<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>perayaan &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perayaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Apr 2026 12:22:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>perayaan &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Hadiri Perayaan TITD Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Tekankan Pentingnya Jaga Harmoni</title>
		<link>https://memontum.com/hadiri-perayaan-titd-klenteng-hoo-tong-bio-banyuwangi-bupati-ipuk-tekankan-pentingnya-jaga-harmoni</link>
					<comments>https://memontum.com/hadiri-perayaan-titd-klenteng-hoo-tong-bio-banyuwangi-bupati-ipuk-tekankan-pentingnya-jaga-harmoni#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[harmoni]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[Pentingnya]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[tekankan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231797</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Sabtu (18/04/2026) tadi. Kedatangan Bupati Ipuk di momen itu, disambut hangat dengan atraksi barongsai yang memukau. Rangkaian peringatan hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin ini, berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan umat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Sabtu (18/04/2026) tadi. Kedatangan Bupati Ipuk di momen itu, disambut hangat dengan atraksi barongsai yang memukau.</p>



<p>Rangkaian peringatan hari kebesaran Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin ini, berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan umat Tri Dharma dari berbagai daerah Indonesia. Seperti Jatim, Jawa Tengah, Bali dan NTB.</p>



<p>Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk mengajak seluruh umat Tri Dharma untuk bersama-sama menjaga harmoni dalam keberagaman masyarakat. Dirinya berharap, kegiatan ini mampu mempererat tali persaudaraan serta melestarikan nilai-nilai luhur.</p>



<p>&#8220;Bahwa harmoni adalah nilai paling utama. Makna ini mengajarkan kita semua bahwa dalam perbedaan keyakinan dan budaya, yang harus dijaga adalah harmoni,&#8221; kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Disampaikan Bupati Ipuk, harmoni akan melahirkan perdamaian yang menjadi dasar kesejahteraan rakyat. Sebagaimana yang diajarkan sosok Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin, dalam memberikan kebajikan, keteladanan serta pengabdian.</p>



<p>&#8220;Semoga doa-doa yang dipanjatkan dalam kegiatan ini membawa keberkahan, kedamaian dan kemakmuran bagi Banyuwangi,&#8221; papar Bupati Ipuk.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya juga mendorong penguatan ekonomi kreatif, lewat kolaborasi bersama pelaku UMKM lokal. Diharapkan, berkah peringatan ini turut dirasakan langsung oleh pedagang kecil di sekitar klenteng.</p>



<p>Ketua TITD Hoo Tong Bio Banyuwangi, Sylvia Ekawati, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Dirinya mengapresiasi, dukungan semua pihak sehingga rangkaian HUT ke-242 berjalan sangat sukses.</p>



<p>&#8220;Sinergi dan gotong royong kita adalah kunci eksistensi klenteng ini. Perayaan ini merupakan momentum untuk meningkatkan rasa syukur serta mempererat tali persaudaraan atas bimbingan para dewa-dewi,&#8221; ungkap Sylvia.</p>



<p>Tahun ini, acara mengusung konsep unik bernama &#8216;Euni Kimsin&#8217;. Konsep tersebut, mengharuskan setiap klenteng yang datang membawa rupang atau patung dewa-dewi masing-masing ke altar Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin di Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi.</p>



<p>Sebanyak delapan klenteng dari berbagai wilayah di Indonesia, pun turut berpartisipasi. Kehadiran patung dewa ini, bertujuan mempererat hubungan antar pengurus serta seluruh umat.</p>



<p>&#8220;Saya berharap klenteng ini terus menjadi rumah yang teduh bagi umat. Pusat pelestarian, tradisi dan wadah untuk menebar kebajikan di tengah masyarakat. Di tengah keberagamaan, mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat sikap saling menghormati dan toleransi,&#8221; imbuh Sylvia. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://memontum.com/hadiri-perayaan-titd-klenteng-hoo-tong-bio-banyuwangi-bupati-ipuk-tekankan-pentingnya-jaga-harmoni/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231797</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Hari Suci Nyepi di Lapangan Rampal, Ketua DPRD Sebut sebagai Etalase Toleransi di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-hari-suci-nyepi-di-lapangan-rampal-ketua-dprd-sebut-sebagai-etalase-toleransi-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[etalase]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[rampal]]></category>
		<category><![CDATA[sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[toleransi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=231118</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menilai perayaan Hari Raya Nyepi sebagai cerminan kuat toleransi dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya, saat memberangkatkan pawai ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, di Lapangan Rampal, Rabu (18/03/2026) tadi. Menurutnya, rangkaian perayaan Nyepi, termasuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menilai perayaan Hari Raya Nyepi sebagai cerminan kuat toleransi dan keberagaman yang hidup di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya, saat memberangkatkan pawai ogoh-ogoh dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, di Lapangan Rampal, Rabu (18/03/2026) tadi.</p>



<p>Menurutnya, rangkaian perayaan Nyepi, termasuk pawai ogoh-ogoh, menjadi etalase keberagaman, yang menunjukkan tingginya penghargaan masyarakat terhadap perbedaan budaya dan agama. “Saya melihat ini adalah sebuah etalase keberagaman. Masyarakat kita sangat toleran dan sangat menghargai keberagaman, termasuk mengenal budaya-budaya yang ada,” ujar Mia-sapaannya.</p>



<p>Mia berharap, keberagaman yang dimiliki Indonesia dapat terus dijaga sebagai kekuatan bersama, bukan menjadi sumber perpecahan. Karena, Indonesia ini mempunyai banyak suku dan banyak budaya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Ini adalah kekayaan yang membutuhkan toleransi. Harapannya, ini bisa terus kita pegang sebagai kekuatan bersama,” tambahnya.</p>



<p>Selain itu, DPRD Kota Malang juga disebut terus berkomitmen mendukung kehidupan beragama yang inklusif, termasuk dengan memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan. “Kami banyak memfasilitasi kegiatan keagamaan, baik di Gedung DPRD maupun melalui dukungan anggaran sesuai kebutuhan,” tuturnya.</p>



<p>Mia pun juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada. “Dengan kebersamaan dan gotong royong, kita bisa menjaga harmoni dan menghadapi berbagai tantangan ke depan,” imbuh Mia. <strong>(rsy/sit/adv)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">231118</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Forkopimda Banyuwangi Hadiri Perayaan Natal di GBI Filadelfia</title>
		<link>https://memontum.com/forkopimda-banyuwangi-hadiri-perayaan-natal-di-gbi-filadelfia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 11:25:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Banyuwangi]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[filadelfia]]></category>
		<category><![CDATA[Forkopimda]]></category>
		<category><![CDATA[hadiri]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228991</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Banyuwangi &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, hadir dalam perayaan Natal yang digelar di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Filadelfia, Kecamatan Rogojampi, Selasa (23/12/2025) tadi. Kehadiran bupati, bersama Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, perwakilan Dandim, perwakilan Danlanal, tokoh lintas agama dan jajaran OPD Pemkab Banyuwangi, yang kontan menambah suasana semakin damai dan penuh suka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Banyuwangi</strong> &#8211; Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, hadir dalam perayaan Natal yang digelar di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Filadelfia, Kecamatan Rogojampi, Selasa (23/12/2025) tadi. Kehadiran bupati, bersama Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, perwakilan Dandim, perwakilan Danlanal, tokoh lintas agama dan jajaran OPD Pemkab Banyuwangi, yang kontan menambah suasana semakin damai dan penuh suka cita dalam Natal di Kabupaten Banyuwangi.</p>



<p>Kehadiran rombongan itu, disambut hangat Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Banyuwangi, Pendeta Anang Sugeng Sulistyanto, para pendeta lintas gereja, tokoh gereja, serta ratusan jemaat yang memadati lokasi ibadah. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kasih sayang dan kebahagiaan untuk bapak/ibu semuanya. Serta bisa menjalankan ibadah dengan khidmat dan penuh suka cita,” kata Bupati Ipuk.</p>



<p>Dirinya mengatakan, Banyuwangi adalah rumah besar bagi semua warga. Dirinya mengapresiasi seluruh pihak, karena telah menjaga keberagaman yang ada di Banyuwangi.</p>



<p>Menurut Bupati Ipuk, Natal tahun ini bersamaan dengan usia Banyuwangi yang ke-254, dengan tema &#8216;Tandang Bareng&#8217;. Dimana, Pemkab Banyuwangi mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk umat Kristiani untuk bersama-sama membangun Banyuwangi.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>“Dengan kasih yang tulus, kita bisa berjalan bersama membangun Banyuwangi yang kita cintai. Terima kasih terkhusus umat Kristiani yang selama ini bareng-bareng merawat persaudaraan dan ikut berkontribusi bagi kemajuan Banyuwangi,” tambah Bupati Ipuk.</p>



<p>Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Banyuwangi. “Alhamdulillah, hingga saat ini situasi Banyuwangi tetap aman, kondusif dan terkendali. Ini berkat kerja sama kita semua,” ujarnya.</p>



<p>Perayaan Natal di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Filadelfia Rogojampi berlangsung sederhana namun penuh keceriaan. Selain pertunjukan drama, tarian dan pujian, acara juga diisi dengan pesan rohani yang disampaikan Pendeta Rudi Susanto dari Surabaya.</p>



<p>Pendeta Rudi menyebut, Perayaan Natal di Banyuwangi terasa istimewa. “Ini Natal yang luar biasa bagi kami. Kehadiran Ibu Bupati dan Kapolresta menjadi suka cita tersendiri dan kami berharap ke depan Banyuwangi semakin meriah dalam menyambut Natal,” tuturnya.</p>



<p>Perayaan Natal tersebut diikuti sekitar 600 jemaat yang mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan dan kegembiraan. <strong>(kom/bwi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228991</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Natal, Dishub Kota Malang Antisipasi Kepadatan Arus di Sekitar Gereja</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-natal-dishub-kota-malang-antisipasi-kepadatan-arus-di-sekitar-gereja</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 09:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[kepadatan]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228953</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja-gereja yang diprediksi ramai saat perayaan Natal 2025. Sejumlah kawasan seperti Ijen dan Kayutangan menjadi perhatian khusus, karena setiap tahun mengalami lonjakan jemaat saat misa Natal. Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ibadah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memfokuskan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar gereja-gereja yang diprediksi ramai saat perayaan Natal 2025. Sejumlah kawasan seperti Ijen dan Kayutangan menjadi perhatian khusus, karena setiap tahun mengalami lonjakan jemaat saat misa Natal.</p>



<p>Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas ibadah berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam pelaksanaan misa. “Untuk gereja dengan kunjungan jemaat yang padat seperti di kawasan Ijen dan Kayutangan, sudah kami antisipasi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Jaya-sapaannya, Senin (22/12/2025) tadi.</p>



<p>Namun, Jaya memastikan bahwa tidak ada rekayasa lalu lintas ekstrem di sekitar lokasi ibadah. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan pengawasan ketat guna menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus kenyamanan umat yang beribadah.</p>



<p>“Kami siapkan pengaturan parkir dan pemantauan di lapangan. Sejauh ini tidak ada rekayasa besar, tetapi tetap dalam pengawasan petugas,” katanya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Selain pengamanan gereja, Dishub Kota Malang juga memetakan sejumlah titik lain yang diprediksi rawan kepadatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Di antaranya koridor Jalan Ahmad Yani hingga Malang Creative Center (MCC), kawasan Madyopuro, Soekarno-Hatta (Suhat), Borobudur, hingga arah Universitas Brawijaya (UB).</p>



<p>&#8220;Untuk mendukung pengendalian lalu lintas, kami dari Dishub berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota akan menerapkan rekayasa lalu lintas bersifat insidental dan sementara sesuai kondisi di lapangan. Sejumlah Pos Pengamanan, Pos Pelayanan dan Pos Pantau juga disiagakan di titik-titik strategis,&#8221; tuturnya.</p>



<p>Lebih lanjut, terkait dengan koordinasi lintas wilayah, Jaya menegaskan bahwa pengelolaan lalu lintas tidak bisa dilakukan secara parsial. Kota Malang dan Kabupaten Malang harus menjadi satu kesatuan, terutama pada jalur-jalur wisata menuju pantai selatan.</p>



<p>“Hasil rapat Forum Lalu Lintas menunjukkan titik kepadatan di wilayah Kabupaten Malang biasanya terjadi di kawasan Kacuk hingga arah Pabrik Gula Kebon Agung. Karena itu koordinasi lintas daerah sangat penting,” imbuh Jaya. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228953</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sekda Lumajang Lepas Peserta Parade Drumband Meriahkan Perayaan Harjalu</title>
		<link>https://memontum.com/sekda-lumajang-lepas-peserta-parade-drumband-meriahkan-perayaan-harjalu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Drumband]]></category>
		<category><![CDATA[Harjalu]]></category>
		<category><![CDATA[meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[parade]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Peserta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=228902</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Lumajang &#8211; Perayaan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770, terasa sangat istimewa. Itu karena, dalam serangkaian pelaksanaan juga diisi kegiatan Parade Drumband Kabupaten Lumajang 2025, yang diselenggarakan di Jalan Ahmad Yani (Timur Stadion Semeru), Sabtu (20/12/2025) tadi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengatakan bahwa drumband ini menekankan pentingnya pendidikan karakter, disiplin dan kebersamaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Lumajang</strong> &#8211; Perayaan Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770, terasa sangat istimewa. Itu karena, dalam serangkaian pelaksanaan juga diisi kegiatan Parade Drumband Kabupaten Lumajang 2025, yang diselenggarakan di Jalan Ahmad Yani (Timur Stadion Semeru), Sabtu (20/12/2025) tadi.</p>



<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mengatakan bahwa drumband ini menekankan pentingnya pendidikan karakter, disiplin dan kebersamaan anak-anak melalui seni dan olah raga. &#8220;Drumband bukan sekadar lomba, tetapi wadah pengembangan kreativitas dan pembentukan karakter peserta sejak dini. Kami mengapresiasi seluruh guru, pembina dan wali murid yang mendukung anak-anak, serta Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Lumajang yang telah menginisiasi Kejurkab ini,&#8221; kata Sekda Agus.</p>



<p>Menurutnya, kegiatan ini adalah upaya mendidik anak-anak dalam melatih disiplin, ketegasan dan kebersamaan. &#8220;Tentu ini membutuhkan effort yang tidak ringan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dibangun melalui seni dan olahraga,” jelasnya.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Sekda Agus juga menekankan peran orang tua dan sekolah dalam memberikan dukungan, sesuai semboyan Jawa Timur Jer Basuki Mawa Beya, bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan kerja sama semua pihak. Dirinya juga mengajak semua pihak, untuk menghormati keputusan dewan juri dan memberi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.</p>



<p>Kejurkab Drumband Kabupaten Lumajang 2025 ini diikuti oleh 36 peserta dari jenjang TK, SD/MI, dan SMP, serta satu peserta kehormatan, Marching Band Gita Wira Bhakti yang seluruh personelnya ASN. Kegiatan ini, menjadi ajang apresiasi bakat siswa sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan kegiatan kolektif.</p>



<p>“Selamat menampilkan kreativitas kalian dan nikmati kemeriahan Harjalu ke-770. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi pertumbuhan karakter dan kreativitas kalian di masa depan,” imbuh Agus Triyono. <strong>(kom/adi/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">228902</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Lomba Kebaya hingga Jalan Sehat Ramaikan Perayaan Harhubnas di Jember</title>
		<link>https://memontum.com/lomba-kebaya-hingga-jalan-sehat-ramaikan-perayaan-harhubnas-di-jember</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Jember]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[harhubnas]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[kebaya]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[ramaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226326</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jember &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama masyarakat Kabupaten Jember, melaksanakan jalan sehat bersama dalam rangkaian puncak memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Alun-Alun Kabupaten Jember, Minggu (28/09/2025) tadi. Peringatan Harhubnas di Kabupaten Jember, berlangsung semarak di kawasan Alun-Alun Jember, dan digelar selama tiga hari yakni sejak Jumat hingga Minggu (28/09/2025) besok. Berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jember</strong> &#8211; Bupati Jember, Muhammad Fawait, bersama masyarakat Kabupaten Jember, melaksanakan jalan sehat bersama dalam rangkaian puncak memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Alun-Alun Kabupaten Jember, Minggu (28/09/2025) tadi.</p>



<p>Peringatan Harhubnas di Kabupaten Jember, berlangsung semarak di kawasan Alun-Alun Jember, dan digelar selama tiga hari yakni sejak Jumat hingga Minggu (28/09/2025) besok. Berbagai kegiatan, digelar dan menyedot perhatian masyarakat. Berbagai lomba dan hiburan, pun digelar hingga puncaknya jalan sehat gratis bersama Bupati Jember.</p>



<p>Salah satu kegiatan yang menyedot perhatian, adalah lomba berkebaya. Dengan memanfaatkan panggung dan jalan aspal yang berada di depan Kantor Pemkab Jember, puluhan perempuan berkebaya berlenggak lenggok di depan para juri dan masyarakat yang memadati Alun-alun, Sabtu (27/08/2025) malam.</p>



<p>Ketua Panitia, Indri, mengatakan bahwa lomba berkebaya tersebut mengambil tema Kebaya Pakem. Yakni, kebaya yang mempertahankan desain dan motif tradisional. Ada puluhan peserta yang mengikuti lomba yang dibagi dalam dua kategori, yakni kategori A untuk peserta berusia 12-25 tahun dan kategori B untuk peserta dewasa.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Lomba perempuan berkebaya ini adalah salah satu upaya kita sebagai perempuan Indonesia untuk mempertahankan salah satu kekayaan tak benda yang telah diakui oleh Unesco. Karena kalau bukan kita siapa lagi. Untuk peserta kita bagi dalam 2 kategori A untuk peserta dari usia remaja putri dan B untuk dewasa dengan tema Kebaya Pakem,&#8221; katanya.</p>



<p>Tidak hanya sekedar lomba, panitia juga menyiapkan serangkaian acara hiburan dari penampilan musik band hingga penampilan line dance yang semuanya beranggotakan perempuan. Bahkan gelaran sendiri, setelah melalui proses penjurian, akhirnya juri memilih para juara dari juara pertama hingga juara harapan tiga untuk setiap kategori.</p>



<p>Indri berharap, tahun depan pihaknya dapat menggelar lomba serupa dengan jumlah hadiah dan jumlah peserta lebih besar. &#8220;Semoga tahun depan kita dapat menggelar lomba lagi tentunya dengan skala lebih besar dan dapat dukungan dari pemerintah daerah, karena untuk yang saat ini kita swadaya dan mendapat dukungan dari sponsor,&#8221; imbuhnya. <strong>(kom/rio/gie)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226326</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan 200 Tahun Klenteng Eng An Kiong Dongkrak Okupansi Hotel dan Resto di Kota Malang</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-200-tahun-klenteng-eng-an-kiong-dongkrak-okupansi-hotel-dan-resto-di-kota-malang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[SEKITAR KITA]]></category>
		<category><![CDATA[dongkrak]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Okupansi]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=226323</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Perayaan 200 tahun berdirinya Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang dan 14th World Tua Pek Kong Festival, tidak hanya menjadi ajang budaya dan religi. Namun, gelaran tersebut juga berdampak positif bagi sektor pariwisata, terutama perhotelan, restoran, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Perayaan 200 tahun berdirinya Klenteng Eng An Kiong, Kota Malang dan 14th World Tua Pek Kong Festival, tidak hanya menjadi ajang budaya dan religi. Namun, gelaran tersebut juga berdampak positif bagi sektor pariwisata, terutama perhotelan, restoran, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Malang.</p>



<p>Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menyampaikan bahwa tingkat keterisian hotel di Kota Malang mengalami kenaikan signifikan. Yakni, peningkatannya dibandingkan hari biasa mencapai 80 hingga 90 persen.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>&#8220;Alhamdulillah, okupansi bagus. Karena memang weekend dan untuk event di Klenteng Eng An Kiong ini juga memberi dampak. Okupansi hotel meningkat signifikan di angka 80-90 persen,&#8221; jelas Agoes, Sabtu (27/09/2025) tadi.</p>



<p>Tidak hanya perhotelan, namun menurutnya sektor kuliner dan restoran juga ikut terdongkrak. &#8220;Untuk resto juga cukup bagus. Jadi dampak event ini memang terasa luas,” tambahnya.</p>



<p>Agoes menegaskan, konsistensi penyelenggaraan event budaya seperti ini memberikan dampak langsung terhadap pariwisata di Kota Malang. &#8220;Setiap ada event besar seperti ini, okupansi dan kunjungan di Kota Malang pasti naik. Sehingga kami harapkan event serupa bisa terus terselenggara di Kota Malang untuk turut meningkatkan okupansi hotel,” imbuh Agoes. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">226323</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Idul Adha, Warga Kidul Pasar Arak 89 Kambing dan 5 Sapi</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-idul-adha-warga-kidul-pasar-arak-89-kambing-dan-5-sapi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222763</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Kota Malang &#8211; Tradisi arak-arakan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1446 H, kembali digelar oleh warga Kidul Pasar, Kota Malang, Sabtu (07/06/2025) tadi. Ketua Panitia Arak-arakan Hewan Kurban Kidul Pasar, Azwin Muzaki, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi turun-temurun yang telah berlangsung selama 20 hingga 30 tahun. Itu tetap dijaga kelestariannya sebagai bentuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Kota Malang</strong> &#8211; Tradisi arak-arakan hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1446 H, kembali digelar oleh warga Kidul Pasar, Kota Malang, Sabtu (07/06/2025) tadi.</p>



<p>Ketua Panitia Arak-arakan Hewan Kurban Kidul Pasar, Azwin Muzaki, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi turun-temurun yang telah berlangsung selama 20 hingga 30 tahun. Itu tetap dijaga kelestariannya sebagai bentuk syiar, sekaligus menggugah semangat berkurban di tengah masyarakat.</p>



<p>&#8220;Dari dahulu sebelum zaman saya, generasi di atas saya sudah melakukan hal ini. Yang utama adalah menjaga tradisi dan yang kedua syiar. Harapannya, masyarakat, khususnya di lingkungan Kidul Pasar, terus antusias berkurban setiap tahunnya,” ujar Azwin.</p>



<p>Prosesi arak-arakan dimulai pukul 07.00 WIB dari depan masjid, dilanjutkan dengan pawai hewan kurban melewati lingkungan Kidul Pasar. Hewan kemudian dikumpulkan di tempat transit, sebelum kemudian dilakukan penyembelihan.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Menurut Azwin, arak-arakan juga dimaksudkan untuk memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat dan layak sebelum disembelih. “Tahun ini ada 89 ekor kambing dan 5 ekor sapi. Jumlah kambing meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, bahwa daging kurban akan didistribusikan kepada warga RW 6 dan RW 7 di Kidul Pasar, yang mencakup total 19 RT. “Estimasi kami, ada sekitar 1.500 bungkus yang akan dibagikan secara merata ke masing-masing kepala keluarga,” tambah Azwin.</p>



<p>Setiap penerima akan memperoleh sekitar 1,2 kg daging kambing atau sapi. Jeroan dan tulang dibagikan sebagai bonus dan tidak ditimbang.</p>



<p>&#8220;Apabila masih ada kelebihan, panitia telah menerima sejumlah proposal dari pihak luar dan akan menghubungi mereka untuk pengambilan,&#8221; imbuh Azwin. <strong>(rsy/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222763</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Perayaan Nyepi, Menkue Ajak Refleksi Perkuat Tugas Pengelolaan Keuangan Negara</title>
		<link>https://memontum.com/perayaan-nyepi-menkue-ajak-refleksi-perkuat-tugas-pengelolaan-keuangan-negara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Memontum 1]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2025 11:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[menkue]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan]]></category>
		<category><![CDATA[perayaan]]></category>
		<category><![CDATA[perkuat]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=222096</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Jakarta &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengajak seluruh jajaran pegawai Hindu Kementerian Keuangan untuk menjadikan Hari Raya Nyepi sebagai ruang jeda guna memperkuat kesadaran spiritual dan moral dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan negara. Hal itu disampaikannya, saat memberikan sambutan pada Puncak Acara Dharma Santi Nyepi Kementerian Keuangan Tahun Saka 1947, secara daring, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Memontum Jakarta</strong> &#8211; Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengajak seluruh jajaran pegawai Hindu Kementerian Keuangan untuk menjadikan Hari Raya Nyepi sebagai ruang jeda guna memperkuat kesadaran spiritual dan moral dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan negara. Hal itu disampaikannya, saat memberikan sambutan pada Puncak Acara Dharma Santi Nyepi Kementerian Keuangan Tahun Saka 1947, secara daring, Kamis (15/05/2025) tadi.</p>



<p>“Di dalam Nyepi, ada makna keheningan yang membuat kita mampu melakukan jeda, mendengar sesuatu yang tidak disuarakan, tapi justru sangat bermakna, suara hati kita sendiri,” kata Menkeu.</p>



<p><strong>Baca juga :</strong></p>





<p>Dirinya menegaskan, bahwa makna Nyepi sangat relevan dalam konteks pengelolaan keuangan negara yang kini menghadapi tekanan geopolitik, perubahan iklim dan tantangan ekonomi. “Saya berharap (melalui refleksi perayaan Hari Raya Nyepi) bisa mendapatkan semangat baru, kekuatan pikiran, kekuatan fisik dan batin, untuk kita menjalankan tanggung jawab mengelola keuangan negara,” tambah Menkeu.</p>



<p>Menkeu Sri Mulyani juga mengingatkan, pentingnya nilai-nilai Kementerian Keuangan untuk senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai Kementerian Keuangan harap terus diinternalisasi, dimasukkan ke dalam hati dan pikiran dan dicerminkan dalam tindakan, ucapan, serta perbuatan oleh seluruh pegawai Kementerian Keuangan dimanapun berada.</p>



<p>“Ini adalah wujud ibadah kita dalam menjalankan pelayanan kepada Sang Maha Kuasa,” terang Menkeu. <strong>(kom/keu/sit)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">222096</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
