<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss"
	xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#"
	>

<channel>
	<title>Perbedaan Temperatur &#8211; Memontum</title>
	<atom:link href="https://memontum.com/tag/perbedaan-temperatur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://memontum.com</link>
	<description>Buka Mata Dengan Berita</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Mar 2018 10:40:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.8</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/memontum.com/wp-content/uploads/2020/11/cropped-logo-1.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Perbedaan Temperatur &#8211; Memontum</title>
	<link>https://memontum.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146458747</site>	<item>
		<title>Perbedaan Temperatur, Penyebab Gas Beracun Gunung Ijen</title>
		<link>https://memontum.com/perbedaan-temperatur-penyebab-gas-beracun-gunung-ijen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[memontum]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2018 10:40:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab Gas Beracun Gunung Ijen]]></category>
		<category><![CDATA[Perbedaan Temperatur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://memontum.com/?p=33463</guid>

					<description><![CDATA[Memontum Bondowoso&#8212;- Gunung ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Bondowoso, kini bergolak. Jalur pendakian pun resmi ditutup untuk mencegah timbulnya korban jiwa. Alasannya gunung setinggi 2.443 mdpl itu, mengeluarkan gas beracun sejak Rabu (21/3/2018). Bahkan sejumlah warga yang bermukim disekitar lereng gunung dikabarkan sempat dilarikan ke Pos Kesehatan terdekat akibat keracunan gas. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Memontum Bondowoso&#8212;-</strong> Gunung ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten<br />
Banyuwangi, dan Kabupaten Bondowoso, kini bergolak. Jalur pendakian<br />
pun resmi ditutup untuk mencegah timbulnya korban jiwa.<br />
Alasannya gunung setinggi 2.443 mdpl itu, mengeluarkan gas beracun<br />
sejak Rabu (21/3/2018). Bahkan sejumlah warga yang bermukim disekitar<br />
lereng gunung dikabarkan sempat dilarikan ke Pos Kesehatan terdekat<br />
akibat keracunan gas.</p>
<p>Tidak hanya itu, sebagian besar warga memilih mengungsi untuk<br />
mengantisipasi dampak buruk gas beracun yang keluar dari kawah ijen.<br />
Kepala Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),<br />
Kasbani ketika ditemui wartawan menjelaskan gas beracun itu muncul<br />
dikarenakan terjadinya perubahan temperatur akibat hujan.</p>
<p>&#8220;Hanya terjadi letupan saja, karena sekarang musim hujan. Terjadi<br />
perbedaan temperatur di permukaan dengan yang dibawah tanah. Dan<br />
disana ada kumpulan-kumpulan gas. Secara seismik belum ada peningkatan<br />
yang luar biasa, belum terlalu signifikan, ini karena adanya<br />
letupan-letupan saja,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kasbani memastikan titik bahaya berada pada radius 3 kilometer dari<br />
kawah ijen. Ia menyebut, tim dari PVMBG telah turun kelapangan untuk<br />
memantau pergerakan gunung ijen. &#8220;Teman-teman dari PVMBG sudah kami<br />
turunkan kelapangan, agar bisa melihat langsung kejadian tersebut”,<br />
jelasnya.</p>
<p>Dalam situasi normal pun, lanjutnya, siapapun tidak boleh masuk<br />
kedalam bibir kawah, apalagi bermalam. Gas beracun yang keluar dari<br />
kawah ijen berdampak tidak baik bagi kesehatan manusia.<br />
Bahkan bagi korban yang menghirup secara langsung gas beracun<br />
tersebut, Kasbani memastikan gas tersebut dapat menyebabkan kematian.</p>
<p>&#8220;Gas beracun itu bermuatan gas CO2, kemudian ada sulfur ya, H2S, SO2.<br />
Dikatakan, kalau kedua gas tersebut dihirup dalam jumlah yang tinggi,<br />
bisa membahayakan. Tentunya tidak baik untuk kesehatan, bisa<br />
membahayakan. Apalagi dalam kondisi hujan, kondisi mendung, dan pada<br />
saat malam hari.<br />
Informasi media ini, pihak terkait telah berhasil mengatasinya.</p>
<p>Sebanyak 18 warga yang keracunan gas gunung ijen mendapatkan perawatan<br />
medis di Puskesmas dan Rumah Sakit. Pemerintah Kabupaten Bondowoso<br />
juga telah melakukan langkah antisipatif dan penanganan cepat terhadap<br />
masyarakat yang bertempat tinggal disekitar lereng gunung ijen. (sam/nay)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">33463</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
