<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>peragaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/peragaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 07:16:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>peragaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Peragaan Batik Lumajang di Event Festival Segoro Topeng Kaliwungu Seolah Ingin Keluar dari Sangkar</title>
		<link>https://memontum.com/peragaan-batik-lumajang-di-event-festival-segoro-topeng-kaliwungu-seolah-ingin-keluar-dari-sangkar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[kaliwungu]]></category>
		<category><![CDATA[keluar]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[sangkar]]></category>
		<category><![CDATA[segoro]]></category>
		<category><![CDATA[seolah]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223465</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Menjadi salah satu bagian Festival Segoro Topeng Kaliwungu, puluhan model memperagakan batik khas Lumajang diantara desir angin dan debur ombak Pantai Watu Pecak, Minggu (29/06/2025) tadi. Kain-kain batik Lumajang tersebut, seakan menari di atas pasir hitam yang menjadi saksi bisu kedekatan manusia dengan alam. Batik Lumajang keluar dari ruang kaca dan memasuki [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Menjadi salah satu bagian Festival Segoro Topeng Kaliwungu, puluhan model memperagakan batik khas Lumajang diantara desir angin dan debur ombak Pantai Watu Pecak, Minggu (29/06/2025) tadi. Kain-kain batik Lumajang tersebut, seakan menari di atas pasir hitam yang menjadi saksi bisu kedekatan manusia dengan alam.</p>



<p>Batik Lumajang keluar dari ruang kaca dan memasuki ruang semesta, bersanding dengan langit biru dan laut lepas dalam pertunjukan busana yang tak biasa. Namun lebih dari sekadar pertunjukan, peristiwa ini adalah pernyataan budaya yang kuat.</p>



<p>“Kami ingin membawa batik keluar dari sangkarnya. Batik Lumajang terinspirasi dari alam dan kehidupan masyarakat. Maka sudah selayaknya tampil kembali ke pangkuan alam, bukan sekadar terpajang di ruang formal,&#8221; kata Bupati Lumajang, Indah Amperawati.</p>



<p>Itulah esensi yang ingin disampaikan Pemerintah Kabupaten Lumajang, bahwa budaya lokal tidak boleh hanya jadi ornamen simbolik. Tetapi harus dihidupkan, diberi panggung dan menjadi bagian dari strategi besar pariwisata dan ekonomi kreatif.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Batik khas Lumajang yang diperagakan diantaranya, Batik Pisang Agung yang merupakan simbol hasil bumi unggulan, Batik Pasir yang terinspirasi dari butiran pantai selatan dan Batik Jaran Kencak, mencerminkan tarian tradisional yang gagah dan energik. &#8220;Kain-kain itu mengepak seperti layar perahu diterpa angin laut, seolah-olah mereka berbisik. Kami bukan hanya motif, kami adalah cerita,” terang Bunda Indah.</p>



<p>Salah seorang wisatawan asal Malang, Naura, tampak antusias melihat pertunjukan yang menjadi bagian dari Festival Segoro Topeng Kaliwungu ini. Dimana pertunjukan batik ini memang bertujuan memadukan kekuatan budaya dan alam Lumajang sebagai destinasi wisata unggulan.</p>



<p>“Kalau biasanya lihat batik di ruang pamer, ini beda banget. Rasanya seperti batiknya hidup, bercerita sesuatu,” kata Naura.</p>



<p>Bagi Lumajang, ini bukan akhir, tapi titik mula dari cara baru mempromosikan budaya tidak lagi hanya lewat brosur atau pameran tertutup, tetapi melalui pengalaman langsung yang menggugah rasa. Batik Lumajang telah menemukan tempatnya kembali di alam yang melahirkannya, di hati orang-orang yang menyaksikannya dan dinarasi masa depan Lumajang sebagai kabupaten yang tidak hanya kaya akan motif, tetapi juga visi. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223465</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kartinian Ning Kayutangan, Wali Kota Malang Sebut Tak Sekedar Peragaan Busana Tapi Pelestarian Budaya</title>
		<link>https://memontum.com/kartinian-ning-kayutangan-wali-kota-malang-sebut-tak-sekedar-peragaan-busana-tapi-pelestarian-budaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 06:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[kartinian]]></category>
		<category><![CDATA[Kayutangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekedar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=221264</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi gelaran pelaksanaan Kartinian ning Kayutangan, yang digelar di Kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (20/04/2025) tadi. Kegiatan Kartinian itu, merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang peragaan busana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi gelaran pelaksanaan Kartinian ning Kayutangan, yang digelar di Kawasan Kayutangan Heritage, Minggu (20/04/2025) tadi. Kegiatan Kartinian itu, merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Perajin Batik Kota Malang (APBKM) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.</p>



<p>Disampaikan Wali Kota Wahyu, bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar ajang peragaan busana, tetapi juga sarat nilai pelestarian budaya. &#8220;Tak hanya memperagakan dan mengenalkan batik dan kebaya, pada kesempatan ini juga tersampaikan pesan bagaimana menggunakan batik dan kebaya yang baik dan sesuai etika orang ketimuran. Kita juga bangga, karena dalam acara ini banyak kaum muda yang terlibat. Sehingga, diharapkan mereka nantinya menjadi pewaris dalam melestarikan warisan leluhur ini,&#8221; kata Wali Kota Wahyu.</p>



<p>Tidak hanya itu, ditambahkannya bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program seribu event yang tengah digalakkan Pemkot Malang. Karena semakin seringnya kegiatan budaya digelar di kawasan Kayutangan Heritage, maka akan mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kerakyatan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kurang dari seratus model, yang didominasi oleh ibu-ibu tadi memperagakan busana batik dan kebaya. Tentu ini juga dalam rangka peringatan Hari Kartini sekaligus HUT ke-111 Kota Malang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Isa Wahyudi atau yang akrab disapa Ki Demang, menyampaikan bahwa peragaan tersebut merupakan upaya nyata dalam melestarikan batik dan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara. “Kami ingin mengajak dan menyampaikan pesan bahwa batik dan kebaya ini harus terus dilestarikan sepanjang masa,” ujar Ki Demang.</p>



<p>Lebih lanjut ditambahkan, dengan keterlibatan generasi muda bahkan anak-anak dalam acara tersebut, diharapkan ke depan tongkat estafet pelestarian budaya tetap terjaga, di tengah arus modernisasi. &#8220;Di tengah kemajuan zaman dan teknologi, sebagai generasi muda harus terlibat dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian batik dan kebaya ini,” imbuh Ki Demang. <strong>(pro/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">221264</post-id>	</item>
		<item>
		<title>DPRD Kota Malang Apresiasi Peragaan Sispamkota, Harapkan Pilkada Berjalan Aman dan Tertib</title>
		<link>https://memontum.com/dprd-kota-malang-apresiasi-peragaan-sispamkota-harapkan-pilkada-berjalan-aman-dan-tertib</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan,]]></category>
		<category><![CDATA[harapkan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[Sispamkota]]></category>
		<category><![CDATA[Tertib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=210627</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, mengapresiasi kegiatan simulasi peragaan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar oleh jajaran TNI/Polri dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Malang, Rabu (12/06/2023) tadi. Pria yang kerap disapa Made, menuturkan bahwa dengan simulasi yang dilakukan tersebut menunjukkan bahwa ada kesiapsiagaan pengamanan yang dilakukan oleh jajaran [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, mengapresiasi kegiatan simulasi peragaan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar oleh jajaran TNI/Polri dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Malang, Rabu (12/06/2023) tadi.</p>



<p>Pria yang kerap disapa Made, menuturkan bahwa dengan simulasi yang dilakukan tersebut menunjukkan bahwa ada kesiapsiagaan pengamanan yang dilakukan oleh jajaran TNI/Polri. Dirinya juga yakin, bahkan ke depan tidak terjadi hal-hal yang negatif atau tidak diinginkan.</p>



<p>“Tadi kita sudah diberikan bagaimana peragaan-peragaan pengamanan. Jadi, kita merasa yakin bahwa apapun yang terjadi nanti, semoga itu tidak terjadi. Meskipun, dari Polresta Malang Kota, Kodim, kemudian Brimob itu sudah siap untuk mengamankan Kota Malang dalam Pilkada nanti,” kata Made.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam hal ini, Made juga mengimbau kepada peserta Pemilu dan Partai Politik, agar mentaati semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga, diharapkan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib.</p>



<p>“Tentu harus dengan disiplin mengikuti peraturan. Sehingga, tidak merugikan masyarakat dan kemudian tidak ada hal yang dirugikan ataupun yang dicurangi. Karena aturan berdiri tegak untuk kita semuanya dan pastikan Pemilu berjalan dengan adil dan jujur,” ujarnya.</p>



<p>Lebih lanjut disampaikan, bahwa dukungan anggaran untuk pengamanan dalam Pilkada 2024 juga telah disiapkan. Yakni sekitar Rp 120 miliar, untuk keseluruhannya. Mulai dari KPU, Bawaslu dan pengamanannya.</p>



<p>“Kurang lebih total hampir Rp 120 miliar dan itu untuk semua yang kita siapkan. Kita harapkan di PAK ini, kalau ada kekurangan anggaran bisa kita taruh di Bakesbangpol bagian dari mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Jika anggaran itu tidak dipergunakan, akan menjadi Silpa dan nanti bisa kita gunakan untuk belanja di APBD berikutnya,” imbuh Made. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">210627</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Acara Kelulusan Menjahit, Sekolah Kursus Korsa Malang Gelar Peragaan Busana</title>
		<link>https://memontum.com/acara-kelulusan-menjahit-sekolah-kursus-korsa-malang-gelar-peragaan-busana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2023 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Kelulusan]]></category>
		<category><![CDATA[kursus]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[menjahit,]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=203360</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Sekolah kursus penjahit Korsa Malang, di bawah naungan KT&#38;G Training Center Kota Malang, pamerkan karya menjahit melalui gelaran peragaan busana di salah satu hotel di Kota Malang, Kamis (14/12/2023) malam. Pimpinan KT&#38;G Malang, Choon Hwan Hahm, menyampaikan bahwa peragaan busana yang dilakukan tersebut juga sebagai bentuk apresiasi kepada para penjahit yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Sekolah kursus penjahit Korsa Malang, di bawah naungan KT&amp;G Training Center Kota Malang, pamerkan karya menjahit melalui gelaran peragaan busana di salah satu hotel di Kota Malang, Kamis (14/12/2023) malam.</p>



<p>Pimpinan KT&amp;G Malang, Choon Hwan Hahm, menyampaikan bahwa peragaan busana yang dilakukan tersebut juga sebagai bentuk apresiasi kepada para penjahit yang tergabung dalam Korsa Malang, selama tiga bulan lamanya. “Hari ini adalah acara kelulusan angkatan ke 11 khusus untuk sekolah penjahit. Jadi, semua yang ditampilkan adalah busana hasil buatannya sendiri. Sebelum sekolah, mereka tidak pernah mengetahui bagaimana menjahit, jadi benar-benar dimulai dari nol. Kemudian selama tiga bulan dan ini hasilnya luar biasa,” ungkap Choon.</p>



<p>Disebutkannya, bahwa sejak tiga tahun yang lalu hingga saat ini, sudah ada sebanyak 350 alumni dari Kelas Korsa. Bahkan, untuk mengikuti kelas tersebut, menurutnya siapa saja boleh mendaftar dan tentunya akan mengikuti seleksi. Selama sekolah pun, tidak dipungut biaya apapun (gratis).</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>“Mereka mendapat ilmu yang baru dan setelah lulus ini mereka bisa bekerja. Apalagi yang tergabung di sini juga kebanyakan ibu-ibu, sehingga ini sangat menolong mereka,” tambahnya.</p>



<p>Ditambahkannya, jika pemilihan lokasi di Kota Malang itu karena Korsa pertama kali dibuka di Malang dan terlihat hasilnya sangat luar biasa. Sehingga benar-benar memberdayakan masyarakat.</p>



<p>“Jadi KT&amp;G and friends ini menginginkan untuk membantu masyarakat Malang. Kemudian kita juga membuat bakti sosial memproduksi seragam sekolah yang diberikan kepada beberapa SD-SD di Kota Malang. Kemudian saat Covid-19 lalu, kami juga telah membagikan sebanyak 3.500 sembako,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Pimpinan Kepala Sekolah Korsa Malang, Fabe Susan, menyampaikan bahwa kursus menjahit tersebut intensif dilakukan mulai dari Senin hingga Jumat dengan materi yang diberikan mulai dari teori hingga praktek. Terlebih, durasi waktu selama 60 menit perharinya.</p>



<p>“Pelajaran kursus itu mereka dapatkan selama tiga bulan. Hingga saat ini kursus menjahit Korsa telah menyelesaikan sebanyak 11 angkatan dengan masing-masing kelas ada 40 ibu-ibu. Sementara saat ini kami juga sedang mempersiapkan untuk angkatan 12,” kata Susan.</p>



<p>Sebagai salah satu alumni Korsa Angkatan I, Evy Firstyawati, menceritakan awal mula bergabung dengan Korsa yaitu karena dirinya sering menjahitkan baju properti ke orang lain. Apalagi, pihaknya berprofesi sebagai Make Up Artist (MUA).</p>



<p>“Dahulu seringkali menjahitkan baju properti ke orang, nah uangnya habis di situ. Terus ada sahabat saya yang memberi tahu agar ikut saja kursus di Korsa, gratis, tidak bayar. Akhirnya saya ikut, mulai dari belajar di kelas awal sampai kelas mahir,” tutur Evy.</p>



<p>Sehingga, saat ini dirinya sudah mahir untuk membuat baju, mulai dari baju pengantin, hinga sebagainya. Itu dibuat sendiri tanpa bantuan orang lain. Hingga saat ini pihaknya mengaku juga sudah memiliki banyak pelanggan jahit baju.&nbsp;</p>



<p>“Ada teman-teman MUA yang menjahitkan di saya juga. Bahkan, sekarang omzet bersihnya itu bisa Rp 10 jutaan, per bulan,” imbuhnya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">203360</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meriahkan Dekranasda Fest 2023, Para Istri dan ASN Kota Malang Lakukan Peragaan Busana Kebaya</title>
		<link>https://memontum.com/meriahkan-dekranasda-fest-2023-para-istri-dan-asn-kota-malang-lakukan-peragaan-busana-kebaya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 2]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[busana]]></category>
		<category><![CDATA[Dekranasda]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[lakukan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[peragaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=196524</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dekranasda Fest 2023 menggelar kegiatan peragaan busana yang melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang di Gedung Malang Creative Center (MCC), Rabu (23/08/2023) tadi. Pelaksanaan itu, diikuti oleh sedikitnya 40 peserta dari istri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN dan perbankan Kota Malang, yang berlenggak lenggok di atas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dekranasda Fest 2023 menggelar kegiatan peragaan busana yang melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Malang di Gedung Malang Creative Center (MCC), Rabu (23/08/2023) tadi. Pelaksanaan itu, diikuti oleh sedikitnya 40 peserta dari istri Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ASN dan perbankan Kota Malang, yang berlenggak lenggok di atas panggung dengan mengenakan kebaya kolosal hasil dari desainer binaan Dekranasda Kota Malang.</p>



<p>Wali Kota Malang, Sutiaji, yang turut hadir dalam kesempatan itu menyampaikan jika gelaran tersebut merupakan acara tahunan yang selalu diadakan. Tentunya, tidak hanya sekedar meriah, namun juga memiliki makna yang lebih mendalam.</p>



<p>“Dekranasda Fest ini filosofinya adalah menggali potensi-potensi. Setelah itu menguatkan inovasi dan melestarikan budaya lokal kita. Jadi, yang tampil tadi merepresentasikan produk UMKM lokal Kota Malang dan itu dikuatkan bersama-sama,” kata Wali Kota Sutiaji.</p>



<p><strong>Baca juga:</strong></p>





<p>Selain itu, menurutnya gelaran Dekranasda Fest juga berperan dalam menguatkan aspek mental dan kepercayaan diri dari para peserta. Sebab, peserta harus berlenggak-lenggok tampil di depan umum.</p>



<p>“Karena ada orang-orang yang tidak terbiasa tampil di depan umum, tapi tadi harus tampil. Jadi, kepercayaan diri juga digali di sini,” tambahnya.</p>



<p>Lebih lanjut Wali Kota Sutiaji berharap, bahwa gelaran Dekranasda Fest tersebut dapat berkontribusi dalam menguatkan sektor UMKM di Kota Malang. Terlebih, saat ini nilai transaksi UMKM yang telah tercatat dalam Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Malang, telah mencapai angka Rp 89 miliar.</p>



<p>“Itu akan terus kami kuatkan melalui E-Katalog lokal dan seterusnya. Sambil juga gedung MCC ini dibangun untuk bagaimana menjadi inkubasi UMKM,” tambah Sutiaji.</p>



<p>Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan jika melalui kegiatan tersebut adalah untuk mempromosikan karya dari para desainer Kota Malang. Terlebih, desainer tersebut merupakan binaan dari Dekranasda itu sendiri.</p>



<p>“Jadi yang ditampilkan tadi adalah karya atau fashion dari binaan Dekranasda Kota Malang. Tadi ada lima hingga 10 fashion desainer yang ditampilkan. Kemudian, ada 30 pelaku UMKM binaan Diskopindag Kota Malang yang juga turut bergabung,”imbuh Eko. <strong>(hms/rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">196524</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
