<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perairan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perairan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2026 14:47:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perairan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Jatuh dari Kapal, ABK LCT Kinta Perjaya Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal di Perairan Timur Suramadu</title>
		<link>https://memontum.com/jatuh-dari-kapal-abk-lct-kinta-perjaya-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-di-perairan-timur-suramadu</link>
					<comments>https://memontum.com/jatuh-dari-kapal-abk-lct-kinta-perjaya-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-di-perairan-timur-suramadu#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[perjaya]]></category>
		<category><![CDATA[suramadu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=232332</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Surabaya &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Sri Samto (57), seorang ABK LCT Kinta Perjaya, dalam kondisi meninggal dunia perairan sisi timur Jembatan Suramadu, Senin (11/05/2026) sekitar pukul 14.13. Jenazahnya ditemukan oleh Tim Ditpolairud Polda Jatim dalam kondisi mengapung di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Surabaya</strong> &#8211; Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Sri Samto (57), seorang ABK LCT Kinta Perjaya, dalam kondisi meninggal dunia perairan sisi timur Jembatan Suramadu, Senin (11/05/2026) sekitar pukul 14.13. Jenazahnya ditemukan oleh Tim Ditpolairud Polda Jatim dalam kondisi mengapung di perairan yang berjarak sekitar 5,89 mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang.</p>



<p>Informasinya, insiden bermula saat Kapal LCT Kinta Perjaya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Wanam, Merauke, pada Minggu (10/05/2026). Saat melintasi alur pelayaran timur Surabaya atau kawasan timur Jembatan Suramadu, korban yang bertugas sebagai Mualim I diketahui tidak berada di atas kapal.</p>



<p>Mengetahui hal tersebut, nahkoda kapal langsung memutar haluan untuk melakukan pencarian. Semula pencarian dilakukan secara mandiri hingga petang. Karena korban tak juga ditemukan, kejadian ini kemudian dilaporkan kepada otoritas terkait.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit, mengatakan bahwa dalam operasi SAR ini, Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan tim rescue beserta armada KN SAR dan Rigid Inflatable Boat (RIB). &#8220;Pada hari pertama operasi SAR, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian menggunakan RIB untuk menyisir area perairan tempat korban diduga jatuh,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Pada hari kedua operasi SAR, area pencarian diperluas dengan mengerahkan KN SAR 406 Srikandi beserta tim rescue dan awak kapal guna meningkatkan efektivitas penyisiran. “Pada hari kedua operasi SAR, pencarian diperluas agar jangkauan penyisiran lebih optimal,” kata Nanang.</p>



<p>Operasi SAR juga melibatkan sejumlah unsur gabungan dari berbagai instansi. KPLP Tanjung Perak mengerahkan KN.P 329, sementara itu Ditpolairud Polda Jawa Timur menggunakan KP X-1008. Dukungan turut diberikan oleh VTS, SROP Surabaya, serta nelayan di sekitar lokasi pencarian.</p>



<p>&#8220;Pada hari kedua pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, jenazah korban dibawa menuju RSUD Bangkalan untuk proses penanganan oleh petugas yang berwenang,&#8221; tambahnya.</p>



<p>Komandan Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya, Gani Wiratama, yang bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), menambahkan bahwa kondisi cuaca selama operasi pencarian relatif mendukung. &#8220;Berdasarkan data BMKG, cuaca di lokasi pencarian terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Selain melakukan penyisiran laut, Tim SAR gabungan juga menyampaikan informasi kejadian kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar area pencarian. Langkah tersebut dilakukan agar awak kapal dapat segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/jatuh-dari-kapal-abk-lct-kinta-perjaya-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-di-perairan-timur-suramadu/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">232332</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Nelayan di Perairan Gapurana Talango Sumenep Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal</title>
		<link>https://memontum.com/nelayan-di-perairan-gapurana-talango-sumenep-ditemukan-tim-sar-gabungan-meninggal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[gabungan]]></category>
		<category><![CDATA[gapurana]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[talango]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231228</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Sumenep – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan, Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 11.11. Diketahui, bahwa sebelumnya Jaenal dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak. Kondisi peralatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Sumenep</strong> – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan, Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 11.11. Diketahui, bahwa sebelumnya Jaenal dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak.</p>



<p>Kondisi peralatan pancing sendiri, diketahui masih lengkap berada di atas perahu. Sementara berdasarkan laporan tersebut, Tim SAR gabungan segera melaksanakan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada operasi SAR ini, Nanang Sigit, mengatakan bahwa dalam pencarian itu, Tim SAR Gabungan mendekati koordinat 7° 3&#8242; 59,892&#8243; LS dan 114° 1&#8242; 59,124&#8243; BT atas informasi penemuan jenazah oleh nelayan sekitar. Lokasi penemuan tersebut, berjarak kurang lebih 1,15 Nautical Mile (NM) dari lokasi ditemukannya kapal milik korban.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Dermaga Talango dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. &#8220;Setelah tiba di Dermaga Talango, jenazah korban kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga melalui ambulans untuk dibawa ke rumah duka guna penanganan lebih lanjut,&#8221; ujar Nanang Sigit.</p>



<p>Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 12.30, dilaksanakan debriefing oleh seluruh unsur SAR yang terlibat. Dengan telah ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi diusulkan untuk ditutup.</p>



<p>Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin. Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Pos SAR Sumenep, Polairud Sumenep, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, Polsek Talango, serta nelayan setempat.</p>



<p>Basarnas mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, termasuk penggunaan alat keselamatan diri serta memastikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di perairan. &#8220;Dengan ketidakpastian cuaca saat ini, lebih baik bila nelayan mengecek dulu prakiraan cuaca, angin dan tinggi gelombang sebelum melaut,&#8221; imbuh Nanang. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Jaga Ekosistem Perairan, Wali Kota Probolinggo 4 Tebar Bibit Ikan di Ranu Sentong</title>
		<link>https://memontum.com/jaga-ekosistem-perairan-wali-kota-probolinggo-4-tebar-bibit-ikan-di-ranu-sentong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 06:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[probolinggo]]></category>
		<category><![CDATA[sentong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=230068</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Probolinggo &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, menggelar program restocking ikan sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya perairan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Minggu (08/02/2026) tadi. Pelaksanaan yang dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, diisi dengan melakukan penebaran ribuan bibit ikan di sumber [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Probolinggo</strong> &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, menggelar program restocking ikan sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya perairan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, Minggu (08/02/2026) tadi. Pelaksanaan yang dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, diisi dengan melakukan penebaran ribuan bibit ikan di sumber mata air Ranu Sentong, Kelurahan Jrebeng Wetan Kecamatan Kedopok.</p>



<p>Dalam pelaksanaan itu, tidak kurang sekitar 4 ribu bibit ikan dilepas ke Ranu Sentong. Sejumlah ikan itu, terdiri dari 2 ribu ekor Ikan Tawes, yang merupakan jenis ikan lokal Kota Probolinggo dan kini mulai langka, serta Ikan Baderbang. Sementara pelaksanaan restocking sendiri, menjadi bagian dari strategi pemulihan ekosistem perairan umum darat yang berkelanjutan.</p>



<p>Wali Kota Aminuddin mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menebar ikan, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. “Ranu Sentong ini punya potensi besar. Kita jaga bersama lingkungannya, kita rawat ekosistemnya dan kita kelola dengan bijak. Saya mengajak Pokdarwis dan Pokmaswas untuk terus meramaikan sekaligus menjaga kawasan ini agar tetap bersih dan menarik sebagai destinasi wisata,” kata wali kota.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, bahwa Pemkot Probolinggo membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor, guna menghadirkan fasilitas pendukung yang ramah lingkungan. “Hindari konflik, tapi berkompromilah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi lokal. Sehingga, manfaatnya bisa kembali kepada masyarakat. Jika kawasan ini ramai, UMKM akan tumbuh baik kuliner maupun kerajinan sebagai pendukung destinasi,” tambah Wali Kota Aminuddin.</p>



<p>Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa restocking di Ranu Sentong merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah dilakukan di berbagai titik perairan umum darat di Kota Probolinggo. “Hingga saat ini, total sudah ada sekitar 12 ribu bibit ikan yang disebar. Lokasinya meliputi Sungai Kasbah, Sungai Legundi, Sungai Maramis, Mata Air Amsterdam dan Sumber Ardi,” urainya.</p>



<p>Dirinya berharap, melalui upaya ini, keseimbangan ekosistem perairan dapat terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.</p>



<p>Sementara itu, dalam rangkaian pelaksanaan juga diisi dengan dialog bersama warga yang tergabung dalam Pokdarwis dan Pokmaswas, yang selama ini aktif mendukung pengelolaan kawasan Ranu Sentong. Hadir dalam pelaksanaan itu, Pj Sekda Rey Soewigtyo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Aries Santoso, Kepala DLH, Retno Wandansari, Camat Kedopok Dwi Hermanto, Lurah Jrebeng Wetan, serta RT dan RW setempat. <strong>(kom/pro/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">230068</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kapal Bocor di Perairan Masalembo, 18 ABK KM Puji Manunggal Sejati Berhasil Diselamatkan</title>
		<link>https://memontum.com/kapal-bocor-di-perairan-masalembo-18-abk-km-puji-manunggal-sejati-berhasil-diselamatkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2026 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[diselamatkan]]></category>
		<category><![CDATA[manunggal]]></category>
		<category><![CDATA[masalembo,]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[sejati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=229603</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Masalembo &#8211; Kantor SAR Kelas A Surabaya dan unsur SAR gabungan bergerak cepat merespons laporan kejadian kebocoran Kapal Motor (KM) Puji Manunggal Sejati yang terjadi di Perairan Masalembo, Selasa (20/01/2026) tadi. Kantor SAR Kelas A Surabaya pada pukul 14.40, telah menerima laporan dari nahkoda kapal, Aji Susetyo. Melaporkan bahwa kapalnya KM Puji Manunggal Sejati, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Masalembo</strong> &#8211; Kantor SAR Kelas A Surabaya dan unsur SAR gabungan bergerak cepat merespons laporan kejadian kebocoran Kapal Motor (KM) Puji Manunggal Sejati yang terjadi di Perairan Masalembo, Selasa (20/01/2026) tadi.</p>



<p>Kantor SAR Kelas A Surabaya pada pukul 14.40, telah menerima laporan dari nahkoda kapal, Aji Susetyo. Melaporkan bahwa kapalnya KM Puji Manunggal Sejati, dengan total 18 orang POB, mengalami kebocoran pada bagian lambung saat berlayar di sekitar perairan Masalembo menuju Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sekitar pukul 12.45.</p>



<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) pada pukul 15.50, mengerahkan KN SAR 249 Permadi menuju lokasi kejadian. Kapal SAR tersebut, membawa satu Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR sebagai On Scene Coordinator (OSC), 3 rescuer, serta 11 anak buah kapal (ABK).</p>



<p>&#8220;KN SAR 249 Permadi bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak dengan jarak tempuh sekitar 136 mil laut dan estimasi waktu pelayaran sekitar 13 jam. Kapal SAR diperkirakan tiba di lokasi pada Rabu (21/01/2026) pukul 03.50,&#8221; ujarnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan juga memperhatikan kondisi cuaca berdasarkan data BMKG Maritim. Prakiraan cuaca di sekitar lokasi kejadian menunjukkan angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 18 knot, tinggi gelombang sekitar 1,2 meter, serta arus laut bergerak ke arah tenggara.</p>



<p>&#8220;Selain mengerahkan kapal SAR, Kantor SAR Kelas A Surabaya melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah instansi maritim, diantaranya KSOP Utama Tanjung Perak, KPLP Tanjung Perak, VTS Surabaya, SROP Surabaya, UPP Masalembo, UPP Bawean, KSOP Sumenep, serta nelayan setempat,&#8221; jelasnya.</p>



<p>Informasi kejadian juga disebarluaskan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi agar segera memberikan pertolongan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. &#8220;Koordinasi juga dilakukan untuk menyebarluaskan informasi kebocoran KM Puji Manunggal Sejati kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Masalembo. Langkah ini dilakukan agar kapal yang berada di sekitar lokasi dapat membantu melakukan pertolongan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban,&#8221; urainya.</p>



<p>Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.25, Kantor SAR Kelas A Surabaya menerima informasi dari SROP Masalembo bahwa KM Egon, yang melintas di sekitar lokasi kejadian, berhasil melakukan proses evakuasi terhadap seluruh ABK KM Puji Manunggal Sejati. &#8220;Sebanyak 18 ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat pada pukul 17.57 dan selanjutnya dibawa menuju Surabaya,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Dengan selesainya proses evakuasi, KN SAR 249 Permadi yang saat itu berada di perairan Karang Jamuang diperintahkan untuk kembali ke pangkalan di Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak guna bersiaga menyambut kedatangan para ABK KM Puji Manunggal Sejati. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229603</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Cari ABK Hilang di Perairan Laut Lamongan, KN SAR 249 Permadi Diterjunkan untuk Pencarian</title>
		<link>https://memontum.com/cari-abk-hilang-di-perairan-laut-lamongan-kn-sar-249-permadi-diterjunkan-untuk-pencarian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 07:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lamongan]]></category>
		<category><![CDATA[diterjunkan]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[permadi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228738</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lamongan &#8211; Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi, guna melakukan pencarian terhadap Uddin (40), anak buah kapal (ABK) kapal nelayan Raja Jaya, yang dilaporkan hilang di Perairan Laut Utara Lamongan, sejak Jumat (12/12/2025) tadi. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lamongan</strong> &#8211; Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan KN SAR 249 Permadi, guna melakukan pencarian terhadap Uddin (40), anak buah kapal (ABK) kapal nelayan Raja Jaya, yang dilaporkan hilang di Perairan Laut Utara Lamongan, sejak Jumat (12/12/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa pihaknya segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Bojonegoro, guna berkoordinasi dengan instansi terkait. Selain itu, sejak Sabtu (13/12/2025) kemarin, KN SAR 249 Permadi juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian di sekitar lokasi kejadian tenggelamnya kapal, yakni sekitar 7 mil laut di utara Lamongan Shorebase.</p>



<p>Berdasarkan informasi dari pihak terkait dan keterangan awak kapal, lanjutnya, sebelum tenggelam pada Kamis (11/12/2025) malam, kapal nelayan Raja Jaya mengalami kebocoran saat berlayar di perairan utara Paciran, Kabupaten Lamongan. Saat itu, posisi ada di sekitar 10 mil laut dari daratan.</p>



<p>&#8220;Akibat peristiwa tersebut, total 11 orang ABK menjadi korban. Sementara sebanyak 10 orang, diantaranya telah berhasil diselamatkan oleh nelayan Paciran dan satu ABK lainnya dinyatakan hilang,&#8221; ujarnya, Senin (15/12/2025) tadi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Nanang menambahkan, pada hari keempat atau Senin (15/12/2025) tadi, operasi tim SAR gabungan mengerahkan dua search and rescue unit (SRU) laut. &#8220;SRU pertama, yakni KN SAR 249 Permadi, menyisir area seluas sekitar 15.73 mil laut. Sementara itu, SRU kedua dari Satpolair Lamongan melakukan penyisiran menggunakan speedboat di area seluas sekitar 7.32 mil laut,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Koordinator Unit Siaga SAR Bojonegoro, Nanang Pujo selaku OSC On Scene Coordinator), menambahkan bahwa proses pencarian korban di laut dilakukan di tengah kendala cuaca, dimana di wilayah perairan laut utara Lamongan berawan tebal – hujan ringan. Menurut data maritim BMKG, angin bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan sedang 7 hingga 11 knot dan tinggi gelombang mencapai 0.5 hingga 1.25 meter, yang meskipun tergolong rendah, namun kondisi berawan tebal dikhawatirkan membatasi jarak pandang visual tim SAR gabungan dalam menyisir area pencarian.</p>



<p>Disela pencarian di laut, tim KN SAR 249 Permadi memapelkan informasi tragedi kapal nelayan Raja Jaya, ini kepada kapal-kapal yang melintas di area pencarian. Mereka dihimbau segera melaporkan kepada petugas, apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.</p>



<p>Dalam operasi ini, Kantor SAR Surabaya bekerja sama dengan sejumlah instansi, antara lain Kamladu Blimbing, Satpolairud, BPBD Kabupaten Lamongan, Rukun Nelayan (RN) Blimbing, RN Paciran, SAR MTA, ORARI, serta pihak terkait lainnya.</p>



<p>Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap korban. <strong>(hms/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228738</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Diduga Jatuh dari Kapal, Seorang Nelayan Hilang saat Mencari Ikan di Perairan Pantai Puger</title>
		<link>https://memontum.com/diduga-jatuh-dari-kapal-seorang-nelayan-hilang-saat-mencari-ikan-di-perairan-pantai-puger</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 06:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[diduga]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[mencari]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[seorang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224372</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap Muhammad Hasim Shodiq (53), seorang nelayan asal Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, yang dilaporkan hilang di Perairan Pantai Puger. Pada hari kedua operasi SAR, sebanyak dua SRU dikerahkan untuk menyisir area laut dan pesisir pantai, Minggu (27/07/2025) tadi. Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap Muhammad Hasim Shodiq (53), seorang nelayan asal Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, yang dilaporkan hilang di Perairan Pantai Puger. Pada hari kedua operasi SAR, sebanyak dua SRU dikerahkan untuk menyisir area laut dan pesisir pantai, Minggu (27/07/2025) tadi.</p>



<p>Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR kali ini, menjelaskan bahwa satu SRU melakukan penyisiran di laut dengan menggunakan perahu nelayan sebagai sarana pendukung. SRU laut ini menyusuri area pencarian seluas sekitar 5,3 mil laut.</p>



<p>Cuaca maritim di perairan Puger berdasarkan data BMKG relatif kondusif, dengan kondisi cerah berawan, tinggi gelombang sekitar 1,3 meter, kecepatan arus permukaan 41 sentimeter per detik ke arah utara dan angin berhembus sekitar 17 knot ke arah barat laut. &#8220;Meski cuaca tergolong bersahabat, Tim SAR tetap meningkatkan kewaspadaan dalam setiap manuver pencarian di laut,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, tim kedua menyisir sepanjang garis Pantai Puger dengan jarak tempuh sekitar 6,2 kilometer untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban. Untuk mengoptimalkan pencarian, Tim SAR juga berkoordinasi dengan masyarakat dan nelayan setempat.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Kami meminta kerja sama dari warga dan nelayan. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan atau mengarah pada keberadaan korban, segera laporkan kepada Tim SAR agar bisa segera kami tindak lanjuti,&#8221; ujar Nanang.</p>



<p>Sejumlah unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR ini, diantaranya Tim Pos SAR Jember, BPBD Kabupaten Jember, Pos TNI AL Puger, Satpolairud Polres Jember, Marinir Satgas Nusabarung, Polsek dan Koramil Puger, Siluman Rescue, Relawan Besromben, serta nelayan dan potensi SAR lainnya.</p>



<p>Berdasarkan informasi dari pelapor, peristiwa ini bermula ketika korban bersama 21 nelayan lain melaut menggunakan kapal jenis Payang bernama Baru Jaya dari Pelabuhan Puger, Jumat (25/07/2025) sekitar pukul 19.00. Mereka mencari ikan di sekitar perairan Pulau Nusabarung.</p>



<p>Rombongan nelayan tersebut kembali ke pelabuhan pada Sabtu (26/07/2025) sekitar pukul 03.00. Saat kapal bersandar dan para nelayan turun, korban tidak ditemukan di atas kapal. Diduga korban terjatuh saat kapal masih berada di tengah laut.</p>



<p>Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada petugas jaga Satpolairud. Setelah pemeriksaan dilakukan, barang-barang milik korban ditemukan di kapal, termasuk satu ember berisi pakaian dan minuman, serta inhaler. Korban diketahui memiliki riwayat sesak napas. <strong>(hms/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224372</post-id>	</item>
		<item>
		<title>KMP Barcelona V Terbakar di Perairan Pulau Talise, 5 Penumpang Meninggal Dunia</title>
		<link>https://memontum.com/kmp-barcelona-v-terbakar-di-perairan-pulau-talise-5-penumpang-meninggal-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 07:40:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[talise,]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=224158</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Minahasa Utara &#8211; KMP Barcelona V terbakar di perairan Pulau Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Minggu (20/07/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Akibat dari kejadian ini, dilaporkan sebanyak lima orang meninggal dunia dan 284 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Informasi Memontum.com, bahwa KMP Barcelona V mengangkut ratusan penumpang dan 15 Anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Minahasa Utara</strong> &#8211; KMP Barcelona V terbakar di perairan Pulau Talise, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Minggu (20/07/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Akibat dari kejadian ini, dilaporkan sebanyak lima orang meninggal dunia dan 284 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.</p>



<p>Informasi Memontum.com, bahwa KMP Barcelona V mengangkut ratusan penumpang dan 15 Anak Buah Kapal (ABK). Kapal tersebut, bertolak dari Pelabuhan Melonguane Kepulauan Talaud menuju Manado.</p>



<p>Kapal sempat berlindung di Pelabuhan Lirung, karena faktor cuaca buruk dan kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 01.00 Wita. Namun, saat memasuki perairan Pulau Talise sekitar pukul 14.00 Wita, kapal mengalami kebakaran di bagian buritan hingga memicu kepanikan di antara penumpang.</p>



<p>Para penumpang, beberapa penumpang langsung terjun ke laut menggunakan life jacket. Sementara nelayan setempat, turut membantu mengevakuasi korban ke Pulau Talise dan Pulau Gangga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Bakamla RI melalui KN Gajah Laut-404 dan HSC 32-03 membantu proses evakuasi para penumpang KM Barcelona V. Berdasarkan laporan awal, lima orang meninggal dunia dengan 2 di antaranya belum teridentifikasi.</p>



<p>Sementara itu, 284 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Termasuk, tiga pasien rujukan medis dari RS Mala Kepulauan Talaud, yaitu atas nama Hugu Majuntu yang dengan diagnosa epilepsi dan post stroke, Betrivia Malimbulun yang hamil 37-38 minggu dan komplikasi dan Daniel Lena yang merupakan pasien serangan jantung inferior atau STEMI.</p>



<p>Kepala Zona Bakamla Tengah Laksma Bakamla, Teguh Prasetya, mengatakan bahwa Tim Bakamla RI akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan seluruh korban dan mendukung penuh proses evakuasi hingga tuntas. &#8220;Kami turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia,” kata Teguh</p>



<p>Adapun korban luka-luka, telah dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, seperti RSUD Walanda Maramis, RSUP Prof Kandou Malalayang dan RSUD ODSK. Sebagian lainnya, dirawat di Puskesmas Mubune Kecamatan Likupang, termasuk warga dari Lirung, Beo, Kabaruan, Melonguane dan sekitarnya. <strong>(gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">224158</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pencari Ikan Asal Situbondo Ditemukan Meninggal di Perairan Panarukan</title>
		<link>https://memontum.com/pencari-ikan-asal-situbondo-ditemukan-meninggal-di-perairan-panarukan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 03:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemukan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Panarukan]]></category>
		<category><![CDATA[pencari]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[situbondo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223444</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Situbondo &#8211; Jenazah Zainul Hasan (30), warga Desa Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dan petugas Satpolairud, Minggu (29/06/2025) sekitar pukul 06.30. Tim SAR berhasil menemukannya, di perairan Panarukan Situbondo atau sekitar 200 meter dari lokasi kejadian hilangnya korban. Diketahui, bahwa pencari ikan ini dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Situbondo</strong> &#8211; Jenazah Zainul Hasan (30), warga Desa Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo, akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dan petugas Satpolairud, Minggu (29/06/2025) sekitar pukul 06.30. Tim SAR berhasil menemukannya, di perairan Panarukan Situbondo atau sekitar 200 meter dari lokasi kejadian hilangnya korban.</p>



<p>Diketahui, bahwa pencari ikan ini dilaporkan hilang saat sedang mencari ikan di sekitaran Pantai Cemara, Kecamatan Panarukan, Jumat (27/06/2025) pagi. Sementara Zainul sendiri, berangkat dari Pantai Cemara dengan menggunakan perahu yang disewa dari Sueb. Karena tidak juga pulang hingga malam hari, maka pihak keluarga dibantu nelayan sekitar berupaya melakukan pencarian di laut.</p>



<p>Dalam pencarian, perahu korban ditemukan mengapung sekitar 0,5 mil dari Pantai Cemara, dengan kondisi mesin mati dan jangkar terpasang. Saat itu warga merasa khawatir, karena Zainul sendiri juga sudah tidak terlihat di atas perahu.</p>



<p>Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setiabudi, selaku On Scene Coordinator (OSC) dalam operasi SAR kali ini, mengatakan bahwa jenazah korban ditemukan Tim SAR gabungan di lokasi yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian hilangnya korban. Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan ke darat, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah sakit dan diteruskan ke rumah duka guna diserahkan kepada pihak keluarga.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Dalam upaya pencarian korban, Tim SAR gabungan telah mengerahkan dua SRU (Search and Rescue Unit) air untuk melakukan pencarian di perairan Panarukan dengan menggunakan perahu karet. SRU air pertama melakukan penyisiran di area seluas sekitar 5,1 mil laut. SRU air kedua melakukan penyisiran di area seluas sekitar 5,2 mil laut,&#8221; ujarnya.</p>



<p>Kondisi cuaca di sekitar area pencarian, itu memang cukup bersahabat. Namun demikian, Tim SAR gabungan tetap melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan para personel yang terlibat.</p>



<p>&#8220;Pada saat yang bersamaan, Tim SAR gabungan juga mengerahkan beberapa orang personel untuk melakukan penyisiran dan pemantauan darat di sepanjang pesisir pantai guna memperluas jangkauan pencarian,&#8221; imbuhnya.</p>



<p>Upaya pencarian hingga evakuasi korban ini, melibatkan sejumlah pihak. Diantaranya seperti dari Tim Pos SAR Banyuwangi, TNI AL Panarukan, Satpolairud Situbondo, BPBD Kabupaten Situbondo, Polsek Panarukan, Koramil Panarukan, Tagana, BPBD Kabupaten Bondowoso, Agen Informasi Bencana, Pemdes Dawuhan, warga sekitar dan sejumlah unsur SAR lain. <strong>(hms/her/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223444</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Pengamanan Perairan, Bakamla RI Rencanakan Bangun Stasiun Pemantau di Banyuwangi</title>
		<link>https://memontum.com/perkuat-pengamanan-perairan-bakamla-ri-rencanakan-bangun-stasiun-pemantau-di-banyuwangi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bakamla]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[pemantau]]></category>
		<category><![CDATA[pengamanan]]></category>
		<category><![CDATA[perairan]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[rencanakan]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=223037</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Badan Keamanan Laut Nasional Republik Indonesia (Bakamla RI) akan mendirikan stasiun pemantauan di wilayah perairan Banyuwangi. Hal ini dilakukan, guna memperkuat pengamanan perairan nusantara, khususunya wilayah perairan Banyuwangi. Hal tersebut disampaikan, Direktur Data dan Informasi Deputi Bidang Inhuker Bakamla RI, Laksamana TNI Sigit Winarko, saat bertemu Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, di Banyuwangi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Badan Keamanan Laut Nasional Republik Indonesia (Bakamla RI) akan mendirikan stasiun pemantauan di wilayah perairan Banyuwangi. Hal ini dilakukan, guna memperkuat pengamanan perairan nusantara, khususunya wilayah perairan Banyuwangi.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan, Direktur Data dan Informasi Deputi Bidang Inhuker Bakamla RI, Laksamana TNI Sigit Winarko, saat bertemu Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, di Banyuwangi, Selasa (17/06/2025) tadi. Turut dalam pertemuan itu, sejumlah pejabat Bakamla RI dan Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso.</p>



<p>Laksamana Sigit mengatakan, Bakamla memiliki kewenangan melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia serta yurisdiksi maritim Indonesia. “Untuk mendukung pengamanan, maka pembangunan stasiun pemantau akan didirikan di Banyuwangi. Nantinya, fasilitas ini akan dilengkapi early warning radar, kamera dan peralatan komunikasi lainnya untuk mengantisipasi pelanggaran di laut,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Ditambahkannya, Bakamla telah menginventarisir sejumlah potensi ancaman keamanan maupun potensi pelanggaran, yang biasanya terjadi di perairan. Mulai dari illegal fishing, hingga imigran gelap.</p>



<p>“Kami masih terus menginventarisir potensi ancaman pelanggaran hukum di teritorial laut wilayah Banyuwangi,” ujarnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Bupati Mujiono menyambut baik rencana pembangunan Stasiun Pemantauan di Banyuwangi. Dirinya mengatakan, kehadiran Bakamla akan memperkuat keamanan wilayah.</p>



<p>“Banyuwangi menjadi salah satu pintu masuk vital di ujung timur Pulau Jawa. Makanya, perlu dijaga keamanannya. Kehadiran Bakamla di Banyuwangi, semakin memperkuat pengamanan wilayah. Terlebih, di Banyuwangi juga telah terdapat Pangkalan TNI angkatan Laut dan Satpol Airud Polresta Banyuwangi, yang turut menjaga wilayah teritori perairan daerah. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang terus menjaga wilayah Banyuwangi,” imbuh Mujiono. <strong>(kom/bwi/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">223037</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
