<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Perahu Kuno &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perahu-kuno/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Nov 2019 13:59:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Perahu Kuno &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Satu dari Tiga Perahu di Bengawan Solo Berhasil Diangkat</title>
		<link>https://memontum.com/satu-dari-tiga-perahu-di-bengawan-solo-berhasil-diangkat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2019 13:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99497-satu-dari-tiga-perahu-di-bengawan-solo-berhasil-diangkat</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Baru satu unit perahu baja yang telah diserah terimakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kini mulai dilakukan proses konservasi. Perahu tersebut diduga sebagai alat transportasi serdadu di masa Perang Dunia pertama itu dilakukan langsung oleh Balai Konservasi Borobudur. “Ini adalah bukti yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang”, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Baru satu unit perahu baja yang telah diserah terimakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kini mulai dilakukan proses konservasi. Perahu tersebut diduga sebagai alat transportasi serdadu di masa Perang Dunia pertama itu dilakukan langsung oleh Balai Konservasi Borobudur.</p>
<p>“Ini adalah bukti yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang”, ujar Direktur Utama Pelestarian Cagar Budaya Masyarakat (PCBM) Fitrah Arda, saat serah terima temuan kapal baja peninggalan zaman kolonial Belanda di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99499" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382768316-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Kapal yang ditemukan diduga merupakan alat angkut militer pada masa Perang Dunia I, sekitar tahun 1901-1930. Panjang kapal baja yang ditemukan adalah 7,6 m yang terdiri dari 2 potong, dengan panjang tiap potong kapal adalah 3,38 m. Menurut Kepala BPCB Jatim Andi Muh Said, diperkirakan terdapat kurang lebih 70 buah kapal, namun yang ditemukan baru 3 buah.</p>
<p>Dia menyatakan bahwa ada bagian kapal yang sengaja dilubangi untuk ditenggelamkan. Penemuan kapal baru terjadi di tahun ini, dikarenakan permukaan air Bengawan Solo turun paling rendah dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>Sedangkan Sri wahyuni, selaku staf Balai Konservasi Borobudur yang diterjunkan ke Lamongan mengatakan, konservasi terhadap perahu tersebut dilakukan dengan cara tradisional.</p>
<p>&#8220;Nanti pembersihan bagian yang sudah korosi menggunakan air perasan jeruk nipis, jadi kita masih menggunakan cara tradisional,&#8221; kata Yuni.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99498" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1573382771053-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Selain itu, ia menjelaskan, proses konservasi dimulai dengan membersihkan badan kapal dari sisa-sisa lumpur serta organisme yang masih menempel.</p>
<p>&#8220;Yang ada di dalam kita bersihkan, yang ada organismenya, kayak yang menempel putih-putih di dalam itu,&#8221; tuturnya. Minggu, (10/11/2019).</p>
<p>Setelah dibersihkan dan dikeringkan, Lanjut Yuni, tahap selanjutnaya adalah mebersihkan bagian-bagian yang mengalami korosi, dengan menggunakan air perasan jeruk nipis.</p>
<p>&#8220;Air perasan jeruk nipis dicampur dengan air sumur, perbandingannya 1:1, kemudian nanti kita gosokkan sampai korosinya hilang, kemudian kita bersihkan dengan air,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://lamongan.memontum.com/890-ketiga-perahu-peninggalan-kolonial-belanda-dijadikan-koleksi-baru-di-waduk-gondang" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ketiga Perahu Peninggalan Kolonial Belanda Dijadikan Koleksi Baru di Waduk Gondang</a></p>
<p>Lebih lanjut, Yuni mengatakan, proses konservasi satu unit perahu tidak membutuhkan waktu lama, sebab perahu terbuat dari bahan berkualitas dan terlindungi oleh cat, sehingga tidak mengalami korosi yang parah meskipun terendam di Bengawan Solo selama puluhan tahun.</p>
<p>&#8220;Karena korosinya yang aktif itu hanya sedikit sekali, paling sekitar dua hari itu sudah cukup,&#8221; kata Yuni menjelaskan.</p>
<p>Seperti diketahui sebelumnya, satu dari tiga buah perahu yang berada di dasar Bengawan Solo telah berhasil diangkat dan langsung diserah terimakan kepada Pemkab Lamongan dan masih dilakukan konservasi. Sementara dua perahu lainnya masih dalam proses pengangkatan dari Bengawan Solo. <strong>(Tyo/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99497</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perahu Baja Kuno Diekskavasi, Arkeolog Temukan Peluru Aktif dan Koin Kuno</title>
		<link>https://memontum.com/perahu-baja-kuno-diekskavasi-arkeolog-temukan-peluru-aktif-dan-koin-kuno</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2019 16:35:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[BPCB Trowulan]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99307-perahu-baja-kuno-diekskavasi-arkeolog-temukan-peluru-aktif-dan-koin-kuno</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Beberapa Tim arkeolog dari BPCB menemukan peluru aktif dan koin kuno yang terkubur bersama perahu baja zaman kolonial yang berada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Tepat di hari ke-4, ekskavasi tiga perahu baja di sungai Bengawan solo. Wicaksono Dwi Nugroho Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Beberapa Tim arkeolog dari BPCB menemukan peluru aktif dan koin kuno yang terkubur bersama perahu baja zaman kolonial yang berada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.</p>
<p>Tepat di hari ke-4, ekskavasi tiga perahu baja di sungai Bengawan solo. Wicaksono Dwi Nugroho Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jatim, telah menemukan peluru dan koin kuno dari lokasi perahu baja.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99309" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0001-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Temuan peluru aktif dan koin kuno ini semakin menguatkan asumsi awal yang menyebut perahu baja ini adalah perahu baja peninggalan masa kolonial.</p>
<p>Tak hany itu, Koin kuno yang berangka tahun 1902 dan 1909 adalah pecahan uang 2,5 sen dengan angka tahun 1909 dan pecahan setengah sen berangka tahun 1902.</p>
<p>“Selain berangka tahun, salah satu sisi mata uang juga ada tulisan Netherlands Indies. Ada juga yang bertuliskan huruf Jawa dan huruf Arab melayu atau huruf pegon,” kata Wicaksono Dwi Nugroho. Rabu (6/11/2019).</p>
<p>Tak hanya koin kuno, peluru aktif juga ditemukan saat ekskavasi perahu baja.</p>
<p>“Tak hanya koin kuno, Peluru aktif juga kami temukan kemungkinan digunakan untuk senjata jenis AK47,” jelasnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-99308" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/11/IMG-20191106-WA0000-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>Terkait temuan menarik Badan Peninggalan dan Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan, selama proses ekskavasi ini adalah tentang keberadaan perahu baja itu sendiri.</p>
<p>Tim arkeolog, mengaku fakta perahu baja ini adalah perahu yang bersambungan atau gandeng seperti layaknya kereta api yang berasal dari masa penjajahan Belanda pada masa Perang Dunia pertama sampai Perang Dunia kedua.</p>
<p>“Panjang perahu kami perkirakan adalah 3,6 meter dengan lebar 1,5 perahu dan ada juga temuan pengait di perahu baja ini,” terang Wicaksono</p>
<p>Hingga kini BPCB Jatim, proses ekskavasi terhadap perahu baja masih terus berlangsung dan sudah berhasil menampakkan ketiga perahu untuk pengangkatan ke permukaan. Salah satunya dimulai dengan membuat bendungan di sekeliling perahu. <strong>(tyo/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99307</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ketiga Perahu Peninggalan Kolonial Belanda Dijadikan Koleksi Baru di Waduk Gondang</title>
		<link>https://memontum.com/ketiga-perahu-peninggalan-kolonial-belanda-dijadikan-koleksi-baru-di-waduk-gondang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2019 04:12:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Disparbud Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/99190-ketiga-perahu-peninggalan-kolonial-belanda-dijadikan-koleksi-baru-di-waduk-gondang</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, saat ini tengah melakukan proses pengangkatan tiga bangkai kapal zaman kolonial Belanda. Penemuan tiga perahu kuno di dasar sungai Bengawan Solo yang ada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng Lamongan, rencananya akan ditaruh di Wisata Waduk Gondang, Kecamatan Sugio, Lamongan. Kepala Disparbud Lamongan, Ismunawan mengatakan, ketiga perahu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan </strong>&#8211; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, saat ini tengah melakukan proses pengangkatan tiga bangkai kapal zaman kolonial Belanda. Penemuan tiga perahu kuno di dasar sungai Bengawan Solo yang ada di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng Lamongan, rencananya akan ditaruh di Wisata Waduk Gondang, Kecamatan Sugio, Lamongan.</p>
<p>Kepala Disparbud Lamongan, Ismunawan mengatakan, ketiga perahu yang diduga sebagai peninggalan masa penjajahan tersebut rencananya akan dijadikan koleksi baru di Waduk Gondang.</p>
<p>“Petunjuk dari Kemendikbud tadi, rencananya akan ditaruh di Kantor Disparbud Lamongan. Tapi ini tadi saya usulkan, kalau diizinkan nanti akan saya taruh di Waduk Gondang,” kata Ismunawan, Senin (4/11/2019).</p>
<p>Ismunawan berharap, keberadaan tiga perahu tersebut nantinya akan mampu membangkitkan kembali gairah masyarakat untuk berkunjung ke objek wisata yang berada di Kecamatan Sugio, Lamongan.</p>
<p><strong>BACA :</strong> <a href="https://lamongan.memontum.com/804-kemendikbud-janji-saksikan-pengangkatan-3-perahu-kuno-di-lamongan" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kemendikbud Janji Saksikan Pengangkatan 3 Perahu Kuno di Lamongan</a></p>
<p>“Kami berharap seluruh masyarakat lamongan nantinya yang ingin melihat wujud perahu zaman kolonial dapat berkunjung langsung di Waduk Gondang dan kita harapkan bisa menambah retribusi daerah,” tandasnya.</p>
<p>Untuk merealisasikan rencana tersebut, tambah Ismunawan, pihaknya akan meminta pertimbangan dari Kemendikbud.</p>
<p>“Tadi informasi dari Kemendikbud akan ada tim kepurbakalaan dari Borobudur yang akan ke sini. Nanti kita minta petunjuknya bagaimana menyimpan benda-benda peninggalan sejarah itu,” ujar Ismunawan menegaskan.<strong> (nov/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99190</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kemendikbud Janji Saksikan Pengangkatan 3 Perahu Kuno di Lamongan</title>
		<link>https://memontum.com/kemendikbud-janji-saksikan-pengangkatan-3-perahu-kuno-di-lamongan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2019 14:19:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbud]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[Perahu Kuno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/98415-kemendikbud-janji-saksikan-pengangkatan-3-perahu-kuno-di-lamongan</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), mengaku kepincut mendengar penemuan perahu baja yang diduga peninggalan kolonial di Sungai Bengawan Solo Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Bahkan, Tim Kemendikbud pun berencana datang guna menyaksikan pengangkatan perahu yang saat ini masih tenggelam dan belum dievakuasi di dasar sungai terbesar di Pulau Jawa. “Tim dari Kemendikbud [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), mengaku kepincut mendengar penemuan perahu baja yang diduga peninggalan kolonial di Sungai Bengawan Solo Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.</p>
<p>Bahkan, Tim Kemendikbud pun berencana datang guna menyaksikan pengangkatan perahu yang saat ini masih tenggelam dan belum dievakuasi di dasar sungai terbesar di Pulau Jawa.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-98416" src="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?resize=740%2C395&#038;ssl=1" alt="" width="740" height="395" srcset="https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?w=750&amp;ssl=1 750w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?resize=300%2C160&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?resize=600%2C320&amp;ssl=1 600w, https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2019/10/Falahi-Mubarok_Temuan-Perahu-Di-Duga-Zaman-Belanda_000-1-copy.jpg?resize=200%2C107&amp;ssl=1 200w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" data-recalc-dims="1" /></p>
<p>“Tim dari Kemendikbud juga sudah memberikan kepastian melakukan pendampingan secara langsung ketika pengangkatan perahu tersebut,” kata Kabid Kebudayaan Disbudpar Lamongan, Mifta Alamuddin, Selasa (22/10 /2019).</p>
<p>Disinggung terkait rencana kedatangan ke lokasi penemuan, Alamuddin mengaku, Kemendikbud sudah memberikan arahan. Sehingga nanti saat pengangkatannya langsung didampingi oleh tim kementerian, sekaligus mengobservasi temuan tersebut.</p>
<p>&#8220;Untuk proses observasi perahu baja yang diperkirakan dari masa perang kolonial tersebut, tim Kemendikbud akan berada di Lamongan hingga perahu berhasil dievakuasi,” ungkapnya.</p>
<p>Diketahui sebelumnya, pada temuan 3 perahu baja tanpa las saat debit sungai Bengawan Solo surut, memantik perhatian BPCB Jatim untuk datang ke lokasi penemuan dan melakukan observasi serta merekomendasikan pengangkatan terhadap bangkai perahu tersebut. <strong>(tyo/zen/yan)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">98415</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
