhir ini, ada pihak-pihak yang ingin menghapus sejarah itu dengan mendiskreditkan pesantren dan para kyai,&#8221; kata Bupati Fawait.</p>



<p>Karenanya, Bupati Fawait kemudian meminta, agar para santri dan kalangan pondok pesantren tidak perlu menyikapinya dengan emosional dengan berbuat negatif. Para santri diminta untuk menunjukan prestasi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Tidak perlu emosi, tidak perlu berbuat onar. Kita tunjukan prestasi, bahwa santri ke depan lebih baik dari yang lainnya,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Gus Fawait-sapaan Bupati Jember, juga menyampaikan dirinya terus berupaya untuk meningkatkan porsi beasiswa dan program pendidikan bagi santri pada tahun-tahun mendatang. &#8220;Porsi beasiswa tahun ini harus lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Saya ingin santri-santri di Jember, bisa meneruskan pendidikan di kampus di Jember, di kampus di seluruh Indonesia,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Untuk itu, Gus Fawait memohon doa agar diberi kemudahan untuk mewujudkan Jember Baru Jember Maju. &#8220;Kalau ada yang mengkritisi bahkan mencaci kita, senyumin saja, kita sholawatin saja. Kita buktikan dengan kerja nyata dimasa yang akan datang,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Upacara peringatan sendiri juga diisi dengan penyerahan piala, hadiah dan piagam penghargaan bagi pemenang MTQ ke-XXXI serta lomba Peringatan Hari Santri tingkat Kabupaten Jember. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226998</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Upacara HUT RI, Bupati Kediri Berharap Slogan HUT RI Jadi Langkah Menuju Peradaban Baru</title>
		<link>https://memontum.com/upacara-hut-ri-bupati-kediri-berharap-slogan-hut-ri-jadi-langkah-menuju-peradaban-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 06:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[menuju]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[Slogan]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=213463</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kediri &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Canda Bhirawa Pare, Sabtu (17/08/2024) tadi. Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ini mengusung slogan &#8216;Nusantara Baru, Indonesia Maju,&#8217; sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Konsep yang diusung pada slogan itu, menjadi harapan akan peradaban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kediri</strong> &#8211; Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Canda Bhirawa Pare, Sabtu (17/08/2024) tadi. Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ini mengusung slogan &#8216;Nusantara Baru, Indonesia Maju,&#8217; sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.</p>



<p>Konsep yang diusung pada slogan itu, menjadi harapan akan peradaban baru bagi bangsa Indonesia. Mas Dhito-sapaan akrab Bupati Kediri, menyebut bahwa Kediri sebagai salah satu kabupaten tertua di Indonesia yang berusia 1220 tahun, pada 2024 ini juga memiliki peradaban baru.</p>



<p>&#8220;Harapannya dengan Nusantara ini mempunyai peradaban baru di IKN. Kediri juga memiliki peradaban baru di Kabupaten Kediri,&#8221; katanya, seusai memimpin Upacara Peringatan Kemerdekaan RI.</p>



<p>Peradaban baru yang dimaksud Mas Dhito, ditandai dengan beroperasinya Bandara Dhoho di Kabupaten Kediri. Kemudian, akan disusul dengan pembangunan jalan tol sebagai akses menuju bandara.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kita juga telah menyelesaikan beberapa jembatan (mendukung konektivitas antar daerah), RSKK juga sebentar lagi akan selesai,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Pembangunan insfrastruktur ini, lanjutnya, menjadi salah satu program prioritas pemerintahannya. Termasuk, pembangunan fisik sarana akses kesehatan yang secara tidak langsung akan mempengaruhi terhadap daya saing dan pertumbuhan pembangunan daerah.</p>



<p>Di sisi lain, dengan kepindahan ibu kota baru ke IKN, Kabupaten Kediri yang kini berusia 1220 tahun, dapat pula diartikan sebagai salah satu ibu Nusantara dari IKN. “Nusantara baru ini dimulai dari mother of nature atau ibu Nusantaranya adalah salah satunya di Kabupaten Kediri,” jelas Mas Dhito.</p>



<p>Adapun dalam Upacara Peringatan HUT ke-79 RI tersebut, Mas Dhito juga mengapresiasi kapasitas Paskibraka selama menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar bendera merah putih. “Paskibraka saya rasa sudah sangat maksimal dan kami mengapresiasinya, karena merekalah patriot di masa sekarang,” tambahnya. <strong>(kom/pan/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">213463</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Angkat Kembali Peradaban Berserajah Berkelas Eropa, Bupati Sumenep Promosikan Destinasi Kalianget</title>
		<link>https://memontum.com/angkat-kembali-peradaban-berserajah-berkelas-eropa-bupati-sumenep-promosikan-destinasi-kalianget</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Oct 2023 08:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[angkat]]></category>
		<category><![CDATA[berkelas]]></category>
		<category><![CDATA[berserajah]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi]]></category>
		<category><![CDATA[eropa,]]></category>
		<category><![CDATA[kalianget]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[promosikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=200979</guid>

					<description><![CDATA[Memomtum Sumenep &#8211; Puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep (HJS) Ke-754, diakhiri dengan drama kolosal prosesi penobatan Adipati Arya Wiraraja oleh utusan Prabu Kertanegara Kerajaan Singosari Malang, dengan tagline Sumenep Masa Kejayaan, Sabtu (28/10/2023). Dalam drama kolosal itu, seakan dikisahkan Adipati Arya Wiraraja menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada Bupati Sumenep. Hal itu, ditandai dengan diterimanya bendera [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong><a href="http://memontum.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Memomtum</a> Sumenep</strong> &#8211; Puncak Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep (HJS) Ke-754, diakhiri dengan drama kolosal prosesi penobatan Adipati Arya Wiraraja oleh utusan Prabu Kertanegara Kerajaan Singosari Malang, dengan tagline Sumenep Masa Kejayaan, Sabtu (28/10/2023). Dalam drama kolosal itu, seakan dikisahkan Adipati Arya Wiraraja menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada Bupati Sumenep. Hal itu, ditandai dengan diterimanya bendera pataka sebagai simbol untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Sumenep.</p>



<p>Sengaja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melangsungkan acara drama kolosal Prosesi Penobatan Adipati Arya Wiraraja di Kota Tua Kalianget, sebab kota tersebut kini jadi Kecamatan Kalianget, yang dahulunya adalah kota modern. Yakni, pusat peradaban modern dan industri berkaliber dunia.</p>



<p>Seperti ditegaskan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bahwa di Kota Tua Kalianget merupakan kota peradaban bersejarah di masa lampau. Di saat kota-kota di Madura masih sangat tradisional, di Kalianget sudah berdiri bangunan perkantoran berarsitektur eropa modern.</p>



<p>&#8220;Bahkan di Kalianget pula, telah dibangun industri atau Pabrik Garam. Pabrik ini bukan sekedar beredar untuk dikonsumsi masyarakat Madura. Melainkan, hasil produksi garam oleh pabrik atau PT Garam sudah diekspor ke luar negeri dan menjadi kebutuhan masyarakat Eropa kala itu,&#8221; terang Bupati Fauzi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Tokoh muda PDI-Perjuangan ini membeberkan, bahwa banyak bangunan peninggalan sejarah yang membuktikan bahwa Kalianget pernah berjaya di masanya. Menurut Cak Fauzi-sapaan Bupati Sumenep, Madura kala itu masih kental dengan Bangunan Joglonga. Tapi di Kalianget, sudah berjejer bangunan berupa kompleks perumahan berarsitektur modern (Eropa). Julukan Kota Tua Kalianget, menandakan Kalianget pernah berjaya di masa silam.</p>



<p>&#8220;Di saat yang lain masih menggunakan alat-alat tradisional, Kalianget sudah ada sentuhan tehnologi modern. Seperti Lori Kereta sebagai sarana transportasi. Padahal saat itu, Madura masih menggunakan transportasi dokar atau dalman,&#8221; tambah Cak Fauzi.</p>



<p>Tanda peradaban modern lainnya, lanjut Bupati Fauzi, ada bangunan pembangkit listrik, lori kereta, pelabuhan dan kapal pengangkut garam Pabrik Garam Briket. &#8220;Makanya kita mau promosikan Kalianget sebagai destinasi wisata Kota Tua (Kota Lama). Bahwa, daerah ini pernah jaya dan jadi pusat perdagangan, bisnis ekspor garam,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Bahkan bangunan peninggalan VOC sejak 1705, seperti diantaranya juga pelabuhan, benteng Loji Kantang dan Benteng Kalimo’ok. Termasuk pos jaga kuno bergaya Eropa dan Belanda. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun harmoni menuju masa kejayaan dengan gotong royong memajukan Kabupaten Sumenep,” jelas Bupati.</p>



<p>Sementara itu, drama kolosal prosesi Arya Wiraraja disaksikan ribuan masyarakat. Mereka datang untuk melihat secara langsung drama kolosal dan kirab budaya, dengan menampilkan berbagai seni budaya. Diantaranya Tari Kreasi, Tari Kolosal, Topeng Dalang, Tari Juwak, serta Pawai Tujuh Kereta Kencana, Jaran Serek dan Tongtong Serek. <strong>(edo/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">200979</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
